Lompat ke isi

Ilmu informasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29394618; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Foundation_of_Information_Science.png|thumb|right|280px|Bidang studi yang menjadi fondasi dari Ilmu Informasi disajikan dalam diagram Venn]]
'''Ilmu Informasi''' ([[Bahasa Inggris]]: [[:en:Information science|Information Science]]) merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, pengambilan, interpretasi, transmisi, transformasi, pemanfaatan, dan evaluasi terhadap informasi. Bidang ini mempunyai fondasi dari bidang teknis dan komputasional, pengorganisasian informasi, serta dimensi manusia dalam mengelola informasi melalui teknologi informasi. Ilmu informasi merupakan dasar dari analisis [[komunikasi]] dan [[basis data]].
'''Ilmu Informasi''' ([[Bahasa Inggris]]: [[:en:Information science|Information Science]]) merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, pengambilan, interpretasi, transmisi, transformasi, pemanfaatan, dan evaluasi terhadap informasi. Bidang ini mempunyai fondasi dari bidang teknis dan komputasional, pengorganisasian informasi, serta dimensi manusia dalam mengelola informasi melalui teknologi informasi. Ilmu informasi merupakan dasar dari analisis [[komunikasi]] dan [[basis data]].


Baris 9: Baris 11:


=== Data ===
=== Data ===
Merupakan bentuk plural dari ''datum'', diambil dari Bahasa Latin ''dare'' yang berarti 'untuk memberi' sehingga data merupakan sesuatu yang diberikan. Data dapat berupa nomor, kata, kalimat, catatan, asumsi atau apa pun itu yang diberikan entah dalam bentuk apa pun dan asal mana pun (Machlup, 1983). Data dapat merujuk pada fakta, asumsi, catatan, pernyataan protokol, representasi temuan pengamatan, berbentuk kualitatif maupun kuantitatif. Data itu sendiri dapat dimaknai secara relatif, dalam artian apa yang sebagian anggap sebagai input, dapat juga dianggap sebagai output oleh sebagian yang lain. Dari perspektif ilmu informasi, penting untuk menyatakan dan mengkomunikasikan tidak hanya data tetapi latar belakangnya, penerimanya, dan asumsi teoretisnya terkait dengan data yang memunculkan konsep penting pengetahuan dan dokumen.
Merupakan bentuk plural dari ''datum'', diambil dari Bahasa Latin ''dare'' yang berarti 'untuk memberi' sehingga data merupakan sesuatu yang diberikan. Data dapat berupa nomor, kata, kalimat, catatan, asumsi atau apa pun itu yang diberikan entah dalam bentuk apa pun dan asal mana pun (Machlup, 1983).<ref name=":0">''Introduction to information science and technology''. Published for the American Society for Information Science and Technology by Information Today. 2011. ISBN 978-1-57387-423-6.</ref> Data dapat merujuk pada fakta, asumsi, catatan, pernyataan protokol, representasi temuan pengamatan, berbentuk kualitatif maupun kuantitatif. Data itu sendiri dapat dimaknai secara relatif, dalam artian apa yang sebagian anggap sebagai input, dapat juga dianggap sebagai output oleh sebagian yang lain. Dari perspektif ilmu informasi, penting untuk menyatakan dan mengkomunikasikan tidak hanya data tetapi latar belakangnya, penerimanya, dan asumsi teoretisnya terkait dengan data yang memunculkan konsep penting pengetahuan dan dokumen.


=== Informasi ===
=== Informasi ===
Buckland dalam Davis (2011) menemukan bahwa 'sesuatu' apa pun dapat menjadi informatif. Definisi informasi sendiri dapat dipahami dari sudut pandang subjektif dan objektif. Ellis (1992) memberikan mengenalkan [[paradigma]] fisik dan kognitif dalam memahami informasi. Yaitu, jika informasi adalah objektif maka representasi dari informasi adalah tidak tergantung pada konteks dan tujuan. Sedangkan, jika informasi dipahami sebagai subjektif, maka representasinya dalam sistem informasi harus mempertimbangkan siapa dan apa yang diinformasikan.
Buckland dalam Davis (2011) menemukan bahwa 'sesuatu' apa pun dapat menjadi informatif. Definisi informasi sendiri dapat dipahami dari sudut pandang subjektif dan objektif. Ellis (1992) memberikan mengenalkan [[paradigma]] fisik dan kognitif dalam memahami informasi. Yaitu, jika informasi adalah objektif maka representasi dari informasi adalah tidak tergantung pada konteks dan tujuan. Sedangkan, jika informasi dipahami sebagai subjektif, maka representasinya dalam sistem informasi harus mempertimbangkan siapa dan apa yang diinformasikan.<ref name=":0" />


