Atom eksotis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24112172; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Atom eksotis''' adalah atom [[Atom|normal]] di mana satu atau lebih partikel sub-atomik telah digantikan oleh partikel lain dengan [[Muatan listrik|muatan]] yang sama. Contoh, [[elektron]] dari suatu atom dapat digantikan oleh partikel bermuatan negatif lainnya seperti [[muon]] (menjadi atom muonik) atau [[Pion (fisika)|pion]] (menjadi atom pionik). Karena partikel pengganti ini biasanya tidak stabil, atom eksotik biasanya memiliki usia hidup yang sangat singkat dan sejauh ini tidak ada atom eksotik yang teramati dapat bertahan dalam kondisi normal. | '''Atom eksotis''' adalah atom [[Atom|normal]] di mana satu atau lebih partikel sub-atomik telah digantikan oleh partikel lain dengan [[Muatan listrik|muatan]] yang sama. Contoh, [[elektron]] dari suatu atom dapat digantikan oleh partikel bermuatan negatif lainnya seperti [[muon]] (menjadi atom muonik) atau [[Pion (fisika)|pion]] (menjadi atom pionik).<ref>§1.8, ''Constituents of Matter: Atoms, Molecules, Nuclei and Particles'', Ludwig Bergmann, Clemens Schaefer, and Wilhelm Raith, Berlin: Walter de Gruyter, 1997, .</ref> Karena partikel pengganti ini biasanya tidak stabil, atom eksotik biasanya memiliki usia hidup yang sangat singkat dan sejauh ini tidak ada atom eksotik yang teramati dapat bertahan dalam kondisi normal. | ||
== Atom muonik == | == Atom muonik == | ||
Dalam ''atom muonik'' (sebelumnya disebut atom ''mu-mesik'', tetapi sekarang dikenal sebagai muon bukan [[meson]]),<ref>[http://vega.org.uk/video/subseries/8 Dr. Richard Feynman's Douglas Robb Memorial Lectures]</ref> elektron digantikan oleh muon, yang, sama seperti elektron, adalah sebuah [[lepton]]. Karena [[lepton]] hanya sensitif terhadap [[gaya nuklir lemah]], [[Elektromagnetisme|elektromagnetik]], dan [[gravitasi]], atom muonik dapat berdiri sendiri dengan presisi yang sangat tinggi oleh interaksi elektromagnetik. | |||
Dalam ''atom muonik'' (sebelumnya disebut atom ''mu-mesik'', tetapi sekarang dikenal sebagai muon bukan [[meson]]), elektron digantikan oleh muon, yang, sama seperti elektron, adalah sebuah [[lepton]]. Karena [[lepton]] hanya sensitif terhadap [[gaya nuklir lemah]], [[Elektromagnetisme|elektromagnetik]], dan [[gravitasi]], atom muonik dapat berdiri sendiri dengan presisi yang sangat tinggi oleh interaksi elektromagnetik. | |||
Karena muon lebih masif daripada elektron, [[Model Bohr|orbit Bohr]] akan lebih dekat ke inti dalam atom muonik daripada atom biasa, dan koreksi akibat [[elektrodinamika kuantum]] akan lebih berperan. Studi [[tingkat energi]] atom muonik serta tingkat transisi dari [[Eksitasi|kondisi tereksitasi]] ke [[Keadaan dasar|kondisi dasar]] memberikan tes eksperimental elektrodinamika kuantum. | Karena muon lebih masif daripada elektron, [[Model Bohr|orbit Bohr]] akan lebih dekat ke inti dalam atom muonik daripada atom biasa, dan koreksi akibat [[elektrodinamika kuantum]] akan lebih berperan. Studi [[tingkat energi]] atom muonik serta tingkat transisi dari [[Eksitasi|kondisi tereksitasi]] ke [[Keadaan dasar|kondisi dasar]] memberikan tes eksperimental elektrodinamika kuantum. | ||
| Baris 10: | Baris 9: | ||
=== Muonik helium (Hidrogen-4.1) === | === Muonik helium (Hidrogen-4.1) === | ||
