Lompat ke isi

Kelelahan (material): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29428091; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[Teknik material|ilmu material]], '''kelelahan''' adalah melemahnya suatu bahan yang disebabkan oleh beban yang berkali-kali diaplikasikan terhadap bahan tersebut. Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi bila suatu bahan mengalami pembebanan siklikal. Nominal dari nilai maksimum [[Tegangan (mekanika)|stres]] yang menyebabkan kerusakan tersebut mungkin jauh kurang dari kekuatan material biasanya disebut sebagai [[Kekuatan tarik|batas akhir pembebanan kekuatan tarik]], atau [[Kekuatan tarik|batas yield stress]] (''ultimate tensile stress limit ''dan ''yield stress limit'' dalam [[Bahasa Inggris]]).
Dalam [[Teknik material|ilmu material]], '''kelelahan''' adalah melemahnya suatu bahan yang disebabkan oleh beban yang berkali-kali diaplikasikan terhadap bahan tersebut. Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi bila suatu bahan mengalami pembebanan siklikal. Nominal dari nilai maksimum [[Tegangan (mekanika)|stres]] yang menyebabkan kerusakan tersebut mungkin jauh kurang dari kekuatan material biasanya disebut sebagai [[Kekuatan tarik|batas akhir pembebanan kekuatan tarik]], atau [[Kekuatan tarik|batas yield stress]] (''ultimate tensile stress limit ''dan ''yield stress limit'' dalam [[Bahasa Inggris]]).


Kelelahan juga bisa terjadi bila suatu bahan mengalami sebuah proses bongkar-muat yang berkali-kali. Jika beban-beban tersebut berada di atas ambang batas tertentu, celah-celah mikroskopis akan mulai terbentuk pada titik-titik konsentrasi stres seperti permukaan, gigih ''slip band'' (PSBs), permukaan dari konstituen dalam kasus bahan komposit, dan permukaan biji-bijian dalam kasus logam. Akhirnya sebuah retakan akan mencapai ukuran kritis, retakan tersebut akan menyebar tiba-tiba, dan struktur bahan tersebut akan patah. Bentuk struktur ini akan secara signifikan memengaruhi masa batas kelelahan; lubang persegi atau sudut yang tajam akan menyebabkan peningkatan tegangan lokal di mana kelelahan retak dapat memulai. Lubang bulat dan transisi halus atau fillet akan meningkatkan kelelahan kekuatan struktur.
Kelelahan juga bisa terjadi bila suatu bahan mengalami sebuah proses bongkar-muat yang berkali-kali. Jika beban-beban tersebut berada di atas ambang batas tertentu, celah-celah mikroskopis akan mulai terbentuk pada titik-titik konsentrasi stres seperti permukaan, gigih ''slip band'' (PSBs), permukaan dari konstituen dalam kasus bahan komposit, dan permukaan biji-bijian dalam kasus logam.<ref>W. H. Kim. ''Crack nucleation and stage I propagation in high strain fatigue—II. mechanism''. ''Acta Metallurgica''. 1978. Vol. 26 (5). hlm. 789–799. doi:10.1016/0001-6160(78)90029-9.</ref> Akhirnya sebuah retakan akan mencapai ukuran kritis, retakan tersebut akan menyebar tiba-tiba, dan struktur bahan tersebut akan patah. Bentuk struktur ini akan secara signifikan memengaruhi masa batas kelelahan; lubang persegi atau sudut yang tajam akan menyebabkan peningkatan tegangan lokal di mana kelelahan retak dapat memulai. Lubang bulat dan transisi halus atau fillet akan meningkatkan kelelahan kekuatan struktur.


