Pantulan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28531879; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Reflection_angles.svg|thumb|right|280px|Reflection angles]] | |||
'''Pantulan''' atau '''refleksi''' adalah perubahan arah rambat [[cahaya]] ke arah sisi ([[medium]]) asalnya, setelah menumbuk [[antarmuka]] dua [[medium]]. | '''Pantulan''' atau '''refleksi''' adalah perubahan arah rambat [[cahaya]] ke arah sisi ([[medium]]) asalnya, setelah menumbuk [[antarmuka]] dua [[medium]]. | ||
| Baris 10: | Baris 12: | ||
== Refleksi difusi == | == Refleksi difusi == | ||
[[Refleksi difusi]] adalah perubahan arah rambat [[gelombang cahaya]] yang terjadi setelah menumbuk [[antarmuka]] granular yang tidak rata dengan [[hamburan]] cahaya kembali ke arah sisi (medium) asalnya dengan banyak sudut pantul. Refleksi difusi adalah fungsi komplemen dari refleksi spekular, diperkenalkan pertama kali oleh [[Johann Heinrich Lambert]] melalui ''Fotometria'' pada tahun 1760. Hasil studi pengamatan [[Johann Heinrich Lambert|Lambert]] pada [[intensitas]] [[cahaya]] refleksi terhadap antarmuka yang kusam, kemudian disebut [[hukum kosinus Lambert]] dengan [[reflektansi Lambert]] dan antarmuka Lambert. | [[Refleksi difusi]] adalah perubahan arah rambat [[gelombang cahaya]] yang terjadi setelah menumbuk [[antarmuka]] granular yang tidak rata dengan [[hamburan]] cahaya kembali ke arah sisi (medium) asalnya dengan banyak sudut pantul. Refleksi difusi adalah fungsi komplemen dari refleksi spekular, diperkenalkan pertama kali oleh [[Johann Heinrich Lambert]] melalui ''Fotometria'' pada tahun 1760. Hasil studi pengamatan [[Johann Heinrich Lambert|Lambert]] pada [[intensitas]] [[cahaya]] refleksi terhadap antarmuka yang kusam, kemudian disebut [[hukum kosinus Lambert]] dengan [[reflektansi Lambert]] dan antarmuka Lambert. | ||
Contohnya, perbedaan antara refleksi difusi dengan refleksi spekular dapat ditemui pada [[warna]] [[cat]] yang kusam dan mengkilap. [[Cat]] kusam menampakkan sifat refleksi difusi, sedangkan cat kilap menonjolkan sifat refleksi spekular. Banyak objek kasat [[mata]] dapat terlihat karena sifat refleksi difusi ini. Hamburan [[cahaya]] dari permukaan objek tersebut yang menjadi mekanisme utama pengamatan fisis [[manusia]] dan [[fotometri]]. | Contohnya, perbedaan antara refleksi difusi dengan refleksi spekular dapat ditemui pada [[warna]] [[cat]] yang kusam dan mengkilap. [[Cat]] kusam menampakkan sifat refleksi difusi, sedangkan cat kilap menonjolkan sifat refleksi spekular. Banyak objek kasat [[mata]] dapat terlihat karena sifat refleksi difusi ini. Hamburan [[cahaya]] dari permukaan objek tersebut yang menjadi mekanisme utama pengamatan fisis [[manusia]]<ref>Kerker, M. ''The Scattering of Light''. Academic. 1909.</ref><ref>Mandelstam, L.I. ''Light Scattering by Inhomogeneous Media''. ''Zh. Russ. Fiz-Khim. Ova''. 1926. Vol. 58. hlm. 381.</ref> dan [[fotometri]]. | ||
