Lompat ke isi

Teorema apit: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459385; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[kalkulus]], '''teorema apit''' merupakan teorema yang melibatkan [[limit (matematika)|limit]] pada suatu [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama. Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah.
[[File:(x^2)sin(x^(-1)).png|thumb|right|280px|Ilustrasi teorema apit, dengan fungsi berwarna biru , diapit oleh fungsi berwarna hijau dan merah]]
 
Dalam [[kalkulus]], '''teorema apit''' merupakan teorema yang melibatkan [[limit (matematika)|limit]] pada suatu [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama.<ref>[https://web.mit.edu/wwmath/calculus/limits/squeeze.html World Web Math: The Squeeze Theorem]. ''web.mit.edu''.</ref> Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah.


Teorema apit sering digunakan pada bidang [[kalkulus]] dan [[analisis matematika]] untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan [[Archimedes]] dan [[Eudoksos dari Knidos|Eudoksos]] untuk menghitung nilai [[Pi|π]], yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh [[Carl Friedrich Gauss]].
Teorema apit sering digunakan pada bidang [[kalkulus]] dan [[analisis matematika]] untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan [[Archimedes]] dan [[Eudoksos dari Knidos|Eudoksos]] untuk menghitung nilai [[Pi|π]], yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh [[Carl Friedrich Gauss]].


== Pernyataan ==
== Pernyataan ==
Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:
Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:<ref>[https://kalkulus.mipa.ugm.ac.id/single/teorema-apit/ Teorema Apit Limit Fungsi Satu Peubah – Kalkulus dan Aplikasinya].</ref><ref>Houshang H. Sohrab. [https://books.google.com/books?id=QnpqBQAAQBAJ&pg=PA104 Basic Real Analysis]. Birkhäuser. 2003. hlm. 104. ISBN 978-1-4939-1840-9.</ref>
 


* Fungsi <math>f</math> dan <math>h</math> (berturut-turut) disebut sebagai [[batas bawah dan atas]] dari fungsi <math>g</math>
* Fungsi <math>f</math> dan <math>h</math> (berturut-turut) disebut sebagai [[batas bawah dan atas]] dari fungsi <math>g</math>
Baris 34: Baris 35:
\end{array}</math>
\end{array}</math>


yang mengakibatkan <math>- \varepsilon \leq g(x) - L \leq \varepsilon</math> (atau menggunakan [[nilai absolut|tanda mutlak]], <math>\left| g(x) - L \right| \leq \varepsilon</math>). Sehingga, terbukti bahwa <math>\lim_{x \, \to \, c} g(x) = L</math>. [[Q.E.D.]]
yang mengakibatkan <math>- \varepsilon \leq g(x) - L \leq \varepsilon</math> (atau menggunakan [[nilai absolut|tanda mutlak]], <math>\left| g(x) - L \right| \leq \varepsilon</math>). Sehingga, terbukti bahwa <math>\lim_{x \, \to \, c} g(x) = L</math>.<ref>Dale Varberg. ''Calculus''. Pearson. 2006. hlm. 72. ISBN 978-0-1314-2924-6.</ref> [[Q.E.D.]]


== Teorema apit untuk barisan ==
== Teorema apit untuk barisan ==
Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan <math>\langle P_n \rangle</math> dan <math>\langle R_n \rangle</math> adalah barisan yang konvergen ke <math>L</math> dan <math>\langle Q_n \rangle</math> adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan <math>k \in \mathbb{N}</math> sedemikian sehingga berlaku
Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan <math>\langle P_n \rangle</math> dan <math>\langle R_n \rangle</math> adalah barisan yang konvergen ke <math>L</math> dan <math>\langle Q_n \rangle</math> adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan <math>k \in \mathbb{N}</math> sedemikian sehingga berlaku
:<math>P_n \leq Q_n \leq R_n</math>
:<math>P_n \leq Q_n \leq R_n</math>
untuk setiap nilai <math>n \geq k</math>, maka barisan <math>\langle Q_n \rangle</math> juga konvergen ke <math>L</math>.
untuk setiap nilai <math>n \geq k</math>, maka barisan <math>\langle Q_n \rangle</math> juga konvergen ke <math>L</math>.<ref>Richard Johnsonbaugh. [https://books.google.com/books?id=X_6NMZVMidsC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA47&dq=squeeze+theorem&hl=id Foundations of Mathematical Analysis]. Courier Corporation. 2012-09-11. ISBN 978-0-486-13477-2.</ref><ref>Richard J. Rossi. [https://books.google.com/books?id=kSwVGbBtel8C&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA183&dq=squeeze+theorem+second+version&hl=id Theorems, Corollaries, Lemmas, and Methods of Proof]. John Wiley & Sons. 2011-10-05. ISBN 978-1-118-03057-8.</ref>


