Spektroskopi gelombang mikro: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29627470; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
<blockquote>Molekul amonia <sub>NH3</sub> berbentuk seperti piramida setinggi 0,38 Å, dengan segitiga sama sisi hidrogen membentuk alasnya. Nitrogen yang terletak pada sumbu memiliki dua posisi kesetimbangan yang setara di atas dan di bawah segitiga hidrogen, dan ini menimbulkan kemungkinan nitrogen mengalir ke atas dan ke bawah, melalui bidang atom H. Pada tahun 1932 [[David M. Dennison|Dennison]] dkk. menganalisis energi getaran molekul ini dan menyimpulkan bahwa energi getaran akan terbagi menjadi pasangan dengan adanya dua posisi keseimbangan ini. Tahun berikutnya Wright dan Randall mengamati... pemisahan 0,67 cm<sup>–1</sup> pada garis inframerah jauh, yang sesuai dengan frekuensi 20 GHz, nilai yang diprediksi oleh teori. Pada tahun 1934 Cleeton dan Williams... membangun spektrometer echelle kisi untuk mengukur pemisahan ini secara langsung, sehingga memulai bidang spektroskopi gelombang mikro. Mereka mengamati garis serapan yang agak asimetris dengan maksimum pada 24 GHz dan lebar penuh pada setengah tinggi 12 GHz.</blockquote> | <blockquote>Molekul amonia <sub>NH3</sub> berbentuk seperti piramida setinggi 0,38 Å, dengan segitiga sama sisi hidrogen membentuk alasnya. Nitrogen yang terletak pada sumbu memiliki dua posisi kesetimbangan yang setara di atas dan di bawah segitiga hidrogen, dan ini menimbulkan kemungkinan nitrogen mengalir ke atas dan ke bawah, melalui bidang atom H. Pada tahun 1932 [[David M. Dennison|Dennison]] dkk. menganalisis energi getaran molekul ini dan menyimpulkan bahwa energi getaran akan terbagi menjadi pasangan dengan adanya dua posisi keseimbangan ini. Tahun berikutnya Wright dan Randall mengamati... pemisahan 0,67 cm<sup>–1</sup> pada garis inframerah jauh, yang sesuai dengan frekuensi 20 GHz, nilai yang diprediksi oleh teori. Pada tahun 1934 Cleeton dan Williams... membangun spektrometer echelle kisi untuk mengukur pemisahan ini secara langsung, sehingga memulai bidang spektroskopi gelombang mikro. Mereka mengamati garis serapan yang agak asimetris dengan maksimum pada 24 GHz dan lebar penuh pada setengah tinggi 12 GHz.<ref>Gareth R. Eaton. [https://books.google.com/books?id=PBjtCgAAQBAJ&pg=PA15 Foundations Of Modern Epr]. World Scientific. 1998-05-08. ISBN 978-981-4496-81-0.</ref></blockquote> | ||
== Dalam fisika molekuler == | == Dalam fisika molekuler == | ||
Dalam bidang [[fisika molekuler]], spektroskopi gelombang mikro umumnya digunakan untuk menyelidiki rotasi molekul.<ref>W. Gordy. ''Microwave Molecular Spectra in Technique of Organic Chemistry''. Interscience. 1970. Vol. IX.</ref> | |||
Dalam bidang [[fisika molekuler]], spektroskopi gelombang mikro umumnya digunakan untuk menyelidiki rotasi molekul. | |||
== Dalam fisika benda terkondensasi == | == Dalam fisika benda terkondensasi == | ||
Dalam bidang [[fisika benda terkondensasi]], spektroskopi gelombang mikro digunakan untuk mendeteksi fenomena dinamis muatan atau spin pada frekuensi GHz (sesuai dengan skala waktu nanodetik) dan skala [[energi dalam]] rezim μeV. Sesuai dengan skala energi ini, spektroskopi gelombang mikro pada benda padat sering dilakukan sebagai fungsi suhu (hingga [[Kriogenik|rezim kriogenik]] beberapa K atau bahkan lebih rendah) dan/atau medan magnet (dengan [[medan hingga]] beberapa T). [[Spektroskopi]] secara tradisional mempertimbangkan respons bahan yang bergantung pada frekuensi, dan dalam studi dielektrik, spektroskopi gelombang mikro sering kali mencakup rentang frekuensi yang luas. Sebaliknya, untuk sampel konduktif maupun resonansi magnetik, percobaan pada frekuensi tetap merupakan hal yang umum (menggunakan resonator gelombang mikro yang sangat sensitif), tetapi pengukuran yang bergantung pada frekuensi juga dimungkinkan. | Dalam bidang [[fisika benda terkondensasi]], spektroskopi gelombang mikro digunakan untuk mendeteksi fenomena dinamis muatan atau spin pada frekuensi GHz (sesuai dengan skala waktu nanodetik) dan skala [[energi dalam]] rezim μeV. Sesuai dengan skala energi ini, spektroskopi gelombang mikro pada benda padat sering dilakukan sebagai fungsi suhu (hingga [[Kriogenik|rezim kriogenik]] beberapa K atau bahkan lebih rendah)<ref>Jerzy Krupka. