Lompat ke isi

Pasokan dan konsumsi energi dunia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28455213; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pasokan dan konsumsi energi dunia''' merujuk kepada produksi [[energi]] primer global, pertukaran dan konversi energi, dan konsumsi akhir energi. Energi dapat digunakan dalam berbagai cara dan wujud yang berbeda sebagai [[listrik]] atau [[bahan bakar]] yang sudah diproses, atau untuk berbagai jenis kegunaan, seperti untuk transportasi atau [[Pembangkitan listrik|membangkitkan listrik]]. Produksi dan konsumsi energi memainkan bagian yang penting dari [[ekonomi]] dunia. Topik ini mencakup panas, tetapi tidak mencakup energi dari [[makanan]].
[[File:Global_Energy_Consumption.svg|thumb|right|280px|Global Energy Consumption]]


Per tahun 2022, sebagian besar konsumsi energi dunia berasal dari [[bahan bakar fosil]], menyumbang sekitar 80% total pasokan dan konsumsi energi. [[Negara-negara Arab di Teluk Persia|Negara Teluk]] dan [[Rusia]] merupakan eksportir energi major, dengan pelanggan terkemuka yaitu [[Uni Eropa]] dan [[Tiongkok]], yang dimana secara domestik energi yang diproduksi tidak cukup untuk memuaskan permintaan energi. Konsumsi energi umumnya meningkat sekitar 1-2% pertahun, kecuali untuk [[energi surya]] dan [[energi angin]], yang memiliki rata-rata yaitu 20% per tahun pada 2010-an.
'''Pasokan dan konsumsi energi dunia''' merujuk kepada produksi [[energi]] primer global, pertukaran dan konversi energi, dan konsumsi akhir energi. Energi dapat digunakan dalam berbagai cara dan wujud yang berbeda sebagai [[listrik]] atau [[bahan bakar]] yang sudah diproses, atau untuk berbagai jenis kegunaan, seperti untuk transportasi atau [[Pembangkitan listrik|membangkitkan listrik]]. Produksi dan konsumsi energi memainkan bagian yang penting dari [[ekonomi]] dunia. Topik ini mencakup panas, tetapi tidak mencakup energi dari [[makanan]].<ref>[https://www.iea.org/reports/heating Heating – Analysis]. ''IEA''.</ref>


Energi yang diproduksi, seperti dari [[bahan bakar fosil]], diproses agar menjadi lebih cocok untuk dikonsumsi oleh pengguna akhir. Rantai pasokan energi dari produksi awal hingga konsumsi akhir melibatkan berbagai jenis aktivitas yang berbeda, yang akhirnya membuang sejumlah energi berguna (lihat [[eksergi]]).
Per tahun 2022, sebagian besar konsumsi energi dunia berasal dari [[bahan bakar fosil]], menyumbang sekitar 80% total pasokan dan konsumsi energi.<ref>[https://yearbook.enerdata.net/ World Energy Statistics | Enerdata]. Yearbook.enerdata.net.</ref> [[Negara-negara Arab di Teluk Persia|Negara Teluk]] dan [[Rusia]] merupakan eksportir energi major, dengan pelanggan terkemuka yaitu [[Uni Eropa]] dan [[Tiongkok]], yang dimana secara domestik energi yang diproduksi tidak cukup untuk memuaskan permintaan energi. Konsumsi energi umumnya meningkat sekitar 1-2% pertahun,<ref>Hannah Ritchie. [https://ourworldindata.org/energy-production-consumption Energy]. ''Our World in Data''. 2020-11-28.</ref> kecuali untuk [[energi surya]] dan [[energi angin]], yang memiliki rata-rata yaitu 20% per tahun pada 2010-an.<ref>[https://www.reuters.com/business/sustainable-business/global-wind-solar-growth-track-meet-climate-targets-2022-03-30/ Global wind and solar growth on track to meet climate targets]. ''Reuters''. 2022-03-31.</ref><ref>[https://ember-climate.org/insights/research/global-electricity-review-2022/ Global Electricity Review 2022]. ''Ember''. 2022-03-29.</ref>


Konsumsi energi per kapita di Amerika Utara sangat tinggi, sementara di wilayah negara yang lebih kurang berkembang lebih rendah, dan umumnya lebih terbarukan. Terdapat hubungan jelas antara konsumsi energi per kapita dan [[PDB]] per kapita.
Energi yang diproduksi, seperti dari [[bahan bakar fosil]], diproses agar menjadi lebih cocok untuk dikonsumsi oleh pengguna akhir. Rantai pasokan energi dari produksi awal hingga konsumsi akhir melibatkan berbagai jenis aktivitas yang berbeda, yang akhirnya membuang sejumlah energi berguna (lihat [[eksergi]]).<ref>[https://ourworldindata.org/energy-definitions Energy definitions].</ref>


Karena [[Pandemi Covid-19]], terdapat penurunan signifikan dari penggunaan energi di seluruh dunia pada 2020, namun permintaan energi total di seluruh dunia pulih pada 2021, dan mencapai rekor tertinggi pada 2022.
Konsumsi energi per kapita di Amerika Utara sangat tinggi, sementara di wilayah negara yang lebih kurang berkembang lebih rendah, dan umumnya lebih terbarukan.<ref>[https://ourworldindata.org/grapher/per-capita-energy-use Energy use per person].</ref><ref>[https://data.worldbank.org/indicator/EG.FEC.RNEW.ZS?end=2019&start=2019&view=map Renewable energy consumption (% of total final energy consumption) | Data].</ref> Terdapat hubungan jelas antara konsumsi energi per kapita dan [[PDB]] per kapita.<ref>[https://ourworldindata.org/grapher/energy-use-per-person-vs-gdp-per-capita Energy use per person vs. GDP per capita, 2021]. ''Our World in Data''.</ref>