== Kelelahan hidup (''fatigue life'')==
== Kelelahan hidup (''fatigue life'')==
[[American Standard Testing and Material|American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM)]] mendefinisikan ''masa'' ''kelelahan'', ''N<sub>f</sub>'', sebagai jumlah stres dengan siklus dengan karakter tertentu dari spesimen tersebut sebelum [[Structural failure|kegagalan]] dengan ciri tertentu terjadi. Untuk beberapa bahan material, terutama [[baja]] dan [[titanium]], ada nilai teoretis untuk amplitudo stres di mana material tersebut tidak akan pernah patah berapa kalipun diberikan beban dibawah amplitudo strest tersebut, yang disebut [[Fatigue limit|batas kelelahan, batas daya tahan, atau kekuatan kelelahan]].
[[American Standard Testing and Material|American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM)]] mendefinisikan ''masa'' ''kelelahan'', ''N<sub>f</sub>'', sebagai jumlah stres dengan siklus dengan karakter tertentu dari spesimen tersebut sebelum [[Structural failure|kegagalan]] dengan ciri tertentu terjadi.<ref>R. I. Stephens. ''Metal Fatigue in Engineering''. John Wiley & Sons. 2001. hlm. 69. ISBN 978-0-471-51059-8.</ref> Untuk beberapa bahan material, terutama [[baja]] dan [[titanium]], ada nilai teoretis untuk amplitudo stres di mana material tersebut tidak akan pernah patah berapa kalipun diberikan beban dibawah amplitudo strest tersebut, yang disebut [[Fatigue limit|batas kelelahan, batas daya tahan, atau kekuatan kelelahan]].<ref>C. Bathias. ''There is no infinite fatigue life in metallic materials''. ''Fatigue & Fracture of Engineering Materials & Structures''. 1999. Vol. 22 (7). hlm. 559–565. doi:10.1046/j.1460-2695.1999.00183.x.</ref>


Para Insinyur biasa menggunakan salah satu dari tiga metode ini untuk menentukan umur kelelahan bahan: metode masa-stres, masa-ketegangan, dan metode patahan mekanis elastis linier. salah Satu metode untuk memprediksi umur kelelahan bahan adalah Bahan Seragam undang-Undang (''Uniform Material Law ''atau disingkat UML). UML dikembangkan untuk memprediksi umur kelelahan [[aluminium]] dan [[logam paduan]] titanium pada akhir abad ke-20 dan termasuk kemudian [[High-strength low-alloy steel|baja kekuatan tinggi]], dan [[Besi tuang|besi cor]].
Para Insinyur biasa menggunakan salah satu dari tiga metode ini untuk menentukan umur kelelahan bahan: metode masa-stres, masa-ketegangan, dan metode patahan mekanis elastis linier.<ref>J. E. Shigley. ''Mechanical Engineering Design''. McGraw Hill Higher Education. 2003. ISBN 978-0-07-252036-1.</ref> salah Satu metode untuk memprediksi umur kelelahan bahan adalah Bahan Seragam undang-Undang (''Uniform Material Law ''atau disingkat UML).<ref>A. Jr. Bäumel. ''Materials Data for Cyclic Loading, Supplement 1''. Elsevier. 1990. Vol. 61. ISBN 978-0-444-88603-3.</ref> UML dikembangkan untuk memprediksi umur kelelahan [[aluminium]] dan [[logam paduan]] titanium pada akhir abad ke-20 dan termasuk kemudian [[High-strength low-alloy steel|baja kekuatan tinggi]],<ref>S. Korkmaz. ''Uniform Material Law: Extension to High-Strength Steels''. VDM. 2010. ISBN 978-3-639-25625-3.</ref> dan [[Besi tuang|besi cor]].<ref>S. Korkmaz. ''A Methodology to Predict Fatigue Life of Cast Iron: Uniform Material Law for Cast Iron''. ''International Journal of Iron and Steel Research''. 2011. Vol. 18 (8). hlm. 42–45. doi:10.1016/S1006-706X(11)60102-7.</ref>