Simbol <sup>4.1</sup> H (Hidrogen-4.1) telah digunakan untuk menggambarkan atom eksotik muonik helium (<sup>4</sup>He-μ), yang seperti [[helium-4]] yang memiliki 2 [[proton]] dan 2 [[neutron]]. Namun salah satu [[elektron]]nya digantikan oleh [[muon]], yang juga bermuatan –1. Karena jari-jari orbit muon kurang dari 1/200 jari-jari orbit elektron (karena rasio massa), muon dapat dianggap sebagai bagian dari nukleus. Atom kemudian memiliki [[Inti atom|inti]] dengan 2 proton, 2 neutron dan 1 muon, dengan muatan inti total +1 (dari 2 proton dan 1 muon) dan hanya satu elektron di luar, sehingga secara efektif merupakan isotop hidrogen daripada isotop helium. Berat muon kira-kira 0,1 [[Dalton (satuan)|Da]] sehingga massa isotopnya adalah 4,1. Karena hanya ada satu elektron di luar inti, atom hidrogen-4.1 dapat bereaksi dengan atom lain. Perilaku kimianya adalah atom hidrogen dan bukan atom helium yang merupakan [[gas mulia]] dan sulit bereaksi. Satu-satunya bagian radioaktif dari atom adalah muon. Oleh karena itu, atom meluruh dengan waktu paruh muon, 1,52 mikrodetik (1,52×10 <sup>−6</sup> detik). | Simbol <sup>4.1</sup> H (Hidrogen-4.1) telah digunakan untuk menggambarkan atom eksotik muonik helium (<sup>4</sup>He-μ), yang seperti [[helium-4]] yang memiliki 2 [[proton]] dan 2 [[neutron]].<ref>D. G. Fleming. [https://www.science.org/doi/abs/10.1126/science.1199421 Kinetic Isotope Effects for the Reactions of Muonic Helium and Muonium with H 2]. ''Science''. 28 Jan 2011. Vol. 331 (6016). hlm. 448–450. doi:10.1126/science.1199421.</ref> Namun salah satu [[elektron]]nya digantikan oleh [[muon]], yang juga bermuatan –1. Karena jari-jari orbit muon kurang dari 1/200 jari-jari orbit elektron (karena rasio massa), muon dapat dianggap sebagai bagian dari nukleus. Atom kemudian memiliki [[Inti atom|inti]] dengan 2 proton, 2 neutron dan 1 muon, dengan muatan inti total +1 (dari 2 proton dan 1 muon) dan hanya satu elektron di luar, sehingga secara efektif merupakan isotop hidrogen daripada isotop helium. Berat muon kira-kira 0,1 [[Dalton (satuan)|Da]] sehingga massa isotopnya adalah 4,1. Karena hanya ada satu elektron di luar inti, atom hidrogen-4.1 dapat bereaksi dengan atom lain. Perilaku kimianya adalah atom hidrogen dan bukan atom helium yang merupakan [[gas mulia]] dan sulit bereaksi.<ref>[https://www.chem.ubc.ca/muonic-helium-atom-new-scientist-2011 The Muonic Helium Atom]. ''Department of Chemistry. News & Events''. The University of British Columbia.</ref> Satu-satunya bagian radioaktif dari atom adalah muon. Oleh karena itu, atom meluruh dengan waktu paruh muon, 1,52 mikrodetik (1,52×10 <sup>−6</sup> detik). | ||
== Atom hadronik == | == Atom hadronik == | ||
''Atom hadronik'' adalah atom yang salah satu atau lebih [[Orbital atom|elektron orbitalnya]] digantikan oleh [[hadron]] bermuatan negatif. Hadron yang dapat digunakan diantaranya meson seperti [[Pion (fisika)|pion]] atau [[kaon]], dan akan menghasilkan ''atom pionik'' atau ''atom kaonik'' (seperti [[Hidrogen Kaonik|hidrogen kaonik]]), secara kolektif disebut ''atom mesonik''; [[antiproton]], menghasilkan ''atom antiprotonik''; dan partikel subatomik menghasilkan atau ''atom sigmaonik''. | ''Atom hadronik'' adalah atom yang salah satu atau lebih [[Orbital atom|elektron orbitalnya]] digantikan oleh [[hadron]] bermuatan negatif.<ref>p. 3, ''Fundamentals in Hadronic Atom Theory'', A. Deloff, River Edge, New Jersey: World Scientific, 2003. .