Lompat ke isi

Claude Shannon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29487998; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Claude Elwood Shannon''' (30 April 1916 – 24 Februari 2001) adalah seorang [[matematikawan]], [[Teknik listrik|insinyur kelistrikan]], ilmuwan komputer, dan  [[Kriptografi|kriptografer]] asal Amerika yang merumuskan dasar [[teori informasi]], dengan demikian dianggap secara luas sebagai yang memulai [[Zaman Informasi]]. Shannon adalah peneliti pertama yang menjelaskan penggunaan [[aljabar Boole]]an dalam sirkuit [[Elektronika digital|elektronik digital]] dan membantu merumuskan fondasi kajian [[kecerdasan buatan]] (AI). Shannon memperoleh ragam pengakuan dari para peneliti dan pakar, seperti oleh Rodney Brooks, pakar robotik yang menyatakan bahwa Shannon merupakan insinyur abad ke 20 yang paling berkontribusi mengembangkan teknologi abad ke 21. Matematikawan Solomon W. Golomb menggambarkan pencapaian intelektual Shannon sebagai "salah satu yang terbesar di abad ke 20"
[[File:C.E._Shannon._Tekniska_museet_43069_(cropped).jpg|thumb|right|280px|C.E. Shannon. Tekniska museet 43069 (cropped)]]


Shannon lulus dari [[Universitas Michigan]] pada tahun 1936 dengan [[Gelar sarjana ganda|gelar ganda]]: Sarjana Sains di bidang teknik elektro dan bidang matematika. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang [[magister]] di [[Institut Teknologi Massachusetts|MIT]] dalam bidang teknik elektro dalam usia 21 tahun. Tesisnya yang ditulis tahun 1937 dengan judul ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits'', menunjukkan bahwa aplikasi [[aljabar Boole]]an dalam [[rangkaian listrik]] dapat merepresentasikan ragam hubungan numerik logis, dengan demikian meletakkan fondasi teoritik untuk bidang [[Komputer|komputasi digital]] dan [[elektronika digital]]. Tesis tersebut dipuji oleh para peneliti sebagai tesis terpenting sepanjang masa, menyebutnya sebagai "sertifikat kelahiran revolusi digital." Tesis tersebut juga merupakan permulaan karier Shannon dalam bidang teori informasi, yang ia geluti seumur hidup dan membawanya untuk meraih [[Penghargaan Kyoto]] pada tahun 1985. Ia meraih PhD dalam bidang matematika dari MIT pada tahun 1940; disertasinya dalam topik [[genetika]] mengandung hasil penting, meskipun awalnya tidak dipublikasikan.
'''Claude Elwood Shannon''' (30 April 1916 – 24 Februari 2001) adalah seorang [[matematikawan]], [[Teknik listrik|insinyur kelistrikan]], ilmuwan komputer, dan [[Kriptografi|kriptografer]] asal Amerika yang merumuskan dasar [[teori informasi]], dengan demikian dianggap secara luas sebagai yang memulai [[Zaman Informasi]].<ref>Wirt Atmar. ''A Profoundly Repeated Pattern''. ''Bulletin of the Ecological Society of America''. 2001. Vol. 82 (3). hlm. 208–211.</ref><ref>David Tse. [https://www.quantamagazine.org/how-claude-shannons-information-theory-invented-the-future-20201222/ How Claude Shannon Invented the Future]. ''Quanta Magazine''. 2020-12-22.</ref><ref>Siobhan Roberts. [https://www.newyorker.com/tech/annals-of-technology/claude-shannon-the-father-of-the-information-age-turns-1100100 The Forgotten Father of the Information Age]. ''The New Yorker''. 2016-04-30.</ref> Shannon adalah peneliti pertama yang menjelaskan penggunaan [[aljabar Boole]]an dalam sirkuit [[Elektronika digital|elektronik digital]] dan membantu merumuskan fondasi kajian [[kecerdasan buatan]] (AI).<ref>Robert Slater. [https://books.google.com/books?id=aWTtMyYmKhUC&pg=PA37 Portraits in Silicon]. MIT Press. 1989. hlm. 37–38. ISBN 978-0-262-69131-4.</ref><ref>Ioan James. [https://royalsocietypublishing.org/doi/10.1098/rsbm.2009.0015 Claude Elwood Shannon 30 April 1916 — 24 February 2001]. ''Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society''. 2009-12. Vol. 55. hlm. 257–265. doi:10.1098/rsbm.2009.0015.</ref><ref>John Horgan. [https://spectrum.ieee.org/claude-shannon-tinkerer-prankster-and-father-of-information-theory Claude Shannon: Tinkerer, Prankster, and Father of Information Theory - IEEE Spectrum]. ''IEEE Spectrum''. 2016-04-27.</ref> Shannon memperoleh ragam pengakuan dari para peneliti dan pakar, seperti oleh Rodney Brooks, pakar robotik yang menyatakan bahwa Shannon merupakan insinyur abad ke 20 yang paling berkontribusi mengembangkan teknologi abad ke 21.<ref>Rodney Brooks. [https://spectrum.ieee.org/claude-shannon-information-theory How Claude Shannon Helped Kick-start Machine Learning - IEEE Spectrum]. ''IEEE Spectrum''. 2022-01-25.</ref> Matematikawan Solomon W. Golomb menggambarkan pencapaian intelektual Shannon sebagai "salah satu yang terbesar di abad ke 20"<ref>Solomon W. Golomb. [https://www.ams.org/notices/200201/fea-shannon.pdf Claude Elwood Shannon (1916–2001)]. ''Notices of the American Mathematical Society''. 2002-01. Vol. 49 (1).</ref>


Shannon berkontribusi pada bidang [[Analisis kriptografi|kriptoanalisis]] untuk pertahanan nasional Amerika Serikat selama [[Perang Dunia II]], termasuk dalam kontribusi tersebut adalah karya fundamentalnya tentang pemecahan kode dan [[telekomunikasi]] aman, menulis suatu makalah yang di kemudian hari dianggap sebagai salah satu bagian dasar kriptografi modern. Karya Shannon menjadi dasar pengembangan kriptografi kunci simetris, termasuk [[Standar Enkripsi Data|Data Encryption Standard]] (DES), dan [[Standar Enkripsi Lanjutan|Advanced Encryption Standard]] (AES) yang dikembangkan oleh Horst Feistel. Karena prestasi-prestasi ini, Shannon disebut banyak pihak sebagai "bapak pendiri kriptografi modern".
Shannon lulus dari [[Universitas Michigan]] pada tahun 1936 dengan [[Gelar sarjana ganda|gelar ganda]]: Sarjana Sains di bidang teknik elektro dan bidang matematika. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang [[magister]] di [[Institut Teknologi Massachusetts|MIT]] dalam bidang teknik elektro dalam usia 21 tahun. Tesisnya yang ditulis tahun 1937 dengan judul ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits'', menunjukkan bahwa aplikasi [[aljabar Boole]]an dalam [[rangkaian listrik]] dapat merepresentasikan ragam hubungan numerik logis,<ref>William Poundstone. [https://archive.org/details/fortunesformulau00poun Fortune's formula: the untold story of the scientific betting system that beat the casinos and wall street]. Hill and Wang. 2006. ISBN 978-0-8090-4599-0.</ref> dengan demikian meletakkan fondasi teoritik untuk bidang [[Komputer|komputasi digital]] dan [[elektronika digital]].<ref>Rony Chow. [https://www.historyofdatascience.com/claude-shannon/ Claude Shannon: The Father of Information Theory]. ''History of Data Science''. June 5, 2021.</ref> Tesis tersebut dipuji oleh para peneliti sebagai tesis terpenting sepanjang masa,<ref>David Tse. [https://www.quantamagazine.org/how-claude-shannons-information-theory-invented-the-future-20201222/ How Claude Shannon Invented the Future]. ''Quanta Magazine''. 2020-12-22.</ref> menyebutnya sebagai "sertifikat kelahiran revolusi digital."<ref>Alain Vignes. [https://books.google.com/books?id=HrgMEQAAQBAJ&pg=PR15 Silicon, From Sand to Chips, 1: Microelectronic Components]. ISTE / John Wiley and Sons. 2023. hlm. xv. ISBN 978-1-78630-921-1.</ref> Tesis tersebut juga merupakan permulaan karier Shannon dalam bidang teori informasi, yang ia geluti seumur hidup dan membawanya untuk meraih [[Penghargaan Kyoto]] pada tahun 1985.<ref>Olivier Rioul. ''This is IT: A Primer on Shannon's Entropy and Information''. ''Information Theory: Poincaré Seminar 2018''. Springer. 2021. Vol. 78. hlm. 49–86. doi:10.1007/978-3-030-81480-9_2. ISBN 978-3-030-81480-9.</ref> Ia meraih PhD dalam bidang matematika dari MIT pada tahun 1940;<ref>[https://www.itsoc.org/about/shannon Claude E. Shannon]. ''IEEE Information Theory Society''.</ref> disertasinya dalam topik [[genetika]] mengandung hasil penting, meskipun awalnya tidak dipublikasikan.<ref>Robert G. Gallager. [https://mast.queensu.ca/~math474/gallager-on-shannon-it2001.pdf Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact]. ''IEEE Transactions on Information Theory''. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253.</ref>


Makalahnya tahun 1948 yang berjudul "''[[A Mathematical Theory of Communication]]''" menjadi landasan teori informasi, dan disebut sebagai "cetak biru untuk era digital" oleh insinyur listrik Robert G. Gallager dan "''[[Magna Carta]] of the Information Age''" oleh ''[[Scientific American]]''. Golomb membandingkan pengaruh Shannon pada era digital dengan pengaruh "penemu alfabet terhadap sastra". Kemajuan di berbagai disiplin ilmu telah menggunakan teori Informasi Shannon—mulai dari penemuan [[cakram padat]], pengembangan [[Internet]], komersialisasi telepon seluler, dan pemahaman tentang [[lubang hitam]]. Ia juga memperkenalkan istilah "[[Bit (satuan)|bit]]", dan merupakan salah satu penemu [[modulasi kode pulsa]] dan [[komputer pampang-raga]] (''wearable computer'') pertama.
Shannon berkontribusi pada bidang [[Analisis kriptografi|kriptoanalisis]] untuk pertahanan nasional Amerika Serikat selama [[Perang Dunia II]], termasuk dalam kontribusi tersebut adalah karya fundamentalnya tentang pemecahan kode dan [[telekomunikasi]] aman, menulis suatu makalah yang di kemudian hari dianggap sebagai salah satu bagian dasar kriptografi modern.<ref>Timothy J. Shimeall. [https://books.google.com/books?id=eZBqAAAAQBAJ&pg=PA167 Introduction to Information Security: A Strategic-Based Approach]. Syngress. 2013. hlm. 167. ISBN 978-1597499699.</ref><ref>Çetin Kaya Koç. [https://cetinkayakoc.net/docs/r14.pdf Development of Cryptography since Shannon]. ''Handbook of Formal Analysis and Verification in Cryptography''. 2023. hlm. 1–56. doi:10.1201/9781003090052-1. ISBN 978-1-003-09005-2.</ref> Karya Shannon menjadi dasar pengembangan kriptografi kunci simetris, termasuk [[Standar Enkripsi Data|Data Encryption Standard]] (DES), dan [[Standar Enkripsi Lanjutan|Advanced Encryption Standard]] (AES) yang dikembangkan oleh Horst Feistel.<ref>Çetin Kaya Koç. [https://cetinkayakoc.net/docs/r14.pdf Development of Cryptography since Shannon]. ''Handbook of Formal Analysis and Verification in Cryptography''. 2023. hlm. 1–56. doi:10.1201/9781003090052-1. ISBN 978-1-003-09005-2.</ref> Karena prestasi-prestasi ini, Shannon disebut banyak pihak sebagai "bapak pendiri kriptografi modern".<ref>Aiden A. Bruen. [https://books.google.com/books?id=fd2LtVgFzoMC&pg=PA3 Cryptography, Information Theory, and Error-Correction: A Handbook for the 21st Century]. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 3. ISBN 978-0-471-65317-2.</ref>


Shannon memberikan banyak kontribusi pada bidang kecerdasan buatan, termasuk menjadi salah satu penyelenggara lokakarya Dartmouth tahun 1956 yang dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah disiplin tersebut. Shannon juga merupakan penulis dari beberapa makalah tentang pemrograman komputer catur. Ia juga merancang Mesin Theseus, suatu perangkat listrik pertama yang belajar dengan cara ''trial and error'', menjadi salah satu contoh pertama perangkat kecerdasan buatan.
Makalahnya tahun 1948 yang berjudul "''[[A Mathematical Theory of Communication]]''" menjadi landasan teori informasi,<ref>David Tse. [https://www.quantamagazine.org/how-claude-shannons-information-theory-invented-the-future-20201222/ How Claude Shannon Invented the Future]. ''Quanta Magazine''. 2020-12-22.</ref><ref>[https://www.itsoc.org/about/shannon Claude E. Shannon]. ''IEEE Information Theory Society''. [https://www.itsoc.org/about/shannon "Claude E. Shannon"]. ''IEEE Information Theory Society'' . Retrieved October 31, 2023 .</ref> dan disebut sebagai "cetak biru untuk era digital" oleh insinyur listrik Robert G. Gallager<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan "''[[Magna Carta]] of the Information Age''" oleh ''[[Scientific American]]''.<ref>Jimmy Soni and Rob Goodman. [https://www.thedailybeast.com/claude-shannon-the-juggling-poet-who-gave-us-the-information-age Claude Shannon: The Juggling Poet Who Gave Us the Information Age]. ''The Daily Beast''. 2017-07-30.</ref><ref>Rob Goodman. [https://alumni.umich.edu/michigan-alum/genius-in-training/ Genius in Training]. ''Alumni Association of the University of Michigan''. 2018.</ref> Golomb membandingkan pengaruh Shannon pada era digital dengan pengaruh "penemu alfabet terhadap sastra".<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kemajuan di berbagai disiplin ilmu telah menggunakan teori Informasi Shannon—mulai dari penemuan [[cakram padat]], pengembangan [[Internet]], komersialisasi telepon seluler, dan pemahaman tentang [[lubang hitam]].<ref>Mark Chang. [https://books.google.com/books?id=vY7SBQAAQBAJ&pg=PA217 Principles of Scientific Methods]. CRC Press. 2014. hlm. 217. ISBN 978-1-4822-3809-9.</ref><ref>Alok Jha. [https://www.theguardian.com/science/2014/jun/22/shannon-information-theory Without Claude Shannon's information theory there would have been no internet]. ''The Guardian''. April 30, 2016.</ref> Ia juga memperkenalkan istilah "[[Bit (satuan)|bit]]",<ref>David Tse. [https://www.quantamagazine.org/how-claude-shannons-information-theory-invented-the-future-20201222/ How Claude Shannon Invented the Future]. ''Quanta Magazine''. 2020-12-22.</ref><ref>Jonathon Keats. [https://books.google.com/books?id=sBIOXJqqVEUC&pg=PA36 Virtual Words: Language from the Edge of Science and Technology]. Oxford University Press. November 11, 2010. hlm. 36. doi:10.1093/oso/9780195398540.001.0001. ISBN 978-0-19-539854-0.</ref> dan merupakan salah satu penemu [[modulasi kode pulsa]] dan [[komputer pampang-raga]] (''wearable computer'') pertama.


== Riwayat hidup dan karier ==
Shannon memberikan banyak kontribusi pada bidang kecerdasan buatan,<ref>Robert Slater. [https://books.google.com/books?id=aWTtMyYmKhUC&pg=PA37 Portraits in Silicon]. MIT Press. 1989. hlm. 37–38. ISBN 978-0-262-69131-4.</ref> termasuk menjadi salah satu penyelenggara lokakarya Dartmouth tahun 1956 yang dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah disiplin tersebut.<ref>John McCarthy. [https://ojs.aaai.org/aimagazine/index.php/aimagazine/article/view/1904 A Proposal for the Dartmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence, August 31, 1955]. ''AI Magazine''. 2006-12-15. Vol. 27 (4). hlm. 12–12. doi:10.1609/aimag.v27i4.1904.</ref><ref>Grace Solomonoff. [https://spectrum.ieee.org/dartmouth-ai-workshop The Meeting of the Minds That Launched AI - IEEE Spectrum]. ''IEEE Spectrum''. 2023-05-06.</ref> Shannon juga merupakan penulis dari beberapa makalah tentang pemrograman komputer catur.<ref>Michael J. Apter. ''The computer simulation of behaviour''. Routledge Taylor & Francis Group. 2018. ISBN 978-0-8153-8566-0.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=RWbqEAAAQBAJ&pg=PA31 Debugging Game History: A Critical Lexicon]. The MIT Press. June 3, 2016. hlm. 31–32. doi:10.7551/mitpress/10087.001.0001. ISBN 978-0-262-33194-4.</ref> Ia juga merancang Mesin Theseus, suatu perangkat listrik pertama yang belajar dengan cara ''trial and error'', menjadi salah satu contoh pertama perangkat kecerdasan buatan.<ref>Rodney Brooks. [https://spectrum.ieee.org/claude-shannon-information-theory How Claude Shannon Helped Kick-start Machine Learning - IEEE Spectrum]. ''IEEE Spectrum''. 2022-01-25.</ref><ref>Daniel Klein. [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ Mighty mouse]. ''MIT News''. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.</ref>
=== Masa kecil ===
Claude Shannon lahir di sebuah rumah sakit di dekat Petoskey, dan menghabiskan masa kecilnya bersama keluarganya di Gaylord, [[Michigan]]. Ayahnya, Claude Shannon Senior  (1862–1934), adalah seorang pengusaha dan sempat menjadi seorang hakim urusan waris di kota Gaylord. Ibunya adalah Mabel Wolf Shannon (1880–1945), seorang guru bahasa di sekolah Gaylord High School, dan kemudian menjabat sebagai kepala sekolah tersebut. Claude Sr. merupakan keturunan pemukim awal koloni New Jersey, sementara Mabel adalah anak imigran Jerman. Keluarga Shannon merupakan jemaat di Gereja Methodist, yang dihadiri oleh Claude selama masa mudanya.


