Lompat ke isi

Bulu mantel: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28467068; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bulu mantel''' ([[bahasa Inggris]]: ''Mantle Plume'') adalah ciri umum konveksi termal ketika aliran magma yang membumbung dan bergerak naik ke atas dari [[Magma|batuan panas]] yang tidak normal di [[mantel bumi]]. Karena kepala bulu mantel sebagian dapat meleleh ketika mencapai kedalaman dangkal, mereka dianggap sebagai penyebab pusat vulkanik yang dikenal sebagai [[Titik panas (geologi)|titik panas]] dan mungkin juga menyebabkan [[banjir basal]].
[[File:Lower_Mantle_Superplume.PNG|thumb|right|280px|Lower Mantle Superplume]]


Bulu mantel di bawah titik panas berasal dari [[mantel bawah]] dan mungkin berasal dari dasar mantel. Beberapa ilmuwan berpikir bahwa [[lempeng tektonik]] mendinginkan, dan bulu mantel mendinginkan [[Inti bumi|inti]]. Dua dari lokasi yang paling terkenal yang sesuai dengan teori bulu mantel adalah [[Hawaii]] dan [[Islandia]] karena keduanya memiliki aktivitas [[vulkanik]].
'''Bulu mantel''' ([[bahasa Inggris]]: ''Mantle Plume'') adalah ciri umum konveksi termal ketika aliran magma yang membumbung dan bergerak naik ke atas dari [[Magma|batuan panas]] yang tidak normal di [[mantel bumi]]. Karena kepala bulu mantel sebagian dapat meleleh ketika mencapai kedalaman dangkal, mereka dianggap sebagai penyebab pusat vulkanik yang dikenal sebagai [[Titik panas (geologi)|titik panas]] dan mungkin juga menyebabkan [[banjir basal]].<ref>[https://www.sciencedaily.com/terms/mantle_plume.htm Mantle plume]. ''ScienceDaily''.</ref><ref>Estrela Bellia Muaja. [https://www.slideshare.net/estrelabelliamuaja/makalah-hotspot-mantle-plume Makalah Hotspot & Mantle Plume]. 2015-04-09.</ref>
 
Bulu mantel di bawah titik panas berasal dari [[mantel bawah]] dan mungkin berasal dari dasar mantel.<ref>Estrela Bellia Muaja. [https://www.slideshare.net/estrelabelliamuaja/makalah-hotspot-mantle-plume Makalah Hotspot & Mantle Plume]. 2015-04-09.</ref> Beberapa ilmuwan berpikir bahwa [[lempeng tektonik]] mendinginkan, dan bulu mantel mendinginkan [[Inti bumi|inti]]. Dua dari lokasi yang paling terkenal yang sesuai dengan teori bulu mantel adalah [[Hawaii]] dan [[Islandia]] karena keduanya memiliki aktivitas [[vulkanik]].<ref>[https://www.sciencedaily.com/terms/mantle_plume.htm Mantle plume]. ''ScienceDaily''.</ref>


== Konsep ==
== Konsep ==
Baris 12: Baris 14:
Jika penelitian bulu mantel tidak akan melakukan apa-apa lagi, itu telah mengungkapkan kesulitan yang melekat dalam menciba menyelami kedalaman interior bumi. Sedikit yang diketahui tentang komposisi dan struktur mantel yang telah dikumpulkan dalam analisis [[geokimia]] lava laut atau potongan langka batuan mantel yang digali, dan dari interpretasi [[gelombang seismik]] yang telah melakukan perjalanan melalui Bumi yang dalam. Hasil teknologi tomografi seismik mendukung hipotesis ini. [[Tomografi seismik]] adalah teknik untuk menentukan struktur 3 dimensi interior Bumi dengan cara menggabungkan informasi dari sejumlah besar gelombang seismik yang melintasi Bumi baik permukaannya maupun interiornya yang berasal dari sumber-sumber seismik alamiah atau buatan.
Jika penelitian bulu mantel tidak akan melakukan apa-apa lagi, itu telah mengungkapkan kesulitan yang melekat dalam menciba menyelami kedalaman interior bumi. Sedikit yang diketahui tentang komposisi dan struktur mantel yang telah dikumpulkan dalam analisis [[geokimia]] lava laut atau potongan langka batuan mantel yang digali, dan dari interpretasi [[gelombang seismik]] yang telah melakukan perjalanan melalui Bumi yang dalam. Hasil teknologi tomografi seismik mendukung hipotesis ini. [[Tomografi seismik]] adalah teknik untuk menentukan struktur 3 dimensi interior Bumi dengan cara menggabungkan informasi dari sejumlah besar gelombang seismik yang melintasi Bumi baik permukaannya maupun interiornya yang berasal dari sumber-sumber seismik alamiah atau buatan.


