Lompat ke isi

Sarah Haider: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29209406; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sarah Haider''' adalah penulis, pembicara, dan aktivis politik [[Pakistan]]-[[Amerika]]. Ia menciptakan kelompok advokasi Ex-Muslims of North America (EXMNA, "Eks-Muslim Amerika Utara") yang berupaya menormalkan perbedaan pendapat agama dan membantu Eks-[[Muslim]] meninggalkan agama dengan menghubungkan mereka dengan jaringan pendukung. Ia adalah salah satu pendiri dan direktur pengembangan untuk EXMNA.
[[File:Sarah_Haider_-Aus_Skeptics_convention_2017.jpg|thumb|right|280px|Sarah Haider -Aus Skeptics convention 2017]]
 
'''Sarah Haider''' adalah penulis, pembicara, dan aktivis politik [[Pakistan]]-[[Amerika]].<ref>Owen Amos. [https://www.bbc.com/news/world-us-canada-42090104 They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It]. ''BBC News''. November 28, 2017.</ref> Ia menciptakan kelompok advokasi Ex-Muslims of North America (EXMNA, "Eks-Muslim Amerika Utara") yang berupaya menormalkan perbedaan pendapat agama dan membantu Eks-[[Muslim]] meninggalkan agama dengan menghubungkan mereka dengan jaringan pendukung.<ref>[http://womenbeyondbelief.com/21-sarah-haider-founder-ex-muslims-of-north-america-episode-co-hosted-by-sarah-nicholson/ Sarah Haider – Writer, Activist, Founder of Ex-Muslims Of North America (Episode Co-Hosted by Sarah Nicholson]. ''www.womenbeyondbelief.com''.</ref><ref>Jeffrey Tayler. [http://quillette.com/2017/03/16/on-betrayal-by-the-left-talking-with-ex-muslim-sarah-haider/ On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider]. ''Quillette''. March 16, 2017.</ref> Ia adalah salah satu pendiri dan direktur pengembangan untuk EXMNA.<ref>Sarah Haider. [https://areomagazine.com/2016/12/19/sarah-haider-on-leaving-islam-changing-liberals-minds-and-ex-muslims-of-north-america/ Sarah Haider on Leaving Islam, Changing Liberals' Minds, and Ex-Muslims of North America]. ''Areo''. December 19, 2016.</ref>


== Awal kehidupan ==
== Awal kehidupan ==
Haider lahir di [[Karachi]], [[Pakistan]], di keluarga Muslim [[Syiah]] yang taat. Keluarganya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia tujuh tahun dan dibesarkan di [[Houston]], [[Texas]]. Ia adalah seorang Muslim yang taat sejak kecil. Dalam wawancara tahun 2017 dengan blog ''Gene Expression'', dia mengatakan tentang partisipasi agamanya:
Haider lahir di [[Karachi]], [[Pakistan]], di keluarga Muslim [[Syiah]] yang taat.<ref>[http://reasonrally.org/faces-of-reason-sarah-haider-co-founder-of-ex-muslims-of-north-america/ FACES OF REASON: SARAH HAIDER, CO-FOUNDER OF EX-MUSLIMS OF NORTH AMERICA]. The Reason Rally Coalition.</ref> Keluarganya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia tujuh tahun dan dibesarkan di [[Houston]], [[Texas]].<ref>Sarah Haider. [https://thehumanist.com/magazine/september-october-2016/features/islams-ex-factor-interview-sarah-haider-muhammad-syed Islam's Ex Factor: An Interview with Sarah Haider and Muhammad Syed]. ''The Humanist''. American Humanist Association. 2016. Vol. 76 (5). hlm. 21–23.</ref> Ia adalah seorang Muslim yang taat sejak kecil. Dalam wawancara tahun 2017 dengan blog ''Gene Expression'', dia mengatakan tentang partisipasi agamanya:


