Lompat ke isi

Ionisasi elektron: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29463058; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Ionisasi elektron''' (atau dalam Bahasa Inggris ''electron ionization'' atau '''EI''', sebelumnya dikenal sebagai '''ionisasi tumbukan elektron''' dan '''ionisasi penembakan elektron''') adalah suatu metode ionisasi di mana [[elektron]] berenergi tinggi berinteraksi dengan atom atau molekul dalam fase padat maupun gas untuk menghasilkan [[ion]]. Ionisasi elektron merupakan salah satu teknik [[ionisasi]] paling awal yang dikembangkan untuk [[spektrometri massa]]. Namun, metode ini masih merupakan teknik ionisasi yang populer. Teknik ini digolongkan sebagai metode ionisasi keras (''hard ionization'', fragmentasi tinggi), karena menggunakan elektron berenergi sangat tinggi untuk menghasilkan ion. Hal ini menyebabkan terjadinya fragmentasi yang ekstensif, yang dapat bermanfaat untuk penentuan struktur senyawa tak dikenal. Ionisasi elektron paling berguna untuk senyawa organik yang memiliki [[massa molekul]] di bawah 600 amu. Selain itu, berbagai senyawa lain yang stabil secara termal dan bersifat [[Volatilitas (kimia)|volatil]] dalam keadaan padat, cair, maupun gas dapat dideteksi menggunakan teknik ini ketika dikombinasikan dengan berbagai metode pemisahan.
[[File:Electron_Ionization.svg|thumb|right|280px|Electron Ionization]]
 
'''Ionisasi elektron''' (atau dalam Bahasa Inggris ''electron ionization'' atau '''EI''', sebelumnya dikenal sebagai '''ionisasi tumbukan elektron'''<ref>T.D. Märk. [https://books.google.com/books?id=twntCAAAQBAJ Electron Impact Ionization]. Springer Science & Business Media. 29 June 2013. ISBN 978-3-7091-4028-4.</ref> dan '''ionisasi penembakan elektron'''<ref>Harold R. Kaufman. [https://books.google.com/books?id=wKNpxLQWsjYC Performance Correlation for Electron-bombardment Ion Sources]. National Aeronautics and Space Administration. 1965.</ref>) adalah suatu metode ionisasi di mana [[elektron]] berenergi tinggi berinteraksi dengan atom atau molekul dalam fase padat maupun gas untuk menghasilkan [[ion]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ionisasi+elektron&oldid=29463058 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ionisasi elektron merupakan salah satu teknik [[ionisasi]] paling awal yang dikembangkan untuk [[spektrometri massa]].<ref>Jennifer Griffiths. ''A Brief History of Mass Spectrometry''. ''Analytical Chemistry''. 2008. Vol. 80 (15). hlm. 5678–5683. doi:10.1021/ac8013065.</ref> Namun, metode ini masih merupakan teknik ionisasi yang populer. Teknik ini digolongkan sebagai metode ionisasi keras (''hard ionization'', fragmentasi tinggi), karena menggunakan elektron berenergi sangat tinggi untuk menghasilkan ion. Hal ini menyebabkan terjadinya fragmentasi yang ekstensif, yang dapat bermanfaat untuk penentuan struktur senyawa tak dikenal. Ionisasi elektron paling berguna untuk senyawa organik yang memiliki [[massa molekul]] di bawah 600 amu. Selain itu, berbagai senyawa lain yang stabil secara termal dan bersifat [[Volatilitas (kimia)|volatil]] dalam keadaan padat, cair, maupun gas dapat dideteksi menggunakan teknik ini ketika dikombinasikan dengan berbagai metode pemisahan.<ref>Chhabil Dass. [https://archive.org/details/fundamentalsofco0000dass Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library]. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
 
