Lompat ke isi

Bijeksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29214120; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[matematika]], '''bijeksi''', '''fungsi bijektif''', '''korespondensi satu-ke-satu''', atau '''fungsi terbalikkan''' adalah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang melibatkan elemen-elemen dari dua [[Himpunan (matematika)|himpunan]]. Setiap elemen dari satu himpunan dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan lainnya. Setiap elemen dari himpunan lainnya dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan pertama. Tidak ada elemen yang tidak berpasangan atau memiliki lebih dari satu pasangan. Dalam istilah matematika, fungsi bijektif  adalah pemetaan satu-ke-satu (injeksi) dan ''onto'' (surjektif) dari himpunan ''X'' ke himpunan ''Y.'' Istilah ''korespondensi satu-ke-satu'' tidak boleh disalahartikan dengan ''fungsi satu-ke-satu'' (fungsi injeksi).
[[File:Bijection.svg|thumb|right|280px|Fungsi bijektif, ''f'' : ''X'' ''Y'', di mana himpunan X adalah {1, 2, 3, 4} dan himpunan Y adalah {A, B, C, D}. Misalnya, ''f'' (1) = D]]


Sebuah bijeksi dari himpunan ''X'' ke himpunan ''Y'' memiliki [[fungsi invers]] dari ''Y'' ke ''X.'' Jika ''X'' dan ''Y'' adalah [[himpunan hingga]], maka keberadaan suatu bijeksi berarti bahwa kedua himpunan tersebut memiliki jumlah elemen yang sama. Untuk himpunan tak berhingga, digunakan konsep [[bilangan kardinal]]—cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga. Fungsi bijektif dari suatu himpunan ke dirinya sendiri disebut [[permutasi]] dan himpunan semua permutasi dari suatu himpunan membentuk sebuah [[Grup simetrik|grup simetris]]. Fungsi bijektif sangat penting dalam berbagai bidang matematika termasuk definisi isomorfisme, [[homeomorfisme]], difeomorfisme, [[Grup permutasi|kelompok permutasi]], dan peta projektif.
Dalam [[matematika]], '''bijeksi''', '''fungsi bijektif''', '''korespondensi satu-ke-satu''', atau '''fungsi terbalikkan''' adalah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang melibatkan elemen-elemen dari dua [[Himpunan (matematika)|himpunan]]. Setiap elemen dari satu himpunan dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan lainnya. Setiap elemen dari himpunan lainnya dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan pertama. Tidak ada elemen yang tidak berpasangan atau memiliki lebih dari satu pasangan. Dalam istilah matematika, fungsi bijektif  adalah pemetaan satu-ke-satu (injeksi) dan ''onto'' (surjektif) dari himpunan ''X'' ke himpunan ''Y.''<ref>[https://mathvault.ca/math-glossary/#otoc The Definitive Glossary of Higher Mathematical Jargon — One-to-One Correspondence]. ''Math Vault''. 2019-08-01.</ref><ref>[https://www.mathsisfun.com/sets/injective-surjective-bijective.html Injective, Surjective and Bijective]. ''www.mathsisfun.com''.</ref> Istilah ''korespondensi satu-ke-satu'' tidak boleh disalahartikan dengan ''fungsi satu-ke-satu'' (fungsi injeksi).
 
Sebuah bijeksi dari himpunan ''X'' ke himpunan ''Y'' memiliki [[fungsi invers]] dari ''Y'' ke ''X.'' Jika ''X'' dan ''Y'' adalah [[himpunan hingga]], maka keberadaan suatu bijeksi berarti bahwa kedua himpunan tersebut memiliki jumlah elemen yang sama. Untuk himpunan tak berhingga, digunakan konsep [[bilangan kardinal]]—cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga. Fungsi bijektif dari suatu himpunan ke dirinya sendiri disebut [[permutasi]] dan himpunan semua permutasi dari suatu himpunan membentuk sebuah [[Grup simetrik|grup simetris]]. Fungsi bijektif sangat penting dalam berbagai bidang matematika termasuk definisi isomorfisme, [[homeomorfisme]], difeomorfisme, [[Grup permutasi|kelompok permutasi]], dan peta projektif.  