=== Pengetahuan ===
=== Pengetahuan ===
Konsep pengetahuan ditinjau dari pandangan teori pragmatis dan materialis yang menjadikan bagian terpadu dalam hasil cipta atau karya manusia. Pengetahuan merupakan informasi subjektif dan data yang diberi nilai. Interaksi manusia dan pemahamannya memainkan peran penting dalam penciptaan dan pengelolaan pengetahuan.
Konsep pengetahuan ditinjau dari pandangan teori pragmatis dan materialis yang menjadikan bagian terpadu dalam hasil cipta atau karya manusia. Pengetahuan merupakan informasi subjektif dan data yang diberi nilai. Interaksi manusia dan pemahamannya memainkan peran penting dalam penciptaan dan pengelolaan pengetahuan.


=== ''Data-Information-Knowledge-Wisdom Pyramid'' ===
=== ''Data-Information-Knowledge-Wisdom Pyramid'' ===
Baris 68: Baris 69:
Institusi pendidikan pertama yang menyelenggarakan program gelar Ilmu Informasi tercatat dimulai dari [[Universitas Syracuse|Syracuse University]] Amerika Serikat, setelah mereka melakukan perubahan nama departemennya dari 'the School of Library Science' menjadi 'the School of Information Studies' pada tahun 1974, yang menjadikannya sering dianggap sebagai [[:en:Information school|iSchool]] pertama dalam sejarah. Langkah ini kemudian banyak ditiru sekolah ilmu perpustakaan lain dan sekolah ilmu komputer dalam periode tahun 1960an di [[Amerika Utara]] maupun di [[Eropa]], beberapa di antaranya mengganti nama departemen sepenuhnya dari '''Library''<nowiki/>' menjadi hanya ''Information Science'' atau ''Information Studies'' tetapi sembari tetap menyelenggarakan program gelar ''Library and Information Science'' (kebanyakan program magister/pasca sarjana) bersamaan dengan program gelar Ilmu Informasi. Beberapa lainnya memberikan label Informatika dan Komputasi atau kombinasi lainnya.
Institusi pendidikan pertama yang menyelenggarakan program gelar Ilmu Informasi tercatat dimulai dari [[Universitas Syracuse|Syracuse University]] Amerika Serikat, setelah mereka melakukan perubahan nama departemennya dari 'the School of Library Science' menjadi 'the School of Information Studies' pada tahun 1974, yang menjadikannya sering dianggap sebagai [[:en:Information school|iSchool]] pertama dalam sejarah. Langkah ini kemudian banyak ditiru sekolah ilmu perpustakaan lain dan sekolah ilmu komputer dalam periode tahun 1960an di [[Amerika Utara]] maupun di [[Eropa]], beberapa di antaranya mengganti nama departemen sepenuhnya dari '''Library''<nowiki/>' menjadi hanya ''Information Science'' atau ''Information Studies'' tetapi sembari tetap menyelenggarakan program gelar ''Library and Information Science'' (kebanyakan program magister/pasca sarjana) bersamaan dengan program gelar Ilmu Informasi. Beberapa lainnya memberikan label Informatika dan Komputasi atau kombinasi lainnya.


Di [[Indonesia]], program akademik untuk ilmu informasi resmi dimulai pada tahun 2022 ditandai dengan diselenggarakannya program sarjana sains informasi oleh Fakultas Sosial dan Politik [[Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta|Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ)]]. Kemudian, disusul dengan didirikannya program doktoral Kajian Informasi oleh Fakultas Ilmu Budaya [[Universitas Indonesia|Universitas Indonesia (UI)]] pada tahun 2024. Program doktoral ini secara tidak langsung terafiliasi dengan konsorsium [[:en:Information school|iSchool]] sejak tahun 2020 melalui Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI.
Di [[Indonesia]], program akademik untuk ilmu informasi resmi dimulai pada tahun 2022 ditandai dengan diselenggarakannya program sarjana sains informasi oleh Fakultas Sosial dan Politik [[Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta|Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ)]].<ref>[https://fisip.upnvj.ac.id/tentang-s1-sains-informasi/ Tentang S1 Sains Informasi]. ''Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Jakarta''.</ref> Kemudian, disusul dengan didirikannya program doktoral Kajian Informasi oleh Fakultas Ilmu Budaya [[Universitas Indonesia|Universitas Indonesia (UI)]] pada tahun 2024.<ref>[http://penerimaan.ui.ac.id/ Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (SIMAK UI)]. ''SIMAK-UI''.</ref> Program doktoral ini secara tidak langsung terafiliasi dengan konsorsium [[:en:Information school|iSchool]] sejak tahun 2020 melalui Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI.


