Efek halo: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29592375; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Efek halo''' (terkadang disebut '''kesalahan halo'''), sebuah istilah yang dicetuskan oleh [[Edward Lee Thorndike|Edward Thorndike]], adalah kecenderungan ketika kesan positif terhadap seseorang, perusahaan, negara, merek, atau produk di satu bidang secara positif memengaruhi opini atau perasaan seseorang di bidang lainnya. Fenomena ini didefinisikan sebagai "nama yang diberikan untuk fenomena ketika penilai cenderung dipengaruhi oleh penilaian mereka sebelumnya mengenai kinerja atau kepribadian;" dengan kata lain, ini adalah sebuah [[bias kognitif]] yang dapat menghalangi orang untuk membentuk gambaran berdasarkan keseluruhan situasi yang ada. | '''Efek halo''' (terkadang disebut '''kesalahan halo'''), sebuah istilah yang dicetuskan oleh [[Edward Lee Thorndike|Edward Thorndike]], adalah kecenderungan ketika kesan positif terhadap seseorang, perusahaan, negara, merek, atau produk di satu bidang secara positif memengaruhi opini atau perasaan seseorang di bidang lainnya.<ref>[https://en.oxforddictionaries.com/definition/halo_effect Halo Effect | Definition of Halo Effect by Lexico].</ref><ref>Al Ries. [http://adage.com/article/al-ries/understanding-marketing-psychology-halo-effect/108676 Understanding Marketing Psychology and the Halo Effect]. ''Advertising Age''. Crain Publications. 17 April 2006.</ref> Fenomena ini didefinisikan sebagai "nama yang diberikan untuk fenomena ketika penilai cenderung dipengaruhi oleh penilaian mereka sebelumnya mengenai kinerja atau kepribadian;"<ref>Ann Bethel. ''Halo Effect''. ''Dictionary of Nursing and Research''. 2010. Vol. 4th.</ref> dengan kata lain, ini adalah sebuah [[bias kognitif]] yang dapat menghalangi orang untuk membentuk gambaran berdasarkan keseluruhan situasi yang ada. | ||
Contoh sederhana dari efek halo adalah ketika orang-orang, setelah melihat bahwa seorang individu dalam sebuah foto terlihat menarik secara visual, berpenampilan rapi, dan berpakaian pantas, kemudian berasumsi dengan menggunakan [[heuristik]] mental yang didasarkan pada aturan konsep sosial mereka sendiri, bahwa orang di dalam foto tersebut adalah orang yang baik. Kesalahan penilaian yang konstan ini mencerminkan preferensi, [[prasangka]], [[ideologi]], aspirasi, dan persepsi sosial dari penilai tersebut. | Contoh sederhana dari efek halo adalah ketika orang-orang, setelah melihat bahwa seorang individu dalam sebuah foto terlihat menarik secara visual, berpenampilan rapi, dan berpakaian pantas, kemudian berasumsi dengan menggunakan [[heuristik]] mental yang didasarkan pada aturan konsep sosial mereka sendiri, bahwa orang di dalam foto tersebut adalah orang yang baik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+halo&oldid=29592375 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Richard E. Nisbett. [https://archive.org/details/sim_journal-of-personality-and-social-psychology_1977-04_35_4/page/250 The halo effect: Evidence for unconscious alteration of judgments]. ''Journal of Personality and Social Psychology''. 1977. Vol. 35 (4). hlm. 250–256. doi:10.1037/0022-3514.35.4.250.</ref><ref>Jeremy L. Gibson. ''Is He a Hero or a Weirdo? How Norm Violations Influence the Halo Effect''. ''Gender Issues''. Desember 2016. Vol. 33 (4). hlm. 299–310. doi:10.1007/s12147-016-9173-6.</ref> Kesalahan penilaian yang konstan ini mencerminkan preferensi, [[prasangka]], [[ideologi]], aspirasi, dan persepsi sosial dari penilai tersebut.<ref>Sheldon J. Lachman. [https://archive.org/details/sim_journal-of-psychology_1985-11_119_6/page/535 A Direct Study of Halo Effect]. ''The Journal of Psychology''. November 1985. Vol. 119 (6). hlm. 535–540. doi:10.1080/00223980.1985.9915460.</ref><ref>Jeremy L. Gibson. ''Is He a Hero or a Weirdo? How Norm Violations Influence the Halo Effect''. ''Gender Issues''. Desember 2016. Vol. 33 (4). hlm. 299–310. doi:10.1007/s12147-016-9173-6.</ref><ref>T. Joel Wade. [https://archive.org/details/sim_sex-roles_2003-05_48_9-10/page/461 Weight Halo Effects: Individual Differences in Perceived Life Success as a Function of Women's Race and Weight]. ''Sex Roles''. 1 Mei 2003. Vol. 48 (9). hlm. 461–465. doi:10.1023/A:1023582629538.</ref><ref>Anthony G. Greenwald. [https://archive.org/details/sim_psychological-review_1995-01_102_1/page/n5 Implicit social cognition: Attitudes, self-esteem, and stereotypes]. ''Psychological Review''. 1995. Vol. 102 (1). hlm. 4–27. doi:10.1037/0033-295x.102.1.4.</ref><ref>Leon H. Levy. ''A constant error approach to the study of dimensions of social perception''. ''The Journal of Abnormal and Social Psychology''. Juli 1960. Vol. 61 (1). hlm. 21–24. doi:10.1037/h0042208.</ref> | ||
== Konteks dan penerapan == | == Konteks dan penerapan == | ||
=== Psikologi === | === Psikologi === | ||
