Teorema apit: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29459385; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kalkulus]], '''teorema apit''' merupakan teorema yang melibatkan [[limit (matematika)|limit]] pada suatu [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama. Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah. | [[File:(x^2)sin(x^(-1)).png|thumb|right|280px|Ilustrasi teorema apit, dengan fungsi berwarna biru , diapit oleh fungsi berwarna hijau dan merah]] | ||
Dalam [[kalkulus]], '''teorema apit''' merupakan teorema yang melibatkan [[limit (matematika)|limit]] pada suatu [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama.<ref>[https://web.mit.edu/wwmath/calculus/limits/squeeze.html World Web Math: The Squeeze Theorem]. ''web.mit.edu''.</ref> Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah. | |||
Teorema apit sering digunakan pada bidang [[kalkulus]] dan [[analisis matematika]] untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan [[Archimedes]] dan [[Eudoksos dari Knidos|Eudoksos]] untuk menghitung nilai [[Pi|π]], yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh [[Carl Friedrich Gauss]]. | Teorema apit sering digunakan pada bidang [[kalkulus]] dan [[analisis matematika]] untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan [[Archimedes]] dan [[Eudoksos dari Knidos|Eudoksos]] untuk menghitung nilai [[Pi|π]], yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh [[Carl Friedrich Gauss]]. | ||
== Pernyataan == | == Pernyataan == | ||
Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut: | Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:<ref>[https://kalkulus.mipa.ugm.ac.id/single/teorema-apit/ Teorema Apit Limit Fungsi Satu Peubah – Kalkulus dan Aplikasinya].</ref><ref>Houshang H. Sohrab. [https://books.google.com/books?id=QnpqBQAAQBAJ&pg=PA104 Basic Real Analysis]. Birkhäuser. 2003. hlm. 104. ISBN 978-1-4939-1840-9.</ref> | ||
* Fungsi <math>f</math> dan <math>h</math> (berturut-turut) disebut sebagai [[batas bawah dan atas]] dari fungsi <math>g</math> | * Fungsi <math>f</math> dan <math>h</math> (berturut-turut) disebut sebagai [[batas bawah dan atas]] dari fungsi <math>g</math> | ||
| Baris 34: | Baris 35: | ||
\end{array}</math> | \end{array}</math> | ||
yang mengakibatkan <math>- \varepsilon \leq g(x) - L \leq \varepsilon</math> (atau menggunakan [[nilai absolut|tanda mutlak]], <math>\left| g(x) - L \right| \leq \varepsilon</math>). Sehingga, terbukti bahwa <math>\lim_{x \, \to \, c} g(x) = L</math>. [[Q.E.D.]] | yang mengakibatkan <math>- \varepsilon \leq g(x) - L \leq \varepsilon</math> (atau menggunakan [[nilai absolut|tanda mutlak]], <math>\left| g(x) - L \right| \leq \varepsilon</math>). Sehingga, terbukti bahwa <math>\lim_{x \, \to \, c} g(x) = L</math>.<ref>Dale Varberg. ''Calculus''. Pearson. 2006. hlm. 72. ISBN 978-0-1314-2924-6.</ref> [[Q.E.D.]] | ||
== Teorema apit untuk barisan == | == Teorema apit untuk barisan == | ||
Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan <math>\langle P_n \rangle</math> dan <math>\langle R_n \rangle</math> adalah barisan yang konvergen ke <math>L</math> dan <math>\langle Q_n \rangle</math> adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan <math>k \in \mathbb{N}</math> sedemikian sehingga berlaku | Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan <math>\langle P_n \rangle</math> dan <math>\langle R_n \rangle</math> adalah barisan yang konvergen ke <math>L</math> dan <math>\langle Q_n \rangle</math> adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan <math>k \in \mathbb{N}</math> sedemikian sehingga berlaku | ||
:<math>P_n \leq Q_n \leq R_n</math> | :<math>P_n \leq Q_n \leq R_n</math> | ||
untuk setiap nilai <math>n \geq k</math>, maka barisan <math>\langle Q_n \rangle</math> juga konvergen ke <math>L</math>. | untuk setiap nilai <math>n \geq k</math>, maka barisan <math>\langle Q_n \rangle</math> juga konvergen ke <math>L</math>.<ref>Richard Johnsonbaugh. [https://books.google.com/books?id=X_6NMZVMidsC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA47&dq=squeeze+theorem&hl=id Foundations of Mathematical Analysis]. Courier Corporation. 2012-09-11. ISBN 978-0-486-13477-2.</ref><ref>Richard J. Rossi. [https://books.google.com/books?id=kSwVGbBtel8C&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA183&dq=squeeze+theorem+second+version&hl=id Theorems, Corollaries, Lemmas, and Methods of Proof]. John Wiley & Sons. 2011-10-05. ISBN 978-1-118-03057-8.</ref> | ||