Sifat reflektansi antarmuka yang [[isotropik]] menyebabkan refleksi difusi cenderung untuk metampakkan antarmuka dengan tingkat [[luminasi]] yang sama dilihat dari sudut pengamatan manapun. Sebagai contoh, sebuah papan kayu yang kasar dengan gamblang menggambarkan [[reflektansi Lambert|reflektansi isotropik]] dari antarmuka Lambert, tetapi apabila telah disepuh mengkilap dengan [[poliuretana]], reflektansi tersebut sirna bersamaan dengan timbulnya sorotan spekular pada beberapa bagian antarmuka. Sorotan spekular juga dapat terlihat pada antarmuka Lambert yang tidak sempurna, yaitu pada sudut [[hukum refleksi]] yang dibentuk oleh sinar cahaya pada [[intensitas]] maksimumnya. | Sifat reflektansi antarmuka yang [[isotropik]] menyebabkan refleksi difusi cenderung untuk metampakkan antarmuka dengan tingkat [[luminasi]] yang sama dilihat dari sudut pengamatan manapun. Sebagai contoh, sebuah papan kayu yang kasar dengan gamblang menggambarkan [[reflektansi Lambert|reflektansi isotropik]] dari antarmuka Lambert, tetapi apabila telah disepuh mengkilap dengan [[poliuretana]], reflektansi tersebut sirna bersamaan dengan timbulnya sorotan spekular pada beberapa bagian antarmuka. Sorotan spekular juga dapat terlihat pada antarmuka Lambert yang tidak sempurna, yaitu pada sudut [[hukum refleksi]] yang dibentuk oleh sinar cahaya pada [[intensitas]] maksimumnya. | ||
Refleksi difusi berantai pada beberapa antarmuka Lambert disebut inter-refleksi difusi. [[Sinar]] [[inter-refleksi difusi]] bersifat [[hamburan elastis|elastis]] dan mewarnai antarmuka Lambert objek sekitarnya dengan warna antarmuka Lambert sebelumnya. Fenomena ini pada studi [[fotografi]] disebut cahaya ambien, dapat diamati dengan jelas pada ruang tidak mendapatkan [[sinar matahari]] langsung. Sinar refleksi spekular berantai tidak menunjukkan gejala yang sama. Sebagai contoh, pada [[reflektor retro]] [[retina]] [[mata]] [[kucing]], saat petang akan terlihat berbinar jika diamati dari sudut tertentu, dan terlihat gelap saat diamati dari sudut yang lain. [[Sinar]] insiden yang menumbuk [[antarmuka]] [[retina]] [[mata]] [[kucing]] mengalami [[refleksi spekular]] berantai hingga tidak terjadi [[difusi]] [[cahaya]] di dalam rongga [[mata]] [[kucing]]. Oleh karena itu, kita tidak dapat melihat cahaya ambien dalam [[rongga]] [[mata]] tersebut. | Refleksi difusi berantai pada beberapa antarmuka Lambert disebut inter-refleksi difusi. [[Sinar]] [[inter-refleksi difusi]] bersifat [[hamburan elastis|elastis]] dan mewarnai antarmuka Lambert objek sekitarnya dengan warna antarmuka Lambert sebelumnya. Fenomena ini pada studi [[fotografi]] disebut cahaya ambien, dapat diamati dengan jelas pada ruang tidak mendapatkan [[sinar matahari]] langsung. Sinar refleksi spekular berantai tidak menunjukkan gejala yang sama. Sebagai contoh, pada [[reflektor retro]] [[retina]] [[mata]] [[kucing]], saat petang akan terlihat berbinar jika diamati dari sudut tertentu, dan terlihat gelap saat diamati dari sudut yang lain. [[Sinar]] insiden yang menumbuk [[antarmuka]] [[retina]] [[mata]] [[kucing]] mengalami [[refleksi spekular]] berantai hingga tidak terjadi [[difusi]] [[cahaya]] di dalam rongga [[mata]] [[kucing]]. Oleh karena itu, kita tidak dapat melihat cahaya ambien dalam [[rongga]] [[mata]] tersebut. | ||
== Fungsi distribusi reflektansi bidireksional == | == Fungsi distribusi reflektansi bidireksional == | ||
