Lompat ke isi

Poliamina: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29577977; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Poliamina''' merupakan [[kation]] [[polivalen]] yang mengandung dua gugus [[amino]] atau lebih, termasuk asam amino [[lisin]] dan [[arginin]]. Poliamin dapat menunda senesensi, pelunakan tekstur serta dapat menghambat adanya ''chilling injury'' dengan cara saling mengikat dengan [[dinding sel]], [[Pektinase|pektin]], [[lamela]] tengah, dan membran [[lipid]]a. Poliamin memiliki muatan [[Kation|positif]] yang dapat saling mengikat dengan molekul negatif seperti [[protein]], membran [[fosfolipid]]a, pektin, dan bersifat seperti [[kalsium]] seperti menunda senesensi dan pelunakan tekstur pada beberapa buah seperti [[apel]], [[Stroberi kebun|stroberi]], dan [[Sitrun|lemon]]. Poliamin juga dapat menghambat [[Etena|etilen]] yang ada pada buah [[tomat]], [[alpukat]], [[pir]] serta menghambat ''chilling injury'' yang mungkin terjadi pada [[mentimun]]. Poliamin juga efektif dalam meningkatkan kualitas lamela tengah dan [[membran sel]] serta sangat sesuai digunakan untuk mencegah kerusakan yang terjadi pada tingkat seluler
'''Poliamina''' merupakan [[kation]] [[polivalen]] yang mengandung dua gugus [[amino]] atau lebih, termasuk asam amino [[lisin]] dan [[arginin]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref> Poliamin dapat menunda senesensi, pelunakan tekstur serta dapat menghambat adanya ''chilling injury'' dengan cara saling mengikat dengan [[dinding sel]], [[Pektinase|pektin]], [[lamela]] tengah, dan membran [[lipid]]a.<ref>Wicker, L , Leiting, V.A. ''Inorganic cations and polyamines moderate pectinesterase activity''. ''Journal of Food Science''. 1997. hlm. 253-255.</ref> Poliamin memiliki muatan [[Kation|positif]] yang dapat saling mengikat dengan molekul negatif seperti [[protein]], membran [[fosfolipid]]a, pektin, dan bersifat seperti [[kalsium]] seperti menunda senesensi dan pelunakan tekstur pada beberapa buah seperti [[apel]], [[Stroberi kebun|stroberi]], dan [[Sitrun|lemon]].<ref>Serrano, M., Burlo, F., Carbonell, A., Burgos, L. dan Riquelme,E Martinez-Romero, Valero, D.,. ''Exogenous polyamines and gibberelilic acid effect on peach (Prunus persica, L.) storability improvement''. ''Journal of Food Science 65''. 2000. hlm. 288-294.</ref> Poliamin juga dapat menghambat [[Etena|etilen]] yang ada pada buah [[tomat]], [[alpukat]], [[pir]]<ref>Serrano, M., Burlo, F., Carbonell, A., Burgos, L. dan Riquelme,E Martinez-Romero, Valero, D.,. ''Exogenous polyamines and gibberelilic acid effect on peach (Prunus persica, L.) storability improvement''. ''Journal of Food Science 65''. 2000. hlm. 288-294.</ref> serta menghambat ''chilling injury'' yang mungkin terjadi pada [[mentimun]].<ref>Shen, W., Nada, K. dan Tachibana, S. [https://archive.org/details/sim_plant-physiology_2000-09_124_1/page/431 Involvement of Polyamines in the chilling Tolerance of Cucumber Cultivars]. ''Plant Physiology''. 2000. Vol. 124. hlm. 431-440.</ref> Poliamin juga efektif dalam meningkatkan kualitas lamela tengah dan [[membran sel]] serta sangat sesuai digunakan untuk mencegah kerusakan yang terjadi pada tingkat seluler<ref>Moh. Ali Joko Wasono Ida Bagus Banyuro Partha, Suparmo, Murdijati Gardjito. ''Efektivitas Poliamin terhadap Penghambatan Chilling Injury pada Beberapa Tingkat Kematangan dan Kemasakan Buah Pisang Mas (Musa paradisiaca, L.)''. ''Agritech''. 1 Februari 2008. Vol. 28. hlm. 16.</ref>


