Lompat ke isi

Blaise Pascal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28162062; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:Blaise_pascal.jpg|thumb|right|280px|Blaise pascal]]
'''Blaise Pascal''' () berasal dari [[Prancis]]. Minat utamanya ialah [[filsafat]] dan [[agama]], sedangkan hobinya yang lain adalah [[matematika]] dan [[geometri]] proyektif. Bersama dengan [[Pierre de Fermat]] menemukan teori tentang [[probabilitas]]. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak berfokus pada bidang [[ilmu pengetahuan]] dan [[ilmu terapan]], di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat digunakan untuk menghitung.
'''Blaise Pascal''' () berasal dari [[Prancis]]. Minat utamanya ialah [[filsafat]] dan [[agama]], sedangkan hobinya yang lain adalah [[matematika]] dan [[geometri]] proyektif. Bersama dengan [[Pierre de Fermat]] menemukan teori tentang [[probabilitas]]. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak berfokus pada bidang [[ilmu pengetahuan]] dan [[ilmu terapan]], di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat digunakan untuk menghitung.


== Riwayat Hidup ==
Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di [[Clermont-Ferrand]], [[Prancis]]. Blaise sejak kecil dikenal sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa menciptakan sebuah mesin penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Nama ayahnya adalah Étienne Pascal. Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di wilayah [[Auvergne]], [[Prancis]]. Sejak usia empat tahun Blaise telah kehilangan ibunya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bangunan segienam (''hexagram''), menemukan prinsip kerja [[barometer]], sistem kerja [[arloji]], hingga ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota [[Paris]].
Awalnya Pascal tidak berminat pada hal-hal yang berhubungan dengan [[agama]].
Ia kemudian mengalami peristiwa pertobatan pada usia 23 tahun. Sejak peristiwa itu, Pascal kemudian mengubah pola hidupnya dengan tekun berdoa dan berpuasa. Tidak hanya itu, ia bahkan ikut bergabung dengan komunitas [[biara]] Port-Royal yang beraliran [[Jansenisme]]. Saudara perempuannya yang bernama Jacqualine adalah seorang biarawati di biara itu. Pascal pernah menyatakan kritiknya terhadap [[Yesuit|Ordo Yesuit]] melalui tulisan-tulisannya yang terkenal,''Lettres provinciales'' yang ditulisnya tahun 1656. Menurutnya, ajaran-ajaran [[Yesuit]] telah merendahkan nilai-nilai agama terutama tentang anugerah. Kelompok [[Yesuit]] juga dinilai terlalu longgar dalam hal moral dan akibatnya [[Kristen|kekristenan]] menjadi duniawi. Ia meninggal dunia pada tanggal 19 Agustus 1662 dalam usia 39 tahun tanpa penyebab kematian yang jelas.


== Pemikiran ==
== Pemikiran ==
=== ''Le Coeur'' ===
=== ''Le Coeur'' ===
''Le coeur a ses raison ne connait point'' (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh [[rasio]]) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal. Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan. Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal. Baginya "hati" (''Le coeur'') manusia adalah jauh lebih penting.
''Le coeur a ses raison ne connait point'' (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh [[rasio]]) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal.<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref> Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan.<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref> Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref> Baginya "hati" (''Le coeur'') manusia adalah jauh lebih penting.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref>


Hati yang dimaksudkan oleh Paskal tidak semata-mata berarti [[emosi]].
Hati yang dimaksudkan oleh Paskal tidak semata-mata berarti [[emosi]].<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref>
Hati adalah pusat dari segala aktivitas jiwa manusia yang mampu menangkap sesuatu secara spontan dan intuitif.
Hati adalah pusat dari segala aktivitas jiwa manusia yang mampu menangkap sesuatu secara spontan dan intuitif.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref>
Rasio manusia hanya mampu membuat manusia memahami kebenaran-kebenaran matematis dan ilmu alam. Dengan memakai hati, manusia akan mampu memahami apa yang lebih jauh daripada itu yakni [[pengetahuan]] tentang [[Allah]].
Rasio manusia hanya mampu membuat manusia memahami kebenaran-kebenaran matematis dan ilmu alam.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref> Dengan memakai hati, manusia akan mampu memahami apa yang lebih jauh daripada itu yakni [[pengetahuan]] tentang [[Allah]].<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref>


