Lompat ke isi

Materi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27959783; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[fisika klasik]] dan [[kimia]] dasar, '''materi''' adalah segala sesuatu yang memiliki [[massa]] dan menempati [[ruang]] dengan memiliki [[volume]]. Semua benda sehari-hari yang dapat disentuh pada akhirnya terdiri dari [[atom]], yang terdiri dari [[partikel subatom]] yang berinteraksi dan dalam penggunaan sehari-hari serta ilmiah, "materi" umumnya mencakup [[atom]] dan apa pun yang tersusun darinya, dan partikel apa pun (atau [[Daftar partikel#Partikel komposit|kombinasi partikel]]) yang bertindak seolah-olah mereka memiliki massa dan volume diam. Namun, partikel-partikel tersebut tidak termasuk [[partikel tak bermassa]] seperti [[foton]] atau energi atau gelombang lain seperti [[cahaya]] atau [[panas]]. Materi terdapat dalam berbagai [[keadaan materi|keadaan]] (juga dikenal sebagai [[fase (materi)|fase]]). Keadaan ini turut termasuk fase yang umum dijumpai sehari-hari seperti [[padat]], [[cair]], dan [[gas]]. Misalnya [[air]] terdapat sebagai es, air cair, dan uap gas – tetapi keadaan lain dimungkinkan, termasuk [[plasma (fisika)|plasma]], [[kondensat Bose–Einstein]], [[kondensat fermionik]], dan [[plasma kuark–gluon]].
[[File:Quartz_oisan.jpg|thumb|right|280px|Quartz oisan]]


Biasanya atom dapat dibayangkan sebagai [[inti atom|inti]] dari [[proton]] dan [[neutron]], dan "awan" di sekitarnya yang mengorbit [[elektron]] yang "menempati ruang". Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena partikel subatomik dan sifat-sifatnya diatur oleh [[mekanika kuantum|sifat kuantum]], yang artinya mereka tidak bertindak seperti benda sehari-hari yang tampak berperilaku demikian – mereka dapat berperilaku layaknya [[dualitas gelombang-partikel|gelombang serta partikel]] dan mereka tidak memiliki [[ukuran]] atau [[posisi]] yang jelas. Dalam [[Model Standar]] dari [[fisika partikel]], materi bukanlah konsep dasar karena [[partikel dasar|konstituen dasar]] atom adalah entitas [[kuantum]] yang tidak memiliki "ukuran" atau "volume" inheren dalam arti kata sehari-hari. Karena [[prinsip pengecualian Pauli|prinsip pengecualian]] dan [[interaksi fundamental]] lainnya, beberapa "[[partikel titik]]" dikenal sebagai [[fermion]] ([[kuark]], [[lepton]]), dan banyak komposit dan atom, secara efektif dipaksa untuk menjaga jarak dari partikel lain dalam kondisi sehari-hari; hal ini menciptakan sifat materi yang tampak bagi kita sebagai materi yang menempati ruang.
Dalam [[fisika klasik]] dan [[kimia]] dasar, '''materi''' adalah segala sesuatu yang memiliki [[massa]] dan menempati [[ruang]] dengan memiliki [[volume]].<ref>R. Penrose. [https://books.google.com/books?id=ZU1LL4IbDKcC&pg=PA21 The Philosophy of Vacuum]. Oxford University Press. 1991. hlm. 21–26. ISBN 978-0-19-824449-3.</ref> Semua benda sehari-hari yang dapat disentuh pada akhirnya terdiri dari [[atom]], yang terdiri dari [[partikel subatom]] yang berinteraksi dan dalam penggunaan sehari-hari serta ilmiah, "materi" umumnya mencakup [[atom]] dan apa pun yang tersusun darinya, dan partikel apa pun (atau [[Daftar partikel#Partikel komposit|kombinasi partikel]]) yang bertindak seolah-olah mereka memiliki massa dan volume diam. Namun, partikel-partikel tersebut tidak termasuk [[partikel tak bermassa]] seperti [[foton]] atau energi atau gelombang lain seperti [[cahaya]] atau [[panas]].<ref>R. Penrose. [https://books.google.com/books?id=ZU1LL4IbDKcC&pg=PA21 The Philosophy of Vacuum]. Oxford University Press. 1991. hlm. 21–26. ISBN 978-0-19-824449-3.</ref><ref>[http://www.accessscience.com/abstract.aspx?id=410600&referURL=http%3a%2f%2fwww.accessscience.com%2fcontent.aspx%3fid%3d410600 Matter (physics)].</ref> Materi terdapat dalam berbagai [[keadaan materi|keadaan]] (juga dikenal sebagai [[fase (materi)|fase]]). Keadaan ini turut termasuk fase yang umum dijumpai sehari-hari seperti [[padat]], [[cair]], dan [[gas]]. Misalnya [[air]] terdapat sebagai es, air cair, dan uap gas – tetapi keadaan lain dimungkinkan, termasuk [[plasma (fisika)|plasma]], [[kondensat Bose–Einstein]], [[kondensat fermionik]], dan [[plasma kuark–gluon]].<ref>[http://www.bnl.gov/bnlweb/pubaf/pr/pr_display.asp?prid=05-38 RHIC Scientists Serve Up "Perfect" Liquid]. Brookhaven National Laboratory. 18 April 2005.</ref>
 
