Lompat ke isi

Katrol: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304031; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Katrol''', yang juga dikenal sebagai '''takal''' atau, dalam [[bahasa Inggris]], ''snatch block'' atau ''pulley block'', adalah sebuah [[roda]] di atas sebuah [[as roda]] atau [[penggerak roda]] yang dirancang untuk mendukung pergerakan dan mengubah arah dari kabel atau sabuk yang dipasang, atau mentransfer kekuatan antara penggerak roda dan kabel atau sabuk. Bukti katrol terawal berasal dari [[Mesopotamia]] pada awal milenium ke-2 SM, dan [[Mesir Kuno]] pada zaman [[Dinasti Kedua Belas Mesir|Dinasti Kedua Belas]] (1991–1802 SM). Di [[Mesir Romawi]], [[Hero dari Aleksandria]] (s. 10–70 M) menyebut katrol sebagai salah satu dari enam [[mesin sederhana]] yang dipakai untuk mengangkat beban.
[[File:PulleyShip.JPG|thumb|right|280px|PulleyShip]]
 
'''Katrol''', yang juga dikenal sebagai '''takal'''<ref>[https://en.wiktionary.org/wiki/takal#Indonesian takal]. ''Wiktionary, the free dictionary''. 2025-01-25.</ref> atau, dalam [[bahasa Inggris]], ''snatch block'' atau ''pulley block'', adalah sebuah [[roda]] di atas sebuah [[as roda]] atau [[penggerak roda]] yang dirancang untuk mendukung pergerakan dan mengubah arah dari kabel atau sabuk yang dipasang, atau mentransfer kekuatan antara penggerak roda dan kabel atau sabuk. Bukti katrol terawal berasal dari [[Mesopotamia]] pada awal milenium ke-2 SM,<ref>Peter Roger Stuart Moorey. ''Ancient Mesopotamian Materials and Industries: The Archaeological Evidence''. Eisenbrauns. 1999. hlm. 4. ISBN 9781575060422.</ref> dan [[Mesir Kuno]] pada zaman [[Dinasti Kedua Belas Mesir|Dinasti Kedua Belas]] (1991–1802 SM).<ref>Dieter Arnold. [https://archive.org/details/buildinginegyptp00unse Building in Egypt: Pharaonic Stone Masonry]. Oxford University Press. 1991. hlm. [https://archive.org/details/buildinginegyptp00unse/page/71 71]. ISBN 9780195113747.</ref> Di [[Mesir Romawi]], [[Hero dari Aleksandria]] (s. 10–70 M) menyebut katrol sebagai salah satu dari enam [[mesin sederhana]] yang dipakai untuk mengangkat beban.<ref>Abbott Payson Usher. [https://books.google.com/books?id=xuDDqqa8FlwC&pg=PA196#v=snippet&q=wedge%20and%20screw&f=false A History of Mechanical Inventions]. Courier Dover Publications. 1988. hlm. 98. ISBN 0-486-25593-X.</ref>


== Jenis katrol ==
== Jenis katrol ==
Walaupun dalam menggunakan katrol pada katrol tetap, gaya yang dikeluarkan persis sama dengan berat benda, katrol tetap mempermudah mengangkat benda. Penyebabnya adalah manusia memberikan [[Gaya (fisika)|gaya]] ke arah bawah. Dengan gaya ke arah bawah maka manusia bisa menggunakan seluruh beban tubuhnya untuk menarik benda. Tinggal memperkuat genggaman tangan pada tali. Untuk mengangkat beban, kadang manusia dapat menggelantung pada [[tali penarik]]. Berbeda kalau mengangkat langsung benda dengan menarik ke atas. Hanya otot-otot tangan yang dikerahkan untuk menarik dan menahan beban sehingga merasa berat.
Walaupun dalam menggunakan katrol pada katrol tetap, gaya yang dikeluarkan persis sama dengan berat benda, katrol tetap mempermudah mengangkat benda. Penyebabnya adalah manusia memberikan [[Gaya (fisika)|gaya]] ke arah bawah. Dengan gaya ke arah bawah maka manusia bisa menggunakan seluruh beban tubuhnya untuk menarik benda. Tinggal memperkuat genggaman tangan pada tali. Untuk mengangkat beban, kadang manusia dapat menggelantung pada [[tali penarik]].<ref>Mikrajuddin Abdullah. [https://drive.google.com/file/d/17YoSIooNwQiodJrafK8SFUBFyMWieB_P/view Fisika Dasar I]. ITB. 2016. hlm. 413.</ref> Berbeda kalau mengangkat langsung benda dengan menarik ke atas. Hanya otot-otot tangan yang dikerahkan untuk menarik dan menahan beban sehingga merasa berat.
 


