Zaman kegelapan digital: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23260648; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:VCF_2010_Domesday_tray_open.jpg|thumb|right|280px|VCF 2010 Domesday tray open]] | |||
'''Zaman kegelapan digital''' adalah kurangnya informasi historis pada era [[digital]] sebagai akibat langsung dari format berkas, [[perangkat lunak]], atau [[perangkat keras]] yang usang, rusak, langka, atau tidak dapat diakses saat [[teknologi]] berkembang dan mengalami kerusakan data.<ref>Lauren J. Young. [https://apps.sciencefriday.com/data/reawakening.html Data Reawakening]. ''Science Friday''. December 15, 2017.</ref> Generasi mendatang mungkin akan merasa sulit atau tidak bisa mengambil dokumen elektronik dan multimedia, karena telah direkam dalam format berkas usang dan tidak jelas, atau pada media fisik yang sudah usang, (misalnya [[floppy disk]]). Istilah ini diambil dari istilah [[Zaman Kegelapan]] dalam arti yang menggambarkan kurangnya catatan pada era [[digital]], karena dokumen ditransfer ke format [[digital]], sementara salinan aslinya telah hilang. Istilah ini pertama dikemukakan saat konferensi Federasi Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan Internasional (IFLA) pada tahun [[1997]].<ref>Terry Kuny. [http://archive.ifla.org/IV/ifla63/63kuny1.pdf A Digital Dark Ages? Challenges in the Preservation of Electronic Prevention Information]. ''63RD IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) Council and General Conference''. September 1997.</ref> Istilah ini juga disebutkan pada tahun 1998 pada konferensi bertajuk ''Time and Bits'',<ref>Margaret MacLean. ''Time and Bits, Managing Digital Continuity''. Getty. 1999. ISBN 978-0-89236-583-8.</ref><ref>Steven Brand. [http://library.colstate.edu/libr1105/kramer/cadeau/deadm2.html Escaping The Digital Dark Age]. ''Library Journal''. 1 February 1999. Vol. 124 (2). hlm. 46–69.</ref> yang disponsori bersama oleh ''[[Long Now Foundation]]'' dan ''[[Getty Conservation Institute]]''. | |||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
| Baris 11: | Baris 10: | ||
* [https://web.archive.org/web/20120324044358/http://www.pcworld.in/news/why-demise-print-media-may-be-bad-humanity-65952012 Why the Demise of Print Media May Be Bad for Humanity, Tony Bradley, PCWorld, 19 March 2012] | * [https://web.archive.org/web/20120324044358/http://www.pcworld.in/news/why-demise-print-media-may-be-bad-humanity-65952012 Why the Demise of Print Media May Be Bad for Humanity, Tony Bradley, PCWorld, 19 March 2012] | ||
* [http://www.economist.com/node/21553445 Bit Rot - The Economist, 28 April 2012] | * [http://www.economist.com/node/21553445 Bit Rot - The Economist, 28 April 2012] | ||
* | * | ||
*[http://www.dejavublog.in/2016/02/what-if-digital-dark-age-is-real.html What If Digital Dark Age Is Real?, Pallav Gogoi, Dejavublog, 2016] | *[http://www.dejavublog.in/2016/02/what-if-digital-dark-age-is-real.html What If Digital Dark Age Is Real?, Pallav Gogoi, Dejavublog, 2016] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zaman+kegelapan+digital&oldid=23260648 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23260648 (2023-04-15T01:36:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.07

Zaman kegelapan digital adalah kurangnya informasi historis pada era digital sebagai akibat langsung dari format berkas, perangkat lunak, atau perangkat keras yang usang, rusak, langka, atau tidak dapat diakses saat teknologi berkembang dan mengalami kerusakan data.[1] Generasi mendatang mungkin akan merasa sulit atau tidak bisa mengambil dokumen elektronik dan multimedia, karena telah direkam dalam format berkas usang dan tidak jelas, atau pada media fisik yang sudah usang, (misalnya floppy disk). Istilah ini diambil dari istilah Zaman Kegelapan dalam arti yang menggambarkan kurangnya catatan pada era digital, karena dokumen ditransfer ke format digital, sementara salinan aslinya telah hilang. Istilah ini pertama dikemukakan saat konferensi Federasi Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan Internasional (IFLA) pada tahun 1997.[2] Istilah ini juga disebutkan pada tahun 1998 pada konferensi bertajuk Time and Bits,[3][4] yang disponsori bersama oleh Long Now Foundation dan Getty Conservation Institute.
Bacaan lanjutan
- A Digital Dark Ages? Challenges in the Preservation of Electronic Information (PDF), 1997
- Coming Soon A Digital Dark Age - CBS News, 2003
- How huge quantities of data are rapidly falling into a black hole - Guardian Unlimited, 2003
- The digital Dark Age - The Sydney Morning Herald, 2005
- Why the Demise of Print Media May Be Bad for Humanity, Tony Bradley, PCWorld, 19 March 2012
- Bit Rot - The Economist, 28 April 2012
- What If Digital Dark Age Is Real?, Pallav Gogoi, Dejavublog, 2016
Referensi
- ↑ Lauren J. Young. Data Reawakening. Science Friday. December 15, 2017.
- ↑ Terry Kuny. A Digital Dark Ages? Challenges in the Preservation of Electronic Prevention Information. 63RD IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) Council and General Conference. September 1997.
- ↑ Margaret MacLean. Time and Bits, Managing Digital Continuity. Getty. 1999. ISBN 978-0-89236-583-8.
- ↑ Steven Brand. Escaping The Digital Dark Age. Library Journal. 1 February 1999. Vol. 124 (2). hlm. 46–69.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23260648 (2023-04-15T01:36:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.