== Definisi ==
== Definisi ==
Agar pasangan antara ''X'' dan ''Y'' menjadi bijeksi, empat sifat berikut harus terpenuhi:
Agar pasangan antara ''X'' dan ''Y'' menjadi bijeksi, empat sifat berikut harus terpenuhi:  


# setiap elemen ''X'' harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen ''Y'',
# setiap elemen ''X'' harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen ''Y'',  
# tidak ada elemen ''X'' yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen ''Y'',
# tidak ada elemen ''X'' yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen ''Y'',  
# setiap elemen ''Y'' harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen ''X'', dan
# setiap elemen ''Y'' harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen ''X'', dan  
# tidak ada elemen ''Y'' yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen ''X.''
# tidak ada elemen ''Y'' yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen ''X.''  


Apabila sifat nomor (1) dan (2) terpenuhi, maka pasangan tersebut adalah sebuah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] dengan [[Domain fungsi|domain]] ''X.'' Pada umumnya, sifat nomor (1) dan (2) lebih umum ditulis sebagai pernyataan tunggal berupa "setiap elemen ''X'' dipasangkan dengan tepat ke satu elemen ''Y."'' Fungsi yang memenuhi sifat nomor (3) dikatakan "''onto'' ''Y''" atau disebut surjeksi (atau '''fungsi surjektif'''). Fungsi yang memenuhi sifat nomor (4) dikatakan sebagai "fungsi satu-ke-satu" dan disebut injeksi (atau '''fungsi injektif'''). Dengan terminologi ini, bijeksi adalah fungsi gabungan antara surjeksi dan injeksi. Dengan kata lain, bijeksi adalah fungsi "satu-ke-satu" sekaligus fungsi "onto".
Apabila sifat nomor (1) dan (2) terpenuhi, maka pasangan tersebut adalah sebuah [[Fungsi (matematika)|fungsi]] dengan [[Domain fungsi|domain]] ''X.'' Pada umumnya, sifat nomor (1) dan (2) lebih umum ditulis sebagai pernyataan tunggal berupa "setiap elemen ''X'' dipasangkan dengan tepat ke satu elemen ''Y."'' Fungsi yang memenuhi sifat nomor (3) dikatakan "''onto'' ''Y''" atau disebut surjeksi (atau '''fungsi surjektif'''). Fungsi yang memenuhi sifat nomor (4) dikatakan sebagai "fungsi satu-ke-satu" dan disebut injeksi (atau '''fungsi injektif''').<ref>There are names associated to properties (1) and (2) as well. A relation which satisfies property (1) is called a ''total relation'' and a relation satisfying (2) is a ''single valued relation''.</ref> Dengan terminologi ini, bijeksi adalah fungsi gabungan antara surjeksi dan injeksi. Dengan kata lain, bijeksi adalah fungsi "satu-ke-satu" sekaligus fungsi "onto".<ref>[https://mathvault.ca/math-glossary/#otoc The Definitive Glossary of Higher Mathematical Jargon — One-to-One Correspondence]. ''Math Vault''. 2019-08-01.</ref><ref>[https://brilliant.org/wiki/bijection-injection-and-surjection/ Bijection, Injection, And Surjection Brilliant Math & Science Wiki]. ''brilliant.org''.</ref>


Bijeksi terkadang dilambangkan dengan simbol anak panah ke kanan berkepala dua dan memiliki ekor (⤖), seperti pada ''f'' : ''X'' ⤖ ''Y''. Simbol ini merupakan kombinasi dari simbol anak panah ke kanan berkepala dua (↠), yang digunakan untuk melambangkan surjeksi dan anak panah ke kanan berekor (↣) yang digunakan untuk melambangkan injeksi.
Bijeksi terkadang dilambangkan dengan simbol anak panah ke kanan berkepala dua dan memiliki ekor (⤖), seperti pada ''f'' : ''X'' ⤖ ''Y''. Simbol ini merupakan kombinasi dari simbol anak panah ke kanan berkepala dua (↠), yang digunakan untuk melambangkan surjeksi dan anak panah ke kanan berekor (↣) yang digunakan untuk melambangkan injeksi.