=== Lain-lain ===
=== Lain-lain ===
Baris 25: Baris 25:
* 1998 Eschede kereta bencana itu disebabkan oleh kelelahan kegagalan komposit tunggal roda.
* 1998 Eschede kereta bencana itu disebabkan oleh kelelahan kegagalan komposit tunggal roda.
* 2000 Hatfield rel kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh rolling kontak kelelahan.
* 2000 Hatfield rel kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh rolling kontak kelelahan.
* 2000 ingat 6,5 juta ban Firestone pada Ford Penjelajah yang berasal dari retak fatik pertumbuhan yang mengarah ke pemisahan tapak dari ban.
* 2000 ingat 6,5 juta ban Firestone pada Ford Penjelajah yang berasal dari retak fatik pertumbuhan yang mengarah ke pemisahan tapak dari ban.<ref>C. Ansberry. [https://www.wsj.com/articles/SB981125867324708466 In Firestone Tire Study, Expert Finds Vehicle Weight Was Key in Failure]. ''Wall Street Journal''. 5 February 2001.</ref>
* 2002 [[China Airlines Penerbangan 611|China Airlines dengan nomor Penerbangan 611]] telah hancur dalam penerbangan karena kelelahan kegagalan.
* 2002 [[China Airlines Penerbangan 611|China Airlines dengan nomor Penerbangan 611]] telah hancur dalam penerbangan karena kelelahan kegagalan.
* 2005 Kapur Laut Airways Penerbangan 101 kehilangan sayap kanan karena kelelahan kegagalan yang disebabkan oleh pemeliharaan yang tidak memadai praktik.
* 2005 Kapur Laut Airways Penerbangan 101 kehilangan sayap kanan karena kelelahan kegagalan yang disebabkan oleh pemeliharaan yang tidak memadai praktik.
* 2009 Viareggio kereta anjlok karena kelelahan kegagalan.
* 2009 Viareggio kereta anjlok karena kelelahan kegagalan.
* 2023 Kapal selam Titan yang mendelak (implosi) ketika [[Insiden kapal selam Titan 2023|menjelajahi]] bangkai kapal Titanic.
* 2023 Kapal selam Titan yang mendelak (implosi) ketika [[Insiden kapal selam Titan 2023|menjelajahi]] bangkai kapal Titanic.
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
* <cite class="citation book">PDL Staf (1995). ''Kelelahan dan Sifat Tribological dari Plastik dan Elastomer''. Plastik Desain Perpustakaan. [[ISBN]] 978-1-884207-15-0.</cite>
* <cite class="citation book">PDL Staf (1995). ''Kelelahan dan Sifat Tribological dari Plastik dan Elastomer''. Plastik Desain Perpustakaan. [[ISBN]] 978-1-884207-15-0.</cite>  
* <cite class="citation journal">Leary, M.; Burvill, C. (2009). "Penerapan data yang diterbitkan untuk kelelahan-desain terbatas". ''Kualitas dan Keandalan Teknik Internasional''. '''25''' (8): 921-932. [[Pengenal objek digital|doi]]:[//doi.org/10.1002%2Fqre.1010 10.1002/qre.1010].</cite>
* <cite class="citation journal">Leary, M.; Burvill, C. (2009). "Penerapan data yang diterbitkan untuk kelelahan-desain terbatas". ''Kualitas dan Keandalan Teknik Internasional''. '''25''' (8): 921-932. [[Pengenal objek digital|doi]]:[//doi.org/10.1002%2Fqre.1010 10.1002/qre.1010].</cite>  
* <cite class="citation book">Dieter, G. E. (2013). ''Teknik Metalurgi''. McGraw-Hill. [[ISBN]] 978-1259064791.</cite>
* <cite class="citation book">Dieter, G. E. (2013). ''Teknik Metalurgi''. McGraw-Hill. [[ISBN]] 978-1259064791.</cite>  
* <cite class="citation book">Kecil, R. E.; Jangan Cintai Aku Apa Adanya, E. H. (1975). ''Statistik Desain Kelelahan Percobaan''. John Wiley & Sons. [[ISBN]] 0-470-54115-6.</cite>
* <cite class="citation book">Kecil, R. E.; Jangan Cintai Aku Apa Adanya, E. H. (1975). ''Statistik Desain Kelelahan Percobaan''. John Wiley & Sons. [[ISBN]] 0-470-54115-6.</cite>  
* <cite class="citation journal">Palmgren, A. G. (1924). "Mati Lebensdauer von Kugellagern" &#x5B;Panjang Hidup Bantalan Rol&#x5D;. ''Zeitschrift des Vereines Deutscher Ingenieure'' (dalam bahasa jerman). '''68''' (14): 339-341.</cite>  * <cite class="citation book">Schijve, J. (2009). ''Kelelahan Struktur dan Bahan''. Springer. [[ISBN]] 978-1-4020-6807-2.</cite>