Ia menjadi seorang [[ateisme|ateis]] pada usia 16 tahun.<ref>Sarah Haider. [https://thehumanist.com/magazine/september-october-2016/features/islams-ex-factor-interview-sarah-haider-muhammad-syed Islam's Ex Factor: An Interview with Sarah Haider and Muhammad Syed]. ''The Humanist''. American Humanist Association. 2016. Vol. 76 (5). hlm. 21–23.</ref> Ia percaya bahwa ia cukup beruntung memiliki ayah yang relatif liberal yang mungkin tidak membiarkannya mengenakan celana pendek atau punya pacar tetapi masih mengizinkannya membaca buku apa pun yang ia inginkan, termasuk yang [[Kritik terhadap Islam|mengkritik Islam]], dan membiarkannya pindah dari rumah ke perguruan tinggi. Perjalanannya mempertanyakan agama dimulai ketika teman-teman ateisnya di sekolah menengah mulai berdebat dengannya. Salah satu temannya akan mencetak ayat-ayat "mengerikan" dari [[Al-Qur'an]]dan akan menyerahkannya padanya tanpa komentar lebih lanjut. Dia berangkat untuk membuktikan bahwa teman-teman ateisnya salah dan mulai mempelajari Quran untuk memahami konteks ayat-ayat ini. Namun, dia menyatakan bahwa terkadang konteksnya lebih buruk dan dia perlahan menjadi ateis.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=-WbhZgh2DPw&t=2363s Sarah Haider and Dave Rubin Talk Ex-Muslims, Paris Attacks, and Atheism [Full Interview]]. Youtube.</ref>


Ia menjadi seorang [[ateisme|ateis]] pada usia 16 tahun. Ia percaya bahwa ia cukup beruntung memiliki ayah yang relatif liberal yang mungkin tidak membiarkannya mengenakan celana pendek atau punya pacar tetapi masih mengizinkannya membaca buku apa pun yang ia inginkan, termasuk yang [[Kritik terhadap Islam|mengkritik Islam]], dan membiarkannya pindah dari rumah ke perguruan tinggi. Perjalanannya mempertanyakan agama dimulai ketika teman-teman ateisnya di sekolah menengah mulai berdebat dengannya. Salah satu temannya akan mencetak ayat-ayat "mengerikan" dari [[Al-Qur'an]]dan akan menyerahkannya padanya tanpa komentar lebih lanjut. Dia berangkat untuk membuktikan bahwa teman-teman ateisnya salah dan mulai mempelajari Quran untuk memahami konteks ayat-ayat ini. Namun, dia menyatakan bahwa terkadang konteksnya lebih buruk dan dia perlahan menjadi ateis.
Sejak itu ayahnya juga menjadi seorang ateis. Haider menggambarkan perjalanan menuju ateisme dengan ayahnya ke Reason Rally pada 2016 sebagai serangkaian panjang perdebatan yang berlangsung selama lebih dari satu dekade. Namun, tidak sampai ayahnya menemukan [[grup Facebook]] dari ateis Pakistan lainnya yang memiliki anggota aktif yang seusianya dia merasa nyaman meninggalkan Islam. Dia sekarang menyarankan para mantan Muslim untuk menemukan teman sekuler sekeluarga mereka untuk membuat mereka lebih nyaman meninggalkan agama.<ref>[http://reasonrally.org/faces-of-reason-sarah-haider-co-founder-of-ex-muslims-of-north-america/ FACES OF REASON: SARAH HAIDER, CO-FOUNDER OF EX-MUSLIMS OF NORTH AMERICA]. The Reason Rally Coalition.</ref>


