Lompat ke isi

Dietil pirokarbonat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22675175; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Dietil pirokarbonat''' ('''DEPC'''), juga disebut '''dietil dikarbonat''' (nama [[International Union of Pure and Applied Chemistry|IUPAC]]), digunakan di [[laboratorium]] untuk menonaktifkan [[enzim]] [[Ribonuklease|RNase]] di air dan pada peralatan laboratorium. Ia melakukannya dengan modifikasi [[Ikatan kovalen|kovalen]] residu [[Histidina|histidin]] (paling kuat), [[Lisina|lisin]], [[Sisteina|sistein]] dan [[Tirosina|tirosin]] .
[[File:Diethyl_pyrocarbonate3d.png|thumb|right|280px|Diethyl pyrocarbonate3d]]
 
'''Dietil pirokarbonat''' ('''DEPC'''), juga disebut '''dietil dikarbonat''' (nama [[International Union of Pure and Applied Chemistry|IUPAC]]), digunakan di [[laboratorium]] untuk menonaktifkan [[enzim]] [[Ribonuklease|RNase]] di air dan pada peralatan laboratorium. Ia melakukannya dengan modifikasi [[Ikatan kovalen|kovalen]] residu [[Histidina|histidin]] (paling kuat), [[Lisina|lisin]], [[Sisteina|sistein]] dan [[Tirosina|tirosin]] .<ref>Chirgwin, John M. ''Isolation of biologically active ribonucleic acid from sourcesenriched in ribonuclease''. ''Biochemistry''. 1979. Vol. 18 (24). hlm. 5294–5299. doi:10.1021/bi00591a005.</ref><ref>Barry Wolf. ''A Mechanism of the Irreversible Inactivation of Bovine Pancreatic Ribonuclease by Diethylpyrocarbonate. A General Reaction of Diethylpyrocarbonate with Proteins''. ''European Journal of Biochemistry''. 1970. Vol. 13 (3). hlm. 519–25. doi:10.1111/j.1432-1033.1970.tb00955.x.</ref>


Air yang diberi perlakuan dengan DEPC (sehingga bebas RNase) digunakan dalam penanganan [[Asam ribonukleat|RNA]] di laboratorium untuk mengurangi risiko degradasi RNA oleh RNase.
Air yang diberi perlakuan dengan DEPC (sehingga bebas RNase) digunakan dalam penanganan [[Asam ribonukleat|RNA]] di laboratorium untuk mengurangi risiko degradasi RNA oleh RNase.
Baris 5: Baris 7:
Air biasanya diberi perlakuan dengan DEPC 0,1% (v/v) selama sekurang-kurangnya 2 jam pada 37&nbsp;°C dan kemudian [[Autoklaf|diautoklaf]] (minimal 15 menit) untuk menonaktifkan sisa DEPC renik. Inaktivasi DEPC dengan cara ini menghasilkan CO<sub>2</sub> dan [[etanol]]. Konsentrasi DEPC yang lebih tinggi mampu menonaktifkan RNase dalam jumlah yang lebih besar, tetapi jejak atau produk sampingan yang tersisa dapat menghambat reaksi biokimia lebih lanjut seperti translasi in vitro. Selain itu, modifikasi kimia RNA seperti karboksimetilasi mungkin terjadi ketika terdapat jejak DEPC atau produk sampingannya, mengakibatkan gangguan pemulihan RNA secara utuh bahkan setelah pertukaran dapar (pasca presipitasi).
Air biasanya diberi perlakuan dengan DEPC 0,1% (v/v) selama sekurang-kurangnya 2 jam pada 37&nbsp;°C dan kemudian [[Autoklaf|diautoklaf]] (minimal 15 menit) untuk menonaktifkan sisa DEPC renik. Inaktivasi DEPC dengan cara ini menghasilkan CO<sub>2</sub> dan [[etanol]]. Konsentrasi DEPC yang lebih tinggi mampu menonaktifkan RNase dalam jumlah yang lebih besar, tetapi jejak atau produk sampingan yang tersisa dapat menghambat reaksi biokimia lebih lanjut seperti translasi in vitro. Selain itu, modifikasi kimia RNA seperti karboksimetilasi mungkin terjadi ketika terdapat jejak DEPC atau produk sampingannya, mengakibatkan gangguan pemulihan RNA secara utuh bahkan setelah pertukaran dapar (pasca presipitasi).


DEPC ini tidak stabil dalam air dan rentan terhadap hidrolisis menjadi karbon dioksida dan etanol, terutama dengan adanya [[nukleofil]]. Oleh karena alasan ini, DEPC tidak dapat digunakan dengan dapar [[Tris]] atau [[HEPES]]. Sebaliknya, DEPC dapat digunakan dengan [[air asin berdapar fosfat]] (''phosphate-buffered saline'') atau [[MOPS]]. Aturan yang berguna adalah bahwa enzim atau bahan kimia yang memiliki -O:, -N: atau -S: aktif tidak dapat diberi perlakuan dengan DEPC untuk menjadikannya bebas RNase, karena DEPC bereaksi dengan spesies ini. Selain itu, produk degradasi DEPC dapat menghambat transkripsi in vitro.
DEPC ini tidak stabil dalam air dan rentan terhadap hidrolisis menjadi karbon dioksida dan etanol, terutama dengan adanya [[nukleofil]]. Oleh karena alasan ini, DEPC tidak dapat digunakan dengan dapar [[Tris]] atau [[HEPES]]. Sebaliknya, DEPC dapat digunakan dengan [[air asin berdapar fosfat]] (''phosphate-buffered saline'') atau [[MOPS]].<ref>[http://sigma-aldrich.custhelp.com/app/answers/detail/a_id/268/p/7,117/session/L3RpbWUvMTM0NDc1NzUxNC9zaWQvbzh6M3d1M2w%3D FAQ about DEPC]. Sigma-Aldrich.</ref> Aturan yang berguna adalah bahwa enzim atau bahan kimia yang memiliki -O:, -N: atau -S: aktif tidak dapat diberi perlakuan dengan DEPC untuk menjadikannya bebas RNase, karena DEPC bereaksi dengan spesies ini. Selain itu, produk degradasi DEPC dapat menghambat transkripsi in vitro.


