Lompat ke isi

Termalisasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587812; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


Contoh dari temalisasi termasuk:
Contoh dari temalisasi termasuk:
* tercapainya keseimbangan pada [[Plasma (fisika)|plasma]];
* tercapainya keseimbangan pada [[Plasma (fisika)|plasma]];<ref>[http://sdpha2.ucsd.edu/coll_therm.html Collisions and Thermalization]. ''sdphca.ucsd.edu''.</ref>
* proses yang dialami oleh [[neutron]] berenergi tinggi setelah mereka kehilangan energi oleh karena tabrakan dengan sebuah [[Moderator neutron|moderator]]; dan
* proses yang dialami oleh [[neutron]] berenergi tinggi setelah mereka kehilangan energi oleh karena tabrakan dengan sebuah [[Moderator neutron|moderator]];<ref>[https://www.nrc.gov/reading-rm/basic-ref/glossary/thermalization.html NRC: Glossary -- Thermalization]. ''www.nrc.gov''.</ref> dan
* proses emisi panas atau [[fonon]] oleh [[pembawa muatan]] pada [[sel surya]], setelah [[foton]] yang melewati energi [[sela pita]] [[semikonduktor]] diserap.
* proses emisi panas atau [[fonon]] oleh [[pembawa muatan]] pada [[sel surya]], setelah [[foton]] yang melewati energi [[sela pita]] [[semikonduktor]] diserap.<ref>Olof Andersson. ''Enhancing Open-Circuit Voltage in Gradient Organic Solar Cells by Rectifying Thermalization Losses''. ''Solar RRL''. Vol. 4 (12). hlm. 2000400. doi:10.1002/solr.202000400.</ref>


[[Hipotesis]] ini, yang menjadi dasar dari kebanyakan buku teks tentang [[mekanika statistika kuantum]], mengasumsikan bahwa sistem mengalami keseimbangan suhu atau termalisasi. Proses termalisasi menghapus memori lokal tentang kondisi awal. [[Hipotesis termalisasi eigenkeadaan]] adalah hipotesis tentang [[keadaan kuantum]] yang mengalami termalisasi dan mengapa.
[[Hipotesis]] ini, yang menjadi dasar dari kebanyakan buku teks tentang [[mekanika statistika kuantum]],<ref>Sakurai JJ. 1985. Modern Quantum Mechanics. Menlo Park, CA: Benjamin/Cummings</ref> mengasumsikan bahwa sistem mengalami keseimbangan suhu atau termalisasi. Proses termalisasi menghapus memori lokal tentang kondisi awal. [[Hipotesis termalisasi eigenkeadaan]] adalah hipotesis tentang [[keadaan kuantum]] yang mengalami termalisasi dan mengapa.


Tidak semua keadaan kuantum mengalami termalisasi. Beberapa keadaan telah ditemukan tidak mengalami termalisasi, dan alasan mereka tidak mengalami hal ini masih belum diketahui hingga Maret 2019.
Tidak semua keadaan kuantum mengalami termalisasi. Beberapa keadaan telah ditemukan tidak mengalami termalisasi, dan alasan mereka tidak mengalami hal ini masih belum diketahui hingga Maret 2019.


