Lompat ke isi

Hukum Henry: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29488193; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[kimia]], '''Hukum Henry''' adalah salah satu dari [[hukum gas ideal|hukum gas]] yang dirumuskan oleh [[kimiawan]] [[Inggris]] [[William Henry]], yang mempelajari topik tersebut di awal abad ke-19. Dalam publikasinya mengenai kuantitas [[gas]] yang diserap oleh [[air]], ia menggambarkan hasil eksperimennya:
[[File:Portrait_of_William_Henry,_1774-1836._Wellcome_L0004993.jpg|thumb|right|280px|Portrait of William Henry, 1774-1836. Wellcome L0004993]]
 
Dalam [[kimia]], '''Hukum Henry''' adalah salah satu dari [[hukum gas ideal|hukum gas]] yang dirumuskan oleh [[kimiawan]] [[Inggris]] [[William Henry]], yang mempelajari topik tersebut di awal abad ke-19. Dalam publikasinya mengenai kuantitas [[gas]] yang diserap oleh [[air]],<ref>W. Henry. ''Experiments on the quantity of gases absorbed by water, at different temperatures, and under different pressures''. ''Phil. Trans. R. Soc. Lond''. 1803. Vol. 93. hlm. 29–274. doi:10.1098/rstl.1803.0004.</ref> ia menggambarkan hasil eksperimennya:


: ''..."Air membutuhkan, gas terkondensasi, dengan satu, dua, atau lebih tambahan atmosfer, suatu kuantitas di mana, biasanya dikompresi, akan sebanding dengan dua kali, tiga kali lipat, volume yang diserap di bawah tekanan umum atmosfer."''
: ''..."Air membutuhkan, gas terkondensasi, dengan satu, dua, atau lebih tambahan atmosfer, suatu kuantitas di mana, biasanya dikompresi, akan sebanding dengan dua kali, tiga kali lipat, volume yang diserap di bawah tekanan umum atmosfer."''
Baris 6: Baris 8:


Contoh di mana hukum Henry berperan adalah pada pelarutan oksigen dan nitrogen yang tergantung pada kedalaman di dalam darah [[selam|penyelam]] bawah laut yang berubah selama dekompresi. Contoh sehari-hari ini diberikan oleh pengalaman seseorang dengan [[minuman ringan]] [[Karbonasi|berkarbonasi]], yang berisi [[karbon dioksida]] terlarut. Sebelum dibuka, gas di atas minuman dalam wadah adalah [[karbon dioksida]] yang hampir murni, pada tekanan yang lebih tinggi dari [[tekanan atmosfer]]. Setelah botol dibuka, gas ini meloloskan diri, memindahkan tekanan parsial karbon dioksida di atas cairan menjadi jauh lebih rendah, menghasilkan penghilangan gas karena karbon dioksida terlarut keluar dari larutan.
Contoh di mana hukum Henry berperan adalah pada pelarutan oksigen dan nitrogen yang tergantung pada kedalaman di dalam darah [[selam|penyelam]] bawah laut yang berubah selama dekompresi. Contoh sehari-hari ini diberikan oleh pengalaman seseorang dengan [[minuman ringan]] [[Karbonasi|berkarbonasi]], yang berisi [[karbon dioksida]] terlarut. Sebelum dibuka, gas di atas minuman dalam wadah adalah [[karbon dioksida]] yang hampir murni, pada tekanan yang lebih tinggi dari [[tekanan atmosfer]]. Setelah botol dibuka, gas ini meloloskan diri, memindahkan tekanan parsial karbon dioksida di atas cairan menjadi jauh lebih rendah, menghasilkan penghilangan gas karena karbon dioksida terlarut keluar dari larutan.


== Jenis mendasar dan varian konstanta hukum Henry ==
== Jenis mendasar dan varian konstanta hukum Henry ==
Ada berbagai cara untuk mendefinisikan konstanta kesebandingan hukum Henry, yang dapat dibagi menjadi dua jenis dasar: Salah satu kemungkinannya adalah untuk menempatkan fase air menjadi pembilang dan fase gas menjadi penyebut ("aq/gas").<ref>R. Sander. [http://www.atmos-chem-phys.net/15/4399 Compilation of Henry's law constants (version 4.0) for water as solvent]. ''Atmos. Chem. Phys''. 2015. Vol. 15. hlm. 4399–4981. doi:10.5194/acp-15-4399-2015.</ref> Hal ini menyebabkan konstanta kelarutan hukum Henry <math>H</math>. Nilainya meningkat dengan peningkatan kelarutan. Atau, pembilang dan penyebut dapat diganti ("gas/aq"), yang menghasilkan konstanta volatilitas hukum Henry <math>K_{\rm H}</math>. Nilai <math>K_{\rm H}</math> menurun dengan meningkatnya kelarutan.


