Orbital atom: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29300434; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Electron_orbitals.svg|thumb|right|280px|Electron orbitals]] | |||
'''Orbital atom''' adalah sebuah [[fungsi matematika]] yang menggambarkan perilaku sebuah elektron ataupun sepasang elektron bak-gelombang dalam sebuah atom.<ref>Milton Orchin,Roger S. Macomber, Allan Pinhas, and R. Marshall Wilson(2005)"[http://media.wiley.com/product_data/excerpt/81/04716802/0471680281.pdf Atomic Orbital Theory]"</ref> Fungsi ini dapat digunakan untuk menghitung probabilitas penemuan [[elektron]] dalam sebuah atom pada daerah spesifik mana pun di sekeliling [[inti atom]]. Dari fungsi inilah kita dapat menggambarkan sebuah [[grafik]] tiga dimensi yang menunjukkan kebermungkinan lokasi elektron. Oleh karena itu, istilah orbital atom dapat pula secara langsung merujuk pada daerah tertentu pada sekitar atom yang ditentukan oleh fungsi matematis kebermungkinan penemuan elektron.<ref>Daintith, J. [https://archive.org/details/dictionaryofchem0000unse Oxford Dictionary of Chemistry]. Oxford University Press. 2004. ISBN 0-19-860918-3.</ref> Secara spesifik, orbital atom menyatakan [[keadaan kuantum|keadaan-keadaan kuantum]] yang mungkin dari suatu elektron dalam sekumpulan elektron di sekeliling atom. | |||
Walaupun beranalogi dengan [[planet]] mengelilingi Matahari, elektron tidak dapat digambarkan sebagai partikel padat, sehingga orbital atom pula tidak akan menyerupai lintasan revolusi planet. [[Analogi]] yang lebih akurat adalah membandingkan orbital atom dengan [[atmosfer]] (elektron) yang berada di sekeliling planet kecil (inti atom). Orbital atom dengan persis menggambarkan bentuk geometri atmosfer ini hanya ketika terdapat satu elektron yang ada dalam atom. Ketika elektron yang lebih banyak ditambahkan pada atom tersebut, elektron tambahan tersebut cenderung akan mengisi volume ruang di sekeliling inti atom secara merata sehingga kumpulan elektron (kadang-kadang disebut "awan elektron")<ref>The Feynman Lectures on Physics -The Definitive Edition, Vol 1 lect 6 pg 11. Feynman, Richard; Leighton; Sands. (2006) Addison Wesley ISBN 0-8053-9046-4</ref> tersebut umumnya cenderung membentuk daerah probabilitas penemuan elektron yang berbentuk bola. | |||
Gagasan bahwa elektron dapat berevolusi di sekeliling ini atom dengan [[momentum sudut]] yang pasti diargumenkan dengan penuh keyakinan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1913, dan fisikawan Jepang [[Hantaro Nagaoka]] pun telah mempublikasi [[hipotesis]] perilaku orbit elektron seawal tahun 1904. Namun adalah penyelesaian [[persamaan Schrödinger]] pada tahun 1926 untuk gelombang elektron pada atom yang memberikan fungsi matematis orbital atom modern. | Gagasan bahwa elektron dapat berevolusi di sekeliling ini atom dengan [[momentum sudut]] yang pasti diargumenkan dengan penuh keyakinan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1913,<ref>Niels Bohr. ''On the Constitution of Atoms and Molecules''. ''Philosophical Magazine''. 1913. Vol. 26 (1). hlm. 476.</ref> dan fisikawan Jepang [[Hantaro Nagaoka]] pun telah mempublikasi [[hipotesis]] perilaku orbit elektron seawal tahun 1904.<ref>Hantaro Nagaoka. [http://www.chemteam.info/Chem-History/Nagaoka-1904.html Kinetics of a System of Particles illustrating the Line and the Band Spectrum and the Phenomena of Radioactivity]. ''Philosophical Magazine''. 1904. Vol. 7. hlm. 445-455.</ref> Namun adalah penyelesaian [[persamaan Schrödinger]] pada tahun 1926 untuk gelombang elektron pada atom yang memberikan fungsi matematis orbital atom modern.<ref>Bill Bryson. [https://archive.org/details/shorthistoryofne00unse A Short History of Nearly Everything]. Broadway Books. 2003. hlm. [https://archive.org/details/shorthistoryofne00unse/page/141 141]-143. ISBN 0-7679-0818-X.</ref> | ||