Ionisasi elektron pertama kali dideskripsikan pada tahun 1918 oleh fisikawan Kanada–Amerika [[Arthur Jeffrey Dempster|Arthur J. Dempster]] dalam artikelnya yang berjudul “''A new method of [[sinar anode|positive ray]] analysis.''” Instrumen tersebut merupakan spektrometer massa modern pertama dan menggunakan sinar positif untuk menentukan rasio massa terhadap muatan dari berbagai komponen.<ref>A. J. Dempster. [https://zenodo.org/record/2451538 A new Method of Positive Ray Analysis]. ''Physical Review''. 1918-04-01. Vol. 11 (4). hlm. 316–325. doi:10.1103/PhysRev.11.316.</ref> Dalam metode ini, sumber ion menggunakan berkas elektron yang diarahkan ke suatu permukaan padat. [[Anoda]] dibuat berbentuk silinder dari logam yang akan diteliti. Selanjutnya, anoda tersebut dipanaskan dengan kumparan konsentris dan kemudian dibombardir dengan elektron. Dengan menggunakan metode ini, dua [[isotop]] [[litium]] dan tiga isotop [[magnesium]] beserta bobot atom dan proporsi relatifnya berhasil ditentukan.<ref>A. J. Dempster. ''Positive Ray Analysis of Lithium and Magnesium''. ''Physical Review''. 1921-01-01. Vol. 18 (6). hlm. 415–422. doi:10.1103/PhysRev.18.415.</ref> Sejak saat itu, teknik ini terus digunakan dengan berbagai modifikasi dan pengembangan lanjutan. Penggunaan berkas elektron monoenergetik terfokus untuk mengionisasi atom dan molekul dalam fase gas dikembangkan oleh [[Walker Bleakney|Bleakney]] pada tahun 1929.<ref>Walker Bleakney. ''A New Method of Positive Ray Analysis and Its Application to the Measurement of Ionization Potentials in Mercury Vapor''. ''Physical Review''. 1929. Vol. 34 (1). hlm. 157–160. doi:10.1103/PhysRev.34.157.</ref><ref>Mark Gordon Inghram. [https://books.google.com/books?id=o7wrAAAAYAAJ&pg=PA49 Mass Spectroscopy]. National Academies. 1954. hlm. 32–34. ISBN 9780598947109.</ref>
 
Ionisasi elektron pertama kali dideskripsikan pada tahun 1918 oleh fisikawan Kanada–Amerika [[Arthur Jeffrey Dempster|Arthur J. Dempster]] dalam artikelnya yang berjudul “''A new method of [[sinar anode|positive ray]] analysis.''” Instrumen tersebut merupakan spektrometer massa modern pertama dan menggunakan sinar positif untuk menentukan rasio massa terhadap muatan dari berbagai komponen. Dalam metode ini, sumber ion menggunakan berkas elektron yang diarahkan ke suatu permukaan padat. [[Anoda]] dibuat berbentuk silinder dari logam yang akan diteliti. Selanjutnya, anoda tersebut dipanaskan dengan kumparan konsentris dan kemudian dibombardir dengan elektron. Dengan menggunakan metode ini, dua [[isotop]] [[litium]] dan tiga isotop [[magnesium]] beserta bobot atom dan proporsi relatifnya berhasil ditentukan. Sejak saat itu, teknik ini terus digunakan dengan berbagai modifikasi dan pengembangan lanjutan. Penggunaan berkas elektron monoenergetik terfokus untuk mengionisasi atom dan molekul dalam fase gas dikembangkan oleh [[Walker Bleakney|Bleakney]] pada tahun 1929.


== Prinsip operasi ==
== Prinsip operasi ==
 
Dalam proses ini, sebuah elektron dari molekul [[analit]] (M) terlepas selama proses tumbukan, sehingga molekul tersebut berubah menjadi ion bermuatan positif dengan jumlah elektron ganjil. Reaksi [[fase (materi)|fase gas]] berikut menggambarkan proses ionisasi elektron.<ref>R. Davis, M. Frearson, (1987). ''Mass Spectrometry – Analytical Chemistry by Open Learning'', John Wiley & Sons, London.</ref>
 
Dalam proses ini, sebuah elektron dari molekul [[analit]] (M) terlepas selama proses tumbukan, sehingga molekul tersebut berubah menjadi ion bermuatan positif dengan jumlah elektron ganjil. Reaksi [[fase (materi)|fase gas]] berikut menggambarkan proses ionisasi elektron.


:<chem>M{} + e^- -> M^{+\bullet}{} + 2e^-</chem>
:<chem>M{} + e^- -> M^{+\bullet}{} + 2e^-</chem>
Baris 15: Baris 13:
dengan M adalah molekul [[analit]] yang diionisasi, e<sup>−</sup> adalah elektron, dan M<sup>+•</sup> merupakan [[ion molekul]] yang dihasilkan.
dengan M adalah molekul [[analit]] yang diionisasi, e<sup>−</sup> adalah elektron, dan M<sup>+•</sup> merupakan [[ion molekul]] yang dihasilkan.