Di antara poliamin yang paling banyak jumlahnya dan paling aktif secara [[fisiologi]]s adalah [[putresin]] (NH2(CH2)4NH2), [[kadaverin]] (NH2(CH2)5NH2), [[spremidin]] (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH2), dan [[spremin (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH(CH2)3NH2). Senyawa ini terdapat dalam bentuk bebas atau terikat pada berbagai senyawa [[fenol]] seperti gugus [[kumaril]] dan gugus [[kafeoil]].
Di antara poliamin yang paling banyak jumlahnya dan paling aktif secara [[fisiologi]]s adalah [[putresin]] (NH2(CH2)4NH2), [[kadaverin]] (NH2(CH2)5NH2), [[spremidin]] (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH2), dan [[spremin (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH(CH2)3NH2).<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref> Senyawa ini terdapat dalam bentuk bebas atau terikat pada berbagai senyawa [[fenol]] seperti gugus [[kumaril]] dan gugus [[kafeoil]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref>


Berbeda dengan [[hormon]] yang sering terdapat dalam konsentrasi mikromol, poliamin sering terdapat dalam konsetrasi milimol. beberapa efek fisiologisnya antara lain: mendorong pembelahan [[sel]], memantapkan membran sel, memantapkan [[protoplas]] (sel tanaman yang sudah tidak memilki dinding sel), mendorong perkembangan beberapa buah memerkecil gangguan akibat kekurangan air pada berbagai macam sel, serta menunda [[penuaan]] pada daun yang dipetik.
Berbeda dengan [[hormon]] yang sering terdapat dalam konsentrasi mikromol, poliamin sering terdapat dalam konsetrasi milimol.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref> beberapa efek fisiologisnya antara lain: mendorong pembelahan [[sel]], memantapkan membran sel, memantapkan [[protoplas]] (sel tanaman yang sudah tidak memilki dinding sel), mendorong perkembangan beberapa buah memerkecil gangguan akibat kekurangan air pada berbagai macam sel, serta menunda [[penuaan]] pada daun yang dipetik.<ref>Evans ML, Malmberg RL. 1989. Do poyamines have roles in plant development?. ''Annual Rev of Plant Physiol and Plant Mol Biol'' 40:235-269.</ref>


Gugus amino poliamin yang bermuatan positiff menyebabkan poliamin dapat bergabung dengan gugus [[fosfat]] yang bermuatan negatif [[DNA]] dan [[RNA]] dalam inti dan [[ribosom]]. Akibat penggabungan ini, poliamin sering meningkatkan [[transkripsi]] DNA dan [[translasi]] RNA pada [[sel tumbuhan]] dan sel hewan.
Gugus amino poliamin yang bermuatan positiff menyebabkan poliamin dapat bergabung dengan gugus [[fosfat]] yang bermuatan negatif [[DNA]] dan [[RNA]] dalam inti dan [[ribosom]].<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref> Akibat penggabungan ini, poliamin sering meningkatkan [[transkripsi]] DNA dan [[translasi]] RNA pada [[sel tumbuhan]] dan sel hewan.<ref>Salisbury FB, Ross CW. 1995. ''Fisiologi Tumbuhan, jilid 3''. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 12: Baris 12:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 
[[Kategori:Fisiologi tumbuhan]]
[[Kategori:Fitohormon]]
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poliamina&oldid=29577977 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577977 (2026-08-14T16:32:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Poliamina&oldid=29577977 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29577977 (2026-08-14T16:32:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.13