== Contoh ==
== Contoh ==
=== Penyusunan formasi pemain tim bisbol atau kriket ===
=== Penyusunan formasi pemain tim bisbol atau kriket ===
Bayangkan susunan pemain pada permainan [[bisbol]] atau [[kriket]] (atau olahraga lain dengan tiap pemainnya menempati posisi tertentu). Himpunan ''X'' mewakili pemain di tim (sembilan pemain untuk baseball) dan himpunan ''Y'' mewakili urutan posisi pukulan (pertama, kedua, ketiga, dst.). Kedua himpunan tersebut kemudian dipasangkan untuk menentukan urutan posisi pemain dalam permainan ini. Sifat nomor (1) terpenuhi karena semua pemain ada di dalam daftar, sifat nomor (2) terpenuhi karena tidak ada pemain yang melakukan pukulan sebanyak dua kali (atau lebih), sifat nomor (3) menyatakan bahwa terdapat beberapa pemain yang memukul di posisi itu, dan sifat nomor (4) menyatakan bahwa dua atau lebih pemain tidak pernah memukul di posisi yang sama.
Bayangkan susunan pemain pada permainan [[bisbol]] atau [[kriket]] (atau olahraga lain dengan tiap pemainnya menempati posisi tertentu). Himpunan ''X'' mewakili pemain di tim (sembilan pemain untuk baseball) dan himpunan ''Y'' mewakili urutan posisi pukulan (pertama, kedua, ketiga, dst.). Kedua himpunan tersebut kemudian dipasangkan untuk menentukan urutan posisi pemain dalam permainan ini. Sifat nomor (1) terpenuhi karena semua pemain ada di dalam daftar, sifat nomor (2) terpenuhi karena tidak ada pemain yang melakukan pukulan sebanyak dua kali (atau lebih), sifat nomor (3) menyatakan bahwa terdapat beberapa pemain yang memukul di posisi itu, dan sifat nomor (4) menyatakan bahwa dua atau lebih pemain tidak pernah memukul di posisi yang sama.  


=== Kursi dan siswa di kelas ===
=== Kursi dan siswa di kelas ===
Banyangkan sebuah ruang kelas dengan sejumlah kursi di dalamnya. Sekelompok siswa memasuki ruangan dan guru meminta mereka untuk duduk. Setelah melihat sekilas ke sekeliling ruangan, sang guru mendapati bahwa terdapat bijeksi antara himpunan siswa dan himpunan kursi, ditandai dengan dipasangkannya semua siswa dengan kursi yang mereka duduki. Guru tersebut dapat mengambil kesimpulan seperti ini karena:
Banyangkan sebuah ruang kelas dengan sejumlah kursi di dalamnya. Sekelompok siswa memasuki ruangan dan guru meminta mereka untuk duduk. Setelah melihat sekilas ke sekeliling ruangan, sang guru mendapati bahwa terdapat bijeksi antara himpunan siswa dan himpunan kursi, ditandai dengan dipasangkannya semua siswa dengan kursi yang mereka duduki. Guru tersebut dapat mengambil kesimpulan seperti ini karena:  


# Semua siswa duduk di kursi (tidak ada yang berdiri),
# Semua siswa duduk di kursi (tidak ada yang berdiri),  
# Tidak ada siswa yang duduk di lebih dari satu kursi,
# Tidak ada siswa yang duduk di lebih dari satu kursi,  
# Setiap kursi diduduki oleh seorang siswa (tidak ada kursi kosong), dan
# Setiap kursi diduduki oleh seorang siswa (tidak ada kursi kosong), dan  
# Tidak ada kursi diduduki lebih dari satu siswa di atasnya.
# Tidak ada kursi diduduki lebih dari satu siswa di atasnya.  