* <cite class="citation journal">Palmgren, A. G. (1924). "Mati Lebensdauer von Kugellagern" &#x5B;Panjang Hidup Bantalan Rol&#x5D;. ''Zeitschrift des Vereines Deutscher Ingenieure'' (dalam bahasa jerman). '''68''' (14): 339-341.</cite>  * <cite class="citation book">Schijve, J. (2009). ''Kelelahan Struktur dan Bahan''. Springer. [[ISBN]] 978-1-4020-6807-2.</cite>  
* <cite class="citation book">Lalanne, C. (2009). ''Kerusakan Kelelahan''. ISTE - Wiley. [[ISBN]] 978-1-84821-125-4.</cite>
* <cite class="citation book">Lalanne, C. (2009). ''Kerusakan Kelelahan''. ISTE - Wiley. [[ISBN]] 978-1-84821-125-4.</cite>  
* <cite class="citation book">Pook, L. (2007). ''Kelelahan logam, Apa itu, Mengapa itu penting''. Springer. [[ISBN]] 978-1-4020-5596-6.</cite>
* <cite class="citation book">Pook, L. (2007). ''Kelelahan logam, Apa itu, Mengapa itu penting''. Springer. [[ISBN]] 978-1-4020-5596-6.</cite>  
* <cite class="citation book">Draper, J. (2008). ''Modern Kelelahan Logam Analisis''. EMAS. [[ISBN]] 0-947817-79-4.</cite>
* <cite class="citation book">Draper, J. (2008). ''Modern Kelelahan Logam Analisis''. EMAS. [[ISBN]] 0-947817-79-4.</cite>  
* <cite class="citation book">Suresh, S. (2004). ''Kelelahan Bahan''. Cambridge University Press. [[ISBN]] 0-521-57046-8.</cite>
* <cite class="citation book">Suresh, S. (2004). ''Kelelahan Bahan''. Cambridge University Press. [[ISBN]] 0-521-57046-8.</cite>  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 50: Baris 47:
* [https://web.archive.org/web/20070524230808/http://www.zwick.co.uk/appsdisp.php?id=25 Artikel tentang Kelelahan Pengujian Melesat Sendi]
* [https://web.archive.org/web/20070524230808/http://www.zwick.co.uk/appsdisp.php?id=25 Artikel tentang Kelelahan Pengujian Melesat Sendi]
* [http://materials.open.ac.uk/mem/mem_mf.htm Contoh lelah logam produk]
* [http://materials.open.ac.uk/mem/mem_mf.htm Contoh lelah logam produk]
* [http://www.fatiguecalculator.com Koleksi kelelahan pengetahuan dan kalkulator]
* [http://www.fatiguecalculator.com Koleksi kelelahan pengetahuan dan kalkulator]  
* [http://www.matdat.com MATDAT.COM - Bahan Properties Database - Monotonic, Siklik dan Kelelahan sifat-Sifat dari Baja, Aluminium dan Paduan Titanium]
* [http://www.matdat.com MATDAT.COM - Bahan Properties Database - Monotonic, Siklik dan Kelelahan sifat-Sifat dari Baja, Aluminium dan Paduan Titanium]
* [http://www.campoly.com/index.php/download_file/view/204/108/ Aplikasi note pada kelelahan perambatan retak di UHMWPE]
* [http://www.campoly.com/index.php/download_file/view/204/108/ Aplikasi note pada kelelahan perambatan retak di UHMWPE]  
* Video tentang [https://www.youtube.com/watch?v=LhUclxBUV_E uji kelelahan], Karlsruhe University of Applied Sciences
* Video tentang [https://www.youtube.com/watch?v=LhUclxBUV_E uji kelelahan], Karlsruhe University of Applied Sciences
* [http://www.plm.automation.siemens.com/en_gb/campaigns/single_topic.cfm?Component=253573&ComponentTemplate=186312 Pengantar dasar-dasar dari daya teknik]
* [http://www.plm.automation.siemens.com/en_gb/campaigns/single_topic.cfm?Component=253573&ComponentTemplate=186312 Pengantar dasar-dasar dari daya teknik]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelelahan+%28material%29&oldid=29428091 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29428091 (2026-07-07T08:21:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelelahan+%28material%29&oldid=29428091 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29428091 (2026-07-07T08:21:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.05

