Lompat ke isi

Induktansi diri: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27869620; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Induktansi diri''' adalah [[induktansi]] yang ditimbulkan akibat [[gaya gerak listrik induksi]] di dalam [[kumparan]]. Penyebabnya adalah perubahan [[fluks magnetik]] pada kumparan. Fluks magnetik ini timbul saat terjadi perubahan [[arus listrik]] di dalam kumparan yang menghasilkan [[Gaya gerak proton|beda potensial]] di ujung-ujung kumparan. Induktansi diri terjadi selama proses penghubungan dan pemutusan arus listrik pada suatu [[rangkaian listrik]]. Gaya gerak listrik yang dihasilkan selama induktansi diri disebut [[gaya gerak listrik induksi diri]].  Induktansi diri berguna dalam mengukur kemampuan sebuah kumparan dalam menghasilkan gaya gerak listrik induksi. Nilai induktansi diri dinyatakan dengan satuan [[Henry (satuan)|Henry]]. Pengukurannya dilakukan selama kumparan tersebut mengalami perubahan arus listrik. Gaya gerak listrik induksi semakin besar jika induktansi diri semakin besar. Penambahan jumlah lilitan akan memperbesar nilai indusktasi diri. Selain itu, memperbesar luas penampang juga akan memperbesar nilai induktansi diri. Sebaliknya, induktansi diri akan berkurang jika panjang [[solenoid]] bertambah. Faktor yang paling memengaruhi nilai induktansi diri adalah jumlah lilitan. Nilai induktansi diri merupakan hasil [[Pangkat dua|kuadrat]] dari jumlah lilitan.
'''Induktansi diri''' adalah [[induktansi]] yang ditimbulkan akibat [[gaya gerak listrik induksi]] di dalam [[kumparan]]. Penyebabnya adalah perubahan [[fluks magnetik]] pada kumparan. Fluks magnetik ini timbul saat terjadi perubahan [[arus listrik]] di dalam kumparan yang menghasilkan [[Gaya gerak proton|beda potensial]] di ujung-ujung kumparan. Induktansi diri terjadi selama proses penghubungan dan pemutusan arus listrik pada suatu [[rangkaian listrik]]. Gaya gerak listrik yang dihasilkan selama induktansi diri disebut [[gaya gerak listrik induksi diri]].<ref>Siswanto, J., Susantini, E., dan Jatmiko, B. [http://repository.unesa.ac.id/sysop/files/2019-05-09_Paten6%20Jatmi.pdf Fisika Dasar: Seri Listrik Arus Searah dan Kemagnetan]. UPGRIS Press. 2018. hlm. 71-72. ISBN 978-602-5784-14-9.</ref> Induktansi diri berguna dalam mengukur kemampuan sebuah kumparan dalam menghasilkan gaya gerak listrik induksi. Nilai induktansi diri dinyatakan dengan satuan [[Henry (satuan)|Henry]]. Pengukurannya dilakukan selama kumparan tersebut mengalami perubahan arus listrik. Gaya gerak listrik induksi semakin besar jika induktansi diri semakin besar. Penambahan jumlah lilitan akan memperbesar nilai indusktasi diri. Selain itu, memperbesar luas penampang juga akan memperbesar nilai induktansi diri. Sebaliknya, induktansi diri akan berkurang jika panjang [[solenoid]] bertambah. Faktor yang paling memengaruhi nilai induktansi diri adalah jumlah lilitan. Nilai induktansi diri merupakan hasil [[Pangkat dua|kuadrat]] dari jumlah lilitan.<ref>Mikrajuddin Abdullah. [https://firmanlaurensius.files.wordpress.com/2017/05/fisika-dasar-ii-mikrajuddin-abdullah-mei-2017.pdf Fisika Dasar II]. Institut Teknologi Bandung. 2017. hlm. 435-436.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induktansi+diri&oldid=27869620 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27869620 (2025-09-22T09:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induktansi+diri&oldid=27869620 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27869620 (2025-09-22T09:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.12

Induktansi diri adalah induktansi yang ditimbulkan akibat gaya gerak listrik induksi di dalam kumparan. Penyebabnya adalah perubahan fluks magnetik pada kumparan. Fluks magnetik ini timbul saat terjadi perubahan arus listrik di dalam kumparan yang menghasilkan beda potensial di ujung-ujung kumparan. Induktansi diri terjadi selama proses penghubungan dan pemutusan arus listrik pada suatu rangkaian listrik. Gaya gerak listrik yang dihasilkan selama induktansi diri disebut gaya gerak listrik induksi diri.[1] Induktansi diri berguna dalam mengukur kemampuan sebuah kumparan dalam menghasilkan gaya gerak listrik induksi. Nilai induktansi diri dinyatakan dengan satuan Henry. Pengukurannya dilakukan selama kumparan tersebut mengalami perubahan arus listrik. Gaya gerak listrik induksi semakin besar jika induktansi diri semakin besar. Penambahan jumlah lilitan akan memperbesar nilai indusktasi diri. Selain itu, memperbesar luas penampang juga akan memperbesar nilai induktansi diri. Sebaliknya, induktansi diri akan berkurang jika panjang solenoid bertambah. Faktor yang paling memengaruhi nilai induktansi diri adalah jumlah lilitan. Nilai induktansi diri merupakan hasil kuadrat dari jumlah lilitan.[2]

Referensi

  1. Siswanto, J., Susantini, E., dan Jatmiko, B. Fisika Dasar: Seri Listrik Arus Searah dan Kemagnetan. UPGRIS Press. 2018. hlm. 71-72. ISBN 978-602-5784-14-9.
  2. Mikrajuddin Abdullah. Fisika Dasar II. Institut Teknologi Bandung. 2017. hlm. 435-436.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27869620 (2025-09-22T09:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.