Biasanya atom dapat dibayangkan sebagai [[inti atom|inti]] dari [[proton]] dan [[neutron]], dan "awan" di sekitarnya yang mengorbit [[elektron]] yang "menempati ruang".<ref>P. Davies. [https://books.google.com/books?id=akb2FpZSGnMC&pg=PA1 The New Physics: A Synthesis]. Cambridge University Press. 1992. hlm. 1. ISBN 978-0-521-43831-5.</ref><ref>Gerard't Hooft. [https://archive.org/details/insearchofultima0000hoof In search of the ultimate building blocks]. Cambridge University Press. 1997. hlm. [https://archive.org/details/insearchofultima0000hoof/page/6 6]. ISBN 978-0-521-57883-7.</ref> Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena partikel subatomik dan sifat-sifatnya diatur oleh [[mekanika kuantum|sifat kuantum]], yang artinya mereka tidak bertindak seperti benda sehari-hari yang tampak berperilaku demikian – mereka dapat berperilaku layaknya [[dualitas gelombang-partikel|gelombang serta partikel]] dan mereka tidak memiliki [[ukuran]] atau [[posisi]] yang jelas. Dalam [[Model Standar]] dari [[fisika partikel]], materi bukanlah konsep dasar karena [[partikel dasar|konstituen dasar]] atom adalah entitas [[kuantum]] yang tidak memiliki "ukuran" atau "volume" inheren dalam arti kata sehari-hari. Karena [[prinsip pengecualian Pauli|prinsip pengecualian]] dan [[interaksi fundamental]] lainnya, beberapa "[[partikel titik]]" dikenal sebagai [[fermion]] ([[kuark]], [[lepton]]), dan banyak komposit dan atom, secara efektif dipaksa untuk menjaga jarak dari partikel lain dalam kondisi sehari-hari; hal ini menciptakan sifat materi yang tampak bagi kita sebagai materi yang menempati ruang.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Baris 8: Baris 10:
Benda sehari-hari yang sering ditemui terdiri dari [[atom|atom-atom]]. Materi atom ini terbentuk karena adanya interaksi dari [[partikel subatom]]—sebuah [[inti atom]] dari beberapa [[proton]] dan [[neutron]], serta awan dari garis edar [[elektron|elektron-elektron]]. Secara khusus, [[sains]] menganggap gabungan dari partikel-partikel ini merupakan materi karena mereka memiliki massa dan [[volume]] diam. Sebaliknya, [[partikel tak bermassa]], seperti [[foton]], tidak dianggap sebagai materi karena mereka tidak mempunyai massa diam ataupun volume. Bagaimanapun juga, tidak semua partikel dengan massa diam mempunyai volume klasik, semenjak partikel mendasar seperti [[kuark]] dan [[lepton]] (terkadang disamakan dengan materi) dianggap sebagai 'acuan partikel' dengan ukuran dan volume yang tidak efektif. Meskipun demikian, kuark dan lepton menyusun "materi biasa", dan interaksi mereka memberikan kontribusi untuk volume efektif dari gabungan dan partikel-partikel yang menyusun "materi biasa".
Benda sehari-hari yang sering ditemui terdiri dari [[atom|atom-atom]]. Materi atom ini terbentuk karena adanya interaksi dari [[partikel subatom]]—sebuah [[inti atom]] dari beberapa [[proton]] dan [[neutron]], serta awan dari garis edar [[elektron|elektron-elektron]]. Secara khusus, [[sains]] menganggap gabungan dari partikel-partikel ini merupakan materi karena mereka memiliki massa dan [[volume]] diam. Sebaliknya, [[partikel tak bermassa]], seperti [[foton]], tidak dianggap sebagai materi karena mereka tidak mempunyai massa diam ataupun volume. Bagaimanapun juga, tidak semua partikel dengan massa diam mempunyai volume klasik, semenjak partikel mendasar seperti [[kuark]] dan [[lepton]] (terkadang disamakan dengan materi) dianggap sebagai 'acuan partikel' dengan ukuran dan volume yang tidak efektif. Meskipun demikian, kuark dan lepton menyusun "materi biasa", dan interaksi mereka memberikan kontribusi untuk volume efektif dari gabungan dan partikel-partikel yang menyusun "materi biasa".


