Sudut (geometri): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29215895; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[geometri Euklides]], sebuah '''sudut''' adalah gambar yang dibentuk oleh dua [[Sinar Garis (geometri)|sinar garis]], yang disebut juga ''sisi'' dari sudut, berbagi titik akhir yang sama, yang disebut ''[[puncak (geometri)|puncak/verteks]]'' dari sudut. | [[File:Two_rays_and_one_vertex.png|thumb|right|280px|Two rays and one vertex]] | ||
Dalam [[geometri Euklides]], sebuah '''sudut''' adalah gambar yang dibentuk oleh dua [[Sinar Garis (geometri)|sinar garis]], yang disebut juga ''sisi'' dari sudut, berbagi titik akhir yang sama, yang disebut ''[[puncak (geometri)|puncak/verteks]]'' dari sudut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+%28geometri%29&oldid=29215895 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Sudut dibentuk oleh dua sinar terletak pada [[bidang (geometri)|bidang]] yang memuat sinar. Sudut juga dibentuk oleh irisan dua bidang. Ini disebut [[sudut dihedral]]. Dua [[kurva]] irisan juga mendefinisikan sudut, yang merupakan sudut [[singgung]] di titik persimpangan. Misalnya, [[sudut bola]] dibentuk oleh dua [[lingkaran besar]] pada [[bola]] sama dengan sudut dihedral antara bidang yang berisi lingkaran besar. | Sudut dibentuk oleh dua sinar terletak pada [[bidang (geometri)|bidang]] yang memuat sinar. Sudut juga dibentuk oleh irisan dua bidang. Ini disebut [[sudut dihedral]]. Dua [[kurva]] irisan juga mendefinisikan sudut, yang merupakan sudut [[singgung]] di titik persimpangan. Misalnya, [[sudut bola]] dibentuk oleh dua [[lingkaran besar]] pada [[bola]] sama dengan sudut dihedral antara bidang yang berisi lingkaran besar. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
[[Euklides]] mendefinisikan sudut bidang sebagai kemiringan satu sama lain, pada bidang, dari dua garis yang bertemu satu sama lain, dan tidak terletak lurus terhadap satu sama lain. Menurut [[Proklos Diadokhos]], sudut harus berupa kualitas atau kuantitas, atau hubungan. Konsep pertama digunakan oleh [[Eudemus dari Rhodes|Eudemus]], yang menganggap sudut sebagai penyimpangan dari [[garis lurus]]; yang kedua oleh [[Karpus dari Antiokhia]], yang menganggapnya sebagai interval atau ruang antara garis irisan; Euklides mengadopsi konsep ketiga. | [[Euklides]] mendefinisikan sudut bidang sebagai kemiringan satu sama lain, pada bidang, dari dua garis yang bertemu satu sama lain, dan tidak terletak lurus terhadap satu sama lain. Menurut [[Proklos Diadokhos]], sudut harus berupa kualitas atau kuantitas, atau hubungan. Konsep pertama digunakan oleh [[Eudemus dari Rhodes|Eudemus]], yang menganggap sudut sebagai penyimpangan dari [[garis lurus]]; yang kedua oleh [[Karpus dari Antiokhia]], yang menganggapnya sebagai interval atau ruang antara garis irisan; Euklides mengadopsi konsep ketiga.<ref>;</ref> | ||
== Identifikasi sudut == | == Identifikasi sudut == | ||
Dalam [[Ekspresi (matematika)|ekspresi matematika]], biasanya menggunakan [[huruf Yunani]] (<var>α</var>, <var>β</var>, <var>γ</var>, <var>θ</var>, <var>φ</var>, . . . ) sebagai [[Peubah (matematika)|variabel]] yang menunjukkan ukuran beberapa sudut (untuk menghindari kebingungan dengan makna lainnya, simbol biasanya tidak digunakan untuk tujuan ini). Huruf Romawi kecil (''a'', ''b'', ''c'', . . . ) juga digunakan, seperti huruf besar Romawi dalam konteks [[poligon]]. Lihat gambar di artikel ini untuk contoh. | Dalam [[Ekspresi (matematika)|ekspresi matematika]], biasanya menggunakan [[huruf Yunani]] (<var>α</var>, <var>β</var>, <var>γ</var>, <var>θ</var>, <var>φ</var>, . . . ) sebagai [[Peubah (matematika)|variabel]] yang menunjukkan ukuran beberapa sudut<ref>[https://mathvault.ca/hub/higher-math/math-symbols/ Compendium of Mathematical Symbols]. ''Math Vault''. 2020-03-01.</ref> (untuk menghindari kebingungan dengan makna lainnya, simbol biasanya tidak digunakan untuk tujuan ini). Huruf Romawi kecil (''a'', ''b'', ''c'', . . . ) juga digunakan, seperti huruf besar Romawi dalam konteks [[poligon]]. Lihat gambar di artikel ini untuk contoh. | ||
Dalam gambar geometris, sudut diidentifikasi dengan label lampiran pada tiga titik yang mendefinisikannya. Misalnya, sudut dititik A dibatasi oleh sinar AB dan AC (yaitu garis dari titik A ke titik B dan titik A ke titik C) dilambangkan dengan ∠BAC (dalam Unicode ) atau <math>\widehat{\rm BAC}</math>. Dimana tidak ada risiko kebingungan, terkadang sudut hanya disebut dengan titik puncaknya (dalam "sudut A"). | Dalam gambar geometris, sudut diidentifikasi dengan label lampiran pada tiga titik yang mendefinisikannya. Misalnya, sudut dititik A dibatasi oleh sinar AB dan AC (yaitu garis dari titik A ke titik B dan titik A ke titik C) dilambangkan dengan ∠BAC (dalam Unicode ) atau <math>\widehat{\rm BAC}</math>. Dimana tidak ada risiko kebingungan, terkadang sudut hanya disebut dengan titik puncaknya (dalam "sudut A"). | ||
| Baris 15: | Baris 17: | ||
==Jenis sudut == | ==Jenis sudut == | ||
===Sudut individual === | ===Sudut individual === | ||
Ada beberapa terminologi umum untuk sudut, yang ukurannya selalu non-negatif (lihat ''''): | Ada beberapa terminologi umum untuk sudut, yang ukurannya selalu non-negatif (lihat ''''):<ref>[https://www.mathsisfun.com/angles.html Angles – Acute, Obtuse, Straight and Right]. ''www.mathsisfun.com''.</ref><ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Angle.html Angle]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref> | ||
* Sudut yang besarnya sama dengan 0° atau tidak berubah disebut sudut nol. | * Sudut yang besarnya sama dengan 0° atau tidak berubah disebut sudut nol. | ||
* Sudut lebih kecil dari sudut siku-siku (kurang dari 90°) disebut ''sudut lancip'' ("akut" yang berarti "tajam"). | * Sudut lebih kecil dari sudut siku-siku (kurang dari 90°) disebut ''sudut lancip'' ("akut" yang berarti "tajam"). | ||
| Baris 30: | Baris 30: | ||
Nama, interval, dan satuan ukur ditunjukkan pada tabel di bawah ini: | Nama, interval, dan satuan ukur ditunjukkan pada tabel di bawah ini: | ||
{|class = wikitable style="text-align:center;" | |||
|style = "background:#f2f2f2; text-align:center;" | Nama | |||
|style = "width:3em;" | nol | |||
|style = "width:3em;" | lancip | |||
|style = "width:3em;" | sudut siku-siku | |||
|style = "width:3em;" | tumpul | |||
|style = "width:3em;" | lurus | |||
|style = "width:3em;" | refleks | |||
|style = "width:3em;" | perigon | |||
|- | |||
! Satuan !! colspan=10 | [[Selang (matematika)|Interval]] | |||
|- | |||
|style = "background:#f2f2f2; text-align:center;" | [[Putaran (geometry)|putaran]] | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|style = "width:3em;" | | |||
|- | |||
|style = "background:#f2f2f2; text-align:center;" | [[radian]] | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
|style = "background:#f2f2f2; text-align:center;" | [[Derajat (satuan sudut)|derajat]] | |||
|style = "width:3em;" | 0° | |||
|style = "width:3em;" | (0, 90)° | |||
|style = "width:3em;" | 90° | |||
|style = "width:3em;" | (90, 180)° | |||
|style = "width:3em;" | 180° | |||
|style = "width:3em;" | (180, 360)° | |||
|style = "width:3em;" | 360° | |||
|- | |||
|style = "background:#f2f2f2; text-align:center;" | [[Gradian|gon]] | |||
|style = "width:3em;" | 0<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | (0, 100)<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | 100<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | (100, 200)<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | 200<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | (200, 400)<sup>g</sup> | |||
|style = "width:3em;" | 400<sup>g</sup> | |||
|- | |||
|} | |||
===Pasangan sudut ekivalen === | ===Pasangan sudut ekivalen === | ||
* Sudut yang memiliki ukuran yang sama (yaitu besaran yang sama) dikatakan ''sama'' atau ''[[Kongruensi (geometri)|kongruen]]''. Suatu sudut ditentukan oleh ukurannya dan tidak bergantung pada panjang sisi-sisi sudut tersebut (misalnya, semua "sudut siku-siku" sama besar). | * Sudut yang memiliki ukuran yang sama (yaitu besaran yang sama) dikatakan ''sama'' atau ''[[Kongruensi (geometri)|kongruen]]''. Suatu sudut ditentukan oleh ukurannya dan tidak bergantung pada panjang sisi-sisi sudut tersebut (misalnya, semua "sudut siku-siku" sama besar). | ||
* Dua sudut yang terbagi sisi terminal, namun berbeda ukurannya dengan kelipatan [[bilangan bulat]] dari satu putaran, disebut ''sudut koterminal''. | * Dua sudut yang terbagi sisi terminal, namun berbeda ukurannya dengan kelipatan [[bilangan bulat]] dari satu putaran, disebut ''sudut koterminal''. | ||