Dalam suatu [[sumber ion]] EI, elektron dihasilkan melalui [[emisi termionik]] dengan memanaskan filamen kawat yang dialiri [[arus listrik]]. Energi kinetik elektron penumbuk harus lebih tinggi daripada [[energi ionisasi]] molekul sampel. Elektron dipercepat hingga energi 70 [[Elektronvolt|eV]] di daerah antara filamen dan pintu masuk blok sumber ion. Sampel yang diteliti, yang mengandung molekul netral, dimasukkan ke dalam sumber ion dengan orientasi tegak lurus terhadap berkas elektron. Lintasan dekat elektron berenergi tinggi pada tekanan rendah (sekitar 10<sup>−5</sup> hingga 10<sup>−6</sup> torr) menyebabkan fluktuasi besar medan listrik di sekitar molekul netral dan menginduksi terjadinya ionisasi serta fragmentasi. Fragmentasi dalam ionisasi elektron dapat dijelaskan menggunakan kurva potensial Born–Oppenheimer seperti yang ditunjukkan pada diagram. Panah merah menunjukkan energi tumbukan elektron yang cukup untuk melepaskan satu elektron dari analit dan membentuk ion molekul melalui proses non-disosiatif. Namun, akibat energi tinggi yang diberikan oleh elektron 70 eV, selain pembentukan ion molekul, dapat terjadi berbagai reaksi pemutusan ikatan lainnya sebagai hasil disosiatif, yang ditunjukkan oleh panah biru pada diagram. Ion-ion ini dikenal sebagai ion produk generasi kedua. Produk berupa [[ion radikal|kation radikal]] selanjutnya diarahkan menuju penganalisis massa oleh elektroda penolak (''repeller electrode''). Proses ionisasi ini sering kali mengikuti reaksi pemutusan ikatan yang dapat diprediksi, sehingga menghasilkan ion fragmen yang, setelah dideteksi dan diproses sinyalnya, memberikan informasi struktural mengenai analit.
Dalam suatu [[sumber ion]] EI, elektron dihasilkan melalui [[emisi termionik]] dengan memanaskan filamen kawat yang dialiri [[arus listrik]]. Energi kinetik elektron penumbuk harus lebih tinggi daripada [[energi ionisasi]] molekul sampel. Elektron dipercepat hingga energi 70 [[Elektronvolt|eV]] di daerah antara filamen dan pintu masuk blok sumber ion. Sampel yang diteliti, yang mengandung molekul netral, dimasukkan ke dalam sumber ion dengan orientasi tegak lurus terhadap berkas elektron. Lintasan dekat elektron berenergi tinggi pada tekanan rendah (sekitar 10<sup>−5</sup> hingga 10<sup>−6</sup> torr) menyebabkan fluktuasi besar medan listrik di sekitar molekul netral dan menginduksi terjadinya ionisasi serta fragmentasi.<ref>J. Robinson ''et al.'' Undergraduate Instrumental Analysis, 6th ed. Marcel Drekker, New York, 2005</ref> Fragmentasi dalam ionisasi elektron dapat dijelaskan menggunakan kurva potensial Born–Oppenheimer seperti yang ditunjukkan pada diagram. Panah merah menunjukkan energi tumbukan elektron yang cukup untuk melepaskan satu elektron dari analit dan membentuk ion molekul melalui proses non-disosiatif. Namun, akibat energi tinggi yang diberikan oleh elektron 70 eV, selain pembentukan ion molekul, dapat terjadi berbagai reaksi pemutusan ikatan lainnya sebagai hasil disosiatif, yang ditunjukkan oleh panah biru pada diagram. Ion-ion ini dikenal sebagai ion produk generasi kedua. Produk berupa [[ion radikal|kation radikal]] selanjutnya diarahkan menuju penganalisis massa oleh elektroda penolak (''repeller electrode''). Proses ionisasi ini sering kali mengikuti reaksi pemutusan ikatan yang dapat diprediksi, sehingga menghasilkan ion fragmen yang, setelah dideteksi dan diproses sinyalnya, memberikan informasi struktural mengenai analit.