Fungsi distribusi reflektansi bidireksional diperkenalkan oleh [[Edward Nicodemus]] sekitar tahun 1965.<ref>Fred Nicodemus. [http://ao.osa.org/abstract.cfm?id=13818 Directional reflectance and emissivity of an opaque surface]. ''Applied Optics''. 1965. Vol. 4 (7). hlm. 767–775. doi:10.1364/AO.4.000767.</ref> Definisi modernnya adalah: | |||
Fungsi distribusi reflektansi bidireksional diperkenalkan oleh [[Edward Nicodemus]] sekitar tahun 1965. Definisi modernnya adalah: | |||
<math>f_r(\omega_i, \omega_o)=\frac{dL_r(\omega_o)}{dE_i(\omega_i)}=\frac{dL_r(\omega_o)}{L_i(\omega_i)\cos\theta_i\,d\omega_i}</math> | <math>f_r(\omega_i, \omega_o)=\frac{dL_r(\omega_o)}{dE_i(\omega_i)}=\frac{dL_r(\omega_o)}{L_i(\omega_i)\cos\theta_i\,d\omega_i}</math> | ||
| Baris 29: | Baris 27: | ||
di mana <math>L</math> adalah [[radian]], <math>E</math> adalah [[iradian]], dan <math>\theta_i</math> adalah sudut antara <math>\omega_i</math> dan [[normal permukaan]], <math>n</math>. | di mana <math>L</math> adalah [[radian]], <math>E</math> adalah [[iradian]], dan <math>\theta_i</math> adalah sudut antara <math>\omega_i</math> dan [[normal permukaan]], <math>n</math>. | ||
[[Fungsi distribusi reflektansi bidireksional|Fungsi]] merupakan penyempurnaan model reflektansi Lambert dengan tiga [[model difusi]], yaitu [[model difusi Lambert]], [[model difusi Minnaert|Minnaert]] dan [[model difusi Oren-Nayar|Oren-Nayar]]. Masih terdapat [[model difusi]] yang tidak termaktub di dalam [[fungsi distribusi reflektansi bidireksional|fungsi]], antara lain: difusi atomik, difusi molekular, difusi jejak, difusi kimia, difusi kolektif, difusi pusaran, difusi elektronik, difusi fasilitas, difusi gas, difusi Ito, Difusi Knudsen, Difusi momentum, [[osmosis]], difusi foton, difusi balik, difusi rotasional, difusi permukaan, difusi ambipolar, dan pencitraan resonansi magnetik. Hamburan kekasaran permukaan atau hamburan kekasaran antarmuka adalah [[model difusi Lambert]] pada [[partikel bermuatan]]. Efek ini sangat penting dalam [[teknologi]] [[peralatan]] [[elektronika]] yang mengandung lapisan tipis seperti transistor efek medan dan laser kaskade kuantum. | [[Fungsi distribusi reflektansi bidireksional|Fungsi]] merupakan penyempurnaan model reflektansi Lambert dengan tiga [[model difusi]], yaitu [[model difusi Lambert]], [[model difusi Minnaert|Minnaert]] dan [[model difusi Oren-Nayar|Oren-Nayar]]. Masih terdapat [[model difusi]] yang tidak termaktub di dalam [[fungsi distribusi reflektansi bidireksional|fungsi]], antara lain: difusi atomik, difusi molekular, difusi jejak, difusi kimia, difusi kolektif, difusi pusaran, difusi elektronik, difusi fasilitas, difusi gas, difusi Ito, Difusi Knudsen, Difusi momentum, [[osmosis]], difusi foton, difusi balik, difusi rotasional, difusi permukaan, difusi ambipolar, dan pencitraan resonansi magnetik. Hamburan kekasaran permukaan atau hamburan kekasaran antarmuka adalah [[model difusi Lambert]] pada [[partikel bermuatan]]. Efek ini sangat penting dalam [[teknologi]] [[peralatan]] [[elektronika]] yang mengandung lapisan tipis seperti transistor efek medan dan laser kaskade kuantum.<ref>A Valavanis. [http://link.aps.org/abstract/PRB/v77/e075312 Intersubband carrier scattering in ''n''- and ''p''-Si/SiGe quantum wells with diffuse interfaces]. ''Phys. Rev. B''. American Physical Society. 2008-02-11. Vol. 77 (7). hlm. 075312. doi:10.1103/PhysRevB.77.075312.</ref> | ||
