Lompat ke isi

Hipernasalitas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27932542; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Head_neck_vsphincter-id.png|thumb|right|280px|Head neck vsphincter-id]]
'''Pengucapan Hipernasalitas''' atau '''Hiper-sengauan''' ( ) merupakan kelainan yang menyebabkan [[resonansi]] tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya [[aliran udara]] yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh [[rongga hidung|kavitas hidung]] yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada [[langit-langit lunak]] dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, '''sengauan''' dianggap sebagai [[penyengauan]] dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam [[konsonan]] maupin [[vokal]] dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan [[katup velofaringal]] antara [[pita suara]] dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau menurunkan velum atau langit-langit lembut.
'''Pengucapan Hipernasalitas''' atau '''Hiper-sengauan''' ( ) merupakan kelainan yang menyebabkan [[resonansi]] tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya [[aliran udara]] yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh [[rongga hidung|kavitas hidung]] yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada [[langit-langit lunak]] dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, '''sengauan''' dianggap sebagai [[penyengauan]] dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam [[konsonan]] maupin [[vokal]] dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan [[katup velofaringal]] antara [[pita suara]] dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau menurunkan velum atau langit-langit lembut.


Baris 4: Baris 6:
[[Langit-langit mulut]] terdiri atas dua bgaian, yakni: [[palatum durum|langit-langit keras]] (palatum durum) dan [[palatum molle|langit-langit lembut]] (palatum molle), yang tersambung dengan tekak (uvula). Gerakan dari langit-langit lembut dan tekak dihasilkan dari otot velofaringeal. Saat berbicara atau menelan sesuatu, langit-langit terangkat dan berlawanan arah dengan dinding tenggorokan, sehingga saluran rongga hidung akan tertutup. Sedangkan jika otot langit-langit lembut mengalami relaksasi, maka mulut menghasilkan suara [[konsonan sengau|sengauan]]  (seperti "m", "n", dan "ng"), dikarenakan aliran udara dapat melewati rongga-hidung
[[Langit-langit mulut]] terdiri atas dua bgaian, yakni: [[palatum durum|langit-langit keras]] (palatum durum) dan [[palatum molle|langit-langit lembut]] (palatum molle), yang tersambung dengan tekak (uvula). Gerakan dari langit-langit lembut dan tekak dihasilkan dari otot velofaringeal. Saat berbicara atau menelan sesuatu, langit-langit terangkat dan berlawanan arah dengan dinding tenggorokan, sehingga saluran rongga hidung akan tertutup. Sedangkan jika otot langit-langit lembut mengalami relaksasi, maka mulut menghasilkan suara [[konsonan sengau|sengauan]]  (seperti "m", "n", dan "ng"), dikarenakan aliran udara dapat melewati rongga-hidung


Juga terdapat [[saluran Eustasius]] yang menghubungkan [[telinga tengah]] dan [[faring manusia#Nasofaring|faring sengauan]] dengan satu lubang keluarnya terletak didekat otot velofaringal. Biasanya, saluran ini digunakan sebagai jalan [[aerasi]] dan drainase (atau sekresi) dari telinga tengah. Lubang ini terbuka saat menelan ataupun menguap, juga dibuka ataupun ditutup oleh [[tensor veli palatini]] dan [[levator veli palatini]] (otot langit-langit lembut). Anak-anak dengan kelainan [[langit-langit mulut sumbing]] (keadaan dimana langit-langit mulut "terbelah") memiliki kesulitan mengendalikan otot-otot di area ini dan juga tidak bisa untuk membuka saluran Eustasius. Ini juga akan menyebabkan kotoran yang terdapat dan bertumpuk di telinga tengah dan menyebabkan disfungsional untuk waktu yang lama, dan kemudian dapat berdampak pada kehilangan pendengaran dan [[infeksi telinga|infeksi telinga tengah]]. Dampak yang paling parah dari kehilangan ataupun gangguan pendengaran adalah perkembangan pengucapan dan berbahasa yang tidak sempurna.
Juga terdapat [[saluran Eustasius]] yang menghubungkan [[telinga tengah]] dan [[faring manusia#Nasofaring|faring sengauan]] dengan satu lubang keluarnya terletak didekat otot velofaringal. Biasanya, saluran ini digunakan sebagai jalan [[aerasi]] dan drainase (atau sekresi) dari telinga tengah. Lubang ini terbuka saat menelan ataupun menguap, juga dibuka ataupun ditutup oleh [[tensor veli palatini]] dan [[levator veli palatini]] (otot langit-langit lembut). Anak-anak dengan kelainan [[langit-langit mulut sumbing]] (keadaan dimana langit-langit mulut "terbelah") memiliki kesulitan mengendalikan otot-otot di area ini dan juga tidak bisa untuk membuka saluran Eustasius. Ini juga akan menyebabkan kotoran yang terdapat dan bertumpuk di telinga tengah dan menyebabkan disfungsional untuk waktu yang lama, dan kemudian dapat berdampak pada kehilangan pendengaran dan [[infeksi telinga|infeksi telinga tengah]]. Dampak yang paling parah dari kehilangan ataupun gangguan pendengaran adalah perkembangan pengucapan dan berbahasa yang tidak sempurna.<ref>[http://www.schisis.nl/nvsca/pag.php?id=paK&item=pal#palsluit01 Specifieke informatie over schisis per type schisis]. Nederlandse Vereniging voor Schisis en Craniofaciale Afwijkingen. 2012.</ref><ref>B. Stegenga. ''Mondziekten en kaakchirurgie''. Van Gorcum. 2000. hlm. 388. ISBN 9789023235002.</ref>