=== Katrol tetap ===
=== Katrol tetap ===
Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak dapat berpindah tempat saat digunakan. Katrol tetap dapat digunakan untuk arah membelokan gaya kuasa. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya, yaitu F = W. Hal ini yang menyebabkan [[keuntungan mekanis]] katrol tetap bernilai satu, Km = 1. Katrol tetap biasanya sering ditemukan pada [[tiang bendera]] dan [[sumur timba]].
Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak dapat berpindah tempat saat digunakan. Katrol tetap dapat digunakan untuk arah membelokan gaya kuasa. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya, yaitu F = W. Hal ini yang menyebabkan [[keuntungan mekanis]] katrol tetap bernilai satu, Km = 1. Katrol tetap biasanya sering ditemukan pada [[tiang bendera]] dan [[sumur timba]].<ref>Hani Ammariah. [https://blog.ruangguru.com/ipa-kelas-8-mengetahui-3-jenis-katrol Mengetahui 3 Jenis Katrol Fisika Kelas 8]. ''ruangguru''. 2018-08-30.</ref>


Karena F = W dan Km = 1, maka didapatkan rumus gaya katrol tetap:
Karena F = W dan Km = 1, maka didapatkan rumus gaya katrol tetap:
Baris 30: Baris 31:


=== Katrol bergerak (katrol bebas) ===
=== Katrol bergerak (katrol bebas) ===
Berlawanan dengan katrol tetap, katrol bergerak adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya, W = 2F. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2, Km = 2. Katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
Berlawanan dengan katrol tetap, katrol bergerak adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya, W = 2F. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2, Km = 2. Katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.<ref>Hani Ammariah. [https://blog.ruangguru.com/ipa-kelas-8-mengetahui-3-jenis-katrol Mengetahui 3 Jenis Katrol Fisika Kelas 8]. ''ruangguru''. 2018-08-30.</ref>


<math>W=2F
<math>W=2F
Baris 42: Baris 43:


=== Katrol majemuk (sistem katrol) ===
=== Katrol majemuk (sistem katrol) ===
Katrol majemuk adalah perpaduan antara katrol tetap dan katrol bergerak. Beban diletakkan di poros katrol bergerak. Katrol bergerak tempat melekatnya beban ini dihubungkan dengan katrol bergerak lainnya. Barulah di bagian ujung dihubungkan dengan katrol tetap. Pada prinsipnya, untuk menentukan keuntungan mekanis katrol majemuk ini perlu melihat jumlah tali yang digunakan untuk menyangga beban. Jika katrol yang digunakan terdiri dari tiga katrol bergerak dan satu katrol tetap, keuntungan mekanisnya adalah 4, Km = 4.
Katrol majemuk adalah perpaduan antara katrol tetap dan katrol bergerak. Beban diletakkan di poros katrol bergerak. Katrol bergerak tempat melekatnya beban ini dihubungkan dengan katrol bergerak lainnya. Barulah di bagian ujung dihubungkan dengan katrol tetap. Pada prinsipnya, untuk menentukan keuntungan mekanis katrol majemuk ini perlu melihat jumlah tali yang digunakan untuk menyangga beban.<ref>Ruslan Tri Dkk Setiawan. [https://books.google.co.id/books?id=rsy7jcJzNi8C&pg=PA35&dq=katrol+majemuk&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiP7MX9lejsAhWX7HMBHTnPAgcQ6AEwAXoECAMQAg#v=onepage&q=katrol%20majemuk&f=false Ringkasan dan Kumpulan Soal Fisika]. Grasindo. 2008. hlm. 33 - 34. ISBN 978-979-025-283-7.</ref> Jika katrol yang digunakan terdiri dari tiga katrol bergerak dan satu katrol tetap, keuntungan mekanisnya adalah 4, Km = 4.<ref>Eka Viandari. [https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/yuk-belajar-tentang-katrol-selengkapnya-di-sini/ Yuk, Belajar tentang Katrol Selengkapnya di Sini!]. ''Quipper Blog''. 2019-11-12.</ref>


Karena <math>Km={W\over F}=4
Karena <math>Km={W\over F}=4
Baris 64: Baris 65:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katrol&oldid=29304031 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304031 (2026-06-01T13:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katrol&oldid=29304031 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304031 (2026-06-01T13:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.06

Berkas:PulleyShip.JPG
PulleyShip

Katrol, yang juga dikenal sebagai takal[1] atau, dalam bahasa Inggris, snatch block atau pulley block, adalah sebuah roda di atas sebuah as roda atau penggerak roda yang dirancang untuk mendukung pergerakan dan mengubah arah dari kabel atau sabuk yang dipasang, atau mentransfer kekuatan antara penggerak roda dan kabel atau sabuk. Bukti katrol terawal berasal dari Mesopotamia pada awal milenium ke-2 SM,[2] dan Mesir Kuno pada zaman Dinasti Kedua Belas (1991–1802 SM).[3] Di Mesir Romawi, Hero dari Aleksandria (s. 10–70 M) menyebut katrol sebagai salah satu dari enam mesin sederhana yang dipakai untuk mengangkat beban.[4]

Jenis katrol

Walaupun dalam menggunakan katrol pada katrol tetap, gaya yang dikeluarkan persis sama dengan berat benda, katrol tetap mempermudah mengangkat benda. Penyebabnya adalah manusia memberikan gaya ke arah bawah. Dengan gaya ke arah bawah maka manusia bisa menggunakan seluruh beban tubuhnya untuk menarik benda. Tinggal memperkuat genggaman tangan pada tali. Untuk mengangkat beban, kadang manusia dapat menggelantung pada tali penarik.[5] Berbeda kalau mengangkat langsung benda dengan menarik ke atas. Hanya otot-otot tangan yang dikerahkan untuk menarik dan menahan beban sehingga merasa berat.