Kurikulum Sains Informasi UPNVJ, meliputi:
Kurikulum Sains Informasi UPNVJ, meliputi:
Baris 76: Baris 77:
* Manajemen ilmu informasi kesehatan, Komputasi data gastronomi, Sistem informasi geografis, Politik data digital.
* Manajemen ilmu informasi kesehatan, Komputasi data gastronomi, Sistem informasi geografis, Politik data digital.


Klaster riset pada program doktoral Kajian Informasi UI, mencakup namun tidak terbatas pada:
Klaster riset pada program doktoral Kajian Informasi UI, mencakup namun tidak terbatas pada:<ref>[https://fib.ui.ac.id/doktor-kajian-informasi/ Program Doktoral Kajian Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia]. ''fib.ui.ac.id''.</ref>


* Informasi dan Masyarakat : Masyarakat informasi, Budaya informasi, Perilaku informasi, Sistem pengetahuan, Tata kelola informasi, Budaya digital, Humaniora digital, Media sosial, Interaksi/perilaku manusia-informasi, Kecerdasan buatan di lembaga informasi.
* Informasi dan Masyarakat : Masyarakat informasi, Budaya informasi, Perilaku informasi, Sistem pengetahuan, Tata kelola informasi, Budaya digital, Humaniora digital, Media sosial, Interaksi/perilaku manusia-informasi, Kecerdasan buatan di lembaga informasi.
Baris 85: Baris 86:


== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
=== Monograf ===
=== Monograf ===
# Bawden, D., Robinson, L. (2012). Introduction to Information Science. Britania Raya: Facet. [https://books.google.com/books?id=Nc5qDQAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=introduction+to+information+science&hl=id&newbks=1&newbks_redir=1&sa=X&ved=2ahUKEwi6k__3j8SPAxW4R2wGHUu1DBMQ6AF6BAgHEAM Tautan Google Books]
# Bawden, D., Robinson, L. (2012). Introduction to Information Science. Britania Raya: Facet. [https://books.google.com/books?id=Nc5qDQAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=introduction+to+information+science&hl=id&newbks=1&newbks_redir=1&sa=X&ved=2ahUKEwi6k__3j8SPAxW4R2wGHUu1DBMQ6AF6BAgHEAM Tautan Google Books]
# Flynn, R. (2020). An Introduction to Information Science. Amerika Serikat: CRC Press. [https://www.google.co.id/books/edition/An_Introduction_to_Information_Science/GyYAEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
# Flynn, R. (2020). An Introduction to Information Science. Amerika Serikat: CRC Press. [https://www.google.co.id/books/edition/An_Introduction_to_Information_Science/GyYAEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
Baris 96: Baris 95:


=== Prosiding ===
=== Prosiding ===
# Computer and Information Science. (2008). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. [https://www.google.co.id/books/edition/Computer_and_Information_Science/txFrCQAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
# Computer and Information Science. (2008). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. [https://www.google.co.id/books/edition/Computer_and_Information_Science/txFrCQAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
# Computer and Information Sciences—ISCIS 2003: 18th International Symposium, Antalya, Turkey, November 3-5, 2003, Proceedings. (2003). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. [https://www.google.co.id/books/edition/Computer_and_Information_Sciences_ISCIS/nMFrCQAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
# Computer and Information Sciences—ISCIS 2003: 18th International Symposium, Antalya, Turkey, November 3-5, 2003, Proceedings. (2003). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. [https://www.google.co.id/books/edition/Computer_and_Information_Sciences_ISCIS/nMFrCQAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 Tautan Google Books]
Baris 104: Baris 102:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Artikel ini diadaptasi dalam mode teks dari
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu+informasi&oldid=29394618 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29394618 (2026-06-28T02:07:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ilmu_informasi&oldid=29394618 Wikipedia bahasa Indonesia],
 
revisi 29394618 (2026-06-28T02:07:52Z).
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
Gambar, media, infobox, templat navigasi, dan kategori sumber
tidak diimpor ke Wiki Unissula.
Atribusi dan lisensi mengikuti ketentuan Creative Commons
Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada sumber Wikipedia.