Materi tersusun atas [[molekul]]-molekul dan molekul pun tersusun atas [[atom]]-atom. Materi umumnya dapat dijumpai dalam empat [[fase benda|fase]] berbeda, yaitu [[padat]], [[cairan]], [[gas]], dan [[plasma (wujud zat)]]. Namun, terdapat pula fase materi yang lain, seperti [[kondensat Bose-Einstein]].
Materi tersusun atas [[molekul]]-molekul dan molekul pun tersusun atas [[atom]]-atom.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Materi&oldid=27959783 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Materi umumnya dapat dijumpai dalam empat [[fase benda|fase]] berbeda, yaitu [[padat]], [[cairan]], [[gas]], dan [[plasma (wujud zat)]]. Namun, terdapat pula fase materi yang lain, seperti [[kondensat Bose-Einstein]].


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
'''Antimateri'''
'''Antimateri'''
* [[Ambiplasma]]
* [[Ambiplasma]]
Baris 23: Baris 23:
* [[Persamaan Friedmann]]
* [[Persamaan Friedmann]]
* [[Gerak]]
* [[Gerak]]


'''Materi gelap'''
'''Materi gelap'''
Baris 37: Baris 36:
* [[Fisikalisme]]
* [[Fisikalisme]]
* [[Teori zat]]
* [[Teori zat]]


'''Lainnya'''
'''Lainnya'''
Baris 43: Baris 41:
* [[Pembentukan pola]]
* [[Pembentukan pola]]
* [[Sistem periodik molekul kecil]]
* [[Sistem periodik molekul kecil]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
* Stephen Toulmin and June Goodfield, ''The Architecture of Matter'' (Chicago: University of Chicago Press, 1962).
* Stephen Toulmin and June Goodfield, ''The Architecture of Matter'' (Chicago: University of Chicago Press, 1962).
* Richard J. Connell, ''Matter and Becoming'' (Chicago: The Priory Press, 1966).
* Richard J. Connell, ''Matter and Becoming'' (Chicago: The Priory Press, 1966).
Baris 59: Baris 53:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.visionlearning.com/library/module_viewer.php?mid=49&l=&c3= Visionlearning Module on Matter]
* [http://www.visionlearning.com/library/module_viewer.php?mid=49&l=&c3= Visionlearning Module on Matter]
* [https://web.archive.org/web/20090227150154/http://www.newuniverse.co.uk/Matter.html Matter in the universe] How much Matter is in the Universe?
* [https://web.archive.org/web/20090227150154/http://www.newuniverse.co.uk/Matter.html Matter in the universe] How much Matter is in the Universe?
Baris 66: Baris 58:
* [http://profmattstrassler.com/articles-and-posts/particle-physics-basics/mass-energy-matter-etc/matter-and-energy-a-false-dichotomy/ Matter and Energy: A False Dichotomy] – Conversations About Science with Theoretical Physicist Matt Strassler
* [http://profmattstrassler.com/articles-and-posts/particle-physics-basics/mass-energy-matter-etc/matter-and-energy-a-false-dichotomy/ Matter and Energy: A False Dichotomy] – Conversations About Science with Theoretical Physicist Matt Strassler


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Materi&oldid=27959783 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27959783 (2025-10-13T03:33:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Materi&oldid=27959783 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27959783 (2025-10-13T03:33:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.03

Quartz oisan

Dalam fisika klasik dan kimia dasar, materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang dengan memiliki volume.[1] Semua benda sehari-hari yang dapat disentuh pada akhirnya terdiri dari atom, yang terdiri dari partikel subatom yang berinteraksi dan dalam penggunaan sehari-hari serta ilmiah, "materi" umumnya mencakup atom dan apa pun yang tersusun darinya, dan partikel apa pun (atau kombinasi partikel) yang bertindak seolah-olah mereka memiliki massa dan volume diam. Namun, partikel-partikel tersebut tidak termasuk partikel tak bermassa seperti foton atau energi atau gelombang lain seperti cahaya atau panas.[2][3] Materi terdapat dalam berbagai keadaan (juga dikenal sebagai fase). Keadaan ini turut termasuk fase yang umum dijumpai sehari-hari seperti padat, cair, dan gas. Misalnya air terdapat sebagai es, air cair, dan uap gas – tetapi keadaan lain dimungkinkan, termasuk plasma, kondensat Bose–Einstein, kondensat fermionik, dan plasma kuark–gluon.[4]