Penemuan tomografi seismik pada akhor 1970-an dan 1980-an - menawarkan hasil yang menjanjikan jalan menuju pemahaman batas mantel-inti secara lebih rinci. Namun, metode tersebut sejauh ini terbukti digunakan hanya terbatas dalam hal memvisualisasikan fitur skala kecil, seperti yang diasumsikan bulu. Namun, model baru dari mantel yang mengandalkan kapasitas superkomputer yang sangat besar dapat menawarkan gambaran yang paling jelas dan memajukan perdebatan bulu mantel.
Penemuan tomografi seismik pada akhor 1970-an dan 1980-an - menawarkan hasil yang menjanjikan jalan menuju pemahaman batas mantel-inti secara lebih rinci. Namun, metode tersebut sejauh ini terbukti digunakan hanya terbatas dalam hal memvisualisasikan fitur skala kecil, seperti yang diasumsikan bulu. Namun, model baru dari mantel yang mengandalkan kapasitas superkomputer yang sangat besar dapat menawarkan gambaran yang paling jelas dan memajukan perdebatan bulu mantel.<ref>[https://www.earthmagazine.org/article/question-mantle-plumes The question of mantle plumes]. ''EARTH Magazine''. 2015-12-14.</ref>


Jadi, pada awalnya, terbentuk bulu di dasar mantel, dan kemudian bulu tersebut naik ke atas. Bulu itu sendiri terdiri dari kepala dan ekor. Pada saat menyentuh [[litosfer]] atau tepat di bawah litosfer itulah yang disebut dengan [[Titik panas (geologi)|titik panas]].
Jadi, pada awalnya, terbentuk bulu di dasar mantel, dan kemudian bulu tersebut naik ke atas. Bulu itu sendiri terdiri dari kepala dan ekor. Pada saat menyentuh [[litosfer]] atau tepat di bawah litosfer itulah yang disebut dengan [[Titik panas (geologi)|titik panas]].<ref>Estrela Bellia Muaja. [https://www.slideshare.net/estrelabelliamuaja/makalah-hotspot-mantle-plume Makalah Hotspot & Mantle Plume]. 2015-04-09.</ref>


== Pergerakan magma ==
== Pergerakan magma ==
Bulu mantel adalah area [[astenosfer]] yang baik. Ada sejumlah kontroversi seputar asal-usul dan sifat aslinya. Sebagai contoh, Foulger (2010) berpendapat bahwa model bulu yang berasal dari batas mantel-inti tidak sesuai dengan lebih banyak data geologi dan lebih mengusulkan kisaran yang lebih beragam dari [[konveksi mantel]], sirkulasi dan kapas leleh diferensial. Apapun asal sifat pastinya, bulu mantel menghasilkan magma dalam jumlah besar di suatu titik atau area, yang mungkin atau mungkin tidak tetap stabil sehubungan dengan gerakan lempeng di atasnya.
Bulu mantel adalah area [[astenosfer]] yang baik. Ada sejumlah kontroversi seputar asal-usul dan sifat aslinya. Sebagai contoh, Foulger (2010) berpendapat bahwa model bulu yang berasal dari batas mantel-inti tidak sesuai dengan lebih banyak data geologi dan lebih mengusulkan kisaran yang lebih beragam dari [[konveksi mantel]], sirkulasi dan kapas leleh diferensial. Apapun asal sifat pastinya, bulu mantel menghasilkan magma dalam jumlah besar di suatu titik atau area, yang mungkin atau mungkin tidak tetap stabil sehubungan dengan gerakan lempeng di atasnya.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/earth-and-planetary-sciences/mantle-plume Mantle Plume - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bulu+mantel&oldid=28467068 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28467068 (2025-11-14T00:16:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bulu+mantel&oldid=28467068 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28467068 (2025-11-14T00:16:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.02

Lower Mantle Superplume

Bulu mantel (bahasa Inggris: Mantle Plume) adalah ciri umum konveksi termal ketika aliran magma yang membumbung dan bergerak naik ke atas dari batuan panas yang tidak normal di mantel bumi. Karena kepala bulu mantel sebagian dapat meleleh ketika mencapai kedalaman dangkal, mereka dianggap sebagai penyebab pusat vulkanik yang dikenal sebagai titik panas dan mungkin juga menyebabkan banjir basal.[1][2]

Bulu mantel di bawah titik panas berasal dari mantel bawah dan mungkin berasal dari dasar mantel.[3] Beberapa ilmuwan berpikir bahwa lempeng tektonik mendinginkan, dan bulu mantel mendinginkan inti. Dua dari lokasi yang paling terkenal yang sesuai dengan teori bulu mantel adalah Hawaii dan Islandia karena keduanya memiliki aktivitas vulkanik.[4]

Konsep

Pada tahun 1963, geofisikawan Kanada J. Tuzo Wilson mengusulkan hipotesis tentang bulu mantel. Ia mengusulkan bahwa rantai kepulauan vulkanik seperti Hawaii terbentuk ketika lempeng tektonik melayang di atas "titik panas" di mantel. Delapan tahun kemudian ahli geofisikawan Princeton W. Jason Morgan menyarankan bahwa titik panas seperti itu - ia awalnya diusulkan sekitar 20 di seluruh dunia - dipicu oleh gumpalan sempit batuan mantel panas yang naik dari batas mantel-inti.