Dengan demikian, guru tersebut dapat menyimpulkan bahwa jumlah kursi yang ada sama banyaknya dengan jumlah siswa tanpa harus menghitung kedua himpunan (baik himpunan siswa maupun himpunan kursi).
Dengan demikian, guru tersebut dapat menyimpulkan bahwa jumlah kursi yang ada sama banyaknya dengan jumlah siswa tanpa harus menghitung kedua himpunan (baik himpunan siswa maupun himpunan kursi).


== Contoh matematis ==
== Contoh matematis ==
* Untuk semua himpunan ''X'', fungsi identitas '''1'''<sub>''X''</sub>: ''X'' → ''X'', '''1'''<sub>''X''</sub>(''x'') = ''x'' adalah sebuah fungsi bijektif.
* Untuk semua himpunan ''X'', fungsi identitas '''1'''<sub>''X''</sub>: ''X'' → ''X'', '''1'''<sub>''X''</sub>(''x'') = ''x'' adalah sebuah fungsi bijektif.
* Fungsi ''f'': '''R''' → '''R''', ''f''(''x'') = 2''x'' + 1 merupakan fungsi bijektif karena untuk setiap ''y'' ada suatu ''x'' = (''y'' - 1)/2 sedemikian sehingga ''f''(''x'') = ''y''. Secara umum, setiap fungsi linear real, ''f'': '''R''' → '''R''', ''f''(''x'') = ''ax'' + ''b'' (dengan ''a'' adalah nol) adalah sebuah bijeksi. Setiap bilangan real ''y'' diperoleh dari (atau dipasangkan dengan) bilangan real ''x'' = (''y'' - ''b'')/''a''.
* Fungsi ''f'': '''R''' → '''R''', ''f''(''x'') = 2''x'' + 1 merupakan fungsi bijektif karena untuk setiap ''y'' ada suatu ''x'' = (''y'' - 1)/2 sedemikian sehingga ''f''(''x'') = ''y''. Secara umum, setiap fungsi linear real, ''f'': '''R''' → '''R''', ''f''(''x'') = ''ax'' + ''b'' (dengan ''a'' adalah nol) adalah sebuah bijeksi. Setiap bilangan real ''y'' diperoleh dari (atau dipasangkan dengan) bilangan real ''x'' = (''y'' - ''b'')/''a''.
Baris 39: Baris 39:


== Invers ==
== Invers ==
Sebuah bijeksi ''f'' dengan domain ''X'' (''f'': ''X → Y'' dalam [[Fungsi (matematika)|notasi fungsional]]) juga mendefinisikan hubungan sebaliknya yang dimulai dari ''Y'' dan menuju ''X'' (dengan memutar panah ke arah yang berlawanan). Berdasarkan sifat bijeksi nomor (3) dan (4), hubungan invers seperti ini merupakan sebuah fungsi dengan domain ''Y.'' Lebih dari itu, sifat nomor (1) dan (2) kemudian menyatakan bahwa [[fungsi invers]] ada dan merupakan bijeksi. Suatu fungsi dapat dikatakan ''invertible'' jika dan hanya jika fungsi itu adalah sebuah bijeksi.
Sebuah bijeksi ''f'' dengan domain ''X'' (''f'': ''X → Y'' dalam [[Fungsi (matematika)|notasi fungsional]]) juga mendefinisikan hubungan sebaliknya yang dimulai dari ''Y'' dan menuju ''X'' (dengan memutar panah ke arah yang berlawanan). Berdasarkan sifat bijeksi nomor (3) dan (4), hubungan invers seperti ini merupakan sebuah fungsi dengan domain ''Y.'' Lebih dari itu, sifat nomor (1) dan (2) kemudian menyatakan bahwa [[fungsi invers]] ada dan merupakan bijeksi.<ref>Khattar Dinesh. ''The Pearson Guide To Complete Mathematics For The Aieee''. Dorling Kindersey. 2011.</ref> Suatu fungsi dapat dikatakan ''invertible'' jika dan hanya jika fungsi itu adalah sebuah bijeksi.  