* ''Sudut referensi'' adalah versi lancip dari setiap sudut yang ditentukan dengan pengurangan atau penambahan sudut lurus berulang kali putaran (, 180°, atau (radian), ke hasil seperlunya, sampai besaran berupa sudut lancip, nilai antara 0 dan turn, 90°, atau radian. Misalnya, sudut 30 derajat memiliki sudut acuan 30 derajat, dan sudut 150 derajat juga memiliki sudut acuan 30 derajat (180-150). Sudut 750 derajat memiliki sudut referensi 30 derajat (750-720). | * ''Sudut referensi'' adalah versi lancip dari setiap sudut yang ditentukan dengan pengurangan atau penambahan sudut lurus berulang kali putaran (, 180°, atau (radian), ke hasil seperlunya, sampai besaran berupa sudut lancip, nilai antara 0 dan turn, 90°, atau radian. Misalnya, sudut 30 derajat memiliki sudut acuan 30 derajat, dan sudut 150 derajat juga memiliki sudut acuan 30 derajat (180-150). Sudut 750 derajat memiliki sudut referensi 30 derajat (750-720).<ref>[http://www.mathwords.com/r/reference_angle.htm Mathwords: Reference Angle]. ''www.mathwords.com''.</ref> | ||
=== Pasangan sudut vertikal dan berdekatan=== | === Pasangan sudut vertikal dan berdekatan=== | ||
Ketika dua garis lurus irisan di suatu titik, empat sudut terbentuk. Hubungan sudut-sudut ini dinamai menurut lokasi relatif satu sama lain. | Ketika dua garis lurus irisan di suatu titik, empat sudut terbentuk. Hubungan sudut-sudut ini dinamai menurut lokasi relatif satu sama lain. | ||
* Sepasang sudut berhadapan, dibentuk oleh dua garis lurus irisan dalam bentuk "X", disebut ''sudut vertikal'' atau ''sudut berlawanan'' atau ''sudut berlawanan secara vertikal''. Ia disingkat sebagai ''vert. opp. ∠s''. | * Sepasang sudut berhadapan, dibentuk oleh dua garis lurus irisan dalam bentuk "X", disebut ''sudut vertikal'' atau ''sudut berlawanan'' atau ''sudut berlawanan secara vertikal''. Ia disingkat sebagai ''vert. opp. ∠s''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+%28geometri%29&oldid=29215895 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:Persamaan sudut vertikal berlawanan disebut juga sebagai "teorema sudut vertikal". [[Eudemus dari Rhodes]] menghubungkan buktinya dengan [[Thales|Thales dari Miletus]]. Proposisi menunjukkan bahwa karena kedua pasangan sudut vertikal suplemen dengan kedua sudut berdekatan, maka besar sudut vertikal adalah sama. Menurut catatan sejarah, ketika Thales mengunjungi Mesir, dia mengamati bahwa setiap kali orang Mesir menggambar dua garis irisan, mereka akan mengukur sudut vertikal untuk memastikan bahwa mereka sama. Thales menyimpulkan bahwa seseorang dapat membuktikan bahwa semua sudut vertikal adalah sama jika seseorang menerima beberapa gagasan umum seperti: | :Persamaan sudut vertikal berlawanan disebut juga sebagai "teorema sudut vertikal". [[Eudemus dari Rhodes]] menghubungkan buktinya dengan [[Thales|Thales dari Miletus]].<ref>Euclid. ''The Elements''. Proposisi I: 13.</ref> Proposisi menunjukkan bahwa karena kedua pasangan sudut vertikal suplemen dengan kedua sudut berdekatan, maka besar sudut vertikal adalah sama. Menurut catatan sejarah, ketika Thales mengunjungi Mesir, dia mengamati bahwa setiap kali orang Mesir menggambar dua garis irisan, mereka akan mengukur sudut vertikal untuk memastikan bahwa mereka sama. Thales menyimpulkan bahwa seseorang dapat membuktikan bahwa semua sudut vertikal adalah sama jika seseorang menerima beberapa gagasan umum seperti: | ||
:* Semua sudut lurus adalah sama. | :* Semua sudut lurus adalah sama. | ||
:* Setara ditambahkan ke sama adalah sama. | :* Setara ditambahkan ke sama adalah sama. | ||
| Baris 47: | Baris 94: | ||
:Ketika dua sudut berdekatan membentuk garis lurus, maka ia saling melengkapi. Oleh karena itu, jika menganggap bahwa besar sudut ''A'' sama dengan ''x'', maka besar sudut ''C'' adalah . Demikian pula, ukuran sudut ''D'' adalah . Kedua sudut ''C'' dan sudut ''D'' memiliki ukuran sama dengan dan adalah kongruen. Karena sudut ''B'' melengkapi kedua sudut ''C'' dan ''D'', salah satu dari ukuran sudut ini dapat digunakan untuk menentukan ukuran Sudut ''B''. Menggunakan ukuran sudut ''C'' atau sudut ''D'', dengan menemukan ukuran sudut ''B'' sebagai . Oleh karena itu, baik sudut ''A'' dan sudut ''B'' memiliki ukuran sama dengan ''x'' dan sama besar. | :Ketika dua sudut berdekatan membentuk garis lurus, maka ia saling melengkapi. Oleh karena itu, jika menganggap bahwa besar sudut ''A'' sama dengan ''x'', maka besar sudut ''C'' adalah . Demikian pula, ukuran sudut ''D'' adalah . Kedua sudut ''C'' dan sudut ''D'' memiliki ukuran sama dengan dan adalah kongruen. Karena sudut ''B'' melengkapi kedua sudut ''C'' dan ''D'', salah satu dari ukuran sudut ini dapat digunakan untuk menentukan ukuran Sudut ''B''. Menggunakan ukuran sudut ''C'' atau sudut ''D'', dengan menemukan ukuran sudut ''B'' sebagai . Oleh karena itu, baik sudut ''A'' dan sudut ''B'' memiliki ukuran sama dengan ''x'' dan sama besar. | ||
* ''Sudut damping/berdekatan'', sering disingkat sebagai ''adj. ∠s'', adalah sudut memiliki titik dan sisi yang sama tetapi tidak memiliki titik interior yang sama. Dengan kata lain, ia adalah sudut dampingan, atau berdekatan, berbagi "lengan". Sudut-sudut damping dijumlahkan dengan sudut siku-siku, sudut lurus, atau sudut penuh adalah istimewa dan masing-masing disebut sudut ''kelengkapan'', ''suplemen'', dan ''eksplemen'' (lihat '''' di bawah). | * ''Sudut damping/berdekatan'', sering disingkat sebagai ''adj. ∠s'', adalah sudut memiliki titik dan sisi yang sama tetapi tidak memiliki titik interior yang sama. Dengan kata lain, ia adalah sudut dampingan, atau berdekatan, berbagi "lengan". Sudut-sudut damping dijumlahkan dengan sudut siku-siku, sudut lurus, atau sudut penuh adalah istimewa dan masing-masing disebut sudut ''kelengkapan'', ''suplemen'', dan ''eksplemen'' (lihat '''' di bawah). | ||
| Baris 56: | Baris 102: | ||
Tiga pasangan sudut khusus melibatkan penjumlahan sudut: | Tiga pasangan sudut khusus melibatkan penjumlahan sudut: | ||
* ''Sudut penyiku'' adalah pasangan sudut dengan ukuran satu sudut siku-siku ( putar, 90°, atau radian .<ref>[https://www.mathsisfun.com/geometry/complementary-angles.html Complementary Angles]. ''www.mathsisfun.com''.</ref> Jika dua sudut komplekmen damping, sisi-sisinya yang tidak membentuk sudut siku-siku. Dalam geometri Euklides, dua sudut lancip pada [[segitiga siku-siku]] komplekmen, karena jumlah sudut dalam dari sebuah [[segitiga]] adalah 180 derajat, dan sudut siku-siku itu sendiri berjumlah 90 derajat. | |||
* ''Sudut penyiku'' adalah pasangan sudut dengan ukuran satu sudut siku-siku ( putar, 90°, atau radian . Jika dua sudut komplekmen damping, sisi-sisinya yang tidak membentuk sudut siku-siku. Dalam geometri Euklides, dua sudut lancip pada [[segitiga siku-siku]] komplekmen, karena jumlah sudut dalam dari sebuah [[segitiga]] adalah 180 derajat, dan sudut siku-siku itu sendiri berjumlah 90 derajat. | |||
:Kata sifat komplementer berasal dari bahasa Latin ''complementum'', terkait dengan kata kerja ''complere'', "untuk mengisi". Sudut lancip "diisi" oleh komplekmen untuk membentuk sudut siku-siku. | :Kata sifat komplementer berasal dari bahasa Latin ''complementum'', terkait dengan kata kerja ''complere'', "untuk mengisi". Sudut lancip "diisi" oleh komplekmen untuk membentuk sudut siku-siku. | ||
:Perbedaan antara sudut dan sudut siku-siku disebut "komplekmen" sudut. | :Perbedaan antara sudut dan sudut siku-siku disebut "komplekmen" sudut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+%28geometri%29&oldid=29215895 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:Jika sudut ''A'' dan ''B'' komplekmen, hubungan berikut berlaku: | :Jika sudut ''A'' dan ''B'' komplekmen, hubungan berikut berlaku: | ||
:: <math> | :: <math> | ||
| Baris 70: | Baris 115: | ||
:[[Prefiks]] "[[ko (fungsi awalan)|ko-]]" dalam nama beberapa rasio trigonometri mengacu pada kata "komplemen". | :[[Prefiks]] "[[ko (fungsi awalan)|ko-]]" dalam nama beberapa rasio trigonometri mengacu pada kata "komplemen". | ||
* Dua sudut dijumlahkan menjadi sudut lurus (putaran , 180°, atau radian ) disebut ''sudut suplemen''.<ref>[https://www.mathsisfun.com/geometry/supplementary-angles.html Supplementary Angles]. ''www.mathsisfun.com''.</ref> | |||
* Dua sudut dijumlahkan menjadi sudut lurus (putaran , 180°, atau radian ) disebut ''sudut suplemen''. | |||
:Jika dua sudut bersuplemen adalah [[#damping|damping]] (yaitu memiliki [[simpul (geometri)|simpul]] yang sama dan hanya memiliki satu sisi yang sama), sisi-sisinya yang tidak dibagi membentuk [[garis (geometri)|garis lurus]]. Sudut tersebut disebut sebagai ''sepasang sudut linear''. Namun, sudut suplemen tidak harus berada pada garis yang sama, dan dapat dipisahkan dalam ruang. Misalnya, sudut damping dari [[jajaran genjang]] adalah suplemen, dan sudut berlawanan dari [[kuadrilateral siklik]] (yang semua simpulnya jatuh pada satu lingkaran) adalah suplemen. | :Jika dua sudut bersuplemen adalah [[#damping|damping]] (yaitu memiliki [[simpul (geometri)|simpul]] yang sama dan hanya memiliki satu sisi yang sama), sisi-sisinya yang tidak dibagi membentuk [[garis (geometri)|garis lurus]]. Sudut tersebut disebut sebagai ''sepasang sudut linear''. Namun, sudut suplemen tidak harus berada pada garis yang sama, dan dapat dipisahkan dalam ruang. Misalnya, sudut damping dari [[jajaran genjang]] adalah suplemen, dan sudut berlawanan dari [[kuadrilateral siklik]] (yang semua simpulnya jatuh pada satu lingkaran) adalah suplemen. | ||