=== Bukti ===
=== Bukti ===
Baris 58: Baris 57:


== Contoh masalah ==
== Contoh masalah ==
=== Contoh pertama ===
=== Contoh pertama ===
Nilai limit dari <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \dfrac{1}{x} \right)</math> tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu
Nilai limit dari <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \dfrac{1}{x} \right)</math> tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu
<math display="block">
<math display="block">
Baris 81: Baris 77:


Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math>
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math>


Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas [[pertidaksamaan]]nya dengan <math>x^2</math>. Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai <math>x^2</math> selalu [[Tanda (matematika)|non-negatif]].
Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas [[pertidaksamaan]]nya dengan <math>x^2</math>. Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai <math>x^2</math> selalu [[Tanda (matematika)|non-negatif]].


Oleh karena <math>\lim_{x \, \to \, 0} -x^2 = 0</math> dan <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 = 0</math>, maka menurut teorema apit, nilai <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> haruslah 0 juga.
Oleh karena <math>\lim_{x \, \to \, 0} -x^2 = 0</math> dan <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 = 0</math>, maka menurut teorema apit, nilai <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> haruslah 0 juga.


=== Contoh kedua ===
=== Contoh kedua ===
Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai
Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai
<math display="block">\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1 \qquad \text{dan} \qquad \lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math>
<math display="block">\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1 \qquad \text{dan} \qquad \lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math>
Baris 127: Baris 119:


yang berlaku untuk nilai <math>x</math> negatif yang cukup dekat dengan <math>0</math>. Dengan mengambil nilai [[limit (matematika)|limit]] saat <math>x</math> mendekati <math>0</math> [[Limit sepihak|dari kiri]] dan [[Limit sepihak|dari kanan]], maka didapatkan <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math>
yang berlaku untuk nilai <math>x</math> negatif yang cukup dekat dengan <math>0</math>. Dengan mengambil nilai [[limit (matematika)|limit]] saat <math>x</math> mendekati <math>0</math> [[Limit sepihak|dari kiri]] dan [[Limit sepihak|dari kanan]], maka didapatkan <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math>


Dengan menggunakan [[identitas Pythagoras]] beserta informasi <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1</math> yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan
Dengan menggunakan [[identitas Pythagoras]] beserta informasi <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1</math> yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan
Baris 138: Baris 129:
&= 1 \cdot 0
&= 1 \cdot 0
\end{align}</math>
\end{align}</math>


Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus.
Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus.


=== Contoh ketiga ===
=== Contoh ketiga ===
Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan
Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan
<math display="block">\frac{\text{d}}{\text{d} \theta} \tan \theta = \sec^2 \theta</math>
<math display="block">\frac{\text{d}}{\text{d} \theta} \tan \theta = \sec^2 \theta</math>


Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan :
Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan :
Baris 180: Baris 168:


=== Contoh keempat ===
=== Contoh keempat ===
Teorema apit masih dapat digunakan pada [[kalkulus multivariabel]], namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja. Misalnya, nilai
Teorema apit masih dapat digunakan pada [[kalkulus multivariabel]], namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja.<ref>James Stewart. [https://archive.org/details/isbn_9780495654704_c0u8 Multivariable Calculus]. 2008. hlm. [https://archive.org/details/isbn_9780495654704_c0u8/page/909 909]–910. ISBN 978-0495011637.</ref> Misalnya, nilai


<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2}</math>
<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2}</math>


terbatas ke atas oleh fungsi <math>f(x, \, y) = |y|</math> dan terbatas ke bawah oleh fungsi <math>f(x, \, y) = - |y|</math> untuk setiap titik pada persekitaran <math>(0, \, 0)</math>.
terbatas ke atas oleh fungsi <math>f(x, \, y) = |y|</math> dan terbatas ke bawah oleh fungsi <math>f(x, \, y) = - |y|</math> untuk setiap titik pada persekitaran <math>(0, \, 0)</math>.