Istilah '''efek halo''' digunakan dalam [[psikologi]] untuk menggambarkan distorsi persepsi yang memengaruhi cara orang menafsirkan informasi tentang orang lain yang telah membentuk impresi [[psikologi Gestalt|gestalt]] positif bersama mereka. Sebagai contoh, mereka mengetahui bahwa seseorang yang telah memberikan impresi gestalt positif kepada mereka ternyata memanipulasi pajaknya; namun karena gestalt positif tersebut, mereka mungkin mengabaikan signifikansi dari perilaku ini atau bahkan berpikir bahwa orang tersebut hanya melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Efek halo merujuk pada kecenderungan untuk mengevaluasi seorang individu secara positif pada banyak sifat karena adanya suatu keyakinan bersama. | Istilah '''efek halo''' digunakan dalam [[psikologi]] untuk menggambarkan distorsi persepsi yang memengaruhi cara orang menafsirkan informasi tentang orang lain yang telah membentuk impresi [[psikologi Gestalt|gestalt]] positif bersama mereka.<ref>Jon. E Roeckelein. ''Elsevier's Dictionary of Psychological Theories''. Elsevier Science & Technology. 2006.</ref> Sebagai contoh, mereka mengetahui bahwa seseorang yang telah memberikan impresi gestalt positif kepada mereka ternyata memanipulasi pajaknya; namun karena gestalt positif tersebut, mereka mungkin mengabaikan signifikansi dari perilaku ini atau bahkan berpikir bahwa orang tersebut hanya melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Efek halo merujuk pada kecenderungan untuk mengevaluasi seorang individu secara positif pada banyak sifat karena adanya suatu keyakinan bersama.<ref>Steven McCornack. ''Choices & Connections''.</ref> | ||
Fenomena ini merupakan jenis perbedaan penilaian langsung, atau [[bias kognitif]], ketika seseorang yang membuat penilaian awal terhadap orang, tempat, atau benda lain akan mengasumsikan informasi yang ambigu berdasarkan informasi yang [[Abstrak dan konkret|konkret]]. Efek halo merupakan evaluasi oleh seorang individu dan dapat memengaruhi persepsi terhadap suatu keputusan, tindakan, ide, bisnis, orang, kelompok, entitas, atau hal lainnya setiap kali data konkret [[Generalisasi|digeneralisasikan]] atau memengaruhi informasi yang ambigu. | Fenomena ini merupakan jenis perbedaan penilaian langsung, atau [[bias kognitif]], ketika seseorang yang membuat penilaian awal terhadap orang, tempat, atau benda lain akan mengasumsikan informasi yang ambigu berdasarkan informasi yang [[Abstrak dan konkret|konkret]].<ref>Daniel Kahneman. ''Thinking, fast and slow''. Farrar, Straus, and Giroux. 2013. hlm. 82–88. ISBN 978-0-374-53355-7.</ref><ref>Philip M. Rosenzweig. ''The Halo Effect and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers''. Free Press. 2014. ISBN 978-1-4767-8403-8.</ref><ref>Sheldon J. Lachman. [https://archive.org/details/sim_journal-of-psychology_1985-11_119_6/page/535 A Direct Study of Halo Effect]. ''The Journal of Psychology''. November 1985. Vol. 119 (6). hlm. 535–540. doi:10.1080/00223980.1985.9915460.</ref> Efek halo merupakan evaluasi oleh seorang individu dan dapat memengaruhi persepsi terhadap suatu keputusan, tindakan, ide, bisnis, orang, kelompok, entitas, atau hal lainnya setiap kali data konkret [[Generalisasi|digeneralisasikan]] atau memengaruhi informasi yang ambigu.<ref>Daniel Kahneman. ''Thinking, fast and slow''. Farrar, Straus, and Giroux. 2013. hlm. 82–88. ISBN 978-0-374-53355-7.</ref><ref>Philip M. Rosenzweig. ''The Halo Effect and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers''. Free Press. 2014. ISBN 978-1-4767-8403-8.</ref><ref>Anthony G. Greenwald. [https://archive.org/details/sim_psychological-review_1995-01_102_1/page/n5 Implicit social cognition: Attitudes, self-esteem, and stereotypes]. ''Psychological Review''. 1995. Vol. 102 (1). hlm. 4–27. doi:10.1037/0033-295x.102.1.4.</ref><ref>Zhongheng Zhang. ''Citations for Randomized Controlled Trials in Sepsis Literature: The Halo Effect Caused by Journal Impact Factor''. ''PLOS ONE''. 2017-01-03. Vol. 12 (1). doi:10.1371/journal.pone.0169398.</ref> | ||
Efek halo juga dapat dijelaskan sebagai [[perilaku]] (biasanya tidak disadari) berupa penggunaan evaluasi yang didasarkan pada kriteria yang tidak terkait untuk membuat penilaian tentang sesuatu atau seseorang. Efek halo terkadang digunakan untuk merujuk secara khusus ketika perilaku ini memiliki korelasi positif, seperti melihat seseorang yang menarik sebagai orang yang cenderung sukses dan populer. Namun, ketika penilaian ini memiliki konotasi negatif, seperti ketika seseorang yang tidak menarik lebih mudah disalahkan atas suatu kejahatan dibandingkan dengan orang yang menarik, fenomena ini terkadang disebut sebagai '''[[efek tanduk]]'''. | Efek halo juga dapat dijelaskan sebagai [[perilaku]] (biasanya tidak disadari) berupa penggunaan evaluasi yang didasarkan pada kriteria yang tidak terkait untuk membuat penilaian tentang sesuatu atau seseorang. Efek halo terkadang digunakan untuk merujuk secara khusus ketika perilaku ini memiliki korelasi positif, seperti melihat seseorang yang menarik sebagai orang yang cenderung sukses dan populer. Namun, ketika penilaian ini memiliki konotasi negatif, seperti ketika seseorang yang tidak menarik lebih mudah disalahkan atas suatu kejahatan dibandingkan dengan orang yang menarik, fenomena ini terkadang disebut sebagai '''[[efek tanduk]]'''.<ref>Harold Sigall. [https://www.researchgate.net/publication/232451231 Beautiful but Dangerous: Effects of Offender Attractiveness and Nature of the Crime on Juridic Judgment]. ''Journal of Personality and Social Psychology''. 1975-03-01. Vol. 31 (3). hlm. 410–414. doi:10.1037/h0076472.</ref> | ||