Sejak itu ayahnya juga menjadi seorang ateis. Haider menggambarkan perjalanan menuju ateisme dengan ayahnya ke Reason Rally pada 2016 sebagai serangkaian panjang perdebatan yang berlangsung selama lebih dari satu dekade. Namun, tidak sampai ayahnya menemukan [[grup Facebook]] dari ateis Pakistan lainnya yang memiliki anggota aktif yang seusianya dia merasa nyaman meninggalkan Islam. Dia sekarang menyarankan para mantan Muslim untuk menemukan teman sekuler sekeluarga mereka untuk membuat mereka lebih nyaman meninggalkan agama.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia pindah ke [[Washington, DC]], dan terlibat dengan kelompok nirlaba dan advokasi sosial. Keterlibatan ini menginspirasinya untuk meluncurkan kelompok advokasi nirlaba di kemudian hari.<ref>[https://www.theahafoundation.org/sarah-haider-co-founder-of-ex-muslims-in-north-america-shares-her-transition-to-atheism-and-the-need-to-look-up-to-fathers-who-champion-womens-rights/ Sarah Haider, Co-Founder of Ex-Muslims in North America, Shares Her Transition to Atheism and the Need to Look Up to Fathers who Champion Women's Rights]. AHA Foundation.</ref> Saat ini ia masih tinggal di Washington.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=vh2l02g4BVw Sarah Haider - Openly Secular]. Youtube.</ref>
 
Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia pindah ke [[Washington, DC]], dan terlibat dengan kelompok nirlaba dan advokasi sosial. Keterlibatan ini menginspirasinya untuk meluncurkan kelompok advokasi nirlaba di kemudian hari. Saat ini ia masih tinggal di Washington.


== Aktivisme ==
== Aktivisme ==
Pada 2013 Haider dan Muhammad Syed mendirikan Ex-Muslims of North America (EXMNA), sebuah organisasi advokasi dan komunitas online yang bertujuan untuk "menormalkan" perbedaan pendapat agama dan membantu menciptakan komunitas pendukung lokal bagi mereka yang telah meninggalkan Islam.<ref>Jeffrey Tayler. [http://quillette.com/2017/03/16/on-betrayal-by-the-left-talking-with-ex-muslim-sarah-haider/ On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider]. ''Quillette''. March 16, 2017.</ref><ref>Razib Khan. [https://gnxp.nofe.me/2017/03/20/10-questions-for-sarah-haider/ 10 Questions For Sarah Haider]. ''Gene Expression''. March 20, 2017.</ref> Organisasi ini pertama kali berbasis di Washington, DC, dan [[Toronto]], tetapi sekarang aktif di lebih dari 25 lokasi di Amerika Serikat dan Kanada.<ref>Owen Amos. [https://www.bbc.com/news/world-us-canada-42090104 They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It]. ''BBC News''. November 28, 2017.</ref>


EXMNA percaya komunitas Muslim sering menghindari mereka yang dituduh murtad serta keluarga mereka dan bahwa ketakutan akan [[ekskomunikasi]] dan kekerasan membuat berbahaya bagi mantan Muslim yang tertutup jika mereka diekspos sebagai orang yang tidak beriman.<ref>[https://www.exmna.org/for-muslim-apostates-giving-up-their-faith-can-be-terrifying-alienating-and-dangerous/ For Muslim apostates, giving up their faith can be terrifying, alienating and dangerous]. EXMNA.</ref> Inilah alasan mengapa EXMNA percaya bahwa sangat penting untuk menormalkan perbedaan pendapat dalam komunitas agama dan mengapa mereka telah menciptakan jaringan [[dukungan sosial]] bagi mereka yang memilih untuk meninggalkan Islam.<ref>Jeffrey Tayler. [http://quillette.com/2017/03/16/on-betrayal-by-the-left-talking-with-ex-muslim-sarah-haider/ On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider]. ''Quillette''. March 16, 2017.</ref><ref>Hrishikesh Joshi. [http://www.nationalreview.com/article/444556/muslim-apostates-north-america-face-leftist-scorn-muslim-death-threats Leaving Islam in North America]. ''National Review''. February 3, 2017.</ref><ref>[https://translate.google.com/translate?sl=auto&tl=en&js=y&prev=_t&hl=en&ie=UTF-8&u=http%3A%2F%2Fwww.information.dk%2F525822&edit-text I shall always be ready with a lie].</ref> Islam "murtad hidup dengan tingkat ancaman yang memengaruhi setiap aspek kehidupan." EXMNA memiliki proses penyaringan yang panjang untuk memastikan keamanan dan keselamatan anggota EXMNA.<ref>Jeffrey Tayler. [http://quillette.com/2017/03/16/on-betrayal-by-the-left-talking-with-ex-muslim-sarah-haider/ On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider]. ''Quillette''. March 16, 2017.</ref><ref>Hrishikesh Joshi. [http://www.nationalreview.com/article/444556/muslim-apostates-north-america-face-leftist-scorn-muslim-death-threats Leaving Islam in North America]. ''National Review''. February 3, 2017.</ref>