== Instrumentasi ==
== Instrumentasi ==
Diagram skematik instrumen yang dapat digunakan untuk ionisasi elektron ditunjukkan di sebelah kanan. Blok sumber ion terbuat dari logam. Sebagai sumber elektron digunakan [[katoda]], yang dapat berupa filamen tipis dari kawat [[tungsten]] atau [[renium]], dan dimasukkan ke dalam blok sumber melalui sebuah celah. Filamen ini kemudian dipanaskan hingga mencapai suhu [[radiasi termal|pijar]] untuk memancarkan elektron. Beda potensial sebesar 70 V diterapkan antara katoda dan blok sumber untuk mempercepat elektron hingga memiliki [[energi kinetik]] sebesar 70 eV sehingga menghasilkan ion positif. Potensial [[anoda]] (perangkap elektron) dibuat sedikit positif dan ditempatkan di bagian luar ruang ionisasi, tepat berhadapan dengan katoda. Elektron yang tidak digunakan akan dikumpulkan oleh perangkap elektron ini. Sampel dimasukkan melalui lubang sampel.<ref>Chhabil Dass. [https://archive.org/details/fundamentalsofco0000dass Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library]. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.</ref>


 
Untuk meningkatkan proses ionisasi, diterapkan medan magnet lemah yang sejajar dengan arah pergerakan elektron. Akibatnya, elektron bergerak dalam lintasan heliks sempit, yang meningkatkan panjang lintasan mereka. Ion positif yang dihasilkan kemudian dipercepat oleh elektroda penolak (''repeller electrode'') ke dalam daerah percepatan melalui celah pada blok sumber. Dengan menerapkan potensial pada sumber ion dan mempertahankan celah keluar pada potensial tanah (''ground''), ion memasuki penganalisis massa dengan energi kinetik yang tetap. Untuk menghindari pengembunan sampel, blok sumber dipanaskan hingga sekitar 300&nbsp;°C.<ref>Chhabil Dass. [https://archive.org/details/fundamentalsofco0000dass Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library]. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.</ref>
Diagram skematik instrumen yang dapat digunakan untuk ionisasi elektron ditunjukkan di sebelah kanan. Blok sumber ion terbuat dari logam. Sebagai sumber elektron digunakan [[katoda]], yang dapat berupa filamen tipis dari kawat [[tungsten]] atau [[renium]], dan dimasukkan ke dalam blok sumber melalui sebuah celah. Filamen ini kemudian dipanaskan hingga mencapai suhu [[radiasi termal|pijar]] untuk memancarkan elektron. Beda potensial sebesar 70 V diterapkan antara katoda dan blok sumber untuk mempercepat elektron hingga memiliki [[energi kinetik]] sebesar 70 eV sehingga menghasilkan ion positif. Potensial [[anoda]] (perangkap elektron) dibuat sedikit positif dan ditempatkan di bagian luar ruang ionisasi, tepat berhadapan dengan katoda. Elektron yang tidak digunakan akan dikumpulkan oleh perangkap elektron ini. Sampel dimasukkan melalui lubang sampel.
 
Untuk meningkatkan proses ionisasi, diterapkan medan magnet lemah yang sejajar dengan arah pergerakan elektron. Akibatnya, elektron bergerak dalam lintasan heliks sempit, yang meningkatkan panjang lintasan mereka. Ion positif yang dihasilkan kemudian dipercepat oleh elektroda penolak (''repeller electrode'') ke dalam daerah percepatan melalui celah pada blok sumber. Dengan menerapkan potensial pada sumber ion dan mempertahankan celah keluar pada potensial tanah (''ground''), ion memasuki penganalisis massa dengan energi kinetik yang tetap. Untuk menghindari pengembunan sampel, blok sumber dipanaskan hingga sekitar 300&nbsp;°C.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 30: Baris 26:
* [[Ionisasi termal]]
* [[Ionisasi termal]]
* [[Interpretasi spektrum massa]]
* [[Interpretasi spektrum massa]]
== Referensi ==


== Catatan ==
== Catatan ==
*
*
*
*
*
*
*
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 46: Baris 37:
*  [http://www2.chemistry.msu.edu/faculty/reusch/VirtTxtJml/Spectrpy/MassSpec/masspec1.htm Mass Spectrometry]. Michigan State University.
*  [http://www2.chemistry.msu.edu/faculty/reusch/VirtTxtJml/Spectrpy/MassSpec/masspec1.htm Mass Spectrometry]. Michigan State University.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ionisasi+elektron&oldid=29463058 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463058 (2026-07-15T22:51:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ionisasi+elektron&oldid=29463058 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463058 (2026-07-15T22:51:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.03

