Epilepsi fotosensitif: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28444851; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Epilespsi fotosensitif''' merupakan kondisi [[epilepsi]] yang dipicu oleh paparan [[cahaya]] lampu atau cahaya yang berkedip. Paparan cahaya berkedip pada intensitas tertentu dapat memicu kejang pada sekitar 2-14% pengidap epilepsi. Kondisi dapat ddiagnosis dengan elektrosensafalogram EEG, tetapi tidak semua rasa tidak nyaman atau diseorientasi yang diakibatkan oleh cahaya yang berkedip atau berpola dapat dikategorikan sebagai gejala seseorang yang mengalami epilepsi fotosensitif. | '''Epilespsi fotosensitif''' merupakan kondisi [[epilepsi]] yang dipicu oleh paparan [[cahaya]] lampu atau cahaya yang berkedip. Paparan cahaya berkedip pada intensitas tertentu dapat memicu kejang pada sekitar 2-14% pengidap epilepsi.<ref>Shervonne Poleon. [https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1525505016305248 Photosensitivity in generalized epilepsies]. ''Epilepsy & Behavior''. 2017-03-01. Vol. 68. hlm. 225–233. doi:10.1016/j.yebeh.2016.10.040.</ref> Kondisi dapat ddiagnosis dengan elektrosensafalogram EEG, tetapi tidak semua rasa tidak nyaman atau diseorientasi yang diakibatkan oleh cahaya yang berkedip atau berpola dapat dikategorikan sebagai gejala seseorang yang mengalami epilepsi fotosensitif.<ref>Redaksi Halodoc. [https://www.halodoc.com/artikel/epilepsi-fotosensitif-dapat-terjadi-saat-nonton-film-ini-penyebabnya?srsltid=AfmBOoqO1Devtwi-8yBDnA8KeHJg6jturWCBOVtoGnuNEJMv06QF3ShC Epilepsi Fotosensitif Dapat Terjadi saat Nonton Film, Ini Penyebabnya]. ''halodoc''.</ref> | ||
== Gejala == | == Gejala == | ||
Gejala epilepsi fotosensitif mirip dengan jenis epilepsi lainnya, yakni dapat mengalami [[kejang]] jenis apapun, namun yang paling umum terjadi adalah kejang tonik-klonik. Selama kejang tonik-klonik seseorang akan mengalami peregangan pada [[Otot|otot-otot]]; otot-otot [[lengan]], [[kaki]], dan [[wajah]] terhentak dengan cepat; berteriak atau mengerang sebelum kehilangan kesadaran; beberapa diantaranya akan merespon dengan menggigit [[lidah|lidah;]] wajah terlihat pucat atau [[biru]]; serta mengalami kehilangan kontrol atas [[usus]] dan [[kandung kemih]]. Umumnya kondisi ini akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 1-3 menit, di mana setelah itu seseorang akan mudah tersinggung, bingung, atau depresi. | Gejala epilepsi fotosensitif mirip dengan jenis epilepsi lainnya, yakni dapat mengalami [[kejang]] jenis apapun, namun yang paling umum terjadi adalah kejang tonik-klonik. Selama kejang tonik-klonik seseorang akan mengalami peregangan pada [[Otot|otot-otot]]; otot-otot [[lengan]], [[kaki]], dan [[wajah]] terhentak dengan cepat; berteriak atau mengerang sebelum kehilangan kesadaran; beberapa diantaranya akan merespon dengan menggigit [[lidah|lidah;]] wajah terlihat pucat atau [[biru]]; serta mengalami kehilangan kontrol atas [[usus]] dan [[kandung kemih]]. Umumnya kondisi ini akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 1-3 menit, di mana setelah itu seseorang akan mudah tersinggung, bingung, atau depresi.<ref>[https://www.medicalnewstoday.com/articles/photosensitive-epilepsy#symptoms Photosensitive epilepsy: Triggers, treatment, and lifestyle tips]. ''www.medicalnewstoday.com''. 2024-01-08.</ref> | ||
== Pemicu == | == Pemicu == | ||
Selain cahaya yang berkedip-kedip, kontras spasial tertentu juga dapat memicu kejang, seperti garis terang dan gelap dengan kontras tinggi dan pola-pola seperti “papan panah”, sektoral atau “roda berputar” . Semua jenis cahaya, baik yang bersifat alami maupun buatan dapat memicu gejala epilepsi bagi penderita epilepsi fotosensitif. Faktor-faktor lainjuga dapat menjadi pemicu mulai dari kondisi [[mata]] saat [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] terjadi; [[Kontras (penglihatan)|kontras]] atau kecerahan [[warna]]; kecepatan atau frekuensi gerakan atau pola (8-30 kedipan per detik; jarak dari pemicu cahaya; seryta warna dari pemicu (Contoh: warna [[merah]] lebih merangsang ketimbang warna biru). | Selain cahaya yang berkedip-kedip, kontras spasial tertentu juga dapat memicu kejang, seperti garis terang dan gelap dengan kontras tinggi dan pola-pola seperti “papan panah”, sektoral atau “roda berputar” . Semua jenis cahaya, baik yang bersifat alami maupun buatan dapat memicu gejala epilepsi bagi penderita epilepsi fotosensitif.