Ada berbagai cara untuk mendefinisikan konstanta kesebandingan hukum Henry, yang dapat dibagi menjadi dua jenis dasar: Salah satu kemungkinannya adalah untuk menempatkan fase air menjadi pembilang dan fase gas menjadi penyebut ("aq/gas"). Hal ini menyebabkan konstanta kelarutan hukum Henry <math>H</math>. Nilainya meningkat dengan peningkatan kelarutan. Atau, pembilang dan penyebut dapat diganti ("gas/aq"), yang menghasilkan konstanta volatilitas hukum Henry <math>K_{\rm H}</math>. Nilai <math>K_{\rm H}</math> menurun dengan meningkatnya kelarutan.
Ada beberapa varian dari kedua jenis fundamental tersebut. Hal ini dihasilkan dari banyaknya jumlah yang dapat dipilih untuk menggambarkan komposisi dua fase. Pilihan khas untuk fase air adalah [[konsentrasi molar]] (<math>c_{\rm a}</math>), [[mol]]alitas (<math>b</math>), dan rasio pencampuran [[mol]]ar (<math>x</math>). Untuk fase gas, konsentrasi molar (<math>c_{\rm g}</math>) dan [[tekanan parsial]] (<math>p</math>) sering digunakan. Hal ini tidak memungkinkan untuk menggunakan rasio pencampuran dari fase gas (<math>y</math>) karena pada rasio pencampuran fase gas tertentu, konsentrasi fase berair <math>c_{\rm a}</math> tergantung pada tekanan total dan dengan demikian rasio <math>y/c_{\rm a}</math> bukanlah suatu konstanta.<ref>R. Sander. [http://link.springer.com/article/10.1023/A:1006501706704 Modeling atmospheric chemistry: Interactions between gas-phase species and liquid cloud/aerosol particles]. ''Surv. Geophys''. 1999. Vol. 20. hlm. 1–31.</ref> Untuk menentukan varian yang tepat dari konstanta hukum Henry, dua superskrip digunakan. Mereka mengacu pada pembilang dan penyebut dari definisi tersebut. Sebagai contoh, <math>H^{cp}</math> mengacu pada kelarutan Henry yang didefinisikan sebagai <math>c/p</math>.
 
Ada beberapa varian dari kedua jenis fundamental tersebut. Hal ini dihasilkan dari banyaknya jumlah yang dapat dipilih untuk menggambarkan komposisi dua fase. Pilihan khas untuk fase air adalah [[konsentrasi molar]] (<math>c_{\rm a}</math>), [[mol]]alitas (<math>b</math>), dan rasio pencampuran [[mol]]ar (<math>x</math>). Untuk fase gas, konsentrasi molar (<math>c_{\rm g}</math>) dan [[tekanan parsial]] (<math>p</math>) sering digunakan. Hal ini tidak memungkinkan untuk menggunakan rasio pencampuran dari fase gas (<math>y</math>) karena pada rasio pencampuran fase gas tertentu, konsentrasi fase berair <math>c_{\rm a}</math> tergantung pada tekanan total dan dengan demikian rasio <math>y/c_{\rm a}</math> bukanlah suatu konstanta. Untuk menentukan varian yang tepat dari konstanta hukum Henry, dua superskrip digunakan. Mereka mengacu pada pembilang dan penyebut dari definisi tersebut. Sebagai contoh, <math>H^{cp}</math> mengacu pada kelarutan Henry yang didefinisikan sebagai <math>c/p</math>.