Kebenaran tidak hanya diketahui oleh akal saja tetapi juga dengan hati, bahkan menurut Paskal untuk dapat mengenal Allah secara langsung manusia harus menggunakan hatinya.
Kebenaran tidak hanya diketahui oleh akal saja tetapi juga dengan hati, bahkan menurut Paskal untuk dapat mengenal Allah secara langsung manusia harus menggunakan hatinya.<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref>
Dengan demikian Paskal hendak menegaskan bahwa rasio manusia itu memiliki batas sedangkan [[iman]] tidak terbatas.
Dengan demikian Paskal hendak menegaskan bahwa rasio manusia itu memiliki batas sedangkan [[iman]] tidak terbatas.<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref>


=== ''Le Pari'' ===
''Le Pari'' atau "Pertaruhan" adalah argumen Pascal lainnya yang terkenal. Gagasan ini terkait dengan persoalan mengenai ada tidaknya Allah dalam sejarah [[filsafat]].
Ada orang-orang-orang skeptik yang kerap kali mencemooh orang-orang [[Kristen]] yang percaya bahwa Allah itu ada sementara mereka sendiri tidak dapat membuktikan secara rasional bahwa Allah itu tidak ada.
Ia kemudian membuat sebuah pertaruhan mengenai ada atau tidaknya Allah.


Dalam hal ini Pascal mengambil posisi sebagai orang yang percaya akan adanya Allah.
Dalam hal ini Pascal mengambil posisi sebagai orang yang percaya akan adanya Allah.<ref>{id} Budi Hardiman. 2004. ''Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche''. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.</ref>
Alasannya, bila ternyata Allah memang ada, orang-orang yang percaya kepada Allah akan menang dan hidup berbahagia bersama Allah yang diimani di [[sorga]] kelak. Sementara bila ternyata Allah memang tidak ada dan orang-orang percaya kalah maka mereka tidak akan menderita kerugian apapun. Hidup baik yang telah mereka jalani selama berada di [[dunia]] sudah merupakan keutamaan yang membuat kehidupan mereka dan orang lain bahagia.
Alasannya, bila ternyata Allah memang ada, orang-orang yang percaya kepada Allah akan menang dan hidup berbahagia bersama Allah yang diimani di [[sorga]] kelak.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref> Sementara bila ternyata Allah memang tidak ada dan orang-orang percaya kalah maka mereka tidak akan menderita kerugian apapun.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref> Hidup baik yang telah mereka jalani selama berada di [[dunia]] sudah merupakan keutamaan yang membuat kehidupan mereka dan orang lain bahagia.<ref>{id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. ''Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead''. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.</ref>


Sebaliknya, bagi orang-orang tidak percaya, apalagi yang hidup seturut kehendak mereka sendiri, bila ternyata Allah tidak ada, selama hidup mereka merugikan orang lain dengan kesembronoan mereka. Sementara bila ternyata Allah ada, mereka akan dihukum dalam neraka karena selain tidak memercayai Allah, hidup mereka pun jauh dari menyenangkan hati Allah.
Sebaliknya, bagi orang-orang tidak percaya, apalagi yang hidup seturut kehendak mereka sendiri, bila ternyata Allah tidak ada, selama hidup mereka merugikan orang lain dengan kesembronoan mereka. Sementara bila ternyata Allah ada, mereka akan dihukum dalam neraka karena selain tidak memercayai Allah, hidup mereka pun jauh dari menyenangkan hati Allah.
Baris 32: Baris 24:


== Karya-karya ==
== Karya-karya ==
 
* ''The Lettres Provinciales (Surat-surat ke Daerah)''.<ref>{en} Tony Lane. 2007. ''Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani''. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.</ref>
* ''The Lettres Provinciales (Surat-surat ke Daerah)''.
Karya tulis ini ditulisnya tanpa mencantumkan namanya.<ref>{en} Tony Lane. 2007. ''Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani''. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.</ref> Surat-surat ini berisi pembelaan Paskal terhadap [[Antoine Arnauld]], seorang pemimpin gerakan [[Jansenisme]] yang diadili di [[Sorbonne]] oleh karena pandangan-pandangannya dianggap berbahaya.<ref>{en} Tony Lane. 2007. ''Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani''. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.</ref> Ini sekaligus menjadi tulisan Pascal yang menyerang kaum [[Yesuit]].<ref>{en} Tony Lane. 2007. ''Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani''. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.</ref>
Karya tulis ini ditulisnya tanpa mencantumkan namanya. Surat-surat ini berisi pembelaan Paskal terhadap [[Antoine Arnauld]], seorang pemimpin gerakan [[Jansenisme]] yang diadili di [[Sorbonne]] oleh karena pandangan-pandangannya dianggap berbahaya. Ini sekaligus menjadi tulisan Pascal yang menyerang kaum [[Yesuit]].
 