Poliamina merupakan kation polivalen yang mengandung dua gugus amino atau lebih, termasuk asam amino lisin dan arginin.[1] Poliamin dapat menunda senesensi, pelunakan tekstur serta dapat menghambat adanya chilling injury dengan cara saling mengikat dengan dinding sel, pektin, lamela tengah, dan membran lipida.[2] Poliamin memiliki muatan positif yang dapat saling mengikat dengan molekul negatif seperti protein, membran fosfolipida, pektin, dan bersifat seperti kalsium seperti menunda senesensi dan pelunakan tekstur pada beberapa buah seperti apel, stroberi, dan lemon.[3] Poliamin juga dapat menghambat etilen yang ada pada buah tomat, alpukat, pir[4] serta menghambat chilling injury yang mungkin terjadi pada mentimun.[5] Poliamin juga efektif dalam meningkatkan kualitas lamela tengah dan membran sel serta sangat sesuai digunakan untuk mencegah kerusakan yang terjadi pada tingkat seluler[6]

Di antara poliamin yang paling banyak jumlahnya dan paling aktif secara fisiologis adalah putresin (NH2(CH2)4NH2), kadaverin (NH2(CH2)5NH2), spremidin (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH2), dan [[spremin (NH2(CH2)3NH(CH2)4NH(CH2)3NH2).[7] Senyawa ini terdapat dalam bentuk bebas atau terikat pada berbagai senyawa fenol seperti gugus kumaril dan gugus kafeoil.[8]

Berbeda dengan hormon yang sering terdapat dalam konsentrasi mikromol, poliamin sering terdapat dalam konsetrasi milimol.[9] beberapa efek fisiologisnya antara lain: mendorong pembelahan sel, memantapkan membran sel, memantapkan protoplas (sel tanaman yang sudah tidak memilki dinding sel), mendorong perkembangan beberapa buah memerkecil gangguan akibat kekurangan air pada berbagai macam sel, serta menunda penuaan pada daun yang dipetik.[10]

Gugus amino poliamin yang bermuatan positiff menyebabkan poliamin dapat bergabung dengan gugus fosfat yang bermuatan negatif DNA dan RNA dalam inti dan ribosom.[11] Akibat penggabungan ini, poliamin sering meningkatkan transkripsi DNA dan translasi RNA pada sel tumbuhan dan sel hewan.[12]

Lihat pula

Referensi

  1. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2
  2. Wicker, L , Leiting, V.A. Inorganic cations and polyamines moderate pectinesterase activity. Journal of Food Science. 1997. hlm. 253-255.
  3. Serrano, M., Burlo, F., Carbonell, A., Burgos, L. dan Riquelme,E Martinez-Romero, Valero, D.,. Exogenous polyamines and gibberelilic acid effect on peach (Prunus persica, L.) storability improvement. Journal of Food Science 65. 2000. hlm. 288-294.
  4. Serrano, M., Burlo, F., Carbonell, A., Burgos, L. dan Riquelme,E Martinez-Romero, Valero, D.,. Exogenous polyamines and gibberelilic acid effect on peach (Prunus persica, L.) storability improvement. Journal of Food Science 65. 2000. hlm. 288-294.
  5. Shen, W., Nada, K. dan Tachibana, S. Involvement of Polyamines in the chilling Tolerance of Cucumber Cultivars. Plant Physiology. 2000. Vol. 124. hlm. 431-440.
  6. Moh. Ali Joko Wasono Ida Bagus Banyuro Partha, Suparmo, Murdijati Gardjito. Efektivitas Poliamin terhadap Penghambatan Chilling Injury pada Beberapa Tingkat Kematangan dan Kemasakan Buah Pisang Mas (Musa paradisiaca, L.). Agritech. 1 Februari 2008. Vol. 28. hlm. 16.
  7. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2
  8. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2
  9. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2
  10. Evans ML, Malmberg RL. 1989. Do poyamines have roles in plant development?. Annual Rev of Plant Physiol and Plant Mol Biol 40:235-269.
  11. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2
  12. Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, jilid 3. terjemahan Lukman DR, Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB. Hal:86 ISBN 979-8591-37-2

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29577977 (2026-08-14T16:32:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.