<ref>[https://epilepsynl.com/photosensitive-epilepsy/ Photosensitive Epilepsy]. ''epilepsynl.com''.</ref> Faktor-faktor lainjuga dapat menjadi pemicu mulai dari kondisi [[mata]] saat [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] terjadi; [[Kontras (penglihatan)|kontras]] atau kecerahan [[warna]]; kecepatan atau frekuensi gerakan atau pola (8-30 kedipan per detik; jarak dari pemicu cahaya; seryta warna dari pemicu (Contoh: warna [[merah]] lebih merangsang ketimbang warna biru).<ref>[https://hellosehat.com/saraf/epilepsi/kejang-epilepsi-foto-selfie-flash-kamera/ Epilepsi Fotosensitif, saat Kejang Dipicu Kilatan Cahaya]. ''Hello Sehat''. 2022-08-09.</ref> | ||
== Pencegahan == | == Pencegahan == | ||
Penderita epilepsi fotosensitif dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadi kejang. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan monitor atau [[Televisi|tv]] bebas kedip, meningkatkan intensitas cahaya pada ruangan, atau menurunkan kecerahan layar. Penting pula untuk duduk dari jarak yang aman dari layar serta beristirahat setelah beberapa waktu memperhatikan layar. Pengidap epilepsi juga dapat mengenakan [[kacamata hitam]] terpolarisasi saat melakukan aktivitas di depan layar. Tidak lupa pula untuk menghindari faktor pemicu lain, seperti [[konser]] atau [[Kelab malam|klub]] dengan lampu sorot. | Penderita epilepsi fotosensitif dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadi kejang. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan monitor atau [[Televisi|tv]] bebas kedip, meningkatkan intensitas cahaya pada ruangan, atau menurunkan kecerahan layar. Penting pula untuk duduk dari jarak yang aman dari layar serta beristirahat setelah beberapa waktu memperhatikan layar. Pengidap epilepsi juga dapat mengenakan [[kacamata hitam]] terpolarisasi saat melakukan aktivitas di depan layar. Tidak lupa pula untuk menghindari faktor pemicu lain, seperti [[konser]] atau [[Kelab malam|klub]] dengan lampu sorot.<ref>Reuben Friedlander. [https://differentbrains.org/7-ways-to-prevent-photosensitive-epileptic-seizures/ 7 Ways to Prevent Photosensitive Epileptic Seizures]. ''DIFFERENT BRAINS''. 2018-06-07.</ref> | ||
== Peringatan pada beberapa media == | == Peringatan pada beberapa media == | ||
Beberapa [[film]] telah memberikan beberapa peringatan khusus terkait efek yang dapat ditimbulkan efek kilatan cahaya pada tayangan film dapat memicu epilepsi fotosensitif. Ini merupakan respon dari kritik yang ditujukan pada [[The Walt Disney Company|Disney]] akibat strobo dan cahaya berkedip pada film [[Incredibles 2|The Incredibles 2]]. Beberapa [[Perfilman Indonesia|film Indonesia]] juga telah memberikan peringatan yang sama sebelum tayangan film, seperti pada film [[Pengabdi Setan 2: Communion|Pengabdi Setan 2]]. | Beberapa [[film]] telah memberikan beberapa peringatan khusus terkait efek yang dapat ditimbulkan efek kilatan cahaya pada tayangan film dapat memicu epilepsi fotosensitif. Ini merupakan respon dari kritik yang ditujukan pada [[The Walt Disney Company|Disney]] akibat strobo dan cahaya berkedip pada film [[Incredibles 2|The Incredibles 2]].<ref>Redaksi Halodoc. [https://www.halodoc.com/artikel/film-star-wars-bisa-picu-kejang-ini-penjelasan-medisnya Film Star Wars Bisa Picu Kejang, Ini Penjelasan Medisnya]. ''halodoc''.</ref> Beberapa [[Perfilman Indonesia|film Indonesia]] juga telah memberikan peringatan yang sama sebelum tayangan film, seperti pada film [[Pengabdi Setan 2: Communion|Pengabdi Setan 2]].<ref>[https://lifestyle.sindonews.com/read/852387/155/mengenal-epilepsi-fotosensitif-yang-diberi-flash-warning-di-film-pengabdi-setan-2-communion-1660140513 Mengenal Epilepsi Fotosensitif yang Diberi Flash Warning di Film Pengabdi Setan 2: Communion]. ''SINDOnews Lifestyle''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Epilepsi+fotosensitif&oldid=28444851 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28444851 (2025-11-13T05:09:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Epilepsi+fotosensitif&oldid=28444851 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28444851 (2025-11-13T05:09:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.04