Perhatikan bahwa <math>y^2 \geq 0</math> untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>. Akibatnya,
Perhatikan bahwa <math>y^2 \geq 0</math> untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>. Akibatnya,
Baris 196: Baris 183:
Dengan menggunakan pertidaksamaan <math>-|y| \leq y \leq |y|</math> yang berlaku untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>, maka didapatkan
Dengan menggunakan pertidaksamaan <math>-|y| \leq y \leq |y|</math> yang berlaku untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>, maka didapatkan
<math display="block">- |y| \leq \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} \leq |y|</math>
<math display="block">- |y| \leq \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} \leq |y|</math>


Oleh karena <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} - |y| = 0</math> dan <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} |y| = 0</math>, maka menurut teorema apit,
Oleh karena <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} - |y| = 0</math> dan <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} |y| = 0</math>, maka menurut teorema apit,


<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} = 0</math>
<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} = 0</math>
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*
*  [http://demonstrations.wolfram.com/SqueezeTheorem/ Teorema Apit] by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the [[Wolfram Demonstrations Project]].
*  [http://demonstrations.wolfram.com/SqueezeTheorem/ Teorema Apit] by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the [[Wolfram Demonstrations Project]].
*  [https://proofwiki.org/wiki/Squeeze_Theorem Teorema Apit] pada ProofWiki.
*  [https://proofwiki.org/wiki/Squeeze_Theorem Teorema Apit] pada ProofWiki.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+apit&oldid=29459385 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459385 (2026-07-14T22:41:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+apit&oldid=29459385 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459385 (2026-07-14T22:41:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.07

Ilustrasi teorema apit, dengan fungsi berwarna biru , diapit oleh fungsi berwarna hijau dan merah

Dalam kalkulus, teorema apit merupakan teorema yang melibatkan limit pada suatu fungsi yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama.[1] Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah.

Teorema apit sering digunakan pada bidang kalkulus dan analisis matematika untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan Archimedes dan Eudoksos untuk menghitung nilai π, yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh Carl Friedrich Gauss.

Pernyataan

Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:[2][3]

  • Fungsi f dan h (berturut-turut) disebut sebagai batas bawah dan atas dari fungsi g
  • Titik x=c tidak diharuskan berada pada interior dari I. Jika x=c adalah titik ujung dari I, maka limit di atas adalah limit kiri atau limit kanan.
  • Pernyataan serupa juga berlaku untuk selang takhingga. Sebagai contoh, jika I=(0,), maka teorema apit dapat digunakan dengan mengambil limit saat x mendekati

Bukti

Supremum dan Infimum

Menurut hipotesis di atas, maka

  • f(x)infg(x), dan
  • supg(x)h(x)

Oleh karena infg(x)g(x)supg(x), maka dengan mengambil limit saat x mendekati c, diperoleh rantai pertidaksamaan

limxcf(x)lim infxcg(x)limxcg(x)lim supxcg(x)limxch(x)

Perhatikan bahwa limxcf(x)=L=limxch(x), sehingga rantai pertidaksamaan di atas menjadi rantai persamaan, maka dapat disimpulkan bahwa limxcg(x)=L

Definisi (ε, δ) dari limit

Diketahui limxcf(x)=L dan limxch(x)=L. Jika diberikan suatu ε>0, maka

  • (δ1>0)(0|xc|δ1)(|f(x)L|<ε)
  • (δ2>0)(0|xc|δ2)(|h(x)L|<ε)

Oleh karena pertidaksamaan |a|b ekuivalen dengan pertidaksamaan bab, dengan memilih δ=min{δ1,δ2}, maka diperoleh rantai pertidaksamaan

f(x)g(x)h(x)f(x)Lg(x)Lh(x)Lεf(x)Lg(x)Lh(x)Lε

yang mengakibatkan εg(x)Lε (atau menggunakan tanda mutlak, |g(x)L|ε). Sehingga, terbukti bahwa limxcg(x)=L.[4] Q.E.D.