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 03.05

Bidang studi yang menjadi fondasi dari Ilmu Informasi disajikan dalam diagram Venn

Ilmu Informasi (Bahasa Inggris: Information Science) merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan, pengambilan, interpretasi, transmisi, transformasi, pemanfaatan, dan evaluasi terhadap informasi. Bidang ini mempunyai fondasi dari bidang teknis dan komputasional, pengorganisasian informasi, serta dimensi manusia dalam mengelola informasi melalui teknologi informasi. Ilmu informasi merupakan dasar dari analisis komunikasi dan basis data.

Keilmuan ini dapat ditelusuri dari munculnya studi dokumentasi di Eropa, hingga kemunculan teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan perubahan dan perkembangan pesat pada keilmuan ini hingga kemudian meluas dan memayungi beragam studi dan analisis terkait informasi. Istilah informasi kemudian lazim digunakan dan memberikan cakupan makna yang lebih luas mencakup dokumentasi, pengorganisasian informasi, hingga pemanfaatan teknologi. Ilmu informasi merupakan aspek yang berbeda dengan Informatika, yang berfokus pada aspek komputasi dan matematika dari sistem informasi. Ilmu informasi ini berakar dari aktivitas manusia mengelola informasi dalam bentuk apa pun.

Ilmu Informasi merupakan studi interdisipliner yang berkaitan dengan beberapa aspek ilmu komputer, ilmu perpustakaan, studi dokumentasi, ilmu kognitif, ilmu perilaku, linguistik matematika, semiotika, dan ilmu sosial. Ilmu informasi mempunyai akar intelektual dalam beragam studi dan praktik disiplin keilmuan dan bidang terapan. Telah banyak digambarkan sebagai bidang interdisiplin, transdisiplin, metadisiplin, dan multidisiplin. Semua mempunyai pembenarannya tersendiri meski tak sepenuhnya memadai. Ilmu informasi sampai batas tertentu konsentrasi penelitinya terpisah dalam dua titik kelompok peneliti antara computer and information science/information system/computer science applications dan social behavioral science.

Konsep Dasar

Beragam aktivitas manusia terkait informasi bersandar pada teknologi dan alat kelengkapannya yang akan terus berubah cepat dan dramatis (dari kertas ke komputer, misalnya). Mempelajari ilmu dan teknologi informasi membantu manusia bergerak maju dari dunia yang kompleks dan meningkatkan pemahaman terhadap informasi.

Data

Merupakan bentuk plural dari datum, diambil dari Bahasa Latin dare yang berarti 'untuk memberi' sehingga data merupakan sesuatu yang diberikan. Data dapat berupa nomor, kata, kalimat, catatan, asumsi atau apa pun itu yang diberikan entah dalam bentuk apa pun dan asal mana pun (Machlup, 1983).[1] Data dapat merujuk pada fakta, asumsi, catatan, pernyataan protokol, representasi temuan pengamatan, berbentuk kualitatif maupun kuantitatif. Data itu sendiri dapat dimaknai secara relatif, dalam artian apa yang sebagian anggap sebagai input, dapat juga dianggap sebagai output oleh sebagian yang lain. Dari perspektif ilmu informasi, penting untuk menyatakan dan mengkomunikasikan tidak hanya data tetapi latar belakangnya, penerimanya, dan asumsi teoretisnya terkait dengan data yang memunculkan konsep penting pengetahuan dan dokumen.

Informasi

Buckland dalam Davis (2011) menemukan bahwa 'sesuatu' apa pun dapat menjadi informatif. Definisi informasi sendiri dapat dipahami dari sudut pandang subjektif dan objektif. Ellis (1992) memberikan mengenalkan paradigma fisik dan kognitif dalam memahami informasi. Yaitu, jika informasi adalah objektif maka representasi dari informasi adalah tidak tergantung pada konteks dan tujuan. Sedangkan, jika informasi dipahami sebagai subjektif, maka representasinya dalam sistem informasi harus mempertimbangkan siapa dan apa yang diinformasikan.[1]

Pengetahuan

Konsep pengetahuan ditinjau dari pandangan teori pragmatis dan materialis yang menjadikan bagian terpadu dalam hasil cipta atau karya manusia. Pengetahuan merupakan informasi subjektif dan data yang diberi nilai. Interaksi manusia dan pemahamannya memainkan peran penting dalam penciptaan dan pengelolaan pengetahuan.

