Lompat ke isi

Fungsi sebaran dayapantul dwiarah: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28497010; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:BRDF_Diagram.svg|thumb|right|280px|Diagram menunjukkan vektor yang digunakan untuk mendefinisikan BRDF. Semua vektor adalah satuan panjang. \omega_{\text{i}} menunjuk ke arah sumber cahaya. \omega_{\text{r}} menunjuk ke arah penampil (kamera). n apakah permukaannya normal]]
'''Fungsi sebaran dayapantul dwiarah''' ( '''FSDD''' ), simbol <math>f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}})</math>, adalah fungsi dari empat variabel nyata yang menentukan bagaimana cahaya dari suatu sumber dipantulkan pada permukaan [[Kelegapan|buram]]. Ini digunakan dalam [[Optika|optik]] cahaya dunia nyata, dalam algoritma [[Grafika komputer|grafik komputer]], dan dalam algoritma [[visi komputer]]. Fungsinya mengambil arah cahaya yang masuk, <math>\omega_{\text{i}}</math>, dan arah keluar, <math>\omega_{\text{r}}</math> (diambil dalam sistem koordinat dimana [[Biasa (geometri)|permukaannya normal]] <math>\mathbf n</math> terletak di sepanjang sumbu ''z'' ), dan mengembalikan rasio [[Cahaya|pancaran cahaya]] yang keluar <math>\omega_{\text{r}}</math> terhadap kejadian [[penyinaran]] di permukaan dari arah <math>\omega_{\text{i}}</math>. Setiap arah <math>\omega</math> itu sendiri [[Sistem koordinat bola|diparameterisasi oleh]] [[Azimut|sudut azimuth]] <math>\phi</math> dan [[Zenit|sudut puncak]] <math>\theta</math>, oleh karena itu FSDD secara keseluruhan merupakan fungsi dari 4 variabel. FSDD memiliki satuan sr <sup>−1</sup>, dengan [[steradian]] (sr) sebagai satuan [[sudut padat]].
'''Fungsi sebaran dayapantul dwiarah''' ( '''FSDD''' ), simbol <math>f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}})</math>, adalah fungsi dari empat variabel nyata yang menentukan bagaimana cahaya dari suatu sumber dipantulkan pada permukaan [[Kelegapan|buram]]. Ini digunakan dalam [[Optika|optik]] cahaya dunia nyata, dalam algoritma [[Grafika komputer|grafik komputer]], dan dalam algoritma [[visi komputer]]. Fungsinya mengambil arah cahaya yang masuk, <math>\omega_{\text{i}}</math>, dan arah keluar, <math>\omega_{\text{r}}</math> (diambil dalam sistem koordinat dimana [[Biasa (geometri)|permukaannya normal]] <math>\mathbf n</math> terletak di sepanjang sumbu ''z'' ), dan mengembalikan rasio [[Cahaya|pancaran cahaya]] yang keluar <math>\omega_{\text{r}}</math> terhadap kejadian [[penyinaran]] di permukaan dari arah <math>\omega_{\text{i}}</math>. Setiap arah <math>\omega</math> itu sendiri [[Sistem koordinat bola|diparameterisasi oleh]] [[Azimut|sudut azimuth]] <math>\phi</math> dan [[Zenit|sudut puncak]] <math>\theta</math>, oleh karena itu FSDD secara keseluruhan merupakan fungsi dari 4 variabel. FSDD memiliki satuan sr <sup>−1</sup>, dengan [[steradian]] (sr) sebagai satuan [[sudut padat]].