Electron Ionization

Ionisasi elektron (atau dalam Bahasa Inggris electron ionization atau EI, sebelumnya dikenal sebagai ionisasi tumbukan elektron[1] dan ionisasi penembakan elektron[2]) adalah suatu metode ionisasi di mana elektron berenergi tinggi berinteraksi dengan atom atau molekul dalam fase padat maupun gas untuk menghasilkan ion.[3] Ionisasi elektron merupakan salah satu teknik ionisasi paling awal yang dikembangkan untuk spektrometri massa.[4] Namun, metode ini masih merupakan teknik ionisasi yang populer. Teknik ini digolongkan sebagai metode ionisasi keras (hard ionization, fragmentasi tinggi), karena menggunakan elektron berenergi sangat tinggi untuk menghasilkan ion. Hal ini menyebabkan terjadinya fragmentasi yang ekstensif, yang dapat bermanfaat untuk penentuan struktur senyawa tak dikenal. Ionisasi elektron paling berguna untuk senyawa organik yang memiliki massa molekul di bawah 600 amu. Selain itu, berbagai senyawa lain yang stabil secara termal dan bersifat volatil dalam keadaan padat, cair, maupun gas dapat dideteksi menggunakan teknik ini ketika dikombinasikan dengan berbagai metode pemisahan.[5]

Sejarah

Ionisasi elektron pertama kali dideskripsikan pada tahun 1918 oleh fisikawan Kanada–Amerika Arthur J. Dempster dalam artikelnya yang berjudul “A new method of positive ray analysis.” Instrumen tersebut merupakan spektrometer massa modern pertama dan menggunakan sinar positif untuk menentukan rasio massa terhadap muatan dari berbagai komponen.[6] Dalam metode ini, sumber ion menggunakan berkas elektron yang diarahkan ke suatu permukaan padat. Anoda dibuat berbentuk silinder dari logam yang akan diteliti. Selanjutnya, anoda tersebut dipanaskan dengan kumparan konsentris dan kemudian dibombardir dengan elektron. Dengan menggunakan metode ini, dua isotop litium dan tiga isotop magnesium beserta bobot atom dan proporsi relatifnya berhasil ditentukan.[7] Sejak saat itu, teknik ini terus digunakan dengan berbagai modifikasi dan pengembangan lanjutan. Penggunaan berkas elektron monoenergetik terfokus untuk mengionisasi atom dan molekul dalam fase gas dikembangkan oleh Bleakney pada tahun 1929.[8][9]

Prinsip operasi

Dalam proses ini, sebuah elektron dari molekul analit (M) terlepas selama proses tumbukan, sehingga molekul tersebut berubah menjadi ion bermuatan positif dengan jumlah elektron ganjil. Reaksi fase gas berikut menggambarkan proses ionisasi elektron.[10]

M+eAMA++2eA

dengan M adalah molekul analit yang diionisasi, e adalah elektron, dan M+• merupakan ion molekul yang dihasilkan.

Dalam suatu sumber ion EI, elektron dihasilkan melalui emisi termionik dengan memanaskan filamen kawat yang dialiri arus listrik. Energi kinetik elektron penumbuk harus lebih tinggi daripada energi ionisasi molekul sampel. Elektron dipercepat hingga energi 70 eV di daerah antara filamen dan pintu masuk blok sumber ion. Sampel yang diteliti, yang mengandung molekul netral, dimasukkan ke dalam sumber ion dengan orientasi tegak lurus terhadap berkas elektron. Lintasan dekat elektron berenergi tinggi pada tekanan rendah (sekitar 10−5 hingga 10−6 torr) menyebabkan fluktuasi besar medan listrik di sekitar molekul netral dan menginduksi terjadinya ionisasi serta fragmentasi.[11] Fragmentasi dalam ionisasi elektron dapat dijelaskan menggunakan kurva potensial Born–Oppenheimer seperti yang ditunjukkan pada diagram. Panah merah menunjukkan energi tumbukan elektron yang cukup untuk melepaskan satu elektron dari analit dan membentuk ion molekul melalui proses non-disosiatif. Namun, akibat energi tinggi yang diberikan oleh elektron 70 eV, selain pembentukan ion molekul, dapat terjadi berbagai reaksi pemutusan ikatan lainnya sebagai hasil disosiatif, yang ditunjukkan oleh panah biru pada diagram. Ion-ion ini dikenal sebagai ion produk generasi kedua. Produk berupa kation radikal selanjutnya diarahkan menuju penganalisis massa oleh elektroda penolak (repeller electrode). Proses ionisasi ini sering kali mengikuti reaksi pemutusan ikatan yang dapat diprediksi, sehingga menghasilkan ion fragmen yang, setelah dideteksi dan diproses sinyalnya, memberikan informasi struktural mengenai analit.

