Kalorimetri: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29370183; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kalorimetri''' adalah ilmu dalam pengukuran panas dan [[reaksi kimia]] atau perubahan fisik. Pada kalorimetri ini dapat melakukan pengukuran perubahan kalor yang bergantung pada pemahaman tentang [[kalor jenis]] dan [[kapasitas kalor]]. Dengan demikian kita dapat mengetahui suhu pada suatu ruangan atau benda-benda lainnya. pengukuran panas ini sangat bermanfaat diberbagai bidang, salah satunya adalah kesehatan. | '''Kalorimetri''' adalah ilmu dalam pengukuran panas dan [[reaksi kimia]] atau perubahan fisik. Pada kalorimetri ini dapat melakukan pengukuran perubahan kalor yang bergantung pada pemahaman tentang [[kalor jenis]] dan [[kapasitas kalor]]. Dengan demikian kita dapat mengetahui suhu pada suatu ruangan atau benda-benda lainnya. pengukuran panas ini sangat bermanfaat diberbagai bidang, salah satunya adalah kesehatan.<ref>kimia.upi.u/utama/bahanajar/kuliah_web/2009/0700746/materi.htm diakses tanggal 3 Januari 2015</ref> | ||
== Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor == | == Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor == | ||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
:<math>H</math> adalah kapasitas kalor | :<math>H</math> adalah kapasitas kalor | ||
:<math>\Delta Q</math> adalah kalor yang dibutuhkan (J) | :<math>\Delta Q</math> adalah kalor yang dibutuhkan (J) | ||
:<math>\Delta T</math> adalah perubahan suhu | :<math>\Delta T</math> adalah perubahan suhu<ref>alljabbar.wordpress.com/2008/03/23/kalor/ diakses tanggal 04 Januari 2015</ref> | ||
== Kalorimetri volume konstan dan tekanan tinggi (tipe "bom") == | == Kalorimetri volume konstan dan tekanan tinggi (tipe "bom") == | ||
Kalor [[pembakaran]] biasanya diukur dengan menempatkan senyawa yang [[massa]]nya diketahui dalam wadah [[baja]] tertutup (juga disebut sebagai "[[bom]]" tetapi kuat cukup agar tidak meledak) yang diisi dengan [[oksigen]] pada tekanan 3 [[Pascal (satuan)|MPa]]. Wadah dicelupkan ke dalam air, sampel dihubungkan ke listrik. Alat ini lengkap disebut ''kalorimeter bom volume-konstan''. Kalor yang dilepas oleh reaksi pembakaran diserap oleh bom dan air, dan dapat dihitung secara tepat dengan mencatat kenaikan suhu air. [[Kalorimeter]] yang dirancang secara khusus itu memungkinkan kita untuk mengasumsikan bahwa tidak ada kalor atau massa yang hilang ke lingkungan selama waktu pengkuran. Dengan demikian kita dapat mengetahui kalor pembakaran pada bom tersebut. Jadi kita dapat menyebut bom itu dan air tempat pencelupannya sebagai sistem terisolasi. Karena tidak ada kalor yang masuk atau meninggalkan sistem selama proses berlangsung, perubahan kalor sistem (''q''<sub>sistem</sub>) harus nol dan kita dapat menulis | Kalor [[pembakaran]] biasanya diukur dengan menempatkan senyawa yang [[massa]]nya diketahui dalam wadah [[baja]] tertutup (juga disebut sebagai "[[bom]]" tetapi kuat cukup agar tidak meledak) yang diisi dengan [[oksigen]] pada tekanan 3 [[Pascal (satuan)|MPa]]. Wadah dicelupkan ke dalam air, sampel dihubungkan ke listrik. Alat ini lengkap disebut ''kalorimeter bom volume-konstan''. Kalor yang dilepas oleh reaksi pembakaran diserap oleh bom dan air, dan dapat dihitung secara tepat dengan mencatat kenaikan suhu air. [[Kalorimeter]] yang dirancang secara khusus itu memungkinkan kita untuk mengasumsikan bahwa tidak ada kalor atau massa yang hilang ke lingkungan selama waktu pengkuran. Dengan demikian kita dapat mengetahui kalor pembakaran pada bom tersebut. Jadi kita dapat menyebut bom itu dan air tempat pencelupannya sebagai sistem terisolasi. Karena tidak ada kalor yang masuk atau meninggalkan sistem selama proses berlangsung, perubahan kalor sistem (''q''<sub>sistem</sub>) harus nol dan kita dapat menulis | ||
| Baris 40: | Baris 38: | ||
dengan ''q''<sub>kal</sub> dan ''q''<sub>reaksi</sub> berturut adalah perubahan kalor untuk kalorimeter dan reaksi. | dengan ''q''<sub>kal</sub> dan ''q''<sub>reaksi</sub> berturut adalah perubahan kalor untuk kalorimeter dan reaksi. | ||
Jadi, ''q''<sub>reaksi = </sub>-''q''<sub>kal</sub> | Jadi, ''q''<sub>reaksi = </sub>-''q''<sub>kal</sub><ref>Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: PENERBIT ERLANGGA</ref> | ||