Biasanya atom dapat dibayangkan sebagai inti dari proton dan neutron, dan "awan" di sekitarnya yang mengorbit elektron yang "menempati ruang".[5][6] Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena partikel subatomik dan sifat-sifatnya diatur oleh sifat kuantum, yang artinya mereka tidak bertindak seperti benda sehari-hari yang tampak berperilaku demikian – mereka dapat berperilaku layaknya gelombang serta partikel dan mereka tidak memiliki ukuran atau posisi yang jelas. Dalam Model Standar dari fisika partikel, materi bukanlah konsep dasar karena konstituen dasar atom adalah entitas kuantum yang tidak memiliki "ukuran" atau "volume" inheren dalam arti kata sehari-hari. Karena prinsip pengecualian dan interaksi fundamental lainnya, beberapa "partikel titik" dikenal sebagai fermion (kuark, lepton), dan banyak komposit dan atom, secara efektif dipaksa untuk menjaga jarak dari partikel lain dalam kondisi sehari-hari; hal ini menciptakan sifat materi yang tampak bagi kita sebagai materi yang menempati ruang.

Sejarah

Sebelum abad ke-20, istilah "materi" hanya termasuk "materi biasa" yang terdiri dari atom-atom dan belum termasuk fenomena-fenomena energi lainnya seperti cahaya dan suara. Konsep ini bisa di-generalisasikan dari atom-atom hingga objek manapun yang memiliki massa sampai mencapai ke tahap istirahatnya (Energi diam), tetapi ini diragukan karena massa dari sebuah objek dapat timbul (mungkin yang tak bermassa) dari faktor gerakan dan interaksi energi. Jadi, dalam ilmu fisika sampai hari ini, materi tidak mempunyai arti yang universal atau tidak juga konsep yang fundamentil. Materi juga digunakan dengan bebas sebagai istilah umum untuk substansi yang melengkapi benda fisik yang bisa diobservasi.

Benda sehari-hari yang sering ditemui terdiri dari atom-atom. Materi atom ini terbentuk karena adanya interaksi dari partikel subatom—sebuah inti atom dari beberapa proton dan neutron, serta awan dari garis edar elektron-elektron. Secara khusus, sains menganggap gabungan dari partikel-partikel ini merupakan materi karena mereka memiliki massa dan volume diam. Sebaliknya, partikel tak bermassa, seperti foton, tidak dianggap sebagai materi karena mereka tidak mempunyai massa diam ataupun volume. Bagaimanapun juga, tidak semua partikel dengan massa diam mempunyai volume klasik, semenjak partikel mendasar seperti kuark dan lepton (terkadang disamakan dengan materi) dianggap sebagai 'acuan partikel' dengan ukuran dan volume yang tidak efektif. Meskipun demikian, kuark dan lepton menyusun "materi biasa", dan interaksi mereka memberikan kontribusi untuk volume efektif dari gabungan dan partikel-partikel yang menyusun "materi biasa".

Materi tersusun atas molekul-molekul dan molekul pun tersusun atas atom-atom.[7] Materi umumnya dapat dijumpai dalam empat fase berbeda, yaitu padat, cairan, gas, dan plasma (wujud zat). Namun, terdapat pula fase materi yang lain, seperti kondensat Bose-Einstein.

Lihat pula

Antimateri

Kosmologi

Materi gelap

Filsafat

Lainnya

Bacaan lebih lanjut

  • Stephen Toulmin and June Goodfield, The Architecture of Matter (Chicago: University of Chicago Press, 1962).
  • Richard J. Connell, Matter and Becoming (Chicago: The Priory Press, 1966).
  • Ernan McMullin, The Concept of Matter in Greek and Medieval Philosophy (Notre Dame, Indiana: Univ. of Notre Dame Press, 1965).
  • Ernan McMullin, The Concept of Matter in Modern Philosophy (Notre Dame, Indiana: University of Notre Dame Press, 1978).

Pranala luar

Referensi

  1. R. Penrose. The Philosophy of Vacuum. Oxford University Press. 1991. hlm. 21–26. ISBN 978-0-19-824449-3.
  2. R. Penrose. The Philosophy of Vacuum. Oxford University Press. 1991. hlm. 21–26. ISBN 978-0-19-824449-3.
  3. Matter (physics).
  4. RHIC Scientists Serve Up "Perfect" Liquid. Brookhaven National Laboratory. 18 April 2005.
  5. P. Davies. The New Physics: A Synthesis. Cambridge University Press. 1992. hlm. 1. ISBN 978-0-521-43831-5.
  6. Gerard't Hooft. In search of the ultimate building blocks. Cambridge University Press. 1997. hlm. 6. ISBN 978-0-521-57883-7.
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27959783 (2025-10-13T03:33:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.