Sebagian besar dari 16 tahun pertama kehidupan Shannon dihabiskan di Gaylord, tempat ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di sekolah negeri. Shannon lulus dari SMA Gaylord pada tahun 1932. Ia menunjukkan minat pada hal-hal mekanik dan kelistrikan. Shannon memperoleh nilai tinggi pada mata pelajaran sains dan matematika. Saat ia berada di rumah, ia bereksperimen dengan berbagai perangkat seperti model pesawat, model perahu yang dikendalikan radio, dan membuat sistem [[Telegrafi|telegraf]] kawat berduri ke rumah temannya yang berjarak satu kilometer dari rumahnya. Semasa kecil, ia juga bekerja sebagai kurir untuk perusahaan [[Western Union]] .


Pahlawan masa kecil Shannon adalah [[Thomas Edison]], sepupu jauhnya. Baik Shannon maupun Edison adalah keturunan dari John Ogden (1609–1682), seorang pemimpin kolonial dan leluhur banyak tokoh terkemuka.
Sebagian besar dari 16 tahun pertama kehidupan Shannon dihabiskan di Gaylord, tempat ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di sekolah negeri. Shannon lulus dari SMA Gaylord pada tahun 1932. Ia menunjukkan minat pada hal-hal mekanik dan kelistrikan. Shannon memperoleh nilai tinggi pada mata pelajaran sains dan matematika. Saat ia berada di rumah, ia bereksperimen dengan berbagai perangkat seperti model pesawat, model perahu yang dikendalikan radio, dan membuat sistem [[Telegrafi|telegraf]] kawat berduri ke rumah temannya yang berjarak satu kilometer dari rumahnya.<ref>[https://www.nytimes.com/2001/12/30/magazine/the-lives-they-lived-claude-shannon-b-1916-bit-player.html THE LIVES THEY LIVED: CLAUDE SHANNON, B. 1916; Bit Player (Published 2001)]. 2001-12-30.</ref> Semasa kecil, ia juga bekerja sebagai kurir untuk perusahaan [[Western Union]] .
 
Pahlawan masa kecil Shannon adalah [[Thomas Edison]], sepupu jauhnya. Baik Shannon maupun Edison adalah keturunan dari John Ogden (1609–1682), seorang pemimpin kolonial dan leluhur banyak tokoh terkemuka.<ref>Claude Elwood Shannon. [https://archive.org/details/claudeelwoodshan0000shan Collected papers]. IEEE Press. 1993. ISBN 978-0-7803-0434-5.</ref><ref>[http://web.mit.edu/newsoffice/2001/shannon.html MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications]. ''MIT News office''. February 27, 2001.</ref>


=== Meneliti sirkuit logika ===
=== Meneliti sirkuit logika ===
Pada tahun 1932, Shannon diterima menjadi mahasiswa di [[Universitas Michigan]], tempat ia  mempelajari karya [[George Boole]] dalam bidang logika. Ia lulus pada tahun 1936 dengan sarjana ganda: dalam bidang teknik elektro dan dan dalam bidang matematika.
Pada tahun 1932, Shannon diterima menjadi mahasiswa di [[Universitas Michigan]], tempat ia  mempelajari karya [[George Boole]] dalam bidang logika. Ia lulus pada tahun 1936 dengan sarjana ganda: dalam bidang teknik elektro dan dan dalam bidang matematika.


Pada tahun 1936, Shannon memulai studi pascasarjananya di [[Institut Teknologi Massachusetts|Massachusetts Institute of Technology]] (MIT) dalam bidang teknik elektro. Shanon meneliti penganalisis diferensial yang ditemukan oleh [[Vannevar Bush]]. Penganalisis tersebut merupakan bentuk [[komputer analog]] awal yang tersusun dari komponen elektromekanik. Dengan mesin tersebut, pengguna dapat memecahkan [[persamaan diferensial]]. Saat mempelajari rangkaian ''ad hoc'' yang rumit dari mesin tersebut, Shannon merancang teori sirkuit sakelar berdasarkan [[aljabar Boole]]. Pada tahun 1937, ia menulis tesis, ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits,'' dan menulis makalah turunan dari hasil yang dipaparkan tesis ini pada tahun 1938. Dalam tesisnya, Shannon mendeskripsikan rangkaian sirkuit sakelar dalam suatu diagram menggunakan operator [[aljabar Boole]]an . Kemudian ia membuktikan bahwa rangkaian pensakelarannya dapat digunakan untuk menyederhanakan susunan [[relai]] [[Elektromekanika|elektromekanis]] yang digunakan pada saat itu dalam [[Jaringan telepon tetap|sakelar perutean panggilan telepon]] . Selanjutnya, ia mengembangkan konsep ini, membuktikan bahwa rangkaian ini dapat memecahkan semua masalah yang dapat dipecahkan oleh aljabar Boolean. Dalam bab terakhir, ia menyajikan diagram beberapa rangkaian, termasuk penjumlah penuh 4-bit digital. Karyanya berbeda secara signifikan dari karya insinyur sebelumnya seperti Akira Nakashima, yang masih mengandalkan teori rangkaian yang ada saat itu dan mengambil pendekatan yang membumi. Ide-ide Shannon lebih abstrak dan bergantung pada matematika, sehingga membuka jalan baru dengan karyanya, dengan pendekatannya mendominasi teknik listrik modern.
Pada tahun 1936, Shannon memulai studi pascasarjananya di [[Institut Teknologi Massachusetts|Massachusetts Institute of Technology]] (MIT) dalam bidang teknik elektro. Shanon meneliti penganalisis diferensial yang ditemukan oleh [[Vannevar Bush]]. Penganalisis tersebut merupakan bentuk [[komputer analog]] awal yang tersusun dari komponen elektromekanik. Dengan mesin tersebut, pengguna dapat memecahkan [[persamaan diferensial]].<ref>Robert Price. [https://ethw.org/Oral-History:Claude_E._Shannon Claude E. Shannon, an oral history]. ''IEEE Global History Network''. IEEE. 1982.</ref> Saat mempelajari rangkaian ''ad hoc'' yang rumit dari mesin tersebut, Shannon merancang teori sirkuit sakelar berdasarkan [[aljabar Boole]]. Pada tahun 1937, ia menulis tesis, ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits,''<ref>C. E. Shannon. ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits''. ''Trans. AIEE''. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.</ref> dan menulis makalah turunan dari hasil yang dipaparkan tesis ini pada tahun 1938.<ref>C. E. Shannon. ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits''. ''Trans. AIEE''. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.</ref> Dalam tesisnya, Shannon mendeskripsikan rangkaian sirkuit sakelar dalam suatu diagram menggunakan operator [[aljabar Boole]]an . Kemudian ia membuktikan bahwa rangkaian pensakelarannya dapat digunakan untuk menyederhanakan susunan [[relai]] [[Elektromekanika|elektromekanis]] yang digunakan pada saat itu dalam [[Jaringan telepon tetap|sakelar perutean panggilan telepon]] . Selanjutnya, ia mengembangkan konsep ini, membuktikan bahwa rangkaian ini dapat memecahkan semua masalah yang dapat dipecahkan oleh aljabar Boolean. Dalam bab terakhir, ia menyajikan diagram beberapa rangkaian, termasuk penjumlah penuh 4-bit digital.<ref>C. E. Shannon. ''A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits''. ''Trans. AIEE''. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.</ref> Karyanya berbeda secara signifikan dari karya insinyur sebelumnya seperti Akira Nakashima, yang masih mengandalkan teori rangkaian yang ada saat itu dan mengambil pendekatan yang membumi.<ref>Toma Kawanishi. [https://www.jstage.jst.go.jp/article/historiascientiarum/29/1/29_136/_article Prehistory of Switching Theory in Japan: Akira Nakashima and His Relay-circuit Theory]. ''Historia Scientiarum''. 2019. Vol. 29 (1). hlm. 136–162. doi:10.34336/historiascientiarum.29.1_136.</ref> Ide-ide Shannon lebih abstrak dan bergantung pada matematika, sehingga membuka jalan baru dengan karyanya, dengan pendekatannya mendominasi teknik listrik modern.<ref>Toma Kawanishi. [https://www.jstage.jst.go.jp/article/historiascientiarum/29/1/29_136/_article Prehistory of Switching Theory in Japan: Akira Nakashima and His Relay-circuit Theory]. ''Historia Scientiarum''. 2019. Vol. 29 (1). hlm. 136–162. doi:10.34336/historiascientiarum.29.1_136.</ref>


Representasi rangkaian listrik menggunakan logika Boolean merupakan konsep menjadi landasan pengembangan [[Komputer|komputer digital elektronik]]. Karya Shannon menjadi fondasi desain sirkuit digital, yang kemudian dikenal luas di komunitas teknisi elektro selama dan setelah Perang Dunia II. Ketelitian teoretis karya Shannon menggantikan metode ''ad hoc'' yang sebelumnya berlaku. Pada tahun 1987, [[Howard Gardner]] memuji tesis Shannon sebagai "...tesis master terpenting, dan juga paling terkenal, di abad ini." Herman Goldstine pada tahun 1972 menulis bahwa tesis ini "[pastinya] merupakan salah satu tesis terpenting yang pernah ditulis ... [tesis Shannon] membantu mengubah desain sirkuit digital dari seni menjadi sains." Shannon dianugerahi Penghargaan Alfred Noble pada tahun 1939 karena tesis ini.
Representasi rangkaian listrik menggunakan logika Boolean merupakan konsep menjadi landasan pengembangan [[Komputer|komputer digital elektronik]]. Karya Shannon menjadi fondasi desain sirkuit digital, yang kemudian dikenal luas di komunitas teknisi elektro selama dan setelah Perang Dunia II. Ketelitian teoretis karya Shannon menggantikan metode ''ad hoc'' yang sebelumnya berlaku. Pada tahun 1987, [[Howard Gardner]] memuji tesis Shannon sebagai "...tesis master terpenting, dan juga paling terkenal, di abad ini."<ref>Howard Gardner. [https://archive.org/details/mindsnewscience00howa/page/144 The Mind's New Science: A History of the Cognitive Revolution]. Basic Books. 1987. hlm. [https://archive.org/details/mindsnewscience00howa/page/144 144]. ISBN 978-0-465-04635-5.</ref> Herman Goldstine pada tahun 1972 menulis bahwa tesis ini "[pastinya] merupakan salah satu tesis terpenting yang pernah ditulis ... [tesis Shannon] membantu mengubah desain sirkuit digital dari seni menjadi sains."<ref>Herman Heine Goldstine. [https://archive.org/details/computerfrompasc0000gold_o1o1 The computer from Pascal to von Neumann]. Princeton University Press. 1972. ISBN 978-0-691-08104-5.</ref> Shannon dianugerahi Penghargaan Alfred Noble pada tahun 1939 karena tesis ini.


Shannon menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang matematika di MIT pada tahun 1940. Vannevar Bush menyarankan Shannon agar ia  melakukan penelitian disertasinya di [[Laboratorium Cold Spring Harbor]], dengan fokus mengembangkan formulasi matematika untuk [[genetika]] [[Gregor Mendel|Mendelian]]. Disertasi ini diberi judul ''An Algebra for Theoretical Genetics'' oleh Shannon. Namun, Shannon kehilangan minat terhadap kajian tersebut tak lama setelah menyelesaikan disertasi tersebut, yang mengakibatkan disertasi tersebut tidak diterbitkan. Disertasi tersebut di kemudian hari dianggap penting, karena Shannon ternyata merupakan orang pertama yang menerapkan kerangka aljabar untuk mempelajari genetika populasi teoretis. Selain itu, dalam disertasi tersebut, Shannon merancang ekspresi umum untuk menjelaskan distribusi beberapa sifat terkait dalam suatu populasi setelah beberapa generasi di bawah sistem perkawinan acak, suatu penelitian orisinil pada masa itu, yang termasuk teorema baru yang pada saat itu belum dikaji oleh [[Genetika populasi|ahli genetika populasi]] lain.
Shannon menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang matematika di MIT pada tahun 1940.<ref>[http://web.mit.edu/newsoffice/2001/shannon.html MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications]. ''MIT News office''. February 27, 2001.</ref> Vannevar Bush menyarankan Shannon agar ia  melakukan penelitian disertasinya di [[Laboratorium Cold Spring Harbor]], dengan fokus mengembangkan formulasi matematika untuk [[genetika]] [[Gregor Mendel|Mendelian]]. Disertasi ini diberi judul ''An Algebra for Theoretical Genetics'' oleh Shannon.<ref>Claude Elwood Shannon. [https://dspace.mit.edu/handle/1721.1/11174 An algebra for theoretical genetics]. Massachusetts Institute of Technology. 1940.</ref> Namun, Shannon kehilangan minat terhadap kajian tersebut tak lama setelah menyelesaikan disertasi tersebut, yang mengakibatkan disertasi tersebut tidak diterbitkan.<ref>Robert G. Gallager. [https://mast.queensu.ca/~math474/gallager-on-shannon-it2001.pdf Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact]. ''IEEE Transactions on Information Theory''. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253.</ref> Disertasi tersebut di kemudian hari dianggap penting, karena Shannon ternyata merupakan orang pertama yang menerapkan kerangka aljabar untuk mempelajari genetika populasi teoretis.<ref>Fabio A. C. C. Chalub. [https://doi.org/10.1007/s00285-017-1135-4 On the stochastic evolution of finite populations]. ''Journal of Mathematical Biology''. 2017-12-01. Vol. 75 (6). hlm. 1735–1774. doi:10.1007/s00285-017-1135-4.</ref> Selain itu, dalam disertasi tersebut, Shannon merancang ekspresi umum untuk menjelaskan distribusi beberapa sifat terkait dalam suatu populasi setelah beberapa generasi di bawah sistem perkawinan acak, suatu penelitian orisinil pada masa itu,<ref>Pavol Hanus. [http://link.springer.com/10.1007/s00202-007-0062-6 Information and communication theory in molecular biology]. ''Electrical Engineering''. 2007-11-27. Vol. 90 (2). hlm. 161–173. doi:10.1007/s00202-007-0062-6.</ref> yang termasuk teorema baru yang pada saat itu belum dikaji oleh [[Genetika populasi|ahli genetika populasi]] lain.


Pada tahun 1940, Shannon diundang menjadi peneliti tetap di [[Institut Studi Lanjutan]] di [[Princeton, New Jersey]]. Bertemu dengan ragam ilmuwan berpengaruh pada masa itu, Shannon berkesempatan untuk mendiskusikan gagasannya dengan [[Hermann Weyl]] dan [[John von Neumann]], dan ia juga sesekali bertemu dengan [[Albert Einstein]] dan [[Kurt Gödel]]. Karena lingkungan Institut yang memberikan keleluasaan pada penelitinya, Shannon dapat bekerja secara bebas di berbagai disiplin ilmu, dan kemampuan ini mungkin berkontribusi pada pengembangan teori informasi matematis di kemudian hari.
Pada tahun 1940, Shannon diundang menjadi peneliti tetap di [[Institut Studi Lanjutan]] di [[Princeton, New Jersey]]. Bertemu dengan ragam ilmuwan berpengaruh pada masa itu, Shannon berkesempatan untuk mendiskusikan gagasannya dengan [[Hermann Weyl]] dan [[John von Neumann]], dan ia juga sesekali bertemu dengan [[Albert Einstein]] dan [[Kurt Gödel]]. Karena lingkungan Institut yang memberikan keleluasaan pada penelitinya, Shannon dapat bekerja secara bebas di berbagai disiplin ilmu, dan kemampuan ini mungkin berkontribusi pada pengembangan teori informasi matematis di kemudian hari.<ref>Erico Marui Guizzo. [https://dspace.mit.edu/handle/1721.1/39429 The essential message : Claude Shannon and the making of information theory]. Massachusetts Institute of Technology. 2003.</ref>


=== Penelitian masa perang ===
=== Penelitian masa perang ===
Shannon telah bekerja di [[Bell Labs]] selama beberapa bulan pada musim panas tahun 1937, dan ketika Perang Dunia Kedua terjadi, kembali ke sana untuk meneliti [[sistem pengendali tembakan]] dan [[kriptografi]]. Pada masa tersebut, Shannon dikontrak untuk meneliti oleh bagian D-2 (bagian Sistem Kontrol) dari [[Komite Penelitian Pertahanan Nasional]] (NDRC).
Shannon telah bekerja di [[Bell Labs]] selama beberapa bulan pada musim panas tahun 1937,<ref>Jon Gertner. [https://archive.org/details/ideafactorybelll0000gert_a8k6 The idea factory: Bell Labs and the great age of American innovation]. Penguin Books. 2013. hlm. [https://archive.org/details/ideafactorybelll0000gert_a8k6/page/118 118]. ISBN 978-0-14-312279-1.</ref> dan ketika Perang Dunia Kedua terjadi, kembali ke sana untuk meneliti [[sistem pengendali tembakan]] dan [[kriptografi]]. Pada masa tersebut, Shannon dikontrak untuk meneliti oleh bagian D-2 (bagian Sistem Kontrol) dari [[Komite Penelitian Pertahanan Nasional]] (NDRC).