=== Bukti === | === Bukti === | ||
| Baris 58: | Baris 57: | ||
== Contoh masalah == | == Contoh masalah == | ||
=== Contoh pertama === | === Contoh pertama === | ||
Nilai limit dari <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \dfrac{1}{x} \right)</math> tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu | Nilai limit dari <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \dfrac{1}{x} \right)</math> tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu | ||
<math display="block"> | <math display="block"> | ||
| Baris 81: | Baris 77: | ||
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> | Sehingga, dapat disimpulkan bahwa <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> | ||
Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas [[pertidaksamaan]]nya dengan <math>x^2</math>. Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai <math>x^2</math> selalu [[Tanda (matematika)|non-negatif]]. | Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas [[pertidaksamaan]]nya dengan <math>x^2</math>. Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai <math>x^2</math> selalu [[Tanda (matematika)|non-negatif]]. | ||
Oleh karena <math>\lim_{x \, \to \, 0} -x^2 = 0</math> dan <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 = 0</math>, maka menurut teorema apit, nilai <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> haruslah 0 juga. | Oleh karena <math>\lim_{x \, \to \, 0} -x^2 = 0</math> dan <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 = 0</math>, maka menurut teorema apit, nilai <math>\lim_{x \, \to \, 0} x^2 \sin \left( \tfrac{1}{x} \right)</math> haruslah 0 juga. | ||
=== Contoh kedua === | === Contoh kedua === | ||
Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai | Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai | ||
<math display="block">\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1 \qquad \text{dan} \qquad \lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math> | <math display="block">\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1 \qquad \text{dan} \qquad \lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math> | ||
| Baris 127: | Baris 119: | ||
yang berlaku untuk nilai <math>x</math> negatif yang cukup dekat dengan <math>0</math>. Dengan mengambil nilai [[limit (matematika)|limit]] saat <math>x</math> mendekati <math>0</math> [[Limit sepihak|dari kiri]] dan [[Limit sepihak|dari kanan]], maka didapatkan <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math> | yang berlaku untuk nilai <math>x</math> negatif yang cukup dekat dengan <math>0</math>. Dengan mengambil nilai [[limit (matematika)|limit]] saat <math>x</math> mendekati <math>0</math> [[Limit sepihak|dari kiri]] dan [[Limit sepihak|dari kanan]], maka didapatkan <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{1 - \cos x}{x} = 0</math> | ||
Dengan menggunakan [[identitas Pythagoras]] beserta informasi <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1</math> yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan | Dengan menggunakan [[identitas Pythagoras]] beserta informasi <math>\lim_{x \, \to \, 0} \frac{\sin x}{x} = 1</math> yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan | ||
| Baris 138: | Baris 129: | ||
&= 1 \cdot 0 | &= 1 \cdot 0 | ||
\end{align}</math> | \end{align}</math> | ||
Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus. | Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus. | ||
=== Contoh ketiga === | === Contoh ketiga === | ||
Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan | Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan | ||
<math display="block">\frac{\text{d}}{\text{d} \theta} \tan \theta = \sec^2 \theta</math> | <math display="block">\frac{\text{d}}{\text{d} \theta} \tan \theta = \sec^2 \theta</math> | ||
Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan : | Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan : | ||
| Baris 180: | Baris 168: | ||
