Lompat ke isi

Kebutuhan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28029196; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kebutuhan''' atau '''keperluan''' adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian [[kesejahteraan]]. Kebutuhan juga merupakan suatu keadaan perasaan kekurangan terhadap pemuas dasar tertentu. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, tetapi kebutuhan itu terdapat dalam jaringan biologis dan kondisi manusia.
'''Kebutuhan''' atau '''keperluan''' adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian [[kesejahteraan]]. Kebutuhan juga merupakan suatu keadaan perasaan kekurangan terhadap pemuas dasar tertentu. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, tetapi kebutuhan itu terdapat dalam jaringan biologis dan kondisi manusia.<ref>Sri Lestari Pujiastuti. [http://web-suplemen.ut.ac.id/ekma4216/ekma4216.html EKMA4216 - Manajemen Pemasaran]. ''web-suplemen.ut.ac.id''. 2014.</ref>


Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat kepentingan, waktu, sifat, dan [[subjek|subjeknya]]. Pemenuhan kebutuhan dapat berupa barang, [[jasa]], sesuatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh keadaan alam, [[agama]], [[adat]], dan [[peradaban]]. Sifat dari kebutuhan adalah tidak terbatas, meningkat, dan selalu berubah.
Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat kepentingan, waktu, sifat, dan [[subjek|subjeknya]]. Pemenuhan kebutuhan dapat berupa barang, [[jasa]], sesuatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh keadaan alam, [[agama]], [[adat]], dan [[peradaban]]. Sifat dari kebutuhan adalah tidak terbatas, meningkat, dan selalu berubah.


== Prinsip dasar ==
== Prinsip dasar ==
Kebutuhan didasari pada prinsip bahwa manusia merupakan [[makhluk]] yang memiliki keinginan. Dalam prosesnya, kebutuhan manusia tampak tersusun menjadi bertingkat-tingkat Bila salah satu kebutuhan telah terpenuhi, kebutuhan lain akan muncul. Kebutuhan yang telah terpenuhi kemudian tidak menjadi tujuan pemenuhan yang utama, sedangkan kebutuhan lain yang lebih tinggi menjadi lebih diutamakan pemenuhannya.
Kebutuhan didasari pada prinsip bahwa manusia merupakan [[makhluk]] yang memiliki keinginan.<ref>Deden Rahmat Hidayat. ''Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling''. Ghalia Indonesia. 2011. hlm. 165-166. ISBN 978-979-450-654-7.</ref> Dalam prosesnya, kebutuhan manusia tampak tersusun menjadi bertingkat-tingkat <ref>Rod Plotnik. [https://archive.org/details/introductiontops0000plot_c8n7 Introduction to Psychology, 10th Edition]. Wadsworth. 2014. hlm. [https://archive.org/details/introductiontops0000plot_c8n7/page/332 332]. ISBN 978-1-133-94349-5.</ref> Bila salah satu kebutuhan telah terpenuhi, kebutuhan lain akan muncul.<ref>Jess Feist. ''Teori Kepribadian : Theories of Personality''. Salemba Humanika. 2010. hlm. 331. ISBN 978-602-8555-18-0.</ref> Kebutuhan yang telah terpenuhi kemudian tidak menjadi tujuan pemenuhan yang utama, sedangkan kebutuhan lain yang lebih tinggi menjadi lebih diutamakan pemenuhannya.<ref>A.H. Maslow. [http://psychclassics.yorku.ca/Maslow/motivation.htm A theory of human motivation]. ''Psychological Review''. 1943. Vol. 50 (4). doi:10.1037/h0054346.</ref>


== Jenis-jenis ==
== Jenis-jenis ==
=== Berdasarkan intensitas kegunaannya ===
=== Berdasarkan intensitas kegunaannya ===
Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dapat dibedakan menjadi [[kebutuhan primer]], kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia sehingga sangat penting dan wajib untuk terpenuhi. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak mengganggu kelangsungan hidup tetapi sangat penting. Sedangkan kebutuhan tersier merupakan semua hal yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder tercukupi seperti hobi dan kepuasan individu.
Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dapat dibedakan menjadi [[kebutuhan primer]], kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia sehingga sangat penting dan wajib untuk terpenuhi. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak mengganggu kelangsungan hidup tetapi sangat penting. Sedangkan kebutuhan tersier merupakan semua hal yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder tercukupi seperti hobi dan kepuasan individu.


