Lompat ke isi

Girolamo Cardano: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27872367; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Girolamo Cardano''' adalah adalah filsuf dari [[Milan]], [[Roma]] pada [[abad ke-16]]. Girolamo lahir pada 24 September 1501, dan meninggal pada 21 September 1576. Cardano ahli dalam bidang [[matematika]], [[filsafat]] dan [[fisika]], [[musik]], [[astrologi]], [[engineering]], [[sejarah]], ilmu tanaman, dsb. Konsep utama yang menjadi pandangannya adalah [[hylozoistik]] [[naturalis]], berdasarkan transformasi dan satu hal kepada yang lain, indikasi sebuah materi asli yang tidak terbatas dalam perpanjangan pemenuhan semua ruang, meninggalkan ketidakkosongan. Dunia jiwa harus diasumsikan untuk menghadapi hasil pergerakan benda-benda. [[Cinta]] dan benci saling terkait dalam hubungan memengaruhi. Cahaya dan kehangatan adalah bentuk-bentuk [[fenomenologi|fenomena]] dari dunia [[jiwa]]. Berseberangan dengan cahaya [[sorga]] adalah dunia yang lembap dan dingin, terpisah antara [[air]], [[tanah]] dan [[udara]]. keluar dari perkembangan semua benda-benda ini, termasuk logam dah kehidupan. Masing-masing spesies memiliki arti pada dirinya sendiri yang dipelajari secara ilmiah. Cardano beralasan bahwa akhir dari manusia untuk memahami [[Allah]] dan menjadi penghubung antara keilahian dan keabadian. Secara [[rasionalisme|rasional]], jiwa menjadi abadi ketika terserap dalam yang ilahi. Hikmat diperoleh dari kesatuan dengan Tuhan dan oleh teori matematika, sebagai mana Tuhan menjadi subjek dari teori-teori pasti matematika dan bentuk manusia dari kelemahan dan individual, sehingga hukum-hukum harus dibangun berdasarkan nilai agama.
[[File:Girolamo_Cardano._Stipple_engraving_by_R._Cooper._Wellcome_V0001004.jpg|thumb|right|280px|Girolamo Cardano. Stipple engraving by R. Cooper. Wellcome V0001004]]
 
'''Girolamo Cardano''' adalah adalah filsuf dari [[Milan]], [[Roma]] pada [[abad ke-16]]. Girolamo lahir pada 24 September 1501, dan meninggal pada 21 September 1576. Cardano ahli dalam bidang [[matematika]], [[filsafat]] dan [[fisika]], [[musik]], [[astrologi]], [[engineering]], [[sejarah]], ilmu tanaman, dsb.<ref>Valerie N. Livina., ''Commentaries on the Seven Segments of Girolamo Cardano'', Livinalia Publishing, 2006</ref> Konsep utama yang menjadi pandangannya adalah [[hylozoistik]] [[naturalis]], berdasarkan transformasi dan satu hal kepada yang lain, indikasi sebuah materi asli yang tidak terbatas dalam perpanjangan pemenuhan semua ruang, meninggalkan ketidakkosongan. Dunia jiwa harus diasumsikan untuk menghadapi hasil pergerakan benda-benda. [[Cinta]] dan benci saling terkait dalam hubungan memengaruhi. Cahaya dan kehangatan adalah bentuk-bentuk [[fenomenologi|fenomena]] dari dunia [[jiwa]]. Berseberangan dengan cahaya [[sorga]] adalah dunia yang lembap dan dingin, terpisah antara [[air]], [[tanah]] dan [[udara]]. keluar dari perkembangan semua benda-benda ini, termasuk logam dah kehidupan. Masing-masing spesies memiliki arti pada dirinya sendiri yang dipelajari secara ilmiah. Cardano beralasan bahwa akhir dari manusia untuk memahami [[Allah]] dan menjadi penghubung antara keilahian dan keabadian. Secara [[rasionalisme|rasional]], jiwa menjadi abadi ketika terserap dalam yang ilahi. Hikmat diperoleh dari kesatuan dengan Tuhan dan oleh teori matematika, sebagai mana Tuhan menjadi subjek dari teori-teori pasti matematika dan bentuk manusia dari kelemahan dan individual, sehingga hukum-hukum harus dibangun berdasarkan nilai agama.<ref>Albert E. Avey., ''Handbook in The History of Philosophy'', New York: Barnes & Noble, Inc, 1954</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Girolamo+Cardano&oldid=27872367 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27872367 (2025-09-23T02:53:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Girolamo+Cardano&oldid=27872367 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27872367 (2025-09-23T02:53:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.09

Berkas:Girolamo Cardano. Stipple engraving by R. Cooper. Wellcome V0001004.jpg
Girolamo Cardano. Stipple engraving by R. Cooper. Wellcome V0001004

Girolamo Cardano adalah adalah filsuf dari Milan, Roma pada abad ke-16. Girolamo lahir pada 24 September 1501, dan meninggal pada 21 September 1576. Cardano ahli dalam bidang matematika, filsafat dan fisika, musik, astrologi, engineering, sejarah, ilmu tanaman, dsb.[1] Konsep utama yang menjadi pandangannya adalah hylozoistik naturalis, berdasarkan transformasi dan satu hal kepada yang lain, indikasi sebuah materi asli yang tidak terbatas dalam perpanjangan pemenuhan semua ruang, meninggalkan ketidakkosongan. Dunia jiwa harus diasumsikan untuk menghadapi hasil pergerakan benda-benda. Cinta dan benci saling terkait dalam hubungan memengaruhi. Cahaya dan kehangatan adalah bentuk-bentuk fenomena dari dunia jiwa. Berseberangan dengan cahaya sorga adalah dunia yang lembap dan dingin, terpisah antara air, tanah dan udara. keluar dari perkembangan semua benda-benda ini, termasuk logam dah kehidupan. Masing-masing spesies memiliki arti pada dirinya sendiri yang dipelajari secara ilmiah. Cardano beralasan bahwa akhir dari manusia untuk memahami Allah dan menjadi penghubung antara keilahian dan keabadian. Secara rasional, jiwa menjadi abadi ketika terserap dalam yang ilahi. Hikmat diperoleh dari kesatuan dengan Tuhan dan oleh teori matematika, sebagai mana Tuhan menjadi subjek dari teori-teori pasti matematika dan bentuk manusia dari kelemahan dan individual, sehingga hukum-hukum harus dibangun berdasarkan nilai agama.[2]

Referensi

  1. Valerie N. Livina., Commentaries on the Seven Segments of Girolamo Cardano, Livinalia Publishing, 2006
  2. Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc, 1954

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27872367 (2025-09-23T02:53:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.