:Jika suatu titik P berada di luar lingkaran dengan pusat O, dan jika [[garis singgung lingkaran|garis singgung]] dari P menyentuh lingkaran di titik T dan Q, maka ∠TPQ dan ∠TOQ adalah suplemen. | :Jika suatu titik P berada di luar lingkaran dengan pusat O, dan jika [[garis singgung lingkaran|garis singgung]] dari P menyentuh lingkaran di titik T dan Q, maka ∠TPQ dan ∠TOQ adalah suplemen. | ||
:Sinus sudut suplemen adalah sama. Kosinus dan garis singgungnya (kecuali tidak terdefinisi) sama besarnya tetapi memiliki tanda berlawanan. | :Sinus sudut suplemen adalah sama. Kosinus dan garis singgungnya (kecuali tidak terdefinisi) sama besarnya tetapi memiliki tanda berlawanan. | ||
:Dalam geometri Euklides, setiap jumlah dua sudut dalam segitiga adalah suplemen ketiga, karena jumlah sudut internal segitiga adalah sudut lurus. | :Dalam geometri Euklides, setiap jumlah dua sudut dalam segitiga adalah suplemen ketiga, karena jumlah sudut internal segitiga adalah sudut lurus. | ||
* Dua sudut berjumlah satu sudut penuh (putaran 1, 360°, atau radian 2) disebut ''sudut komplementer'' atau ''sudut konjugasi''. | * Dua sudut berjumlah satu sudut penuh (putaran 1, 360°, atau radian 2) disebut ''sudut komplementer'' atau ''sudut konjugasi''. | ||
*: Perbedaan antara sudut dan sudut lengkap disebut "eksplemen" sudut atau "damping" sudut. | *: Perbedaan antara sudut dan sudut lengkap disebut "eksplemen" sudut atau "damping" sudut. | ||
===Sudut poligon terkait === | ===Sudut poligon terkait === | ||
* Sudut yang merupakan bagian dari [[poligon sederhana]] disebut ''[[sudut interior]]'' jika terletak di bagian dalam poligon sederhana tersebut. [[Poligon cekung]] sederhana memiliki setidaknya satu sudut dalam yang merupakan sudut refleks. | * Sudut yang merupakan bagian dari [[poligon sederhana]] disebut ''[[sudut interior]]'' jika terletak di bagian dalam poligon sederhana tersebut. [[Poligon cekung]] sederhana memiliki setidaknya satu sudut dalam yang merupakan sudut refleks. | ||
*: Dalam [[geometri Euklides]], ukuran sudut dalam dari [[segitiga]] dijumlahkan dengan radian, 180°, atau putaran ; ukuran sudut dalam dari [[poligon cembung|cembung]] [[kuadrilateral]] sederhana berjumlah 2 radian, 360°, atau putaran 1. Secara umum, ukuran sudut dalam dari sebuah cembung sederhana [[poligon]] dengan sisi ''n'' berjumlah (''n'' − 2) radian, atau (''n'' − 2)180 derajat, (''n'' − 2)2 sudut siku-siku, atau putaran (''n'' − 2). | *: Dalam [[geometri Euklides]], ukuran sudut dalam dari [[segitiga]] dijumlahkan dengan radian, 180°, atau putaran ; ukuran sudut dalam dari [[poligon cembung|cembung]] [[kuadrilateral]] sederhana berjumlah 2 radian, 360°, atau putaran 1. Secara umum, ukuran sudut dalam dari sebuah cembung sederhana [[poligon]] dengan sisi ''n'' berjumlah (''n'' − 2) radian, atau (''n'' − 2)180 derajat, (''n'' − 2)2 sudut siku-siku, atau putaran (''n'' − 2). | ||
* Suplemen sudut dalam disebut ''[[sudut luar]]'', yaitu sudut dalam dan sudut luar membentuk [[#Pasangan linear|pasangan sudut linear]]. Ada dua sudut luar pada setiap titik poligon, masing-masing ditentukan dengan panjang salah satu dari dua sisi poligon yang bertemu di titik sudut; kedua sudut ini vertikal dan karenanya sama besar. Sudut luar mengukur jumlah rotasi yang dilakukan pada sebuah titik untuk menelusuri poligon. Jika sudut dalam yang bersesuaian adalah sudut refleks, sudut luar harus dianggap [[Bilangan riil negatif|negatif]]. Bahkan dalam poligon tidak sederhana dimungkinkan untuk menentukan sudut luar, tetapi apabila memilih [[orientasi (matematika)|orientasi]] dari [[bidang (matematika)|bidang]] (atau [[permukaan (matematika)|permukaan]]) untuk menentukan tanda sudut luar mengukur. | * Suplemen sudut dalam disebut ''[[sudut luar]]'', yaitu sudut dalam dan sudut luar membentuk [[#Pasangan linear|pasangan sudut linear]]. Ada dua sudut luar pada setiap titik poligon, masing-masing ditentukan dengan panjang salah satu dari dua sisi poligon yang bertemu di titik sudut; kedua sudut ini vertikal dan karenanya sama besar. Sudut luar mengukur jumlah rotasi yang dilakukan pada sebuah titik untuk menelusuri poligon. Jika sudut dalam yang bersesuaian adalah sudut refleks, sudut luar harus dianggap [[Bilangan riil negatif|negatif]]. Bahkan dalam poligon tidak sederhana dimungkinkan untuk menentukan sudut luar, tetapi apabila memilih [[orientasi (matematika)|orientasi]] dari [[bidang (matematika)|bidang]] (atau [[permukaan (matematika)|permukaan]]) untuk menentukan tanda sudut luar mengukur. | ||
*: Dalam geometri Euklides, jumlah sudut luar poligon cembung sederhana, jika hanya satu dari dua sudut luar diasumsikan pada setiap simpul, akan menjadi satu putaran penuh (360°). Sudut luar disebut juga "sudut luar tambahan". Sudut luar biasanya digunakan dalam [[Logo (bahasa pemrograman)|program Penyu Logo]] saat menggambar poligon biasa. | *: Dalam geometri Euklides, jumlah sudut luar poligon cembung sederhana, jika hanya satu dari dua sudut luar diasumsikan pada setiap simpul, akan menjadi satu putaran penuh (360°). Sudut luar disebut juga "sudut luar tambahan". Sudut luar biasanya digunakan dalam [[Logo (bahasa pemrograman)|program Penyu Logo]] saat menggambar poligon biasa. | ||
* Dalam [[segitiga]], [[bagi-dua]] dari dua sudut luar dan garis-bagi dari sudut interior lainnya adalah [[garis setumpu|setumpu]] (bertemu di satu titik). | * Dalam [[segitiga]], [[bagi-dua]] dari dua sudut luar dan garis-bagi dari sudut interior lainnya adalah [[garis setumpu|setumpu]] (bertemu di satu titik).<ref>Johnson, Roger A. ''Advanced Euclidean Geometry'', Dover Publications, 2007.</ref> | ||
* Dalam sebuah segitiga, tiga titik potong, masing-masing dari garis bagi sudut luar dengan [[sisi diperluas]] yang berlawanan, adalah [[kolinearitas|kolinear]]. | * Dalam sebuah segitiga, tiga titik potong, masing-masing dari garis bagi sudut luar dengan [[sisi diperluas]] yang berlawanan, adalah [[kolinearitas|kolinear]].<ref>Johnson, Roger A. ''Advanced Euclidean Geometry'', Dover Publications, 2007.</ref> | ||
* Dalam sebuah segitiga, tiga titik irisan, dua di antaranya antara garis-bagi sudut interior dan sisi damping, dan yang ketiga antara garis-bagi sudut luar lainnya dan sisi samping diperpanjang, adalah segaris. | * Dalam sebuah segitiga, tiga titik irisan, dua di antaranya antara garis-bagi sudut interior dan sisi damping, dan yang ketiga antara garis-bagi sudut luar lainnya dan sisi samping diperpanjang, adalah segaris.<ref>Johnson, Roger A. ''Advanced Euclidean Geometry'', Dover Publications, 2007.</ref> | ||
* Beberapa penulis menggunakan nama ''sudut luar'' dari poligon sederhana yang berarti ''sudut luar kelengkapan'' (''bukan'' suplemen!) dari sudut dalam. Ini bertentangan dengan penggunaan di atas. | * Beberapa penulis menggunakan nama ''sudut luar'' dari poligon sederhana yang berarti ''sudut luar kelengkapan'' (''bukan'' suplemen!) dari sudut dalam.<ref>''CRC Standard Mathematical Tables and Formulae''. CRC Press. 1995. hlm. 270. seperti dikutip dalam</ref> Ini bertentangan dengan penggunaan di atas. | ||
===Sudut bidang terkait=== | ===Sudut bidang terkait=== | ||
* Sudut antara dua [[Bidang (geometri)|bidang]] (seperti dua wajah damping dari [[polihedron]]) disebut ''[[sudut dihedral]]''. Ini didefinisikan sebagai sudut lancip antara dua garis [[Normal (geometri)|normal]] terhadap bidang. | * Sudut antara dua [[Bidang (geometri)|bidang]] (seperti dua wajah damping dari [[polihedron]]) disebut ''[[sudut dihedral]]''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+%28geometri%29&oldid=29215895 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ini didefinisikan sebagai sudut lancip antara dua garis [[Normal (geometri)|normal]] terhadap bidang. | ||
* Sudut antara bidang dan garis lurus yang berpotongan sama dengan sembilan puluh derajat dikurangi sudut antara garis irisan dan garis melalui titik damping dan damping normal terhadap bidang. | * Sudut antara bidang dan garis lurus yang berpotongan sama dengan sembilan puluh derajat dikurangi sudut antara garis irisan dan garis melalui titik damping dan damping normal terhadap bidang. | ||
| Baris 101: | Baris 142: | ||
Dalam beberapa konteks, mengidentifikasi titik pada lingkaran atau menggambarkan ''orientasi'' objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan tepat dari [[putaran (geometri)|putaran]] penuh secara efektif. Dalam konteks lain, mengidentifikasi titik pada kurva [[spiral]] atau menggambarkan ''rotasi kumulatif'' objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan bukan nol dari satu putaran penuh non-ekuivalen. | Dalam beberapa konteks, mengidentifikasi titik pada lingkaran atau menggambarkan ''orientasi'' objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan tepat dari [[putaran (geometri)|putaran]] penuh secara efektif. Dalam konteks lain, mengidentifikasi titik pada kurva [[spiral]] atau menggambarkan ''rotasi kumulatif'' objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan bukan nol dari satu putaran penuh non-ekuivalen. | ||