== Rumus umum ==
== Rumus umum ==
Baris 40: Baris 40:


== Nilai konstanta Henry ==
== Nilai konstanta Henry ==
Sebuah kompilasi besar konstanta hukum Henry telah dipublikasikan oleh Sander (2015).<ref>R. Sander. [http://www.atmos-chem-phys.net/15/4399 Compilation of Henry's law constants (version 4.0) for water as solvent]. ''Atmos. Chem. Phys''. 2015. Vol. 15. hlm. 4399–4981. doi:10.5194/acp-15-4399-2015.</ref> Beberapa nilai yang dipilih ditampilkan dalam tabel berikut:


Sebuah kompilasi besar konstanta hukum Henry telah dipublikasikan oleh Sander (2015). Beberapa nilai yang dipilih ditampilkan dalam tabel berikut:
{| class="wikitable"
 
|+ Konstanta Hukum Henry (gas dalam air pada suhu 298.15 K)
! persamaan: || <math>K_\text{H}^{pc} = \frac{p}{c_\text{aq}}</math> || <math>H^{cp} = \frac{c_\text{aq}}{p}</math> || <math>K_\text{H}^{px} = \frac{p}{x} </math> || <math>H^{cc} = \frac{c_\text{aq}}{c_\text{gas}} </math>
|-
! satuan: || <math>\frac{\text{L} \cdot \text{atm}}{\text{mol}}</math> || <math> \frac{\text{mol}}{\text{L} \cdot \text{atm}}</math> || <math>\text{atm}</math> || (tak berdimensi)
|-
|align=center| [[Oksigen|O<sub>2</sub>]] ||align=center| 770 ||align=center| 1.3 ||align=center| 4.3 ||align=center| 3.2
|-
|align=center| [[Hidrogen|H<sub>2</sub>]] ||align=center| 1300 ||align=center| 7.8 ||align=center| 7.1 ||align=center| 1.9
|-
|align=center| [[Karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]] ||align=center| 29 ||align=center| 3.4 ||align=center| 1.6 ||align=center| 8.3
|-
|align=center| [[Nitrogen|N<sub>2</sub>]] ||align=center| 1600 ||align=center| 6.1 ||align=center| 9.1 ||align=center| 1.5
|-
|align=center| [[Helium|He]] ||align=center| 2700 ||align=center| 3.7||align=center| 1.5 ||align=center| 9.1
|-
|align=center| [[Neon|Ne]] ||align=center| 2200 ||align=center| 4.5 ||align=center| 1.2 ||align=center| 1.1
|-
|align=center| [[Argon|Ar]] ||align=center| 710 ||align=center| 1.4 ||align=center| 4.0 ||align=center| 3.4
|-
|align=center| [[Karbon monoksida|CO]] ||align=center| 1100 ||align=center| 9.5 ||align=center| 5.8 ||align=center| 2.3
|}


== Penerapan lain ==
== Penerapan lain ==
=== Dalam geokimia ===
=== Dalam geokimia ===
Dalam [[geokimia]], sebuah versi hukum Henry berlaku pada kelarutan dari [[gas mulia]] dalam kontak dengan [[silikat]] meleleh. Satu persamaan yang digunakan adalah
Dalam [[geokimia]], sebuah versi hukum Henry berlaku pada kelarutan dari [[gas mulia]] dalam kontak dengan [[silikat]] meleleh. Satu persamaan yang digunakan adalah


Baris 58: Baris 77:


=== Perbandingan dalam Hukum Raoult ===
=== Perbandingan dalam Hukum Raoult ===
Hukum Henry adalah hukum terbatas yang hanya berlaku untuk larutan yang "cukup encer". Kisaran konsentrasi yang berlaku menjadi sempit bila semakin banyak sistem yang menyimpang dari perilaku ideal. Secara kasar, yaitu semakin zat terlarut secara kimiawi "berbeda" lebih dari pelarut.
Hukum Henry adalah hukum terbatas yang hanya berlaku untuk larutan yang "cukup encer". Kisaran konsentrasi yang berlaku menjadi sempit bila semakin banyak sistem yang menyimpang dari perilaku ideal. Secara kasar, yaitu semakin zat terlarut secara kimiawi "berbeda" lebih dari pelarut.