Dinyatakan dalam notasi matematis ringkas, fungsi ''f'': ''X → Y'' adalah bijektif jika dan hanya jika memenuhi syarat
Dinyatakan dalam notasi matematis ringkas, fungsi ''f'': ''X → Y'' adalah bijektif jika dan hanya jika memenuhi syarat  


: untuk setiap ''y'' di ''Y,'' terdapat suatu ''x'' di ''X'' dengan ''y'' = ''f''(''x'').
: untuk setiap ''y'' di ''Y,'' terdapat suatu ''x'' di ''X'' dengan ''y'' = ''f''(''x'').  


Apabila dikaitkan kembali dengan contoh susunan pemukul bisbol, fungsi yang didefinisikan pada contoh tersebut mengambil ''input'' nama salah satu pemain dan menampilkan ''output'' posisi pemain itu dalam urutan pukulan. Karena fungsi ini adalah sebuah bijeksi, maka fungsi tersebut memiliki fungsi invers yang mengambil ''input'' posisi dalam urutan pukulan dan ''output'' pemain yang akan batting di posisi itu.
Apabila dikaitkan kembali dengan contoh susunan pemukul bisbol, fungsi yang didefinisikan pada contoh tersebut mengambil ''input'' nama salah satu pemain dan menampilkan ''output'' posisi pemain itu dalam urutan pukulan. Karena fungsi ini adalah sebuah bijeksi, maka fungsi tersebut memiliki fungsi invers yang mengambil ''input'' posisi dalam urutan pukulan dan ''output'' pemain yang akan batting di posisi itu.  


== Komposisi ==
== Komposisi ==
Komposisi <math>\scriptstyle g \,\circ\, f</math> dari dua bijeksi ''f'': ''X → Y'' dan ''g'': ''Y → Z'' adalah sebuah bijeksi, dengan invers dari <math>\scriptstyle g \,\circ\, f</math> adalah <math>\scriptstyle (g \,\circ\, f)^{-1} \;=\; (f^{-1}) \,\circ\, (g^{-1})</math>.
Komposisi <math>\scriptstyle g \,\circ\, f</math> dari dua bijeksi ''f'': ''X → Y'' dan ''g'': ''Y → Z'' adalah sebuah bijeksi, dengan invers dari <math>\scriptstyle g \,\circ\, f</math> adalah <math>\scriptstyle (g \,\circ\, f)^{-1} \;=\; (f^{-1}) \,\circ\, (g^{-1})</math>.  


Sebaliknya jika komposisi <math>\scriptstyle g \, \circ\, f</math> dari dua fungsi adalah bijeksi, maka ''f'' adalah injeksi dan ''g'' adalah surjeksi.
Sebaliknya jika komposisi <math>\scriptstyle g \, \circ\, f</math> dari dua fungsi adalah bijeksi, maka ''f'' adalah injeksi dan ''g'' adalah surjeksi.<ref>Adrien Deloro. [https://webusers.imj-prg.fr/~adrien.deloro/teaching-archive/Rutgers-Math300.pdf Introduction to Mathematical Reasoning]. 2007.</ref>


== Bijeksi dan kardinalitas ==
== Bijeksi dan kardinalitas ==
Jika ''X'' dan ''Y'' adalah himpunan berhingga, maka terdapat bijeksi antara dua himpunan ''X'' dan ''Y'' [[jika dan hanya jika]] ''X'' dan ''Y'' memiliki jumlah elemen yang sama. Dalam [[Teori himpunan|teori himpunan aksiomatik]] kondisi ini memiliki definisi "jumlah elemen yang sama" (''equinumerosity''), dan generalisasi definisi ini ke himpunan tak berhingga mengarah ke konsep [[bilangan kardinal]] (cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga).
Jika ''X'' dan ''Y'' adalah himpunan berhingga, maka terdapat bijeksi antara dua himpunan ''X'' dan ''Y'' [[jika dan hanya jika]] ''X'' dan ''Y'' memiliki jumlah elemen yang sama. Dalam [[Teori himpunan|teori himpunan aksiomatik]] kondisi ini memiliki definisi "jumlah elemen yang sama" (''equinumerosity''), dan generalisasi definisi ini ke himpunan tak berhingga mengarah ke konsep [[bilangan kardinal]] (cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga).<ref>Rachel Quinlan. [http://www.maths.nuigalway.ie/~rquinlan/MA180calculus/section2-3.pdf Section 2.3: Infinite sets and cardinality]. ''http://www.maths.nuigalway.ie/''. 2019.</ref>
 


