Lompat ke isi

Ultrasentrifugasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23952682; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Ultrasentrifugasi''' atau '''pengemparan ultra''' dapat mengacu pada metode atau alat yang menggunakan prinsip [[sentrifugasi|pengemparan]] namun dengan kecepatan dan daya pisah yang lebih tinggi daripada pengemparan biasa. Ultrasentrifugasi mampu mengukur bobot molekul rata-rata jumlah [[polimer]] dengan menghitung [[kesetimbangan]] dan kecepatan [[sedimentasi|endap]]. Kesetimbangan endap dilakukan dengan pemutaran yang berkecepatan rendah terhadap [[larutan]] polimer dalam waktu tertentu. Pemutaran dihentikan jika tercapai kesetimbangan antara pengendapan dan [[difusi|pembauran]]. Pengendapan dihasiilkan pada kecepatan putaran yang mencapai 70.000 [[Rotasi per menit|rpm]]. Laju pengendapan menentukan besarnya pengendapan yang diukur. Besarnya laju pengendapan adalah [[konstanta fisika|tetapan]] pengendapan yang terhubung dengan [[massa]] [[partikel|zarah]].
[[File:Beckman-Coulter_ultracentrifuge_XL-100K_-01.jpg|thumb|right|280px|Beckman-Coulter ultracentrifuge XL-100K -01]]
 
'''Ultrasentrifugasi''' atau '''pengemparan ultra''' dapat mengacu pada metode atau alat yang menggunakan prinsip [[sentrifugasi|pengemparan]] namun dengan kecepatan dan daya pisah yang lebih tinggi daripada pengemparan biasa.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Ultrasentrifugasi mampu mengukur bobot molekul rata-rata jumlah [[polimer]] dengan menghitung [[kesetimbangan]] dan kecepatan [[sedimentasi|endap]]. Kesetimbangan endap dilakukan dengan pemutaran yang berkecepatan rendah terhadap [[larutan]] polimer dalam waktu tertentu. Pemutaran dihentikan jika tercapai kesetimbangan antara pengendapan dan [[difusi|pembauran]]. Pengendapan dihasiilkan pada kecepatan putaran yang mencapai 70.000 [[Rotasi per menit|rpm]]. Laju pengendapan menentukan besarnya pengendapan yang diukur. Besarnya laju pengendapan adalah [[konstanta fisika|tetapan]] pengendapan yang terhubung dengan [[massa]] [[partikel|zarah]].<ref>Siburian, dkk. [http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/69587/Fulltext.pdf?sequence=1&isAllowed=y Polimer: Ilmu Material]. USU Press. 2017. hlm. 27. ISBN 979-458-356-1.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pada tahun 1942, seorang ilmuwan dari Swedia bernama Svedberg adalah orang pertama yang membuat alat ultrasentrifugasi. Mesin ini menggunakan aliran minyak dan roda pedal untuk mendapatkan putaran dengan kecepatan tinggi. Pembuatan alat ini berlatar belakang keinginannya untuk mempelajari partikel [[koloid]] dari [[emas]]. Lalu Svedberg juga menentukan distribusi ukuran pada sistem koloid [[protein]]. Namun ia tidak hanya menemukan protein, tetapi juga berbagai [[makromolekul]] selain protein.
Pada tahun 1942, seorang ilmuwan dari Swedia bernama Svedberg adalah orang pertama yang membuat alat ultrasentrifugasi.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Mesin ini menggunakan aliran minyak dan roda pedal untuk mendapatkan putaran dengan kecepatan tinggi.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Pembuatan alat ini berlatar belakang keinginannya untuk mempelajari partikel [[koloid]] dari [[emas]].<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Lalu Svedberg juga menentukan distribusi ukuran pada sistem koloid [[protein]].<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Namun ia tidak hanya menemukan protein, tetapi juga berbagai [[makromolekul]] selain protein.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref>


== Karakteristik ==
== Karakteristik ==
Alat ultrasentrifugasi dapat bekerja dengan [[rotasi]] antara 40.000 hingga 60.000 putaran per menit (''[[Rounds Per Minute]]''). Pada kecepatan 60.000 putaran per menit, sebuah partikel dengan jarak 6,5&nbsp;cm dari sumbu [[aksis]] rotasi akan mendapat gaya percepatan sebesar 250.000 g. Pada [[percepatan]] yang sangat tinggi akan menyebabkan molekul juga mengendap (membentuk [[sedimen]]).
Alat ultrasentrifugasi dapat bekerja dengan [[rotasi]] antara 40.000 hingga 60.000 putaran per menit (''[[Rounds Per Minute]]'').<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Pada kecepatan 60.000 putaran per menit, sebuah partikel dengan jarak 6,5&nbsp;cm dari sumbu [[aksis]] rotasi akan mendapat gaya percepatan sebesar 250.000 g.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Pada [[percepatan]] yang sangat tinggi akan menyebabkan molekul juga mengendap (membentuk [[sedimen]]).<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref>