Teorema apit untuk barisan

Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan Pn dan Rn adalah barisan yang konvergen ke L dan Qn adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan k sedemikian sehingga berlaku

PnQnRn

untuk setiap nilai nk, maka barisan Qn juga konvergen ke L.[5][6]

Bukti

Pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan cara serupa seperti sebelumnya. Diketahui Pn dan Rn sama-sama konvergen ke L. Jika diberikan suatu ε>0, maka

  • (k1)(nk1)(|PnL|<ε)
  • (k2)(nk2)(|RnL|<ε)
  • (k3)(nk3)(PnQnRn)

Oleh karena pertidaksamaan |a|b ekuivalen dengan pertidaksamaan bab, dengan memilih k=max{k1,k2,k3}, maka diperoleh rantai pertidaksamaan

PnQnRnPnLQnLRnLεPnLQnLRnLε

yang mengakibatkan εQnLε (atau menggunakan tanda mutlak, |QnL|ε). Sehingga, terbukti bahwa barisan Qn juga akan konvergen ke L.

Contoh masalah

Contoh pertama

Nilai limit dari limx0x2sin(1x) tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu limxa(f(x)g(x))=(limxaf(x))(limxag(x))

sebab nilai limx0sin(1x) tidak ada. Akan tetapi, perhatikan bahwa berlaku pertidaksamaan

1sinθ1

untuk setiap bilangan riil θ. Dengan memilih θ=1x, maka didapatkan rantai pertidaksamaan

1sin(1x)1x2x2sin(1x)x2limx0x2limx0x2sin(1x)limx0x20limx0x2sin(1x)0

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa limx0x2sin(1x)

Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas pertidaksamaannya dengan x2. Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai x2 selalu non-negatif.

Oleh karena limx0x2=0 dan limx0x2=0, maka menurut teorema apit, nilai limx0x2sin(1x) haruslah 0 juga.

Contoh kedua

Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai limx0sinxx=1danlimx01cosxx=0

Untuk membuktikan hasil pertama, dapat dengan mudah terlihat (dengan menggunakan ilustrasi geometris di bagian kanan) bahwa

Luas segitiga ADBLuas juring ADBLuas segitiga ADF

sehingga diperoleh rantai pertidaksamaan 12aADBtADBkπr212aADFtADF[4pt]121sinxx2ππ(1)2121tanx[4pt]sinxxsinxcosx[4pt]1xsinx1cosx[4pt]1(1)1(xsinx)1(1cosx)[4pt]1sinxxcosx

untuk nilai x yang cukup dekat dengan 0. Oleh karena fungsi kosinus (cosx) dan fungsi sinc (sinxx) sama-sama merupakan fungsi genap, maka pertidaksamaan di atas juga berlaku untuk nilai x negatif. Dengan mengambil nilai limit saat x mendekati 0, maka didapatkan limx0sinxx=1

Untuk membuktikan hasil kedua, dengan menggunakan ilustrasi yang sama, perhatikan bahwa AB dan AD sama-sama merupakan jari-jari lingkaran, sehingga segitiga ABD merupakan segitiga sama kaki. Oleh karena BAD=x, maka didapatkan ADB=12(360x). Akibatnya,

EBD=x2

Sehingga,

Gagal mengurai (fungsi tak dikenal "\begin{array}"): {\displaystyle \begin{array}{rcccl} 0 & \leq & \overline{\text{DB}} & \leq & \overset{DB} \\ 0 & \leq & \overline{\text{DB}} & \leq & x \\ 0 & \leq & \dfrac{1}{x} & \leq & \dfrac{1}{(\overline{\text{DB}})} \\ 0 & \leq & \dfrac{(\overline{\text{DE}})}{x} & \leq & \dfrac{(\overline{\text{DE}})}{(\overline{\text{DB}})} \\ 0 & \leq & \dfrac{1 \, - \, \cos x}{x} & \leq & \sin \left( \frac{x}{2} \right) \\ \end{array}}

untuk nilai x positif yang cukup dekat dengan 0. Oleh karena fungsi 1cosxx dan fungsi sinus sin(x2) sama-sama merupakan fungsi ganjil, maka pertidaksamaan di atas akan menjadi

sin(x2)1cosxx0

yang berlaku untuk nilai x negatif yang cukup dekat dengan 0. Dengan mengambil nilai limit saat x mendekati 0 dari kiri dan dari kanan, maka didapatkan limx01cosxx=0

Dengan menggunakan identitas Pythagoras beserta informasi limx0sinxx=1 yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan

limx01cosxx=limx01cosxx1+cosx1+cosx=limx01cos2xx(1+cosx)=limx0sin2xx(1+cosx)=limx0sinxxsinx1+cosx=(limx0sinxx)(limx0sinx1+cosx)=10

Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus.