== Galeri ==
== Galeri ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
 
* [[Teori kategori]]  
* [[Teori kategori]]


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
Topik ini adalah konsep dasar dalam teori himpunan dan dapat ditemukan dalam sumber apapun yang memuat pengantar teori himpunan. Topik mengenai teori himpunan dapat ditemukan dalam buku teks:
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
*
*  
* [http://jeff560.tripod.com/i.html Earliest Uses of Some of the Words of Mathematics: entry on Injection, Surjection and Bijection has the history of Injection and related terms.]
* [http://jeff560.tripod.com/i.html Earliest Uses of Some of the Words of Mathematics: entry on Injection, Surjection and Bijection has the history of Injection and related terms.]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bijeksi&oldid=29214120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29214120 (2026-05-11T07:25:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bijeksi&oldid=29214120 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29214120 (2026-05-11T07:25:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.09

Fungsi bijektif, f : XY, di mana himpunan X adalah {1, 2, 3, 4} dan himpunan Y adalah {A, B, C, D}. Misalnya, f (1) = D

Dalam matematika, bijeksi, fungsi bijektif, korespondensi satu-ke-satu, atau fungsi terbalikkan adalah fungsi yang melibatkan elemen-elemen dari dua himpunan. Setiap elemen dari satu himpunan dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan lainnya. Setiap elemen dari himpunan lainnya dipasangkan dengan tepat ke satu elemen dari himpunan pertama. Tidak ada elemen yang tidak berpasangan atau memiliki lebih dari satu pasangan. Dalam istilah matematika, fungsi bijektif adalah pemetaan satu-ke-satu (injeksi) dan onto (surjektif) dari himpunan X ke himpunan Y.[1][2] Istilah korespondensi satu-ke-satu tidak boleh disalahartikan dengan fungsi satu-ke-satu (fungsi injeksi).

Sebuah bijeksi dari himpunan X ke himpunan Y memiliki fungsi invers dari Y ke X. Jika X dan Y adalah himpunan hingga, maka keberadaan suatu bijeksi berarti bahwa kedua himpunan tersebut memiliki jumlah elemen yang sama. Untuk himpunan tak berhingga, digunakan konsep bilangan kardinal—cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga. Fungsi bijektif dari suatu himpunan ke dirinya sendiri disebut permutasi dan himpunan semua permutasi dari suatu himpunan membentuk sebuah grup simetris. Fungsi bijektif sangat penting dalam berbagai bidang matematika termasuk definisi isomorfisme, homeomorfisme, difeomorfisme, kelompok permutasi, dan peta projektif.

Definisi

Agar pasangan antara X dan Y menjadi bijeksi, empat sifat berikut harus terpenuhi:

  1. setiap elemen X harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen Y,
  2. tidak ada elemen X yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen Y,
  3. setiap elemen Y harus dipasangkan dengan setidaknya satu elemen X, dan
  4. tidak ada elemen Y yang dipasangkan dengan lebih dari satu elemen X.