== Penyebab ==
== Penyebab ==
Istilah umum untuk kelainan pada katup velofaringal adalah disfungsi velofaringal atau ''velopharyngeal dysfunction'' (VPD). Istilah ini mencangkup tiga kelainan, yakni: ketidakcukupan velofaringal, [[ketidakcakapan velofaringal]], dan kesalahan gerakan velofaringal.
Istilah umum untuk kelainan pada katup velofaringal adalah disfungsi velofaringal atau ''velopharyngeal dysfunction'' (VPD). Istilah ini mencangkup tiga kelainan, yakni: ketidakcukupan velofaringal, [[ketidakcakapan velofaringal]], dan kesalahan gerakan velofaringal.
*Ketidakcukupan velofaringal (''Velopharyngeal insufficiency'') dapat disebabkan oleh kelainan anatomikal dari tenggorokan. Kelainan ini terjadi pada anak anak dengan bekas ataupun pernah mengalami langit-langit sumbing atau celah submukosa, sehingga memiliki [[langit-langit lembut|vela]] yang pendek ataupun abnormal. Ketidakcukuoan juga dapat terjadi setelah adanya
*Ketidakcukupan velofaringal (''Velopharyngeal insufficiency'') dapat disebabkan oleh kelainan anatomikal dari tenggorokan. Kelainan ini terjadi pada anak anak dengan bekas ataupun pernah mengalami langit-langit sumbing atau celah submukosa, sehingga memiliki [[langit-langit lembut|vela]] yang pendek ataupun abnormal. Ketidakcukuoan juga dapat terjadi setelah adanya
[[adenoidektomi]].
[[adenoidektomi]].
*Ketidakcakapan velofaringal (''Velopharyngeal incompetence'') merupakan penutupan katup velofaringal yang kurang tepat dikarenakan oleh kurangnya kecepatan dan presisi. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada sistem neurologis ataupun karena cedera (sebagai contoh, ''[[cerebral palsy]]'' atau cedera traumatik pada otak).
*Ketidakcakapan velofaringal (''Velopharyngeal incompetence'') merupakan penutupan katup velofaringal yang kurang tepat dikarenakan oleh kurangnya kecepatan dan presisi. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada sistem neurologis ataupun karena cedera (sebagai contoh, ''[[cerebral palsy]]'' atau cedera traumatik pada otak).
*Terkadang anak-anak yang tidak memiliki kelainan pada anatominya masih  memiliki hipernasal, ini biasanya disebabkan oleh kesalahan gerakan velofaringal, yang mengindikasikan bahwa anak tersebut kemungkinan telah menirukan atau tidak pernah belajar bagaimana cara menggunakan katup tersebut secara benar.
*Terkadang anak-anak yang tidak memiliki kelainan pada anatominya masih  memiliki hipernasal, ini biasanya disebabkan oleh kesalahan gerakan velofaringal, yang mengindikasikan bahwa anak tersebut kemungkinan telah menirukan atau tidak pernah belajar bagaimana cara menggunakan katup tersebut secara benar.<ref>Ann W. Kummer. [http://www.cincinnatichildrens.org/assets/0/78/759/781/65e90133-9243-4926-a065-8a97951944fb.pdf Speech Therapy for Cleft Palate or Velopharyngeal Dysfunction (VPD)]. Cincinnati Children's Hospital Medical Center.</ref><ref>Michael J. Biavati. [http://emedicine.medscape.com/article/873018-overview#a0101 Velopharyngeal Insufficiency]. ''Medscape Reference''. WebMD LLC. 2 September 2011.</ref>
==Lihat juga==
==Lihat juga==
*[[Rhinolalia clausa]]
*[[Rhinolalia clausa]]
*[[Nasalisasi]]
*[[Nasalisasi]]
*[[Nasalansi]]
*[[Nasalansi]]
==Referensi==
== Pranala luar==
== Pranala luar==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipernasalitas&oldid=27932542 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27932542 (2025-10-07T05:00:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipernasalitas&oldid=27932542 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27932542 (2025-10-07T05:00:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.24