</ref> Hadron yang dapat digunakan diantaranya meson seperti [[Pion (fisika)|pion]] atau [[kaon]], dan akan menghasilkan ''atom pionik''<ref>M. Hori. [https://www.nature.com/articles/s41586-020-2240-x Laser spectroscopy of pionic helium atoms]. ''Nature''. 6 May 2020. Vol. 581 (7806). hlm. 37–41. doi:10.1038/s41586-020-2240-x.</ref> atau ''atom kaonik'' (seperti [[Hidrogen Kaonik|hidrogen kaonik]]), secara kolektif disebut ''atom mesonik''; [[antiproton]], menghasilkan ''atom antiprotonik''; dan partikel subatomik menghasilkan atau ''atom sigmaonik''.<ref>p. 8, §16.4, §16.5, Deloff.</ref><ref>[https://www.newscientist.com/article/mg12717284-600/ The strange world of the exotic atom], Roger Barrett, Daphne Jackson and Habatwa Mweene, ''New Scientist'', August 4, 1990. accessdate=September 26, 2007.</ref><ref>p. 180, ''Quantum Mechanics'', B. K. Agarwal and Hari Prakash, New Delhi: Prentice-Hall of India Private Ltd., 1997. .</ref> | ||
Tidak seperti lepton, hadron dapat berinteraksi melalui [[gaya nuklir kuat]], sehingga orbital atom hadron dipengaruhi oleh [[gaya nuklir]] antara [[Inti atom|nukleus]] dan hadron. Karena gaya kuat adalah interaksi jarak pendek, efek ini akan terlihat paling kuat jika orbital atom yang terlibat dekat dengan nukleus, ketika tingkat energi yang terlibat dapat meluas atau hilang karena penyerapan hadron oleh nukleus. Atom hadronik, seperti hidrogen pionik dan [[Hidrogen Kaonik|hidrogen kaonik]], dapat memberikan hasil penyelidikan eksperimental dari teori interaksi kuat, [[kromodinamika kuantum]]. | Tidak seperti lepton, hadron dapat berinteraksi melalui [[gaya nuklir kuat]], sehingga orbital atom hadron dipengaruhi oleh [[gaya nuklir]] antara [[Inti atom|nukleus]] dan hadron. Karena gaya kuat adalah interaksi jarak pendek, efek ini akan terlihat paling kuat jika orbital atom yang terlibat dekat dengan nukleus, ketika tingkat energi yang terlibat dapat meluas atau hilang karena penyerapan hadron oleh nukleus.<ref>[https://www.newscientist.com/article/mg12717284-600/ The strange world of the exotic atom], Roger Barrett, Daphne Jackson and Habatwa Mweene, ''New Scientist'', August 4, 1990. accessdate=September 26, 2007.</ref> Atom hadronik, seperti hidrogen pionik dan [[Hidrogen Kaonik|hidrogen kaonik]], dapat memberikan hasil penyelidikan eksperimental dari teori interaksi kuat, [[kromodinamika kuantum]].<ref>[https://cerncourier.com/a/exotic-atoms-cast-light-on-fundamental-questions/ Exotic atoms cast light on fundamental questions], ''CERN Courier'', November 1, 2006. accessdate=September 26, 2007.</ref> | ||
== Onium == | == Onium == | ||
''Onium'' (jamak: ''onia'') adalah kondisi keterikatan partikel dan antipartikelnya. Onium klasik adalah [[positronium]], yang terdiri dari sebuah elektron dan positron yang terikat bersama sebagai kondisi [[metastabil]], dengan masa hidup yang relatif panjang, yaitu 142 ns dalam bentuk triplet. Positronium telah dipelajari sejak tahun 1950-an untuk memahami kondisi keterikatan dalam teori medan kuantum. Perkembangan baru-baru ini yang disebut [[elektrodinamika kuantum non-relativistik]] (NRQED) menggunakan sistem ini sebagai tempat pembuktian. | ''Onium'' (jamak: ''onia'') adalah kondisi keterikatan partikel dan antipartikelnya. Onium klasik adalah [[positronium]], yang terdiri dari sebuah elektron dan positron yang terikat bersama sebagai kondisi [[metastabil]], dengan masa hidup yang relatif panjang, yaitu 142 ns dalam bentuk triplet.