Instrumentasi

Diagram skematik instrumen yang dapat digunakan untuk ionisasi elektron ditunjukkan di sebelah kanan. Blok sumber ion terbuat dari logam. Sebagai sumber elektron digunakan katoda, yang dapat berupa filamen tipis dari kawat tungsten atau renium, dan dimasukkan ke dalam blok sumber melalui sebuah celah. Filamen ini kemudian dipanaskan hingga mencapai suhu pijar untuk memancarkan elektron. Beda potensial sebesar 70 V diterapkan antara katoda dan blok sumber untuk mempercepat elektron hingga memiliki energi kinetik sebesar 70 eV sehingga menghasilkan ion positif. Potensial anoda (perangkap elektron) dibuat sedikit positif dan ditempatkan di bagian luar ruang ionisasi, tepat berhadapan dengan katoda. Elektron yang tidak digunakan akan dikumpulkan oleh perangkap elektron ini. Sampel dimasukkan melalui lubang sampel.[12]

Untuk meningkatkan proses ionisasi, diterapkan medan magnet lemah yang sejajar dengan arah pergerakan elektron. Akibatnya, elektron bergerak dalam lintasan heliks sempit, yang meningkatkan panjang lintasan mereka. Ion positif yang dihasilkan kemudian dipercepat oleh elektroda penolak (repeller electrode) ke dalam daerah percepatan melalui celah pada blok sumber. Dengan menerapkan potensial pada sumber ion dan mempertahankan celah keluar pada potensial tanah (ground), ion memasuki penganalisis massa dengan energi kinetik yang tetap. Untuk menghindari pengembunan sampel, blok sumber dipanaskan hingga sekitar 300 °C.[13]

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. T.D. Märk. Electron Impact Ionization. Springer Science & Business Media. 29 June 2013. ISBN 978-3-7091-4028-4.
  2. Harold R. Kaufman. Performance Correlation for Electron-bombardment Ion Sources. National Aeronautics and Space Administration. 1965.
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. Jennifer Griffiths. A Brief History of Mass Spectrometry. Analytical Chemistry. 2008. Vol. 80 (15). hlm. 5678–5683. doi:10.1021/ac8013065.
  5. Chhabil Dass. Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.
  6. A. J. Dempster. A new Method of Positive Ray Analysis. Physical Review. 1918-04-01. Vol. 11 (4). hlm. 316–325. doi:10.1103/PhysRev.11.316.
  7. A. J. Dempster. Positive Ray Analysis of Lithium and Magnesium. Physical Review. 1921-01-01. Vol. 18 (6). hlm. 415–422. doi:10.1103/PhysRev.18.415.
  8. Walker Bleakney. A New Method of Positive Ray Analysis and Its Application to the Measurement of Ionization Potentials in Mercury Vapor. Physical Review. 1929. Vol. 34 (1). hlm. 157–160. doi:10.1103/PhysRev.34.157.
  9. Mark Gordon Inghram. Mass Spectroscopy. National Academies. 1954. hlm. 32–34. ISBN 9780598947109.
  10. R. Davis, M. Frearson, (1987). Mass Spectrometry – Analytical Chemistry by Open Learning, John Wiley & Sons, London.
  11. J. Robinson et al. Undergraduate Instrumental Analysis, 6th ed. Marcel Drekker, New York, 2005
  12. Chhabil Dass. Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.
  13. Chhabil Dass. Fundamentals of Contemporary Mass Spectrometry - Dass - Wiley Online Library. 2007. doi:10.1002/0470118490. ISBN 9780470118498.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29463058 (2026-07-15T22:51:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.