=== Berdasarkan sifatnya ===
=== Berdasarkan sifatnya ===
Kebutuhan dapat dipenuhi melalui sifat [[Tubuh|jasmani]] dan rohani. Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan kondisi tubuh, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang diperlukan untuka kepuasan batin bagi jiwa manusia.
Kebutuhan dapat dipenuhi melalui sifat [[Tubuh|jasmani]] dan rohani. Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan kondisi tubuh, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.<ref>Jess Feist. ''Teori Kepribadian : Theories of Personality''. Salemba Humanika. 2010. hlm. 331. ISBN 978-602-8555-18-0.</ref><ref>A.H. Maslow. [http://psychclassics.yorku.ca/Maslow/motivation.htm A theory of human motivation]. ''Psychological Review''. 1943. Vol. 50 (4). doi:10.1037/h0054346.</ref> Sedangkan kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang diperlukan untuka kepuasan batin bagi jiwa manusia.


=== Berdasarkan waktu pemenuhannya ===
=== Berdasarkan waktu pemenuhannya ===
Baris 21: Baris 20:


=== Berdasarkan sosio-budaya ===
=== Berdasarkan sosio-budaya ===
[[Lingkungan sosial]] dan budaya membuat timbulnya kebutuhan yang berkaitan dengan [[tradisi]] dan [[psikologi]] masyarakat. Kebutuhan ini dibedakan menjadi kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Kebutuhan sosial berkaitan dengan strata sosial yang membentuk status sosial dalam masyarakat. Sedangkan kebutuhan psikologi lebih berkaitan dengan psikologi masyarakat yang hanya sedikit dipengaruhi oleh kondisi [[ekonomi]]. Kebutuhan psikologis umumnya berupa kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis saling berkaitan satu sama lain.
[[Lingkungan sosial]] dan budaya membuat timbulnya kebutuhan yang berkaitan dengan [[tradisi]] dan [[psikologi]] masyarakat. Kebutuhan ini dibedakan menjadi kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Kebutuhan sosial berkaitan dengan strata sosial yang membentuk status sosial dalam masyarakat. Sedangkan kebutuhan psikologi lebih berkaitan dengan psikologi masyarakat yang hanya sedikit dipengaruhi oleh kondisi [[ekonomi]]. Kebutuhan psikologis umumnya berupa kebutuhan akan rasa aman.<ref>Frank G. Goble. ''Mazhab Ketiga, Psikologi Humanistik Abraham Maslow''. Kanisius. 1987. hlm. 80.</ref> Kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis saling berkaitan satu sama lain.<ref>Frank G. Goble. ''Mazhab Ketiga, Psikologi Humanistik Abraham Maslow''. Kanisius. 1987. hlm. 80.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
 
#  
#
#  
#
#  
#
#  
#
#  
#
#  
#


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*  
* Koltko-Rivera, Mark E. (2006). [http://academic.udayton.edu/JackBauer/Readings%20595/Koltko-Rivera%2006%20trans%20self-act%20copy.pdf Rediscovering the later version of Maslow's hierarchy of needs: Self-transcendence and opportunities for theory, research, and unification]. ''Review of General Psychology'' 10.4: 302
* Koltko-Rivera, Mark E. (2006). [http://academic.udayton.edu/JackBauer/Readings%20595/Koltko-Rivera%2006%20trans%20self-act%20copy.pdf Rediscovering the later version of Maslow's hierarchy of needs: Self-transcendence and opportunities for theory, research, and unification]. ''Review of General Psychology'' 10.4: 302


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebutuhan&oldid=28029196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28029196 (2025-10-16T17:57:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebutuhan&oldid=28029196 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28029196 (2025-10-16T17:57:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 09.03

Kebutuhan atau keperluan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya secara alamiah melalui pencapaian kesejahteraan. Kebutuhan juga merupakan suatu keadaan perasaan kekurangan terhadap pemuas dasar tertentu. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, tetapi kebutuhan itu terdapat dalam jaringan biologis dan kondisi manusia.[1]

Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan tingkat kepentingan, waktu, sifat, dan subjeknya. Pemenuhan kebutuhan dapat berupa barang, jasa, sesuatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud. Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh keadaan alam, agama, adat, dan peradaban. Sifat dari kebutuhan adalah tidak terbatas, meningkat, dan selalu berubah.