=== Contoh keempat === | === Contoh keempat === | ||
Teorema apit masih dapat digunakan pada [[kalkulus multivariabel]], namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja. Misalnya, nilai | Teorema apit masih dapat digunakan pada [[kalkulus multivariabel]], namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja.<ref>James Stewart. [https://archive.org/details/isbn_9780495654704_c0u8 Multivariable Calculus]. 2008. hlm. [https://archive.org/details/isbn_9780495654704_c0u8/page/909 909]–910. ISBN 978-0495011637.</ref> Misalnya, nilai | ||
<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2}</math> | <math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2}</math> | ||
terbatas ke atas oleh fungsi <math>f(x, \, y) = |y|</math> dan terbatas ke bawah oleh fungsi <math>f(x, \, y) = - |y|</math> untuk setiap titik pada persekitaran <math>(0, \, 0)</math>. | terbatas ke atas oleh fungsi <math>f(x, \, y) = |y|</math> dan terbatas ke bawah oleh fungsi <math>f(x, \, y) = - |y|</math> untuk setiap titik pada persekitaran <math>(0, \, 0)</math>. | ||
Perhatikan bahwa <math>y^2 \geq 0</math> untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>. Akibatnya, | Perhatikan bahwa <math>y^2 \geq 0</math> untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>. Akibatnya, | ||
| Baris 196: | Baris 183: | ||
Dengan menggunakan pertidaksamaan <math>-|y| \leq y \leq |y|</math> yang berlaku untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>, maka didapatkan | Dengan menggunakan pertidaksamaan <math>-|y| \leq y \leq |y|</math> yang berlaku untuk setiap [[bilangan riil]] <math>y</math>, maka didapatkan | ||
<math display="block">- |y| \leq \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} \leq |y|</math> | <math display="block">- |y| \leq \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} \leq |y|</math> | ||
Oleh karena <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} - |y| = 0</math> dan <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} |y| = 0</math>, maka menurut teorema apit, | Oleh karena <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} - |y| = 0</math> dan <math>\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} |y| = 0</math>, maka menurut teorema apit, | ||
<math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} = 0</math> | <math display="block">\lim_{(x, \, y) \, \to \, (0, \, 0)} \frac{x^2 y}{x^2 + y^2} = 0</math> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
* [http://demonstrations.wolfram.com/SqueezeTheorem/ Teorema Apit] by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the [[Wolfram Demonstrations Project]]. | * [http://demonstrations.wolfram.com/SqueezeTheorem/ Teorema Apit] by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the [[Wolfram Demonstrations Project]]. | ||
* [https://proofwiki.org/wiki/Squeeze_Theorem Teorema Apit] pada ProofWiki. | * [https://proofwiki.org/wiki/Squeeze_Theorem Teorema Apit] pada ProofWiki. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+apit&oldid=29459385 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29459385 (2026-07-14T22:41:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.07

Dalam kalkulus, teorema apit merupakan teorema yang melibatkan limit pada suatu fungsi yang diapit oleh dua fungsi lain sehingga ketiga fungsi tersebut memiliki nilai limit yang sama.[1] Sebagai ilustrasi, dapat terlihat pada gambar di samping bahwa fungsi yang berwarna biru diapit dari atas oleh fungsi yang berwarna hijau dan di apit dari bawah oleh fungsi yang berwarna merah.
Teorema apit sering digunakan pada bidang kalkulus dan analisis matematika untuk mencari nilai limit dengan cara membandingkannya dengan dua fungsi lain yang nilai limitnya diketahui. Teorema ini pertama kali digunakan secara geometris oleh matematikawan Archimedes dan Eudoksos untuk menghitung nilai π, yang kemudian dirumuskan menggunakan notasi modern oleh Carl Friedrich Gauss.
Pernyataan
Teorema apit secara formal dapat dinyatakan sebagai berikut:[2][3]
- Fungsi dan (berturut-turut) disebut sebagai batas bawah dan atas dari fungsi
- Titik tidak diharuskan berada pada interior dari . Jika adalah titik ujung dari , maka limit di atas adalah limit kiri atau limit kanan.
