Lompat ke isi

Biologi kuantum: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27987424; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Biologi kuantum''' adalah kajian ilmu tentang aplikasi dari [[mekanika kuantum]] dan [[kimia teori]] terhadap objek [[biologi]] dan permasalahannya. Banyak proses dari biologis yang melibatkan konversi [[energi]] menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk transformasi kimia dan bersifat mekanis kuantum. Proses tersebut melibatkan [[reaksi kimia]], penyerapan cahaya, pembentukan keadaan elektronik tereksitas, transfer energi tereksitasi, dan transfer [[elektron]] dan [[proton]] ([[ion hidrogen]]) dalam proses kimia, seperti [[fotosintesis]], [[penciuman]], dan [[respirasi seluler]]. Biologi kuantum dapat menggunakan perhitungan untuk memodelkan suatu interaksi biologis mengingat adanya efek dari mekanika kuantum. Biologi kuantum berkaitan dengan pengaruh fenomena kuantum non-trivial yang dapat dijelaskan dengan mereduksi proses biologis menjadi [[fisika]] fundamental walaupun efek dari ini sangat sulit dipelajari dan dapat bersifat spekulatif. Bidang studi ini tidak menyiratkan pada prinsip-prinsip baru yang diperlukan, karena studi mekanika kuantum tentang [[laju reaksi]] dan transfer energi sudah stabil. Sampai saat ini, tidak ada pengamatan mengenai biologi kuantum yang menyiratkan efek kuantum yang dapat diamati pada organisme makroskopik (selain dari [[Eksperimen pikiran|eksperimen pemikiran]], seperti eksperimen [[Kucing Schrödinger|kucing Schrodinger]]) atau yang penting untuk [[Abiogenesis|keberadaan dari kehidupan]].
'''Biologi kuantum''' adalah kajian ilmu tentang aplikasi dari [[mekanika kuantum]] dan [[kimia teori]] terhadap objek [[biologi]] dan permasalahannya. Banyak proses dari biologis yang melibatkan konversi [[energi]] menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk transformasi kimia dan bersifat mekanis kuantum. Proses tersebut melibatkan [[reaksi kimia]], penyerapan cahaya, pembentukan keadaan elektronik tereksitas, transfer energi tereksitasi, dan transfer [[elektron]] dan [[proton]] ([[ion hidrogen]]) dalam proses kimia, seperti [[fotosintesis]], [[penciuman]], dan [[respirasi seluler]].<ref>[http://www.ks.uiuc.edu/Research/quantum_biology/ Quantum Biology] . University of Illinois at Urbana Champaign, Theoretical, and Computational Biophysics Group.</ref> Biologi kuantum dapat menggunakan perhitungan untuk memodelkan suatu interaksi biologis mengingat adanya efek dari mekanika kuantum.<ref>[https://www.sciencedaily.com/releases/2007/01/070116133617.htm Quantum Biology: Powerful Computer Model Reveal Key Biological Mechanism.] ''Science Daily.''</ref> Biologi kuantum berkaitan dengan pengaruh fenomena kuantum non-trivial<ref>Brookes, J. C. (2017). [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5454345/ "Quantum effects in biology: golden rule in enzymes, olfaction, photosynthesis, and magnetodetection"] . ''Proceedings of the Royal Society A''. '''473'''. (2201): 20160822. Bibcode:[https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/2017RSPSA.47360822B 2017RSPSA.47360822B] . doi:[https://royalsocietypublishing.org/doi/10.1098/rspa.2016.0822 10.1098/rspa.2016.0822] . PMC [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5454345/ 5454345] . PMID [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28588400/ 28588400] .</ref> yang dapat dijelaskan dengan mereduksi proses biologis menjadi [[fisika]] fundamental walaupun efek dari ini sangat sulit dipelajari dan dapat bersifat spekulatif.<ref>Al-Khalili, Jim. ''[https://www.ted.com/talks/jim_al_khalili_how_quantum_biology_might_explain_life_s_biggest_questions?language=en "How quantum biology might explain life's biggest question"] ''.</ref> Bidang studi ini tidak menyiratkan pada prinsip-prinsip baru yang diperlukan, karena studi mekanika kuantum tentang [[laju reaksi]] dan transfer energi sudah stabil. Sampai saat ini, tidak ada pengamatan mengenai biologi kuantum yang menyiratkan efek kuantum yang dapat diamati pada organisme makroskopik (selain dari [[Eksperimen pikiran|eksperimen pemikiran]], seperti eksperimen [[Kucing Schrödinger|kucing Schrodinger]]) atau yang penting untuk [[Abiogenesis|keberadaan dari kehidupan]].


