Lompat ke isi

Analisis PEST: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29527581; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


Variasi framework berdasarkan analisis PEST meliputi:
Variasi framework berdasarkan analisis PEST meliputi:
* '''PESTEL''' atau '''PESTLE''', yang menambahkan aspek hukum dan faktor lingkungan. Populer di Inggris.
* '''PESTEL''' atau '''PESTLE''', yang menambahkan aspek hukum dan faktor lingkungan. Populer di Inggris.<ref>[http://www.cipd.co.uk/subjects/corpstrtgy/general/pestle-analysis.htm PESTLE analysis history and application] , CIPD.</ref>
* '''SLEPT''' menambahkan faktor hukum.
* '''SLEPT''' menambahkan faktor hukum.
* '''STEEPLE''' dan '''STEEPLED''', menambahkan faktor etika dan demografi.
* '''STEEPLE''' dan '''STEEPLED''', menambahkan faktor etika dan demografi.
* '''DESTEP''', menambahkan faktor demografi dan [[ekologi]].
* '''DESTEP''', menambahkan faktor demografi dan [[ekologi]].
* '''SPELIT''', menambahkan faktor hukum dan interkulural. Populer di [[Amerika Serikat]] sejak pertengahan 2000-an.
* '''SPELIT''', menambahkan faktor hukum dan interkulural. Populer di [[Amerika Serikat]] sejak pertengahan 2000-an.<ref>[https://www.amazon.com/Spelit-Power-Matrix-Organizational-Environment/dp/141967191X/], SPELIT Power Matrix.</ref>
Ada juga '''STEER''', yang ikut memperthitungkan aspek sosial-budaya, teknologi, ekonomi, ekologi, dan regulasi, tetapi tidak secara khusus mencakup faktor-faktor politik.
Ada juga '''STEER''', yang ikut memperthitungkan aspek sosial-budaya, teknologi, ekonomi, ekologi, dan regulasi, tetapi tidak secara khusus mencakup faktor-faktor politik.<ref>Lawrence P. Carr. [https://books.google.com/books?id=VxE5rnqJq4cC&pg=PA44 Delivering Results: Managing What Matters]. Springer Science & Business Media. 28 July 2009. hlm. 44. ISBN 978-1-4419-0621-2.</ref>


== Komposisi ==
== Komposisi ==
Baris 24: Baris 24:
* '''Interkultural:''' faktor-faktor antar budaya yang mempertimbangkan kolaborasi dalam settingan global.
* '''Interkultural:''' faktor-faktor antar budaya yang mempertimbangkan kolaborasi dalam settingan global.
* Faktor-faktor lain dalam aspek SPELIT mencakup '''Etika, Pendidikan, Fisik, Agama, dan Keamanan''' '''lingkungan'''. Keamanan lingkungan dapat mencakup baik pribadi, perusahaan, atau [[keamanan nasional]].
* Faktor-faktor lain dalam aspek SPELIT mencakup '''Etika, Pendidikan, Fisik, Agama, dan Keamanan''' '''lingkungan'''. Keamanan lingkungan dapat mencakup baik pribadi, perusahaan, atau [[keamanan nasional]].
* Usaha lainnya yang berhubungan dengan faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan dalam analisis lingkungan termasuk '''Kompetisi, Demografi, Ekologi, Geografi, Sejarah, Organisasi, dan Temporal (jadwal).'''
* Usaha lainnya yang berhubungan dengan faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan dalam analisis lingkungan termasuk '''Kompetisi, Demografi, Ekologi, Geografi, Sejarah, Organisasi, dan Temporal (jadwal).'''<ref>Schmieder-Ramirez, J. and Mallette, L., [http://insciencepress.org/wp-content/uploads/2015/05/ISP_Education-Applications-Developments-Book.pdf Using the SPELIT Analysis Technique for Organizational Transitions], Chapter 28 of "Education Applications and Developments" edited by Mafalda Carmo, Science Press, 2015 Retrieved 2015-08-21.</ref>


== Aplikasi faktor ==
== Aplikasi faktor ==
Baris 32: Baris 32:


