Lompat ke isi

Suara manusia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29585034; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Human_voice_spectrogram.jpg|thumb|right|280px|Human voice spectrogram]]
'''Suara''' adalah [[bunyi]] yang dihasilkan oleh [[manusia]] menggunakan [[pita suara]] untuk berbicara, bernyanyi, tertawa, menangis, menjerit, berteriak, dan lain sebagainya. Suara manusia secara khusus merupakan bagian dari produksi suara manusia di mana pita suara adalah sumber suara utama. Secara umum, mekanisme untuk menghasilkan ucapan manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian; paru-paru, pita suara di [[laring]], dan artikulator. Paru-paru (pompa) harus menghasilkan aliran udara dan tekanan udara yang memadai untuk menggetarkan pita suara (tekanan udara ini adalah suara "bahan bakar"). Pita suara adalah katup getar yang memotong aliran udara dari paru-paru menjadi pulsa suara yang membentuk sumber suara laring. Otot laring menyesuaikan panjang dan ketegangan pita suara untuk menyempurnakan [[nada|tuning]] dan [[nada]]. Artikulator (bagian dari [[saluran suara]] di atas laring yang terdiri dari [[lidah]], [[langit-langit]], [[pipi]], [[bibir]], dll.) [[artikulasi|mengartikulasi]] dan menyaring suara yang berasal dari [[laring]] dan sedikit banyak berinteraksi dengan aliran udara laring untuk memperkuat atau melemahkannya sebagai sumber suara.
'''Suara''' adalah [[bunyi]] yang dihasilkan oleh [[manusia]] menggunakan [[pita suara]] untuk berbicara, bernyanyi, tertawa, menangis, menjerit, berteriak, dan lain sebagainya. Suara manusia secara khusus merupakan bagian dari produksi suara manusia di mana pita suara adalah sumber suara utama. Secara umum, mekanisme untuk menghasilkan ucapan manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian; paru-paru, pita suara di [[laring]], dan artikulator. Paru-paru (pompa) harus menghasilkan aliran udara dan tekanan udara yang memadai untuk menggetarkan pita suara (tekanan udara ini adalah suara "bahan bakar"). Pita suara adalah katup getar yang memotong aliran udara dari paru-paru menjadi pulsa suara yang membentuk sumber suara laring. Otot laring menyesuaikan panjang dan ketegangan pita suara untuk menyempurnakan [[nada|tuning]] dan [[nada]]. Artikulator (bagian dari [[saluran suara]] di atas laring yang terdiri dari [[lidah]], [[langit-langit]], [[pipi]], [[bibir]], dll.) [[artikulasi|mengartikulasi]] dan menyaring suara yang berasal dari [[laring]] dan sedikit banyak berinteraksi dengan aliran udara laring untuk memperkuat atau melemahkannya sebagai sumber suara.


Pita suara, dalam kombinasi dengan artikulator, mampu menghasilkan susunan suara yang sangat [[rumit]]. Nada suara dapat dimodulasi untuk menyarankan [[emosi]] seperti [[marah]], [[terkejut]], atau [[bahagia]]. Para [[penyanyi]] menggunakan suara manusia sebagai instrumen untuk menciptakan [[musik]].
Pita suara, dalam kombinasi dengan artikulator, mampu menghasilkan susunan suara yang sangat [[rumit]].<ref>Stevens, K.N.(2000), Acoustic Phonetics, MIT Press, ISBN 0-262-69250-3, 978-0-262-69250-2</ref><ref>Titze, I.R. (1994). Principles of Voice Production, Prentice Hall (currently published by NCVS.org), ISBN 978-0-13-717893-3.</ref><ref>Titze, I. R. (2006).The Myoelatic Aerodynamic Theory of Phonation, Iowa City:National Center for Voice and Speech, 2006.</ref> Nada suara dapat dimodulasi untuk menyarankan [[emosi]] seperti [[marah]], [[terkejut]], atau [[bahagia]].<ref>BL Smith. [https://archive.org/details/sim_language-and-speech_april-june-1975_18_2/page/145 Effects of speech rate on personality perception]. ''Language and speech''. 1975. Vol. 18 (2). hlm. 145–52.</ref><ref>CE Williams. ''Emotions and speech: some acoustical correlates''. ''The Journal of the Acoustical Society of America''. 1972. Vol. 52 (4). hlm. 1238–50. doi:10.1121/1.1913238.</ref> Para [[penyanyi]] menggunakan suara manusia sebagai instrumen untuk menciptakan [[musik]].<ref>IR Titze. ''Acoustics of the tenor high voice''. ''The Journal of the Acoustical Society of America''. 1994. Vol. 95 (2). hlm. 1133–42. doi:10.1121/1.408461.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suara+manusia&oldid=29585034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29585034 (2026-08-15T22:03:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suara+manusia&oldid=29585034 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29585034 (2026-08-15T22:03:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.13

Human voice spectrogram

Suara adalah bunyi yang dihasilkan oleh manusia menggunakan pita suara untuk berbicara, bernyanyi, tertawa, menangis, menjerit, berteriak, dan lain sebagainya. Suara manusia secara khusus merupakan bagian dari produksi suara manusia di mana pita suara adalah sumber suara utama. Secara umum, mekanisme untuk menghasilkan ucapan manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian; paru-paru, pita suara di laring, dan artikulator. Paru-paru (pompa) harus menghasilkan aliran udara dan tekanan udara yang memadai untuk menggetarkan pita suara (tekanan udara ini adalah suara "bahan bakar"). Pita suara adalah katup getar yang memotong aliran udara dari paru-paru menjadi pulsa suara yang membentuk sumber suara laring. Otot laring menyesuaikan panjang dan ketegangan pita suara untuk menyempurnakan tuning dan nada. Artikulator (bagian dari saluran suara di atas laring yang terdiri dari lidah, langit-langit, pipi, bibir, dll.) mengartikulasi dan menyaring suara yang berasal dari laring dan sedikit banyak berinteraksi dengan aliran udara laring untuk memperkuat atau melemahkannya sebagai sumber suara.

Pita suara, dalam kombinasi dengan artikulator, mampu menghasilkan susunan suara yang sangat rumit.[1][2][3] Nada suara dapat dimodulasi untuk menyarankan emosi seperti marah, terkejut, atau bahagia.[4][5] Para penyanyi menggunakan suara manusia sebagai instrumen untuk menciptakan musik.[6]

Referensi

  1. Stevens, K.N.(2000), Acoustic Phonetics, MIT Press, ISBN 0-262-69250-3, 978-0-262-69250-2
  2. Titze, I.R. (1994). Principles of Voice Production, Prentice Hall (currently published by NCVS.org), ISBN 978-0-13-717893-3.
  3. Titze, I. R. (2006).The Myoelatic Aerodynamic Theory of Phonation, Iowa City:National Center for Voice and Speech, 2006.
  4. BL Smith. Effects of speech rate on personality perception. Language and speech. 1975. Vol. 18 (2). hlm. 145–52.
  5. CE Williams. Emotions and speech: some acoustical correlates. The Journal of the Acoustical Society of America. 1972. Vol. 52 (4). hlm. 1238–50. doi:10.1121/1.1913238.
  6. IR Titze. Acoustics of the tenor high voice. The Journal of the Acoustical Society of America. 1994. Vol. 95 (2). hlm. 1133–42. doi:10.1121/1.408461.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29585034 (2026-08-15T22:03:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.