Shannon dianggap sebagai penemu grafik aliran sinyal pada tahun 1942. Ia menemukan rumus penguatan topologi ketika menyelidiki operasi fungsional komputer analog.
Shannon dianggap sebagai penemu grafik aliran sinyal pada tahun 1942. Ia menemukan rumus penguatan topologi ketika menyelidiki operasi fungsional komputer analog.<ref>Howard Okrent. [https://ntrs.nasa.gov/citations/19710025849 NASAP-70 User's and Programmer's manual]. School of Engineering and Applied Science, University of California at Los Angeles. 1970. hlm. 3–9.</ref>


Selama dua bulan di awal tahun 1943, Shannon berkolaborasi dengan ilmuwan asal Britania [[Alan Turing]]. Saat itu, Turing ditugaskan oleh pemerintah Britania Raya ke Washington untuk berbagi pengetahuan kriptoanalisis yang digunakan oleh pemerintah Britania dengan [[Angkatan Laut Amerika Serikat|Angkatan Laut AS]]. Turing mengajarkan metode yang digunakan oleh Government Code and Cypher School di Bletchley Park untuk memecahkan sandi yang digunakan oleh [[U-Boot|kapal selam]] Jerman ''[[Kriegsmarine]]'' di Samudra Atlantik utara. Turing juga memiliki ketertarikan pada penyandian ucapan langsung (''speech encipherment'') dan menghabiskan waktu di Bell Labs untuk mempelajarinya. Shannon dan Turing bertemu saat minum teh di kafetaria. Turing mendiskusikan makalahnya tahun 1936 mengenai "[[mesin Turing]] universal" bersama Shannon.
Selama dua bulan di awal tahun 1943, Shannon berkolaborasi dengan ilmuwan asal Britania [[Alan Turing]]. Saat itu, Turing ditugaskan oleh pemerintah Britania Raya ke Washington untuk berbagi pengetahuan kriptoanalisis yang digunakan oleh pemerintah Britania dengan [[Angkatan Laut Amerika Serikat|Angkatan Laut AS]]. Turing mengajarkan metode yang digunakan oleh Government Code and Cypher School di Bletchley Park untuk memecahkan sandi yang digunakan oleh [[U-Boot|kapal selam]] Jerman ''[[Kriegsmarine]]'' di Samudra Atlantik utara.<ref>Andrew Hodges. [https://archive.org/details/alanturingenigma0000hodg_q8b8 Alan Turing: the enigma]. Vintage. 2012. ISBN 978-0-09-911641-7.</ref> Turing juga memiliki ketertarikan pada penyandian ucapan langsung (''speech encipherment'') dan menghabiskan waktu di Bell Labs untuk mempelajarinya. Shannon dan Turing bertemu saat minum teh di kafetaria.<ref>Andrew Hodges. [https://archive.org/details/alanturingenigma0000hodg_q8b8 Alan Turing: the enigma]. Vintage. 2012. ISBN 978-0-09-911641-7.</ref> Turing mendiskusikan makalahnya tahun 1936 mengenai "[[mesin Turing]] universal" bersama Shannon.<ref>A.M. Turing. ''On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem''. ''Proceedings of the London Mathematical Society''. 1936. Vol. 42. hlm. 230–65. doi:10.1112/plms/s2-42.1.230.</ref><ref>A.M. Turing. ''On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem: A correction''. ''Proceedings of the London Mathematical Society''. 1938. Vol. 43. hlm. 544–6. doi:10.1112/plms/s2-43.6.544.</ref>


Shannon dan tim penelitiannya mengembangkan sistem pertahanan antipesawat yang mampu melacak rudal dan pesawat musuh, sekaligus menentukan jalur untuk mencegat rudal tersebut.
Shannon dan tim penelitiannya mengembangkan sistem pertahanan antipesawat yang mampu melacak rudal dan pesawat musuh, sekaligus menentukan jalur untuk mencegat rudal tersebut.<ref>[https://books.google.com/books?id=58ySAwAAQBAJ&pg=PA183 Computing: A Historical and Technical Perspective]. CRC Press. 2014. hlm. 183. ISBN 978-1-4822-2741-3.</ref>


Pada masa akhir perang tahun 1945, NDRC menerbitkan beberapa literatur mengenai laporan teknis untuk pertanggungjawaban penelitian. Di dalam buku tentang kajian pengendalian kebakaran, sebuah esai khusus berjudul ''"Data Smoothing and Prediction in Fire-Control Systems"'', yang ditulis bersama oleh Shannon, Ralph Beebe Blackman, dan Hendrik Wade Bode. Esai ini secara formal membahas masalah penghalusan data dalam pengendalian kebakaran dengan analogi "masalah pemisahan sinyal dari gangguan derau dalam sistem komunikasi."
Pada masa akhir perang tahun 1945, NDRC menerbitkan beberapa literatur mengenai laporan teknis untuk pertanggungjawaban penelitian. Di dalam buku tentang kajian pengendalian kebakaran, sebuah esai khusus berjudul ''"Data Smoothing and Prediction in Fire-Control Systems"'', yang ditulis bersama oleh Shannon, Ralph Beebe Blackman, dan Hendrik Wade Bode. Esai ini secara formal membahas masalah penghalusan data dalam pengendalian kebakaran dengan analogi "masalah pemisahan sinyal dari gangguan derau dalam sistem komunikasi."<ref>David A. Mindell. ''Between Human and Machine: Feedback, Control, and Computing Before Cybernetics''. JHU Press. October 15, 2004. hlm. 319–320. ISBN 0801880572.</ref>


Kajian Shannon pada kriptografi memiliki kaitan yang erat dengan karya-karyanya tentang [[teori komunikasi]]. Pada akhir perang, ia menyiapkan memorandum rahasia untuk [[Bell Labs|Bell Telephone Labs]] yang berjudul "''A Mathematical Theory of Cryptography''", dengan tanggal terbit September 1945. Versi yang telah dideklasifikasi dari makalah ini diterbitkan pada tahun 1949 sebagai <nowiki><i>Communication Theory of Secrecy Systems</i></nowiki> di ''Bell System Technical Journal''. Makalah ini mengelaborasikan ragam konsep dan formulasi matematika yang juga muncul dalam tulisan Shannon yang lain, ''[[A Mathematical Theory of Communication]]''. Shannon mengatakan bahwa wawasan masa perangnya tentang teori komunikasi dan kriptografi berkembang secara bersamaan. Dalam catatan kaki di esai tersebut, Shannon menyatakan niatnya untuk "mengembangkan hasil-hasil ini … dalam publikasi yang akan datang mengenai transmisi informasi."
Kajian Shannon pada kriptografi memiliki kaitan yang erat dengan karya-karyanya tentang [[teori komunikasi]].<ref>David Kahn. [https://archive.org/details/codebreakersstor0000kahn_k4s3 The Codebreakers: The Comprehensive History of Secret Communication from Ancient Times to the Internet]. Scribner. 1996. ISBN 978-0-684-83130-5.</ref> Pada akhir perang, ia menyiapkan memorandum rahasia untuk [[Bell Labs|Bell Telephone Labs]] yang berjudul "''A Mathematical Theory of Cryptography''", dengan tanggal terbit September 1945. Versi yang telah dideklasifikasi dari makalah ini diterbitkan pada tahun 1949 sebagai <nowiki><i>Communication Theory of Secrecy Systems</i></nowiki> di ''Bell System Technical Journal''. Makalah ini mengelaborasikan ragam konsep dan formulasi matematika yang juga muncul dalam tulisan Shannon yang lain, ''[[A Mathematical Theory of Communication]]''. Shannon mengatakan bahwa wawasan masa perangnya tentang teori komunikasi dan kriptografi berkembang secara bersamaan.<ref>David Kahn. [https://archive.org/details/codebreakersstor0000kahn_k4s3 The Codebreakers: The Comprehensive History of Secret Communication from Ancient Times to the Internet]. Scribner. 1996. ISBN 978-0-684-83130-5.</ref> Dalam catatan kaki di esai tersebut, Shannon menyatakan niatnya untuk "mengembangkan hasil-hasil ini … dalam publikasi yang akan datang mengenai transmisi informasi." <ref>Erico Marui Guizzo. [http://dspace.mit.edu/bitstream/1721.1/39429/1/54526133.pdf The Essential Message: Claude Shannon and the Making of Information Theory]. ''DSpace MIT''. Massachusetts Institute of Technology. 2008-05-28.</ref>


Saat bekerja di Bell Labs, Shannon membuktikan bahwa <nowiki><i>one-time pad</i></nowiki> [[kriptografi]]k tidak dapat dipecahkan, penemuan itu kemudian diterbitkan pada tahun 1949. Dalam karya terbitan tersebut ia juga membuktikan bahwa sistem yang tidak dapat dipecahkan harus memiliki karakteristik yang sama dengan ''one-time pad'': kuncinya bersifat benar-benar acak, sama besarnya dengan teks biasa, karakternya tidak pernah digunakan kembali baik sebagian maupun seluruhnya, dan dirahasiakan.
Saat bekerja di Bell Labs, Shannon membuktikan bahwa <nowiki><i>one-time pad</i></nowiki> [[kriptografi]]k tidak dapat dipecahkan, penemuan itu kemudian diterbitkan pada tahun 1949. Dalam karya terbitan tersebut ia juga membuktikan bahwa sistem yang tidak dapat dipecahkan harus memiliki karakteristik yang sama dengan ''one-time pad'': kuncinya bersifat benar-benar acak, sama besarnya dengan teks biasa, karakternya tidak pernah digunakan kembali baik sebagian maupun seluruhnya, dan dirahasiakan.<ref>C. E. Shannon. ''Communication Theory of Secrecy Systems''. ''Bell System Technical Journal''. 1949. Vol. 28 (4). hlm. 656–715. doi:10.1002/j.1538-7305.1949.tb00928.x.</ref>


=== Teori informasi ===
=== Teori informasi ===
Pada tahun 1948, Shannon menerbitkan artikel berjudul ''A Mathematical Theory of Communication'' dalam dua bagian di ''Bell System Technical Journal'' edisi Juli dan Oktober. Karya ini berfokus pada masalah cara terbaik untuk mengkodekan pesan yang ingin ditransmisikan oleh pengirim melalui sinyal digital. Shannon mengembangkan konsep [[Entropi (teori informasi)|entropi informasi]] sebagai ukuran konten informasi dalam sebuah pesan, yang merupakan ukuran ketidakpastian yang dikurangi oleh pesan tersebut. Artikel ini menjadi landasan dalam kajian [[teori informasi]].
Pada tahun 1948, Shannon menerbitkan artikel berjudul ''A Mathematical Theory of Communication'' dalam dua bagian di ''Bell System Technical Journal'' edisi Juli dan Oktober. Karya ini berfokus pada masalah cara terbaik untuk mengkodekan pesan yang ingin ditransmisikan oleh pengirim melalui sinyal digital. Shannon mengembangkan konsep [[Entropi (teori informasi)|entropi informasi]] sebagai ukuran konten informasi dalam sebuah pesan, yang merupakan ukuran ketidakpastian yang dikurangi oleh pesan tersebut. Artikel ini menjadi landasan dalam kajian [[teori informasi]].


Buku ''The Mathematical Theory of Communication'' memuat ulang artikel Shannon tahun 1948 versi populer dari artikel tersebut yang ditulis olehWarren Weaver. Weaver menunjukkan bahwa kata "informasi" dalam teori komunikasi tidak berkaitan dengan ''apa yang dikatakan'', melainkan dengan ''apa yang dapat dikatakan''. Artinya, informasi merupakan ukuran kebebasan memilih seseorang ketika memilih sebuah pesan. Konsep-konsep Shannon juga dipopulerkan oleh John Robinson Pierce, dalam buku berjudul ''Symbols, Signals, and Noise''.
Buku ''The Mathematical Theory of Communication'' <ref>David Tse. [https://www.quantamagazine.org/how-claude-shannons-information-theory-invented-the-future-20201222/ How Claude Shannon Invented the Future]. ''Quanta Magazine''. 2020-12-22.</ref> memuat ulang artikel Shannon tahun 1948 versi populer dari artikel tersebut yang ditulis olehWarren Weaver. Weaver menunjukkan bahwa kata "informasi" dalam teori komunikasi tidak berkaitan dengan ''apa yang dikatakan'', melainkan dengan ''apa yang dapat dikatakan''. Artinya, informasi merupakan ukuran kebebasan memilih seseorang ketika memilih sebuah pesan. Konsep-konsep Shannon juga dipopulerkan oleh John Robinson Pierce, dalam buku berjudul ''Symbols, Signals, and Noise''.


Kontribusi teori informasi dalam [[Pengolahan bahasa alami|pemrosesan bahasa alami]] dan [[linguistik komputasi]]onal semakin diakui pada tahun 1951, dalam artikel Shannon yang berjudul ''Prediction and Entropy of Printed English'', yang mendemonstrasikan batas atas dan bawah entropi pada statistika kosa kata [[bahasa Inggris]] – yang menjadi landasan statistik dalam kajian analisis bahasa. Selain itu, Shannon membuktikan bahwa memperlakukan [[spasi]] sebagai huruf ke-27 dalam alfabet justru menurunkan ketidakpastian dalam bahasa tulis, memberikan hubungan yang jelas dan terukur antara praktik budaya dan kognisi probabilistik.
Kontribusi teori informasi dalam [[Pengolahan bahasa alami|pemrosesan bahasa alami]] dan [[linguistik komputasi]]onal semakin diakui pada tahun 1951, dalam artikel Shannon yang berjudul ''Prediction and Entropy of Printed English'', yang mendemonstrasikan batas atas dan bawah entropi pada statistika kosa kata [[bahasa Inggris]] – yang menjadi landasan statistik dalam kajian analisis bahasa. Selain itu, Shannon membuktikan bahwa memperlakukan [[spasi]] sebagai huruf ke-27 dalam alfabet justru menurunkan ketidakpastian dalam bahasa tulis, memberikan hubungan yang jelas dan terukur antara praktik budaya dan kognisi probabilistik.