Pada 2013 Haider dan Muhammad Syed mendirikan Ex-Muslims of North America (EXMNA), sebuah organisasi advokasi dan komunitas online yang bertujuan untuk "menormalkan" perbedaan pendapat agama dan membantu menciptakan komunitas pendukung lokal bagi mereka yang telah meninggalkan Islam. Organisasi ini pertama kali berbasis di Washington, DC, dan [[Toronto]], tetapi sekarang aktif di lebih dari 25 lokasi di Amerika Serikat dan Kanada.
Pada 2015 dia memberikan pidato yang disebut "Islam and the Necessity of Liberal Critique" ("Islam dan Kebutuhan Kritik Liberal") di konferensi tahunan Asosiasi Humanis Amerika ke-74 di [[Denver]], [[Colorado]], yang telah banyak dilihat sejak diunggah ke [[YouTube]]. Selama wawancara dengan [[Dave Rubin]], dia menjelaskan kegembiraannya dengan mengatakan "rasanya seluruh hidup saya mengarah ke pidato itu." Namun dia mengatakan dia gugup untuk menyampaikan pidato, meyakini topik Islam dan perbedaan pendapat "sensitif", tetapi senang dengan seberapa baik pidato itu diterima.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=-WbhZgh2DPw&t=2363s Sarah Haider and Dave Rubin Talk Ex-Muslims, Paris Attacks, and Atheism [Full Interview]]. Youtube.</ref> Haider, seorang liberal yang digambarkan sendiri, berkecil hati dengan apa yang dia rasakan adalah sikap bermusuhan dari sesama liberal. Dia telah mengatakan wanita yang meninggalkan Islam sering "menghadapi pengucilan, pemukulan, pelecehan dan ancaman dari keluarga dan komunitas mereka, memaksa melakukan perjalanan kembali ke negara asal untuk mencabut mereka dari pengaruh Barat, dan memaksa pernikahan." Dia merasa dijauhi oleh kaum kiri, dipanggil "Islamofob" dan diberi tahu bahwa "mengkritik Islam sama dengan rasisme." Ini membuat posisi mantan ateis Muslim genting, karena menurut Haider "hak politik bukan teman kita. Kita tidak memiliki sekutu pada hak [agama]" karena ateisme kita.<ref>Jeffrey Tayler. [http://quillette.com/2017/03/16/on-betrayal-by-the-left-talking-with-ex-muslim-sarah-haider/ On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider]. ''Quillette''. March 16, 2017.</ref><ref>Gadi Taub. [https://www.haaretz.com/us-news/.premium-1.824659 Mark Lilla Wants to Wean U.S. Liberals Off Identity Politics]. ''Haaretz''. November 25, 2017.</ref>