== Sistem yang tidak mengalami termalisasi ==
== Sistem yang tidak mengalami termalisasi ==
=== Sistem klasik ===
=== Sistem klasik ===
Secara umum, sistem klasik dengan perilaku tidak kacau tidak akan mengalami termalisasi. Sistem dengan banyak konstituen secara umum disebut [[Teori kekacauan|kacau]], tapi asumsi ini kadang gagal. Contoh kontra yang terkenal adalah [[masalah Fermi-Pasta-Ulam-Tsingou]], yang memperlihatkan pengulangan yang tidak terduga dan akan mengalami termalisasi setelah waktu yang lama. Sistem tidak kacau yang dipertubasi oleh ketidaklinearan lemah tidak akan mengalami termalisasi untuk suatu kondisi awal dengan volume tidak nol pada ruang keadaan. Hal ini seperti yang disebutkan pada [[teorema Kolmogorov–Arnold–Moser|teorema KAM]], meskipun ukuran dari set ini berkurang secara eksponensial seiring dengan jumlah derajat kebebasan. [[Sistem terintegralkan]] benda-banyak, yang memiliki banyak kuantitas terkonservasi, tidak akan mengalami termalisasi dalam arti biasanya, tapi akan seimbang menurut [[rakitan Gibbs umum]].
Secara umum, sistem klasik dengan perilaku tidak kacau tidak akan mengalami termalisasi. Sistem dengan banyak konstituen secara umum disebut [[Teori kekacauan|kacau]], tapi asumsi ini kadang gagal. Contoh kontra yang terkenal adalah [[masalah Fermi-Pasta-Ulam-Tsingou]], yang memperlihatkan pengulangan yang tidak terduga dan akan mengalami termalisasi setelah waktu yang lama.<ref>''The Fermi-Pasta-Ulam Problem - A Status Report''. Springer Berlin Heidelberg. 2008. Vol. 728. doi:10.1007/978-3-540-72995-2. ISBN 978-3-540-72994-5.</ref> Sistem tidak kacau yang dipertubasi oleh ketidaklinearan lemah tidak akan mengalami termalisasi untuk suatu kondisi awal dengan volume tidak nol pada ruang keadaan. Hal ini seperti yang disebutkan pada [[teorema Kolmogorov–Arnold–Moser|teorema KAM]], meskipun ukuran dari set ini berkurang secara eksponensial seiring dengan jumlah derajat kebebasan.<ref>H. Scott Dumas. ''The KAM Story – A Friendly Introduction to the Content, History, and Significance of Classical Kolmogorov–Arnold–Moser Theory''. World Scientific Publishing Company Incorporated. 2014. ISBN 978-981-4556-58-3.</ref> [[Sistem terintegralkan]] benda-banyak, yang memiliki banyak kuantitas terkonservasi, tidak akan mengalami termalisasi dalam arti biasanya, tapi akan seimbang menurut [[rakitan Gibbs umum]].<ref>Benjamin Doyon. ''New Classical Integrable Systems from Generalized TT-Deformations''. ''Physical Review Letters''. Vol. 132 (25). doi:10.1103/PhysRevLett.132.251602.</ref><ref>Herbert Spohn. ''Generalized Gibbs Ensembles of the Classical Toda Chain''. ''Journal of Statistical Physics''. 2020. Vol. 180 (1-6). hlm. 4–22. doi:10.1007/s10955-019-02320-5.</ref>


=== Sistem kuantum ===
=== Sistem kuantum ===
Beberapa sistem kuantum yang menolak atau tidak mengalami termalisasi termasuk (lihat, misalnya, [[bekas kuantum]]):
Beberapa sistem kuantum yang menolak atau tidak mengalami termalisasi termasuk (lihat, misalnya, [[bekas kuantum]]):<ref>[https://www.quantamagazine.org/quantum-scarring-appears-to-defy-universes-push-for-disorder-20190320/ Quantum Scarring Appears to Defy Universe's Push for Disorder]. ''Quanta Magazine''.</ref>


