Lompat ke isi

Gluon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28921004; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gluon''' (dari kata [[bahasa Inggris]]  ''glue'' yang berarti lem, ditambah dengan akhiran ''-on'') adalah partikel dasar yang bertindak sebagai partikel "exchange" (atau boson gauge) untuk gaya kuat antara quark, sejalan dengan pertukaran foton dalam gaya elektromagnetik antara dua partikel bermuatan. [[Antipartikel]] dari gluon adalah gluon yang lain.
[[File:Feynman_Diagram_Gluon_Radiation.svg|thumb|right|280px|Feynman Diagram Gluon Radiation]]
 
'''Gluon''' (dari kata [[bahasa Inggris]]  ''glue'' yang berarti lem, ditambah dengan akhiran ''-on'') adalah partikel dasar yang bertindak sebagai partikel "exchange" (atau boson gauge) untuk gaya kuat antara quark, sejalan dengan pertukaran foton dalam gaya elektromagnetik antara dua partikel bermuatan.<ref>C.R. Nave. [http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/forces/color.html The Color Force]. ''HyperPhysics''. Georgia State University, Department of Physics.</ref> [[Antipartikel]] dari gluon adalah gluon yang lain.


Dalam istilah teknis, gluon adalah boson gauge vektor yang menjadi perantara [[interaksi kuat]] muatan warna dari kuark dalam [[kromodinamika kuantum]]. Tidak seperti [[foton]] yang bermuatan netral dalam [[elektrodinamika kuantum]], gluon sendiri memiliki muatan warna, dan karena itu turut ikut serta dalam interaksi kuat selain menjadi perantara. Ini menyebabkan kromodinamika kuantum lebih sulit dianalisis daripada elektrodinamika kuantum.
Dalam istilah teknis, gluon adalah boson gauge vektor yang menjadi perantara [[interaksi kuat]] muatan warna dari kuark dalam [[kromodinamika kuantum]]. Tidak seperti [[foton]] yang bermuatan netral dalam [[elektrodinamika kuantum]], gluon sendiri memiliki muatan warna, dan karena itu turut ikut serta dalam interaksi kuat selain menjadi perantara. Ini menyebabkan kromodinamika kuantum lebih sulit dianalisis daripada elektrodinamika kuantum.
Baris 16: Baris 18:
* [[Hadron eksotis]]
* [[Hadron eksotis]]
* [[Model standar]]
* [[Model standar]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gluon&oldid=28921004 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28921004 (2026-02-02T20:58:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gluon&oldid=28921004 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28921004 (2026-02-02T20:58:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.11

Feynman Diagram Gluon Radiation

Gluon (dari kata bahasa Inggris glue yang berarti lem, ditambah dengan akhiran -on) adalah partikel dasar yang bertindak sebagai partikel "exchange" (atau boson gauge) untuk gaya kuat antara quark, sejalan dengan pertukaran foton dalam gaya elektromagnetik antara dua partikel bermuatan.[1] Antipartikel dari gluon adalah gluon yang lain.

Dalam istilah teknis, gluon adalah boson gauge vektor yang menjadi perantara interaksi kuat muatan warna dari kuark dalam kromodinamika kuantum. Tidak seperti foton yang bermuatan netral dalam elektrodinamika kuantum, gluon sendiri memiliki muatan warna, dan karena itu turut ikut serta dalam interaksi kuat selain menjadi perantara. Ini menyebabkan kromodinamika kuantum lebih sulit dianalisis daripada elektrodinamika kuantum.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. C.R. Nave. The Color Force. HyperPhysics. Georgia State University, Department of Physics.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28921004 (2026-02-02T20:58:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.