Makalah karya penting Shannon lainnya yang diterbitkan pada tahun 1949 adalah "Communication Theory of Secrecy Systems", versi yang dideklasifikasi dari artikel yang ia tulis pada masa perang mengenai teori matematika kriptografi. Dalam artikel tersebut, Shannon membuktikan bahwa semua sandi yang secara teoritis tidak dapat dipecahkan harus memiliki persyaratan yang sama dengan ''one-time pad''. Ia diakui sebagai pengkaji pertama dari teorema sampling, yang telah ia kaji sejak tahun 1940. Teori sampling berkaitan dengan representasi sinyal waktu kontinu dari serangkaian sampel diskrit yang seragam. Teori ini berperan penting dalam pengalihan teknologi telekomunikasi dari sistem transmisi analog ke digital yang terjadi pada tahun 1960-an dan setelahnya. Shannon selanjutnya menulis makalah pada tahun 1956 mengenai pengkodean untuk saluran yang berderau, yang juga menjadi makalah fundamental di bidang teori informasi. Menghadapi tren kajian teori informasi yang terlalu besar, pada tahun 1956 Shannon menulis editorial untuk ''IRE Transactions on Information Theory'' dengan berjudul ''The Bandwagon''. Dalam editorial tersebut, ia mengkritisi sikap akademisi yang mengkaji teori informasi hanya untuk "ikut-ikutan" terhadap tren yang ada (efek ''bandwagon''). Shannon memperingatkan bahwa "hanya dengan mempertahankan sikap ilmiah yang menyeluruh, kita dapat mencapai kemajuan nyata dalam teori komunikasi dan mengkonsolidasikan posisi kita saat ini."
Makalah karya penting Shannon lainnya yang diterbitkan pada tahun 1949 adalah "Communication Theory of Secrecy Systems", versi yang dideklasifikasi dari artikel yang ia tulis pada masa perang mengenai teori matematika kriptografi. Dalam artikel tersebut, Shannon membuktikan bahwa semua sandi yang secara teoritis tidak dapat dipecahkan harus memiliki persyaratan yang sama dengan ''one-time pad''. Ia diakui sebagai pengkaji pertama dari teorema sampling, yang telah ia kaji sejak tahun 1940.<ref>Raromir S. Stanković. [https://sites.bu.edu/mark/files/2018/02/196.pdf Some Historic Remarks On Sampling Theorem]. September 2006.</ref> Teori sampling berkaitan dengan representasi sinyal waktu kontinu dari serangkaian sampel diskrit yang seragam. Teori ini berperan penting dalam pengalihan teknologi telekomunikasi dari sistem transmisi analog ke digital yang terjadi pada tahun 1960-an dan setelahnya. Shannon selanjutnya menulis makalah pada tahun 1956 mengenai pengkodean untuk saluran yang berderau, yang juga menjadi makalah fundamental di bidang teori informasi.<ref>Ronald Kline. ''Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence''. ''IEEE Annals of the History of Computing''. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.</ref> Menghadapi tren kajian teori informasi yang terlalu besar, pada tahun 1956 Shannon menulis editorial untuk ''IRE Transactions on Information Theory'' dengan berjudul ''The Bandwagon''. Dalam editorial tersebut, ia mengkritisi sikap akademisi yang mengkaji teori informasi hanya untuk "ikut-ikutan" terhadap tren yang ada (efek ''bandwagon''). Shannon memperingatkan bahwa "hanya dengan mempertahankan sikap ilmiah yang menyeluruh, kita dapat mencapai kemajuan nyata dalam teori komunikasi dan mengkonsolidasikan posisi kita saat ini." <ref>Claude E. Shannon. [https://www.jonglage.net/theorie/notation/siteswap-avancee/refs/books/Claude%20Shannon%20-%20Collected%20Papers.pdf The Bandwagon]. ''IRE Transactions on Information Theory''. 1956. Vol. 2 (1). hlm. 3. doi:10.1109/TIT.1956.1056774.</ref>


Shannon memiliki pengaruh sangat besar dalam pengembangan bidang ini. Hal ini ditunjukkan, misalnya, dalam kumpulan makalah utama di bidang teori informasi tahun 1973, ia adalah penulis atau penulis kedua dari 12 dari 49 makalah yang dikutip, sementara tidak ada orang lain yang dikutip lebih dari tiga kali. Bahkan jauh setelah tahun 1948, ia tetap masih dianggap sebagai kontributor paling penting dalam kajian teori tersebut.
Shannon memiliki pengaruh sangat besar dalam pengembangan bidang ini. Hal ini ditunjukkan, misalnya, dalam kumpulan makalah utama di bidang teori informasi tahun 1973, ia adalah penulis atau penulis kedua dari 12 dari 49 makalah yang dikutip, sementara tidak ada orang lain yang dikutip lebih dari tiga kali.<ref>Robert J. McEliece. ''The theory of information and coding''. New York : Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-83185-7.</ref> Bahkan jauh setelah tahun 1948, ia tetap masih dianggap sebagai kontributor paling penting dalam kajian teori tersebut.<ref>Robert J. McEliece. ''The theory of information and coding''. New York : Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-83185-7.</ref>


Pada bulan Mei 1951, fisikawan dan pimpinan Bell Labs saat itu, Mervin Kelly menerima permintaan dari direktur [[Badan Intelijen Pusat|CIA]] saat itu, jenderal [[Walter Bedell Smith]], untuk memindahkan Shannon ke CIA. Sebagai hasil dari permintaan tersebut, Shannon menjadi bagian dari ''Special Cryptologic Advisory Group'' CIA atau SCAG.
Pada bulan Mei 1951, fisikawan dan pimpinan Bell Labs saat itu, Mervin Kelly menerima permintaan dari direktur [[Badan Intelijen Pusat|CIA]] saat itu, jenderal [[Walter Bedell Smith]], untuk memindahkan Shannon ke CIA. Sebagai hasil dari permintaan tersebut, Shannon menjadi bagian dari ''Special Cryptologic Advisory Group'' CIA atau SCAG.<ref>Jimmy Soni. [https://archive.org/details/mindatplayhowcla0000soni_d6j8 A mind at play: how Claude Shannon invented the information age]. Simon & Schuster Paperbacks. 2018. ISBN 978-1-4767-6668-3.</ref>


Selama waktunya di Bell Labs, Shannon juga ikut mengembangkan [[modulasi kode pulsa]] bersama insinyur Bernard M. Oliver, dan John R. Pierce.
Selama waktunya di Bell Labs, Shannon juga ikut mengembangkan [[modulasi kode pulsa]] bersama insinyur Bernard M. Oliver, dan John R. Pierce.<ref>A. Michael Noll. [https://books.google.com/books?id=rpkuAgAAQBAJ&pg=PA50 Highway of Dreams: A Critical View Along the Information Superhighway]. Erlbaum. 1997. hlm. 50. ISBN 978-0-8058-2557-2.</ref><ref>G. Douglas Barrett. ''Experimenting the human: art, music, and the contemporary posthuman''. University of Chicago Press. 2023. ISBN 978-0-226-82335-5.</ref>


=== Kecerdasan buatan ===
=== Kecerdasan buatan ===
==== ''Theseus'' ====
==== ''Theseus'' ====
Pada tahun 1950, Shannon dan istrinya, Betty, merancang dan membangun, sebuah mesin bernama Theseus. Mesin tersebut terdiri dari miniatur labirin, dan sebuah tikus mekanik yang dapat bergerak. Di bawah permukaan labirin tersebut terdapat sensor (suatu sirkuit relai elektromekanik) yang dirancang mengikuti jalur tikus mekanik dalam labirin. Tikus itu dirancang untuk mencari target melalui koridor labirin. Setelah selesai melalui labirin, tikus itu kemudian dapat ditempatkan di mana saja dalam labirin, dan karena telah mencapai target di pengalaman sebelumnya. Jika ditempatkan di wilayah yang tidak dikenal, ia diprogram untuk mencari hingga mencapai lokasi yang diketahui dan kemudian akan melanjutkan ke target, menambahkan pengetahuan baru ke dalam memori dan mempelajari perilaku baru. Setelah banyak percobaan dan kegagalan, perangkat ini dapat menentukan jalur terpendek, dan mengarahkan tikus mekanis dalam labirin, Pola labirin dapat diubah, dengan memindahkan partisi dalam labirin.
Pada tahun 1950, Shannon dan istrinya, Betty, merancang dan membangun, sebuah mesin bernama Theseus. Mesin tersebut terdiri dari miniatur labirin, dan sebuah tikus mekanik yang dapat bergerak. Di bawah permukaan labirin tersebut terdapat sensor (suatu sirkuit relai elektromekanik)<ref>[http://www.alcatel-lucent.com/wps/portal/!ut/p/kcxml/04_Sj9SPykssy0xPLMnMz0vM0Y_QjzKLd4w39w3RL8h2VAQAGOJBYA!!?LMSG_CABINET=Bell_Labs&LMSG_CONTENT_FILE=News_Features/News_Feature_Detail_000025 Bell Labs Advances Intelligent Networks].</ref> yang dirancang mengikuti jalur tikus mekanik dalam labirin.<ref>Daniel Klein. [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ Mighty mouse]. ''MIT News''. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.</ref> Tikus itu dirancang untuk mencari target melalui koridor labirin.<ref>[http://www.alcatel-lucent.com/wps/portal/!ut/p/kcxml/04_Sj9SPykssy0xPLMnMz0vM0Y_QjzKLd4w39w3RL8h2VAQAGOJBYA!!?LMSG_CABINET=Bell_Labs&LMSG_CONTENT_FILE=News_Features/News_Feature_Detail_000025 Bell Labs Advances Intelligent Networks].</ref> Setelah selesai melalui labirin, tikus itu kemudian dapat ditempatkan di mana saja dalam labirin, dan karena telah mencapai target di pengalaman sebelumnya. Jika ditempatkan di wilayah yang tidak dikenal, ia diprogram untuk mencari hingga mencapai lokasi yang diketahui dan kemudian akan melanjutkan ke target, menambahkan pengetahuan baru ke dalam memori dan mempelajari perilaku baru.<ref>[http://www.alcatel-lucent.com/wps/portal/!ut/p/kcxml/04_Sj9SPykssy0xPLMnMz0vM0Y_QjzKLd4w39w3RL8h2VAQAGOJBYA!!?LMSG_CABINET=Bell_Labs&LMSG_CONTENT_FILE=News_Features/News_Feature_Detail_000025 Bell Labs Advances Intelligent Networks].</ref> Setelah banyak percobaan dan kegagalan, perangkat ini dapat menentukan jalur terpendek, dan mengarahkan tikus mekanis dalam labirin,<ref>Daniel Klein. [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ Mighty mouse]. ''MIT News''. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.</ref> Pola labirin dapat diubah,<ref>Daniel Klein. [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ Mighty mouse]. ''MIT News''. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.</ref> dengan memindahkan partisi dalam labirin.<ref>[http://www.alcatel-lucent.com/wps/portal/!ut/p/kcxml/04_Sj9SPykssy0xPLMnMz0vM0Y_QjzKLd4w39w3RL8h2VAQAGOJBYA!!?LMSG_CABINET=Bell_Labs&LMSG_CONTENT_FILE=News_Features/News_Feature_Detail_000025 Bell Labs Advances Intelligent Networks].</ref>


Insinyur teknik elektro Google Mazin Gilbert menyatakan bahwa Theseus "menginspirasi seluruh bidang AI. Percobaan dan kesalahan acak ini adalah dasar dari kecerdasan buatan."
Insinyur teknik elektro Google Mazin Gilbert menyatakan bahwa Theseus "menginspirasi seluruh bidang AI. Percobaan dan kesalahan acak ini adalah dasar dari kecerdasan buatan." <ref>Daniel Klein. [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ Mighty mouse]. ''MIT News''. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7. Klein, Daniel (2019). Dragoon, aLICE (ed.). [https://www.technologyreview.com/2018/12/19/138508/mighty-mouse/ "Mighty mouse"]. ''MIT News'' (January/February). Cambridge Massachusetts: MIT Technology Review: 6– 7.</ref>


==== Kajian kecerdasan buatan lainnya ====
==== Kajian kecerdasan buatan lainnya ====
Shannon menulis beberapa makalah berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan, seperti makalahnya tahun 1950 berjudul ''Programming a Computer for Playing Chess'', dan makalahnya tahun 1953 berjudul ''Computers and Automata''. Bersama ilmuwan komputer John McCarthy, ia menyunting buku berjudul ''Automata Studies'', diterbitkan pada tahun 1956. Kategori dalam artikel dalam buku tersebut dipengaruhi oleh judul subjek yang digunakan Shannon dalam makalahnya tahun 1953. Shannon memiliki tujuan akhir yang sama dengan McCarthy dalam menciptakan kajian mesin berintelegensi, tetapi Shannon memiliki pandangan tersendiri mengenai pendekatan dalam studi automata, seperti dalam [[jaringan saraf tiruan]], mesin Turing, mekanisme sibernetik, dan pemrosesan simbolik oleh komputer.
Shannon menulis beberapa makalah berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan, seperti makalahnya tahun 1950 berjudul ''Programming a Computer for Playing Chess'', dan makalahnya tahun 1953 berjudul ''Computers and Automata''.<ref>Roberto Cordeschi. [http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/08839510701252304 AI Turns Fifty: Revisiting ITS Origins]. ''Applied Artificial Intelligence''. 2007-04-25. Vol. 21 (4–5). hlm. 259–279. doi:10.1080/08839510701252304.</ref> Bersama ilmuwan komputer John McCarthy, ia menyunting buku berjudul ''Automata Studies'', diterbitkan pada tahun 1956.<ref>Ronald Kline. ''Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence''. ''IEEE Annals of the History of Computing''. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44. Kline, Ronald (2011). "Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence". ''IEEE Annals of the History of Computing''. '''33''' (4): 5– 16. doi:10.1109/MAHC.2010.44. ISSN [https://search.worldcat.org/issn/1058-6180 1058-6180].</ref> Kategori dalam artikel dalam buku tersebut dipengaruhi oleh judul subjek yang digunakan Shannon dalam makalahnya tahun 1953.<ref>Ronald Kline. ''Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence''. ''IEEE Annals of the History of Computing''. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.</ref> Shannon memiliki tujuan akhir yang sama dengan McCarthy dalam menciptakan kajian mesin berintelegensi, tetapi Shannon memiliki pandangan tersendiri mengenai pendekatan dalam studi automata, seperti dalam [[jaringan saraf tiruan]], mesin Turing, mekanisme sibernetik, dan pemrosesan simbolik oleh komputer.<ref>Ronald Kline. ''Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence''. ''IEEE Annals of the History of Computing''. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.</ref>


Shannon ikut serta dan menjadi panitia dalam lokakarya Dartmouth tahun 1956, bersama John McCarthy, [[Marvin Minsky]] dan Nathaniel Rochester. Lokakarya tersebut dianggap sebagai acara perumusan bidang kajian kecerdasan buatan.
Shannon ikut serta dan menjadi panitia dalam lokakarya Dartmouth tahun 1956, bersama John McCarthy, [[Marvin Minsky]] dan Nathaniel Rochester. Lokakarya tersebut dianggap sebagai acara perumusan bidang kajian kecerdasan buatan.<ref>John McCarthy. [https://ojs.aaai.org/aimagazine/index.php/aimagazine/article/view/1904 A Proposal for the Dartmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence, August 31, 1955]. ''AI Magazine''. 2006-12-15. Vol. 27 (4). hlm. 12. doi:10.1609/aimag.v27i4.1904.</ref><ref>Grace Solomonoff. [https://spectrum.ieee.org/dartmouth-ai-workshop The Meeting of the Minds That Launched AI - IEEE Spectrum]. ''IEEE Spectrum''. 2023-05-06.</ref>


=== Mengajar di MIT ===
=== Mengajar di MIT ===
Baris 74: Baris 72:


=== Akhir hayat ===
=== Akhir hayat ===
Shannon menderita [[penyakit Alzheimer]] dan menghabiskan beberapa tahun terakhir hidupnya di [[Panti jompo|panti wredha]]; ia meninggal pada tahun 2001, meninggalkan seorang istri, seorang putra dan seorang putri, dan dua cucu perempuan.
Shannon menderita [[penyakit Alzheimer]] dan menghabiskan beberapa tahun terakhir hidupnya di [[Panti jompo|panti wredha]]; ia meninggal pada tahun 2001, meninggalkan seorang istri, seorang putra dan seorang putri, dan dua cucu perempuan.<ref>Eric W. Weisstein. [https://scienceworld.wolfram.com/biography/Shannon.html Shannon, Claude Elwood (1916-2001) -- from Eric Weisstein's World of Scientific Biography]. ''scienceworld.wolfram.com''.</ref><ref>[http://www.thocp.net/biographies/shannon_claude.htm Claude Shannon – computer science theory]. ''www.thocp.net''. The History of Computing Project.</ref>


=== Hobi dan penemuan ===
=== Hobi dan penemuan ===
Selain menjadi akademisi yang luar biasa, Shannon memiliki ketertarikan pada kegiatan [[menambul]], [[Sepeda roda satu|bersepeda roda satu]], dan [[catur]]. Ia juga menciptakan banyak perangkat, termasuk komputer [[angka Romawi]] bernama THROBAC, dan sebuah robot penambul.<ref>[https://webmuseum.mit.edu/detail.php?module=people&type=related&kv=12372 People: Claude E. Shannon - MIT Museum]. ''webmuseum.mit.edu''.</ref><ref>George A. W. Boehm. [https://archive.org/details/sim_computers-and-people_1953-03_2_2/page/n4/ Computers and Automation 1953-03: Vol 2 Iss 2]. Berkeley Enterprises. 1953-03-01. hlm. 1–4.</ref> Ia menciptakan perangkat yang dapat memecahkan teka-teki [[Kubus Rubik]].<ref>[http://web.mit.edu/newsoffice/2001/shannon.html MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications]. ''MIT News office''. February 27, 2001. [http://web.mit.edu/newsoffice/2001/shannon.html "MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications"]. ''MIT News office''. Cambridge, Massachusetts. February 27, 2001.</ref>


Selain menjadi akademisi yang luar biasa, Shannon memiliki ketertarikan pada kegiatan [[menambul]], [[Sepeda roda satu|bersepeda roda satu]], dan [[catur]]. Ia juga menciptakan banyak perangkat, termasuk komputer [[angka Romawi]] bernama THROBAC, dan sebuah robot penambul. Ia menciptakan perangkat yang dapat memecahkan teka-teki [[Kubus Rubik]].
Shannon juga mendesain [[trompet]] pelempar api, [[cakram terbang]] bertenaga roket, dan [[sepatu]] busa plastik untuk menavigasi danau, yang jika dikenakan akan tampak seolah-olah penggunanya sedang berjalan di atas air.<ref>Ray Cavanaugh. [https://time.com/4311107/claude-shannon-100-years/ Claude Shannon: The Juggling Unicyclist Who Pedaled Us Into the Digital Age]. 2016-04-29.</ref>
 
Shannon juga mendesain [[trompet]] pelempar api, [[cakram terbang]] bertenaga roket, dan [[sepatu]] busa plastik untuk menavigasi danau, yang jika dikenakan akan tampak seolah-olah penggunanya sedang berjalan di atas air.