Pada tahun 1991, [[Paul Heckbert]] menggabungkan fungsi distribusi reflektansi bidireksional dengan: | Pada tahun 1991, [[Paul Heckbert]] menggabungkan fungsi distribusi reflektansi bidireksional dengan: | ||
| Baris 39: | Baris 37: | ||
== Refleksi sambungan kompleks == | == Refleksi sambungan kompleks == | ||
Refleksi sambungan kompleks adalah refleksi yang memantulkan [[sinar]] insiden kembali ke sudut asalnya yang disebabkan karena proses optis non linear. | Refleksi sambungan kompleks adalah refleksi yang memantulkan [[sinar]] insiden kembali ke sudut asalnya yang disebabkan karena proses optis non linear. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pantulan&oldid=28531879 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28531879 (2025-11-18T09:49:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.06
Pantulan atau refleksi adalah perubahan arah rambat cahaya ke arah sisi (medium) asalnya, setelah menumbuk antarmuka dua medium.
Refleksi pada era optik geometris dijabarkan dengan hukum refleksi yaitu:
- Sinar insiden, sinar pantulan, dan sumbu normal antarmuka ada pada satu bidang yang sama
- Sudut yang dibentuk antara masing-masing sinar insiden dan sinar refleksi terhadap sumbu normal adalah sama besar.
- Jarak tempuh sinar insiden dan sinar refleksi bersifat reversible.
Refleksi spekular
Refleksi spekular dikenal pada era optika fisis sebagai refleksi yang terjadi pada antarmuka yang mengkilap yang merupakan sebab akibat dari hukum refleksi. Refleksi spekular mempunyai beberapa model antara lain model refleksi Phong dan Cook-Torance.
Refleksi difusi
Refleksi difusi adalah perubahan arah rambat gelombang cahaya yang terjadi setelah menumbuk antarmuka granular yang tidak rata dengan hamburan cahaya kembali ke arah sisi (medium) asalnya dengan banyak sudut pantul. Refleksi difusi adalah fungsi komplemen dari refleksi spekular, diperkenalkan pertama kali oleh Johann Heinrich Lambert melalui Fotometria pada tahun 1760. Hasil studi pengamatan Lambert pada intensitas cahaya refleksi terhadap antarmuka yang kusam, kemudian disebut hukum kosinus Lambert dengan reflektansi Lambert dan antarmuka Lambert.
Contohnya, perbedaan antara refleksi difusi dengan refleksi spekular dapat ditemui pada warna cat yang kusam dan mengkilap. Cat kusam menampakkan sifat refleksi difusi, sedangkan cat kilap menonjolkan sifat refleksi spekular. Banyak objek kasat mata dapat terlihat karena sifat refleksi difusi ini. Hamburan cahaya dari permukaan objek tersebut yang menjadi mekanisme utama pengamatan fisis manusia[1][2] dan fotometri.
Sifat reflektansi antarmuka yang isotropik menyebabkan refleksi difusi cenderung untuk metampakkan antarmuka dengan tingkat luminasi yang sama dilihat dari sudut pengamatan manapun. Sebagai contoh, sebuah papan kayu yang kasar dengan gamblang menggambarkan reflektansi isotropik dari antarmuka Lambert, tetapi apabila telah disepuh mengkilap dengan poliuretana, reflektansi tersebut sirna bersamaan dengan timbulnya sorotan spekular pada beberapa bagian antarmuka. Sorotan spekular juga dapat terlihat pada antarmuka Lambert yang tidak sempurna, yaitu pada sudut hukum refleksi yang dibentuk oleh sinar cahaya pada intensitas maksimumnya.