<ref>G. S. Adkins. ''Order α 2 Corrections to the Decay Rate of Orthopositronium''. ''Physical Review Letters''. 29 May 2000. Vol. 84 (22). hlm. 5086–5089. doi:10.1103/PhysRevLett.84.5086.</ref> Positronium telah dipelajari sejak tahun 1950-an untuk memahami kondisi keterikatan dalam teori medan kuantum. Perkembangan baru-baru ini yang disebut [[elektrodinamika kuantum non-relativistik]] (NRQED) menggunakan sistem ini sebagai tempat pembuktian. | ||
[[Pionium]], yang merupakan ikatan dari dua [[Pion (fisika)|pion]] bermuatan berlawanan, berguna untuk menjelajahi [[gaya nuklir kuat]]. Hal ini juga berlaku untuk [[protonium]], yang merupakan proton-antiproton dalam kondisi terikat. Memahami kondisi ikatan pionium dan protonium penting untuk mengklarifikasi gagasan yang berkaitan dengan [[hadron eksotis]] seperti [[molekul mesonik]] dan kondisi [[Pentakuark|pentaquark]]. [[Kaonium]], yang merupakan kondisi terikat dari dua kaon yang bermuatan berlawanan, belum diamati secara eksperimental. | [[Pionium]], yang merupakan ikatan dari dua [[Pion (fisika)|pion]] bermuatan berlawanan, berguna untuk menjelajahi [[gaya nuklir kuat]]. Hal ini juga berlaku untuk [[protonium]], yang merupakan proton-antiproton dalam kondisi terikat. Memahami kondisi ikatan pionium dan protonium penting untuk mengklarifikasi gagasan yang berkaitan dengan [[hadron eksotis]] seperti [[molekul mesonik]] dan kondisi [[Pentakuark|pentaquark]]. [[Kaonium]], yang merupakan kondisi terikat dari dua kaon yang bermuatan berlawanan, belum diamati secara eksperimental. | ||
[[Muonium]], terlepas dari namanya, ''bukanlah'' onium yang mengandung muon dan antimuon, karena IUPAC menetapkan nama itu untuk sistem antimuon yang terikat dengan elektron. Namun, produksi muon-antimuon dalam kondisi terikat, yang ''merupakan'' onium (disebut [[muonium sejati]]), telah diteorikan. | [[Muonium]], terlepas dari namanya, ''bukanlah'' onium yang mengandung muon dan antimuon, karena IUPAC menetapkan nama itu untuk sistem antimuon yang terikat dengan elektron. Namun, produksi muon-antimuon dalam kondisi terikat, yang ''merupakan'' onium (disebut [[muonium sejati]]), telah diteorikan.<ref>DOE/SLAC National Accelerator Laboratory. [https://www.sciencedaily.com/releases/2009/05/090529112609.htm Theorists Reveal Path To True Muonium – Never-seen Atom]. ''ScienceDaily''. June 4, 2009.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atom+eksotis&oldid=24112172 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24112172 (2023-09-01T03:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atom+eksotis&oldid=24112172 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24112172 (2023-09-01T03:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.04
Atom eksotis adalah atom normal di mana satu atau lebih partikel sub-atomik telah digantikan oleh partikel lain dengan muatan yang sama. Contoh, elektron dari suatu atom dapat digantikan oleh partikel bermuatan negatif lainnya seperti muon (menjadi atom muonik) atau pion (menjadi atom pionik).[1] Karena partikel pengganti ini biasanya tidak stabil, atom eksotik biasanya memiliki usia hidup yang sangat singkat dan sejauh ini tidak ada atom eksotik yang teramati dapat bertahan dalam kondisi normal.