== Jenis ==
== Jenis ==
Berdasarkan fungsinya, dapat dibedakan ada dua jenis ultrasentrifugasi, yaitu ultrasentrifugasi [[preparatif]] dan [[analitik]]. Ultrasentrifugasi preparatif digunakan untuk memisahkan, mempersiapkan, dan memurnikan sampel makromolekul untuk penggunaan sains. Ultrasentrifugasi analitik digunakan untuk menentukan [[berat molekul]] dan [[konformasi]] makromolekul, juga untuk mempelajari sifat [[heterogen]] makromolekul pada suatu sampel.
Berdasarkan fungsinya, dapat dibedakan ada dua jenis ultrasentrifugasi, yaitu ultrasentrifugasi [[preparatif]] dan [[analitik]].<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Ultrasentrifugasi preparatif digunakan untuk memisahkan, mempersiapkan, dan memurnikan sampel makromolekul untuk penggunaan sains.<ref>Smidsrød O, Moe ST. 2008. ''Biopolymer Chemistry''. Trondheim: Tapir Academic.</ref> Ultrasentrifugasi analitik digunakan untuk menentukan [[berat molekul]] dan [[konformasi]] makromolekul, juga untuk mempelajari sifat [[heterogen]] makromolekul pada suatu sampel.<ref>Scott DJ, Harding SE, Rowe AJ. 2005. ''Analytical Ultracentrifugation: Techniques and Methods''. Cambridge: The Royal Society of Chemistry.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ultrasentrifugasi&oldid=23952682 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23952682 (2023-08-02T21:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ultrasentrifugasi&oldid=23952682 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23952682 (2023-08-02T21:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.58

Beckman-Coulter ultracentrifuge XL-100K -01

Ultrasentrifugasi atau pengemparan ultra dapat mengacu pada metode atau alat yang menggunakan prinsip pengemparan namun dengan kecepatan dan daya pisah yang lebih tinggi daripada pengemparan biasa.[1] Ultrasentrifugasi mampu mengukur bobot molekul rata-rata jumlah polimer dengan menghitung kesetimbangan dan kecepatan endap. Kesetimbangan endap dilakukan dengan pemutaran yang berkecepatan rendah terhadap larutan polimer dalam waktu tertentu. Pemutaran dihentikan jika tercapai kesetimbangan antara pengendapan dan pembauran. Pengendapan dihasiilkan pada kecepatan putaran yang mencapai 70.000 rpm. Laju pengendapan menentukan besarnya pengendapan yang diukur. Besarnya laju pengendapan adalah tetapan pengendapan yang terhubung dengan massa zarah.[2]

Sejarah

Pada tahun 1942, seorang ilmuwan dari Swedia bernama Svedberg adalah orang pertama yang membuat alat ultrasentrifugasi.[3] Mesin ini menggunakan aliran minyak dan roda pedal untuk mendapatkan putaran dengan kecepatan tinggi.[4] Pembuatan alat ini berlatar belakang keinginannya untuk mempelajari partikel koloid dari emas.[5] Lalu Svedberg juga menentukan distribusi ukuran pada sistem koloid protein.[6] Namun ia tidak hanya menemukan protein, tetapi juga berbagai makromolekul selain protein.[7]

Karakteristik

Alat ultrasentrifugasi dapat bekerja dengan rotasi antara 40.000 hingga 60.000 putaran per menit (Rounds Per Minute).[8] Pada kecepatan 60.000 putaran per menit, sebuah partikel dengan jarak 6,5 cm dari sumbu aksis rotasi akan mendapat gaya percepatan sebesar 250.000 g.[9] Pada percepatan yang sangat tinggi akan menyebabkan molekul juga mengendap (membentuk sedimen).[10]

Jenis

Berdasarkan fungsinya, dapat dibedakan ada dua jenis ultrasentrifugasi, yaitu ultrasentrifugasi preparatif dan analitik.[11] Ultrasentrifugasi preparatif digunakan untuk memisahkan, mempersiapkan, dan memurnikan sampel makromolekul untuk penggunaan sains.[12] Ultrasentrifugasi analitik digunakan untuk menentukan berat molekul dan konformasi makromolekul, juga untuk mempelajari sifat heterogen makromolekul pada suatu sampel.[13]

Referensi

  1. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  2. Siburian, dkk. Polimer: Ilmu Material. USU Press. 2017. hlm. 27. ISBN 979-458-356-1.
  3. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  4. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  5. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  6. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  7. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  8. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  9. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  10. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  11. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  12. Smidsrød O, Moe ST. 2008. Biopolymer Chemistry. Trondheim: Tapir Academic.
  13. Scott DJ, Harding SE, Rowe AJ. 2005. Analytical Ultracentrifugation: Techniques and Methods. Cambridge: The Royal Society of Chemistry.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23952682 (2023-08-02T21:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.