* Bekas kuantum konvensional, yang merujuk pada eigenkeadaan dengan kemungkinan kerapatan yang ditingkatkan seiring dengan orbit periodik tak stabil yang jauh lebih tinggi dari satu yang dapat diprediksi secara intuitif dari [[mekanika klasik]].
* Bekas kuantum konvensional,<ref>Eric J. Heller. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.53.1515 Bound-State Eigenfunctions of Classically Chaotic Hamiltonian Systems: Scars of Periodic Orbits]. ''Physical Review Letters''. Vol. 53 (16). hlm. 1515–1518. doi:10.1103/PhysRevLett.53.1515.</ref><ref>L Kaplan. [https://doi.org/10.1088/0951-7715/12/2/009 Scars in quantum chaotic wavefunctions]. ''Nonlinearity''. Vol. 12 (2). hlm. R1–R40. doi:10.1088/0951-7715/12/2/009.</ref><ref>L. Kaplan. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0003491697957730 Linear and Nonlinear Theory of Eigenfunction Scars]. ''Annals of Physics''. Vol. 264 (2). hlm. 171–206. doi:10.1006/aphy.1997.5773.</ref><ref>Eric Heller. [http://worldcat.org/oclc/1104876980 The Semiclassical Way to Dynamics and Spectroscopy]. Princeton University Press. ISBN 978-1-4008-9029-3.</ref> yang merujuk pada eigenkeadaan dengan kemungkinan kerapatan yang ditingkatkan seiring dengan orbit periodik tak stabil yang jauh lebih tinggi dari satu yang dapat diprediksi secara intuitif dari [[mekanika klasik]].
* Bekas kuantum yang diinduksi pertubasi, yang memiliki mekanisme baru mendasar yang berasal dari efek keadaan hampir merosot yang terkombinasi dan pertubasi yang dilokalisasi secara spasial, dan mereka dapat digunakan untuk menyebarkan paket gelombang kuantum dalam titik kuantum yang tidak teratur dengan ketepatan yang tinggi.
* Bekas kuantum yang diinduksi pertubasi,<ref>J. Keski-Rahkonen. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.123.214101 Quantum Lissajous Scars]. ''Physical Review Letters''. Vol. 123 (21). hlm. 214101. doi:10.1103/PhysRevLett.123.214101.</ref><ref>Perttu J. J. Luukko. ''Strong quantum scarring by local impurities''. ''Scientific Reports''. Vol. 6 (1). hlm. 37656. doi:10.1038/srep37656.</ref><ref>J. Keski-Rahkonen. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevB.96.094204 Controllable quantum scars in semiconductor quantum dots]. ''Physical Review B''. Vol. 96 (9). hlm. 094204. doi:10.1103/PhysRevB.96.094204.</ref><ref>J Keski-Rahkonen. [https://doi.org/10.1088/1361-648x/aaf9fb Effects of scarring on quantum chaos in disordered quantum wells]. ''Journal of Physics: Condensed Matter''. Vol. 31 (10). hlm. 105301. doi:10.1088/1361-648x/aaf9fb.</ref><ref>Joonas Keski-Rahkonen. [https://trepo.tuni.fi/handle/10024/123296 Quantum Chaos in Disordered Two-Dimensional Nanostructures]. Tampere University. 2020. ISBN 978-952-03-1699-0.</ref> yang memiliki mekanisme baru mendasar yang berasal dari efek keadaan hampir merosot yang terkombinasi dan pertubasi yang dilokalisasi secara spasial,<ref>J. Keski-Rahkonen. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.123.214101 Quantum Lissajous Scars]. ''Physical Review Letters''. Vol. 123 (21). hlm. 214101. doi:10.1103/PhysRevLett.123.214101.</ref><ref>Joonas Keski-Rahkonen. [https://trepo.tuni.fi/handle/10024/123296 Quantum Chaos in Disordered Two-Dimensional Nanostructures]. Tampere University. 2020. ISBN 978-952-03-1699-0.</ref> dan mereka dapat digunakan untuk menyebarkan paket gelombang kuantum dalam titik kuantum yang tidak teratur dengan ketepatan yang tinggi.<ref>Perttu J. J. Luukko. ''Strong quantum scarring by local impurities''. ''Scientific Reports''. Vol. 6 (1). hlm. 37656. doi:10.1038/srep37656.</ref>
* Bekas kuantum benda-banyak.
* Bekas kuantum benda-banyak.
*[[Lokalisasi benda-banyak]] (''Many-body localization'', MBL), sistem benda-banyak kuantum menyimpan memori keadaan awal mereka pada area lokal yang dapat diobservasi untuk suatu lama waktu.
*[[Lokalisasi benda-banyak]] (''Many-body localization'', MBL),<ref>Rahul Nandkishore. ''Many-Body Localization and Thermalization in Quantum Statistical Mechanics''. ''Annual Review of Condensed Matter Physics''. 2015. Vol. 6. hlm. 15–38. doi:10.1146/annurev-conmatphys-031214-014726.</ref> sistem benda-banyak kuantum menyimpan memori keadaan awal mereka pada area lokal yang dapat diobservasi untuk suatu lama waktu.<ref>J.-y. Choi. [https://archive.org/details/sim_science_science_2016-06-24_352_6293/page/1547 Exploring the many-body localization transition in two dimensions]. ''Science''. 2016. Vol. 352 (6293). hlm. 1547–1552. doi:10.1126/science.aaf8834.</ref><ref>Ken Xuan Wei. ''Exploring Localization in Nuclear Spin Chains''. ''Physical Review Letters''. 2018. Vol. 120 (7). hlm. 070501. doi:10.1103/PhysRevLett.120.070501.</ref>


Sistem lain yang menolak atau tidak mengalami termalisasi dan dapat dipahami dengan lebih baik adalah [[sistem terintegralkan]] kuantum dan sistem dengan [[simetri dinamis]].
Sistem lain yang menolak atau tidak mengalami termalisasi dan dapat dipahami dengan lebih baik adalah [[sistem terintegralkan]] kuantum<ref>Jean-Sébastien Caux. ''Time Evolution of Local Observables After Quenching to an Integrable Model''. ''Physical Review Letters''. Vol. 110 (25). hlm. 257203. doi:10.1103/PhysRevLett.110.257203.</ref> dan sistem dengan [[simetri dinamis]].<ref>Berislav Buča. ''Non-stationary coherent quantum many-body dynamics through dissipation''. ''Nature Communications''. Vol. 10 (1). hlm. 1730. doi:10.1038/s41467-019-09757-y.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Termalisasi&oldid=29587812 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587812 (2026-08-16T10:03:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Termalisasi&oldid=29587812 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587812 (2026-08-16T10:03:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.02