Atom muonik
Dalam atom muonik (sebelumnya disebut atom mu-mesik, tetapi sekarang dikenal sebagai muon bukan meson),[2] elektron digantikan oleh muon, yang, sama seperti elektron, adalah sebuah lepton. Karena lepton hanya sensitif terhadap gaya nuklir lemah, elektromagnetik, dan gravitasi, atom muonik dapat berdiri sendiri dengan presisi yang sangat tinggi oleh interaksi elektromagnetik.
Karena muon lebih masif daripada elektron, orbit Bohr akan lebih dekat ke inti dalam atom muonik daripada atom biasa, dan koreksi akibat elektrodinamika kuantum akan lebih berperan. Studi tingkat energi atom muonik serta tingkat transisi dari kondisi tereksitasi ke kondisi dasar memberikan tes eksperimental elektrodinamika kuantum.
Fusi yang dikatalisis oleh muon adalah penerapan teknis dari atom muonik.
Muonik helium (Hidrogen-4.1)
Simbol 4.1 H (Hidrogen-4.1) telah digunakan untuk menggambarkan atom eksotik muonik helium (4He-μ), yang seperti helium-4 yang memiliki 2 proton dan 2 neutron.[3] Namun salah satu elektronnya digantikan oleh muon, yang juga bermuatan –1. Karena jari-jari orbit muon kurang dari 1/200 jari-jari orbit elektron (karena rasio massa), muon dapat dianggap sebagai bagian dari nukleus. Atom kemudian memiliki inti dengan 2 proton, 2 neutron dan 1 muon, dengan muatan inti total +1 (dari 2 proton dan 1 muon) dan hanya satu elektron di luar, sehingga secara efektif merupakan isotop hidrogen daripada isotop helium. Berat muon kira-kira 0,1 Da sehingga massa isotopnya adalah 4,1. Karena hanya ada satu elektron di luar inti, atom hidrogen-4.1 dapat bereaksi dengan atom lain. Perilaku kimianya adalah atom hidrogen dan bukan atom helium yang merupakan gas mulia dan sulit bereaksi.[4] Satu-satunya bagian radioaktif dari atom adalah muon. Oleh karena itu, atom meluruh dengan waktu paruh muon, 1,52 mikrodetik (1,52×10 −6 detik).
Atom hadronik
Atom hadronik adalah atom yang salah satu atau lebih elektron orbitalnya digantikan oleh hadron bermuatan negatif.[5] Hadron yang dapat digunakan diantaranya meson seperti pion atau kaon, dan akan menghasilkan atom pionik[6] atau atom kaonik (seperti hidrogen kaonik), secara kolektif disebut atom mesonik; antiproton, menghasilkan atom antiprotonik; dan partikel subatomik menghasilkan atau atom sigmaonik.[7][8][9]
Tidak seperti lepton, hadron dapat berinteraksi melalui gaya nuklir kuat, sehingga orbital atom hadron dipengaruhi oleh gaya nuklir antara nukleus dan hadron. Karena gaya kuat adalah interaksi jarak pendek, efek ini akan terlihat paling kuat jika orbital atom yang terlibat dekat dengan nukleus, ketika tingkat energi yang terlibat dapat meluas atau hilang karena penyerapan hadron oleh nukleus.[10] Atom hadronik, seperti hidrogen pionik dan hidrogen kaonik, dapat memberikan hasil penyelidikan eksperimental dari teori interaksi kuat, kromodinamika kuantum.[11]
Onium
Onium (jamak: onia) adalah kondisi keterikatan partikel dan antipartikelnya. Onium klasik adalah positronium, yang terdiri dari sebuah elektron dan positron yang terikat bersama sebagai kondisi metastabil, dengan masa hidup yang relatif panjang, yaitu 142 ns dalam bentuk triplet.[12] Positronium telah dipelajari sejak tahun 1950-an untuk memahami kondisi keterikatan dalam teori medan kuantum. Perkembangan baru-baru ini yang disebut elektrodinamika kuantum non-relativistik (NRQED) menggunakan sistem ini sebagai tempat pembuktian.