Sebuah masalah yang serius mengenai konsumsi dan produksi energi adalah [[emisi gas rumah kaca]]. Dari sekitar 50 miliar ton gas rumah kaca yang dihasikan pertahun dari seluruh dunia, 36 miliar ton [[karbon dioksida]] dihasilkan dari produksi dan konsumsi energi (kebanyakan darinya berasal dari bahan bakar fosil) pada 2021. Tujuan yang ditetapkan pada [[Persetujuan Paris]] untuk [[Mitigasi perubahan iklim|membatasi perubahan iklim]] akan sulit untuk dicapai. Banyak skenario yang sudah diusulkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, umumnya atas nama [[net nol pada 2050]].
Karena [[Pandemi Covid-19]], terdapat penurunan signifikan dari penggunaan energi di seluruh dunia pada 2020, namun permintaan energi total di seluruh dunia pulih pada 2021, dan mencapai rekor tertinggi pada 2022.<ref>[https://ourworldindata.org/grapher/global-energy-substitution?time=2004..latest Global primary energy consumption by source]. ''Our World in Data''.</ref>
 
Sebuah masalah yang serius mengenai konsumsi dan produksi energi adalah [[emisi gas rumah kaca]]. Dari sekitar 50 miliar ton gas rumah kaca yang dihasikan pertahun dari seluruh dunia,<ref>Hannah Ritchie. [https://ourworldindata.org/greenhouse-gas-emissions CO₂ and Greenhouse Gas Emissions]. ''Our World in Data''. 2020-05-11.</ref> 36 miliar ton [[karbon dioksida]] dihasilkan dari produksi dan konsumsi energi (kebanyakan darinya berasal dari bahan bakar fosil) pada 2021.<ref>[https://www.iea.org/news/global-co2-emissions-rebounded-to-their-highest-level-in-history-in-2021 Global CO2 emissions rebounded to their highest level in history in 2021 - News]. ''IEA''.</ref> Tujuan yang ditetapkan pada [[Persetujuan Paris]] untuk [[Mitigasi perubahan iklim|membatasi perubahan iklim]] akan sulit untuk dicapai.<ref>[https://feu-us.org/our-work/behind-the-climate-pledges/ The Truth Behind the Climate Pledges – FEU-US].</ref> Banyak skenario yang sudah diusulkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, umumnya atas nama [[net nol pada 2050]].


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasokan+dan+konsumsi+energi+dunia&oldid=28455213 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28455213 (2025-11-13T09:04:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasokan+dan+konsumsi+energi+dunia&oldid=28455213 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28455213 (2025-11-13T09:04:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.05

Global Energy Consumption

Pasokan dan konsumsi energi dunia merujuk kepada produksi energi primer global, pertukaran dan konversi energi, dan konsumsi akhir energi. Energi dapat digunakan dalam berbagai cara dan wujud yang berbeda sebagai listrik atau bahan bakar yang sudah diproses, atau untuk berbagai jenis kegunaan, seperti untuk transportasi atau membangkitkan listrik. Produksi dan konsumsi energi memainkan bagian yang penting dari ekonomi dunia. Topik ini mencakup panas, tetapi tidak mencakup energi dari makanan.[1]

Per tahun 2022, sebagian besar konsumsi energi dunia berasal dari bahan bakar fosil, menyumbang sekitar 80% total pasokan dan konsumsi energi.[2] Negara Teluk dan Rusia merupakan eksportir energi major, dengan pelanggan terkemuka yaitu Uni Eropa dan Tiongkok, yang dimana secara domestik energi yang diproduksi tidak cukup untuk memuaskan permintaan energi. Konsumsi energi umumnya meningkat sekitar 1-2% pertahun,[3] kecuali untuk energi surya dan energi angin, yang memiliki rata-rata yaitu 20% per tahun pada 2010-an.[4][5]

Energi yang diproduksi, seperti dari bahan bakar fosil, diproses agar menjadi lebih cocok untuk dikonsumsi oleh pengguna akhir. Rantai pasokan energi dari produksi awal hingga konsumsi akhir melibatkan berbagai jenis aktivitas yang berbeda, yang akhirnya membuang sejumlah energi berguna (lihat eksergi).[6]

Konsumsi energi per kapita di Amerika Utara sangat tinggi, sementara di wilayah negara yang lebih kurang berkembang lebih rendah, dan umumnya lebih terbarukan.[7][8] Terdapat hubungan jelas antara konsumsi energi per kapita dan PDB per kapita.[9]

Karena Pandemi Covid-19, terdapat penurunan signifikan dari penggunaan energi di seluruh dunia pada 2020, namun permintaan energi total di seluruh dunia pulih pada 2021, dan mencapai rekor tertinggi pada 2022.[10]

Sebuah masalah yang serius mengenai konsumsi dan produksi energi adalah emisi gas rumah kaca. Dari sekitar 50 miliar ton gas rumah kaca yang dihasikan pertahun dari seluruh dunia,[11] 36 miliar ton karbon dioksida dihasilkan dari produksi dan konsumsi energi (kebanyakan darinya berasal dari bahan bakar fosil) pada 2021.[12] Tujuan yang ditetapkan pada Persetujuan Paris untuk membatasi perubahan iklim akan sulit untuk dicapai.[13] Banyak skenario yang sudah diusulkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, umumnya atas nama net nol pada 2050.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28455213 (2025-11-13T09:04:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.