Untuk mengukur sudut <var>[[theta|θ]]</var>, sebuah [[busur lingkaran]] pusat di titik sudut yang digambar dengan sepasang [[Kompas (susunan)|jangka]]. Perbandingan panjang <var>s</var> busur dengan jari-jari <var>r</var> lingkaran adalah banyaknya [[radian]] pada sudut tersebut. Secara konvensional, dalam matematika dan [[SI]], radian diperlakukan sama dengan nilai [[tanpa dimensi]] 1. | Untuk mengukur sudut <var>[[theta|θ]]</var>, sebuah [[busur lingkaran]] pusat di titik sudut yang digambar dengan sepasang [[Kompas (susunan)|jangka]]. Perbandingan panjang <var>s</var> busur dengan jari-jari <var>r</var> lingkaran adalah banyaknya [[radian]] pada sudut tersebut. Secara konvensional, dalam matematika dan [[SI]], radian diperlakukan sama dengan nilai [[tanpa dimensi]] 1. | ||
| Baris 119: | Baris 159: | ||
===Satuan === | ===Satuan === | ||
Satuan yang digunakan untuk mewakili sudut tercantum di bawah ini dalam urutan besarnya menurun. Dari satuan ini, ''[[derajat (sudut)|derajat]]'' dan ''[[radian]]'' adalah yang paling umum digunakan. Sudut dinyatakan dalam radian bukan dimensi untuk [[analisis dimensi]]. | Satuan yang digunakan untuk mewakili sudut tercantum di bawah ini dalam urutan besarnya menurun. Dari satuan ini, ''[[derajat (sudut)|derajat]]'' dan ''[[radian]]'' adalah yang paling umum digunakan. Sudut dinyatakan dalam radian bukan dimensi untuk [[analisis dimensi]]. | ||
| Baris 129: | Baris 167: | ||
;[[Kuadran (lingkaran)|Kuadran]] (''n'' = 4): ''Kuadran'' adalah yang memiliki putaran, yaitu ''[[sudut kanan]]''. Ini adalah satuan yang digunakan di [[Elemen Euclid]]. 1 kuad = 90° = rad = putaran = 100 grad. Dalam [[bahasa Jerman]] simbol <sup>∟</sup> telah digunakan untuk menunjukkan sebuah kuadran. | ;[[Kuadran (lingkaran)|Kuadran]] (''n'' = 4): ''Kuadran'' adalah yang memiliki putaran, yaitu ''[[sudut kanan]]''. Ini adalah satuan yang digunakan di [[Elemen Euclid]]. 1 kuad = 90° = rad = putaran = 100 grad. Dalam [[bahasa Jerman]] simbol <sup>∟</sup> telah digunakan untuk menunjukkan sebuah kuadran. | ||
;[[Sekstan (lingkaran)|Sekstan]] (''n'' = 6): ''sekstan'' (''sudut [[segitiga sama sisi]]'') yang memiliki putaran. Ini adalah satuan yang digunakan oleh [[Babilonia]], dan mudah dibuat dengan penggaris dan jangka. Derajat, menit busur dan detik busur adalah subunit [[seksagesimal]] dari unit Babilonia. 1 Satuan Babilonia = 60° = /3 rad ≈ 1.047197551 rad. | ;[[Sekstan (lingkaran)|Sekstan]] (''n'' = 6): ''sekstan'' (''sudut [[segitiga sama sisi]]'') yang memiliki putaran. Ini adalah satuan yang digunakan oleh [[Babilonia]],<ref>[https://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.210060 The Growth of Physical Science]. CUP Archive. 1947. hlm. [https://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.210060/page/n25 7].</ref><ref>[https://archive.org/details/bwb_C0-APY-091 Analytic Geometry]. 1946. hlm. [https://archive.org/details/bwb_C0-APY-091/page/2 2].</ref> dan mudah dibuat dengan penggaris dan jangka. Derajat, menit busur dan detik busur adalah subunit [[seksagesimal]] dari unit Babilonia. 1 Satuan Babilonia = 60° = /3 rad ≈ 1.047197551 rad. | ||
;[[Radian]] (''n'' = 2 = 6.283...): ''[[Radian]]'' adalah sudut yang dibentuk oleh busur lingkaran panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Simbol untuk radian adalah ''rad''. Satu putaran adalah 2 radian, dan satu radian adalah , atau sekitar 57,2958 derajat. Dalam teks matematika, sudut sebagai tanpa dimensi dengan radian sama dengan satu, sehingga satuan ''rad'' dihilangkan. Radian digunakan di hampir semua pekerjaan matematika di luar geometri praktis sederhana, misalnya untuk sifat dan "alami" yang ditampilkan [[fungsi trigonometri]] ketika argumennya dalam radian. Radian adalah satuan (turunan) dari pengukuran sudut dalam [[SI]], yang juga merupakan sudut sebagai tanpa dimensi. | ;[[Radian]] (''n'' = 2 = 6.283...): ''[[Radian]]'' adalah sudut yang dibentuk oleh busur lingkaran panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Simbol untuk radian adalah ''rad''. Satu putaran adalah 2 radian, dan satu radian adalah , atau sekitar 57,2958 derajat. Dalam teks matematika, sudut sebagai tanpa dimensi dengan radian sama dengan satu, sehingga satuan ''rad'' dihilangkan. Radian digunakan di hampir semua pekerjaan matematika di luar geometri praktis sederhana, misalnya untuk sifat dan "alami" yang ditampilkan [[fungsi trigonometri]] ketika argumennya dalam radian. Radian adalah satuan (turunan) dari pengukuran sudut dalam [[SI]], yang juga merupakan sudut sebagai tanpa dimensi. | ||
| Baris 142: | Baris 179: | ||
;[[Pechus]] (''n'' = 144–180): ''Pechus'' adalah satuan [[Matematika Babilonia|Babilonia]] yang sama dengan sekitar 2° atau °. | ;[[Pechus]] (''n'' = 144–180): ''Pechus'' adalah satuan [[Matematika Babilonia|Babilonia]] yang sama dengan sekitar 2° atau °. | ||
;[[Derajat biner]] (''n'' = 256): ''Derajat biner'', juga dikenal sebagai ''[[radian biner]]'' (atau ''brad''), adalah dari satu putaran. Derajat biner digunakan dalam komputasi sehingga sudut direpresentasikan secara efisien dalam satu [[bit]] (walaupun dengan presisi hingga). Ukuran sudut lain yang digunakan dalam komputasi didasarkan pada pembagian satu putaran menjadi 2<sup>''n''</sup> bagian yang sama untuk nilai ''n'' lainnya. | ;[[Derajat biner]] (''n'' = 256): ''Derajat biner'', juga dikenal sebagai ''[[radian biner]]'' (atau ''brad''), adalah dari satu putaran.<ref>[http://www.oopic.com/pgchap15.htm ooPIC Programmer's Guide - Chapter 15: URCP]. ''ooPIC Manual & Technical Specifications - ooPIC Compiler Ver 6.0''. Savage Innovations, LLC. 2007.</ref> Derajat biner digunakan dalam komputasi sehingga sudut direpresentasikan secara efisien dalam satu [[bit]] (walaupun dengan presisi hingga). Ukuran sudut lain yang digunakan dalam komputasi didasarkan pada pembagian satu putaran menjadi 2<sup>''n''</sup> bagian yang sama untuk nilai ''n'' lainnya.<ref>[http://blogs.msdn.com/shawnhar/archive/2010/01/04/angles-integers-and-modulo-arithmetic.aspx Angles, integers, and modulo arithmetic]. blogs.msdn.com.</ref> | ||
;[[Derajat (satuan sudut)|Derajat]] (''n'' = 360): "Derajat", dilambangkan dengan lingkaran superskrip kecil (°), adalah 1/360 putaran, jadi satu "putaran" adalah 360°. Kasus derajat untuk rumus yang diberikan sebelumnya, ''derajat'' dari ''n'' = 360° unit diperoleh dengan menyetel ''k'' = . Satu keuntungan dari subunit [[seksagesimal]] lama ini adalah bahwa banyak sudut yang umum dalam geometri sederhana diukur sebagai bilangan bulat derajat. Pecahan derajat dapat ditulis melalui notasi desimal normal (misalnya 3,5° untuk tiga setengah derajat), tetapi subunit seksagesimal "menit" dan "detik" dari sistem "derajat-menit-detik" juga digunakan, khususnya untuk [[Sistem koordinat geografi|koordinat geografis]] dan dalam [[astronomi]] dan [[balistik]]. | ;[[Derajat (satuan sudut)|Derajat]] (''n'' = 360): "Derajat", dilambangkan dengan lingkaran superskrip kecil (°), adalah 1/360 putaran, jadi satu "putaran" adalah 360°. Kasus derajat untuk rumus yang diberikan sebelumnya, ''derajat'' dari ''n'' = 360° unit diperoleh dengan menyetel ''k'' = . Satu keuntungan dari subunit [[seksagesimal]] lama ini adalah bahwa banyak sudut yang umum dalam geometri sederhana diukur sebagai bilangan bulat derajat. Pecahan derajat dapat ditulis melalui notasi desimal normal (misalnya 3,5° untuk tiga setengah derajat), tetapi subunit seksagesimal "menit" dan "detik" dari sistem "derajat-menit-detik" juga digunakan, khususnya untuk [[Sistem koordinat geografi|koordinat geografis]] dan dalam [[astronomi]] dan [[balistik]]. | ||
| Baris 148: | Baris 185: | ||
;[[Bagian diameter]] (''n'' = 376.99...): ''Bagian diameter'' (terkadang digunakan dalam matematika Islam) memiliki radian. Satu "bagian diameter" kira-kira 0,95493°. Ada sekitar 376.991 bagian diameter per putaran. | ;[[Bagian diameter]] (''n'' = 376.99...): ''Bagian diameter'' (terkadang digunakan dalam matematika Islam) memiliki radian. Satu "bagian diameter" kira-kira 0,95493°. Ada sekitar 376.991 bagian diameter per putaran. | ||