Baris 85: Baris 103:
* [[Hukum Sieverts]]
* [[Hukum Sieverts]]
* [[Hukum Graham]]
* [[Hukum Graham]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://www3.epa.gov/ceampubl/learn2model/part-two/onsite/henryslaw.html EPA On-line Tools for Site Assessment Calculation – Henry's law conversion]
* [https://www3.epa.gov/ceampubl/learn2model/part-two/onsite/henryslaw.html EPA On-line Tools for Site Assessment Calculation – Henry's law conversion]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+Henry&oldid=29488193 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29488193 (2026-07-23T08:04:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+Henry&oldid=29488193 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29488193 (2026-07-23T08:04:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.10

Portrait of William Henry, 1774-1836. Wellcome L0004993

Dalam kimia, Hukum Henry adalah salah satu dari hukum gas yang dirumuskan oleh kimiawan Inggris William Henry, yang mempelajari topik tersebut di awal abad ke-19. Dalam publikasinya mengenai kuantitas gas yang diserap oleh air,[1] ia menggambarkan hasil eksperimennya:

..."Air membutuhkan, gas terkondensasi, dengan satu, dua, atau lebih tambahan atmosfer, suatu kuantitas di mana, biasanya dikompresi, akan sebanding dengan dua kali, tiga kali lipat, volume yang diserap di bawah tekanan umum atmosfer."

Dengan kata lain, jumlah gas yang terlarut sebanding dengan tekanan parsial dalam fase gas. Faktor kesebandingannya disebut sebagai konstanta hukum Henry.

Contoh di mana hukum Henry berperan adalah pada pelarutan oksigen dan nitrogen yang tergantung pada kedalaman di dalam darah penyelam bawah laut yang berubah selama dekompresi. Contoh sehari-hari ini diberikan oleh pengalaman seseorang dengan minuman ringan berkarbonasi, yang berisi karbon dioksida terlarut. Sebelum dibuka, gas di atas minuman dalam wadah adalah karbon dioksida yang hampir murni, pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Setelah botol dibuka, gas ini meloloskan diri, memindahkan tekanan parsial karbon dioksida di atas cairan menjadi jauh lebih rendah, menghasilkan penghilangan gas karena karbon dioksida terlarut keluar dari larutan.

Jenis mendasar dan varian konstanta hukum Henry

Ada berbagai cara untuk mendefinisikan konstanta kesebandingan hukum Henry, yang dapat dibagi menjadi dua jenis dasar: Salah satu kemungkinannya adalah untuk menempatkan fase air menjadi pembilang dan fase gas menjadi penyebut ("aq/gas").[2] Hal ini menyebabkan konstanta kelarutan hukum Henry H. Nilainya meningkat dengan peningkatan kelarutan. Atau, pembilang dan penyebut dapat diganti ("gas/aq"), yang menghasilkan konstanta volatilitas hukum Henry KH. Nilai KH menurun dengan meningkatnya kelarutan.

Ada beberapa varian dari kedua jenis fundamental tersebut. Hal ini dihasilkan dari banyaknya jumlah yang dapat dipilih untuk menggambarkan komposisi dua fase. Pilihan khas untuk fase air adalah konsentrasi molar (ca), molalitas (b), dan rasio pencampuran molar (x). Untuk fase gas, konsentrasi molar (cg) dan tekanan parsial (p) sering digunakan. Hal ini tidak memungkinkan untuk menggunakan rasio pencampuran dari fase gas (y) karena pada rasio pencampuran fase gas tertentu, konsentrasi fase berair ca tergantung pada tekanan total dan dengan demikian rasio y/ca bukanlah suatu konstanta.[3] Untuk menentukan varian yang tepat dari konstanta hukum Henry, dua superskrip digunakan. Mereka mengacu pada pembilang dan penyebut dari definisi tersebut. Sebagai contoh, Hcp mengacu pada kelarutan Henry yang didefinisikan sebagai c/p.

Rumus umum

Hukum ini menetapkan hubungan antara tekanan parsial pi dari gas murni dan fraksi molnya xiL dalam pelarut:

pi=xiL.Ki

Hukum ini mengukur kelarutan gas dalam pelarut cair dengan mana gas berada dalam kontak. Ki adalah konstanta volatilitas, khusus untuk gas yang diberikan. Konstanta Henry, dinyatakan sebagai Hi:

Hi=Cs,ipi

di mana:

  • Cs,i merupakan konsentrasi maksimum (disebut "kejenuhan") dari senyawa i
  • pi merupakan tekanan parsial dari gas
  • Hi merupakan "konstanta" yang tergantung pada sifat dari gas dari suhu dan cair.

Terdapat hubungan Hi=1/Ki.