== Penggunaan analisis PEST dengan model lain ==
== Penggunaan analisis PEST dengan model lain ==
Faktor-faktor PEST ini, dikombinasikan dengan micro-faktor eksternal dan faktor internal, dapat diklasifikasikan sebagai peluang dan ancaman dalam [[analisis SWOT]]. Metode grafis untuk analisis PEST yang disebut 'PESTLEWeb' telah dikembangkan di Henley Business School di Inggris. Penelitian telah menunjukkan bahwa PESTLEWeb diagram dianggap lebih logis, rasional dan meyakinkan oleh pengguna daripada tradisional.
Faktor-faktor PEST ini, dikombinasikan dengan micro-faktor eksternal dan faktor internal, dapat diklasifikasikan sebagai peluang dan ancaman dalam [[analisis SWOT]]. Metode grafis untuk analisis PEST yang disebut 'PESTLEWeb' telah dikembangkan di Henley Business School di Inggris. Penelitian telah menunjukkan bahwa PESTLEWeb diagram dianggap lebih logis, rasional dan meyakinkan oleh pengguna daripada tradisional.<ref>Rob Collins. [http://users.ox.ac.uk/~kell0956/docs/PESTLEWeb.pdf A Graphical Method for Exploring the Business Environment].</ref><ref>Rob Collins. [http://users.ox.ac.uk/~kell0956/docs/pestleweb_thesis.pdf Is there a better way to analyse the business environment?].</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
Baris 39: Baris 39:
* [[Analisis SWOT]]
* [[Analisis SWOT]]
* Analisis SPELIT
* Analisis SPELIT
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 49: Baris 46:
* [http://polaris.gseis.ucla.edu/jrichardson/STEPE.htm A Brief Intellectual History of the STEPE Model] , UCLA
* [http://polaris.gseis.ucla.edu/jrichardson/STEPE.htm A Brief Intellectual History of the STEPE Model] , UCLA


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+PEST&oldid=29527581 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29527581 (2026-08-05T05:06:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+PEST&oldid=29527581 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29527581 (2026-08-05T05:06:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.10

Analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi) menjelaskan kerangka dari faktor makro yang digunakan di lingkungan pemindaian komponen dari manajemen strategis. Analisis ini merupakan bagian dari analisis eksternal ketika melakukan analisis strategis atau pada saat riset pasar, dan memberikan gambaran yang berbeda terhadap faktor makro yang harus diambil dalam pertimbangan. Analisis ini adalah alat strategis untuk memahami pasar pertumbuhan atau penurunan, posisi, potensi dan arah untuk operasi.

Variasi framework berdasarkan analisis PEST meliputi:

  • PESTEL atau PESTLE, yang menambahkan aspek hukum dan faktor lingkungan. Populer di Inggris.[1]
  • SLEPT menambahkan faktor hukum.
  • STEEPLE dan STEEPLED, menambahkan faktor etika dan demografi.
  • DESTEP, menambahkan faktor demografi dan ekologi.
  • SPELIT, menambahkan faktor hukum dan interkulural. Populer di Amerika Serikat sejak pertengahan 2000-an.[2]

Ada juga STEER, yang ikut memperthitungkan aspek sosial-budaya, teknologi, ekonomi, ekologi, dan regulasi, tetapi tidak secara khusus mencakup faktor-faktor politik.[3]

Komposisi

Dasar analisis PEST mencakup empat faktor:

  • Politik: faktor-faktor yang pada dasarnya adalah bagaimana campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Secara khusus, faktor-faktor politik termasuk: kebijakan pajak, hukum perburuhan, hukum lingkungan, pembatasan perdagangan, tarif, dan stabilitas politik. Faktor-faktor politik juga dapat mencakup barang-barang dan jasa yang akan diberikan atau diberi oleh pemerintah serta berbagai hal yang tidak ingin disediakan oleh pemerintah. Lebih jauh, pemerintah memiliki dampak yang tinggi pada kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur pada negara.
  • Ekonomi: faktor yang termasuk dalam aspek ini seperti: pertumbuhan ekonomi, suku bunga, nilai tukar, tingkat inflasi. Faktor-faktor ini sangat memengaruhi bagaimana bisnis beroperasi dan membuat keputusan. Misalnya, suku bunga memengaruhi biaya modal perusahaan dan dari situ sejauh mana perusahaan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Nilai tukar dapat memengaruhi biaya dari barang-barang ekspor dan pasokan dan harga barang-barang impor dalam perekonomian.
  • Sosial: faktor-faktor yang termasuk aspek budaya dan kesadaran kesehatan, laju pertumbuhan penduduk, distribusi usia, karier dan penekanan pada keselamatan. Kecenderungan yang tinggi dalam faktor-faktor sosial memengaruhi permintaan produk perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut beroperasi. Misalnya, populasi yang menua mungkin berarti tenaga kerja yang lebih kecil (sehingga meningkatkan biaya tenaga kerja). Lebih jauh lagi, perusahaan dapat mengubah berbagai strategi manajemen untuk beradaptasi dengan kecenderungan sosial yang disebabkan dari aspek ini (seperti merekrut pekerja yang menua).
  • Teknologi: faktor-faktor yang termasuk aspek teknologi seperti Penelitian dan Pengembangan, otomatisasi, insentif teknologi dan tingkat perubahan teknologi. Aspek ini dapat menentukan hambatan masuk, tingkat produksi minimal yang efisien serta pengaruh keputusan alih daya (outsourcing). Lebih jauh lagi, perubahan teknologi akan memengaruhi biaya, kualitas, dan menyebabkan dan akan menuju inovasi.