=== Pemasaran === | === Pemasaran === | ||
Istilah ''efek halo'' digunakan dalam [[pemasaran]] untuk menjelaskan bias konsumen terhadap produk tertentu akibat pengalaman menyenangkan dengan produk lain yang dibuat oleh perusahaan yang sama. Efek ini digunakan dalam bagian dari [[merek|pemasaran merek]] yang disebut "[[perluasan lini produk]]." Salah satu efek halo yang umum terjadi adalah ketika fitur positif yang dirasakan dari suatu produk tertentu meluas ke citra merek yang lebih luas. Contoh yang menonjol adalah bagaimana popularitas [[iPod]] buatan [[Apple Inc.|Apple]] berhasil membangkitkan antusiasme konsumen terhadap produk-produk lain dari korporasi tersebut. [[Iklan]] juga sering memanfaatkan acara televisi, film, serta para bintang yang membintanginya untuk mempromosikan produk melalui efek halo. | Istilah ''efek halo'' digunakan dalam [[pemasaran]] untuk menjelaskan bias konsumen terhadap produk tertentu akibat pengalaman menyenangkan dengan produk lain yang dibuat oleh perusahaan yang sama.<ref>[https://www.investopedia.com/terms/h/halo-effect.asp Halo Effect]. 27 Oktober 2008.</ref> Efek ini digunakan dalam bagian dari [[merek|pemasaran merek]] yang disebut "[[perluasan lini produk]]." Salah satu efek halo yang umum terjadi adalah ketika fitur positif yang dirasakan dari suatu produk tertentu meluas ke citra merek yang lebih luas. Contoh yang menonjol adalah bagaimana popularitas [[iPod]] buatan [[Apple Inc.|Apple]] berhasil membangkitkan antusiasme konsumen terhadap produk-produk lain dari korporasi tersebut.<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/business/4172211.stm Apple shares surfs on big profits]. ''BBC News''. 13 Januari 2005.</ref><ref>[https://adage.com/article/news/apple-puts-ipod-halo-test-shuffle-mini/101786/ Apple puts iPod halo to test with Shuffle and Mini]. ''Advertising Age''. 17 Januari 2005.</ref> [[Iklan]] juga sering memanfaatkan acara televisi, film, serta para bintang yang membintanginya untuk mempromosikan produk melalui efek halo.<ref>Anthony Crupi. [https://adage.com/article/media/advertisers-emmy-halo-effect-thing-past/2184026 For advertisers, the Emmy halo effect is a thing of the past]. ''Advertising Age''. 16 Juli 2019.</ref><ref>Melanie Abrams. [https://www.nytimes.com/2017/08/01/fashion/wonder-woman-leather-armor-whitaker-malem.html The Wonder Woman Effect]. ''The New York Times''. 1 Agustus 2017.</ref> | ||
Dalam industri otomotif, model mewah eksotis yang diproduksi terbatas atau mobil sport bervolume rendah yang dibuat oleh tim balap, olahraga motor, atau tim modifikasi internal pabrikan terkadang disebut sebagai '''mobil halo''' (''halo cars'') karena efek psikologisnya diharapkan dapat mendongkrak penjualan kendaraan lain dalam merek yang sama. Hal ini memiliki perbedaan fungsi kualitatif dengan istilah otomotif "model ''flagship''" (lihat [[Produk flagship|produk unggulan]]). | Dalam industri otomotif, model mewah eksotis yang diproduksi terbatas atau mobil sport bervolume rendah yang dibuat oleh tim balap, olahraga motor, atau tim modifikasi internal pabrikan terkadang disebut sebagai '''mobil halo''' (''halo cars'') karena efek psikologisnya diharapkan dapat mendongkrak penjualan kendaraan lain dalam merek yang sama.<ref>Michael Frank. [https://www.popularmechanics.com/cars/a8075/what-good-is-a-halo-car-anyway-12206624 What good is a halo car anyway?]. Hearst Communications, Inc. 31 Agustus 2012.</ref> Hal ini memiliki perbedaan fungsi kualitatif dengan istilah otomotif "model ''flagship''" (lihat [[Produk flagship|produk unggulan]]). | ||
Dalam industri minuman anggur, fitur-fitur tertentu dari minuman anggur dapat menciptakan efek halo yang memengaruhi opini pelanggan terhadap produk tersebut. Penyertaan kategori "organik" pada label dapat meningkatkan penilaian positif konsumen terhadap minuman anggur tersebut. Minuman anggur organik dianggap menyehatkan, memiliki rasa, aroma, dan warna yang lebih baik, serta menghasilkan tingkat kepuasan keseluruhan yang lebih tinggi. Contoh lain dari efek halo dalam industri ini adalah asosiasi sumbat gabus tradisional dengan kualitas minuman anggur: botol dengan sumbat gabus secara sistematis dinilai memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada botol yang menggunakan penutup ulir atau penutup plastik, karena penutup jenis terakhir dipandang sebagai penanda minuman anggur berkualitas rendah. | Dalam industri minuman anggur, fitur-fitur tertentu dari minuman anggur dapat menciptakan efek halo yang memengaruhi opini pelanggan terhadap produk tersebut. Penyertaan kategori "organik" pada label dapat meningkatkan penilaian positif konsumen terhadap minuman anggur tersebut. Minuman anggur organik dianggap menyehatkan, memiliki rasa, aroma, dan warna yang lebih baik, serta menghasilkan tingkat kepuasan keseluruhan yang lebih tinggi.<ref>Vanessa Apaolaza. ''Organic label's halo effect on sensory and hedonic experience of wine: A pilot study''. ''Journal of Sensory Studies''. Wiley Blackwell. 30 Januari 2017. Vol. 32. doi:10.1111/joss.12243.</ref> Contoh lain dari efek halo dalam industri ini adalah asosiasi sumbat gabus tradisional dengan kualitas minuman anggur: botol dengan sumbat gabus secara sistematis dinilai memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada botol yang menggunakan penutup ulir atau penutup plastik, karena penutup jenis terakhir dipandang sebagai penanda minuman anggur berkualitas rendah.<ref>Dennis Reynolds. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0278431918302512#preview-section-cited-by What effect does wine bottle closure type have on perceptions of wine attributes?]. ''International Journal of Hospitality Management''. Emerald Publishing. September 2018. Vol. 75. hlm. 171–178. doi:10.1016/j.ijhm.2018.05.023.</ref> | ||