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Biologi kuantum adalah bidang yang muncul; sebagian besar penelitian saat ini adalah teoretis dan tunduk pada pertanyaan yang memerlukan eksperimen lebih lanjut. Meskipun bidang ini baru saja menerima gelombang perhatian, bidang ini telah dikonsepkan oleh fisikawan sepanjang abad ke-20. Pelopor awal fisika kuantum melihat aplikasi mekanika kuantum dalam biologis. Buku dari [[Erwin Schrödinger]] yang dirilis pada tahun 1944 dengan judul ''[[What is Life?]]'' membahas tentang aplikasi mekanika kuantum dalam biologi. Schrödinger memperkenalkan ide "kristal aperiodik" yang mengandung informasi genetik dalam konfigurasi [[ikatan kimia]] kovalen. Dia lebih lanjut menyarankan bahwa [[mutasi]] diperkenalkan oleh "lompatan kuantum". Tokoh perintis lain seperti [[Niels Bohr]], [[Pascual Jordan]], dan [[Max Ludwig Henning Delbrück|Max Delbruck]] berpendapat bahwa gagasan kuantum komplementaritas merupakan hal yang mendasar bagi ilmu kehidupan. Pada tahun 1963, [[Per-Olov Löwdin]] menerbitkan [[Penerowongan kuantum|penerowongan]] proton sebagai mekanisme lain untuk mutasi [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. Dalam makalahnya, ia menyatakan bahwa ada bidang studi baru yang disebut dengan "biologi kuantum".
Biologi kuantum adalah bidang yang muncul; sebagian besar penelitian saat ini adalah teoretis dan tunduk pada pertanyaan yang memerlukan eksperimen lebih lanjut. Meskipun bidang ini baru saja menerima gelombang perhatian, bidang ini telah dikonsepkan oleh fisikawan sepanjang abad ke-20. Pelopor awal fisika kuantum melihat aplikasi mekanika kuantum dalam biologis. Buku dari [[Erwin Schrödinger]] yang dirilis pada tahun 1944 dengan judul ''[[What is Life?]]'' membahas tentang aplikasi mekanika kuantum dalam biologi.<ref>Margulis, Lynn; Sagan, Dorion (1995). ''What is Life?''. Berkeley. University of California Press. p. 1.</ref> Schrödinger memperkenalkan ide "kristal aperiodik" yang mengandung informasi genetik dalam konfigurasi [[ikatan kimia]] kovalen. Dia lebih lanjut menyarankan bahwa [[mutasi]] diperkenalkan oleh "lompatan kuantum". Tokoh perintis lain seperti [[Niels Bohr]], [[Pascual Jordan]], dan [[Max Ludwig Henning Delbrück|Max Delbruck]] berpendapat bahwa gagasan kuantum komplementaritas merupakan hal yang mendasar bagi ilmu kehidupan. Pada tahun 1963, [[Per-Olov Löwdin]] menerbitkan [[Penerowongan kuantum|penerowongan]] proton sebagai mekanisme lain untuk mutasi [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. Dalam makalahnya, ia menyatakan bahwa ada bidang studi baru yang disebut dengan "biologi kuantum".
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 11: Baris 8:
* [http://www.worldsciencefestival.com/programs/quantum_biology/ Quantum Biology and the Hidden Nature of Nature, World Science Festival 2012, video of podium discussion]
* [http://www.worldsciencefestival.com/programs/quantum_biology/ Quantum Biology and the Hidden Nature of Nature, World Science Festival 2012, video of podium discussion]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biologi+kuantum&oldid=27987424 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27987424 (2025-10-15T21:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biologi+kuantum&oldid=27987424 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27987424 (2025-10-15T21:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.04