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1999MeScT..10..387K Complex permittivity of some ultralow loss dielectric crystals at cryogenic temperatures]. ''Measurement Science and Technology''. 1999-05-01. Vol. 10. hlm. 387–392. doi:10.1088/0957-0233/10/5/308.</ref> dan/atau medan magnet (dengan [[medan hingga]] beberapa T). [[Spektroskopi]] secara tradisional mempertimbangkan respons bahan yang bergantung pada frekuensi, dan dalam studi dielektrik, spektroskopi gelombang mikro sering kali mencakup rentang frekuensi yang luas. Sebaliknya, untuk sampel konduktif maupun resonansi magnetik, percobaan pada frekuensi tetap merupakan hal yang umum (menggunakan resonator gelombang mikro yang sangat sensitif),<ref>W. N. Hardy. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.70.3999 Precision measurements of the temperature dependence of λ in YBa 2 Cu 3 O 6.95 : Strong evidence for nodes in the gap function]. ''Physical Review Letters''. 1993-06-21. Vol. 70 (25). hlm. 3999–4002. doi:10.1103/PhysRevLett.70.3999.</ref> tetapi pengukuran yang bergantung pada frekuensi juga dimungkinkan.<ref>Marc Scheffler. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/pssb.201200925 Microwave spectroscopy on heavy‐fermion systems: Probing the dynamics of charges and magnetic moments]. ''physica status solidi (b)''. 2013-03. Vol. 250 (3). hlm. 439–449. doi:10.1002/pssb.201200925.</ref> | ||
=== Menyelidiki muatan dalam fisika benda terkondensasi === | === Menyelidiki muatan dalam fisika benda terkondensasi === | ||
Untuk bahan isolasi (baik padat maupun cair), penyelidikan dinamika muatan dengan gelombang mikro merupakan bagian dari [[spektroskopi dielektrik]]. Di antara bahan konduktif, [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] adalah kelas bahan yang sering dipelajari dengan spektroskopi gelombang mikro, memberikan informasi tentang kedalaman penetrasi (diatur oleh kondensat superkonduktor), celah energi (eksitasi partikel tunggal dari pasangan Cooper ), dan dinamika kuasipartikel. | Untuk bahan isolasi (baik padat maupun cair),<ref>Udo Kaatze. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/2006MeScT..17R..17K/abstract REVIEW ARTICLE: Broadband dielectric spectrometry of liquids and biosystems]. ''Measurement Science and Technology''. 2006-02-01. Vol. 17. hlm. R17–R35. doi:10.1088/0957-0233/17/2/R01.</ref> penyelidikan dinamika muatan dengan gelombang mikro merupakan bagian dari [[spektroskopi dielektrik]]. Di antara bahan konduktif, [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] adalah kelas bahan yang sering dipelajari dengan spektroskopi gelombang mikro, memberikan informasi tentang kedalaman penetrasi (diatur oleh kondensat superkonduktor),<ref>W. N. Hardy. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.70.3999 Precision measurements of the temperature dependence of λ in YBa 2 Cu 3 O 6.95 : Strong evidence for nodes in the gap function]. ''Physical Review Letters''. 1993-06-21. Vol. 70 (25). hlm. 3999–4002. doi:10.1103/PhysRevLett.70.3999.</ref><ref>K. Hashimoto. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/2009PhRvL.102a7002H/abstract Microwave Penetration Depth and Quasiparticle Conductivity of PrFeAsO1-y Single Crystals: Evidence for a Full-Gap Superconductor]. ''Physical Review Letters''. 2009-01-01. Vol. 102. hlm. 017002. doi:10.1103/PhysRevLett.102.017002.</ref> celah energi (eksitasi partikel tunggal dari pasangan Cooper ), dan dinamika kuasipartikel.<ref>A. Hosseini. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1999PhRvB..60.1349H/abstract Microwave spectroscopy of thermally excited quasiparticles in YBa2Cu3O6.99]. ''Physical Review B''. 1999-07-01. Vol. 60. hlm. 1349–1359. doi:10.1103/PhysRevB.60.1349.</ref> | ||