Periklanan di satu saluran juga terbukti memiliki ''efek halo'' terhadap periklanan di saluran lainnya. | Periklanan di satu saluran juga terbukti memiliki ''efek halo'' terhadap periklanan di saluran lainnya.<ref>Paul Rowson. ''Using a decision support optimisation software tool to maximise returns from an overall marketing budget: A case study from a B-to-C marketing company''. ''Journal of Database Marketing & Customer Strategy Management''. 1 Juni 2012. Vol. 19 (2). hlm. 138–142. doi:10.1057/dbm.2012.10.</ref><ref>W. Timothy Coombs. ''Unpacking the halo effect: reputation and crisis management''. ''Journal of Communication Management''. April 2006. Vol. 10 (2). hlm. 123–137. doi:10.1108/13632540610664698.</ref> | ||
Efek halo yang berkaitan dengan kesehatan, yang dijuluki sebagai "halo kesehatan" (''health halo''), digunakan dalam [[pemasaran makanan]] untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Fenomena ini dapat menyebabkan peningkatan konsumsi produk yang berada di bawah naungan halo tersebut, meskipun produk itu sendiri mungkin tidak sehat. | Efek halo yang berkaitan dengan kesehatan, yang dijuluki sebagai "halo kesehatan" (''health halo''), digunakan dalam [[pemasaran makanan]] untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Fenomena ini dapat menyebabkan peningkatan konsumsi produk yang berada di bawah naungan halo tersebut, meskipun produk itu sendiri mungkin tidak sehat.<ref>Véronique Provencher. ''Impact of Perceived Healthiness of Food on Food Choices and Intake''. ''Current Obesity Reports''. Maret 2016. Vol. 5 (1). hlm. 65–71. doi:10.1007/s13679-016-0192-0.</ref><ref>Janet Polivy. ''What's that you're eating? Social comparison and eating behavior''. ''Journal of Eating Disorders''. Desember 2017. Vol. 5 (1). hlm. 18. doi:10.1186/s40337-017-0148-0.</ref> | ||
Istilah "efek halo" juga telah diterapkan pada [[Kelompok hak asasi manusia|organisasi hak asasi manusia]] yang menggunakan status mereka untuk menyimpang dari tujuan awal yang mereka tetapkan. [[Ilmu politik|Ilmuwan politik]] [[Gerald Steinberg]] mengeklaim bahwa [[organisasi nonpemerintah]] (LSM) memanfaatkan efek halo ini sehingga mereka "diberi status sebagai pengawas moral yang tidak memihak" oleh pemerintah dan [[media massa|media berita]]. | Istilah "efek halo" juga telah diterapkan pada [[Kelompok hak asasi manusia|organisasi hak asasi manusia]] yang menggunakan status mereka untuk menyimpang dari tujuan awal yang mereka tetapkan. [[Ilmu politik|Ilmuwan politik]] [[Gerald Steinberg]] mengeklaim bahwa [[organisasi nonpemerintah]] (LSM) memanfaatkan efek halo ini sehingga mereka "diberi status sebagai pengawas moral yang tidak memihak" oleh pemerintah dan [[media massa|media berita]].<ref>Nathan Jeffray. [http://www.thejc.com/news/uk-news/33415/interview-gerald-steinberg Interview: Gerald Steinberg]. ''The Jewish Chronicle''. 24 Juni 2010.</ref><ref>Naftali Balanson. [https://www.jpost.com/Opinion/Op-EdContributors/Article.aspx?id=110648 The 'halo effect' shields NGOs from media scrutiny]. ''The Jerusalem Post''. 8 Oktober 2008.</ref> | ||
[[Ronald McDonald House Charities|Ronald McDonald House]], sebuah LSM yang dikenal luas, secara terbuka merayakan hasil positif yang diperolehnya dari efek halo. Halaman situs web Ronald McDonald House di Durham, [[Carolina Utara]], menyatakan bahwa 95% peserta survei mengetahui keberadaan Ronald McDonald House Charities. Kesadaran ini dikaitkan dengan efek halo, karena para karyawan, pelanggan, dan [[pemangku kepentingan]] cenderung lebih bersedia untuk terlibat dalam suatu lembaga amal yang mereka kenali dan percayai, serta memiliki nama dan logo yang sudah familier. | [[Ronald McDonald House Charities|Ronald McDonald House]], sebuah LSM yang dikenal luas, secara terbuka merayakan hasil positif yang diperolehnya dari efek halo. Halaman situs web Ronald McDonald House di Durham, [[Carolina Utara]], menyatakan bahwa 95% peserta survei mengetahui keberadaan Ronald McDonald House Charities. Kesadaran ini dikaitkan dengan efek halo, karena para karyawan, pelanggan, dan [[pemangku kepentingan]] cenderung lebih bersedia untuk terlibat dalam suatu lembaga amal yang mereka kenali dan percayai, serta memiliki nama dan logo yang sudah familier.<ref>Nancy Jones. [http://www.ronaldhousedurham.org/page/corporate-donors Corporate Donors]. Ronald House Durham.</ref> | ||
