Konstruktivisme feminis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22953330; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Konstruktivisme feminis''' adalah teori [[hubungan internasional]] yang didasarkan pada teori [[konstruktivisme (hubungan internasional)|konstruktivisme]]. Konstruktivisme feminis fokus mempelajari bagaimana ide-ide gender memengaruhi [[politik global]]. | '''Konstruktivisme feminis''' adalah teori [[hubungan internasional]] yang didasarkan pada teori [[konstruktivisme (hubungan internasional)|konstruktivisme]]. Konstruktivisme feminis fokus mempelajari bagaimana ide-ide gender memengaruhi [[politik global]].<ref>Baylis, Smith and Owens, The Globalisation of World Politics, 4ed, p267</ref> | ||
Konstruktivisme adalah pendekatan [[epistemologi]]s yang menyatakan bahwa [[konstruktivisme (filsafat pendidikan)|konstruktivisme]] berasal dari teori bahwa manusia menciptakan pengetahuan dan makna melalui interaksi dunia dan pemikirannya. Para konstruktivis percaya bahwa kehidupan internasional bersifat sosial, terbentuk melalui interaksi manusia dengan satu sama lain (i.e., berbicara, mengikuti norma, membuat peraturan, dll.). Meski ada kesamaan, konstruktivis feminis melihat hubungan kekuasaan dari sudut pandang yang berbeda ketimbang konstruktivis tradisional. Kekuasaan dan gender dianggap sebagai "bagian tak terpisahkan dalam proses konstruksi," sementara t radisionalis percaya bahwa kekuasaan bersifat eksternal. Konstruktivis feminis berpendapat bahwa tidak adanya penelitian problematisasi dalam proses sosial konstruksi justru tidak konsisten "dengan [[ontologi]] eksistensi." Mereka juga meyakini bahwa perbedaan antara pria dan wanita, kecuali perbedaan anatomi, juga "dikonstruksi" karena sosialisasi dan kebiasaan budaya. | Konstruktivisme adalah pendekatan [[epistemologi]]s yang menyatakan bahwa [[konstruktivisme (filsafat pendidikan)|konstruktivisme]] berasal dari teori bahwa manusia menciptakan pengetahuan dan makna melalui interaksi dunia dan pemikirannya. Para konstruktivis percaya bahwa kehidupan internasional bersifat sosial, terbentuk melalui interaksi manusia dengan satu sama lain (i.e., berbicara, mengikuti norma, membuat peraturan, dll.).<ref>Birgit Locher. [http://www.artsrn.ualberta.ca/courses/PoliticalScience/661B1/documents/LocherPruglFeminismConstructivism.pdf Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?]. ''International Studies Quarterly''. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.</ref> Meski ada kesamaan, konstruktivis feminis melihat hubungan kekuasaan dari sudut pandang yang berbeda ketimbang konstruktivis tradisional. Kekuasaan dan gender dianggap sebagai "bagian tak terpisahkan dalam proses konstruksi," sementara t radisionalis percaya bahwa kekuasaan bersifat eksternal.<ref>Birgit Locher. [http://www.artsrn.ualberta.ca/courses/PoliticalScience/661B1/documents/LocherPruglFeminismConstructivism.pdf Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?]. ''International Studies Quarterly''. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.</ref> Konstruktivis feminis berpendapat bahwa tidak adanya penelitian problematisasi dalam proses sosial konstruksi justru tidak konsisten "dengan [[ontologi]] eksistensi."<ref>Birgit Locher. [http://www.artsrn.ualberta.ca/courses/PoliticalScience/661B1/documents/LocherPruglFeminismConstructivism.pdf Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?]. ''International Studies Quarterly''. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.</ref> Mereka juga meyakini bahwa perbedaan antara pria dan wanita, kecuali perbedaan anatomi, juga "dikonstruksi" karena sosialisasi dan kebiasaan budaya.<ref>Fidel Bogen. [http://counterfem.blogspot.ca/2012/01/essentialism-and-constructivism-how.html Essentialism and Constructivism: How Feminism Uses Them]. ''The Counter-Feminist''. Blogspot. January 27, 2012.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstruktivisme+feminis&oldid=22953330 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22953330 (2023-02-15T06:55:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstruktivisme+feminis&oldid=22953330 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22953330 (2023-02-15T06:55:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.05
Konstruktivisme feminis adalah teori hubungan internasional yang didasarkan pada teori konstruktivisme. Konstruktivisme feminis fokus mempelajari bagaimana ide-ide gender memengaruhi politik global.[1]
Konstruktivisme adalah pendekatan epistemologis yang menyatakan bahwa konstruktivisme berasal dari teori bahwa manusia menciptakan pengetahuan dan makna melalui interaksi dunia dan pemikirannya. Para konstruktivis percaya bahwa kehidupan internasional bersifat sosial, terbentuk melalui interaksi manusia dengan satu sama lain (i.e., berbicara, mengikuti norma, membuat peraturan, dll.).[2] Meski ada kesamaan, konstruktivis feminis melihat hubungan kekuasaan dari sudut pandang yang berbeda ketimbang konstruktivis tradisional. Kekuasaan dan gender dianggap sebagai "bagian tak terpisahkan dalam proses konstruksi," sementara t radisionalis percaya bahwa kekuasaan bersifat eksternal.[3] Konstruktivis feminis berpendapat bahwa tidak adanya penelitian problematisasi dalam proses sosial konstruksi justru tidak konsisten "dengan ontologi eksistensi."[4] Mereka juga meyakini bahwa perbedaan antara pria dan wanita, kecuali perbedaan anatomi, juga "dikonstruksi" karena sosialisasi dan kebiasaan budaya.[5]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Baylis, Smith and Owens, The Globalisation of World Politics, 4ed, p267
- ↑ Birgit Locher. Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?. International Studies Quarterly. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.
- ↑ Birgit Locher. Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?. International Studies Quarterly. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.
- ↑ Birgit Locher. Feminism and Constructivism: Worlds Apart or Sharing a Middle Ground?. International Studies Quarterly. 2001. Vol. 45. hlm. 111–129.
- ↑ Fidel Bogen. Essentialism and Constructivism: How Feminism Uses Them. The Counter-Feminist. Blogspot. January 27, 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22953330 (2023-02-15T06:55:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.