Perluasan analisis menjadi PESTLE atau PESTEL menambahkan:

  • Legal: yaitu faktor hukum, hal ini termasuk diskriminasi hukum, undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang antitrust, hukum ketenagakerjaan, dan hukum kesehatan dan keselamatan kerja. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, biaya yang dikeluarkan perusahaan, dan permintaan (demand) terhadap produknya.
  • Lingkungan (Environmental) meliputi faktor ekologi dan aspek lingkungan seperti cuaca, iklim, dan perubahan iklim, yang dapat sangat memengaruhi industri seperti pariwisata, pertanian, dan asuransi. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi dampak perubahan iklim memengaruhi bagaimana perusahaan beroperasi dan produk-produk yang mereka tawarkan, baik menciptakan pasar baru serta mengurangi atau menghancurkan produk yang sudah ada.

Faktor-faktor lain yang memengaruhi di antaranya:

  • Demografis: faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, etnis, pengetahuan bahasa, cacat, mobilitas, kepemilikan rumah, status pekerjaan, keyakinan agama, budaya dan tradisi, standar hidup dan tingkat pendapatan.
  • Regulasi: faktor ini termasuk tindakan pemerintah dan peraturan, standar nasional dan internasional, kebijakan pemerintah daerah, dan mekanisme pemantauan dan pemastian kepatuhan terhadap regulasi.

Lebih lanjut faktor-faktor yang dibahas di SPELIT meliputi:

  • Interkultural: faktor-faktor antar budaya yang mempertimbangkan kolaborasi dalam settingan global.
  • Faktor-faktor lain dalam aspek SPELIT mencakup Etika, Pendidikan, Fisik, Agama, dan Keamanan lingkungan. Keamanan lingkungan dapat mencakup baik pribadi, perusahaan, atau keamanan nasional.
  • Usaha lainnya yang berhubungan dengan faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan dalam analisis lingkungan termasuk Kompetisi, Demografi, Ekologi, Geografi, Sejarah, Organisasi, dan Temporal (jadwal).[4]

Aplikasi faktor

Faktor-faktor dalam model ini bervariasi tingkat kepentingannya dalam sebuah perusahaan berdasarkan industrinya dan barang yang diproduksinya. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang untuk kebutuhan konsumsi dan B2B cenderung dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, sementara kontraktor pertahanan cenderung dipengaruhi faktor politik. Sebagai tambahan, faktor-faktor yang mungkin akan berubah pada masa depan akan memuat tingkat kepentingan yang lebih besar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang berhutang banyak akan lebih fokus terhadap faktor-faktor ekonomi (terutama tingkat suku bunga).

Selain itu, perusahaan konglomerat yang memproduksi berbagai macam produk (seperti Sony, Disney, atau BP) mungkin lebih mendapat manfaat dengan menganalisis salah satu bagian perusahaan pada suatu waktu dengan PESTEL, sehingga berfokus pada faktor-faktor tertentu yang relevan dengan yang bagian perusahaan tersebut. Perusahaan mungkin juga dapat membagi faktor-faktor dalam relevansi geografis (lokal, nasional, dan global).

Penggunaan analisis PEST dengan model lain

Faktor-faktor PEST ini, dikombinasikan dengan micro-faktor eksternal dan faktor internal, dapat diklasifikasikan sebagai peluang dan ancaman dalam analisis SWOT. Metode grafis untuk analisis PEST yang disebut 'PESTLEWeb' telah dikembangkan di Henley Business School di Inggris. Penelitian telah menunjukkan bahwa PESTLEWeb diagram dianggap lebih logis, rasional dan meyakinkan oleh pengguna daripada tradisional.[5][6]

Lihat juga

  • Analisis bisnis
  • Sistem perencanaan perusahaan
  • Analisis SWOT
  • Analisis SPELIT

Pranala luar

Referensi

  1. PESTLE analysis history and application , CIPD.
  2. [1], SPELIT Power Matrix.
  3. Lawrence P. Carr. Delivering Results: Managing What Matters. Springer Science & Business Media. 28 July 2009. hlm. 44. ISBN 978-1-4419-0621-2.
  4. Schmieder-Ramirez, J. and Mallette, L., Using the SPELIT Analysis Technique for Organizational Transitions, Chapter 28 of "Education Applications and Developments" edited by Mafalda Carmo, Science Press, 2015 Retrieved 2015-08-21.
  5. Rob Collins. A Graphical Method for Exploring the Business Environment.
  6. Rob Collins. Is there a better way to analyse the business environment?.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29527581 (2026-08-05T05:06:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.