Lompat ke isi

Hambatan imbas angkat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29465703; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hambatan imbas angkat''', '''hambatan imbas''', '''hambatan pual''', atau terkadang '''gaya hambat akibat gaya angkat,''' dalam [[aerodinamika]], adalah [[gaya hambat]] yang terjadi ketika sebuah benda bergerak mengalihkan [[aliran udara]] yang datang dari lawan arah. Hambatan ini terjadi pada [[pesawat terbang]] karena [[sayap]] ataupun [[badan angkat]] yang mengalihkan udara agar menghasilkan [[gaya angkat]]. Hambatan ini pun terjadi pada mobil dengan [[lempeng sayap]] yang akan mengalihkan udara untuk menghasilkan [[gaya turun]]. Hambatan imbas angkat dilambangkan oleh <math display="inline">D_\text{i}</math> dan '''tetapan hambatan imbas angkat''' oleh <math display="inline">C_{D,i}</math>.
'''Hambatan imbas angkat''', '''hambatan imbas''', '''hambatan pual''', atau terkadang '''gaya hambat akibat gaya angkat,''' dalam [[aerodinamika]], adalah [[gaya hambat]] yang terjadi ketika sebuah benda bergerak mengalihkan [[aliran udara]] yang datang dari lawan arah. Hambatan ini terjadi pada [[pesawat terbang]] karena [[sayap]] ataupun [[badan angkat]] yang mengalihkan udara agar menghasilkan [[gaya angkat]]. Hambatan ini pun terjadi pada mobil dengan [[lempeng sayap]] yang akan mengalihkan udara untuk menghasilkan [[gaya turun]]. Hambatan imbas angkat dilambangkan oleh <math display="inline">D_\text{i}</math> dan '''tetapan hambatan imbas angkat''' oleh <math display="inline">C_{D,i}</math>.


Untuk menghasilkan gaya angkat yang sama, hambatan imbas angkat dapat dikurangi dengan meningkatkan [[kecepatan udara]]. Hal ini beararti bahwa hingga kecepatan mencapai titik hambatan terendah, pesawat udara membutuhkan daya yang lebih sedikit untuk terbang lebih cepat. Hambatan imbas juga dapat dikurangi ketika [[rentang sayap]] diperlebar ataupun ditambah [[perangkat ujung sayap]].
Untuk menghasilkan gaya angkat yang sama, hambatan imbas angkat dapat dikurangi dengan meningkatkan [[kecepatan udara]]. Hal ini beararti bahwa hingga kecepatan mencapai titik hambatan terendah, pesawat udara membutuhkan daya yang lebih sedikit untuk terbang lebih cepat.<ref>Bjorn Fehrm. [https://leehamnews.com/2017/11/03/bjorns-corner-aircraft-drag-reduction-part-3/ Bjorn's Corner: Aircraft drag reduction, Part 3]. ''Leeham''. Nov 3, 2017.</ref> Hambatan imbas juga dapat dikurangi ketika [[rentang sayap]] diperlebar<ref>Michael Illsley. [https://bigsynthesis.com/understandingaerospace/index.php/21-why-aspect-ratio-doesn-t-matter/ Why Aspect Ratio doesn't Matter – Understanding Aerospace]. ''Understanding Aerospace''. 4 July 2017.</ref> ataupun ditambah [[perangkat ujung sayap]].


==Penjelasan==
==Penjelasan==
[[Gaya aerodinamika]] keseluruhan yang bekerja oada sebuah benda terdiri dari dua bagian, yaitu gaya angkat dan gaya hambat (hambatan). Bagian yang sejajar dengan arah datangnya aliran dikenal sebagai '''hambatan,''' sedangkan yang tegak lurus disebut sebagai '''gaya angkat.''' Pada [[sudut serang]] normal, gaya angkat jauh lebih besar dibandingkan hambatan.
[[Gaya aerodinamika]] keseluruhan yang bekerja oada sebuah benda terdiri dari dua bagian, yaitu gaya angkat dan gaya hambat (hambatan). Bagian yang sejajar dengan arah datangnya aliran dikenal sebagai '''hambatan,''' sedangkan yang tegak lurus disebut sebagai '''gaya angkat.'''<ref>John D. Jr. Anderson. [https://archive.org/details/fundamentalsofae0000ande Fundamentals of aerodynamics]. McGraw-Hill Education. 2017. hlm. [https://archive.org/details/fundamentalsofae0000ande/page/20 20]. ISBN 978-1-259-12991-9.</ref><ref>Clancy, L.J. (1975) ''Aerodynamics''. Pitman Publishing Limited, London.</ref> Pada [[sudut serang]] normal, gaya angkat jauh lebih besar dibandingkan hambatan.<ref>Abbott, Ira H., and Von Doenhoff, Albert E., ''Theory of Wing Sections'', Section 1.2 and Appendix IV</ref>
 
== Rujukan ==
 


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hambatan+imbas+angkat&oldid=29465703 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29465703 (2026-07-16T12:39:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hambatan+imbas+angkat&oldid=29465703 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29465703 (2026-07-16T12:39:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.21

Hambatan imbas angkat, hambatan imbas, hambatan pual, atau terkadang gaya hambat akibat gaya angkat, dalam aerodinamika, adalah gaya hambat yang terjadi ketika sebuah benda bergerak mengalihkan aliran udara yang datang dari lawan arah. Hambatan ini terjadi pada pesawat terbang karena sayap ataupun badan angkat yang mengalihkan udara agar menghasilkan gaya angkat. Hambatan ini pun terjadi pada mobil dengan lempeng sayap yang akan mengalihkan udara untuk menghasilkan gaya turun. Hambatan imbas angkat dilambangkan oleh Di dan tetapan hambatan imbas angkat oleh CD,i.

Untuk menghasilkan gaya angkat yang sama, hambatan imbas angkat dapat dikurangi dengan meningkatkan kecepatan udara. Hal ini beararti bahwa hingga kecepatan mencapai titik hambatan terendah, pesawat udara membutuhkan daya yang lebih sedikit untuk terbang lebih cepat.[1] Hambatan imbas juga dapat dikurangi ketika rentang sayap diperlebar[2] ataupun ditambah perangkat ujung sayap.

Penjelasan

Gaya aerodinamika keseluruhan yang bekerja oada sebuah benda terdiri dari dua bagian, yaitu gaya angkat dan gaya hambat (hambatan). Bagian yang sejajar dengan arah datangnya aliran dikenal sebagai hambatan, sedangkan yang tegak lurus disebut sebagai gaya angkat.[3][4] Pada sudut serang normal, gaya angkat jauh lebih besar dibandingkan hambatan.[5]

Referensi

  1. Bjorn Fehrm. Bjorn's Corner: Aircraft drag reduction, Part 3. Leeham. Nov 3, 2017.
  2. Michael Illsley. Why Aspect Ratio doesn't Matter – Understanding Aerospace. Understanding Aerospace. 4 July 2017.
  3. John D. Jr. Anderson. Fundamentals of aerodynamics. McGraw-Hill Education. 2017. hlm. 20. ISBN 978-1-259-12991-9.
  4. Clancy, L.J. (1975) Aerodynamics. Pitman Publishing Limited, London.
  5. Abbott, Ira H., and Von Doenhoff, Albert E., Theory of Wing Sections, Section 1.2 and Appendix IV

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29465703 (2026-07-16T12:39:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.