Head neck vsphincter-id

Pengucapan Hipernasalitas atau Hiper-sengauan ( ) merupakan kelainan yang menyebabkan resonansi tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya aliran udara yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh kavitas hidung yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada langit-langit lunak dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, sengauan dianggap sebagai penyengauan dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam konsonan maupin vokal dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan katup velofaringal antara pita suara dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau menurunkan velum atau langit-langit lembut.

Anatomi

Langit-langit mulut terdiri atas dua bgaian, yakni: langit-langit keras (palatum durum) dan langit-langit lembut (palatum molle), yang tersambung dengan tekak (uvula). Gerakan dari langit-langit lembut dan tekak dihasilkan dari otot velofaringeal. Saat berbicara atau menelan sesuatu, langit-langit terangkat dan berlawanan arah dengan dinding tenggorokan, sehingga saluran rongga hidung akan tertutup. Sedangkan jika otot langit-langit lembut mengalami relaksasi, maka mulut menghasilkan suara sengauan (seperti "m", "n", dan "ng"), dikarenakan aliran udara dapat melewati rongga-hidung

Juga terdapat saluran Eustasius yang menghubungkan telinga tengah dan faring sengauan dengan satu lubang keluarnya terletak didekat otot velofaringal. Biasanya, saluran ini digunakan sebagai jalan aerasi dan drainase (atau sekresi) dari telinga tengah. Lubang ini terbuka saat menelan ataupun menguap, juga dibuka ataupun ditutup oleh tensor veli palatini dan levator veli palatini (otot langit-langit lembut). Anak-anak dengan kelainan langit-langit mulut sumbing (keadaan dimana langit-langit mulut "terbelah") memiliki kesulitan mengendalikan otot-otot di area ini dan juga tidak bisa untuk membuka saluran Eustasius. Ini juga akan menyebabkan kotoran yang terdapat dan bertumpuk di telinga tengah dan menyebabkan disfungsional untuk waktu yang lama, dan kemudian dapat berdampak pada kehilangan pendengaran dan infeksi telinga tengah. Dampak yang paling parah dari kehilangan ataupun gangguan pendengaran adalah perkembangan pengucapan dan berbahasa yang tidak sempurna.[1][2]

Penyebab

Istilah umum untuk kelainan pada katup velofaringal adalah disfungsi velofaringal atau velopharyngeal dysfunction (VPD). Istilah ini mencangkup tiga kelainan, yakni: ketidakcukupan velofaringal, ketidakcakapan velofaringal, dan kesalahan gerakan velofaringal.

  • Ketidakcukupan velofaringal (Velopharyngeal insufficiency) dapat disebabkan oleh kelainan anatomikal dari tenggorokan. Kelainan ini terjadi pada anak anak dengan bekas ataupun pernah mengalami langit-langit sumbing atau celah submukosa, sehingga memiliki vela yang pendek ataupun abnormal. Ketidakcukuoan juga dapat terjadi setelah adanya

adenoidektomi.

  • Ketidakcakapan velofaringal (Velopharyngeal incompetence) merupakan penutupan katup velofaringal yang kurang tepat dikarenakan oleh kurangnya kecepatan dan presisi. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada sistem neurologis ataupun karena cedera (sebagai contoh, cerebral palsy atau cedera traumatik pada otak).
  • Terkadang anak-anak yang tidak memiliki kelainan pada anatominya masih memiliki hipernasal, ini biasanya disebabkan oleh kesalahan gerakan velofaringal, yang mengindikasikan bahwa anak tersebut kemungkinan telah menirukan atau tidak pernah belajar bagaimana cara menggunakan katup tersebut secara benar.[3][4]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Specifieke informatie over schisis per type schisis. Nederlandse Vereniging voor Schisis en Craniofaciale Afwijkingen. 2012.
  2. B. Stegenga. Mondziekten en kaakchirurgie. Van Gorcum. 2000. hlm. 388. ISBN 9789023235002.
  3. Ann W. Kummer. Speech Therapy for Cleft Palate or Velopharyngeal Dysfunction (VPD). Cincinnati Children's Hospital Medical Center.
  4. Michael J. Biavati. Velopharyngeal Insufficiency. Medscape Reference. WebMD LLC. 2 September 2011.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27932542 (2025-10-07T05:00:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.