;[[Grad (sudut)|Grad]] (''n'' = 400): ''grad'', juga disebut ''grade'', ''[[gradian]]'', atau ''gon'', memiliki putaran, jadi sudut siku-siku adalah 100 derajat. Ini adalah subsatuan desimal dari kuadran. Sebuah [[kilometer]] secara historis didefinisikan sebagai [[subtending]] sebuah [[senti]]-grad busur sepanjang [[lingkaran besar]] di Bumi. Jadi, kilometer adalah analog desimal dari mil laut [[seksagesimal]]. Lulusan sebagian besar digunakan di [[triangulasi (survei)|triangulasi]] dan [[survei]] kontinental. | ;[[Grad (sudut)|Grad]] (''n'' = 400): ''grad'', juga disebut ''grade'', ''[[gradian]]'', atau ''gon'', memiliki putaran, jadi sudut siku-siku adalah 100 derajat.<ref>[https://mathvault.ca/hub/higher-math/math-symbols/ Compendium of Mathematical Symbols]. ''Math Vault''. 2020-03-01.</ref> Ini adalah subsatuan desimal dari kuadran. Sebuah [[kilometer]] secara historis didefinisikan sebagai [[subtending]] sebuah [[senti]]-grad busur sepanjang [[lingkaran besar]] di Bumi. Jadi, kilometer adalah analog desimal dari mil laut [[seksagesimal]]. Lulusan sebagian besar digunakan di [[triangulasi (survei)|triangulasi]] dan [[survei]] kontinental. | ||
;[[Miliradian]]: Miliradian (mrad, terkadang mil) didefinisikan sebagai seperseribu radian, yang berarti bahwa satu putaran [[putaran (geometri)|putaran]] terdiri dari 2000 mrad (atau sekitar 6283,185... mrad), dan hampir semua [[bidikan teleskopik|bidikan lingkup]] untuk [[senjata api]] dikalibrasi dengan definisi ini. Juga, ada tiga definisi turunan lainnya digunakan untuk artileri dan navigasi yang "kira-kira" sama dengan satu miliradian. Di bawah tiga definisi lain ini, satu putaran menghasilkan tepat 6000, 6300, atau 6400 mrad, yang sama dengan rentang dari 0,05625 hingga 0,06 derajat (3,375 hingga 3,6 menit). Sebagai perbandingan, miliradian sebenarnya adalah 0,05729578... derajat (3,43775... menit). Satu "[[Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara]] mil" didefinisikan sebagai putaran. Sama seperti milliradian yang sebenarnya, masing-masing definisi lainnya mengeksploitasi sifat subtensi yang berguna dari mil, yaitu bahwa nilai satu miliradian kira-kira sama dengan sudut yang dibentuk oleh lebar 1 meter jika dilihat dari jarak 1 km ( = 0.0009817... ≈ ). | ;[[Miliradian]]: Miliradian (mrad, terkadang mil) didefinisikan sebagai seperseribu radian, yang berarti bahwa satu putaran [[putaran (geometri)|putaran]] terdiri dari 2000 mrad (atau sekitar 6283,185... mrad), dan hampir semua [[bidikan teleskopik|bidikan lingkup]] untuk [[senjata api]] dikalibrasi dengan definisi ini. Juga, ada tiga definisi turunan lainnya digunakan untuk artileri dan navigasi yang "kira-kira" sama dengan satu miliradian. Di bawah tiga definisi lain ini, satu putaran menghasilkan tepat 6000, 6300, atau 6400 mrad, yang sama dengan rentang dari 0,05625 hingga 0,06 derajat (3,375 hingga 3,6 menit). Sebagai perbandingan, miliradian sebenarnya adalah 0,05729578... derajat (3,43775... menit). Satu "[[Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara]] mil" didefinisikan sebagai putaran. Sama seperti milliradian yang sebenarnya, masing-masing definisi lainnya mengeksploitasi sifat subtensi yang berguna dari mil, yaitu bahwa nilai satu miliradian kira-kira sama dengan sudut yang dibentuk oleh lebar 1 meter jika dilihat dari jarak 1 km ( = 0.0009817... ≈ ). | ||
| Baris 177: | Baris 214: | ||
===Perkiraan astronomi=== | ===Perkiraan astronomi=== | ||
Para astronom mengukur pemisah sudut objek dalam derajat dari titik pengamatan mereka. | Para astronom mengukur pemisah sudut objek dalam derajat dari titik pengamatan mereka. | ||
* 0,5° kira-kira lebar matahari atau bulan. | * 0,5° kira-kira lebar matahari atau bulan. | ||
| Baris 187: | Baris 223: | ||
==Sudut di antara kurva== | ==Sudut di antara kurva== | ||
Sudut antara garis dan [[kurva]] (sudut campuran) atau antara dua irisan kurva (sudut lengkung) didefinisikan sebagai sudut antara [[tangen]] pada irisan titik. Berbagai nama (sekarang jarang, jika pernah, digunakan) telah diberikan untuk kasus-kasus tertentu:—''amphicyrtic'' (Yn. , di kedua sisi, κυρτός, cembung) atau ''cissoidal'' (Yn. κισσός, ivy), cembung ganda; ''xystroidal'' atau ''sistroidal'' (Yn. ξυστρίς, alat untuk menggores), cekung-cembung; ''amphicoelic'' (Yn. κοίλη, berongga) atau ''angulus lunularis'', bikonkaf.<ref>;</ref> | |||
Sudut antara garis dan [[kurva]] (sudut campuran) atau antara dua irisan kurva (sudut lengkung) didefinisikan sebagai sudut antara [[tangen]] pada irisan titik. Berbagai nama (sekarang jarang, jika pernah, digunakan) telah diberikan untuk kasus-kasus tertentu:—''amphicyrtic'' (Yn. , di kedua sisi, κυρτός, cembung) atau ''cissoidal'' (Yn. κισσός, ivy), cembung ganda; ''xystroidal'' atau ''sistroidal'' (Yn. ξυστρίς, alat untuk menggores), cekung-cembung; ''amphicoelic'' (Yn. κοίλη, berongga) atau ''angulus lunularis'', bikonkaf. | |||
== Membagi dua dan membagi tiga sudut == | == Membagi dua dan membagi tiga sudut == | ||
[[Matematika Yunani|Matetikawan Yunani kuno]] mengetahui bagaimana cara membagi dua sudut (membaginya menjadi dua sudut yang sama besar) hanya dengan [[Lukisan jangka dan mistar|menggunakan jangka dan penggaris]], namun hanya bisa membagi tiga sudut tertentu. Pada tahun 1837 [[Pierre Wantzel]] menunjukkan bahwa untuk sebagian besar sudut, konstruksi ini tidak dapat dilakukan. | [[Matematika Yunani|Matetikawan Yunani kuno]] mengetahui bagaimana cara membagi dua sudut (membaginya menjadi dua sudut yang sama besar) hanya dengan [[Lukisan jangka dan mistar|menggunakan jangka dan penggaris]], namun hanya bisa membagi tiga sudut tertentu. Pada tahun 1837 [[Pierre Wantzel]] menunjukkan bahwa untuk sebagian besar sudut, konstruksi ini tidak dapat dilakukan. | ||
| Baris 235: | Baris 268: | ||
==Sudut dalam geografi dan astronomi== | ==Sudut dalam geografi dan astronomi== | ||
Dalam [[geografi]], lokasi titik di mana Bumi diidentifikasi menggunakan ''[[sistem koordinat geografis]]''. Sistem ini menentukan [[lintang]] dan garis [[bujur]] dari setiap lokasi dalam hal sudut yang dibentuk di pusat Bumi, menggunakan [[ekuator]] dan (biasanya) [[meridian Greenwich]] sebagai referensi. | Dalam [[geografi]], lokasi titik di mana Bumi diidentifikasi menggunakan ''[[sistem koordinat geografis]]''. Sistem ini menentukan [[lintang]] dan garis [[bujur]] dari setiap lokasi dalam hal sudut yang dibentuk di pusat Bumi, menggunakan [[ekuator]] dan (biasanya) [[meridian Greenwich]] sebagai referensi. | ||
| Baris 246: | Baris 278: | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Alat ukur sudut]] | * [[Alat ukur sudut]] | ||
* [[Rata-rata sudut]] | * [[Rata-rata sudut]] | ||
| Baris 268: | Baris 299: | ||
* [[Pembagian tiga sama besar]] | * [[Pembagian tiga sama besar]] | ||
* [[Sudut Zenith]] | * [[Sudut Zenith]] | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | * | ||
* . | * . | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+%28geometri%29&oldid=29215895 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29215895 (2026-05-11T15:05:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 13.57

Dalam geometri Euklides, sebuah sudut adalah gambar yang dibentuk oleh dua sinar garis, yang disebut juga sisi dari sudut, berbagi titik akhir yang sama, yang disebut puncak/verteks dari sudut.[1] Sudut dibentuk oleh dua sinar terletak pada bidang yang memuat sinar. Sudut juga dibentuk oleh irisan dua bidang. Ini disebut sudut dihedral. Dua kurva irisan juga mendefinisikan sudut, yang merupakan sudut singgung di titik persimpangan. Misalnya, sudut bola dibentuk oleh dua lingkaran besar pada bola sama dengan sudut dihedral antara bidang yang berisi lingkaran besar.
Sudut juga digunakan untuk pengukuran suatu sudut atau rotasi. Ukuran ini adalah rasio panjang busur lingkaran dengan jari-jari-nya. Dalam kasus sudut geometris, busur berada di titik pusat sudut dan dibatasi oleh sisi-sisinya. Dalam kasus rotasi, busur berada dipusat rotasi dan dibatasi oleh titik lain dan bayangannya dengan rotasi.
Sejarah
Euklides mendefinisikan sudut bidang sebagai kemiringan satu sama lain, pada bidang, dari dua garis yang bertemu satu sama lain, dan tidak terletak lurus terhadap satu sama lain. Menurut Proklos Diadokhos, sudut harus berupa kualitas atau kuantitas, atau hubungan. Konsep pertama digunakan oleh Eudemus, yang menganggap sudut sebagai penyimpangan dari garis lurus; yang kedua oleh Karpus dari Antiokhia, yang menganggapnya sebagai interval atau ruang antara garis irisan; Euklides mengadopsi konsep ketiga.[2]
Identifikasi sudut
Dalam ekspresi matematika, biasanya menggunakan huruf Yunani (α, β, γ, θ, φ, . . . ) sebagai variabel yang menunjukkan ukuran beberapa sudut[3] (untuk menghindari kebingungan dengan makna lainnya, simbol biasanya tidak digunakan untuk tujuan ini). Huruf Romawi kecil (a, b, c, . . . ) juga digunakan, seperti huruf besar Romawi dalam konteks poligon. Lihat gambar di artikel ini untuk contoh.
Dalam gambar geometris, sudut diidentifikasi dengan label lampiran pada tiga titik yang mendefinisikannya. Misalnya, sudut dititik A dibatasi oleh sinar AB dan AC (yaitu garis dari titik A ke titik B dan titik A ke titik C) dilambangkan dengan ∠BAC (dalam Unicode ) atau . Dimana tidak ada risiko kebingungan, terkadang sudut hanya disebut dengan titik puncaknya (dalam "sudut A").