EXMNA percaya komunitas Muslim sering menghindari mereka yang dituduh murtad serta keluarga mereka dan bahwa ketakutan akan [[ekskomunikasi]] dan kekerasan membuat berbahaya bagi mantan Muslim yang tertutup jika mereka diekspos sebagai orang yang tidak beriman. Inilah alasan mengapa EXMNA percaya bahwa sangat penting untuk menormalkan perbedaan pendapat dalam komunitas agama dan mengapa mereka telah menciptakan jaringan [[dukungan sosial]] bagi mereka yang memilih untuk meninggalkan Islam. Islam "murtad hidup dengan tingkat ancaman yang memengaruhi setiap aspek kehidupan." EXMNA memiliki proses penyaringan yang panjang untuk memastikan keamanan dan keselamatan anggota EXMNA.
Pada 2017 Haider memutuskan untuk mengambil EXMNA dalam tur keliling Amerika Serikat dan Kanada untuk berbicara di kampus-kampus selama tahun akademik 2017-2018. EXMNA akan berbicara tentang berbagai topik yang memengaruhi Muslim dan mantan Muslim.<ref>Owen Amos. [https://www.bbc.com/news/world-us-canada-42090104 They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It]. ''BBC News''. November 28, 2017.</ref>


Pada 2015 dia memberikan pidato yang disebut "Islam and the Necessity of Liberal Critique" ("Islam dan Kebutuhan Kritik Liberal") di konferensi tahunan Asosiasi Humanis Amerika ke-74 di [[Denver]], [[Colorado]], yang telah banyak dilihat sejak diunggah ke [[YouTube]]. Selama wawancara dengan [[Dave Rubin]], dia menjelaskan kegembiraannya dengan mengatakan "rasanya seluruh hidup saya mengarah ke pidato itu." Namun dia mengatakan dia gugup untuk menyampaikan pidato, meyakini topik Islam dan perbedaan pendapat "sensitif", tetapi senang dengan seberapa baik pidato itu diterima. Haider, seorang liberal yang digambarkan sendiri, berkecil hati dengan apa yang dia rasakan adalah sikap bermusuhan dari sesama liberal. Dia telah mengatakan wanita yang meninggalkan Islam sering "menghadapi pengucilan, pemukulan, pelecehan dan ancaman dari keluarga dan komunitas mereka, memaksa melakukan perjalanan kembali ke negara asal untuk mencabut mereka dari pengaruh Barat, dan memaksa pernikahan." Dia merasa dijauhi oleh kaum kiri, dipanggil "Islamofob" dan diberi tahu bahwa "mengkritik Islam sama dengan rasisme." Ini membuat posisi mantan ateis Muslim genting, karena menurut Haider "hak politik bukan teman kita. Kita tidak memiliki sekutu pada hak [agama]" karena ateisme kita.
== Pranala luar ==
 
Pada 2017 Haider memutuskan untuk mengambil EXMNA dalam tur keliling Amerika Serikat dan Kanada untuk berbicara di kampus-kampus selama tahun akademik 2017-2018. EXMNA akan berbicara tentang berbagai topik yang memengaruhi Muslim dan mantan Muslim.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Pranala luar ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarah+Haider&oldid=29209406 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29209406 (2026-05-10T05:40:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
 
 
 
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarah+Haider&oldid=29209406 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29209406 (2026-05-10T05:40:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.07

Sarah Haider -Aus Skeptics convention 2017

Sarah Haider adalah penulis, pembicara, dan aktivis politik Pakistan-Amerika.[1] Ia menciptakan kelompok advokasi Ex-Muslims of North America (EXMNA, "Eks-Muslim Amerika Utara") yang berupaya menormalkan perbedaan pendapat agama dan membantu Eks-Muslim meninggalkan agama dengan menghubungkan mereka dengan jaringan pendukung.[2][3] Ia adalah salah satu pendiri dan direktur pengembangan untuk EXMNA.[4]

Awal kehidupan

Haider lahir di Karachi, Pakistan, di keluarga Muslim Syiah yang taat.[5] Keluarganya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia tujuh tahun dan dibesarkan di Houston, Texas.[6] Ia adalah seorang Muslim yang taat sejak kecil. Dalam wawancara tahun 2017 dengan blog Gene Expression, dia mengatakan tentang partisipasi agamanya:

Ia menjadi seorang ateis pada usia 16 tahun.[7] Ia percaya bahwa ia cukup beruntung memiliki ayah yang relatif liberal yang mungkin tidak membiarkannya mengenakan celana pendek atau punya pacar tetapi masih mengizinkannya membaca buku apa pun yang ia inginkan, termasuk yang mengkritik Islam, dan membiarkannya pindah dari rumah ke perguruan tinggi. Perjalanannya mempertanyakan agama dimulai ketika teman-teman ateisnya di sekolah menengah mulai berdebat dengannya. Salah satu temannya akan mencetak ayat-ayat "mengerikan" dari Al-Qur'andan akan menyerahkannya padanya tanpa komentar lebih lanjut. Dia berangkat untuk membuktikan bahwa teman-teman ateisnya salah dan mulai mempelajari Quran untuk memahami konteks ayat-ayat ini. Namun, dia menyatakan bahwa terkadang konteksnya lebih buruk dan dia perlahan menjadi ateis.[8]

Sejak itu ayahnya juga menjadi seorang ateis. Haider menggambarkan perjalanan menuju ateisme dengan ayahnya ke Reason Rally pada 2016 sebagai serangkaian panjang perdebatan yang berlangsung selama lebih dari satu dekade. Namun, tidak sampai ayahnya menemukan grup Facebook dari ateis Pakistan lainnya yang memiliki anggota aktif yang seusianya dia merasa nyaman meninggalkan Islam. Dia sekarang menyarankan para mantan Muslim untuk menemukan teman sekuler sekeluarga mereka untuk membuat mereka lebih nyaman meninggalkan agama.[9]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia pindah ke Washington, DC, dan terlibat dengan kelompok nirlaba dan advokasi sosial. Keterlibatan ini menginspirasinya untuk meluncurkan kelompok advokasi nirlaba di kemudian hari.[10] Saat ini ia masih tinggal di Washington.[11]

Aktivisme

Pada 2013 Haider dan Muhammad Syed mendirikan Ex-Muslims of North America (EXMNA), sebuah organisasi advokasi dan komunitas online yang bertujuan untuk "menormalkan" perbedaan pendapat agama dan membantu menciptakan komunitas pendukung lokal bagi mereka yang telah meninggalkan Islam.[12][13] Organisasi ini pertama kali berbasis di Washington, DC, dan Toronto, tetapi sekarang aktif di lebih dari 25 lokasi di Amerika Serikat dan Kanada.[14]

EXMNA percaya komunitas Muslim sering menghindari mereka yang dituduh murtad serta keluarga mereka dan bahwa ketakutan akan ekskomunikasi dan kekerasan membuat berbahaya bagi mantan Muslim yang tertutup jika mereka diekspos sebagai orang yang tidak beriman.[15] Inilah alasan mengapa EXMNA percaya bahwa sangat penting untuk menormalkan perbedaan pendapat dalam komunitas agama dan mengapa mereka telah menciptakan jaringan dukungan sosial bagi mereka yang memilih untuk meninggalkan Islam.[16][17][18] Islam "murtad hidup dengan tingkat ancaman yang memengaruhi setiap aspek kehidupan." EXMNA memiliki proses penyaringan yang panjang untuk memastikan keamanan dan keselamatan anggota EXMNA.[19][20]

Pada 2015 dia memberikan pidato yang disebut "Islam and the Necessity of Liberal Critique" ("Islam dan Kebutuhan Kritik Liberal") di konferensi tahunan Asosiasi Humanis Amerika ke-74 di Denver, Colorado, yang telah banyak dilihat sejak diunggah ke YouTube. Selama wawancara dengan Dave Rubin, dia menjelaskan kegembiraannya dengan mengatakan "rasanya seluruh hidup saya mengarah ke pidato itu." Namun dia mengatakan dia gugup untuk menyampaikan pidato, meyakini topik Islam dan perbedaan pendapat "sensitif", tetapi senang dengan seberapa baik pidato itu diterima.[21] Haider, seorang liberal yang digambarkan sendiri, berkecil hati dengan apa yang dia rasakan adalah sikap bermusuhan dari sesama liberal. Dia telah mengatakan wanita yang meninggalkan Islam sering "menghadapi pengucilan, pemukulan, pelecehan dan ancaman dari keluarga dan komunitas mereka, memaksa melakukan perjalanan kembali ke negara asal untuk mencabut mereka dari pengaruh Barat, dan memaksa pernikahan." Dia merasa dijauhi oleh kaum kiri, dipanggil "Islamofob" dan diberi tahu bahwa "mengkritik Islam sama dengan rasisme." Ini membuat posisi mantan ateis Muslim genting, karena menurut Haider "hak politik bukan teman kita. Kita tidak memiliki sekutu pada hak [agama]" karena ateisme kita.[22][23]