Data-Information-Knowledge-Wisdom Pyramid

Model piramida memberikan pandangan yang mencerminkan hubungan dan konteks dalam istilah data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Data merupakan fakta yang didapatkan dari pengamatan, informasi merupakan kumpulan fakta yang tersedia dengan konteks, pengetahuan dihasilkan ketika seseorang memberikan makna pada informasi, dan kebijaksanaan dihasilkan dari wawasan dan pengetahuan yang dibagikan.

Dokumen

Istilah dokumen (atau documenting unit) digunakan untuk arti khusus dalam menyertakan objek fisik informatif. Kata dokumen berasal dari Bahasa Latin docere yang berarti 'to teach or inform' dan sufiks '-ment' berarti alat. Asal katanya dipahami sebagai 'alat untuk mengajar atau mengabarkan' baik melalui pengajaran, pengalaman, atau teks. Kemudian pergeseran makna menjadi objek yang membawa teks. Dalam ilmu informasi, konsep dokumen dipahami sebagai 'setiap indikasi konkret atau simbolis, baik fisik maupun mental'. Dokumen menjadi salah satu bentuk diseminasi informasi bersama dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Teknologi informasi digunakan untuk mencatat informasi yang dibawa dari penggunaan perangkat keras dan lunak komputer. Asal-usul istilah ini berakar dari manajemen sistem informasi yang dikembangkan sejak tahun 1960an dalam ranah bisnis. Istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kemudian diadopsi untuk mengakui pentingnya pertumbuhan telepon, kabel, dan transmisi satelit dalam penggunaan efektif dari teknologi informasi. TIK merupakan salah satu bentuk diseminasi informasi.

Sejarah

Diskusi keilmuan ini dimulai dari tahun 1960an. Salah satu tonggak pentingnya adalah pendirian the Institute of Information Scientist yang didirikan tahun 1958 di Amerika Serikat, menandai terbentuknya diskusi ilmiah yang lebih terorganisasi terutama bagi negara-negara berbahasa Inggris. Selanjutnya, terdapat organisasi masyarakat ilmiah yang melakukan perubahan nama dari the American Documentation Institute yang mengganti namanya menjadi the American Society for Information Science (Masyarakat Amerika untuk Ilmu Informasi) pada tahun 1968 dan kemudian menjadi the American Society for Information Science and Technology pada tahun 2000 menandai arah gerak dan tren terkini dalam studi dokumentasi menjadi ilmu informasi terutama setelah kemunculan komputer dan jaringan sebagai sarana informasi. Bila ditarik panjang, diskusi ini sebenarnya dimulai dari aktivitas para profesional bidang bibliografi, kepustakawanan, dan dokumentasi dari penemuan mesin cetak. Sampai dengan pengembangannya pada 1950an dalam menangani dokumentasi ilmiah/informasi ilmiah melalui temuan-temuan dalam temu balik informasi oleh para praktisi komputer/sistem informatika.

Awal Pengembangan

Praktisi perpustakaan dan arsip telah memberikan pengaruh dalam fondasi pelayanan dan pengelolaan jasa informasi. Misalnya kemunculan alat indeks, bibliografi, dan abstrak dalam mengelola literatur publikasi. Namun, di luar institusi perpustakaan dan arsip, pekerjaan para bibliografer ilmiah (scientific bibliographer) membawa diskusi ini menjadi lebih berkembang yang kemudian mereka menyebut dirinya sebagai documentalist. Beragam organisasi ilmiah dan profesi juga turut meramaikan diskusi ilmiah terkait ilmu informasi. Perlu disebut pula peran ilmuwan dalam studi dokumentasi di Eropa yang menginspirasi pendirian ADI (American Documentation Institute pada 1937) dan ISI (Information Sciences Institute pada 1960an).