Secara potensial, sebuah sudut dilambangkan sebagai ∠BAC, yang merujuk ke salah satu dari empat sudut: sudut searah jarum jam dari B ke C, sudut berlawanan arah jarum jam dari B ke C, sudut searah jarum jam dari C ke B, atau sudut berlawanan arah jarum jam dari C ke B, di mana arah pengukuran sudut menentukan tandanya (lihat Sudut positif dan negatif). Namun, dalam banyak situasi geometris, jelas dari konteks bahwa sudut positif kurang dari atau sama dengan 180 derajat yang dimaksud, dalam hal ini tidak ada ambiguitas yang muncul. Jika tidak, apabila konvensi diadopsi sehingga ∠BAC mengacu pada sudut berlawanan arah jarum jam (positif) dari B ke C, dan ∠CAB sudut berlawanan arah jarum jam (positif) dari C ke B.
Jenis sudut
Sudut individual
Ada beberapa terminologi umum untuk sudut, yang ukurannya selalu non-negatif (lihat '):[4][5]
- Sudut yang besarnya sama dengan 0° atau tidak berubah disebut sudut nol.
- Sudut lebih kecil dari sudut siku-siku (kurang dari 90°) disebut sudut lancip ("akut" yang berarti "tajam").
- Sudut sama dengan putaran (90° atau radian) disebut sudut siku-siku. Dua garis yang membentuk sudut siku-siku disebut normal, ortogonal, atau tegak lurus.
- Sudut lebih besar dari sudut siku-siku dan lebih kecil dari sudut lurus (antara 90° dan 180°) disebut sudut tumpul.
- Sudut sama dengan putaran (180° atau radian) disebut sudut lurus.
- Sudut yang lebih besar dari sudut lurus tetapi kurang dari 1 putaran (antara 180° dan 360°) disebut sudut refleks.
- Sudut sama dengan 1 putaran (360 ° atau 2 radian) disebut sudut penuh, sudut lengkap, sudut bulat atau perigon.
- Sudut yang bukan kelipatan sudut siku-siku disebut sudut miring.
Nama, interval, dan satuan ukur ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
| Nama | nol | lancip | sudut siku-siku | tumpul | lurus | refleks | perigon | |||
| Satuan | Interval | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| putaran | ||||||||||
| radian | ||||||||||
| derajat | 0° | (0, 90)° | 90° | (90, 180)° | 180° | (180, 360)° | 360° | |||
| gon | 0g | (0, 100)g | 100g | (100, 200)g | 200g | (200, 400)g | 400g | |||
Pasangan sudut ekivalen
- Sudut yang memiliki ukuran yang sama (yaitu besaran yang sama) dikatakan sama atau kongruen. Suatu sudut ditentukan oleh ukurannya dan tidak bergantung pada panjang sisi-sisi sudut tersebut (misalnya, semua "sudut siku-siku" sama besar).
- Dua sudut yang terbagi sisi terminal, namun berbeda ukurannya dengan kelipatan bilangan bulat dari satu putaran, disebut sudut koterminal.
- Sudut referensi adalah versi lancip dari setiap sudut yang ditentukan dengan pengurangan atau penambahan sudut lurus berulang kali putaran (, 180°, atau (radian), ke hasil seperlunya, sampai besaran berupa sudut lancip, nilai antara 0 dan turn, 90°, atau radian. Misalnya, sudut 30 derajat memiliki sudut acuan 30 derajat, dan sudut 150 derajat juga memiliki sudut acuan 30 derajat (180-150). Sudut 750 derajat memiliki sudut referensi 30 derajat (750-720).[6]
Pasangan sudut vertikal dan berdekatan
Ketika dua garis lurus irisan di suatu titik, empat sudut terbentuk. Hubungan sudut-sudut ini dinamai menurut lokasi relatif satu sama lain.
- Sepasang sudut berhadapan, dibentuk oleh dua garis lurus irisan dalam bentuk "X", disebut sudut vertikal atau sudut berlawanan atau sudut berlawanan secara vertikal. Ia disingkat sebagai vert. opp. ∠s.[7]
- Persamaan sudut vertikal berlawanan disebut juga sebagai "teorema sudut vertikal". Eudemus dari Rhodes menghubungkan buktinya dengan Thales dari Miletus.[8] Proposisi menunjukkan bahwa karena kedua pasangan sudut vertikal suplemen dengan kedua sudut berdekatan, maka besar sudut vertikal adalah sama. Menurut catatan sejarah, ketika Thales mengunjungi Mesir, dia mengamati bahwa setiap kali orang Mesir menggambar dua garis irisan, mereka akan mengukur sudut vertikal untuk memastikan bahwa mereka sama. Thales menyimpulkan bahwa seseorang dapat membuktikan bahwa semua sudut vertikal adalah sama jika seseorang menerima beberapa gagasan umum seperti:
- Semua sudut lurus adalah sama.
- Setara ditambahkan ke sama adalah sama.
- Setara dikurangkan dari yang sederajat adalah sama.
- Ketika dua sudut berdekatan membentuk garis lurus, maka ia saling melengkapi. Oleh karena itu, jika menganggap bahwa besar sudut A sama dengan x, maka besar sudut C adalah . Demikian pula, ukuran sudut D adalah . Kedua sudut C dan sudut D memiliki ukuran sama dengan dan adalah kongruen. Karena sudut B melengkapi kedua sudut C dan D, salah satu dari ukuran sudut ini dapat digunakan untuk menentukan ukuran Sudut B. Menggunakan ukuran sudut C atau sudut D, dengan menemukan ukuran sudut B sebagai . Oleh karena itu, baik sudut A dan sudut B memiliki ukuran sama dengan x dan sama besar.
- Sudut damping/berdekatan, sering disingkat sebagai adj. ∠s, adalah sudut memiliki titik dan sisi yang sama tetapi tidak memiliki titik interior yang sama. Dengan kata lain, ia adalah sudut dampingan, atau berdekatan, berbagi "lengan". Sudut-sudut damping dijumlahkan dengan sudut siku-siku, sudut lurus, atau sudut penuh adalah istimewa dan masing-masing disebut sudut kelengkapan, suplemen, dan eksplemen (lihat ' di bawah).
Sebuah transversal adalah garis irisan sepasang garis (sering kali sejajar), dan dikaitkan dengan sudut interior alternatif, sudut padanan, sudut interior, dan sudut eksterior.
Menggabungkan pasangan sudut
Tiga pasangan sudut khusus melibatkan penjumlahan sudut:
- Sudut penyiku adalah pasangan sudut dengan ukuran satu sudut siku-siku ( putar, 90°, atau radian .[9] Jika dua sudut komplekmen damping, sisi-sisinya yang tidak membentuk sudut siku-siku. Dalam geometri Euklides, dua sudut lancip pada segitiga siku-siku komplekmen, karena jumlah sudut dalam dari sebuah segitiga adalah 180 derajat, dan sudut siku-siku itu sendiri berjumlah 90 derajat.
- Kata sifat komplementer berasal dari bahasa Latin complementum, terkait dengan kata kerja complere, "untuk mengisi". Sudut lancip "diisi" oleh komplekmen untuk membentuk sudut siku-siku.
- Perbedaan antara sudut dan sudut siku-siku disebut "komplekmen" sudut.[10]
- Jika sudut A dan B komplekmen, hubungan berikut berlaku:
- Tangen suatu sudut sama dengan kotangen komplemen dan garis irisannya sama dengan kosekan komplemen.
- Prefiks "ko-" dalam nama beberapa rasio trigonometri mengacu pada kata "komplemen".
- Dua sudut dijumlahkan menjadi sudut lurus (putaran , 180°, atau radian ) disebut sudut suplemen.[11]
- Jika dua sudut bersuplemen adalah damping (yaitu memiliki simpul yang sama dan hanya memiliki satu sisi yang sama), sisi-sisinya yang tidak dibagi membentuk garis lurus. Sudut tersebut disebut sebagai sepasang sudut linear. Namun, sudut suplemen tidak harus berada pada garis yang sama, dan dapat dipisahkan dalam ruang. Misalnya, sudut damping dari jajaran genjang adalah suplemen, dan sudut berlawanan dari kuadrilateral siklik (yang semua simpulnya jatuh pada satu lingkaran) adalah suplemen.
- Jika suatu titik P berada di luar lingkaran dengan pusat O, dan jika garis singgung dari P menyentuh lingkaran di titik T dan Q, maka ∠TPQ dan ∠TOQ adalah suplemen.
- Sinus sudut suplemen adalah sama. Kosinus dan garis singgungnya (kecuali tidak terdefinisi) sama besarnya tetapi memiliki tanda berlawanan.
- Dalam geometri Euklides, setiap jumlah dua sudut dalam segitiga adalah suplemen ketiga, karena jumlah sudut internal segitiga adalah sudut lurus.
- Dua sudut berjumlah satu sudut penuh (putaran 1, 360°, atau radian 2) disebut sudut komplementer atau sudut konjugasi.
- Perbedaan antara sudut dan sudut lengkap disebut "eksplemen" sudut atau "damping" sudut.
Sudut poligon terkait
- Sudut yang merupakan bagian dari poligon sederhana disebut sudut interior jika terletak di bagian dalam poligon sederhana tersebut. Poligon cekung sederhana memiliki setidaknya satu sudut dalam yang merupakan sudut refleks.
- Dalam geometri Euklides, ukuran sudut dalam dari segitiga dijumlahkan dengan radian, 180°, atau putaran ; ukuran sudut dalam dari cembung kuadrilateral sederhana berjumlah 2 radian, 360°, atau putaran 1. Secara umum, ukuran sudut dalam dari sebuah cembung sederhana poligon dengan sisi n berjumlah (n − 2) radian, atau (n − 2)180 derajat, (n − 2)2 sudut siku-siku, atau putaran (n − 2).
- Suplemen sudut dalam disebut sudut luar, yaitu sudut dalam dan sudut luar membentuk pasangan sudut linear. Ada dua sudut luar pada setiap titik poligon, masing-masing ditentukan dengan panjang salah satu dari dua sisi poligon yang bertemu di titik sudut; kedua sudut ini vertikal dan karenanya sama besar. Sudut luar mengukur jumlah rotasi yang dilakukan pada sebuah titik untuk menelusuri poligon. Jika sudut dalam yang bersesuaian adalah sudut refleks, sudut luar harus dianggap negatif. Bahkan dalam poligon tidak sederhana dimungkinkan untuk menentukan sudut luar, tetapi apabila memilih orientasi dari bidang (atau permukaan) untuk menentukan tanda sudut luar mengukur.