Sejak tahun 1971, hipotesis bulu, meskipun tidak pernah diterima secara universal, telah penjelasan yang tetap dipegang untuk menjelaskan apa yang disebut anomali vulkanisme - jenis yang terjadi jauh dari batas lempeng, seperti di Hawaii dan Yellowstone, atau dari jumlah yang berlebihan di sepanjang pegunungan di tengah samudra, seperti di Islandia. Selain Yellowstone, Hawaii, dan Islandia, contoh penting lainnya termasuk Pulau Pitcairn, Gunung laut Macdonald, kepulauan Galápagos, Azores, Canary, dan wilayah Afar di Afrika.

Konsep bulu mantel untuk beberapa tahun merupakan hipotesis, hipotesis tersebut diperdebatkan dan dipelajari, mengjasilkan ribuan artikel jurnal, karena tidak ada cara langsung selain mengoservasi adanya fenomena tersebut. Banyak dari ini telah variasi yang signifikan pada hipotesis asli, tetapi masih mengacu pada "bulu" sebagai fenomena yang mendasari, yang telah memperkenalkan elemen semantik ke dalam perdebatan. Penelitian lain menyarankan bulu tidak diperlukan sama sekali untuk menjelaskan anomali vulkanisme. Mereka malah mengajukan "hipotesis lempeng" di mana peregangan litosfer memungkinkan batuan yang sudah meleleh untuk lepas dari mantel ke permukaan.

Jika penelitian bulu mantel tidak akan melakukan apa-apa lagi, itu telah mengungkapkan kesulitan yang melekat dalam menciba menyelami kedalaman interior bumi. Sedikit yang diketahui tentang komposisi dan struktur mantel yang telah dikumpulkan dalam analisis geokimia lava laut atau potongan langka batuan mantel yang digali, dan dari interpretasi gelombang seismik yang telah melakukan perjalanan melalui Bumi yang dalam. Hasil teknologi tomografi seismik mendukung hipotesis ini. Tomografi seismik adalah teknik untuk menentukan struktur 3 dimensi interior Bumi dengan cara menggabungkan informasi dari sejumlah besar gelombang seismik yang melintasi Bumi baik permukaannya maupun interiornya yang berasal dari sumber-sumber seismik alamiah atau buatan.

Penemuan tomografi seismik pada akhor 1970-an dan 1980-an - menawarkan hasil yang menjanjikan jalan menuju pemahaman batas mantel-inti secara lebih rinci. Namun, metode tersebut sejauh ini terbukti digunakan hanya terbatas dalam hal memvisualisasikan fitur skala kecil, seperti yang diasumsikan bulu. Namun, model baru dari mantel yang mengandalkan kapasitas superkomputer yang sangat besar dapat menawarkan gambaran yang paling jelas dan memajukan perdebatan bulu mantel.[5]

Jadi, pada awalnya, terbentuk bulu di dasar mantel, dan kemudian bulu tersebut naik ke atas. Bulu itu sendiri terdiri dari kepala dan ekor. Pada saat menyentuh litosfer atau tepat di bawah litosfer itulah yang disebut dengan titik panas.[6]

Pergerakan magma

Bulu mantel adalah area astenosfer yang baik. Ada sejumlah kontroversi seputar asal-usul dan sifat aslinya. Sebagai contoh, Foulger (2010) berpendapat bahwa model bulu yang berasal dari batas mantel-inti tidak sesuai dengan lebih banyak data geologi dan lebih mengusulkan kisaran yang lebih beragam dari konveksi mantel, sirkulasi dan kapas leleh diferensial. Apapun asal sifat pastinya, bulu mantel menghasilkan magma dalam jumlah besar di suatu titik atau area, yang mungkin atau mungkin tidak tetap stabil sehubungan dengan gerakan lempeng di atasnya.[7]

Referensi

  1. Mantle plume. ScienceDaily.
  2. Estrela Bellia Muaja. Makalah Hotspot & Mantle Plume. 2015-04-09.
  3. Estrela Bellia Muaja. Makalah Hotspot & Mantle Plume. 2015-04-09.
  4. Mantle plume. ScienceDaily.
  5. The question of mantle plumes. EARTH Magazine. 2015-12-14.
  6. Estrela Bellia Muaja. Makalah Hotspot & Mantle Plume. 2015-04-09.
  7. Mantle Plume - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28467068 (2025-11-14T00:16:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.