Pengembangan Era Modern

Kemunculan komputer dan jaringan memainkan peran lebih besar dalam perkembangan ilmu informasi. Dipicu oleh keresahan ilmuwan dalam mengelola dokumentasi ilmiah, beragam masalah diidentifikasi dan dianalisis hingga istilah ilmu informasi muncul menggantikan studi dokumentasi. Penelitian terus berkembang hingga diskusi . Keterlibatan diskusi semakin berkembang bersama keterlibatan para ilmuwan di ranah ilmu perilaku, ilmu komunikasi, ilmuwan matematika dalam analisis, dan insinyur rekayasa teknik dalam pengembangan teknologi.

Tren Terkini

Praktisi dan akademisi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Library and Information Science) memainkan peran besar dalam terutama dalam andilnya mendirikan institusi pendidikan/akademik. Di sisi lain, juga turut dikembangkan dari para praktisi dan ilmuwan Ilmu Komputer dan Informasi (Computer and Information Science) yang berfokus pada analisis sistem, pemrosesan informasi, desain basis data, dan teori informasi. Objektif keduanya memunculkan pencarian informasi, penggunaan informasi, atau perilaku informasi, manajemen informasi, kebijakan informasi, teori klasifikasi, dan kontrol bibliografi.

Lingkup

Cakupan topik atau tema utama yang dibahas dalam Ilmu Informasi :

  1. Kebutuhan, Pencarian, dan Penggunaan Informasi
  2. Organisasi Informasi
  3. Komputer dan Jaringan
  4. Manajemen Informasi
  5. Teknologi Publikasi dan Informasi
  6. Kebijakan Informasi
  7. Teori Informasi
  8. Profesi Informasi

Cakupan utama lainnya yang menjadi dasar dari Ilmu Informasi :

  1. Teknis dan komputasional: informatika, ilmu komputer, ilmu data, ilmu jaringan, teori informasi, matematika diskrit, statistika, dan analitik.
  2. Organisasi informasi: ilmu perpustakaan, ilmu kearsipan, ilmu dokumentasi, representasi pengetahuan, ontologi, studi organisasi.
  3. Dimensi manusia: interaksi manusia-komputer, psikologi kognitif, perilaku informasi, epistemologi sosial, filsafat informasi, etika informasi, serta studi sains dan teknologi.

Publikasi Ilmiah

Beberapa jurnal rujukan utama yang memublikasikan artikel ilmiah bidang ilmu informasi :

  1. Journal of Documentation | Emerald Publishing
  2. Journal of the Association for Information Science and Technology - Wiley Online Library
  3. Information Sciences | Journal | ScienceDirect.com by Elsevier
  4. Journal of Information Science: Sage Journals
  5. Selengkapnya di halaman Daftar Jurnal Ilmiah Ilmu Informasi

Pendidikan Akademik

Institusi pendidikan pertama yang menyelenggarakan program gelar Ilmu Informasi tercatat dimulai dari Syracuse University Amerika Serikat, setelah mereka melakukan perubahan nama departemennya dari 'the School of Library Science' menjadi 'the School of Information Studies' pada tahun 1974, yang menjadikannya sering dianggap sebagai iSchool pertama dalam sejarah. Langkah ini kemudian banyak ditiru sekolah ilmu perpustakaan lain dan sekolah ilmu komputer dalam periode tahun 1960an di Amerika Utara maupun di Eropa, beberapa di antaranya mengganti nama departemen sepenuhnya dari 'Library' menjadi hanya Information Science atau Information Studies tetapi sembari tetap menyelenggarakan program gelar Library and Information Science (kebanyakan program magister/pasca sarjana) bersamaan dengan program gelar Ilmu Informasi. Beberapa lainnya memberikan label Informatika dan Komputasi atau kombinasi lainnya.

Di Indonesia, program akademik untuk ilmu informasi resmi dimulai pada tahun 2022 ditandai dengan diselenggarakannya program sarjana sains informasi oleh Fakultas Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ).[2] Kemudian, disusul dengan didirikannya program doktoral Kajian Informasi oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2024.[3] Program doktoral ini secara tidak langsung terafiliasi dengan konsorsium iSchool sejak tahun 2020 melalui Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI.