Di fisika, termalisasi adalah proses pada benda fisik yang mencapai keseimbangan suhu melalui interaksi mutual. Secara umum, kecenderungan alami dari sebuah sistem adalah menuju keadaan ekuipartisi energi dan suhu seragam yang memaksimalkan entropi dari sistem tersebut. Termalisasi, keseimbangan suhu, dan suhu adalah konsep fundamental penting dalam mekanika statistika dan termodinamika. Kedua ilmu tersebut merupakan dasar dari rumpun ilmu spesifik tentang pemahaman ilmu pengetahuan dan aplikasi teknik.

Contoh dari temalisasi termasuk:

Hipotesis ini, yang menjadi dasar dari kebanyakan buku teks tentang mekanika statistika kuantum,[4] mengasumsikan bahwa sistem mengalami keseimbangan suhu atau termalisasi. Proses termalisasi menghapus memori lokal tentang kondisi awal. Hipotesis termalisasi eigenkeadaan adalah hipotesis tentang keadaan kuantum yang mengalami termalisasi dan mengapa.

Tidak semua keadaan kuantum mengalami termalisasi. Beberapa keadaan telah ditemukan tidak mengalami termalisasi, dan alasan mereka tidak mengalami hal ini masih belum diketahui hingga Maret 2019.

Sistem yang tidak mengalami termalisasi

Sistem klasik

Secara umum, sistem klasik dengan perilaku tidak kacau tidak akan mengalami termalisasi. Sistem dengan banyak konstituen secara umum disebut kacau, tapi asumsi ini kadang gagal. Contoh kontra yang terkenal adalah masalah Fermi-Pasta-Ulam-Tsingou, yang memperlihatkan pengulangan yang tidak terduga dan akan mengalami termalisasi setelah waktu yang lama.[5] Sistem tidak kacau yang dipertubasi oleh ketidaklinearan lemah tidak akan mengalami termalisasi untuk suatu kondisi awal dengan volume tidak nol pada ruang keadaan. Hal ini seperti yang disebutkan pada teorema KAM, meskipun ukuran dari set ini berkurang secara eksponensial seiring dengan jumlah derajat kebebasan.[6] Sistem terintegralkan benda-banyak, yang memiliki banyak kuantitas terkonservasi, tidak akan mengalami termalisasi dalam arti biasanya, tapi akan seimbang menurut rakitan Gibbs umum.[7][8]

Sistem kuantum

Beberapa sistem kuantum yang menolak atau tidak mengalami termalisasi termasuk (lihat, misalnya, bekas kuantum):[9]

  • Bekas kuantum konvensional,[10][11][12][13] yang merujuk pada eigenkeadaan dengan kemungkinan kerapatan yang ditingkatkan seiring dengan orbit periodik tak stabil yang jauh lebih tinggi dari satu yang dapat diprediksi secara intuitif dari mekanika klasik.
  • Bekas kuantum yang diinduksi pertubasi,[14][15][16][17][18] yang memiliki mekanisme baru mendasar yang berasal dari efek keadaan hampir merosot yang terkombinasi dan pertubasi yang dilokalisasi secara spasial,[19][20] dan mereka dapat digunakan untuk menyebarkan paket gelombang kuantum dalam titik kuantum yang tidak teratur dengan ketepatan yang tinggi.[21]
  • Bekas kuantum benda-banyak.
  • Lokalisasi benda-banyak (Many-body localization, MBL),[22] sistem benda-banyak kuantum menyimpan memori keadaan awal mereka pada area lokal yang dapat diobservasi untuk suatu lama waktu.[23][24]

Sistem lain yang menolak atau tidak mengalami termalisasi dan dapat dipahami dengan lebih baik adalah sistem terintegralkan kuantum[25] dan sistem dengan simetri dinamis.[26]