Efek halo dari sebuah merek juga dapat melindungi reputasinya ketika terjadi krisis. Suatu peristiwa yang merugikan bagi merek yang dipandang positif tidak akan terlalu mengancam atau merusak jika dibandingkan dengan dampak peristiwa serupa pada merek yang sejak awal sudah dipandang negatif oleh konsumen. | Efek halo dari sebuah merek juga dapat melindungi reputasinya ketika terjadi krisis. Suatu peristiwa yang merugikan bagi merek yang dipandang positif tidak akan terlalu mengancam atau merusak jika dibandingkan dengan dampak peristiwa serupa pada merek yang sejak awal sudah dipandang negatif oleh konsumen.<ref>Timothy W Coombs. ''Unpacking the halo effect: reputation and crisis management''. ''Journal of Communication Management''. 2006. Vol. 10 (2). hlm. 123–37. doi:10.1108/13632540610664698.</ref><ref>Jill Klein. ''Evaluations in a Product-Harm Crisis''. ''International Journal of Research in Marketing''. 2004. Vol. 21 (3). hlm. 203–17. doi:10.1016/j.ijresmar.2003.12.003.</ref> | ||
=== Penggunaan lain === | === Penggunaan lain === | ||
Penggunaan istilah "efek halo" di luar bidang psikologi atau bisnis menggambarkan nilai moneter dari [[efek limpahan]] ketika anggaran pemasaran suatu organisasi kemudian dikurangi. Hal ini pertama kali ditunjukkan kepada mahasiswa melalui buku teks versi tahun 1966 dan sebuah paket perangkat lunak bernama ''The Marketing Game''. | Penggunaan istilah "efek halo" di luar bidang psikologi atau bisnis menggambarkan nilai moneter dari [[efek limpahan]] ketika anggaran pemasaran suatu organisasi kemudian dikurangi. Hal ini pertama kali ditunjukkan kepada mahasiswa melalui buku teks versi tahun 1966 dan sebuah paket perangkat lunak bernama ''The Marketing Game''. | ||
Efek halo juga dapat digunakan dalam konteks institusi, karena persepsi menguntungkan seseorang terhadap suatu aspek dari suatu organisasi dapat menentukan pandangan positif terhadap seluruh operasionalnya. Sebagai contoh, jika sebuah [[rumah sakit]] dikenal karena program [[bedah jantung]] terbuka dan kardiologinya yang luar biasa, maka masyarakat akan berharap rumah sakit tersebut juga unggul di bidang lainnya. Hal ini juga dapat ditunjukkan dalam persepsi positif terhadap lembaga keuangan yang mendapatkan liputan menguntungkan di media karena pertumbuhannya yang sangat pesat, tetapi pada akhirnya mengalami kegagalan setelahnya. | Efek halo juga dapat digunakan dalam konteks institusi, karena persepsi menguntungkan seseorang terhadap suatu aspek dari suatu organisasi dapat menentukan pandangan positif terhadap seluruh operasionalnya.<ref>Nancy Borkowski. ''Organizational Behavior, Theory, and Design in Health Care''. Jones & Bartlett Publishers. 2015. hlm. 63. ISBN 978-1-284-05088-2.</ref> Sebagai contoh, jika sebuah [[rumah sakit]] dikenal karena program [[bedah jantung]] terbuka dan kardiologinya yang luar biasa, maka masyarakat akan berharap rumah sakit tersebut juga unggul di bidang lainnya. Hal ini juga dapat ditunjukkan dalam persepsi positif terhadap lembaga keuangan yang mendapatkan liputan menguntungkan di media karena pertumbuhannya yang sangat pesat, tetapi pada akhirnya mengalami kegagalan setelahnya.<ref>Phil Rosenzweig. ''The Halo Effect: . . . and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers''. Free Press. 2014. hlm. xv. ISBN 978-0-7432-9125-5.</ref> | ||
Istilah "efek halo" juga digunakan dalam bidang [[Detektor logam|pendeteksian logam]] untuk menunjukkan peningkatan kemampuan suatu benda logam atau koin untuk dideteksi ketika benda tersebut telah dibiarkan tanpa gangguan selama beberapa waktu di dalam tanah yang basah. Objek tersebut dapat melarutkan beberapa sifat logam ke dalam tanah di sekitarnya, sehingga membuatnya lebih mudah dideteksi oleh alat. Area tanah yang mengelilingi objek tersebut dikenal sebagai "halo"-nya. | Istilah "efek halo" juga digunakan dalam bidang [[Detektor logam|pendeteksian logam]]<ref>[https://metaldetectoruniverse.com/metal-detectors-on-wet-ground/ Do Metal Detectors Work Better on Wet Ground?].</ref> untuk menunjukkan peningkatan kemampuan suatu benda logam atau koin untuk dideteksi ketika benda tersebut telah dibiarkan tanpa gangguan selama beberapa waktu di dalam tanah yang basah. Objek tersebut dapat melarutkan beberapa sifat logam ke dalam tanah di sekitarnya, sehingga membuatnya lebih mudah dideteksi oleh alat. Area tanah yang mengelilingi objek tersebut dikenal sebagai "halo"-nya. | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | |||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+halo&oldid=29592375 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29592375 (2026-08-17T13:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+halo&oldid=29592375 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29592375 (2026-08-17T13:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.06
Efek halo (terkadang disebut kesalahan halo), sebuah istilah yang dicetuskan oleh Edward Thorndike, adalah kecenderungan ketika kesan positif terhadap seseorang, perusahaan, negara, merek, atau produk di satu bidang secara positif memengaruhi opini atau perasaan seseorang di bidang lainnya.[1][2] Fenomena ini didefinisikan sebagai "nama yang diberikan untuk fenomena ketika penilai cenderung dipengaruhi oleh penilaian mereka sebelumnya mengenai kinerja atau kepribadian;"[3] dengan kata lain, ini adalah sebuah bias kognitif yang dapat menghalangi orang untuk membentuk gambaran berdasarkan keseluruhan situasi yang ada.
