Prinsip korespondensi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304144; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[fisika]], '''prinsip korespondensi''' menyatakan bahwa perilaku sistem yang dijelaskan oleh teori [[mekanika kuantum]] mereproduksi [[mekanika klasik]] dalam batas [[bilangan kuantum]] besar. Dengan kata lain, dikatakan bahwa untuk [[orbit]] besar dan [[energi]] besar, perhitungan kuantum harus sesuai dengan perhitungan klasik. | Dalam [[fisika]], '''prinsip korespondensi''' menyatakan bahwa perilaku sistem yang dijelaskan oleh teori [[mekanika kuantum]] mereproduksi [[mekanika klasik]] dalam batas [[bilangan kuantum]] besar. Dengan kata lain, dikatakan bahwa untuk [[orbit]] besar dan [[energi]] besar, perhitungan kuantum harus sesuai dengan perhitungan klasik.<ref>Paul Tipler. ''Modern Physics''. W. H. Freeman and Company. 2008. hlm. 160–161. ISBN 978-0-7167-7550-8.</ref> | ||
Prinsip ini dirumuskan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1920, meskipun ia sebelumnya memanfaatkannya pada awal 1913 dalam mengembangkan [[Model Bohr|model atomnya]]. | Prinsip ini dirumuskan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1920,<ref>N. Bohr. [https://zenodo.org/record/2051363/files/article.pdf Über die Serienspektra der Elemente]. ''Zeitschrift für Physik''. 1920. Vol. 2 (5). hlm. 423–478. doi:10.1007/BF01329978. (English translation in )</ref> meskipun ia sebelumnya memanfaatkannya pada awal 1913 dalam mengembangkan [[Model Bohr|model atomnya]].<ref>Max Jammer. ''The conceptual development of quantum mechanics''. Tomash Publishers, American Institute of Physics. 1989. ISBN 0-88318-617-9., Section 3.2</ref> | ||
Istilah ini mengkodifikasikan gagasan bahwa teori baru harus mereproduksi dalam beberapa kondisi hasil dari teori-teori lama yang sudah mapan dalam domain-domain di mana teori-teori lama bekerja. Konsep ini agak berbeda dari persyaratan batas formal di mana teori baru berkurang ke yang lama, berkat adanya parameter deformasi. | Istilah ini mengkodifikasikan gagasan bahwa teori baru harus mereproduksi dalam beberapa kondisi hasil dari teori-teori lama yang sudah mapan dalam domain-domain di mana teori-teori lama bekerja. Konsep ini agak berbeda dari persyaratan batas formal di mana teori baru berkurang ke yang lama, berkat adanya parameter deformasi. | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+korespondensi&oldid=29304144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304144 (2026-06-01T14:01:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Prinsip+korespondensi&oldid=29304144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304144 (2026-06-01T14:01:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.00
Dalam fisika, prinsip korespondensi menyatakan bahwa perilaku sistem yang dijelaskan oleh teori mekanika kuantum mereproduksi mekanika klasik dalam batas bilangan kuantum besar. Dengan kata lain, dikatakan bahwa untuk orbit besar dan energi besar, perhitungan kuantum harus sesuai dengan perhitungan klasik.[1]
Prinsip ini dirumuskan oleh Niels Bohr pada tahun 1920,[2] meskipun ia sebelumnya memanfaatkannya pada awal 1913 dalam mengembangkan model atomnya.[3]
Istilah ini mengkodifikasikan gagasan bahwa teori baru harus mereproduksi dalam beberapa kondisi hasil dari teori-teori lama yang sudah mapan dalam domain-domain di mana teori-teori lama bekerja. Konsep ini agak berbeda dari persyaratan batas formal di mana teori baru berkurang ke yang lama, berkat adanya parameter deformasi.
Kuantitas klasik muncul dalam mekanika kuantum dalam bentuk nilai-nilai yang diharapkan dari yang dapat diamati, dan dengan demikian teorema Ehrenfest (yang memprediksi evolusi waktu dari nilai-nilai yang diharapkan) memberikan dukungan kepada prinsip korespondensi.
Referensi
- ↑ Paul Tipler. Modern Physics. W. H. Freeman and Company. 2008. hlm. 160–161. ISBN 978-0-7167-7550-8.
- ↑ N. Bohr. Über die Serienspektra der Elemente. Zeitschrift für Physik. 1920. Vol. 2 (5). hlm. 423–478. doi:10.1007/BF01329978. (English translation in )
- ↑ Max Jammer. The conceptual development of quantum mechanics. Tomash Publishers, American Institute of Physics. 1989. ISBN 0-88318-617-9., Section 3.2
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304144 (2026-06-01T14:01:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.