Biologi kuantum adalah kajian ilmu tentang aplikasi dari mekanika kuantum dan kimia teori terhadap objek biologi dan permasalahannya. Banyak proses dari biologis yang melibatkan konversi energi menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk transformasi kimia dan bersifat mekanis kuantum. Proses tersebut melibatkan reaksi kimia, penyerapan cahaya, pembentukan keadaan elektronik tereksitas, transfer energi tereksitasi, dan transfer elektron dan proton (ion hidrogen) dalam proses kimia, seperti fotosintesis, penciuman, dan respirasi seluler.[1] Biologi kuantum dapat menggunakan perhitungan untuk memodelkan suatu interaksi biologis mengingat adanya efek dari mekanika kuantum.[2] Biologi kuantum berkaitan dengan pengaruh fenomena kuantum non-trivial[3] yang dapat dijelaskan dengan mereduksi proses biologis menjadi fisika fundamental walaupun efek dari ini sangat sulit dipelajari dan dapat bersifat spekulatif.[4] Bidang studi ini tidak menyiratkan pada prinsip-prinsip baru yang diperlukan, karena studi mekanika kuantum tentang laju reaksi dan transfer energi sudah stabil. Sampai saat ini, tidak ada pengamatan mengenai biologi kuantum yang menyiratkan efek kuantum yang dapat diamati pada organisme makroskopik (selain dari eksperimen pemikiran, seperti eksperimen kucing Schrodinger) atau yang penting untuk keberadaan dari kehidupan.

Sejarah

Biologi kuantum adalah bidang yang muncul; sebagian besar penelitian saat ini adalah teoretis dan tunduk pada pertanyaan yang memerlukan eksperimen lebih lanjut. Meskipun bidang ini baru saja menerima gelombang perhatian, bidang ini telah dikonsepkan oleh fisikawan sepanjang abad ke-20. Pelopor awal fisika kuantum melihat aplikasi mekanika kuantum dalam biologis. Buku dari Erwin Schrödinger yang dirilis pada tahun 1944 dengan judul What is Life? membahas tentang aplikasi mekanika kuantum dalam biologi.[5] Schrödinger memperkenalkan ide "kristal aperiodik" yang mengandung informasi genetik dalam konfigurasi ikatan kimia kovalen. Dia lebih lanjut menyarankan bahwa mutasi diperkenalkan oleh "lompatan kuantum". Tokoh perintis lain seperti Niels Bohr, Pascual Jordan, dan Max Delbruck berpendapat bahwa gagasan kuantum komplementaritas merupakan hal yang mendasar bagi ilmu kehidupan. Pada tahun 1963, Per-Olov Löwdin menerbitkan penerowongan proton sebagai mekanisme lain untuk mutasi DNA. Dalam makalahnya, ia menyatakan bahwa ada bidang studi baru yang disebut dengan "biologi kuantum".

Pranala luar

Referensi

  1. Quantum Biology . University of Illinois at Urbana Champaign, Theoretical, and Computational Biophysics Group.
  2. Quantum Biology: Powerful Computer Model Reveal Key Biological Mechanism. Science Daily.
  3. Brookes, J. C. (2017). "Quantum effects in biology: golden rule in enzymes, olfaction, photosynthesis, and magnetodetection" . Proceedings of the Royal Society A. 473. (2201): 20160822. Bibcode:2017RSPSA.47360822B . doi:10.1098/rspa.2016.0822 . PMC 5454345 . PMID 28588400 .
  4. Al-Khalili, Jim. "How quantum biology might explain life's biggest question" .
  5. Margulis, Lynn; Sagan, Dorion (1995). What is Life?. Berkeley. University of California Press. p. 1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27987424 (2025-10-15T21:58:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.