Shannon merancang Minivac 601, sebuah [[Komputer|komputer digital]] untuk mengajarkan para pengusaha dan pebisnis tentang cara kerja komputer. Alat ini dijual oleh Scientific Development Corp mulai tahun 1961.
Shannon merancang Minivac 601, sebuah [[Komputer|komputer digital]] untuk mengajarkan para pengusaha dan pebisnis tentang cara kerja komputer. Alat ini dijual oleh Scientific Development Corp mulai tahun 1961.<ref>[https://books.google.com/books?id=XCEDAAAAMBAJ&dq=Minivac+601&pg=PA33 Advertisement: Minivac 601]. October 1961. hlm. 33.</ref>


Ia juga dianggap sebagai salah satu penemu [[komputer pampang-raga]] pertama bersama dengan ilmuwan komputer dan insinyur elektro Edward O. Thorp. Perangkat tersebut digunakan untuk meningkatkan peluang kemenangan saat bermain [[rolet]].
Ia juga dianggap sebagai salah satu penemu [[komputer pampang-raga]] pertama bersama dengan ilmuwan komputer dan insinyur elektro Edward O. Thorp.<ref>Edward Thorp. ''Digest of Papers. Second International Symposium on Wearable Computers (Cat. No.98EX215)''. October 1998. hlm. 4–8. doi:10.1109/iswc.1998.729523. ISBN 0-8186-9074-7.</ref> Perangkat tersebut digunakan untuk meningkatkan peluang kemenangan saat bermain [[rolet]].


=== Kehidupan pribadi ===
Shannon menikah dengan Norma Levor, seorang intelektual sayap kiri beretnis Yahudi, pada bulan Januari 1940. Pernikahan itu berakhir dengan perceraian setahun kemudian.


Shannon bertemu istri keduanya, Mary Elizabeth Moore (Betty), saat ia menjadi analis numerik di Bell Labs. Mereka menikah pada tahun 1949. Betty membantu Shannon dalam membangun beberapa penemuannya yang paling terkenal. Dari pernikahan mereka, Shannon dikaruniai tiga orang anak.
Shannon bertemu istri keduanya, Mary Elizabeth Moore (Betty), saat ia menjadi analis numerik di Bell Labs. Mereka menikah pada tahun 1949.<ref>Eric W. Weisstein. [https://scienceworld.wolfram.com/biography/Shannon.html Shannon, Claude Elwood (1916-2001) -- from Eric Weisstein's World of Scientific Biography]. ''scienceworld.wolfram.com''.</ref> Betty membantu Shannon dalam membangun beberapa penemuannya yang paling terkenal.<ref>[https://blogs.scientificamerican.com/observations/betty-shannon-unsung-mathematical-genius/ Betty Shannon, Unsung Mathematical Genius]. ''Scientific American Blog Network''.</ref> Dari pernikahan mereka, Shannon dikaruniai tiga orang anak.<ref>John Horgan. [https://spectrum.ieee.org/claude-shannon-tinkerer-prankster-and-father-of-information-theory Claude Shannon: Tinkerer, Prankster, and Father of Information Theory]. ''IEEE Spectrum''. April 27, 2016.</ref>


Shannon menyebut dirinya sebagai seorang apolitis dan [[Ateisme|ateis]].
Shannon menyebut dirinya sebagai seorang apolitis dan [[Ateisme|ateis]].<ref>William Poundstone. ''Fortune's Formula: The Untold Story of the Scientific Betting System''. Macmillan. 2010. hlm. 18. ISBN 978-0-374-70708-8.</ref>


=== Penghormatan dan peninggalan ===
=== Penghormatan dan peninggalan ===
Pada bulan Juni 1954, Shannon terdaftar sebagai salah satu dari 20 ilmuwan paling penting di Amerika oleh majalah ''[[Fortune]]''.<ref>J. Soni. [https://books.google.com/books?id=gygsDwAAQBAJ&pg=PA188 A Mind at Play: How Claude Shannon Invented the Information Age]. Simon & Schuster. 2017. hlm. 188. ISBN 978-1-4767-6668-3.</ref> Pada tahun 2013, teori informasi didaftarkan sebagai salah satu dari 10 [[teori ilmiah]] revolusioner oleh ''Science News''.<ref>Tom Siegfried. [https://www.sciencenews.org/blog/context/top-10-revolutionary-scientific-theories Top 10 revolutionary scientific theories]. ''Science News''. 2013-11-13.</ref>


Pada bulan Juni 1954, Shannon terdaftar sebagai salah satu dari 20 ilmuwan paling penting di Amerika oleh majalah ''[[Fortune]]''. Pada tahun 2013, teori informasi didaftarkan sebagai salah satu dari 10 [[teori ilmiah]] revolusioner oleh ''Science News''.
Menurut [[Neil Sloane]], seorang AT&T Fellow yang ikut menyunting koleksi makalah Shannon pada tahun 1993, perspektif Shannon dalam teori informasi adalah fondasi dari [[Zaman Informasi|revolusi digital]], dan setiap perangkat yang berisi [[mikroprosesor]] atau [[Pengendali mikro|mikrokontroler]] adalah dipengaruhi dari publikasi Shannon pada tahun 1948.<ref>C. E. Shannon. ''A mathematical theory of communication''. ''Bell System Technical Journal''. 1948. Vol. 27 (3). hlm. 379–423, 623–656. doi:10.1002/j.1538-7305.1948.tb01338.x.</ref>
 
Menurut [[Neil Sloane]], seorang AT&T Fellow yang ikut menyunting koleksi makalah Shannon pada tahun 1993, perspektif Shannon dalam teori informasi adalah fondasi dari [[Zaman Informasi|revolusi digital]], dan setiap perangkat yang berisi [[mikroprosesor]] atau [[Pengendali mikro|mikrokontroler]] adalah dipengaruhi dari publikasi Shannon pada tahun 1948.
 
Banyak yang menganggap Shannon sebagai orang yang berjasa menciptakan teori informasi dan meletakkan fondasi bagi [[Zaman Informasi|Era Digital]].
 
Prestasinya dianggap setara dengan [[Albert Einstein]], [[Isaac Newton|Sir Isaac Newton]], dan [[Charles Darwin]] .


Keluarga [[model bahasa besar]] kecerdasan buatan [[Claude (model bahasa)]] dinamai untuk menghormati Shannon.
Banyak yang menganggap Shannon sebagai orang yang berjasa menciptakan teori informasi dan meletakkan fondasi bagi [[Zaman Informasi|Era Digital]].<ref>[https://www.telegraph.co.uk/news/obituaries/1326008/Claude-Shannon.html Claude Shannon]. ''The Telegraph''. 2001-03-12.</ref><ref>Robert Calderbank. [https://www.nature.com/articles/35071223 Claude Shannon (1916–2001)]. ''Nature''. 2001-04-12. Vol. 410 (6830). hlm. 768. doi:10.1038/35071223.</ref><ref>Robert G. Gallager. [https://mast.queensu.ca/~math474/gallager-on-shannon-it2001.pdf Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact]. ''IEEE Transactions on Information Theory''. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253. Gallager, Robert G. (2001). [https://mast.queensu.ca/~math474/gallager-on-shannon-it2001.pdf "Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact"] (PDF) . ''IEEE Transactions on Information Theory''. '''47''' (7): 2681– 2695. doi:10.1109/18.959253.</ref><ref>Tse.</ref><ref>Guizzo. University of Sao Paulo.</ref><ref>Graham P. Collins. [https://www.scientificamerican.com/article/claude-e-shannon-founder/ Claude E. Shannon: Founder of Information Theory]. ''Scientific American''. 2002-10-14.</ref>


''A Mind at Play'', biografi Shannon yang ditulis oleh Jimmy Soni dan Rob Goodman, diterbitkan pada tahun 2017. Mereka menggambarkan Shannon sebagai "jenius paling penting yang belum pernah Anda dengar, seorang pria yang kecerdasannya setara dengan [[Albert Einstein]] dan [[Isaac Newton]] ". Konsultan dan penulis Tom Rutledge, menulis untuk Boston Review, menyatakan bahwa "Dari para pelopor komputer yang mendorong revolusi teknologi informasi pertengahan abad ke-20—sebuah klub elit pria yang terdiri dari para insinyur-sarjana yang juga membantu memecahkan kode Nazi dan menentukan lintasan rudal—Shannon mungkin yang paling brilian dari semuanya."  Insinyur listrik Robert Gallager menyatakan tentang Shannon bahwa "Dia memiliki kejernihan visi yang luar biasa. Einstein juga memilikinya – kemampuan untuk menangani masalah yang rumit dan menemukan cara yang tepat untuk melihatnya, sehingga segala sesuatunya menjadi sangat sederhana." Dalam sebuah obituari oleh Neil Sloane dan Robert Calderbank, mereka menyatakan bahwa "Shannon harus berada di peringkat atas daftar tokoh-tokoh besar sains abad kedua puluh". Karena karyanya di banyak bidang, Shannon juga dianggap sebagai seorang [[Polimatik|polymath]] .
Prestasinya dianggap setara dengan [[Albert Einstein]], [[Isaac Newton|Sir Isaac Newton]], dan [[Charles Darwin]] .<ref>Wirt Atmar. ''A Profoundly Repeated Pattern''. ''Bulletin of the Ecological Society of America''. 2001. Vol. 82 (3). hlm. 208–211. Atmar, Wirt (2001). "A Profoundly Repeated Pattern". ''Bulletin of the Ecological Society of America''. '''82''' (3): 208– 211. ISSN [https://search.worldcat.org/issn/0012-9623 0012-9623]. JSTOR [https://www.jstor.org/stable/20168572 20168572].</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Horgan.</ref><ref>Tom Rutledge. [https://www.bostonreview.net/articles/just-add-meaning-claude-shannons-information-theory-rubric-good-communication/ The Man Who Invented Information Theory]. ''Boston Review''. 2017-08-16.</ref>


Sejarawan James Gleick mencatat pentingnya Shannon, dengan menyatakan bahwa "Einstein tampak besar, dan memang demikian. Namun, kita tidak hidup di era relativitas, kita hidup di era informasi. Shannon-lah yang sidik jarinya ada di setiap perangkat elektronik yang kita miliki, setiap layar komputer yang kita tatap, setiap sarana komunikasi digital. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengubah dunia sedemikian rupa sehingga, setelah transformasi, dunia lama terlupakan."  Gleick lebih lanjut mencatat bahwa "dia menciptakan seluruh bidang dari awal, dari dahi [[Zeus]] ".
Keluarga [[model bahasa besar]] kecerdasan buatan [[Claude (model bahasa)]] dinamai untuk menghormati Shannon.<ref>Kevin Roose. [https://www.nytimes.com/2023/07/11/technology/anthropic-ai-claude-chatbot.html Inside the White-Hot Center of A.I. Doomerism]. ''The New York Times''. 2023-07-11.</ref>


Pada tanggal 30 April 2016, Shannon diberi penghormatan [[Google Doodle]] pada hari ulang tahunnya yang ke-100.
''A Mind at Play'', biografi Shannon yang ditulis oleh Jimmy Soni dan Rob Goodman, diterbitkan pada tahun 2017.<ref>George Dyson. [https://www.wsj.com/articles/the-elegance-of-ones-and-zeroes-1500667513 The Elegance of Ones and Zeroes]. ''Wall Street Journal''. 21 July 2017.</ref> Mereka menggambarkan Shannon sebagai "jenius paling penting yang belum pernah Anda dengar, seorang pria yang kecerdasannya setara dengan [[Albert Einstein]] dan [[Isaac Newton]] ".<ref>Jimmy Soni. [https://observer.com/2017/08/10000-hours-with-claude-shannon-how-genius-thinks-works-lives-a-mind-at-play-bell-labs/ 10,000 Hours With Claude Shannon: How a Genius Thinks, Works and Lives]. ''Observer''. 2017-08-01.</ref> Konsultan dan penulis Tom Rutledge, menulis untuk Boston Review, menyatakan bahwa "Dari para pelopor komputer yang mendorong revolusi teknologi informasi pertengahan abad ke-20—sebuah klub elit pria yang terdiri dari para insinyur-sarjana yang juga membantu memecahkan kode Nazi dan menentukan lintasan rudal—Shannon mungkin yang paling brilian dari semuanya." <ref>Tom Rutledge. [https://www.bostonreview.net/articles/just-add-meaning-claude-shannons-information-theory-rubric-good-communication/ The Man Who Invented Information Theory]. ''Boston Review''. 2017-08-16. Rutledge, Tom (2017-08-16). [https://www.bostonreview.net/articles/just-add-meaning-claude-shannons-information-theory-rubric-good-communication/ "The Man Who Invented Information Theory"]. ''Boston Review'' . Retrieved 2023-10-31 .</ref> Insinyur listrik Robert Gallager menyatakan tentang Shannon bahwa "Dia memiliki kejernihan visi yang luar biasa. Einstein juga memilikinya – kemampuan untuk menangani masalah yang rumit dan menemukan cara yang tepat untuk melihatnya, sehingga segala sesuatunya menjadi sangat sederhana." <ref>[https://www.technologyreview.com/2001/07/01/235669/claude-shannon-reluctant-father-of-the-digital-age/ "Claude Shannon: Reluctant Father of the Digital Age"]. ''MIT Technology Review''. July 1, 2001 . Retrieved June 26, 2024 .</ref> Dalam sebuah obituari oleh Neil Sloane dan Robert Calderbank, mereka menyatakan bahwa "Shannon harus berada di peringkat atas daftar tokoh-tokoh besar sains abad kedua puluh".<ref>Robert Calderbank. [https://www.nature.com/articles/35071223 Claude Shannon (1916–2001)]. ''Nature''. 2001. Vol. 410 (6830). hlm. 768. doi:10.1038/35071223.</ref> Karena karyanya di banyak bidang, Shannon juga dianggap sebagai seorang [[Polimatik|polymath]] .<ref>Rob Goodman. [https://aeon.co/essays/how-a-polymath-transformed-our-understanding-of-information How a polymath transformed our understanding of information]. ''Aeon''. 2017-08-30.</ref><ref>Jo Guldi. ''The Dangerous Art of Text Mining: A Methodology for Digital History''. Cambridge University Press. 2023. hlm. 144–145. ISBN 978-1-009-26298-9.</ref>


''The Bit Player'', sebuah film fitur tentang Shannon yang disutradarai oleh [[Mark Levinson (sutradara)|Mark Levinson]] ditayangkan perdana di World Science Festival pada tahun 2019. Diambil dari wawancara yang dilakukan dengan Shannon di rumahnya pada tahun 1980-an, film ini dirilis di Amazon Prime pada bulan Agustus 2020.
Sejarawan James Gleick mencatat pentingnya Shannon, dengan menyatakan bahwa "Einstein tampak besar, dan memang demikian. Namun, kita tidak hidup di era relativitas, kita hidup di era informasi. Shannon-lah yang sidik jarinya ada di setiap perangkat elektronik yang kita miliki, setiap layar komputer yang kita tatap, setiap sarana komunikasi digital. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengubah dunia sedemikian rupa sehingga, setelah transformasi, dunia lama terlupakan." <ref>Roberts.</ref> Gleick lebih lanjut mencatat bahwa "dia menciptakan seluruh bidang dari awal, dari dahi [[Zeus]] ".<ref>Roberts.</ref>


== Referensi ==
Pada tanggal 30 April 2016, Shannon diberi penghormatan [[Google Doodle]] pada hari ulang tahunnya yang ke-100.<ref>Katie Reilly. [https://time.com/4313341/google-doodle-claude-shannon/ Google Doodle Honors Mathematician-Juggler Claude Shannon]. April 30, 2016.</ref><ref>Menchie Mendoza. [http://www.techtimes.com/articles/155386/20160502/google-doodle-celebrates-100th-birthday-of-claude-shannon-father-of-information-theory.htm Google Doodle Celebrates 100th Birthday Of Claude Shannon, Father Of Information Theory]. Tech Times. 2 May 2016.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


''The Bit Player'', sebuah film fitur tentang Shannon yang disutradarai oleh [[Mark Levinson (sutradara)|Mark Levinson]] ditayangkan perdana di World Science Festival pada tahun 2019.<ref>Toni Feder. [https://physicstoday.scitation.org/do/10.1063/PT.6.3.20190719a/full/ Review: The Bit Player, an homage to Claude Shannon]. ''Physics Today''. July 19, 2019. hlm. 5159. doi:10.1063/PT.6.3.20190719a.</ref> Diambil dari wawancara yang dilakukan dengan Shannon di rumahnya pada tahun 1980-an, film ini dirilis di Amazon Prime pada bulan Agustus 2020.