Dalam ilmu material, kelelahan adalah melemahnya suatu bahan yang disebabkan oleh beban yang berkali-kali diaplikasikan terhadap bahan tersebut. Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi bila suatu bahan mengalami pembebanan siklikal. Nominal dari nilai maksimum stres yang menyebabkan kerusakan tersebut mungkin jauh kurang dari kekuatan material biasanya disebut sebagai batas akhir pembebanan kekuatan tarik, atau batas yield stress (ultimate tensile stress limit dan yield stress limit dalam Bahasa Inggris).

Kelelahan juga bisa terjadi bila suatu bahan mengalami sebuah proses bongkar-muat yang berkali-kali. Jika beban-beban tersebut berada di atas ambang batas tertentu, celah-celah mikroskopis akan mulai terbentuk pada titik-titik konsentrasi stres seperti permukaan, gigih slip band (PSBs), permukaan dari konstituen dalam kasus bahan komposit, dan permukaan biji-bijian dalam kasus logam.[1] Akhirnya sebuah retakan akan mencapai ukuran kritis, retakan tersebut akan menyebar tiba-tiba, dan struktur bahan tersebut akan patah. Bentuk struktur ini akan secara signifikan memengaruhi masa batas kelelahan; lubang persegi atau sudut yang tajam akan menyebabkan peningkatan tegangan lokal di mana kelelahan retak dapat memulai. Lubang bulat dan transisi halus atau fillet akan meningkatkan kelelahan kekuatan struktur.

Kelelahan hidup (fatigue life)

American Society untuk Pengujian dan Material (ASTM) mendefinisikan masa kelelahan, Nf, sebagai jumlah stres dengan siklus dengan karakter tertentu dari spesimen tersebut sebelum kegagalan dengan ciri tertentu terjadi.[2] Untuk beberapa bahan material, terutama baja dan titanium, ada nilai teoretis untuk amplitudo stres di mana material tersebut tidak akan pernah patah berapa kalipun diberikan beban dibawah amplitudo strest tersebut, yang disebut batas kelelahan, batas daya tahan, atau kekuatan kelelahan.[3]

Para Insinyur biasa menggunakan salah satu dari tiga metode ini untuk menentukan umur kelelahan bahan: metode masa-stres, masa-ketegangan, dan metode patahan mekanis elastis linier.[4] salah Satu metode untuk memprediksi umur kelelahan bahan adalah Bahan Seragam undang-Undang (Uniform Material Law atau disingkat UML).[5] UML dikembangkan untuk memprediksi umur kelelahan aluminium dan logam paduan titanium pada akhir abad ke-20 dan termasuk kemudian baja kekuatan tinggi,[6] dan besi cor.[7]

Lain-lain

  • 1862 Hartley tambang batu bara Bencana yang disebabkan oleh patah tulang dari mesin uap balok dan menewaskan 220 orang.
  • 1919 Besar Molase Banjir telah dikaitkan dengan kegagalan kelelahan.
  • 1948 Northwest Airlines dengan nomor Penerbangan 421 kecelakaan karena kelelahan kegagalan dalam wing spar root
  • Dalam Tahun 1957 "Mt. Pinatubo", pesawat kepresidenan dari Presiden Filipina, Ramon Magsaysay, jatuh karena kerusakan mesin yang disebabkan oleh kelelahan logam.
  • 1965 terbalik dari UK pertama di platform minyak lepas pantai, Laut Permata, adalah karena kelelahan di bagian sistem suspensi menghubungkan lambung ke kaki.
  • 1968 Los Angeles Airways Penerbangan 417 kehilangan salah satu main rotor karena kelelahan kegagalan.
  • 1968 Cairo Miller Maskapai Penerbangan 1750 yang kehilangan sayap karena pemeliharaan yang tidak tepat yang mengarah ke kegagalan kelelahan
  • Dalam tahun 1977 Dan-Air Boeing 707 kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan kegagalan yang mengakibatkan hilangnya hak horizontal stabilizer
  • Tahun 1980 - BANYAK Penerbangan 7 yang jatuh karena kelelahan dalam sebuah mesin turbin poros mesin mengakibatkan disintegrasi yang menyebabkan hilangnya kontrol
  • 1985 Japan Airlines Penerbangan 123 jatuh setelah pesawat hilang vertikal stabilizer karena rusak perbaikan pada sekat belakang.
  • 1988 Aloha Airlines Penerbangan 243 mengalami dekompresi ledakan di 24,000 kaki (7,300 m) setelah kegagalan kelelahan.
  • 1989 United Airlines Penerbangan 232 kehilangan ekornya mesin karena kelelahan kegagalan dalam fan disk hub.
  • 1992 El Al Penerbangan 1862 kehilangan kedua mesin di sayap kanan karena kelelahan kegagalan dalam pemasangan pylon #3 Mesin.
  • 1996 Garuda Indonesia Penerbangan 865 mengalami kecelakaan hingga meledak akibat kelelahan material dari turbin jet karena pemakaian yang melebihi jam.
  • 1998 Eschede kereta bencana itu disebabkan oleh kelelahan kegagalan komposit tunggal roda.
  • 2000 Hatfield rel kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh rolling kontak kelelahan.
  • 2000 ingat 6,5 juta ban Firestone pada Ford Penjelajah yang berasal dari retak fatik pertumbuhan yang mengarah ke pemisahan tapak dari ban.[8]
  • 2002 China Airlines dengan nomor Penerbangan 611 telah hancur dalam penerbangan karena kelelahan kegagalan.
  • 2005 Kapur Laut Airways Penerbangan 101 kehilangan sayap kanan karena kelelahan kegagalan yang disebabkan oleh pemeliharaan yang tidak memadai praktik.
  • 2009 Viareggio kereta anjlok karena kelelahan kegagalan.
  • 2023 Kapal selam Titan yang mendelak (implosi) ketika menjelajahi bangkai kapal Titanic.