Apabila sifat nomor (1) dan (2) terpenuhi, maka pasangan tersebut adalah sebuah fungsi dengan domain X. Pada umumnya, sifat nomor (1) dan (2) lebih umum ditulis sebagai pernyataan tunggal berupa "setiap elemen X dipasangkan dengan tepat ke satu elemen Y." Fungsi yang memenuhi sifat nomor (3) dikatakan "onto Y" atau disebut surjeksi (atau fungsi surjektif). Fungsi yang memenuhi sifat nomor (4) dikatakan sebagai "fungsi satu-ke-satu" dan disebut injeksi (atau fungsi injektif).[3] Dengan terminologi ini, bijeksi adalah fungsi gabungan antara surjeksi dan injeksi. Dengan kata lain, bijeksi adalah fungsi "satu-ke-satu" sekaligus fungsi "onto".[4][5]

Bijeksi terkadang dilambangkan dengan simbol anak panah ke kanan berkepala dua dan memiliki ekor (⤖), seperti pada f : XY. Simbol ini merupakan kombinasi dari simbol anak panah ke kanan berkepala dua (↠), yang digunakan untuk melambangkan surjeksi dan anak panah ke kanan berekor (↣) yang digunakan untuk melambangkan injeksi.

Contoh

Penyusunan formasi pemain tim bisbol atau kriket

Bayangkan susunan pemain pada permainan bisbol atau kriket (atau olahraga lain dengan tiap pemainnya menempati posisi tertentu). Himpunan X mewakili pemain di tim (sembilan pemain untuk baseball) dan himpunan Y mewakili urutan posisi pukulan (pertama, kedua, ketiga, dst.). Kedua himpunan tersebut kemudian dipasangkan untuk menentukan urutan posisi pemain dalam permainan ini. Sifat nomor (1) terpenuhi karena semua pemain ada di dalam daftar, sifat nomor (2) terpenuhi karena tidak ada pemain yang melakukan pukulan sebanyak dua kali (atau lebih), sifat nomor (3) menyatakan bahwa terdapat beberapa pemain yang memukul di posisi itu, dan sifat nomor (4) menyatakan bahwa dua atau lebih pemain tidak pernah memukul di posisi yang sama.

Kursi dan siswa di kelas

Banyangkan sebuah ruang kelas dengan sejumlah kursi di dalamnya. Sekelompok siswa memasuki ruangan dan guru meminta mereka untuk duduk. Setelah melihat sekilas ke sekeliling ruangan, sang guru mendapati bahwa terdapat bijeksi antara himpunan siswa dan himpunan kursi, ditandai dengan dipasangkannya semua siswa dengan kursi yang mereka duduki. Guru tersebut dapat mengambil kesimpulan seperti ini karena:

  1. Semua siswa duduk di kursi (tidak ada yang berdiri),
  2. Tidak ada siswa yang duduk di lebih dari satu kursi,
  3. Setiap kursi diduduki oleh seorang siswa (tidak ada kursi kosong), dan
  4. Tidak ada kursi diduduki lebih dari satu siswa di atasnya.

Dengan demikian, guru tersebut dapat menyimpulkan bahwa jumlah kursi yang ada sama banyaknya dengan jumlah siswa tanpa harus menghitung kedua himpunan (baik himpunan siswa maupun himpunan kursi).

Contoh matematis

  • Untuk semua himpunan X, fungsi identitas 1X: XX, 1X(x) = x adalah sebuah fungsi bijektif.
  • Fungsi f: RR, f(x) = 2x + 1 merupakan fungsi bijektif karena untuk setiap y ada suatu x = (y - 1)/2 sedemikian sehingga f(x) = y. Secara umum, setiap fungsi linear real, f: RR, f(x) = ax + b (dengan a adalah nol) adalah sebuah bijeksi. Setiap bilangan real y diperoleh dari (atau dipasangkan dengan) bilangan real x = (y - b)/a.
  • Fungsi f: R → (−π/2, π/2) untuk f(x) = arctan(x) adalah fungsi bijektif karena setiap bilangan real x dipasangkan dengan tepat ke satu sudut y dalam interval (−π/2, π/2) sehingga terpenuhi tan(y) = x (atau y = arctan(x)). Apabila kodomain (-π/2, π/2) dibuat lebih besar untuk menyertakan kelipatan bilangan bulat dari π/2, maka fungsi ini tidak lagi menjadi onto (surjektif) karena tidak ada lagi bilangan real yang dapat dipasangkan dengan kelipatan π/2 oleh fungsi arctan ini.
  • Fungsi eksponensial, g: RR, g(x) = ex bukan fungsi bijektif karena tidak ada nilai x dalam R yang menyebabkan g(x) = −1 menunjukkan bahwa g tidak onto (surjektif). Namun jika kodomain terbatas ke bilangan real positif +(0,+), maka g akan bersifat bijektif; inversnya (lihat di bawah) adalah fungsi logaritma natural ln.
  • Fungsi h : RR +, h ( x ) = x 2 bukan fungsi bijektif: misalnya, h (−1) = h (1) = 1, menunjukkan bahwa h bukan fungsi satu-ke-satu (injeksi). Namun, jika domain dibatasi 0+[0,+), maka h akan menjadi fungsi bijektif; kebalikannya adalah fungsi akar kuadrat positif.