- Pernyataan serupa juga berlaku untuk selang takhingga. Sebagai contoh, jika , maka teorema apit dapat digunakan dengan mengambil limit saat mendekati
Bukti
Supremum dan Infimum
Menurut hipotesis di atas, maka
- , dan
Oleh karena , maka dengan mengambil limit saat mendekati , diperoleh rantai pertidaksamaan
Perhatikan bahwa , sehingga rantai pertidaksamaan di atas menjadi rantai persamaan, maka dapat disimpulkan bahwa
Definisi (ε, δ) dari limit
Diketahui dan . Jika diberikan suatu , maka
Oleh karena pertidaksamaan ekuivalen dengan pertidaksamaan , dengan memilih , maka diperoleh rantai pertidaksamaan
yang mengakibatkan (atau menggunakan tanda mutlak, ). Sehingga, terbukti bahwa .[4] Q.E.D.
Teorema apit untuk barisan
Teorema ini juga dapat diterapkan pada barisan. Misalkan dan adalah barisan yang konvergen ke dan adalah suatu barisan. Jika terdapat suatu bilangan sedemikian sehingga berlaku
untuk setiap nilai , maka barisan juga konvergen ke .[5][6]
Bukti
Pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan cara serupa seperti sebelumnya. Diketahui dan sama-sama konvergen ke . Jika diberikan suatu , maka
Oleh karena pertidaksamaan ekuivalen dengan pertidaksamaan , dengan memilih , maka diperoleh rantai pertidaksamaan
yang mengakibatkan (atau menggunakan tanda mutlak, ). Sehingga, terbukti bahwa barisan juga akan konvergen ke .
Contoh masalah
Contoh pertama
Nilai limit dari tidak dapat dicari dengan menggunakan sifat perkalian dari limit, yaitu
sebab nilai tidak ada. Akan tetapi, perhatikan bahwa berlaku pertidaksamaan
untuk setiap bilangan riil . Dengan memilih , maka didapatkan rantai pertidaksamaan
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa
Baris kedua diperoleh dengan mengalikan semua ruas pertidaksamaannya dengan . Tanda pertidaksamaan pada baris kedua tidak berubah, sebab nilai selalu non-negatif.
Oleh karena dan , maka menurut teorema apit, nilai haruslah 0 juga.
Contoh kedua
Salah satu contoh yang paling terkenal mengenai pencarian limit melalui proses penghimpitan adalah pembuktian nilai
Untuk membuktikan hasil pertama, dapat dengan mudah terlihat (dengan menggunakan ilustrasi geometris di bagian kanan) bahwa
sehingga diperoleh rantai pertidaksamaan
untuk nilai yang cukup dekat dengan . Oleh karena fungsi kosinus dan fungsi sinc sama-sama merupakan fungsi genap, maka pertidaksamaan di atas juga berlaku untuk nilai negatif. Dengan mengambil nilai limit saat mendekati , maka didapatkan
Untuk membuktikan hasil kedua, dengan menggunakan ilustrasi yang sama, perhatikan bahwa dan sama-sama merupakan jari-jari lingkaran, sehingga segitiga merupakan segitiga sama kaki. Oleh karena , maka didapatkan . Akibatnya,
Sehingga,
- Gagal mengurai (fungsi tak dikenal "\begin{array}"): {\displaystyle \begin{array}{rcccl} 0 & \leq & \overline{\text{DB}} & \leq & \overset{DB} \\ 0 & \leq & \overline{\text{DB}} & \leq & x \\ 0 & \leq & \dfrac{1}{x} & \leq & \dfrac{1}{(\overline{\text{DB}})} \\ 0 & \leq & \dfrac{(\overline{\text{DE}})}{x} & \leq & \dfrac{(\overline{\text{DE}})}{(\overline{\text{DB}})} \\ 0 & \leq & \dfrac{1 \, - \, \cos x}{x} & \leq & \sin \left( \frac{x}{2} \right) \\ \end{array}}
untuk nilai positif yang cukup dekat dengan . Oleh karena fungsi dan fungsi sinus sama-sama merupakan fungsi ganjil, maka pertidaksamaan di atas akan menjadi
yang berlaku untuk nilai negatif yang cukup dekat dengan . Dengan mengambil nilai limit saat mendekati dari kiri dan dari kanan, maka didapatkan
Dengan menggunakan identitas Pythagoras beserta informasi yang telah diperoleh sebelumnya, maka didapatkan
Kedua nilai limit ini digunakan untuk membuktikan turunan dari fungsi sinus adalah fungsi kosinus.