Kelas material lain yang telah dipelajari menggunakan spektroskopi gelombang mikro pada suhu rendah adalah logam [[fermion]] berat dengan [[model drude|tingkat relaksasi Drude]] pada frekuensi GHz. | Kelas material lain yang telah dipelajari menggunakan spektroskopi gelombang mikro pada suhu rendah adalah logam [[fermion]] berat dengan [[model drude|tingkat relaksasi Drude]] pada frekuensi GHz.<ref>Marc Scheffler. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/pssb.201200925 Microwave spectroscopy on heavy‐fermion systems: Probing the dynamics of charges and magnetic moments]. ''physica status solidi (b)''. 2013-03. Vol. 250 (3). hlm. 439–449. doi:10.1002/pssb.201200925.</ref> | ||
=== Menyelidiki putaran dalam fisika materi terkondensasi === | === Menyelidiki putaran dalam fisika materi terkondensasi === | ||
Gelombang mikro yang mengenai materi biasanya berinteraksi dengan muatan dan juga dengan [[spin]] (melalui komponen medan listrik dan magnet), dengan respons muatan biasanya jauh lebih kuat daripada respons spin. Namun dalam kasus resonansi magnetik, putaran dapat langsung diuji menggunakan gelombang mikro. Untuk bahan paramagnetik, teknik ini disebut resonansi spin elektron (ESR) dan untuk bahan feromagnetik resonansi feromagnetik (FMR). Dalam kasus paramagnetik, percobaan semacam itu menyelidiki [[Efek Zeeman|pemisahan Zeeman]], dengan hubungan linear antara medan magnet eksternal statis dan frekuensi medan gelombang mikro penyelidik. Kombinasi populer, seperti yang diterapkan dalam spektrometer ESR pita-X komersial, adalah sekitar 0,3 T (medan statis) dan 10 GHz (frekuensi gelombang mikro) untuk material tipikal dengan faktor g elektron mendekati 2. | Gelombang mikro yang mengenai materi biasanya berinteraksi dengan muatan dan juga dengan [[spin]] (melalui komponen medan listrik dan magnet), dengan respons muatan biasanya jauh lebih kuat daripada respons spin. Namun dalam kasus resonansi magnetik, putaran dapat langsung diuji menggunakan gelombang mikro. Untuk bahan paramagnetik, teknik ini disebut resonansi spin elektron (ESR) dan untuk bahan feromagnetik resonansi feromagnetik (FMR).<ref>Michael Farle. [https://ui.adsabs.harvard.edu/abs/1998RPPh...61..755F/abstract Ferromagnetic resonance of ultrathin metallic layers]. ''Reports on Progress in Physics''. 1998-07-01. Vol. 61. hlm. 755–826. doi:10.1088/0034-4885/61/7/001.</ref> Dalam kasus paramagnetik, percobaan semacam itu menyelidiki [[Efek Zeeman|pemisahan Zeeman]], dengan hubungan linear antara medan magnet eksternal statis dan frekuensi medan gelombang mikro penyelidik. Kombinasi populer, seperti yang diterapkan dalam spektrometer ESR pita-X komersial, adalah sekitar 0,3 T (medan statis) dan 10 GHz (frekuensi gelombang mikro) untuk material tipikal dengan faktor g elektron mendekati 2. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi+gelombang+mikro&oldid=29627470 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29627470 (2026-08-24T04:16:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi+gelombang+mikro&oldid=29627470 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29627470 (2026-08-24T04:16:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.23
Spektroskopi gelombang mikro adalah metode spektroskopi yang menggunakan gelombang mikro, yaitu radiasi elektromagnetik pada frekuensi GHz, untuk mempelajari materi.