Contoh sederhana dari efek halo adalah ketika orang-orang, setelah melihat bahwa seorang individu dalam sebuah foto terlihat menarik secara visual, berpenampilan rapi, dan berpakaian pantas, kemudian berasumsi dengan menggunakan heuristik mental yang didasarkan pada aturan konsep sosial mereka sendiri, bahwa orang di dalam foto tersebut adalah orang yang baik.[4][5][6] Kesalahan penilaian yang konstan ini mencerminkan preferensi, prasangka, ideologi, aspirasi, dan persepsi sosial dari penilai tersebut.[7][8][9][10][11]
Konteks dan penerapan
Psikologi
Istilah efek halo digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan distorsi persepsi yang memengaruhi cara orang menafsirkan informasi tentang orang lain yang telah membentuk impresi gestalt positif bersama mereka.[12] Sebagai contoh, mereka mengetahui bahwa seseorang yang telah memberikan impresi gestalt positif kepada mereka ternyata memanipulasi pajaknya; namun karena gestalt positif tersebut, mereka mungkin mengabaikan signifikansi dari perilaku ini atau bahkan berpikir bahwa orang tersebut hanya melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Efek halo merujuk pada kecenderungan untuk mengevaluasi seorang individu secara positif pada banyak sifat karena adanya suatu keyakinan bersama.[13]
Fenomena ini merupakan jenis perbedaan penilaian langsung, atau bias kognitif, ketika seseorang yang membuat penilaian awal terhadap orang, tempat, atau benda lain akan mengasumsikan informasi yang ambigu berdasarkan informasi yang konkret.[14][15][16] Efek halo merupakan evaluasi oleh seorang individu dan dapat memengaruhi persepsi terhadap suatu keputusan, tindakan, ide, bisnis, orang, kelompok, entitas, atau hal lainnya setiap kali data konkret digeneralisasikan atau memengaruhi informasi yang ambigu.[17][18][19][20]
Efek halo juga dapat dijelaskan sebagai perilaku (biasanya tidak disadari) berupa penggunaan evaluasi yang didasarkan pada kriteria yang tidak terkait untuk membuat penilaian tentang sesuatu atau seseorang. Efek halo terkadang digunakan untuk merujuk secara khusus ketika perilaku ini memiliki korelasi positif, seperti melihat seseorang yang menarik sebagai orang yang cenderung sukses dan populer. Namun, ketika penilaian ini memiliki konotasi negatif, seperti ketika seseorang yang tidak menarik lebih mudah disalahkan atas suatu kejahatan dibandingkan dengan orang yang menarik, fenomena ini terkadang disebut sebagai efek tanduk.[21]
Pemasaran
Istilah efek halo digunakan dalam pemasaran untuk menjelaskan bias konsumen terhadap produk tertentu akibat pengalaman menyenangkan dengan produk lain yang dibuat oleh perusahaan yang sama.[22] Efek ini digunakan dalam bagian dari pemasaran merek yang disebut "perluasan lini produk." Salah satu efek halo yang umum terjadi adalah ketika fitur positif yang dirasakan dari suatu produk tertentu meluas ke citra merek yang lebih luas. Contoh yang menonjol adalah bagaimana popularitas iPod buatan Apple berhasil membangkitkan antusiasme konsumen terhadap produk-produk lain dari korporasi tersebut.[23][24] Iklan juga sering memanfaatkan acara televisi, film, serta para bintang yang membintanginya untuk mempromosikan produk melalui efek halo.[25][26]
Dalam industri otomotif, model mewah eksotis yang diproduksi terbatas atau mobil sport bervolume rendah yang dibuat oleh tim balap, olahraga motor, atau tim modifikasi internal pabrikan terkadang disebut sebagai mobil halo (halo cars) karena efek psikologisnya diharapkan dapat mendongkrak penjualan kendaraan lain dalam merek yang sama.[27] Hal ini memiliki perbedaan fungsi kualitatif dengan istilah otomotif "model flagship" (lihat produk unggulan).