Referensi

  1. Collisions and Thermalization. sdphca.ucsd.edu.
  2. NRC: Glossary -- Thermalization. www.nrc.gov.
  3. Olof Andersson. Enhancing Open-Circuit Voltage in Gradient Organic Solar Cells by Rectifying Thermalization Losses. Solar RRL. Vol. 4 (12). hlm. 2000400. doi:10.1002/solr.202000400.
  4. Sakurai JJ. 1985. Modern Quantum Mechanics. Menlo Park, CA: Benjamin/Cummings
  5. The Fermi-Pasta-Ulam Problem - A Status Report. Springer Berlin Heidelberg. 2008. Vol. 728. doi:10.1007/978-3-540-72995-2. ISBN 978-3-540-72994-5.
  6. H. Scott Dumas. The KAM Story – A Friendly Introduction to the Content, History, and Significance of Classical Kolmogorov–Arnold–Moser Theory. World Scientific Publishing Company Incorporated. 2014. ISBN 978-981-4556-58-3.
  7. Benjamin Doyon. New Classical Integrable Systems from Generalized TT-Deformations. Physical Review Letters. Vol. 132 (25). doi:10.1103/PhysRevLett.132.251602.
  8. Herbert Spohn. Generalized Gibbs Ensembles of the Classical Toda Chain. Journal of Statistical Physics. 2020. Vol. 180 (1-6). hlm. 4–22. doi:10.1007/s10955-019-02320-5.
  9. Quantum Scarring Appears to Defy Universe's Push for Disorder. Quanta Magazine.
  10. Eric J. Heller. Bound-State Eigenfunctions of Classically Chaotic Hamiltonian Systems: Scars of Periodic Orbits. Physical Review Letters. Vol. 53 (16). hlm. 1515–1518. doi:10.1103/PhysRevLett.53.1515.
  11. L Kaplan. Scars in quantum chaotic wavefunctions. Nonlinearity. Vol. 12 (2). hlm. R1–R40. doi:10.1088/0951-7715/12/2/009.
  12. L. Kaplan. Linear and Nonlinear Theory of Eigenfunction Scars. Annals of Physics. Vol. 264 (2). hlm. 171–206. doi:10.1006/aphy.1997.5773.
  13. Eric Heller. The Semiclassical Way to Dynamics and Spectroscopy. Princeton University Press. ISBN 978-1-4008-9029-3.
  14. J. Keski-Rahkonen. Quantum Lissajous Scars. Physical Review Letters. Vol. 123 (21). hlm. 214101. doi:10.1103/PhysRevLett.123.214101.
  15. Perttu J. J. Luukko. Strong quantum scarring by local impurities. Scientific Reports. Vol. 6 (1). hlm. 37656. doi:10.1038/srep37656.
  16. J. Keski-Rahkonen. Controllable quantum scars in semiconductor quantum dots. Physical Review B. Vol. 96 (9). hlm. 094204. doi:10.1103/PhysRevB.96.094204.
  17. J Keski-Rahkonen. Effects of scarring on quantum chaos in disordered quantum wells. Journal of Physics: Condensed Matter. Vol. 31 (10). hlm. 105301. doi:10.1088/1361-648x/aaf9fb.
  18. Joonas Keski-Rahkonen. Quantum Chaos in Disordered Two-Dimensional Nanostructures. Tampere University. 2020. ISBN 978-952-03-1699-0.
  19. J. Keski-Rahkonen. Quantum Lissajous Scars. Physical Review Letters. Vol. 123 (21). hlm. 214101. doi:10.1103/PhysRevLett.123.214101.
  20. Joonas Keski-Rahkonen. Quantum Chaos in Disordered Two-Dimensional Nanostructures. Tampere University. 2020. ISBN 978-952-03-1699-0.
  21. Perttu J. J. Luukko. Strong quantum scarring by local impurities. Scientific Reports. Vol. 6 (1). hlm. 37656. doi:10.1038/srep37656.
  22. Rahul Nandkishore. Many-Body Localization and Thermalization in Quantum Statistical Mechanics. Annual Review of Condensed Matter Physics. 2015. Vol. 6. hlm. 15–38. doi:10.1146/annurev-conmatphys-031214-014726.
  23. J.-y. Choi. Exploring the many-body localization transition in two dimensions. Science. 2016. Vol. 352 (6293). hlm. 1547–1552. doi:10.1126/science.aaf8834.
  24. Ken Xuan Wei. Exploring Localization in Nuclear Spin Chains. Physical Review Letters. 2018. Vol. 120 (7). hlm. 070501. doi:10.1103/PhysRevLett.120.070501.
  25. Jean-Sébastien Caux. Time Evolution of Local Observables After Quenching to an Integrable Model. Physical Review Letters. Vol. 110 (25). hlm. 257203. doi:10.1103/PhysRevLett.110.257203.
  26. Berislav Buča. Non-stationary coherent quantum many-body dynamics through dissipation. Nature Communications. Vol. 10 (1). hlm. 1730. doi:10.1038/s41467-019-09757-y.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587812 (2026-08-16T10:03:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.