Prinsip dasar

Kebutuhan didasari pada prinsip bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan.[2] Dalam prosesnya, kebutuhan manusia tampak tersusun menjadi bertingkat-tingkat [3] Bila salah satu kebutuhan telah terpenuhi, kebutuhan lain akan muncul.[4] Kebutuhan yang telah terpenuhi kemudian tidak menjadi tujuan pemenuhan yang utama, sedangkan kebutuhan lain yang lebih tinggi menjadi lebih diutamakan pemenuhannya.[5]

Jenis-jenis

Berdasarkan intensitas kegunaannya

Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang langsung berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia sehingga sangat penting dan wajib untuk terpenuhi. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak mengganggu kelangsungan hidup tetapi sangat penting. Sedangkan kebutuhan tersier merupakan semua hal yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder tercukupi seperti hobi dan kepuasan individu.

Berdasarkan sifatnya

Kebutuhan dapat dipenuhi melalui sifat jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan kondisi tubuh, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.[6][7] Sedangkan kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang diperlukan untuka kepuasan batin bagi jiwa manusia.

Berdasarkan waktu pemenuhannya

Kebutuhan dapat dibedakan berdasarkan waktunya, yaitu kebutuhan sekarang, kebutuhan masa depan, kebutuhan yang tidak pasti waktunya, dan kebutuhan sepanjang waktu. Kebutuhan sekarang harus dipenuhi segera dan tidak dapat ditunda. Kebutuhan masa depan merupakan kebutuhan yang bersifat persiapan dan persediaan bagi kebutuhan yang dapat habis secara tiba-tiba. Sedangkan kebutuhan yang tidak pasti waktunya merupakan kebutuhan yang diperlukan pada saat terjadi musibah maupun bencana alam. Sebaiknya, kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang pemenuhannya memerlukan sepanjang waktu.

Berdasarkan subjeknya

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan perorangan dan kebutuhan kelompok. Kebutuhan perorangan hanya diperlukan oleh masing-masing individu yang berbeda. Sedangkan kebutuhan kelompok merupakan kebutuhan yang digunakan secara bersama-sama dalam suatu masyarakat.

Berdasarkan sosio-budaya

Lingkungan sosial dan budaya membuat timbulnya kebutuhan yang berkaitan dengan tradisi dan psikologi masyarakat. Kebutuhan ini dibedakan menjadi kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Kebutuhan sosial berkaitan dengan strata sosial yang membentuk status sosial dalam masyarakat. Sedangkan kebutuhan psikologi lebih berkaitan dengan psikologi masyarakat yang hanya sedikit dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Kebutuhan psikologis umumnya berupa kebutuhan akan rasa aman.[8] Kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis saling berkaitan satu sama lain.[9]

Daftar pustaka

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. Sri Lestari Pujiastuti. EKMA4216 - Manajemen Pemasaran. web-suplemen.ut.ac.id. 2014.
  2. Deden Rahmat Hidayat. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Ghalia Indonesia. 2011. hlm. 165-166. ISBN 978-979-450-654-7.
  3. Rod Plotnik. Introduction to Psychology, 10th Edition. Wadsworth. 2014. hlm. 332. ISBN 978-1-133-94349-5.
  4. Jess Feist. Teori Kepribadian : Theories of Personality. Salemba Humanika. 2010. hlm. 331. ISBN 978-602-8555-18-0.
  5. A.H. Maslow. A theory of human motivation. Psychological Review. 1943. Vol. 50 (4). doi:10.1037/h0054346.
  6. Jess Feist. Teori Kepribadian : Theories of Personality. Salemba Humanika. 2010. hlm. 331. ISBN 978-602-8555-18-0.
  7. A.H. Maslow. A theory of human motivation. Psychological Review. 1943. Vol. 50 (4). doi:10.1037/h0054346.
  8. Frank G. Goble. Mazhab Ketiga, Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Kanisius. 1987. hlm. 80.
  9. Frank G. Goble. Mazhab Ketiga, Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Kanisius. 1987. hlm. 80.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28029196 (2025-10-16T17:57:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.