Sejarah
Molekul amonia NH3 berbentuk seperti piramida setinggi 0,38 Å, dengan segitiga sama sisi hidrogen membentuk alasnya. Nitrogen yang terletak pada sumbu memiliki dua posisi kesetimbangan yang setara di atas dan di bawah segitiga hidrogen, dan ini menimbulkan kemungkinan nitrogen mengalir ke atas dan ke bawah, melalui bidang atom H. Pada tahun 1932 Dennison dkk. menganalisis energi getaran molekul ini dan menyimpulkan bahwa energi getaran akan terbagi menjadi pasangan dengan adanya dua posisi keseimbangan ini. Tahun berikutnya Wright dan Randall mengamati... pemisahan 0,67 cm–1 pada garis inframerah jauh, yang sesuai dengan frekuensi 20 GHz, nilai yang diprediksi oleh teori. Pada tahun 1934 Cleeton dan Williams... membangun spektrometer echelle kisi untuk mengukur pemisahan ini secara langsung, sehingga memulai bidang spektroskopi gelombang mikro. Mereka mengamati garis serapan yang agak asimetris dengan maksimum pada 24 GHz dan lebar penuh pada setengah tinggi 12 GHz.[1]
Dalam fisika molekuler
Dalam bidang fisika molekuler, spektroskopi gelombang mikro umumnya digunakan untuk menyelidiki rotasi molekul.[2]
Dalam fisika benda terkondensasi
Dalam bidang fisika benda terkondensasi, spektroskopi gelombang mikro digunakan untuk mendeteksi fenomena dinamis muatan atau spin pada frekuensi GHz (sesuai dengan skala waktu nanodetik) dan skala energi dalam rezim μeV. Sesuai dengan skala energi ini, spektroskopi gelombang mikro pada benda padat sering dilakukan sebagai fungsi suhu (hingga rezim kriogenik beberapa K atau bahkan lebih rendah)[3] dan/atau medan magnet (dengan medan hingga beberapa T). Spektroskopi secara tradisional mempertimbangkan respons bahan yang bergantung pada frekuensi, dan dalam studi dielektrik, spektroskopi gelombang mikro sering kali mencakup rentang frekuensi yang luas. Sebaliknya, untuk sampel konduktif maupun resonansi magnetik, percobaan pada frekuensi tetap merupakan hal yang umum (menggunakan resonator gelombang mikro yang sangat sensitif),[4] tetapi pengukuran yang bergantung pada frekuensi juga dimungkinkan.[5]
Menyelidiki muatan dalam fisika benda terkondensasi
Untuk bahan isolasi (baik padat maupun cair),[6] penyelidikan dinamika muatan dengan gelombang mikro merupakan bagian dari spektroskopi dielektrik. Di antara bahan konduktif, superkonduktor adalah kelas bahan yang sering dipelajari dengan spektroskopi gelombang mikro, memberikan informasi tentang kedalaman penetrasi (diatur oleh kondensat superkonduktor),[7][8] celah energi (eksitasi partikel tunggal dari pasangan Cooper ), dan dinamika kuasipartikel.[9]
Kelas material lain yang telah dipelajari menggunakan spektroskopi gelombang mikro pada suhu rendah adalah logam fermion berat dengan tingkat relaksasi Drude pada frekuensi GHz.[10]
Menyelidiki putaran dalam fisika materi terkondensasi
Gelombang mikro yang mengenai materi biasanya berinteraksi dengan muatan dan juga dengan spin (melalui komponen medan listrik dan magnet), dengan respons muatan biasanya jauh lebih kuat daripada respons spin. Namun dalam kasus resonansi magnetik, putaran dapat langsung diuji menggunakan gelombang mikro. Untuk bahan paramagnetik, teknik ini disebut resonansi spin elektron (ESR) dan untuk bahan feromagnetik resonansi feromagnetik (FMR).[11] Dalam kasus paramagnetik, percobaan semacam itu menyelidiki pemisahan Zeeman, dengan hubungan linear antara medan magnet eksternal statis dan frekuensi medan gelombang mikro penyelidik. Kombinasi populer, seperti yang diterapkan dalam spektrometer ESR pita-X komersial, adalah sekitar 0,3 T (medan statis) dan 10 GHz (frekuensi gelombang mikro) untuk material tipikal dengan faktor g elektron mendekati 2.