Oleh karena berbeda dengan "orbit" [[mekanika klasik]], istilah "orbit" elektron pada atom digantikan dengan istilah ''orbital'', yang diciptakan oleh kimiawan [[Robert Mulliken]] pada tahun 1932. Orbital atom umumnya dideskripsikan sebagai [[fungsi gelombang]] "bak hidrogen" dengan [[bilangan kuantum]] ''n'', ''l'', ''m'' yang berkorespondensi dengan energi, momentum sudut, dan arah momentum sudut pasangan elektron secara berurutan. Tiap-tiap orbital (ditentukan oleh sehimpunan bilangan kuantum yang berbeda) yang secara maksimal hanya dapat menampung dua elektron ini memiliki nama klasik ''s'',''p'',''d'', dan ''f''. Nama-nama ini berasal dari karakteristik yang terpantau pada garis spektroskopi masing-masing, yakni '''''s'''harp'', '''''p'''rincipal'', '''''d'''iffuse'', dan '''''f'''undamental''. Nama orbital setelah orbital ''f'' dinamakan secara alfabetis mulai dari '''''g'''''. | Oleh karena berbeda dengan "orbit" [[mekanika klasik]], istilah "orbit" elektron pada atom digantikan dengan istilah ''orbital'', yang diciptakan oleh kimiawan [[Robert Mulliken]] pada tahun 1932.<ref>Robert S. Mulliken. [http://prola.aps.org/abstract/PR/v41/i1/p49_1 Electronic Structures of Polyatomic Molecules and Valence. II. General Considerations]. ''Phys. Rev''. 1932. Vol. 41 (1). hlm. 49-71.</ref> Orbital atom umumnya dideskripsikan sebagai [[fungsi gelombang]] "bak hidrogen" dengan [[bilangan kuantum]] ''n'', ''l'', ''m'' yang berkorespondensi dengan energi, momentum sudut, dan arah momentum sudut pasangan elektron secara berurutan. Tiap-tiap orbital (ditentukan oleh sehimpunan bilangan kuantum yang berbeda) yang secara maksimal hanya dapat menampung dua elektron ini memiliki nama klasik ''s'',''p'',''d'', dan ''f''. Nama-nama ini berasal dari karakteristik yang terpantau pada garis spektroskopi masing-masing, yakni '''''s'''harp'', '''''p'''rincipal'', '''''d'''iffuse'', dan '''''f'''undamental''. Nama orbital setelah orbital ''f'' dinamakan secara alfabetis mulai dari '''''g'''''.<ref>David Griffiths. ''Introduction to Quantum Mechanics''. Prentice Hall. 1995. hlm. 190-191. ISBN 0-13-124405-1.</ref><ref>Ira Levine. [https://archive.org/details/quantumchemistry00levi_0 Quantum Chemistry]. Prentice Hall. 2000. hlm. [https://archive.org/details/quantumchemistry00levi_0/page/144 144]-145. ISBN 0-13-685512-1.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orbital+atom&oldid=29300434 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29300434 (2026-06-01T01:48:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.04

Orbital atom adalah sebuah fungsi matematika yang menggambarkan perilaku sebuah elektron ataupun sepasang elektron bak-gelombang dalam sebuah atom.[1] Fungsi ini dapat digunakan untuk menghitung probabilitas penemuan elektron dalam sebuah atom pada daerah spesifik mana pun di sekeliling inti atom. Dari fungsi inilah kita dapat menggambarkan sebuah grafik tiga dimensi yang menunjukkan kebermungkinan lokasi elektron. Oleh karena itu, istilah orbital atom dapat pula secara langsung merujuk pada daerah tertentu pada sekitar atom yang ditentukan oleh fungsi matematis kebermungkinan penemuan elektron.[2] Secara spesifik, orbital atom menyatakan keadaan-keadaan kuantum yang mungkin dari suatu elektron dalam sekumpulan elektron di sekeliling atom.