Dalam industri minuman anggur, fitur-fitur tertentu dari minuman anggur dapat menciptakan efek halo yang memengaruhi opini pelanggan terhadap produk tersebut. Penyertaan kategori "organik" pada label dapat meningkatkan penilaian positif konsumen terhadap minuman anggur tersebut. Minuman anggur organik dianggap menyehatkan, memiliki rasa, aroma, dan warna yang lebih baik, serta menghasilkan tingkat kepuasan keseluruhan yang lebih tinggi.[28] Contoh lain dari efek halo dalam industri ini adalah asosiasi sumbat gabus tradisional dengan kualitas minuman anggur: botol dengan sumbat gabus secara sistematis dinilai memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada botol yang menggunakan penutup ulir atau penutup plastik, karena penutup jenis terakhir dipandang sebagai penanda minuman anggur berkualitas rendah.[29]
Periklanan di satu saluran juga terbukti memiliki efek halo terhadap periklanan di saluran lainnya.[30][31]
Efek halo yang berkaitan dengan kesehatan, yang dijuluki sebagai "halo kesehatan" (health halo), digunakan dalam pemasaran makanan untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Fenomena ini dapat menyebabkan peningkatan konsumsi produk yang berada di bawah naungan halo tersebut, meskipun produk itu sendiri mungkin tidak sehat.[32][33]
Istilah "efek halo" juga telah diterapkan pada organisasi hak asasi manusia yang menggunakan status mereka untuk menyimpang dari tujuan awal yang mereka tetapkan. Ilmuwan politik Gerald Steinberg mengeklaim bahwa organisasi nonpemerintah (LSM) memanfaatkan efek halo ini sehingga mereka "diberi status sebagai pengawas moral yang tidak memihak" oleh pemerintah dan media berita.[34][35]
Ronald McDonald House, sebuah LSM yang dikenal luas, secara terbuka merayakan hasil positif yang diperolehnya dari efek halo. Halaman situs web Ronald McDonald House di Durham, Carolina Utara, menyatakan bahwa 95% peserta survei mengetahui keberadaan Ronald McDonald House Charities. Kesadaran ini dikaitkan dengan efek halo, karena para karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan cenderung lebih bersedia untuk terlibat dalam suatu lembaga amal yang mereka kenali dan percayai, serta memiliki nama dan logo yang sudah familier.[36]
Efek halo dari sebuah merek juga dapat melindungi reputasinya ketika terjadi krisis. Suatu peristiwa yang merugikan bagi merek yang dipandang positif tidak akan terlalu mengancam atau merusak jika dibandingkan dengan dampak peristiwa serupa pada merek yang sejak awal sudah dipandang negatif oleh konsumen.[37][38]
Penggunaan lain
Penggunaan istilah "efek halo" di luar bidang psikologi atau bisnis menggambarkan nilai moneter dari efek limpahan ketika anggaran pemasaran suatu organisasi kemudian dikurangi. Hal ini pertama kali ditunjukkan kepada mahasiswa melalui buku teks versi tahun 1966 dan sebuah paket perangkat lunak bernama The Marketing Game.
Efek halo juga dapat digunakan dalam konteks institusi, karena persepsi menguntungkan seseorang terhadap suatu aspek dari suatu organisasi dapat menentukan pandangan positif terhadap seluruh operasionalnya.[39] Sebagai contoh, jika sebuah rumah sakit dikenal karena program bedah jantung terbuka dan kardiologinya yang luar biasa, maka masyarakat akan berharap rumah sakit tersebut juga unggul di bidang lainnya. Hal ini juga dapat ditunjukkan dalam persepsi positif terhadap lembaga keuangan yang mendapatkan liputan menguntungkan di media karena pertumbuhannya yang sangat pesat, tetapi pada akhirnya mengalami kegagalan setelahnya.[40]
Istilah "efek halo" juga digunakan dalam bidang pendeteksian logam[41] untuk menunjukkan peningkatan kemampuan suatu benda logam atau koin untuk dideteksi ketika benda tersebut telah dibiarkan tanpa gangguan selama beberapa waktu di dalam tanah yang basah. Objek tersebut dapat melarutkan beberapa sifat logam ke dalam tanah di sekitarnya, sehingga membuatnya lebih mudah dideteksi oleh alat. Area tanah yang mengelilingi objek tersebut dikenal sebagai "halo"-nya.
Catatan
Bibliografi
Referensi
- ↑ Halo Effect | Definition of Halo Effect by Lexico.
- ↑ Al Ries. Understanding Marketing Psychology and the Halo Effect. Advertising Age. Crain Publications. 17 April 2006.
- ↑ Ann Bethel. Halo Effect. Dictionary of Nursing and Research. 2010. Vol. 4th.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Richard E. Nisbett. The halo effect: Evidence for unconscious alteration of judgments. Journal of Personality and Social Psychology. 1977. Vol. 35 (4). hlm. 250–256. doi:10.1037/0022-3514.35.4.250.
- ↑ Jeremy L. Gibson. Is He a Hero or a Weirdo? How Norm Violations Influence the Halo Effect. Gender Issues. Desember 2016. Vol. 33 (4). hlm. 299–310. doi:10.1007/s12147-016-9173-6.
- ↑ Sheldon J. Lachman. A Direct Study of Halo Effect. The Journal of Psychology. November 1985. Vol. 119 (6). hlm. 535–540. doi:10.1080/00223980.1985.9915460.
- ↑ Jeremy L. Gibson. Is He a Hero or a Weirdo? How Norm Violations Influence the Halo Effect. Gender Issues. Desember 2016. Vol. 33 (4). hlm. 299–310. doi:10.1007/s12147-016-9173-6.
- ↑ T. Joel Wade. Weight Halo Effects: Individual Differences in Perceived Life Success as a Function of Women's Race and Weight. Sex Roles. 1 Mei 2003. Vol. 48 (9). hlm. 461–465. doi:10.1023/A:1023582629538.