Contohnya:

Hukum Henry menetapkan hubungan antara tekanan parsial gas murni dalam kesetimbangan dengan larutan yang juga berisi bahan murni dalam keadaan cair dalam proporsi yang signifikan. Hukum Raoult, tidak ada pelarut yang lebih mendominasi. Dua komponen murni dari campuran yang dalam proporsi yang sama besarnya

Nilai konstanta Henry

Sebuah kompilasi besar konstanta hukum Henry telah dipublikasikan oleh Sander (2015).[4] Beberapa nilai yang dipilih ditampilkan dalam tabel berikut:

Konstanta Hukum Henry (gas dalam air pada suhu 298.15 K)
persamaan: KHpc=pcaq Hcp=caqp KHpx=px Hcc=caqcgas
satuan: Latmmol molLatm atm (tak berdimensi)
O2 770 1.3 4.3 3.2
H2 1300 7.8 7.1 1.9
CO2 29 3.4 1.6 8.3
N2 1600 6.1 9.1 1.5
He 2700 3.7 1.5 9.1
Ne 2200 4.5 1.2 1.1
Ar 710 1.4 4.0 3.4
CO 1100 9.5 5.8 2.3

Penerapan lain

Dalam geokimia

Dalam geokimia, sebuah versi hukum Henry berlaku pada kelarutan dari gas mulia dalam kontak dengan silikat meleleh. Satu persamaan yang digunakan adalah

Cmelt/Cgas=exp[β(μmeltEμgasE)],

di mana

C adalah jumlah konsentrasi gas terlarut dalam fase meleleh dan gas,
β = 1/kBT, keebalikan dari parameter suhu (kB adalah konstanta Boltzmann),
µE adalah potensial kimia berlebih dari gas terlarut dalam dua fase.

Perbandingan dalam Hukum Raoult

Hukum Henry adalah hukum terbatas yang hanya berlaku untuk larutan yang "cukup encer". Kisaran konsentrasi yang berlaku menjadi sempit bila semakin banyak sistem yang menyimpang dari perilaku ideal. Secara kasar, yaitu semakin zat terlarut secara kimiawi "berbeda" lebih dari pelarut.

Untuk larutan encer, konsentrasi zat terlarut kurang lebih sebanding dengan fraksi molnya x, dan hukum Henry dapat ditulis sebagai

p=KHx.

Hal ini dapat dibandingkan dengan Hukum Raoult:

p=px,

di mana p* adalah tekanan uap komponen murni.

Pada pandangan pertama, hukum Raoult tampaknya menjadi kasus khusus dari hukum Henry, di mana KH = p*. Hal ini berlaku untuk pasangan zat yang terkait erat, seperti benzena dan toluena, yang mematuhi hukum Raoult di seluruh kisaran komposisi: campuran seperti itu disebut "campuran ideal".

Kasus umum adalah bahwa kedua hukum adalah hukum batasan, dan mereka menerapkan di ujung berseberangan di rentang komposisi. Tekanan uap komponen yang berlebih, seperti pelarut bagi larutan encer, sebanding dengan fraksi mol-nya, dan konstanta kesebandingannya adalah tekanan uap bahan murni (hukum Raoult). Tekanan uap zat terlarut juga sebanding dengan fraksi mol zat terlarut, tetapi konstanta kesebandingannya berbeda dan harus ditentukan secara eksperimental (hukum Henry). Dalam istilah matematika:

Hukum Raoult: limx1(px)=p.
Hukum Henry: limx0(px)=KH.

Hukum Raoult juga dapat berhubungan dengan zat terlarut non-gas.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. W. Henry. Experiments on the quantity of gases absorbed by water, at different temperatures, and under different pressures. Phil. Trans. R. Soc. Lond. 1803. Vol. 93. hlm. 29–274. doi:10.1098/rstl.1803.0004.
  2. R. Sander. Compilation of Henry's law constants (version 4.0) for water as solvent. Atmos. Chem. Phys. 2015. Vol. 15. hlm. 4399–4981. doi:10.5194/acp-15-4399-2015.
  3. R. Sander. Modeling atmospheric chemistry: Interactions between gas-phase species and liquid cloud/aerosol particles. Surv. Geophys. 1999. Vol. 20. hlm. 1–31.
  4. R. Sander. Compilation of Henry's law constants (version 4.0) for water as solvent. Atmos. Chem. Phys. 2015. Vol. 15. hlm. 4399–4981. doi:10.5194/acp-15-4399-2015.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29488193 (2026-07-23T08:04:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.