Kontrol vektor dorong: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25043701; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Thrust_vectoring_nozzle_test.gif|thumb|right|280px|Thrust vectoring nozzle test]] | |||
'''Vektor dorong''', '''thrust vectoring''' juga dikenal sebagai kontrol vektor dorong, '''thrust vector control''' ('''TVC'''), adalah kemampuan [[pesawat terbang]], [[roket]], atau kendaraan lain untuk memanipulasi arah [[gaya dorong]] dari mesin atau motornya untuk mengontrol sikap atau kecepatan sudut kendaraan. | '''Vektor dorong''', '''thrust vectoring''' juga dikenal sebagai kontrol vektor dorong, '''thrust vector control''' ('''TVC'''), adalah kemampuan [[pesawat terbang]], [[roket]], atau kendaraan lain untuk memanipulasi arah [[gaya dorong]] dari mesin atau motornya untuk mengontrol sikap atau kecepatan sudut kendaraan. | ||
Dalam peroketan dan [[rudal balistik]] yang terbang di luar [[Atmosfer Bumi|atmosfer]], permukaan kendali aerodinamis tidak efektif, sehingga vektor dorong adalah cara utama untuk mengendalikan sikap. Baling-baling knalpot dan mesin gimbal digunakan pada tahun 1930-an oleh [[Robert H. Goddard|Robert Goddard]]. | Dalam peroketan dan [[rudal balistik]] yang terbang di luar [[Atmosfer Bumi|atmosfer]], permukaan kendali aerodinamis tidak efektif, sehingga vektor dorong adalah cara utama untuk mengendalikan sikap. Baling-baling knalpot dan mesin gimbal digunakan pada tahun 1930-an oleh [[Robert H. Goddard|Robert Goddard]]. | ||
Untuk pesawat terbang, metode ini awalnya direncanakan untuk memberikan gaya dorong vertikal ke atas sebagai sarana untuk memberikan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal ('''VTOL''') atau pendek ('''STOL''') pada pesawat. Selanjutnya, disadari bahwa penggunaan gaya dorong vektor dalam situasi pertempuran memungkinkan pesawat melakukan berbagai manuver yang tidak dapat dilakukan oleh pesawat bermesin konvensional. Untuk melakukan belokan, pesawat yang tidak menggunakan vektor dorong harus mengandalkan permukaan kendali aerodinamis saja, seperti [[aileron]] atau [[elevator]]; pesawat dengan vektoring tetap harus menggunakan permukaan kendali, tetapi pada tingkat yang lebih rendah. | Untuk pesawat terbang, metode ini awalnya direncanakan untuk memberikan gaya dorong vertikal ke atas sebagai sarana untuk memberikan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal ('''VTOL''') atau pendek ('''STOL''') pada pesawat. Selanjutnya, disadari bahwa penggunaan gaya dorong vektor dalam situasi pertempuran memungkinkan pesawat melakukan berbagai manuver yang tidak dapat dilakukan oleh pesawat bermesin konvensional. Untuk melakukan belokan, pesawat yang tidak menggunakan vektor dorong harus mengandalkan permukaan kendali aerodinamis saja, seperti [[aileron]] atau [[elevator]]; pesawat dengan vektoring tetap harus menggunakan permukaan kendali, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.<ref>[http://www.fas.org/man/dod-101/sys/missile/row/aa-11.htm AA-11 ARCHER R-73].</ref><ref>George P. Sutton, Oscar Biblarz, ''Rocket Propulsion Elements'', 7th Edition.</ref><ref>Michael D. Griffin and James R. French, ''Space Vehicle Design'', Second Edition.</ref><ref>[https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/20120001536.pdf Reusable Solid Rocket Motor—Accomplishments, Lessons, and a Culture of Success]. ''ntrs.nasa.gov''. 27 September 2011.</ref> | ||
Dalam literatur rudal yang berasal dari sumber-sumber [[Rusia]], vektor dorong sering disebut sebagai kemudi gas-dinamis, '''gas-dynamic steering''' atau kontrol gas-dinamis, '''gas-dynamic control'''. | Dalam literatur rudal yang berasal dari sumber-sumber [[Rusia]], vektor dorong sering disebut sebagai kemudi gas-dinamis, '''gas-dynamic steering''' atau kontrol gas-dinamis, '''gas-dynamic control'''. | ||
| Baris 16: | Baris 17: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontrol+vektor+dorong&oldid=25043701 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25043701 (2023-12-21T12:40:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.10

Vektor dorong, thrust vectoring juga dikenal sebagai kontrol vektor dorong, thrust vector control (TVC), adalah kemampuan pesawat terbang, roket, atau kendaraan lain untuk memanipulasi arah gaya dorong dari mesin atau motornya untuk mengontrol sikap atau kecepatan sudut kendaraan.
Dalam peroketan dan rudal balistik yang terbang di luar atmosfer, permukaan kendali aerodinamis tidak efektif, sehingga vektor dorong adalah cara utama untuk mengendalikan sikap. Baling-baling knalpot dan mesin gimbal digunakan pada tahun 1930-an oleh Robert Goddard.
Untuk pesawat terbang, metode ini awalnya direncanakan untuk memberikan gaya dorong vertikal ke atas sebagai sarana untuk memberikan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) atau pendek (STOL) pada pesawat. Selanjutnya, disadari bahwa penggunaan gaya dorong vektor dalam situasi pertempuran memungkinkan pesawat melakukan berbagai manuver yang tidak dapat dilakukan oleh pesawat bermesin konvensional. Untuk melakukan belokan, pesawat yang tidak menggunakan vektor dorong harus mengandalkan permukaan kendali aerodinamis saja, seperti aileron atau elevator; pesawat dengan vektoring tetap harus menggunakan permukaan kendali, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.[1][2][3][4]
Dalam literatur rudal yang berasal dari sumber-sumber Rusia, vektor dorong sering disebut sebagai kemudi gas-dinamis, gas-dynamic steering atau kontrol gas-dinamis, gas-dynamic control.
Lihat pula
Referensi
- ↑ AA-11 ARCHER R-73.
- ↑ George P. Sutton, Oscar Biblarz, Rocket Propulsion Elements, 7th Edition.
- ↑ Michael D. Griffin and James R. French, Space Vehicle Design, Second Edition.
- ↑ Reusable Solid Rocket Motor—Accomplishments, Lessons, and a Culture of Success. ntrs.nasa.gov. 27 September 2011.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25043701 (2023-12-21T12:40:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.