- Dalam geometri Euklides, jumlah sudut luar poligon cembung sederhana, jika hanya satu dari dua sudut luar diasumsikan pada setiap simpul, akan menjadi satu putaran penuh (360°). Sudut luar disebut juga "sudut luar tambahan". Sudut luar biasanya digunakan dalam program Penyu Logo saat menggambar poligon biasa.
- Dalam segitiga, bagi-dua dari dua sudut luar dan garis-bagi dari sudut interior lainnya adalah setumpu (bertemu di satu titik).[12]
- Dalam sebuah segitiga, tiga titik potong, masing-masing dari garis bagi sudut luar dengan sisi diperluas yang berlawanan, adalah kolinear.[13]
- Dalam sebuah segitiga, tiga titik irisan, dua di antaranya antara garis-bagi sudut interior dan sisi damping, dan yang ketiga antara garis-bagi sudut luar lainnya dan sisi samping diperpanjang, adalah segaris.[14]
- Beberapa penulis menggunakan nama sudut luar dari poligon sederhana yang berarti sudut luar kelengkapan (bukan suplemen!) dari sudut dalam.[15] Ini bertentangan dengan penggunaan di atas.
Sudut bidang terkait
- Sudut antara dua bidang (seperti dua wajah damping dari polihedron) disebut sudut dihedral.[16] Ini didefinisikan sebagai sudut lancip antara dua garis normal terhadap bidang.
- Sudut antara bidang dan garis lurus yang berpotongan sama dengan sembilan puluh derajat dikurangi sudut antara garis irisan dan garis melalui titik damping dan damping normal terhadap bidang.
Ukuran sudut
Besar kecilnya suatu sudut geometri biasanya dicirikan oleh besarnya putaran terkecil yang memetakan salah satu sinar ke sinar lainnya. Sudut memiliki ukuran yang sama dikatakan sama atau kongruen atau sama dalam ukuran.
Dalam beberapa konteks, mengidentifikasi titik pada lingkaran atau menggambarkan orientasi objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan tepat dari putaran penuh secara efektif. Dalam konteks lain, mengidentifikasi titik pada kurva spiral atau menggambarkan rotasi kumulatif objek dalam dua dimensi relatif terhadap orientasi referensi, sudut yang berbeda dengan kelipatan bukan nol dari satu putaran penuh non-ekuivalen.
Untuk mengukur sudut θ, sebuah busur lingkaran pusat di titik sudut yang digambar dengan sepasang jangka. Perbandingan panjang s busur dengan jari-jari r lingkaran adalah banyaknya radian pada sudut tersebut. Secara konvensional, dalam matematika dan SI, radian diperlakukan sama dengan nilai tanpa dimensi 1.
Sudut yang dinyatakan dengan satuan sudut lain kemudian dapat diperoleh dengan mengalikan sudut dengan konstanta konversi sesuai dari bentuk , di mana k adalah ukuran putaran penuh yang dinyatakan dalam satuan yang dipilih (misalnya, untuk derajat atau 400 grad untuk gradian):
Nilai didefinisikan tidak tergantung pada ukuran lingkaran: jika panjang jari-jari diubah maka panjang busur berubah dalam proporsi yang sama, sehingga rasio s/r tidak berubah.
Postulat penjumlahan sudut
Postulat penambahan sudut menyatakan bahwa jika B berada dalam sudut AOC, maka
Ukuran sudut AOC adalah jumlah ukuran sudut AOB dan ukuran sudut BOC.
Satuan
Satuan yang digunakan untuk mewakili sudut tercantum di bawah ini dalam urutan besarnya menurun. Dari satuan ini, derajat dan radian adalah yang paling umum digunakan. Sudut dinyatakan dalam radian bukan dimensi untuk analisis dimensi.
Sebagian besar satuan pengukuran sudut didefinisikan sedemikian rupa sehingga satu putaran (yaitu satu lingkaran penuh) sama dengan satuan n, untuk beberapa bilangan bulat n. Dua pengecualian adalah radian (dan subkelipatan desimalnya) dan bagian diameter.
- Putaran (n = 1)
- Putaran, juga siklus, lingkaran penuh, revolusi, dan rotasi, adalah gerakan atau ukuran lingkar komplekmen (seperti kembali ke titik yang sama) dengan lingkaran atau elips. Simbol yang digunakan dan belokan adalah cyc, rev, atau rot, tergantung pada aplikasinya.
- Kuadran (n = 4)
- Kuadran adalah yang memiliki putaran, yaitu sudut kanan. Ini adalah satuan yang digunakan di Elemen Euclid. 1 kuad = 90° = rad = putaran = 100 grad. Dalam bahasa Jerman simbol ∟ telah digunakan untuk menunjukkan sebuah kuadran.
- Sekstan (n = 6)
- sekstan (sudut segitiga sama sisi) yang memiliki putaran. Ini adalah satuan yang digunakan oleh Babilonia,[17][18] dan mudah dibuat dengan penggaris dan jangka. Derajat, menit busur dan detik busur adalah subunit seksagesimal dari unit Babilonia. 1 Satuan Babilonia = 60° = /3 rad ≈ 1.047197551 rad.
- Radian (n = 2 = 6.283...)
- Radian adalah sudut yang dibentuk oleh busur lingkaran panjangnya sama dengan jari-jari lingkaran. Simbol untuk radian adalah rad. Satu putaran adalah 2 radian, dan satu radian adalah , atau sekitar 57,2958 derajat. Dalam teks matematika, sudut sebagai tanpa dimensi dengan radian sama dengan satu, sehingga satuan rad dihilangkan. Radian digunakan di hampir semua pekerjaan matematika di luar geometri praktis sederhana, misalnya untuk sifat dan "alami" yang ditampilkan fungsi trigonometri ketika argumennya dalam radian. Radian adalah satuan (turunan) dari pengukuran sudut dalam SI, yang juga merupakan sudut sebagai tanpa dimensi.
- Sudut jam (n = 24)
- Sudut jam astronomis yang memiliki putaran. Karena sistem ini dapat mengukur objek berputar sekali sehari (seperti posisi relatif bintang), subsatuan seksagesimal disebut menit waktu dan detik waktu. Ini berbeda dari, dan 15 kali lebih besar dari, menit dan detik busur. 1 jam = 15° = rad = kuad = putaran = grad.
- (Kompas) titik atau angin (n = 32)
- Titik, yang digunakan dalam navigasi, adalah putaran. 1 titik = sudut siku-siku = 11,25° = 12,5 grad. Setiap titik dibagi menjadi empat seperempat titik sehingga 1 putaran sama dengan 128 seperempat titik.
- Heksakontade (n = 60)
- Heksakontade adalah satuan Eratosthenes yang digunakan dan sama dengan 6°, sehingga satu putaran dibagi menjadi 60 heksakontade.
- Derajat biner (n = 256)
- Derajat biner, juga dikenal sebagai radian biner (atau brad), adalah dari satu putaran.[19] Derajat biner digunakan dalam komputasi sehingga sudut direpresentasikan secara efisien dalam satu bit (walaupun dengan presisi hingga). Ukuran sudut lain yang digunakan dalam komputasi didasarkan pada pembagian satu putaran menjadi 2n bagian yang sama untuk nilai n lainnya.[20]
- Derajat (n = 360)
- "Derajat", dilambangkan dengan lingkaran superskrip kecil (°), adalah 1/360 putaran, jadi satu "putaran" adalah 360°. Kasus derajat untuk rumus yang diberikan sebelumnya, derajat dari n = 360° unit diperoleh dengan menyetel k = . Satu keuntungan dari subunit seksagesimal lama ini adalah bahwa banyak sudut yang umum dalam geometri sederhana diukur sebagai bilangan bulat derajat. Pecahan derajat dapat ditulis melalui notasi desimal normal (misalnya 3,5° untuk tiga setengah derajat), tetapi subunit seksagesimal "menit" dan "detik" dari sistem "derajat-menit-detik" juga digunakan, khususnya untuk koordinat geografis dan dalam astronomi dan balistik.
- Bagian diameter (n = 376.99...)
- Bagian diameter (terkadang digunakan dalam matematika Islam) memiliki radian. Satu "bagian diameter" kira-kira 0,95493°. Ada sekitar 376.991 bagian diameter per putaran.
- Grad (n = 400)
- grad, juga disebut grade, gradian, atau gon, memiliki putaran, jadi sudut siku-siku adalah 100 derajat.[21] Ini adalah subsatuan desimal dari kuadran. Sebuah kilometer secara historis didefinisikan sebagai subtending sebuah senti-grad busur sepanjang lingkaran besar di Bumi. Jadi, kilometer adalah analog desimal dari mil laut seksagesimal. Lulusan sebagian besar digunakan di triangulasi dan survei kontinental.
- Miliradian
- Miliradian (mrad, terkadang mil) didefinisikan sebagai seperseribu radian, yang berarti bahwa satu putaran putaran terdiri dari 2000 mrad (atau sekitar 6283,185... mrad), dan hampir semua bidikan lingkup untuk senjata api dikalibrasi dengan definisi ini. Juga, ada tiga definisi turunan lainnya digunakan untuk artileri dan navigasi yang "kira-kira" sama dengan satu miliradian. Di bawah tiga definisi lain ini, satu putaran menghasilkan tepat 6000, 6300, atau 6400 mrad, yang sama dengan rentang dari 0,05625 hingga 0,06 derajat (3,375 hingga 3,6 menit). Sebagai perbandingan, miliradian sebenarnya adalah 0,05729578... derajat (3,43775... menit). Satu "Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara mil" didefinisikan sebagai putaran. Sama seperti milliradian yang sebenarnya, masing-masing definisi lainnya mengeksploitasi sifat subtensi yang berguna dari mil, yaitu bahwa nilai satu miliradian kira-kira sama dengan sudut yang dibentuk oleh lebar 1 meter jika dilihat dari jarak 1 km ( = 0.0009817... ≈ ).
- Menit busur (n = 21.600)
- menit busur (atau menit busur, atau hanya menit) adalah derajat = putaran. Ini dilambangkan dengan satu bilangan prima ( ′ ). Misalnya, 3° 30′ sama dengan 3 × 60 + 30 = 210 menit atau 3 + = 3,5 derajat. Format campuran dengan pecahan desimal juga terkadang digunakan, misalnya 3° 5.72′ = 3 + derajat. Sebuah mil laut secara historis didefinisikan sebagai menit busur di sepanjang lingkaran besar Bumi.
- Menit dan detik busur (n = 1,296.000)
- detik busur (atau detik busur, atau hanya kedua) adalah dari menit busur dan derajat. Ini dilambangkan dengan prima ganda ( ″ ). Misalnya, 3° 7′ 30″ sama dengan 3 + + derajat, atau 3,125 derajat.
