Lompat ke isi

Pemisahan variabel: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29211325; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 85: Baris 85:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
*
*
*


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemisahan+variabel&oldid=29211325 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29211325 (2026-05-10T15:08:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemisahan+variabel&oldid=29211325 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29211325 (2026-05-10T15:08:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.07

Pemisahan variabel (juga dikenal dengan nama metode Fourier) adalah metode yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa dan parsial. Metode ini memungkinkan penulisan ulang persamaan agar setiap variabel berada di sisi yang berbeda.

Persamaan diferensial biasa

Apabila persamaan diferensial ditulis dalam bentuk:

ddxf(x)=g(x)h(f(x))

persamaan ini dapat disederhanakan dengan membuat y=f(x):

dydx=g(x)h(y).

Asalkan h(y) ≠ 0, persamaan ini dapat disusun ulang menjadi:

dyh(y)=g(x)dx,

sehingga dua variabel x dan y telah dipisahkan.

Notasi alternatif

Bagi yang tidak menyukai notasi Leibniz, persamaannya bisa ditulis seperti ini:

1h(y)dydx=g(x),

Setiap sisi kemudian diintegrasikan sehubungan dengan x, sehingga diperoleh

1h(y)dydxdx=g(x)dx,(1)

atau bisa juga ditulis:

1h(y)dy=g(x)dx

Contoh

Pertumbuhan populasi sering kali dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial berikut:

dPdt=kP(1PK)

P adalah populasi pada waktu t, k adalah tingkat pertumbuhan, dan K adalah kemampuan lingkungan untuk menampung pertambahan jumlah penduduk.

Pemisahan variabel perlu dilakukan untuk menyelesaikan persamaan diferensial ini:

dPdt=kP(1PK)dPP(1PK)=kdt

Untuk mencari integral di sisi kiri, pecahannya disederhanakan:

1P(1PK)=KP(KP)

dan pecahan kemudian diubah menjadi pecahan parsial:

KP(KP)=1P+1KP

sehingga diperoleh:

(1P+1KP)dP=kdtln|P|ln|KP|=kt+Cln|KP|ln|P|=ktCln|KPP|=ktC|KPP|=ektC|KPP|=eCektKPP=±eCektJika A=±eC.KPP=AektKP1=AektKP=1+AektPK=11+AektP=K1+Aekt

Maka solusi persamaan ini adalah:

P(t)=K1+Aekt

Untuk mencari A, asumsikan t=0 dan P(0)=P0. Maka diperoleh

P0=K1+Ae0

Mengingat bahwa e0=1, maka diperoleh:

A=KP0P0.

Catatan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29211325 (2026-05-10T15:08:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.