Lompat ke isi

Udara: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28883903; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Udara''' merujuk kepada campuran [[gas]] yang terdapat pada permukaan [[bumi]]. Udara tidak tampak mata, tidak berbau dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya [[angin]] yang menggerakan benda. Udara termasuk salah satu jenis [[sumber daya alam]] karena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.
[[File:Air_composition_pie_chart.JPG|thumb|right|280px|Air composition pie chart]]


Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan [[tanah]]. Demikian juga [[massa]]nya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan [[troposfer]], maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas [[gravitasi]] [[bumi]], maka udara akan hampa sama sekali.
'''Udara''' merujuk kepada campuran [[gas]] yang terdapat pada permukaan [[bumi]]. Udara tidak tampak mata, tidak berbau dan tidak ada rasanya.<ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/air Definition of air]. ''www.merriam-webster.com''.</ref> Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya [[angin]] yang menggerakan benda. Udara termasuk salah satu jenis [[sumber daya alam]] karena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.<ref>[https://eol.jsc.nasa.gov/SearchPhotos/photo.pl?mission=ISS013&roll=E&frame=54329 Astronaut Photo ISS013-E-54329]. ''eol.jsc.nasa.gov''.</ref>
 
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan [[tanah]]. Demikian juga [[massa]]nya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan [[troposfer]], maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas [[gravitasi]] [[bumi]], maka udara akan hampa sama sekali.<ref>Detlev Möller. [https://books.google.com/books?id=7ITJXWDijA0C&pg=PA173 Luft: Chemie, Physik, Biologie, Reinhaltung, Recht]. Walter de Gruyter. 2003. ISBN 978-3-11-016431-2.</ref>


Apabila [[makhluk hidup]] bernapas, kandungan [[oksigen]] berkurang, sementara kandungan [[karbon dioksida]] bertambah. Ketika [[tumbuhan]] menjalani sistem [[fotosintesa]], [[oksigen]] kembali dibebaskan.
Apabila [[makhluk hidup]] bernapas, kandungan [[oksigen]] berkurang, sementara kandungan [[karbon dioksida]] bertambah. Ketika [[tumbuhan]] menjalani sistem [[fotosintesa]], [[oksigen]] kembali dibebaskan.
Baris 16: Baris 18:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Udara&oldid=28883903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28883903 (2026-01-23T10:16:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Udara&oldid=28883903 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28883903 (2026-01-23T10:16:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.59

Air composition pie chart

Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara tidak tampak mata, tidak berbau dan tidak ada rasanya.[1] Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakan benda. Udara termasuk salah satu jenis sumber daya alam karena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.[2]

Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.[3]

Apabila makhluk hidup bernapas, kandungan oksigen berkurang, sementara kandungan karbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhan menjalani sistem fotosintesa, oksigen kembali dibebaskan.

Kandungan udara

Udara terdiri dari 3 unsur utama yakni udara kering, uap air, dan aerosol. Kandungan udara kering adalah 78,09% nitrogen, 20,95% oksigen, 0,93% argon, 0,04% karbon dioksida, dan gas-gas lain yang terdiri dari neon, helium, metana, kripton, hidrogen, xenon, ozon, radon. Uap air yang ada pada udara berasal dari evaporasi (penguapan) pada laut, sungai, danau, dan tempat berair lainnya. Aerosol adalah benda berukuran kecil, seperti garam, karbon, sulfat, nitrat, kalium, kalsium, serta partikel dari gunung berapi.

Lihat pula

Referensi

  1. Definition of air. www.merriam-webster.com.
  2. Astronaut Photo ISS013-E-54329. eol.jsc.nasa.gov.
  3. Detlev Möller. Luft: Chemie, Physik, Biologie, Reinhaltung, Recht. Walter de Gruyter. 2003. ISBN 978-3-11-016431-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28883903 (2026-01-23T10:16:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.