== Definisi ==
== Definisi ==
FSDD pertama kali didefinisikan oleh Fred Nicodemus sekitar tahun 1965. Definisinya adalah:<math display="block">f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}}) \,=\, \frac{\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})}{\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})} \,=\, \frac{\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})}{L_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})\cos\theta_{\text{i}} \mathrm d\omega_{\text{i}}}</math>Di mana <math>L</math> adalah [[Cahaya|pancaran]], atau [[daya]] per satuan [[sudut padat]] -dalam-arah-sinar per satuan [[Daerah yang diproyeksikan|luas proyeksi-]] tegak lurus terhadap sinar, <math>E</math> adalah [[penyinaran|radiasi]], atau daya per satuan ''luas permukaan'', dan <math>\theta_{\text{i}}</math> adalah sudut antara <math>\omega_{\text{i}}</math> dan [[Permukaan normal|permukaannya normal]], <math>\mathbf n</math>. Indeks <math>\text{i}</math> menunjukkan cahaya insiden, sedangkan indeks <math>\text{r}</math> menunjukkan cahaya yang dipantulkan.
FSDD pertama kali didefinisikan oleh Fred Nicodemus sekitar tahun 1965. <ref>Fred Nicodemus. ''Directional reflectance and emissivity of an opaque surface''. ''Applied Optics''. 1965. Vol. 4 (7). hlm. 767–775. doi:10.1364/AO.4.000767.</ref> Definisinya adalah:<math display="block">f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}}) \,=\, \frac{\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})}{\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})} \,=\, \frac{\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})}{L_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})\cos\theta_{\text{i}} \mathrm d\omega_{\text{i}}}</math>Di mana <math>L</math> adalah [[Cahaya|pancaran]], atau [[daya]] per satuan [[sudut padat]] -dalam-arah-sinar per satuan [[Daerah yang diproyeksikan|luas proyeksi-]] tegak lurus terhadap sinar, <math>E</math> adalah [[penyinaran|radiasi]], atau daya per satuan ''luas permukaan'', dan <math>\theta_{\text{i}}</math> adalah sudut antara <math>\omega_{\text{i}}</math> dan [[Permukaan normal|permukaannya normal]], <math>\mathbf n</math>. Indeks <math>\text{i}</math> menunjukkan cahaya insiden, sedangkan indeks <math>\text{r}</math> menunjukkan cahaya yang dipantulkan.


FAlasan fungsi didefinisikan sebagai hasil bagi dua [[Diferensial fungsi|diferensial]] dan bukan secara langsung sebagai hasil bagi antara besaran-besaran yang tidak terdiferensiasi, adalah karena cahaya yang menyinari selain <math>\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})</math>, yang tidak menarik <math>f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}})</math>, mungkin menerangi permukaan yang secara tidak sengaja akan memengaruhi <math>L_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})</math>, sedangkan <math>\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})</math> hanya dipengaruhi oleh <math>\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})</math>.
FAlasan fungsi didefinisikan sebagai hasil bagi dua [[Diferensial fungsi|diferensial]] dan bukan secara langsung sebagai hasil bagi antara besaran-besaran yang tidak terdiferensiasi, adalah karena cahaya yang menyinari selain <math>\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})</math>, yang tidak menarik <math>f_{\text{r}}(\omega_{\text{i}},\, \omega_{\text{r}})</math>, mungkin menerangi permukaan yang secara tidak sengaja akan memengaruhi <math>L_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})</math>, sedangkan <math>\mathrm dL_{\text{r}}(\omega_{\text{r}})</math> hanya dipengaruhi oleh <math>\mathrm dE_{\text{i}}(\omega_{\text{i}})</math>.
Baris 16: Baris 18:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+sebaran+dayapantul+dwiarah&oldid=28497010 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28497010 (2025-11-15T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+sebaran+dayapantul+dwiarah&oldid=28497010 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28497010 (2025-11-15T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.07

Diagram menunjukkan vektor yang digunakan untuk mendefinisikan BRDF. Semua vektor adalah satuan panjang. \omega_{\text{i}} menunjuk ke arah sumber cahaya. \omega_{\text{r}} menunjuk ke arah penampil (kamera). n apakah permukaannya normal

