Skala (statistik): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26619548; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Skala''' adalah [[perbandingan]] antar [[kategori]] di mana masing-masing kategori diberi bobot [[nilai]] yang sedikit berbeda. Dalam statistika, secara umum terdapat 4 jenis skala yakni skala [[nominal]], [[ordinal]], [[interval]], dan [[rasio]]. | '''Skala''' adalah [[perbandingan]] antar [[kategori]] di mana masing-masing kategori diberi bobot [[nilai]] yang sedikit berbeda.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin.</ref> Dalam statistika, secara umum terdapat 4 jenis skala yakni skala [[nominal]], [[ordinal]], [[interval]], dan [[rasio]].<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Skala Nominal == | == Skala Nominal == | ||
Merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan [[jenis]] atau [[macam]]nya. Skala ini tidak membedakan kategori berdasarkan urutan atau tingkatan. Misalnya adalah jenis kelamin terbagi menjadi [[laki-laki]] dan [[perempuan]]. | Merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan [[jenis]] atau [[macam]]nya.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Skala ini tidak membedakan kategori berdasarkan urutan atau tingkatan.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Misalnya adalah jenis kelamin terbagi menjadi [[laki-laki]] dan [[perempuan]].<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Skala Ordinal == | == Skala Ordinal == | ||
Merupakan skala yang membedakan kategori berdasarkan [[tingkat]] atau urutan. Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 3 kategori: tinggi, [[sedang]], dan pendek. | Merupakan skala yang membedakan kategori berdasarkan [[tingkat]] atau urutan.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 3 kategori: tinggi, [[sedang]], dan pendek.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Skala Interval == | == Skala Interval == | ||
Merupakan skala yang membedakan [[kategori]] dengan [[selang]] atau [[jarak]] tertentu dengan jarak antar kategorinya sama. Skala interval tidak memiliki nilai [[nol mutlak]]. | Merupakan skala yang membedakan [[kategori]] dengan [[selang]] atau [[jarak]] tertentu dengan jarak antar kategorinya sama.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Skala interval tidak memiliki nilai [[nol mutlak]].<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
Misalnya, membagi [[tinggi badan]] sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-169, dan 170-179. | Misalnya, membagi [[tinggi badan]] sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-169, dan 170-179.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Skala Rasio == | == Skala Rasio == | ||
Merupakan penggabungan dari ketiga sifat skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat di[[kali]]kan atau di[[bagi]]. Akan tetapi, jarak antar kategorinya tidak [[sama]] karena bukan dibuat dalam rentang interval. Misalnya, tinggi badan sampel terdiri dari 143, 145, 153, 156, 175, 168, 173, 164, 165, 152. | Merupakan penggabungan dari ketiga sifat skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat di[[kali]]kan atau di[[bagi]].<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Akan tetapi, jarak antar kategorinya tidak [[sama]] karena bukan dibuat dalam rentang interval.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Misalnya, tinggi badan sampel terdiri dari 143, 145, 153, 156, 175, 168, 173, 164, 165, 152.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Kelebihan dan Kekurangan == | == Kelebihan dan Kekurangan == | ||
Penggunaan skala untuk membedakan kategori yang satu dengan yang lain sangatlah [[praktis]]. Perbandingan antara kategori yang ada dapat secara [[jelas]] terlihat. Sedangkan, kekurangannya ialah skala yang lebih tinggi (rasio dan interval) dapat diubah dalam skala yang lebih rendah (nominal dan ordinal), tetapi tidak berlaku sebaliknya. | Penggunaan skala untuk membedakan kategori yang satu dengan yang lain sangatlah [[praktis]].<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Perbandingan antara kategori yang ada dapat secara [[jelas]] terlihat.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> Sedangkan, kekurangannya ialah skala yang lebih tinggi (rasio dan interval) dapat diubah dalam skala yang lebih rendah (nominal dan ordinal), tetapi tidak berlaku sebaliknya.<ref>Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. ''Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi.'' Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.</ref> | ||
== Contoh skala dalam pembelajaran matematika == | == Contoh skala dalam pembelajaran matematika == | ||
Tentukan panjang sebenarnya jika diketahui panjang peta indonesia pada atlas adalah 20 cm dengan skala 1: 5.000.000 . | Tentukan panjang sebenarnya jika diketahui panjang peta indonesia pada atlas adalah 20 cm dengan skala 1: 5.000.000 . | ||
diketahui: | diketahui: | ||
| Baris 37: | Baris 37: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala+%28statistik%29&oldid=26619548 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26619548 (2024-12-08T15:51:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Skala+%28statistik%29&oldid=26619548 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26619548 (2024-12-08T15:51:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.11
Skala adalah perbandingan antar kategori di mana masing-masing kategori diberi bobot nilai yang sedikit berbeda.[1] Dalam statistika, secara umum terdapat 4 jenis skala yakni skala nominal, ordinal, interval, dan rasio.[2]
Skala Nominal
Merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan jenis atau macamnya.[3] Skala ini tidak membedakan kategori berdasarkan urutan atau tingkatan.[4] Misalnya adalah jenis kelamin terbagi menjadi laki-laki dan perempuan.[5]
Skala Ordinal
Merupakan skala yang membedakan kategori berdasarkan tingkat atau urutan.[6] Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 3 kategori: tinggi, sedang, dan pendek.[7]
Skala Interval
Merupakan skala yang membedakan kategori dengan selang atau jarak tertentu dengan jarak antar kategorinya sama.[8] Skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak.[9] Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-169, dan 170-179.[10]
Skala Rasio
Merupakan penggabungan dari ketiga sifat skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat dikalikan atau dibagi.[11] Akan tetapi, jarak antar kategorinya tidak sama karena bukan dibuat dalam rentang interval.[12] Misalnya, tinggi badan sampel terdiri dari 143, 145, 153, 156, 175, 168, 173, 164, 165, 152.[13]
Kelebihan dan Kekurangan
Penggunaan skala untuk membedakan kategori yang satu dengan yang lain sangatlah praktis.[14] Perbandingan antara kategori yang ada dapat secara jelas terlihat.[15] Sedangkan, kekurangannya ialah skala yang lebih tinggi (rasio dan interval) dapat diubah dalam skala yang lebih rendah (nominal dan ordinal), tetapi tidak berlaku sebaliknya.[16]
Contoh skala dalam pembelajaran matematika
Tentukan panjang sebenarnya jika diketahui panjang peta indonesia pada atlas adalah 20 cm dengan skala 1: 5.000.000 .
diketahui:
skala: 1: 5.000.000
panjang peta: 20 cm
ditanyakan:
panjang sebenarnya?
jawab:
jadi panjang sebenarnya adalah 100.000.000 cm atau 1000 km
Referensi
- ↑ Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
- ↑ Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26619548 (2024-12-08T15:51:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.