Katrol tetap

Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak dapat berpindah tempat saat digunakan. Katrol tetap dapat digunakan untuk arah membelokan gaya kuasa. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya, yaitu F = W. Hal ini yang menyebabkan keuntungan mekanis katrol tetap bernilai satu, Km = 1. Katrol tetap biasanya sering ditemukan pada tiang bendera dan sumur timba.[6]

Karena F = W dan Km = 1, maka didapatkan rumus gaya katrol tetap:

Km=WF=1,

F=W1,

F=W . Kesimpulannya, gaya kuasa sama dengan berat benda yang diangkat.

Keterangan:

F = Gaya kuasa (Newton)

W = Berat benda (Newton)

Km = keuntungan mekanik

Katrol bergerak (katrol bebas)

Berlawanan dengan katrol tetap, katrol bergerak adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya, W = 2F. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2, Km = 2. Katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.[7]

W=2F

Km=wF=2,

F=W2

Katrol majemuk (sistem katrol)

Katrol majemuk adalah perpaduan antara katrol tetap dan katrol bergerak. Beban diletakkan di poros katrol bergerak. Katrol bergerak tempat melekatnya beban ini dihubungkan dengan katrol bergerak lainnya. Barulah di bagian ujung dihubungkan dengan katrol tetap. Pada prinsipnya, untuk menentukan keuntungan mekanis katrol majemuk ini perlu melihat jumlah tali yang digunakan untuk menyangga beban.[8] Jika katrol yang digunakan terdiri dari tiga katrol bergerak dan satu katrol tetap, keuntungan mekanisnya adalah 4, Km = 4.[9]

Karena Km=WF=4,

Maka F=W4

Jenis Katrol Berdasarkan Jumlah Roda

Katrol memiliki sheave atau roda yang berputar terhadap sumbunya. Katrol tidak dapat bekerja sendirian sebab harus dihubungkan memakai wire rope atau tali tambang untuk dapat menggerakkan benda naik atau turun.

Fungsi Katrol sendiri ialah untuk mengubah gaya atau arah dari alat saat mengangkat beban yang berat. Sehingga dengan memakai katrol tersebut, arah angkatan dan tarikan pada tali kawat seling atau tali tambang bisa diubah sesuai keinginan. Terdapat 3 macam jenis roda katrol yang dapat diketahui, yaitu:

  1. Katrol dengan 1 roda atau single sheave yang merupakan jenis katrol dengan hanya mempunyai satu roda saja dan memiliki fungsi utama dapat mengatrol, menarik atau mengangkat beban sehingga lebih terasa ringan, khususnya di area yang menantang seperti area yang menyudut.
  2. Katrol dengan 2 roda atau double sheave yang merupakan jenis katrol yang memiliki dua roda serta daya angutnya atau working load limit lebih tinggi. Selain itu, ukuran dan kapasitasnya pun sudah pasti lebih tinggi, jadi fungsinya juga lebih banyak dan lebih fleksibel.
  3. Katrol dengan 3 roda atau triple sheave yang merupakan jenis katrol yang memiliki tiga roda, dimana daya angkutnya paling tinggi.

Lihat juga

Referensi

  1. takal. Wiktionary, the free dictionary. 2025-01-25.
  2. Peter Roger Stuart Moorey. Ancient Mesopotamian Materials and Industries: The Archaeological Evidence. Eisenbrauns. 1999. hlm. 4. ISBN 9781575060422.
  3. Dieter Arnold. Building in Egypt: Pharaonic Stone Masonry. Oxford University Press. 1991. hlm. 71. ISBN 9780195113747.
  4. Abbott Payson Usher. A History of Mechanical Inventions. Courier Dover Publications. 1988. hlm. 98. ISBN 0-486-25593-X.
  5. Mikrajuddin Abdullah. Fisika Dasar I. ITB. 2016. hlm. 413.
  6. Hani Ammariah. Mengetahui 3 Jenis Katrol Fisika Kelas 8. ruangguru. 2018-08-30.
  7. Hani Ammariah. Mengetahui 3 Jenis Katrol Fisika Kelas 8. ruangguru. 2018-08-30.
  8. Ruslan Tri Dkk Setiawan. Ringkasan dan Kumpulan Soal Fisika. Grasindo. 2008. hlm. 33 - 34. ISBN 978-979-025-283-7.
  9. Eka Viandari. Yuk, Belajar tentang Katrol Selengkapnya di Sini!. Quipper Blog. 2019-11-12.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304031 (2026-06-01T13:42:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.