Lompat ke isi

Sudut tenang: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28082130; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sudut tenang''' (''angle of repose'') adalah sudut menurun tercuram dari sebuah tumpukan bahan relatif terhadap bidang horisontal bahan. Sudut tenang berada di antara 0 dan 90 derajat.
[[File:Angleofrepose.png|thumb|right|280px|Ilustrasi sudut tenang dari tumpukan pasir]]


Ketika bahan curah butiran dituangkan di bidang horisontal, akan terbentuk tumpukan berbentuk [[kerucut]]. Sudut kemiringannya berhubungan dengan [[massa jenis]], luas permukaan, bentuk partikel, dan [[koefisien gesek]] bahan. Selain itu, [[percepatan gravitasi]] juga terkait. Bahan dengan sudut tenang yang lebih rendah akan memiliki tumpukan yang lebih landai dibandingkan dengan bahan yang memiliki sudut tenang yang lebih tinggi.
'''Sudut tenang''' (''angle of repose'') adalah sudut menurun tercuram dari sebuah tumpukan bahan relatif terhadap bidang horisontal bahan.<ref>A Mehta and G C Barker 1994 Rep. Prog. Phys. 57 383 "The dynamics of sand"</ref> Sudut tenang berada di antara 0 dan 90 derajat.
 
Ketika bahan curah butiran dituangkan di bidang horisontal, akan terbentuk tumpukan berbentuk [[kerucut]]. Sudut kemiringannya berhubungan dengan [[massa jenis]], luas permukaan, bentuk partikel, dan [[koefisien gesek]] bahan. Selain itu, [[percepatan gravitasi]] juga terkait.<ref>Kleinhans et al., 2011, [http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1029/2011JE003865/abstract Static and dynamic angles of repose in loose granular materials under reduced gravity]</ref> Bahan dengan sudut tenang yang lebih rendah akan memiliki tumpukan yang lebih landai dibandingkan dengan bahan yang memiliki sudut tenang yang lebih tinggi.


== Aplikasi teori ==
== Aplikasi teori ==
 
Sudut tenang digunakan dalam mendesain alat dan mesin yang menangani dan mengolah bahan berbentuk partikel, seperti [[hopper]] dan [[silo]] yang digunakan untuk menampung, dan [[sabuk konveyor]] yang digunakan untuk memindahkan bahan. Penggunaan sudut tenang dalam sabuk konveyor bermanfaat untuk menentukan lebar sabuk. Selain itu, juga digunakan untuk meramalkan apakah suatu tumpukan (misal bahan bangunan, kerikil, pasir) atau kondisi geografis (salju, gunung) akan terjadi [[longsor]].<ref>[http://www.telluridemagazine.com/issues/winter-2009/anatomy-of-an-avalanche/ Salinan arsip].</ref>
 
Sudut tenang digunakan dalam mendesain alat dan mesin yang menangani dan mengolah bahan berbentuk partikel, seperti [[hopper]] dan [[silo]] yang digunakan untuk menampung, dan [[sabuk konveyor]] yang digunakan untuk memindahkan bahan. Penggunaan sudut tenang dalam sabuk konveyor bermanfaat untuk menentukan lebar sabuk. Selain itu, juga digunakan untuk meramalkan apakah suatu tumpukan (misal bahan bangunan, kerikil, pasir) atau kondisi geografis (salju, gunung) akan terjadi [[longsor]].


== Sudut tenang berbagai bahan ==
== Sudut tenang berbagai bahan ==
Berikut adalah perkiraan sudut tenang dari berbagai bahan.
Berikut adalah perkiraan sudut tenang dari berbagai bahan.<ref>Clover, Thomas J. Pocket Ref. Littleton, Colorado: Sequoia Publishing, Inc., 1998.</ref>