Referensi
- ↑ Gareth R. Eaton. Foundations Of Modern Epr. World Scientific. 1998-05-08. ISBN 978-981-4496-81-0.
- ↑ W. Gordy. Microwave Molecular Spectra in Technique of Organic Chemistry. Interscience. 1970. Vol. IX.
- ↑ Jerzy Krupka. Complex permittivity of some ultralow loss dielectric crystals at cryogenic temperatures. Measurement Science and Technology. 1999-05-01. Vol. 10. hlm. 387–392. doi:10.1088/0957-0233/10/5/308.
- ↑ W. N. Hardy. Precision measurements of the temperature dependence of λ in YBa 2 Cu 3 O 6.95 : Strong evidence for nodes in the gap function. Physical Review Letters. 1993-06-21. Vol. 70 (25). hlm. 3999–4002. doi:10.1103/PhysRevLett.70.3999.
- ↑ Marc Scheffler. Microwave spectroscopy on heavy‐fermion systems: Probing the dynamics of charges and magnetic moments. physica status solidi (b). 2013-03. Vol. 250 (3). hlm. 439–449. doi:10.1002/pssb.201200925.
- ↑ Udo Kaatze. REVIEW ARTICLE: Broadband dielectric spectrometry of liquids and biosystems. Measurement Science and Technology. 2006-02-01. Vol. 17. hlm. R17–R35. doi:10.1088/0957-0233/17/2/R01.
- ↑ W. N. Hardy. Precision measurements of the temperature dependence of λ in YBa 2 Cu 3 O 6.95 : Strong evidence for nodes in the gap function. Physical Review Letters. 1993-06-21. Vol. 70 (25). hlm. 3999–4002. doi:10.1103/PhysRevLett.70.3999.
- ↑ K. Hashimoto. Microwave Penetration Depth and Quasiparticle Conductivity of PrFeAsO1-y Single Crystals: Evidence for a Full-Gap Superconductor. Physical Review Letters. 2009-01-01. Vol. 102. hlm. 017002. doi:10.1103/PhysRevLett.102.017002.
- ↑ A. Hosseini. Microwave spectroscopy of thermally excited quasiparticles in YBa2Cu3O6.99. Physical Review B. 1999-07-01. Vol. 60. hlm. 1349–1359. doi:10.1103/PhysRevB.60.1349.
- ↑ Marc Scheffler. Microwave spectroscopy on heavy‐fermion systems: Probing the dynamics of charges and magnetic moments. physica status solidi (b). 2013-03. Vol. 250 (3). hlm. 439–449. doi:10.1002/pssb.201200925.
- ↑ Michael Farle. Ferromagnetic resonance of ultrathin metallic layers. Reports on Progress in Physics. 1998-07-01. Vol. 61. hlm. 755–826. doi:10.1088/0034-4885/61/7/001.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29627470 (2026-08-24T04:16:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.