Refleksi difusi berantai pada beberapa antarmuka Lambert disebut inter-refleksi difusi. Sinar inter-refleksi difusi bersifat elastis dan mewarnai antarmuka Lambert objek sekitarnya dengan warna antarmuka Lambert sebelumnya. Fenomena ini pada studi fotografi disebut cahaya ambien, dapat diamati dengan jelas pada ruang tidak mendapatkan sinar matahari langsung. Sinar refleksi spekular berantai tidak menunjukkan gejala yang sama. Sebagai contoh, pada reflektor retro retina mata kucing, saat petang akan terlihat berbinar jika diamati dari sudut tertentu, dan terlihat gelap saat diamati dari sudut yang lain. Sinar insiden yang menumbuk antarmuka retina mata kucing mengalami refleksi spekular berantai hingga tidak terjadi difusi cahaya di dalam rongga mata kucing. Oleh karena itu, kita tidak dapat melihat cahaya ambien dalam rongga mata tersebut.
Fungsi distribusi reflektansi bidireksional
Fungsi distribusi reflektansi bidireksional diperkenalkan oleh Edward Nicodemus sekitar tahun 1965.[3] Definisi modernnya adalah:
di mana adalah radian, adalah iradian, dan adalah sudut antara dan normal permukaan, .
Fungsi merupakan penyempurnaan model reflektansi Lambert dengan tiga model difusi, yaitu model difusi Lambert, Minnaert dan Oren-Nayar. Masih terdapat model difusi yang tidak termaktub di dalam fungsi, antara lain: difusi atomik, difusi molekular, difusi jejak, difusi kimia, difusi kolektif, difusi pusaran, difusi elektronik, difusi fasilitas, difusi gas, difusi Ito, Difusi Knudsen, Difusi momentum, osmosis, difusi foton, difusi balik, difusi rotasional, difusi permukaan, difusi ambipolar, dan pencitraan resonansi magnetik. Hamburan kekasaran permukaan atau hamburan kekasaran antarmuka adalah model difusi Lambert pada partikel bermuatan. Efek ini sangat penting dalam teknologi peralatan elektronika yang mengandung lapisan tipis seperti transistor efek medan dan laser kaskade kuantum.[4]
Pada tahun 1991, Paul Heckbert menggabungkan fungsi distribusi reflektansi bidireksional dengan:
- fungsi distribusi transmitansi bidireksional, dan
- fungsi distribusi permukaan hamburan bidireksional atau
- fungsi distribusi hamburan bidirektional, karena hamburan cahaya terjadi tidak hanya pada refleksi tetapi juga pada refraksi antarmuka medium apapun.
Pada umumnya hamburan cahaya meliputi studi hamburan elastis dan hamburan non elastis dari sifat dualisme cahaya sebagai partikel dan gelombang. Beberapa jenis hamburan yang sering dijumpai antara lain hamburan Rutherford, hamburan Bragg atau difraksi, hamburan Rayleigh, hamburan Compton, hamburan Brillouin, hamburan Lorentz-Mie, hamburan Raman.
Refleksi sambungan kompleks
Refleksi sambungan kompleks adalah refleksi yang memantulkan sinar insiden kembali ke sudut asalnya yang disebabkan karena proses optis non linear.
Referensi
- ↑ Kerker, M. The Scattering of Light. Academic. 1909.
- ↑ Mandelstam, L.I. Light Scattering by Inhomogeneous Media. Zh. Russ. Fiz-Khim. Ova. 1926. Vol. 58. hlm. 381.
- ↑ Fred Nicodemus. Directional reflectance and emissivity of an opaque surface. Applied Optics. 1965. Vol. 4 (7). hlm. 767–775. doi:10.1364/AO.4.000767.
- ↑ A Valavanis. Intersubband carrier scattering in n- and p-Si/SiGe quantum wells with diffuse interfaces. Phys. Rev. B. American Physical Society. 2008-02-11. Vol. 77 (7). hlm. 075312. doi:10.1103/PhysRevB.77.075312.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28531879 (2025-11-18T09:49:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.