[[Derivatisasi]] DEPC dari histidin juga digunakan untuk mempelajari pentingnya residu histidil dalam enzim. Modifikasi [[Histidina|histidin]] oleh DEPC menghasilkan derivatnya yang terkarbetoksilasi di nitrogen N-omega-2 dari cincin [[Imidazola|imidazol]]. Modifikasi DEPC pada histidin dapat dibalik dengan perlakuan menggunakan [[Hidroksilamina|hidroksilamin]] 0,5M pada pH netral.
[[Derivatisasi]] DEPC dari histidin juga digunakan untuk mempelajari pentingnya residu histidil dalam enzim. Modifikasi [[Histidina|histidin]] oleh DEPC menghasilkan derivatnya yang terkarbetoksilasi di nitrogen N-omega-2 dari cincin [[Imidazola|imidazol]]. Modifikasi DEPC pada histidin dapat dibalik dengan perlakuan menggunakan [[Hidroksilamina|hidroksilamin]] 0,5M pada pH netral.


DEPC juga dapat digunakan untuk menyelidiki struktur untai ganda DNA.
DEPC juga dapat digunakan untuk menyelidiki struktur untai ganda DNA.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://openwetware.org/wiki/DEPC DEPC di OpenWetWare hidup ilmuwan wiki]
* [http://openwetware.org/wiki/DEPC DEPC di OpenWetWare hidup ilmuwan wiki]
* [http://www.ambion.com/techlib/tb/tb_178.html RNase dan Perlakuan DEPC]
* [http://www.ambion.com/techlib/tb/tb_178.html RNase dan Perlakuan DEPC]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dietil+pirokarbonat&oldid=22675175 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22675175 (2023-01-18T20:24:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dietil+pirokarbonat&oldid=22675175 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22675175 (2023-01-18T20:24:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.06

Diethyl pyrocarbonate3d

Dietil pirokarbonat (DEPC), juga disebut dietil dikarbonat (nama IUPAC), digunakan di laboratorium untuk menonaktifkan enzim RNase di air dan pada peralatan laboratorium. Ia melakukannya dengan modifikasi kovalen residu histidin (paling kuat), lisin, sistein dan tirosin .[1][2]

Air yang diberi perlakuan dengan DEPC (sehingga bebas RNase) digunakan dalam penanganan RNA di laboratorium untuk mengurangi risiko degradasi RNA oleh RNase.

Air biasanya diberi perlakuan dengan DEPC 0,1% (v/v) selama sekurang-kurangnya 2 jam pada 37 °C dan kemudian diautoklaf (minimal 15 menit) untuk menonaktifkan sisa DEPC renik. Inaktivasi DEPC dengan cara ini menghasilkan CO2 dan etanol. Konsentrasi DEPC yang lebih tinggi mampu menonaktifkan RNase dalam jumlah yang lebih besar, tetapi jejak atau produk sampingan yang tersisa dapat menghambat reaksi biokimia lebih lanjut seperti translasi in vitro. Selain itu, modifikasi kimia RNA seperti karboksimetilasi mungkin terjadi ketika terdapat jejak DEPC atau produk sampingannya, mengakibatkan gangguan pemulihan RNA secara utuh bahkan setelah pertukaran dapar (pasca presipitasi).

DEPC ini tidak stabil dalam air dan rentan terhadap hidrolisis menjadi karbon dioksida dan etanol, terutama dengan adanya nukleofil. Oleh karena alasan ini, DEPC tidak dapat digunakan dengan dapar Tris atau HEPES. Sebaliknya, DEPC dapat digunakan dengan air asin berdapar fosfat (phosphate-buffered saline) atau MOPS.[3] Aturan yang berguna adalah bahwa enzim atau bahan kimia yang memiliki -O:, -N: atau -S: aktif tidak dapat diberi perlakuan dengan DEPC untuk menjadikannya bebas RNase, karena DEPC bereaksi dengan spesies ini. Selain itu, produk degradasi DEPC dapat menghambat transkripsi in vitro.

Derivatisasi DEPC dari histidin juga digunakan untuk mempelajari pentingnya residu histidil dalam enzim. Modifikasi histidin oleh DEPC menghasilkan derivatnya yang terkarbetoksilasi di nitrogen N-omega-2 dari cincin imidazol. Modifikasi DEPC pada histidin dapat dibalik dengan perlakuan menggunakan hidroksilamin 0,5M pada pH netral.

DEPC juga dapat digunakan untuk menyelidiki struktur untai ganda DNA.

Pranala luar

Referensi

  1. Chirgwin, John M. Isolation of biologically active ribonucleic acid from sourcesenriched in ribonuclease. Biochemistry. 1979. Vol. 18 (24). hlm. 5294–5299. doi:10.1021/bi00591a005.
  2. Barry Wolf. A Mechanism of the Irreversible Inactivation of Bovine Pancreatic Ribonuclease by Diethylpyrocarbonate. A General Reaction of Diethylpyrocarbonate with Proteins. European Journal of Biochemistry. 1970. Vol. 13 (3). hlm. 519–25. doi:10.1111/j.1432-1033.1970.tb00955.x.
  3. FAQ about DEPC. Sigma-Aldrich.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22675175 (2023-01-18T20:24:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.