Contoh ketiga
Proses penghimpitan juga dapat digunakan untuk membuktikan
Berikut adalah penjelasan ilustrasi di bagian kanan :
- Konstruksikan lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal beserta garis dan garis , untuk suatu parameter .
- Dengan bantuan identitas Pythagoras, maka diperoleh jarak titik dengan titik adalah .
- Kemudian, dikonstruksikan lingkaran berjari-jari dengan pusat yang sama.
- Lakukan hal serupa untuk sudut
Perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari . Saat mendekati , bagian busur lingkaran nya akan mendekati garis lurus, sehingga luas juringnya dapat didekati dengan bangun segitiga. Jika panjang busurnya (yaitu ) dijadikan sebagai alas segitiga, maka tinggi segitiganya adalah jari-jari lingkaran (yaitu ), sehingga diperoleh
Sekarang perhatikan juring lingkaran yang berjari-jari . Dengan argumentasi serupa, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa luas juringnya (yang dinotasikan dengan ) adalah
Bangun yang akan dihimpit oleh dan adalah segitiga yang memiliki titik sudut pada koordinat , dan . Jika tinggi segitiganya adalah satuan, maka panjang alasnya adalah , sehingga luas segitiganya ialah
Akibatnya, diperoleh rantai pertidaksamaan
dengan asumsi bahwa . Apabila , maka didapatkan
Pada kedua kasus di atas, ekspresi pertama dan ketiga sama-sama mendekati saat mendekati , sedangkan ekspresi di tengah akan mendekati saat mendekati , sehingga terbukti bahwa nilai menggunakan teorema apit.
Contoh keempat
Teorema apit masih dapat digunakan pada kalkulus multivariabel, namun batas bawah (dan batas atas) fungsinya harus berada di bawah (dan di atas) nilai fungsinya untuk setiap persekitaran titik yang akan diselidiki, bukan untuk suatu lintasan tertentu saja.[7] Misalnya, nilai
terbatas ke atas oleh fungsi dan terbatas ke bawah oleh fungsi untuk setiap titik pada persekitaran .
Perhatikan bahwa untuk setiap bilangan riil . Akibatnya,
Dengan menggunakan pertidaksamaan yang berlaku untuk setiap bilangan riil , maka didapatkan
Oleh karena dan , maka menurut teorema apit,
Pranala luar
- Teorema Apit by Bruce Atwood (Beloit College) after work by, Selwyn Hollis (Armstrong Atlantic State University), the Wolfram Demonstrations Project.
- Teorema Apit pada ProofWiki.
Referensi
- ↑ World Web Math: The Squeeze Theorem. web.mit.edu.
- ↑ Teorema Apit Limit Fungsi Satu Peubah – Kalkulus dan Aplikasinya.
- ↑ Houshang H. Sohrab. Basic Real Analysis. Birkhäuser. 2003. hlm. 104. ISBN 978-1-4939-1840-9.
- ↑ Dale Varberg. Calculus. Pearson. 2006. hlm. 72. ISBN 978-0-1314-2924-6.
- ↑ Richard Johnsonbaugh. Foundations of Mathematical Analysis. Courier Corporation. 2012-09-11. ISBN 978-0-486-13477-2.
- ↑ Richard J. Rossi. Theorems, Corollaries, Lemmas, and Methods of Proof. John Wiley & Sons. 2011-10-05. ISBN 978-1-118-03057-8.
- ↑ James Stewart. Multivariable Calculus. 2008. hlm. 909–910. ISBN 978-0495011637.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459385 (2026-07-14T22:41:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.