Kurikulum Sains Informasi UPNVJ, meliputi:

  • Arsitektur informasi, Metadata, UI/UX Research and design, Sains data, Keamanan informasi, Manajemen data, Teknologi informasi imersif, Visualisasi informasi, Desain informasi, Kecerdasan bisnis dan marketing, Pemodelan dan pergudangan data, Media monitoring, UI Design and prototype,
  • Manajemen dan kebijakan informasi, Sumber daya informasi, Representasi informasi, Organisasi informasi, Budaya informasi, Masyarakat informasi dan media sosial, Hoax dan bias informasi, Literasi digital, Analis dan manajemen pengetahuan, Sistem temu balik informasi, Infometrika, Klasifikasi informasi, Kurasi dan preservasi digital, Manajemen koleksi elektronik, Layanan data dan informasi, Manajemen arsip digital, Manajemen rekod, Informasi museum digital, Perpustakaan digital,
  • Manajemen ilmu informasi kesehatan, Komputasi data gastronomi, Sistem informasi geografis, Politik data digital.

Klaster riset pada program doktoral Kajian Informasi UI, mencakup namun tidak terbatas pada:[4]

  • Informasi dan Masyarakat : Masyarakat informasi, Budaya informasi, Perilaku informasi, Sistem pengetahuan, Tata kelola informasi, Budaya digital, Humaniora digital, Media sosial, Interaksi/perilaku manusia-informasi, Kecerdasan buatan di lembaga informasi.
  • Jasa Informasi : Literasi informasi, Budaya organisasi, Community engagement, Layanan pendidikan dan informasional, Layanan rekod (arsip dinamis).
  • Kebijakan Informasi : Pendidikan digital, Legal Informasi (Properti, Intelektual, Paten, Hak cipta, Plagiarisme, Manajemen hak digital, Penyensoran, Kebebasan berekspresi, Etika dan privasi, Kepemilikan lisensi dan royalti), Keterbukaan akses, Keterbukaan informasi, Penyebaran informasi pemerintah, Arus data internasional, Politik informasi, Keamanan data, Legalitas, Otentitas, Forensik, Hoaks.
  • Organisasi dan Representasi Informasi : Organisasi informasi dan pengetahuan, Deskripsi dan penilaian arsip, Temu balik informasi, Citra informasi, Social tagging.
  • Manajemen Data, Informasi, dan Pengetahuan : Mahadata dan analitika data, Preservasi digital, Preservasi kearifan lokal, Memori kolektif, Manajemen informasi, Manajemen pengetahuan, Manajemen rekod (arsip dinamis), Manajemen data riset, Forensik informasi.

Bibliografi

Monograf

  1. Bawden, D., Robinson, L. (2012). Introduction to Information Science. Britania Raya: Facet. Tautan Google Books
  2. Flynn, R. (2020). An Introduction to Information Science. Amerika Serikat: CRC Press. Tautan Google Books
  3. Kawatra, P. S. (2000). Textbook of Information Science. India: APH Publishing Corporation. Tautan Google Books
  4. Handbook on Information Sciences. (2024). Britania Raya: Edward Elgar. Tautan Google Books
  5. Historical Studies in Information Science. (1998). Amerika Serikat: Information Today. Tautan Google Books
  6. McCrank, L. J. (2001). Historical information science : an emerging unidiscipline. Amerika Serikat: Information Today. Tautan Google Books

Prosiding

  1. Computer and Information Science. (2008). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. Tautan Google Books
  2. Computer and Information Sciences—ISCIS 2003: 18th International Symposium, Antalya, Turkey, November 3-5, 2003, Proceedings. (2003). Jerman: Springer Berlin Heidelberg. Tautan Google Books
  3. International Conference on Computational and Information Sciences (ICCIS) 2014. (2014). (n.p.): DEStech Publications, Inc. Tautan Google Books
  4. Research Challenges in Information Science: 18th International Conference, RCIS 2024, Guimarães, Portugal, May 14–17, 2024, Proceedings, Part II. (2024). Swiss: Springer Nature Switzerland. Tautan Google Books
  5. Informatics Engineering and Information Science: International Conference, ICIEIS 2011, Kuala Lumpur, Malaysia, November 14-16, 2011, Proceedings, Part IV. (2011). Jerman: Springer. Tautan Google Books

Referensi

  1. 1,0 1,1 Introduction to information science and technology. Published for the American Society for Information Science and Technology by Information Today. 2011. ISBN 978-1-57387-423-6.
  2. Tentang S1 Sains Informasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Jakarta.
  3. Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (SIMAK UI). SIMAK-UI.
  4. Program Doktoral Kajian Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. fib.ui.ac.id.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29394618 (2026-06-28T02:07:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.