Walaupun beranalogi dengan planet mengelilingi Matahari, elektron tidak dapat digambarkan sebagai partikel padat, sehingga orbital atom pula tidak akan menyerupai lintasan revolusi planet. Analogi yang lebih akurat adalah membandingkan orbital atom dengan atmosfer (elektron) yang berada di sekeliling planet kecil (inti atom). Orbital atom dengan persis menggambarkan bentuk geometri atmosfer ini hanya ketika terdapat satu elektron yang ada dalam atom. Ketika elektron yang lebih banyak ditambahkan pada atom tersebut, elektron tambahan tersebut cenderung akan mengisi volume ruang di sekeliling inti atom secara merata sehingga kumpulan elektron (kadang-kadang disebut "awan elektron")[3] tersebut umumnya cenderung membentuk daerah probabilitas penemuan elektron yang berbentuk bola.
Gagasan bahwa elektron dapat berevolusi di sekeliling ini atom dengan momentum sudut yang pasti diargumenkan dengan penuh keyakinan oleh Niels Bohr pada tahun 1913,[4] dan fisikawan Jepang Hantaro Nagaoka pun telah mempublikasi hipotesis perilaku orbit elektron seawal tahun 1904.[5] Namun adalah penyelesaian persamaan Schrödinger pada tahun 1926 untuk gelombang elektron pada atom yang memberikan fungsi matematis orbital atom modern.[6]
Oleh karena berbeda dengan "orbit" mekanika klasik, istilah "orbit" elektron pada atom digantikan dengan istilah orbital, yang diciptakan oleh kimiawan Robert Mulliken pada tahun 1932.[7] Orbital atom umumnya dideskripsikan sebagai fungsi gelombang "bak hidrogen" dengan bilangan kuantum n, l, m yang berkorespondensi dengan energi, momentum sudut, dan arah momentum sudut pasangan elektron secara berurutan. Tiap-tiap orbital (ditentukan oleh sehimpunan bilangan kuantum yang berbeda) yang secara maksimal hanya dapat menampung dua elektron ini memiliki nama klasik s,p,d, dan f. Nama-nama ini berasal dari karakteristik yang terpantau pada garis spektroskopi masing-masing, yakni sharp, principal, diffuse, dan fundamental. Nama orbital setelah orbital f dinamakan secara alfabetis mulai dari g.[8][9]
Referensi
- ↑ Milton Orchin,Roger S. Macomber, Allan Pinhas, and R. Marshall Wilson(2005)"Atomic Orbital Theory"
- ↑ Daintith, J. Oxford Dictionary of Chemistry. Oxford University Press. 2004. ISBN 0-19-860918-3.
- ↑ The Feynman Lectures on Physics -The Definitive Edition, Vol 1 lect 6 pg 11. Feynman, Richard; Leighton; Sands. (2006) Addison Wesley ISBN 0-8053-9046-4
- ↑ Niels Bohr. On the Constitution of Atoms and Molecules. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26 (1). hlm. 476.
- ↑ Hantaro Nagaoka. Kinetics of a System of Particles illustrating the Line and the Band Spectrum and the Phenomena of Radioactivity. Philosophical Magazine. 1904. Vol. 7. hlm. 445-455.
- ↑ Bill Bryson. A Short History of Nearly Everything. Broadway Books. 2003. hlm. 141-143. ISBN 0-7679-0818-X.
- ↑ Robert S. Mulliken. Electronic Structures of Polyatomic Molecules and Valence. II. General Considerations. Phys. Rev. 1932. Vol. 41 (1). hlm. 49-71.
- ↑ David Griffiths. Introduction to Quantum Mechanics. Prentice Hall. 1995. hlm. 190-191. ISBN 0-13-124405-1.
- ↑ Ira Levine. Quantum Chemistry. Prentice Hall. 2000. hlm. 144-145. ISBN 0-13-685512-1.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29300434 (2026-06-01T01:48:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.