Bacaan lebih lanjut

  • PDL Staf (1995). Kelelahan dan Sifat Tribological dari Plastik dan Elastomer. Plastik Desain Perpustakaan. ISBN 978-1-884207-15-0.
  • Leary, M.; Burvill, C. (2009). "Penerapan data yang diterbitkan untuk kelelahan-desain terbatas". Kualitas dan Keandalan Teknik Internasional. 25 (8): 921-932. doi:10.1002/qre.1010.
  • Dieter, G. E. (2013). Teknik Metalurgi. McGraw-Hill. ISBN 978-1259064791.
  • Kecil, R. E.; Jangan Cintai Aku Apa Adanya, E. H. (1975). Statistik Desain Kelelahan Percobaan. John Wiley & Sons. ISBN 0-470-54115-6.
  • Palmgren, A. G. (1924). "Mati Lebensdauer von Kugellagern" [Panjang Hidup Bantalan Rol]. Zeitschrift des Vereines Deutscher Ingenieure (dalam bahasa jerman). 68 (14): 339-341. * Schijve, J. (2009). Kelelahan Struktur dan Bahan. Springer. ISBN 978-1-4020-6807-2.
  • Lalanne, C. (2009). Kerusakan Kelelahan. ISTE - Wiley. ISBN 978-1-84821-125-4.
  • Pook, L. (2007). Kelelahan logam, Apa itu, Mengapa itu penting. Springer. ISBN 978-1-4020-5596-6.
  • Draper, J. (2008). Modern Kelelahan Logam Analisis. EMAS. ISBN 0-947817-79-4.
  • Suresh, S. (2004). Kelelahan Bahan. Cambridge University Press. ISBN 0-521-57046-8.

Pranala luar

Referensi

  1. W. H. Kim. Crack nucleation and stage I propagation in high strain fatigue—II. mechanism. Acta Metallurgica. 1978. Vol. 26 (5). hlm. 789–799. doi:10.1016/0001-6160(78)90029-9.
  2. R. I. Stephens. Metal Fatigue in Engineering. John Wiley & Sons. 2001. hlm. 69. ISBN 978-0-471-51059-8.
  3. C. Bathias. There is no infinite fatigue life in metallic materials. Fatigue & Fracture of Engineering Materials & Structures. 1999. Vol. 22 (7). hlm. 559–565. doi:10.1046/j.1460-2695.1999.00183.x.
  4. J. E. Shigley. Mechanical Engineering Design. McGraw Hill Higher Education. 2003. ISBN 978-0-07-252036-1.
  5. A. Jr. Bäumel. Materials Data for Cyclic Loading, Supplement 1. Elsevier. 1990. Vol. 61. ISBN 978-0-444-88603-3.
  6. S. Korkmaz. Uniform Material Law: Extension to High-Strength Steels. VDM. 2010. ISBN 978-3-639-25625-3.
  7. S. Korkmaz. A Methodology to Predict Fatigue Life of Cast Iron: Uniform Material Law for Cast Iron. International Journal of Iron and Steel Research. 2011. Vol. 18 (8). hlm. 42–45. doi:10.1016/S1006-706X(11)60102-7.
  8. C. Ansberry. In Firestone Tire Study, Expert Finds Vehicle Weight Was Key in Failure. Wall Street Journal. 5 February 2001.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29428091 (2026-07-07T08:21:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.