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
* Rethnakaran Pulikkoonattu&nbsp;— Eric W. Weisstein: Mathworld biography of Shannon, Claude Elwood (1916–2001) [http://scienceworld.wolfram.com/biography/Shannon.html Shannon, Claude Elwood (1916–2001) – from Eric Weisstein's World of Scientific Biography]
* Rethnakaran Pulikkoonattu&nbsp;— Eric W. Weisstein: Mathworld biography of Shannon, Claude Elwood (1916–2001) [http://scienceworld.wolfram.com/biography/Shannon.html Shannon, Claude Elwood (1916–2001) – from Eric Weisstein's World of Scientific Biography]
* Claude E. Shannon: ''Programming a Computer for Playing Chess'', Philosophical Magazine, Ser.7, Vol. 41, No. 314, March 1950. (Available online under ''External links'' below)
* Claude E. Shannon: ''Programming a Computer for Playing Chess'', Philosophical Magazine, Ser.7, Vol. 41, No. 314, March 1950. (Available online under ''External links'' below)
* David Levy: ''Computer Gamesmanship: Elements of Intelligent Game Design'', Simon & Schuster, 1983. [[ISBN (identifier)|ISBN]]&nbsp;[[Special:BookSources/0-671-49532-1|<bdi>0-671-49532-1</bdi>]]
* David Levy: ''Computer Gamesmanship: Elements of Intelligent Game Design'', Simon & Schuster, 1983. [[ISBN (identifier)|ISBN]]&nbsp;[[Special:BookSources/0-671-49532-1|<bdi>0-671-49532-1</bdi>]]
* Mindell, David A., "Automation's Finest Hour: Bell Labs and Automatic Control in World War II", [[Institute of Electrical and Electronics Engineers|IEEE]] Control Systems, December 1995, pp.&nbsp;72–80.
* Mindell, David A., "Automation's Finest Hour: Bell Labs and Automatic Control in World War II", [[Institute of Electrical and Electronics Engineers|IEEE]] Control Systems, December 1995, pp.&nbsp;72–80.
* Poundstone, William, ''Fortune's Formula'', Hill & Wang, 2005,
* Poundstone, William, ''Fortune's Formula'', Hill & Wang, 2005,  
* Gleick, James, ''The Information: A History, A Theory, A Flood'', Pantheon, 2011,
* Gleick, James, ''The Information: A History, A Theory, A Flood'', Pantheon, 2011,  
* Jimmy Soni and Rob Goodman, ''A Mind at Play: How Claude Shannon Invented the Information Age'', Simon and Schuster, 2017,
* Jimmy Soni and Rob Goodman, ''A Mind at Play: How Claude Shannon Invented the Information Age'', Simon and Schuster, 2017,  
* Nahin, Paul J., ''The Logician and the Engineer: How George Boole and Claude Shannon Created the Information Age'', Princeton University Press, 2013,
* Nahin, Paul J., ''The Logician and the Engineer: How George Boole and Claude Shannon Created the Information Age'', Princeton University Press, 2013,  
* Everett M. Rogers,  ''Claude Shannon's Cryptography Research During World War II and the Mathematical Theory of Communication'', 1994 Proceedings of IEEE International Carnahan Conference on Security Technology, pp.&nbsp;1–5, 1994. [https://ieeexplore.ieee.org/document/363804/ Claude Shannon's cryptography research during World War II and the mathematical theory of communication]
* Everett M. Rogers,  ''Claude Shannon's Cryptography Research During World War II and the Mathematical Theory of Communication'', 1994 Proceedings of IEEE International Carnahan Conference on Security Technology, pp.&nbsp;1–5, 1994. [https://ieeexplore.ieee.org/document/363804/ Claude Shannon's cryptography research during World War II and the mathematical theory of communication]


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
*
* [https://lccn.loc.gov/mm2001084831 Panduan untuk makalah Claude Elwood Shannon] di [[Perpustakaan Kongres Amerika Serikat|Perpustakaan Kongres]]
* [https://lccn.loc.gov/mm2001084831 Panduan untuk makalah Claude Elwood Shannon] di [[Perpustakaan Kongres Amerika Serikat|Perpustakaan Kongres]]
*
*  
* [https://www.ams.org/notices/200201/fea-shannon.pdf Claude Elwood Shannon (1916–2001)] di ''Pemberitahuan Masyarakat Matematika Amerika''
* [https://www.ams.org/notices/200201/fea-shannon.pdf Claude Elwood Shannon (1916–2001)] di ''Pemberitahuan Masyarakat Matematika Amerika''


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29487998 (2026-07-23T06:44:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Claude+Shannon&oldid=29487998 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29487998 (2026-07-23T06:44:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.29

C.E. Shannon. Tekniska museet 43069 (cropped)

Claude Elwood Shannon (30 April 1916 – 24 Februari 2001) adalah seorang matematikawan, insinyur kelistrikan, ilmuwan komputer, dan kriptografer asal Amerika yang merumuskan dasar teori informasi, dengan demikian dianggap secara luas sebagai yang memulai Zaman Informasi.[1][2][3] Shannon adalah peneliti pertama yang menjelaskan penggunaan aljabar Boolean dalam sirkuit elektronik digital dan membantu merumuskan fondasi kajian kecerdasan buatan (AI).[4][5][6] Shannon memperoleh ragam pengakuan dari para peneliti dan pakar, seperti oleh Rodney Brooks, pakar robotik yang menyatakan bahwa Shannon merupakan insinyur abad ke 20 yang paling berkontribusi mengembangkan teknologi abad ke 21.[7] Matematikawan Solomon W. Golomb menggambarkan pencapaian intelektual Shannon sebagai "salah satu yang terbesar di abad ke 20"[8]

Shannon lulus dari Universitas Michigan pada tahun 1936 dengan gelar ganda: Sarjana Sains di bidang teknik elektro dan bidang matematika. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister di MIT dalam bidang teknik elektro dalam usia 21 tahun. Tesisnya yang ditulis tahun 1937 dengan judul A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits, menunjukkan bahwa aplikasi aljabar Boolean dalam rangkaian listrik dapat merepresentasikan ragam hubungan numerik logis,[9] dengan demikian meletakkan fondasi teoritik untuk bidang komputasi digital dan elektronika digital.[10] Tesis tersebut dipuji oleh para peneliti sebagai tesis terpenting sepanjang masa,[11] menyebutnya sebagai "sertifikat kelahiran revolusi digital."[12] Tesis tersebut juga merupakan permulaan karier Shannon dalam bidang teori informasi, yang ia geluti seumur hidup dan membawanya untuk meraih Penghargaan Kyoto pada tahun 1985.[13] Ia meraih PhD dalam bidang matematika dari MIT pada tahun 1940;[14] disertasinya dalam topik genetika mengandung hasil penting, meskipun awalnya tidak dipublikasikan.[15]

Shannon berkontribusi pada bidang kriptoanalisis untuk pertahanan nasional Amerika Serikat selama Perang Dunia II, termasuk dalam kontribusi tersebut adalah karya fundamentalnya tentang pemecahan kode dan telekomunikasi aman, menulis suatu makalah yang di kemudian hari dianggap sebagai salah satu bagian dasar kriptografi modern.[16][17] Karya Shannon menjadi dasar pengembangan kriptografi kunci simetris, termasuk Data Encryption Standard (DES), dan Advanced Encryption Standard (AES) yang dikembangkan oleh Horst Feistel.[18] Karena prestasi-prestasi ini, Shannon disebut banyak pihak sebagai "bapak pendiri kriptografi modern".[19]

Makalahnya tahun 1948 yang berjudul "A Mathematical Theory of Communication" menjadi landasan teori informasi,[20][21] dan disebut sebagai "cetak biru untuk era digital" oleh insinyur listrik Robert G. Gallager[22] dan "Magna Carta of the Information Age" oleh Scientific American.[23][24] Golomb membandingkan pengaruh Shannon pada era digital dengan pengaruh "penemu alfabet terhadap sastra".[25] Kemajuan di berbagai disiplin ilmu telah menggunakan teori Informasi Shannon—mulai dari penemuan cakram padat, pengembangan Internet, komersialisasi telepon seluler, dan pemahaman tentang lubang hitam.[26][27] Ia juga memperkenalkan istilah "bit",[28][29] dan merupakan salah satu penemu modulasi kode pulsa dan komputer pampang-raga (wearable computer) pertama.

Shannon memberikan banyak kontribusi pada bidang kecerdasan buatan,[30] termasuk menjadi salah satu penyelenggara lokakarya Dartmouth tahun 1956 yang dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah disiplin tersebut.[31][32] Shannon juga merupakan penulis dari beberapa makalah tentang pemrograman komputer catur.[33][34] Ia juga merancang Mesin Theseus, suatu perangkat listrik pertama yang belajar dengan cara trial and error, menjadi salah satu contoh pertama perangkat kecerdasan buatan.[35][36]


Sebagian besar dari 16 tahun pertama kehidupan Shannon dihabiskan di Gaylord, tempat ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di sekolah negeri. Shannon lulus dari SMA Gaylord pada tahun 1932. Ia menunjukkan minat pada hal-hal mekanik dan kelistrikan. Shannon memperoleh nilai tinggi pada mata pelajaran sains dan matematika. Saat ia berada di rumah, ia bereksperimen dengan berbagai perangkat seperti model pesawat, model perahu yang dikendalikan radio, dan membuat sistem telegraf kawat berduri ke rumah temannya yang berjarak satu kilometer dari rumahnya.[37] Semasa kecil, ia juga bekerja sebagai kurir untuk perusahaan Western Union .

Pahlawan masa kecil Shannon adalah Thomas Edison, sepupu jauhnya. Baik Shannon maupun Edison adalah keturunan dari John Ogden (1609–1682), seorang pemimpin kolonial dan leluhur banyak tokoh terkemuka.[38][39]

Meneliti sirkuit logika

Pada tahun 1932, Shannon diterima menjadi mahasiswa di Universitas Michigan, tempat ia mempelajari karya George Boole dalam bidang logika. Ia lulus pada tahun 1936 dengan sarjana ganda: dalam bidang teknik elektro dan dan dalam bidang matematika.

Pada tahun 1936, Shannon memulai studi pascasarjananya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dalam bidang teknik elektro. Shanon meneliti penganalisis diferensial yang ditemukan oleh Vannevar Bush. Penganalisis tersebut merupakan bentuk komputer analog awal yang tersusun dari komponen elektromekanik. Dengan mesin tersebut, pengguna dapat memecahkan persamaan diferensial.[40] Saat mempelajari rangkaian ad hoc yang rumit dari mesin tersebut, Shannon merancang teori sirkuit sakelar berdasarkan aljabar Boole. Pada tahun 1937, ia menulis tesis, A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits,[41] dan menulis makalah turunan dari hasil yang dipaparkan tesis ini pada tahun 1938.[42] Dalam tesisnya, Shannon mendeskripsikan rangkaian sirkuit sakelar dalam suatu diagram menggunakan operator aljabar Boolean . Kemudian ia membuktikan bahwa rangkaian pensakelarannya dapat digunakan untuk menyederhanakan susunan relai elektromekanis yang digunakan pada saat itu dalam sakelar perutean panggilan telepon . Selanjutnya, ia mengembangkan konsep ini, membuktikan bahwa rangkaian ini dapat memecahkan semua masalah yang dapat dipecahkan oleh aljabar Boolean. Dalam bab terakhir, ia menyajikan diagram beberapa rangkaian, termasuk penjumlah penuh 4-bit digital.[43] Karyanya berbeda secara signifikan dari karya insinyur sebelumnya seperti Akira Nakashima, yang masih mengandalkan teori rangkaian yang ada saat itu dan mengambil pendekatan yang membumi.[44] Ide-ide Shannon lebih abstrak dan bergantung pada matematika, sehingga membuka jalan baru dengan karyanya, dengan pendekatannya mendominasi teknik listrik modern.[45]

Representasi rangkaian listrik menggunakan logika Boolean merupakan konsep menjadi landasan pengembangan komputer digital elektronik. Karya Shannon menjadi fondasi desain sirkuit digital, yang kemudian dikenal luas di komunitas teknisi elektro selama dan setelah Perang Dunia II. Ketelitian teoretis karya Shannon menggantikan metode ad hoc yang sebelumnya berlaku. Pada tahun 1987, Howard Gardner memuji tesis Shannon sebagai "...tesis master terpenting, dan juga paling terkenal, di abad ini."[46] Herman Goldstine pada tahun 1972 menulis bahwa tesis ini "[pastinya] merupakan salah satu tesis terpenting yang pernah ditulis ... [tesis Shannon] membantu mengubah desain sirkuit digital dari seni menjadi sains."[47] Shannon dianugerahi Penghargaan Alfred Noble pada tahun 1939 karena tesis ini.

Shannon menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang matematika di MIT pada tahun 1940.[48] Vannevar Bush menyarankan Shannon agar ia melakukan penelitian disertasinya di Laboratorium Cold Spring Harbor, dengan fokus mengembangkan formulasi matematika untuk genetika Mendelian. Disertasi ini diberi judul An Algebra for Theoretical Genetics oleh Shannon.[49] Namun, Shannon kehilangan minat terhadap kajian tersebut tak lama setelah menyelesaikan disertasi tersebut, yang mengakibatkan disertasi tersebut tidak diterbitkan.[50] Disertasi tersebut di kemudian hari dianggap penting, karena Shannon ternyata merupakan orang pertama yang menerapkan kerangka aljabar untuk mempelajari genetika populasi teoretis.[51] Selain itu, dalam disertasi tersebut, Shannon merancang ekspresi umum untuk menjelaskan distribusi beberapa sifat terkait dalam suatu populasi setelah beberapa generasi di bawah sistem perkawinan acak, suatu penelitian orisinil pada masa itu,[52] yang termasuk teorema baru yang pada saat itu belum dikaji oleh ahli genetika populasi lain.

Pada tahun 1940, Shannon diundang menjadi peneliti tetap di Institut Studi Lanjutan di Princeton, New Jersey. Bertemu dengan ragam ilmuwan berpengaruh pada masa itu, Shannon berkesempatan untuk mendiskusikan gagasannya dengan Hermann Weyl dan John von Neumann, dan ia juga sesekali bertemu dengan Albert Einstein dan Kurt Gödel. Karena lingkungan Institut yang memberikan keleluasaan pada penelitinya, Shannon dapat bekerja secara bebas di berbagai disiplin ilmu, dan kemampuan ini mungkin berkontribusi pada pengembangan teori informasi matematis di kemudian hari.[53]

Penelitian masa perang

Shannon telah bekerja di Bell Labs selama beberapa bulan pada musim panas tahun 1937,[54] dan ketika Perang Dunia Kedua terjadi, kembali ke sana untuk meneliti sistem pengendali tembakan dan kriptografi. Pada masa tersebut, Shannon dikontrak untuk meneliti oleh bagian D-2 (bagian Sistem Kontrol) dari Komite Penelitian Pertahanan Nasional (NDRC).