- Miliardetik (n = 1,296.000.000)
- mas
- Mikro detik busur (n = 1,296.000.000.000)
- µas
Sudut positif dan negatif
Meskipun definisi pengukuran sudut tidak mendukung konsep sudut negatif, sering kali berguna untuk menerapkan konvensi yang memungkinkan nilai sudut positif dan negatif untuk mewakili orientasi dan/atau rotasi dalam arah berlawanan relatif terhadap beberapa referensi.
Dalam sistem koordinat Kartesius dua dimensi, sudut biasanya ditentukan oleh kedua sisinya, dengan titik puncaknya di titik asal. Sisi awal berada di sumbu-x positif, sedangkan sisi lain atau sisi terminal ditentukan oleh ukuran dari sisi awal dalam radian, derajat, atau putaran. Dengan sudut positif mewakili rotasi ke arah sumbu-y positif dan sudut negatif mewakili rotasi ke arah sumbu-y negatif. Ketika koordinat Kartesian diwakili oleh posisi standar, ditentukan oleh sumbu-x ke kanan dan sumbu-y ke atas, rotasi positif adalah anti-arah jarum jam dan rotasi negatif adalah arah jarum jam.
Dalam banyak konteks, sudut-θ secara efektif setara dengan sudut "satu putaran penuh θ minus". Misalnya, orientasi yang direpresentasikan sebagai −45° secara efektif dengan orientasi yang direpresentasikan sebagai 360° −45° atau 315°. Meskipun posisi akhirnya sama, rotasi fisik (gerakan) −45° tidak sama dengan rotasi 315°, misalnya rotasi dimegang sapu diletakkan di lantai berdebu akan meninggalkan jejak yang berbeda secara visual dari daerah yang disapu di lantai.
Dalam geometri tiga dimensi, "arah jarum jam" dan "anti-arah jarum jam" tidak memiliki arti mutlak, jadi arah sudut positif dan negatif harus ditentukan relatif terhadap beberapa referensi, yang biasanya adalah vektor melewati titik sudut dan tegak lurus pada bidang di mana sinar sudut berada.
Dalam navigasi, bantalan atau azimut diukur relatif pada bagian utara. Dengan konvensi, dilihat dari atas, sudut bantalan searah jarum jam positif, sehingga bantalan 45° sesuai dengan orientasi timur laut. Bantalan negatif tidak digunakan dalam navigasi, jadi orientasi barat laut sesuai dengan bantalan 315°.
Cara alternatif untuk mengukur ukuran sudut
Ada beberapa alternatif untuk mengukur besar sudut dengan sudut putar. Kelerengan atau gradien sama dengan singgung dari sudut, atau terkadang (jarang) sinus; gradien sering dinyatakan sebagai persentase. Untuk nilai yang sangat kecil (kurang dari 5%), derajat kelerengan kira-kira sama dengan ukuran sudut dalam radian.
Dalam geometri rasional sebaran antara dua garis didefinisikan sebagai kuadrat sinus sudut antara garis. Karena sinus suatu sudut dan sinus sudut tambahannya sama, setiap sudut rotasi memetakan salah satu garis ke garis lainnya mengarah ke nilai yang sama untuk penyebaran antar garis.
Perkiraan astronomi
Para astronom mengukur pemisah sudut objek dalam derajat dari titik pengamatan mereka.
- 0,5° kira-kira lebar matahari atau bulan.
- 1° kira-kira selebar jari kelingking sepanjang lengan.
- 10° kira-kira selebar kepalan tangan tertutup sepanjang lengan.
- 20° kira-kira lebar rentang tangan di lengan.
Pengukuran ini jelas bergantung pada subjek individu, dan hal diatas sebagai perkiraan kaidah praktis.
Sudut di antara kurva
Sudut antara garis dan kurva (sudut campuran) atau antara dua irisan kurva (sudut lengkung) didefinisikan sebagai sudut antara tangen pada irisan titik. Berbagai nama (sekarang jarang, jika pernah, digunakan) telah diberikan untuk kasus-kasus tertentu:—amphicyrtic (Yn. , di kedua sisi, κυρτός, cembung) atau cissoidal (Yn. κισσός, ivy), cembung ganda; xystroidal atau sistroidal (Yn. ξυστρίς, alat untuk menggores), cekung-cembung; amphicoelic (Yn. κοίλη, berongga) atau angulus lunularis, bikonkaf.[22]
Membagi dua dan membagi tiga sudut
Matetikawan Yunani kuno mengetahui bagaimana cara membagi dua sudut (membaginya menjadi dua sudut yang sama besar) hanya dengan menggunakan jangka dan penggaris, namun hanya bisa membagi tiga sudut tertentu. Pada tahun 1837 Pierre Wantzel menunjukkan bahwa untuk sebagian besar sudut, konstruksi ini tidak dapat dilakukan.
Perkalian bintik dan generalisasi
Dalam ruang Euklides, sudut θ antara dua vektor Euklides u dan v terkait dengan perkalian bintik dan panjang dengan rumus
Rumus ini menyediakan metode yang mudah untuk menemukan sudut di antara dua bidang (atau permukaan lengkung) dari vektor normal dan antara garis miring dari persamaan vektor.
Perkalian dalam
Untuk menentukan sudut dalam riil abstrak ruang perkalian dalam, mengganti hasil kali titik Euklides ( · ) dengan perkalian dalam , i.e.
Dalam kompleks ruang perkalian dalam, ekspresi untuk kosinus di atas dapat memberikan nilai non-riil, sehingga diganti dengan
atau, menggunakan nilai absolut, dengan
Definisi terakhir arah vektor dan dengan demikian menggambarkan sudut antara subruang satu dimensi dan tentangan oleh vektor dan secara bersamaan.
Sudut antar subruang
Definisi sudut antara subruang satu dimensi dan diberikan oleh
dalam ruang Hilbert apabila diperluas ke subruang dari dimensi hingga. Diberikan dua subruang , dengan , ini mengarah pada definisi sudut yang disebut kanonik atau sudut utama di antara subruang.
Sudut dalam geometri Riemannian
Dalam geometri Riemann, tensor metrik digunakan untuk menentukan sudut di antara dua tangen. Dimana U dan V adalah vektor tangen dan gij adalah komponen dari tensor metrik G,
Sudut hiperbolik
Sudut hiperbolik adalah argumen dari fungsi hiperbolik sama seperti sudut lingkaran adalah argumen dari fungsi utama. Perbandingan apabila divisualisasikan sebagai ukuran bukaan sektor hiperbolik dan sebuah sektor lingkar karena luas dari sektor-sektor ini sesuai dengan besaran sudut dalam setiap kasus. Berbeda dengan sudut lingkar, sudut hiperbolik tak hingga. Ketika fungsi sirkular dan hiperbolik dipandang sebagai deret tak hingga dalam argumen sudutnya, melingkar hanyalah bentuk deret selang-seling dari fungsi hiperbolik. Tenunan dua jenis sudut dan fungsi ini dijelaskan oleh Leonhard Euler dalam Pengantar Analisis Tak Hingga.
Sudut dalam geografi dan astronomi
Dalam geografi, lokasi titik di mana Bumi diidentifikasi menggunakan sistem koordinat geografis. Sistem ini menentukan lintang dan garis bujur dari setiap lokasi dalam hal sudut yang dibentuk di pusat Bumi, menggunakan ekuator dan (biasanya) meridian Greenwich sebagai referensi.
Dalam astronomi, suatu titik tertentu pada bola langit (yaitu, posisi yang tampak dari suatu objek astronomi) diidentifikasi menggunakan salah satu dari beberapa sistem koordinat astronomi, di mana referensi bervariasi sesuai dengan sistem tertentu. Para astronom mengukur pemisah sudut dari dua bintang dengan membayangkan dua garis melalui pusat Bumi, masing-masing irisan dengan salah satu bintang. Sudut di antara garis-garis tersebut dapat diukur dan merupakan jarak pisah antara dua bintang.
Dalam geografi dan astronomi, arah penampakan dapat ditentukan dalam hal sudut vertikal seperti ketinggian /elevasi dengan horizon serta azimut berhubungan dengan utara.
Para astronom juga mengukur ukuran semu objek sebagai diameter sudut. Misalnya, bulan purnama memiliki diameter sudut sekitar 0,5°, jika dilihat dari Bumi. Biasanya seseorang mengatakannya sebagai, "Diameter Bulan dalam bentuk sudut setengah derajat". Rumus sudut-kecil digunakan untuk mengubah pengukuran sudut tersebut menjadi rasio jarak/ukuran.
Lihat pula
- Alat ukur sudut
- Rata-rata sudut
- Sudut bagi
- Kecepatan sudut
- Argumen (analisis kompleks)
- Aspek astrologi
- Sudut tengah
- Masalah sudut jam
- Sudut dihedral
- Teorema sudut luar
- Sudut emas
- Jarak lingkaran besar
- Sudut dalam dan luar
- Sudut irasional
- Fase (gelombang)
- Busur derajat
- Sudut ruang
- Sudut bulat
- Sudut transenden
- Pembagian tiga sama besar
- Sudut Zenith
Catatan
Bibliografi
- .
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ ;
- ↑ Compendium of Mathematical Symbols. Math Vault. 2020-03-01.
- ↑ Angles – Acute, Obtuse, Straight and Right. www.mathsisfun.com.
- ↑ Eric W. Weisstein. Angle. mathworld.wolfram.com.
- ↑ Mathwords: Reference Angle. www.mathwords.com.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Euclid. The Elements. Proposisi I: 13.
- ↑ Complementary Angles. www.mathsisfun.com.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Supplementary Angles. www.mathsisfun.com.
- ↑ Johnson, Roger A. Advanced Euclidean Geometry, Dover Publications, 2007.
- ↑ Johnson, Roger A. Advanced Euclidean Geometry, Dover Publications, 2007.
- ↑ Johnson, Roger A. Advanced Euclidean Geometry, Dover Publications, 2007.
- ↑ CRC Standard Mathematical Tables and Formulae. CRC Press. 1995. hlm. 270. seperti dikutip dalam
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ The Growth of Physical Science. CUP Archive. 1947. hlm. 7.
- ↑ Analytic Geometry. 1946. hlm. 2.
- ↑ ooPIC Programmer's Guide - Chapter 15: URCP. ooPIC Manual & Technical Specifications - ooPIC Compiler Ver 6.0. Savage Innovations, LLC. 2007.
- ↑ Angles, integers, and modulo arithmetic. blogs.msdn.com.
- ↑ Compendium of Mathematical Symbols. Math Vault. 2020-03-01.
- ↑ ;
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29215895 (2026-05-11T15:05:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.