- ↑ Anthony G. Greenwald. Implicit social cognition: Attitudes, self-esteem, and stereotypes. Psychological Review. 1995. Vol. 102 (1). hlm. 4–27. doi:10.1037/0033-295x.102.1.4.
- ↑ Leon H. Levy. A constant error approach to the study of dimensions of social perception. The Journal of Abnormal and Social Psychology. Juli 1960. Vol. 61 (1). hlm. 21–24. doi:10.1037/h0042208.
- ↑ Jon. E Roeckelein. Elsevier's Dictionary of Psychological Theories. Elsevier Science & Technology. 2006.
- ↑ Steven McCornack. Choices & Connections.
- ↑ Daniel Kahneman. Thinking, fast and slow. Farrar, Straus, and Giroux. 2013. hlm. 82–88. ISBN 978-0-374-53355-7.
- ↑ Philip M. Rosenzweig. The Halo Effect and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers. Free Press. 2014. ISBN 978-1-4767-8403-8.
- ↑ Sheldon J. Lachman. A Direct Study of Halo Effect. The Journal of Psychology. November 1985. Vol. 119 (6). hlm. 535–540. doi:10.1080/00223980.1985.9915460.
- ↑ Daniel Kahneman. Thinking, fast and slow. Farrar, Straus, and Giroux. 2013. hlm. 82–88. ISBN 978-0-374-53355-7.
- ↑ Philip M. Rosenzweig. The Halo Effect and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers. Free Press. 2014. ISBN 978-1-4767-8403-8.
- ↑ Anthony G. Greenwald. Implicit social cognition: Attitudes, self-esteem, and stereotypes. Psychological Review. 1995. Vol. 102 (1). hlm. 4–27. doi:10.1037/0033-295x.102.1.4.
- ↑ Zhongheng Zhang. Citations for Randomized Controlled Trials in Sepsis Literature: The Halo Effect Caused by Journal Impact Factor. PLOS ONE. 2017-01-03. Vol. 12 (1). doi:10.1371/journal.pone.0169398.
- ↑ Harold Sigall. Beautiful but Dangerous: Effects of Offender Attractiveness and Nature of the Crime on Juridic Judgment. Journal of Personality and Social Psychology. 1975-03-01. Vol. 31 (3). hlm. 410–414. doi:10.1037/h0076472.
- ↑ Halo Effect. 27 Oktober 2008.
- ↑ Apple shares surfs on big profits. BBC News. 13 Januari 2005.
- ↑ Apple puts iPod halo to test with Shuffle and Mini. Advertising Age. 17 Januari 2005.
- ↑ Anthony Crupi. For advertisers, the Emmy halo effect is a thing of the past. Advertising Age. 16 Juli 2019.
- ↑ Melanie Abrams. The Wonder Woman Effect. The New York Times. 1 Agustus 2017.
- ↑ Michael Frank. What good is a halo car anyway?. Hearst Communications, Inc. 31 Agustus 2012.
- ↑ Vanessa Apaolaza. Organic label's halo effect on sensory and hedonic experience of wine: A pilot study. Journal of Sensory Studies. Wiley Blackwell. 30 Januari 2017. Vol. 32. doi:10.1111/joss.12243.
- ↑ Dennis Reynolds. What effect does wine bottle closure type have on perceptions of wine attributes?. International Journal of Hospitality Management. Emerald Publishing. September 2018. Vol. 75. hlm. 171–178. doi:10.1016/j.ijhm.2018.05.023.
- ↑ Paul Rowson. Using a decision support optimisation software tool to maximise returns from an overall marketing budget: A case study from a B-to-C marketing company. Journal of Database Marketing & Customer Strategy Management. 1 Juni 2012. Vol. 19 (2). hlm. 138–142. doi:10.1057/dbm.2012.10.
- ↑ W. Timothy Coombs. Unpacking the halo effect: reputation and crisis management. Journal of Communication Management. April 2006. Vol. 10 (2). hlm. 123–137. doi:10.1108/13632540610664698.
- ↑ Véronique Provencher. Impact of Perceived Healthiness of Food on Food Choices and Intake. Current Obesity Reports. Maret 2016. Vol. 5 (1). hlm. 65–71. doi:10.1007/s13679-016-0192-0.
- ↑ Janet Polivy. What's that you're eating? Social comparison and eating behavior. Journal of Eating Disorders. Desember 2017. Vol. 5 (1). hlm. 18. doi:10.1186/s40337-017-0148-0.
- ↑ Nathan Jeffray. Interview: Gerald Steinberg. The Jewish Chronicle. 24 Juni 2010.
- ↑ Naftali Balanson. The 'halo effect' shields NGOs from media scrutiny. The Jerusalem Post. 8 Oktober 2008.
- ↑ Nancy Jones. Corporate Donors. Ronald House Durham.
- ↑ Timothy W Coombs. Unpacking the halo effect: reputation and crisis management. Journal of Communication Management. 2006. Vol. 10 (2). hlm. 123–37. doi:10.1108/13632540610664698.
- ↑ Jill Klein. Evaluations in a Product-Harm Crisis. International Journal of Research in Marketing. 2004. Vol. 21 (3). hlm. 203–17. doi:10.1016/j.ijresmar.2003.12.003.
- ↑ Nancy Borkowski. Organizational Behavior, Theory, and Design in Health Care. Jones & Bartlett Publishers. 2015. hlm. 63. ISBN 978-1-284-05088-2.
- ↑ Phil Rosenzweig. The Halo Effect: . . . and the Eight Other Business Delusions That Deceive Managers. Free Press. 2014. hlm. xv. ISBN 978-0-7432-9125-5.
- ↑ Do Metal Detectors Work Better on Wet Ground?.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29592375 (2026-08-17T13:40:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.