* ''The Pensées''.
Berisi kumpulan pemikiran-pemikiran Pascal yang sering ditulisnya pada secarik kertas. Melalui Pensées, Pascal hendak mengajukan suatu apologia atau pembelaan agama [[Kristen]] kepada orang-orang yang tidak percaya akan keberadaan Allah terutama kaum [[rasionalis]]. Ini merupakan usaha pembelaan terhadap kekristenan yang pertama dilakukan pada zaman modern.
 
== Referensi ==




Baris 45: Baris 31:
* [[Hukum ilmiah#Hukum Pascal (1658)|Hukum Pascal]]
* [[Hukum ilmiah#Hukum Pascal (1658)|Hukum Pascal]]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Blaise+Pascal&oldid=28162062 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28162062 (2025-10-26T03:30:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Blaise+Pascal&oldid=28162062 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28162062 (2025-10-26T03:30:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.29

Blaise pascal

Blaise Pascal () berasal dari Prancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak berfokus pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat digunakan untuk menghitung.


Pemikiran

Le Coeur

Le coeur a ses raison ne connait point (Hati mempunyai alasan-alasan yang tidak dimengerti oleh rasio) adalah ungkapan Pascal yang sangat terkenal.[1] Dengan pernyataan ini Pascal tidak bermaksud menunjukkan bahwa rasio dan hati itu bertentangan.[2] Hanya saja menurut Pascal, rasio atau akal manusia tidak akan sanggup untuk memahami semua hal.[3] Baginya "hati" (Le coeur) manusia adalah jauh lebih penting.[4]

Hati yang dimaksudkan oleh Paskal tidak semata-mata berarti emosi.[5] Hati adalah pusat dari segala aktivitas jiwa manusia yang mampu menangkap sesuatu secara spontan dan intuitif.[6] Rasio manusia hanya mampu membuat manusia memahami kebenaran-kebenaran matematis dan ilmu alam.[7] Dengan memakai hati, manusia akan mampu memahami apa yang lebih jauh daripada itu yakni pengetahuan tentang Allah.[8]

Kebenaran tidak hanya diketahui oleh akal saja tetapi juga dengan hati, bahkan menurut Paskal untuk dapat mengenal Allah secara langsung manusia harus menggunakan hatinya.[9] Dengan demikian Paskal hendak menegaskan bahwa rasio manusia itu memiliki batas sedangkan iman tidak terbatas.[10]


Dalam hal ini Pascal mengambil posisi sebagai orang yang percaya akan adanya Allah.[11] Alasannya, bila ternyata Allah memang ada, orang-orang yang percaya kepada Allah akan menang dan hidup berbahagia bersama Allah yang diimani di sorga kelak.[12] Sementara bila ternyata Allah memang tidak ada dan orang-orang percaya kalah maka mereka tidak akan menderita kerugian apapun.[13] Hidup baik yang telah mereka jalani selama berada di dunia sudah merupakan keutamaan yang membuat kehidupan mereka dan orang lain bahagia.[14]

Sebaliknya, bagi orang-orang tidak percaya, apalagi yang hidup seturut kehendak mereka sendiri, bila ternyata Allah tidak ada, selama hidup mereka merugikan orang lain dengan kesembronoan mereka. Sementara bila ternyata Allah ada, mereka akan dihukum dalam neraka karena selain tidak memercayai Allah, hidup mereka pun jauh dari menyenangkan hati Allah.

Kesimpulannya, menurut Pascal, lebih baik percaya pada Allah ketimbang tidak percaya kepada-Nya.

Karya-karya

  • The Lettres Provinciales (Surat-surat ke Daerah).[15]

Karya tulis ini ditulisnya tanpa mencantumkan namanya.[16] Surat-surat ini berisi pembelaan Paskal terhadap Antoine Arnauld, seorang pemimpin gerakan Jansenisme yang diadili di Sorbonne oleh karena pandangan-pandangannya dianggap berbahaya.[17] Ini sekaligus menjadi tulisan Pascal yang menyerang kaum Yesuit.[18]


Lihat pula

Referensi

  1. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  2. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  3. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  4. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  5. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  6. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  7. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  8. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  9. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  10. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  11. {id} Budi Hardiman. 2004. Filsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia. Hlm. 59.
  12. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  13. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  14. {id} Simon Petrus L. Tjahjadi. 2007. Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan: Dari Descartes sampai Whitehead. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 37.
  15. {en} Tony Lane. 2007. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.
  16. {en} Tony Lane. 2007. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.
  17. {en} Tony Lane. 2007. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.
  18. {en} Tony Lane. 2007. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta:BPK Gunung Mulia. Hlm. 193.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28162062 (2025-10-26T03:30:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.