Fungsi sebaran dayapantul dwiarah ( FSDD ), simbol fr(ωi,ωr), adalah fungsi dari empat variabel nyata yang menentukan bagaimana cahaya dari suatu sumber dipantulkan pada permukaan buram. Ini digunakan dalam optik cahaya dunia nyata, dalam algoritma grafik komputer, dan dalam algoritma visi komputer. Fungsinya mengambil arah cahaya yang masuk, ωi, dan arah keluar, ωr (diambil dalam sistem koordinat dimana permukaannya normal 𝐧 terletak di sepanjang sumbu z ), dan mengembalikan rasio pancaran cahaya yang keluar ωr terhadap kejadian penyinaran di permukaan dari arah ωi. Setiap arah ω itu sendiri diparameterisasi oleh sudut azimuth ϕ dan sudut puncak θ, oleh karena itu FSDD secara keseluruhan merupakan fungsi dari 4 variabel. FSDD memiliki satuan sr −1, dengan steradian (sr) sebagai satuan sudut padat.

Definisi

FSDD pertama kali didefinisikan oleh Fred Nicodemus sekitar tahun 1965. [1] Definisinya adalah:fr(ωi,ωr)=dLr(ωr)dEi(ωi)=dLr(ωr)Li(ωi)cosθidωiDi mana L adalah pancaran, atau daya per satuan sudut padat -dalam-arah-sinar per satuan luas proyeksi- tegak lurus terhadap sinar, E adalah radiasi, atau daya per satuan luas permukaan, dan θi adalah sudut antara ωi dan permukaannya normal, 𝐧. Indeks i menunjukkan cahaya insiden, sedangkan indeks r menunjukkan cahaya yang dipantulkan.

FAlasan fungsi didefinisikan sebagai hasil bagi dua diferensial dan bukan secara langsung sebagai hasil bagi antara besaran-besaran yang tidak terdiferensiasi, adalah karena cahaya yang menyinari selain dEi(ωi), yang tidak menarik fr(ωi,ωr), mungkin menerangi permukaan yang secara tidak sengaja akan memengaruhi Lr(ωr), sedangkan dLr(ωr) hanya dipengaruhi oleh dEi(ωi).

Fungsi terkait

Fungsi sebaran dayapantul dwiarah beragam spasial (FPSDBS) adalah fungsi 6 dimensi, fr(ωi,ωr,𝐱), Di mana 𝐱 menggambarkan lokasi 2D di atas permukaan objek.

Fungsi tekstur dwarah ( FTD ) sesuai untuk memodelkan permukaan tidak datar, dan memiliki parameterisasi yang sama dengan FPDDBS; namun sebaliknya, FTD mencakup efek hamburan non-lokal seperti bayangan, penyembunyian, interrefleksi, atau hamburan bawah permukaan. Fungsi yang didefinisikan oleh FTD pada setiap titik di permukaan disebut FPDD Semu.

Fungsi sebaran hamburan dayapantul permukaan dwiarah adalah fungsi 8 dimensi yang digeneralisasikan lebih lanjut S(𝐱i,ωi,𝐱r,ωr) dimana cahaya yang masuk ke permukaan mungkin tersebar secara internal dan keluar di lokasi lain.

Dalam semua kasus ini, ketergantungan pada panjang gelombang cahaya telah diabaikan. Pada kenyataannya, FSDD bergantung pada panjang gelombang, dan untuk memperhitungkan efek seperti permainan warna atau pendaran, ketergantungan pada panjang gelombang harus dibuat eksplisit: fr(λi,ωi,λr,ωr). Perhatikan bahwa dalam kasus umum ketika semua elemen optik linier, fungsinya akan patuh fr(λi,ωi,λr,ωr)=0 kecuali kapan λi=λr : artinya, ia hanya akan memancarkan cahaya pada panjang gelombang yang sama dengan cahaya yang masuk. Dalam hal ini dapat diparameterisasi sebagai fr(λ,ωi,ωr), dengan hanya satu parameter panjang gelombang.

Referensi

  1. Fred Nicodemus. Directional reflectance and emissivity of an opaque surface. Applied Optics. 1965. Vol. 4 (7). hlm. 767–775. doi:10.1364/AO.4.000767.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28497010 (2025-11-15T03:45:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.