Shannon dianggap sebagai penemu grafik aliran sinyal pada tahun 1942. Ia menemukan rumus penguatan topologi ketika menyelidiki operasi fungsional komputer analog.[55]

Selama dua bulan di awal tahun 1943, Shannon berkolaborasi dengan ilmuwan asal Britania Alan Turing. Saat itu, Turing ditugaskan oleh pemerintah Britania Raya ke Washington untuk berbagi pengetahuan kriptoanalisis yang digunakan oleh pemerintah Britania dengan Angkatan Laut AS. Turing mengajarkan metode yang digunakan oleh Government Code and Cypher School di Bletchley Park untuk memecahkan sandi yang digunakan oleh kapal selam Jerman Kriegsmarine di Samudra Atlantik utara.[56] Turing juga memiliki ketertarikan pada penyandian ucapan langsung (speech encipherment) dan menghabiskan waktu di Bell Labs untuk mempelajarinya. Shannon dan Turing bertemu saat minum teh di kafetaria.[57] Turing mendiskusikan makalahnya tahun 1936 mengenai "mesin Turing universal" bersama Shannon.[58][59]

Shannon dan tim penelitiannya mengembangkan sistem pertahanan antipesawat yang mampu melacak rudal dan pesawat musuh, sekaligus menentukan jalur untuk mencegat rudal tersebut.[60]

Pada masa akhir perang tahun 1945, NDRC menerbitkan beberapa literatur mengenai laporan teknis untuk pertanggungjawaban penelitian. Di dalam buku tentang kajian pengendalian kebakaran, sebuah esai khusus berjudul "Data Smoothing and Prediction in Fire-Control Systems", yang ditulis bersama oleh Shannon, Ralph Beebe Blackman, dan Hendrik Wade Bode. Esai ini secara formal membahas masalah penghalusan data dalam pengendalian kebakaran dengan analogi "masalah pemisahan sinyal dari gangguan derau dalam sistem komunikasi."[61]

Kajian Shannon pada kriptografi memiliki kaitan yang erat dengan karya-karyanya tentang teori komunikasi.[62] Pada akhir perang, ia menyiapkan memorandum rahasia untuk Bell Telephone Labs yang berjudul "A Mathematical Theory of Cryptography", dengan tanggal terbit September 1945. Versi yang telah dideklasifikasi dari makalah ini diterbitkan pada tahun 1949 sebagai <i>Communication Theory of Secrecy Systems</i> di Bell System Technical Journal. Makalah ini mengelaborasikan ragam konsep dan formulasi matematika yang juga muncul dalam tulisan Shannon yang lain, A Mathematical Theory of Communication. Shannon mengatakan bahwa wawasan masa perangnya tentang teori komunikasi dan kriptografi berkembang secara bersamaan.[63] Dalam catatan kaki di esai tersebut, Shannon menyatakan niatnya untuk "mengembangkan hasil-hasil ini … dalam publikasi yang akan datang mengenai transmisi informasi." [64]

Saat bekerja di Bell Labs, Shannon membuktikan bahwa <i>one-time pad</i> kriptografik tidak dapat dipecahkan, penemuan itu kemudian diterbitkan pada tahun 1949. Dalam karya terbitan tersebut ia juga membuktikan bahwa sistem yang tidak dapat dipecahkan harus memiliki karakteristik yang sama dengan one-time pad: kuncinya bersifat benar-benar acak, sama besarnya dengan teks biasa, karakternya tidak pernah digunakan kembali baik sebagian maupun seluruhnya, dan dirahasiakan.[65]

Teori informasi

Pada tahun 1948, Shannon menerbitkan artikel berjudul A Mathematical Theory of Communication dalam dua bagian di Bell System Technical Journal edisi Juli dan Oktober. Karya ini berfokus pada masalah cara terbaik untuk mengkodekan pesan yang ingin ditransmisikan oleh pengirim melalui sinyal digital. Shannon mengembangkan konsep entropi informasi sebagai ukuran konten informasi dalam sebuah pesan, yang merupakan ukuran ketidakpastian yang dikurangi oleh pesan tersebut. Artikel ini menjadi landasan dalam kajian teori informasi.

Buku The Mathematical Theory of Communication [66] memuat ulang artikel Shannon tahun 1948 versi populer dari artikel tersebut yang ditulis olehWarren Weaver. Weaver menunjukkan bahwa kata "informasi" dalam teori komunikasi tidak berkaitan dengan apa yang dikatakan, melainkan dengan apa yang dapat dikatakan. Artinya, informasi merupakan ukuran kebebasan memilih seseorang ketika memilih sebuah pesan. Konsep-konsep Shannon juga dipopulerkan oleh John Robinson Pierce, dalam buku berjudul Symbols, Signals, and Noise.

Kontribusi teori informasi dalam pemrosesan bahasa alami dan linguistik komputasional semakin diakui pada tahun 1951, dalam artikel Shannon yang berjudul Prediction and Entropy of Printed English, yang mendemonstrasikan batas atas dan bawah entropi pada statistika kosa kata bahasa Inggris – yang menjadi landasan statistik dalam kajian analisis bahasa. Selain itu, Shannon membuktikan bahwa memperlakukan spasi sebagai huruf ke-27 dalam alfabet justru menurunkan ketidakpastian dalam bahasa tulis, memberikan hubungan yang jelas dan terukur antara praktik budaya dan kognisi probabilistik.

Makalah karya penting Shannon lainnya yang diterbitkan pada tahun 1949 adalah "Communication Theory of Secrecy Systems", versi yang dideklasifikasi dari artikel yang ia tulis pada masa perang mengenai teori matematika kriptografi. Dalam artikel tersebut, Shannon membuktikan bahwa semua sandi yang secara teoritis tidak dapat dipecahkan harus memiliki persyaratan yang sama dengan one-time pad. Ia diakui sebagai pengkaji pertama dari teorema sampling, yang telah ia kaji sejak tahun 1940.[67] Teori sampling berkaitan dengan representasi sinyal waktu kontinu dari serangkaian sampel diskrit yang seragam. Teori ini berperan penting dalam pengalihan teknologi telekomunikasi dari sistem transmisi analog ke digital yang terjadi pada tahun 1960-an dan setelahnya. Shannon selanjutnya menulis makalah pada tahun 1956 mengenai pengkodean untuk saluran yang berderau, yang juga menjadi makalah fundamental di bidang teori informasi.[68] Menghadapi tren kajian teori informasi yang terlalu besar, pada tahun 1956 Shannon menulis editorial untuk IRE Transactions on Information Theory dengan berjudul The Bandwagon. Dalam editorial tersebut, ia mengkritisi sikap akademisi yang mengkaji teori informasi hanya untuk "ikut-ikutan" terhadap tren yang ada (efek bandwagon). Shannon memperingatkan bahwa "hanya dengan mempertahankan sikap ilmiah yang menyeluruh, kita dapat mencapai kemajuan nyata dalam teori komunikasi dan mengkonsolidasikan posisi kita saat ini." [69]

Shannon memiliki pengaruh sangat besar dalam pengembangan bidang ini. Hal ini ditunjukkan, misalnya, dalam kumpulan makalah utama di bidang teori informasi tahun 1973, ia adalah penulis atau penulis kedua dari 12 dari 49 makalah yang dikutip, sementara tidak ada orang lain yang dikutip lebih dari tiga kali.[70] Bahkan jauh setelah tahun 1948, ia tetap masih dianggap sebagai kontributor paling penting dalam kajian teori tersebut.[71]

Pada bulan Mei 1951, fisikawan dan pimpinan Bell Labs saat itu, Mervin Kelly menerima permintaan dari direktur CIA saat itu, jenderal Walter Bedell Smith, untuk memindahkan Shannon ke CIA. Sebagai hasil dari permintaan tersebut, Shannon menjadi bagian dari Special Cryptologic Advisory Group CIA atau SCAG.[72]

Selama waktunya di Bell Labs, Shannon juga ikut mengembangkan modulasi kode pulsa bersama insinyur Bernard M. Oliver, dan John R. Pierce.[73][74]

Kecerdasan buatan

Theseus

Pada tahun 1950, Shannon dan istrinya, Betty, merancang dan membangun, sebuah mesin bernama Theseus. Mesin tersebut terdiri dari miniatur labirin, dan sebuah tikus mekanik yang dapat bergerak. Di bawah permukaan labirin tersebut terdapat sensor (suatu sirkuit relai elektromekanik)[75] yang dirancang mengikuti jalur tikus mekanik dalam labirin.[76] Tikus itu dirancang untuk mencari target melalui koridor labirin.[77] Setelah selesai melalui labirin, tikus itu kemudian dapat ditempatkan di mana saja dalam labirin, dan karena telah mencapai target di pengalaman sebelumnya. Jika ditempatkan di wilayah yang tidak dikenal, ia diprogram untuk mencari hingga mencapai lokasi yang diketahui dan kemudian akan melanjutkan ke target, menambahkan pengetahuan baru ke dalam memori dan mempelajari perilaku baru.[78] Setelah banyak percobaan dan kegagalan, perangkat ini dapat menentukan jalur terpendek, dan mengarahkan tikus mekanis dalam labirin,[79] Pola labirin dapat diubah,[80] dengan memindahkan partisi dalam labirin.[81]

Insinyur teknik elektro Google Mazin Gilbert menyatakan bahwa Theseus "menginspirasi seluruh bidang AI. Percobaan dan kesalahan acak ini adalah dasar dari kecerdasan buatan." [82]

Kajian kecerdasan buatan lainnya

Shannon menulis beberapa makalah berpengaruh dalam bidang kecerdasan buatan, seperti makalahnya tahun 1950 berjudul Programming a Computer for Playing Chess, dan makalahnya tahun 1953 berjudul Computers and Automata.[83] Bersama ilmuwan komputer John McCarthy, ia menyunting buku berjudul Automata Studies, diterbitkan pada tahun 1956.[84] Kategori dalam artikel dalam buku tersebut dipengaruhi oleh judul subjek yang digunakan Shannon dalam makalahnya tahun 1953.[85] Shannon memiliki tujuan akhir yang sama dengan McCarthy dalam menciptakan kajian mesin berintelegensi, tetapi Shannon memiliki pandangan tersendiri mengenai pendekatan dalam studi automata, seperti dalam jaringan saraf tiruan, mesin Turing, mekanisme sibernetik, dan pemrosesan simbolik oleh komputer.[86]

Shannon ikut serta dan menjadi panitia dalam lokakarya Dartmouth tahun 1956, bersama John McCarthy, Marvin Minsky dan Nathaniel Rochester. Lokakarya tersebut dianggap sebagai acara perumusan bidang kajian kecerdasan buatan.[87][88]

Mengajar di MIT

Pada tahun 1956, Shannon bergabung dengan fakultas MIT, memegang jabatan profesor. Ia bekerja di Laboratorium Riset Elektronika (Research Laboratory of Electronics; RLE). Ia terus memegang jabatan tersebut hingga tahun 1978.

Akhir hayat

Shannon menderita penyakit Alzheimer dan menghabiskan beberapa tahun terakhir hidupnya di panti wredha; ia meninggal pada tahun 2001, meninggalkan seorang istri, seorang putra dan seorang putri, dan dua cucu perempuan.[89][90]

Hobi dan penemuan

Selain menjadi akademisi yang luar biasa, Shannon memiliki ketertarikan pada kegiatan menambul, bersepeda roda satu, dan catur. Ia juga menciptakan banyak perangkat, termasuk komputer angka Romawi bernama THROBAC, dan sebuah robot penambul.[91][92] Ia menciptakan perangkat yang dapat memecahkan teka-teki Kubus Rubik.[93]

Shannon juga mendesain trompet pelempar api, cakram terbang bertenaga roket, dan sepatu busa plastik untuk menavigasi danau, yang jika dikenakan akan tampak seolah-olah penggunanya sedang berjalan di atas air.[94]

Shannon merancang Minivac 601, sebuah komputer digital untuk mengajarkan para pengusaha dan pebisnis tentang cara kerja komputer. Alat ini dijual oleh Scientific Development Corp mulai tahun 1961.[95]

Ia juga dianggap sebagai salah satu penemu komputer pampang-raga pertama bersama dengan ilmuwan komputer dan insinyur elektro Edward O. Thorp.[96] Perangkat tersebut digunakan untuk meningkatkan peluang kemenangan saat bermain rolet.


Shannon bertemu istri keduanya, Mary Elizabeth Moore (Betty), saat ia menjadi analis numerik di Bell Labs. Mereka menikah pada tahun 1949.[97] Betty membantu Shannon dalam membangun beberapa penemuannya yang paling terkenal.[98] Dari pernikahan mereka, Shannon dikaruniai tiga orang anak.[99]

Shannon menyebut dirinya sebagai seorang apolitis dan ateis.[100]

Penghormatan dan peninggalan

Pada bulan Juni 1954, Shannon terdaftar sebagai salah satu dari 20 ilmuwan paling penting di Amerika oleh majalah Fortune.[101] Pada tahun 2013, teori informasi didaftarkan sebagai salah satu dari 10 teori ilmiah revolusioner oleh Science News.[102]

Menurut Neil Sloane, seorang AT&T Fellow yang ikut menyunting koleksi makalah Shannon pada tahun 1993, perspektif Shannon dalam teori informasi adalah fondasi dari revolusi digital, dan setiap perangkat yang berisi mikroprosesor atau mikrokontroler adalah dipengaruhi dari publikasi Shannon pada tahun 1948.[103]

Banyak yang menganggap Shannon sebagai orang yang berjasa menciptakan teori informasi dan meletakkan fondasi bagi Era Digital.[104][105][106][107][108][109]

Prestasinya dianggap setara dengan Albert Einstein, Sir Isaac Newton, dan Charles Darwin .[110][111][112][113]

Keluarga model bahasa besar kecerdasan buatan Claude (model bahasa) dinamai untuk menghormati Shannon.[114]

A Mind at Play, biografi Shannon yang ditulis oleh Jimmy Soni dan Rob Goodman, diterbitkan pada tahun 2017.[115] Mereka menggambarkan Shannon sebagai "jenius paling penting yang belum pernah Anda dengar, seorang pria yang kecerdasannya setara dengan Albert Einstein dan Isaac Newton ".[116] Konsultan dan penulis Tom Rutledge, menulis untuk Boston Review, menyatakan bahwa "Dari para pelopor komputer yang mendorong revolusi teknologi informasi pertengahan abad ke-20—sebuah klub elit pria yang terdiri dari para insinyur-sarjana yang juga membantu memecahkan kode Nazi dan menentukan lintasan rudal—Shannon mungkin yang paling brilian dari semuanya." [117] Insinyur listrik Robert Gallager menyatakan tentang Shannon bahwa "Dia memiliki kejernihan visi yang luar biasa. Einstein juga memilikinya – kemampuan untuk menangani masalah yang rumit dan menemukan cara yang tepat untuk melihatnya, sehingga segala sesuatunya menjadi sangat sederhana." [118] Dalam sebuah obituari oleh Neil Sloane dan Robert Calderbank, mereka menyatakan bahwa "Shannon harus berada di peringkat atas daftar tokoh-tokoh besar sains abad kedua puluh".[119] Karena karyanya di banyak bidang, Shannon juga dianggap sebagai seorang polymath .[120][121]

Sejarawan James Gleick mencatat pentingnya Shannon, dengan menyatakan bahwa "Einstein tampak besar, dan memang demikian. Namun, kita tidak hidup di era relativitas, kita hidup di era informasi. Shannon-lah yang sidik jarinya ada di setiap perangkat elektronik yang kita miliki, setiap layar komputer yang kita tatap, setiap sarana komunikasi digital. Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mengubah dunia sedemikian rupa sehingga, setelah transformasi, dunia lama terlupakan." [122] Gleick lebih lanjut mencatat bahwa "dia menciptakan seluruh bidang dari awal, dari dahi Zeus ".[123]

Pada tanggal 30 April 2016, Shannon diberi penghormatan Google Doodle pada hari ulang tahunnya yang ke-100.[124][125][126]

The Bit Player, sebuah film fitur tentang Shannon yang disutradarai oleh Mark Levinson ditayangkan perdana di World Science Festival pada tahun 2019.[127] Diambil dari wawancara yang dilakukan dengan Shannon di rumahnya pada tahun 1980-an, film ini dirilis di Amazon Prime pada bulan Agustus 2020.

Bacaan lebih lanjut

  • Rethnakaran Pulikkoonattu — Eric W. Weisstein: Mathworld biography of Shannon, Claude Elwood (1916–2001) Shannon, Claude Elwood (1916–2001) – from Eric Weisstein's World of Scientific Biography
  • Claude E. Shannon: Programming a Computer for Playing Chess, Philosophical Magazine, Ser.7, Vol. 41, No. 314, March 1950. (Available online under External links below)
  • David Levy: Computer Gamesmanship: Elements of Intelligent Game Design, Simon & Schuster, 1983. ISBN 0-671-49532-1
  • Mindell, David A., "Automation's Finest Hour: Bell Labs and Automatic Control in World War II", IEEE Control Systems, December 1995, pp. 72–80.
  • Poundstone, William, Fortune's Formula, Hill & Wang, 2005,
  • Gleick, James, The Information: A History, A Theory, A Flood, Pantheon, 2011,
  • Jimmy Soni and Rob Goodman, A Mind at Play: How Claude Shannon Invented the Information Age, Simon and Schuster, 2017,
  • Nahin, Paul J., The Logician and the Engineer: How George Boole and Claude Shannon Created the Information Age, Princeton University Press, 2013,
  • Everett M. Rogers, Claude Shannon's Cryptography Research During World War II and the Mathematical Theory of Communication, 1994 Proceedings of IEEE International Carnahan Conference on Security Technology, pp. 1–5, 1994. Claude Shannon's cryptography research during World War II and the mathematical theory of communication