Pionium, yang merupakan ikatan dari dua pion bermuatan berlawanan, berguna untuk menjelajahi gaya nuklir kuat. Hal ini juga berlaku untuk protonium, yang merupakan proton-antiproton dalam kondisi terikat. Memahami kondisi ikatan pionium dan protonium penting untuk mengklarifikasi gagasan yang berkaitan dengan hadron eksotis seperti molekul mesonik dan kondisi pentaquark. Kaonium, yang merupakan kondisi terikat dari dua kaon yang bermuatan berlawanan, belum diamati secara eksperimental.
Muonium, terlepas dari namanya, bukanlah onium yang mengandung muon dan antimuon, karena IUPAC menetapkan nama itu untuk sistem antimuon yang terikat dengan elektron. Namun, produksi muon-antimuon dalam kondisi terikat, yang merupakan onium (disebut muonium sejati), telah diteorikan.[13]
Lihat juga
Referensi
- ↑ §1.8, Constituents of Matter: Atoms, Molecules, Nuclei and Particles, Ludwig Bergmann, Clemens Schaefer, and Wilhelm Raith, Berlin: Walter de Gruyter, 1997, .
- ↑ Dr. Richard Feynman's Douglas Robb Memorial Lectures
- ↑ D. G. Fleming. Kinetic Isotope Effects for the Reactions of Muonic Helium and Muonium with H 2. Science. 28 Jan 2011. Vol. 331 (6016). hlm. 448–450. doi:10.1126/science.1199421.
- ↑ The Muonic Helium Atom. Department of Chemistry. News & Events. The University of British Columbia.
- ↑ p. 3, Fundamentals in Hadronic Atom Theory, A. Deloff, River Edge, New Jersey: World Scientific, 2003. .
- ↑ M. Hori. Laser spectroscopy of pionic helium atoms. Nature. 6 May 2020. Vol. 581 (7806). hlm. 37–41. doi:10.1038/s41586-020-2240-x.
- ↑ p. 8, §16.4, §16.5, Deloff.
- ↑ The strange world of the exotic atom, Roger Barrett, Daphne Jackson and Habatwa Mweene, New Scientist, August 4, 1990. accessdate=September 26, 2007.
- ↑ p. 180, Quantum Mechanics, B. K. Agarwal and Hari Prakash, New Delhi: Prentice-Hall of India Private Ltd., 1997. .
- ↑ The strange world of the exotic atom, Roger Barrett, Daphne Jackson and Habatwa Mweene, New Scientist, August 4, 1990. accessdate=September 26, 2007.
- ↑ Exotic atoms cast light on fundamental questions, CERN Courier, November 1, 2006. accessdate=September 26, 2007.
- ↑ G. S. Adkins. Order α 2 Corrections to the Decay Rate of Orthopositronium. Physical Review Letters. 29 May 2000. Vol. 84 (22). hlm. 5086–5089. doi:10.1103/PhysRevLett.84.5086.
- ↑ DOE/SLAC National Accelerator Laboratory. Theorists Reveal Path To True Muonium – Never-seen Atom. ScienceDaily. June 4, 2009.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24112172 (2023-09-01T03:12:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.