Contoh ketiga

Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan ddθtanθ=sec2θ

Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan :

  • Konstruksikan lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal beserta garis x=1 dan garis y=(tanθ)x, untuk suatu parameter θ.
    • Dengan bantuan identitas Pythagoras, maka diperoleh jarak titik (0,0) dengan titik (1,tanθ) adalah secθ.
  • Kemudian, dikonstruksikan lingkaran berjari-jari secθ dengan pusat yang sama.
  • Lakukan hal serupa untuk sudut θ+Δθ

Perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari secθ. Saat Δθ mendekati 0, bagian busur lingkaran nya akan mendekati garis lurus, sehingga luas juringnya dapat didekati dengan bangun segitiga. Jika panjang busurnya (yaitu secθΔθ) dijadikan sebagai alas segitiga, maka tinggi segitiganya adalah jari-jari lingkaran (yaitu secθ), sehingga diperoleh

L1=12sec2θΔθ

Sekarang perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari secθ+Δθ. Dengan argumentasi serupa, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa luas juringnya (yang dinotasikan dengan L2) adalah

L2=12sec2(θ+Δθ)Δθ

Bangun yang akan dihimpit oleh L1 dan L2 adalah segitiga yang memiliki titik sudut pada koordinat (0,0),(1,tanθ), dan (1,tan(θ+Δθ)). Jika tinggi segitiganya adalah 1 satuan, maka panjang alasnya adalah tan(θ+Δθ)tanθ, sehingga luas segitiganya ialah

L=12(tan(θ+Δθ)tanθ)

Akibatnya, diperoleh rantai pertidaksamaan

L1LL212sec2θΔθ12(tan(θ+Δθ)tanθ)12sec2(θ+Δθ)Δθsec2θtan(θ+Δθ)tanθΔθsec2(θ+Δθ)

dengan asumsi bahwa Δθ>0. Apabila Δθ<0, maka didapatkan sec2(θ+Δθ)tanθtan(θ+Δθ)Δθsec2θ

Pada kedua kasus di atas, ekspresi pertama dan ketiga sama-sama mendekati sec2θ saat Δθ mendekati 0, sedangkan ekspresi di tengah akan mendekati ddθtanθ saat Δθ mendekati 0, sehingga terbukti bahwa nilai ddθtanθ=sec2θ menggunakan teorema apit.

Contoh keempat

Teorema apit masih dapat digunakan pada kalkulus multivariabel, namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja.[7] Misalnya, nilai

lim(x,y)(0,0)x2yx2+y2

terbatas ke atas oleh fungsi f(x,y)=|y| dan terbatas ke bawah oleh fungsi f(x,y)=|y| untuk setiap titik pada persekitaran (0,0).

Perhatikan bahwa y20 untuk setiap bilangan riil y. Akibatnya, 0y20x2x2+y20x2x2+y21

Dengan menggunakan pertidaksamaan |y|y|y| yang berlaku untuk setiap bilangan riil y, maka didapatkan |y|x2yx2+y2|y|

Oleh karena lim(x,y)(0,0)|y|=0 dan lim(x,y)(0,0)|y|=0, maka menurut teorema apit,

lim(x,y)(0,0)x2yx2+y2=0

Pranala luar

Referensi

  1. World Web Math: The Squeeze Theorem. web.mit.edu.
  2. Teorema Apit Limit Fungsi Satu Peubah – Kalkulus dan Aplikasinya.
  3. Houshang H. Sohrab. Basic Real Analysis. Birkhäuser. 2003. hlm. 104. ISBN 978-1-4939-1840-9.
  4. Dale Varberg. Calculus. Pearson. 2006. hlm. 72. ISBN 978-0-1314-2924-6.
  5. Richard Johnsonbaugh. Foundations of Mathematical Analysis. Courier Corporation. 2012-09-11. ISBN 978-0-486-13477-2.
  6. Richard J. Rossi. Theorems, Corollaries, Lemmas, and Methods of Proof. John Wiley & Sons. 2011-10-05. ISBN 978-1-118-03057-8.
  7. James Stewart. Multivariable Calculus. 2008. hlm. 909–910. ISBN 978-0495011637.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459385 (2026-07-14T22:41:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.