Invers

Sebuah bijeksi f dengan domain X (f: X → Y dalam notasi fungsional) juga mendefinisikan hubungan sebaliknya yang dimulai dari Y dan menuju X (dengan memutar panah ke arah yang berlawanan). Berdasarkan sifat bijeksi nomor (3) dan (4), hubungan invers seperti ini merupakan sebuah fungsi dengan domain Y. Lebih dari itu, sifat nomor (1) dan (2) kemudian menyatakan bahwa fungsi invers ada dan merupakan bijeksi.[6] Suatu fungsi dapat dikatakan invertible jika dan hanya jika fungsi itu adalah sebuah bijeksi.

Dinyatakan dalam notasi matematis ringkas, fungsi f: X → Y adalah bijektif jika dan hanya jika memenuhi syarat

untuk setiap y di Y, terdapat suatu x di X dengan y = f(x).

Apabila dikaitkan kembali dengan contoh susunan pemukul bisbol, fungsi yang didefinisikan pada contoh tersebut mengambil input nama salah satu pemain dan menampilkan output posisi pemain itu dalam urutan pukulan. Karena fungsi ini adalah sebuah bijeksi, maka fungsi tersebut memiliki fungsi invers yang mengambil input posisi dalam urutan pukulan dan output pemain yang akan batting di posisi itu.

Komposisi

Komposisi gf dari dua bijeksi f: X → Y dan g: Y → Z adalah sebuah bijeksi, dengan invers dari gf adalah (gf)1=(f1)(g1).

Sebaliknya jika komposisi gf dari dua fungsi adalah bijeksi, maka f adalah injeksi dan g adalah surjeksi.[7]

Bijeksi dan kardinalitas

Jika X dan Y adalah himpunan berhingga, maka terdapat bijeksi antara dua himpunan X dan Y jika dan hanya jika X dan Y memiliki jumlah elemen yang sama. Dalam teori himpunan aksiomatik kondisi ini memiliki definisi "jumlah elemen yang sama" (equinumerosity), dan generalisasi definisi ini ke himpunan tak berhingga mengarah ke konsep bilangan kardinal (cara untuk membedakan berbagai ukuran himpunan tak berhingga).[8]

Galeri

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. The Definitive Glossary of Higher Mathematical Jargon — One-to-One Correspondence. Math Vault. 2019-08-01.
  2. Injective, Surjective and Bijective. www.mathsisfun.com.
  3. There are names associated to properties (1) and (2) as well. A relation which satisfies property (1) is called a total relation and a relation satisfying (2) is a single valued relation.
  4. The Definitive Glossary of Higher Mathematical Jargon — One-to-One Correspondence. Math Vault. 2019-08-01.
  5. Bijection, Injection, And Surjection Brilliant Math & Science Wiki. brilliant.org.
  6. Khattar Dinesh. The Pearson Guide To Complete Mathematics For The Aieee. Dorling Kindersey. 2011.
  7. Adrien Deloro. Introduction to Mathematical Reasoning. 2007.
  8. Rachel Quinlan. Section 2.3: Infinite sets and cardinality. http://www.maths.nuigalway.ie/. 2019.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29214120 (2026-05-11T07:25:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.