== Kalorimetri Tekanan-Konstan == | == Kalorimetri Tekanan-Konstan == | ||
| Baris 58: | Baris 55: | ||
diketahui perubahan-perubahan kalor yang terjadi serta cara sederhana | diketahui perubahan-perubahan kalor yang terjadi serta cara sederhana | ||
yang dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan kalor. | yang dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan kalor.<ref>Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar. Jakarta: PENERBIT ERLANGGA</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalorimetri&oldid=29370183 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29370183 (2026-06-21T07:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalorimetri&oldid=29370183 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29370183 (2026-06-21T07:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.57
Kalorimetri adalah ilmu dalam pengukuran panas dan reaksi kimia atau perubahan fisik. Pada kalorimetri ini dapat melakukan pengukuran perubahan kalor yang bergantung pada pemahaman tentang kalor jenis dan kapasitas kalor. Dengan demikian kita dapat mengetahui suhu pada suatu ruangan atau benda-benda lainnya. pengukuran panas ini sangat bermanfaat diberbagai bidang, salah satunya adalah kesehatan.[1]
Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor
Kalor jenis suatu zat adalah jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu gram zat sebesar satu derajat Celsius. Kapasitas kalor suatu zat adalah jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah zat sebesar satu derajat Celsius. Hubungan kapasitas kalor dan kalor jenis suatu zat adalah C=ms di mana m adalah massa zat dalam gram.
Dalam sebuah percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda (zat) bergantung pada 3 faktor, yaitu:
- Massa zat
- Jenis zat (kalor jenis)
- Perubahan suhu
Dapat dirumuskan:
Keterangan:
- adalah kalor yang dibutuhkan (J)
- adalah massa benda (kg)
- adalah kalor jenis (J/kgC)
- adalah perubahan suhu
Rumus kapasitas kalor:
Keterangan:
- adalah kapasitas kalor
- adalah kalor yang dibutuhkan (J)
- adalah perubahan suhu[2]
Kalorimetri volume konstan dan tekanan tinggi (tipe "bom")
Kalor pembakaran biasanya diukur dengan menempatkan senyawa yang massanya diketahui dalam wadah baja tertutup (juga disebut sebagai "bom" tetapi kuat cukup agar tidak meledak) yang diisi dengan oksigen pada tekanan 3 MPa. Wadah dicelupkan ke dalam air, sampel dihubungkan ke listrik. Alat ini lengkap disebut kalorimeter bom volume-konstan. Kalor yang dilepas oleh reaksi pembakaran diserap oleh bom dan air, dan dapat dihitung secara tepat dengan mencatat kenaikan suhu air. Kalorimeter yang dirancang secara khusus itu memungkinkan kita untuk mengasumsikan bahwa tidak ada kalor atau massa yang hilang ke lingkungan selama waktu pengkuran. Dengan demikian kita dapat mengetahui kalor pembakaran pada bom tersebut. Jadi kita dapat menyebut bom itu dan air tempat pencelupannya sebagai sistem terisolasi. Karena tidak ada kalor yang masuk atau meninggalkan sistem selama proses berlangsung, perubahan kalor sistem (qsistem) harus nol dan kita dapat menulis
qsistem = qkal + qreaksi
= 0
dengan qkal dan qreaksi berturut adalah perubahan kalor untuk kalorimeter dan reaksi.
Jadi, qreaksi = -qkal[3]
Kalorimetri Tekanan-Konstan
Peralatan yang lebih sederhana dibanding kalorimeter volume-konstan adalah kalorimeter tekanan-konstan, yang digunakan untuk menentukan perubahan kalor untuk reaksi selain pembakaran. Secara kasar, kalorimeter tekanan-kanstan dapat dibuat dari dua cangkir kopi styrofoam. Hal tersebut merupakan cara sederhana dari kalorimetri tekanan-konstan. Peralatan ini mengukur pe
ngaruh kalor pada berbagai reaksi, seperti penetralan asam basa, kalor pelarut, dan kalor pengenceran.
Karena tekanannya konstan, perubahan kalor yang terjadi untuk proses (qreaksi) sama dengan perubahan entalpi. Dari dua cangkir kopi styrofoam dapat
diketahui perubahan-perubahan kalor yang terjadi serta cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui perubahan kalor.[4]
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29370183 (2026-06-21T07:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.