Pranala luar

Referensi

  1. Wirt Atmar. A Profoundly Repeated Pattern. Bulletin of the Ecological Society of America. 2001. Vol. 82 (3). hlm. 208–211.
  2. David Tse. How Claude Shannon Invented the Future. Quanta Magazine. 2020-12-22.
  3. Siobhan Roberts. The Forgotten Father of the Information Age. The New Yorker. 2016-04-30.
  4. Robert Slater. Portraits in Silicon. MIT Press. 1989. hlm. 37–38. ISBN 978-0-262-69131-4.
  5. Ioan James. Claude Elwood Shannon 30 April 1916 — 24 February 2001. Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society. 2009-12. Vol. 55. hlm. 257–265. doi:10.1098/rsbm.2009.0015.
  6. John Horgan. Claude Shannon: Tinkerer, Prankster, and Father of Information Theory - IEEE Spectrum. IEEE Spectrum. 2016-04-27.
  7. Rodney Brooks. How Claude Shannon Helped Kick-start Machine Learning - IEEE Spectrum. IEEE Spectrum. 2022-01-25.
  8. Solomon W. Golomb. Claude Elwood Shannon (1916–2001). Notices of the American Mathematical Society. 2002-01. Vol. 49 (1).
  9. William Poundstone. Fortune's formula: the untold story of the scientific betting system that beat the casinos and wall street. Hill and Wang. 2006. ISBN 978-0-8090-4599-0.
  10. Rony Chow. Claude Shannon: The Father of Information Theory. History of Data Science. June 5, 2021.
  11. David Tse. How Claude Shannon Invented the Future. Quanta Magazine. 2020-12-22.
  12. Alain Vignes. Silicon, From Sand to Chips, 1: Microelectronic Components. ISTE / John Wiley and Sons. 2023. hlm. xv. ISBN 978-1-78630-921-1.
  13. Olivier Rioul. This is IT: A Primer on Shannon's Entropy and Information. Information Theory: Poincaré Seminar 2018. Springer. 2021. Vol. 78. hlm. 49–86. doi:10.1007/978-3-030-81480-9_2. ISBN 978-3-030-81480-9.
  14. Claude E. Shannon. IEEE Information Theory Society.
  15. Robert G. Gallager. Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact. IEEE Transactions on Information Theory. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253.
  16. Timothy J. Shimeall. Introduction to Information Security: A Strategic-Based Approach. Syngress. 2013. hlm. 167. ISBN 978-1597499699.
  17. Çetin Kaya Koç. Development of Cryptography since Shannon. Handbook of Formal Analysis and Verification in Cryptography. 2023. hlm. 1–56. doi:10.1201/9781003090052-1. ISBN 978-1-003-09005-2.
  18. Çetin Kaya Koç. Development of Cryptography since Shannon. Handbook of Formal Analysis and Verification in Cryptography. 2023. hlm. 1–56. doi:10.1201/9781003090052-1. ISBN 978-1-003-09005-2.
  19. Aiden A. Bruen. Cryptography, Information Theory, and Error-Correction: A Handbook for the 21st Century. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 3. ISBN 978-0-471-65317-2.
  20. David Tse. How Claude Shannon Invented the Future. Quanta Magazine. 2020-12-22.
  21. Claude E. Shannon. IEEE Information Theory Society. "Claude E. Shannon". IEEE Information Theory Society . Retrieved October 31, 2023 .
  22. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  23. Jimmy Soni and Rob Goodman. Claude Shannon: The Juggling Poet Who Gave Us the Information Age. The Daily Beast. 2017-07-30.
  24. Rob Goodman. Genius in Training. Alumni Association of the University of Michigan. 2018.
  25. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  26. Mark Chang. Principles of Scientific Methods. CRC Press. 2014. hlm. 217. ISBN 978-1-4822-3809-9.
  27. Alok Jha. Without Claude Shannon's information theory there would have been no internet. The Guardian. April 30, 2016.
  28. David Tse. How Claude Shannon Invented the Future. Quanta Magazine. 2020-12-22.
  29. Jonathon Keats. Virtual Words: Language from the Edge of Science and Technology. Oxford University Press. November 11, 2010. hlm. 36. doi:10.1093/oso/9780195398540.001.0001. ISBN 978-0-19-539854-0.
  30. Robert Slater. Portraits in Silicon. MIT Press. 1989. hlm. 37–38. ISBN 978-0-262-69131-4.
  31. John McCarthy. A Proposal for the Dartmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence, August 31, 1955. AI Magazine. 2006-12-15. Vol. 27 (4). hlm. 12–12. doi:10.1609/aimag.v27i4.1904.
  32. Grace Solomonoff. The Meeting of the Minds That Launched AI - IEEE Spectrum. IEEE Spectrum. 2023-05-06.
  33. Michael J. Apter. The computer simulation of behaviour. Routledge Taylor & Francis Group. 2018. ISBN 978-0-8153-8566-0.
  34. Debugging Game History: A Critical Lexicon. The MIT Press. June 3, 2016. hlm. 31–32. doi:10.7551/mitpress/10087.001.0001. ISBN 978-0-262-33194-4.
  35. Rodney Brooks. How Claude Shannon Helped Kick-start Machine Learning - IEEE Spectrum. IEEE Spectrum. 2022-01-25.
  36. Daniel Klein. Mighty mouse. MIT News. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.
  37. THE LIVES THEY LIVED: CLAUDE SHANNON, B. 1916; Bit Player (Published 2001). 2001-12-30.
  38. Claude Elwood Shannon. Collected papers. IEEE Press. 1993. ISBN 978-0-7803-0434-5.
  39. MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications. MIT News office. February 27, 2001.
  40. Robert Price. Claude E. Shannon, an oral history. IEEE Global History Network. IEEE. 1982.
  41. C. E. Shannon. A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits. Trans. AIEE. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.
  42. C. E. Shannon. A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits. Trans. AIEE. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.
  43. C. E. Shannon. A Symbolic Analysis of Relay and Switching Circuits. Trans. AIEE. 1938. Vol. 57 (12). hlm. 713–723. doi:10.1109/T-AIEE.1938.5057767.
  44. Toma Kawanishi. Prehistory of Switching Theory in Japan: Akira Nakashima and His Relay-circuit Theory. Historia Scientiarum. 2019. Vol. 29 (1). hlm. 136–162. doi:10.34336/historiascientiarum.29.1_136.
  45. Toma Kawanishi. Prehistory of Switching Theory in Japan: Akira Nakashima and His Relay-circuit Theory. Historia Scientiarum. 2019. Vol. 29 (1). hlm. 136–162. doi:10.34336/historiascientiarum.29.1_136.
  46. Howard Gardner. The Mind's New Science: A History of the Cognitive Revolution. Basic Books. 1987. hlm. 144. ISBN 978-0-465-04635-5.
  47. Herman Heine Goldstine. The computer from Pascal to von Neumann. Princeton University Press. 1972. ISBN 978-0-691-08104-5.
  48. MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications. MIT News office. February 27, 2001.
  49. Claude Elwood Shannon. An algebra for theoretical genetics. Massachusetts Institute of Technology. 1940.
  50. Robert G. Gallager. Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact. IEEE Transactions on Information Theory. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253.
  51. Fabio A. C. C. Chalub. On the stochastic evolution of finite populations. Journal of Mathematical Biology. 2017-12-01. Vol. 75 (6). hlm. 1735–1774. doi:10.1007/s00285-017-1135-4.
  52. Pavol Hanus. Information and communication theory in molecular biology. Electrical Engineering. 2007-11-27. Vol. 90 (2). hlm. 161–173. doi:10.1007/s00202-007-0062-6.
  53. Erico Marui Guizzo. The essential message : Claude Shannon and the making of information theory. Massachusetts Institute of Technology. 2003.
  54. Jon Gertner. The idea factory: Bell Labs and the great age of American innovation. Penguin Books. 2013. hlm. 118. ISBN 978-0-14-312279-1.
  55. Howard Okrent. NASAP-70 User's and Programmer's manual. School of Engineering and Applied Science, University of California at Los Angeles. 1970. hlm. 3–9.
  56. Andrew Hodges. Alan Turing: the enigma. Vintage. 2012. ISBN 978-0-09-911641-7.
  57. Andrew Hodges. Alan Turing: the enigma. Vintage. 2012. ISBN 978-0-09-911641-7.
  58. A.M. Turing. On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem. Proceedings of the London Mathematical Society. 1936. Vol. 42. hlm. 230–65. doi:10.1112/plms/s2-42.1.230.
  59. A.M. Turing. On Computable Numbers, with an Application to the Entscheidungsproblem: A correction. Proceedings of the London Mathematical Society. 1938. Vol. 43. hlm. 544–6. doi:10.1112/plms/s2-43.6.544.
  60. Computing: A Historical and Technical Perspective. CRC Press. 2014. hlm. 183. ISBN 978-1-4822-2741-3.
  61. David A. Mindell. Between Human and Machine: Feedback, Control, and Computing Before Cybernetics. JHU Press. October 15, 2004. hlm. 319–320. ISBN 0801880572.
  62. David Kahn. The Codebreakers: The Comprehensive History of Secret Communication from Ancient Times to the Internet. Scribner. 1996. ISBN 978-0-684-83130-5.
  63. David Kahn. The Codebreakers: The Comprehensive History of Secret Communication from Ancient Times to the Internet. Scribner. 1996. ISBN 978-0-684-83130-5.
  64. Erico Marui Guizzo. The Essential Message: Claude Shannon and the Making of Information Theory. DSpace MIT. Massachusetts Institute of Technology. 2008-05-28.
  65. C. E. Shannon. Communication Theory of Secrecy Systems. Bell System Technical Journal. 1949. Vol. 28 (4). hlm. 656–715. doi:10.1002/j.1538-7305.1949.tb00928.x.
  66. David Tse. How Claude Shannon Invented the Future. Quanta Magazine. 2020-12-22.
  67. Raromir S. Stanković. Some Historic Remarks On Sampling Theorem. September 2006.
  68. Ronald Kline. Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence. IEEE Annals of the History of Computing. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.
  69. Claude E. Shannon. The Bandwagon. IRE Transactions on Information Theory. 1956. Vol. 2 (1). hlm. 3. doi:10.1109/TIT.1956.1056774.
  70. Robert J. McEliece. The theory of information and coding. New York : Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-83185-7.
  71. Robert J. McEliece. The theory of information and coding. New York : Cambridge University Press. 2004. ISBN 978-0-521-83185-7.
  72. Jimmy Soni. A mind at play: how Claude Shannon invented the information age. Simon & Schuster Paperbacks. 2018. ISBN 978-1-4767-6668-3.
  73. A. Michael Noll. Highway of Dreams: A Critical View Along the Information Superhighway. Erlbaum. 1997. hlm. 50. ISBN 978-0-8058-2557-2.
  74. G. Douglas Barrett. Experimenting the human: art, music, and the contemporary posthuman. University of Chicago Press. 2023. ISBN 978-0-226-82335-5.
  75. Bell Labs Advances Intelligent Networks.
  76. Daniel Klein. Mighty mouse. MIT News. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.
  77. Bell Labs Advances Intelligent Networks.
  78. Bell Labs Advances Intelligent Networks.
  79. Daniel Klein. Mighty mouse. MIT News. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.
  80. Daniel Klein. Mighty mouse. MIT News. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7.
  81. Bell Labs Advances Intelligent Networks.
  82. Daniel Klein. Mighty mouse. MIT News. MIT Technology Review. 2019. hlm. 6–7. Klein, Daniel (2019). Dragoon, aLICE (ed.). "Mighty mouse". MIT News (January/February). Cambridge Massachusetts: MIT Technology Review: 6– 7.
  83. Roberto Cordeschi. AI Turns Fifty: Revisiting ITS Origins. Applied Artificial Intelligence. 2007-04-25. Vol. 21 (4–5). hlm. 259–279. doi:10.1080/08839510701252304.
  84. Ronald Kline. Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence. IEEE Annals of the History of Computing. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44. Kline, Ronald (2011). "Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence". IEEE Annals of the History of Computing. 33 (4): 5– 16. doi:10.1109/MAHC.2010.44. ISSN 1058-6180.
  85. Ronald Kline. Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence. IEEE Annals of the History of Computing. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.
  86. Ronald Kline. Cybernetics, Automata Studies, and the Dartmouth Conference on Artificial Intelligence. IEEE Annals of the History of Computing. 2011. Vol. 33 (4). hlm. 5–16. doi:10.1109/MAHC.2010.44.
  87. John McCarthy. A Proposal for the Dartmouth Summer Research Project on Artificial Intelligence, August 31, 1955. AI Magazine. 2006-12-15. Vol. 27 (4). hlm. 12. doi:10.1609/aimag.v27i4.1904.
  88. Grace Solomonoff. The Meeting of the Minds That Launched AI - IEEE Spectrum. IEEE Spectrum. 2023-05-06.
  89. Eric W. Weisstein. Shannon, Claude Elwood (1916-2001) -- from Eric Weisstein's World of Scientific Biography. scienceworld.wolfram.com.
  90. Claude Shannon – computer science theory. www.thocp.net. The History of Computing Project.
  91. People: Claude E. Shannon - MIT Museum. webmuseum.mit.edu.
  92. George A. W. Boehm. Computers and Automation 1953-03: Vol 2 Iss 2. Berkeley Enterprises. 1953-03-01. hlm. 1–4.
  93. MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications. MIT News office. February 27, 2001. "MIT Professor Claude Shannon dies; was founder of digital communications". MIT News office. Cambridge, Massachusetts. February 27, 2001.
  94. Ray Cavanaugh. Claude Shannon: The Juggling Unicyclist Who Pedaled Us Into the Digital Age. 2016-04-29.
  95. Advertisement: Minivac 601. October 1961. hlm. 33.
  96. Edward Thorp. Digest of Papers. Second International Symposium on Wearable Computers (Cat. No.98EX215). October 1998. hlm. 4–8. doi:10.1109/iswc.1998.729523. ISBN 0-8186-9074-7.
  97. Eric W. Weisstein. Shannon, Claude Elwood (1916-2001) -- from Eric Weisstein's World of Scientific Biography. scienceworld.wolfram.com.
  98. Betty Shannon, Unsung Mathematical Genius. Scientific American Blog Network.
  99. John Horgan. Claude Shannon: Tinkerer, Prankster, and Father of Information Theory. IEEE Spectrum. April 27, 2016.
  100. William Poundstone. Fortune's Formula: The Untold Story of the Scientific Betting System. Macmillan. 2010. hlm. 18. ISBN 978-0-374-70708-8.
  101. J. Soni. A Mind at Play: How Claude Shannon Invented the Information Age. Simon & Schuster. 2017. hlm. 188. ISBN 978-1-4767-6668-3.
  102. Tom Siegfried. Top 10 revolutionary scientific theories. Science News. 2013-11-13.
  103. C. E. Shannon. A mathematical theory of communication. Bell System Technical Journal. 1948. Vol. 27 (3). hlm. 379–423, 623–656. doi:10.1002/j.1538-7305.1948.tb01338.x.
  104. Claude Shannon. The Telegraph. 2001-03-12.
  105. Robert Calderbank. Claude Shannon (1916–2001). Nature. 2001-04-12. Vol. 410 (6830). hlm. 768. doi:10.1038/35071223.
  106. Robert G. Gallager. Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact. IEEE Transactions on Information Theory. 2001. Vol. 47 (7). hlm. 2681–2695. doi:10.1109/18.959253. Gallager, Robert G. (2001). "Claude E. Shannon: A Retrospective on His Life, Work, and Impact" (PDF) . IEEE Transactions on Information Theory. 47 (7): 2681– 2695. doi:10.1109/18.959253.
  107. Tse.
  108. Guizzo. University of Sao Paulo.
  109. Graham P. Collins. Claude E. Shannon: Founder of Information Theory. Scientific American. 2002-10-14.
  110. Wirt Atmar. A Profoundly Repeated Pattern. Bulletin of the Ecological Society of America. 2001. Vol. 82 (3). hlm. 208–211. Atmar, Wirt (2001). "A Profoundly Repeated Pattern". Bulletin of the Ecological Society of America. 82 (3): 208– 211. ISSN 0012-9623. JSTOR 20168572.
  111. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  112. Horgan.
  113. Tom Rutledge. The Man Who Invented Information Theory. Boston Review. 2017-08-16.
  114. Kevin Roose. Inside the White-Hot Center of A.I. Doomerism. The New York Times. 2023-07-11.
  115. George Dyson. The Elegance of Ones and Zeroes. Wall Street Journal. 21 July 2017.
  116. Jimmy Soni. 10,000 Hours With Claude Shannon: How a Genius Thinks, Works and Lives. Observer. 2017-08-01.
  117. Tom Rutledge. The Man Who Invented Information Theory. Boston Review. 2017-08-16. Rutledge, Tom (2017-08-16). "The Man Who Invented Information Theory". Boston Review . Retrieved 2023-10-31 .
  118. "Claude Shannon: Reluctant Father of the Digital Age". MIT Technology Review. July 1, 2001 . Retrieved June 26, 2024 .
  119. Robert Calderbank. Claude Shannon (1916–2001). Nature. 2001. Vol. 410 (6830). hlm. 768. doi:10.1038/35071223.
  120. Rob Goodman. How a polymath transformed our understanding of information. Aeon. 2017-08-30.
  121. Jo Guldi. The Dangerous Art of Text Mining: A Methodology for Digital History. Cambridge University Press. 2023. hlm. 144–145. ISBN 978-1-009-26298-9.
  122. Roberts.
  123. Roberts.
  124. Katie Reilly. Google Doodle Honors Mathematician-Juggler Claude Shannon. April 30, 2016.
  125. Menchie Mendoza. Google Doodle Celebrates 100th Birthday Of Claude Shannon, Father Of Information Theory. Tech Times. 2 May 2016.
  126. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  127. Toni Feder. Review: The Bit Player, an homage to Claude Shannon. Physics Today. July 19, 2019. hlm. 5159. doi:10.1063/PT.6.3.20190719a.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29487998 (2026-07-23T06:44:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.