Pada 2017 Haider memutuskan untuk mengambil EXMNA dalam tur keliling Amerika Serikat dan Kanada untuk berbicara di kampus-kampus selama tahun akademik 2017-2018. EXMNA akan berbicara tentang berbagai topik yang memengaruhi Muslim dan mantan Muslim.[24]

Pranala luar

Referensi

  1. Owen Amos. They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It. BBC News. November 28, 2017.
  2. Sarah Haider – Writer, Activist, Founder of Ex-Muslims Of North America (Episode Co-Hosted by Sarah Nicholson. www.womenbeyondbelief.com.
  3. Jeffrey Tayler. On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider. Quillette. March 16, 2017.
  4. Sarah Haider. Sarah Haider on Leaving Islam, Changing Liberals' Minds, and Ex-Muslims of North America. Areo. December 19, 2016.
  5. FACES OF REASON: SARAH HAIDER, CO-FOUNDER OF EX-MUSLIMS OF NORTH AMERICA. The Reason Rally Coalition.
  6. Sarah Haider. Islam's Ex Factor: An Interview with Sarah Haider and Muhammad Syed. The Humanist. American Humanist Association. 2016. Vol. 76 (5). hlm. 21–23.
  7. Sarah Haider. Islam's Ex Factor: An Interview with Sarah Haider and Muhammad Syed. The Humanist. American Humanist Association. 2016. Vol. 76 (5). hlm. 21–23.
  8. Sarah Haider and Dave Rubin Talk Ex-Muslims, Paris Attacks, and Atheism [Full Interview]. Youtube.
  9. FACES OF REASON: SARAH HAIDER, CO-FOUNDER OF EX-MUSLIMS OF NORTH AMERICA. The Reason Rally Coalition.
  10. Sarah Haider, Co-Founder of Ex-Muslims in North America, Shares Her Transition to Atheism and the Need to Look Up to Fathers who Champion Women's Rights. AHA Foundation.
  11. Sarah Haider - Openly Secular. Youtube.
  12. Jeffrey Tayler. On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider. Quillette. March 16, 2017.
  13. Razib Khan. 10 Questions For Sarah Haider. Gene Expression. March 20, 2017.
  14. Owen Amos. They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It. BBC News. November 28, 2017.
  15. For Muslim apostates, giving up their faith can be terrifying, alienating and dangerous. EXMNA.
  16. Jeffrey Tayler. On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider. Quillette. March 16, 2017.
  17. Hrishikesh Joshi. Leaving Islam in North America. National Review. February 3, 2017.
  18. I shall always be ready with a lie.
  19. Jeffrey Tayler. On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider. Quillette. March 16, 2017.
  20. Hrishikesh Joshi. Leaving Islam in North America. National Review. February 3, 2017.
  21. Sarah Haider and Dave Rubin Talk Ex-Muslims, Paris Attacks, and Atheism [Full Interview]. Youtube.
  22. Jeffrey Tayler. On Betrayal by the Left – Talking with Ex-Muslim Sarah Haider. Quillette. March 16, 2017.
  23. Gadi Taub. Mark Lilla Wants to Wean U.S. Liberals Off Identity Politics. Haaretz. November 25, 2017.
  24. Owen Amos. They Left Islam and Now Tour the US to Talk about It. BBC News. November 28, 2017.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29209406 (2026-05-10T05:40:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.