Epilespsi fotosensitif merupakan kondisi epilepsi yang dipicu oleh paparan cahaya lampu atau cahaya yang berkedip. Paparan cahaya berkedip pada intensitas tertentu dapat memicu kejang pada sekitar 2-14% pengidap epilepsi.[1] Kondisi dapat ddiagnosis dengan elektrosensafalogram EEG, tetapi tidak semua rasa tidak nyaman atau diseorientasi yang diakibatkan oleh cahaya yang berkedip atau berpola dapat dikategorikan sebagai gejala seseorang yang mengalami epilepsi fotosensitif.[2]
Gejala
Gejala epilepsi fotosensitif mirip dengan jenis epilepsi lainnya, yakni dapat mengalami kejang jenis apapun, namun yang paling umum terjadi adalah kejang tonik-klonik. Selama kejang tonik-klonik seseorang akan mengalami peregangan pada otot-otot; otot-otot lengan, kaki, dan wajah terhentak dengan cepat; berteriak atau mengerang sebelum kehilangan kesadaran; beberapa diantaranya akan merespon dengan menggigit lidah; wajah terlihat pucat atau biru; serta mengalami kehilangan kontrol atas usus dan kandung kemih. Umumnya kondisi ini akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 1-3 menit, di mana setelah itu seseorang akan mudah tersinggung, bingung, atau depresi.[3]
Pemicu
Selain cahaya yang berkedip-kedip, kontras spasial tertentu juga dapat memicu kejang, seperti garis terang dan gelap dengan kontras tinggi dan pola-pola seperti “papan panah”, sektoral atau “roda berputar” . Semua jenis cahaya, baik yang bersifat alami maupun buatan dapat memicu gejala epilepsi bagi penderita epilepsi fotosensitif.[4] Faktor-faktor lainjuga dapat menjadi pemicu mulai dari kondisi mata saat stimulus terjadi; kontras atau kecerahan warna; kecepatan atau frekuensi gerakan atau pola (8-30 kedipan per detik; jarak dari pemicu cahaya; seryta warna dari pemicu (Contoh: warna merah lebih merangsang ketimbang warna biru).[5]
Pencegahan
Penderita epilepsi fotosensitif dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah terjadi kejang. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan monitor atau tv bebas kedip, meningkatkan intensitas cahaya pada ruangan, atau menurunkan kecerahan layar. Penting pula untuk duduk dari jarak yang aman dari layar serta beristirahat setelah beberapa waktu memperhatikan layar. Pengidap epilepsi juga dapat mengenakan kacamata hitam terpolarisasi saat melakukan aktivitas di depan layar. Tidak lupa pula untuk menghindari faktor pemicu lain, seperti konser atau klub dengan lampu sorot.[6]
Peringatan pada beberapa media
Beberapa film telah memberikan beberapa peringatan khusus terkait efek yang dapat ditimbulkan efek kilatan cahaya pada tayangan film dapat memicu epilepsi fotosensitif. Ini merupakan respon dari kritik yang ditujukan pada Disney akibat strobo dan cahaya berkedip pada film The Incredibles 2.[7] Beberapa film Indonesia juga telah memberikan peringatan yang sama sebelum tayangan film, seperti pada film Pengabdi Setan 2.[8]
Referensi
- ↑ Shervonne Poleon. Photosensitivity in generalized epilepsies. Epilepsy & Behavior. 2017-03-01. Vol. 68. hlm. 225–233. doi:10.1016/j.yebeh.2016.10.040.
- ↑ Redaksi Halodoc. Epilepsi Fotosensitif Dapat Terjadi saat Nonton Film, Ini Penyebabnya. halodoc.
- ↑ Photosensitive epilepsy: Triggers, treatment, and lifestyle tips. www.medicalnewstoday.com. 2024-01-08.
- ↑ Photosensitive Epilepsy. epilepsynl.com.
- ↑ Epilepsi Fotosensitif, saat Kejang Dipicu Kilatan Cahaya. Hello Sehat. 2022-08-09.
- ↑ Reuben Friedlander. 7 Ways to Prevent Photosensitive Epileptic Seizures. DIFFERENT BRAINS. 2018-06-07.
- ↑ Redaksi Halodoc. Film Star Wars Bisa Picu Kejang, Ini Penjelasan Medisnya. halodoc.
- ↑ Mengenal Epilepsi Fotosensitif yang Diberi Flash Warning di Film Pengabdi Setan 2: Communion. SINDOnews Lifestyle.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28444851 (2025-11-13T05:09:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.