{| class="wikitable sortable"  style="text-align:left; float:left;"
|-
! Bahan !! Sudut tenang (derajat)
|-
| [[Abu kayu]] || 40°
|-
| [[Aspal]] || 30–45°
|-
| Serpihan [[kulit kayu]] (wood refuse) || 45°
|-
| [[Bekatul]] || 30–45°
|-
| [[Kapur]] || 45°
|-
| [[Tanah liat]] (kering) || 25–40°
|-
| [[Tanah liat]] (basah) || 15°
|-
| Biji [[semanggi]] || 28°
|-
| [[Kelapa]] parut || 45°
|-
| Biji [[kopi]] segar || 35–45°
|-
| [[Tanah]] || 30–45°
|-
| Tepung jagung || 30-40°
|-
| Tepung terigu || 45°
|-
| [[Granit]] || 35–40°
|-
| [[Kerikil]] (kering) || 30–45°
|-
| [[Kerikil]] (di alam bersama pasir) || 25–30°
|-
| [[Malt]] || 30–45°
|-
| [[Pasir]] (kering) || 34°
|-
| [[Pasir]] (basah) || 45°
|-
| [[Salju]] || 38° <ref>[http://www.telluridemagazine.com/issues/winter-2009/anatomy-of-an-avalanche/ Salinan arsip].</ref>
|-
| [[Urea]] (butiran) || 27° <ref>[http://www.potashcorp.com/media/POT_SS_FER_URGRAN_TRI.pdf Salinan arsip].</ref>
|-
| [[Gandum]] || 28°
|}


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 23: Baris 71:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+tenang&oldid=28082130 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28082130 (2025-10-17T20:19:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudut+tenang&oldid=28082130 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28082130 (2025-10-17T20:19:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.15

Ilustrasi sudut tenang dari tumpukan pasir

Sudut tenang (angle of repose) adalah sudut menurun tercuram dari sebuah tumpukan bahan relatif terhadap bidang horisontal bahan.[1] Sudut tenang berada di antara 0 dan 90 derajat.

Ketika bahan curah butiran dituangkan di bidang horisontal, akan terbentuk tumpukan berbentuk kerucut. Sudut kemiringannya berhubungan dengan massa jenis, luas permukaan, bentuk partikel, dan koefisien gesek bahan. Selain itu, percepatan gravitasi juga terkait.[2] Bahan dengan sudut tenang yang lebih rendah akan memiliki tumpukan yang lebih landai dibandingkan dengan bahan yang memiliki sudut tenang yang lebih tinggi.

Aplikasi teori

Sudut tenang digunakan dalam mendesain alat dan mesin yang menangani dan mengolah bahan berbentuk partikel, seperti hopper dan silo yang digunakan untuk menampung, dan sabuk konveyor yang digunakan untuk memindahkan bahan. Penggunaan sudut tenang dalam sabuk konveyor bermanfaat untuk menentukan lebar sabuk. Selain itu, juga digunakan untuk meramalkan apakah suatu tumpukan (misal bahan bangunan, kerikil, pasir) atau kondisi geografis (salju, gunung) akan terjadi longsor.[3]

Sudut tenang berbagai bahan

Berikut adalah perkiraan sudut tenang dari berbagai bahan.[4]

Bahan Sudut tenang (derajat)
Abu kayu 40°
Aspal 30–45°
Serpihan kulit kayu (wood refuse) 45°
Bekatul 30–45°
Kapur 45°
Tanah liat (kering) 25–40°
Tanah liat (basah) 15°
Biji semanggi 28°
Kelapa parut 45°
Biji kopi segar 35–45°
Tanah 30–45°
Tepung jagung 30-40°
Tepung terigu 45°
Granit 35–40°
Kerikil (kering) 30–45°
Kerikil (di alam bersama pasir) 25–30°
Malt 30–45°
Pasir (kering) 34°
Pasir (basah) 45°
Salju 38° [5]
Urea (butiran) 27° [6]
Gandum 28°

Lihat pula

Referensi

  1. A Mehta and G C Barker 1994 Rep. Prog. Phys. 57 383 "The dynamics of sand"
  2. Kleinhans et al., 2011, Static and dynamic angles of repose in loose granular materials under reduced gravity
  3. Salinan arsip.
  4. Clover, Thomas J. Pocket Ref. Littleton, Colorado: Sequoia Publishing, Inc., 1998.
  5. Salinan arsip.
  6. Salinan arsip.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28082130 (2025-10-17T20:19:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.