Radiasi pengion: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28068418; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
[[Sinar gama]], [[sinar X]], dan sinar [[Ultraviolet vakum|ultraviolet]] yang berenergi tinggi dari spektrum elektromagnetik bersifat pengion, sedangkan bagian sinar [[ultraviolet]] yang berenergi lebih rendah dan semua spektrum di bawah UV, termasuk [[cahaya]] kasatmata (termasuk hampir semua jenis sinar [[laser]]), [[inframerah]], [[gelombang mikro]], dan [[gelombang radio]] dianggap sebagai radiasi non-pengion. Batas antara radiasi elektromagnetik pengion dan non-pengion yang terjadi pada ultraviolet tidak ditentukan secara tajam, karena molekul dan atom yang berbeda terionisasi pada [[Energi ionisasi unsur (halaman data)|tingkat energi yang berbeda]]. Definisi konvensional menempatkan batas ini pada [[energi foton]] antara 10 [[elektronvolt|eV]] dan 33 eV dalam ultraviolet. | [[Sinar gama]], [[sinar X]], dan sinar [[Ultraviolet vakum|ultraviolet]] yang berenergi tinggi dari spektrum elektromagnetik bersifat pengion, sedangkan bagian sinar [[ultraviolet]] yang berenergi lebih rendah dan semua spektrum di bawah UV, termasuk [[cahaya]] kasatmata (termasuk hampir semua jenis sinar [[laser]]), [[inframerah]], [[gelombang mikro]], dan [[gelombang radio]] dianggap sebagai radiasi non-pengion. Batas antara radiasi elektromagnetik pengion dan non-pengion yang terjadi pada ultraviolet tidak ditentukan secara tajam, karena molekul dan atom yang berbeda terionisasi pada [[Energi ionisasi unsur (halaman data)|tingkat energi yang berbeda]]. Definisi konvensional menempatkan batas ini pada [[energi foton]] antara 10 [[elektronvolt|eV]] dan 33 eV dalam ultraviolet. | ||
Partikel subatomik pengion dari [[radioaktivitas]] mencakup [[partikel alfa]], [[partikel beta]], dan [[neutron]]. Hampir semua produk [[peluruhan radioaktif]] dapat mengionisasi karena energi peluruhan radioaktif biasanya jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk ionisasi. Partikel pengion subatomik lain yang muncul secara alami adalah [[muon]], [[meson]], [[positron]], dan partikel lain yang membentuk [[sinar kosmik]] sekunder yang dihasilkan setelah sinar kosmik primer berinteraksi dengan atmosfer bumi. Sinar kosmik dihasilkan oleh bintang-bintang dan peristiwa langit tertentu seperti ledakan [[supernova]]. Sinar kosmik juga dapat menghasilkan radioisotop di Bumi (misalnya, [[karbon-14]]), yang pada gilirannya meluruh dan menghasilkan radiasi pengion. Sinar kosmik dan peluruhan isotop radioaktif adalah sumber utama radiasi pengion alami di Bumi yang disebut sebagai [[radiasi latar belakang]]. Radiasi pengion juga dapat dihasilkan secara buatan dengan [[tabung sinar X]], [[akselerator partikel]], dan berbagai metode yang menghasilkan [[radioisotop]] secara buatan. | Partikel subatomik pengion dari [[radioaktivitas]] mencakup [[partikel alfa]], [[partikel beta]], dan [[neutron]]. Hampir semua produk [[peluruhan radioaktif]] dapat mengionisasi karena energi peluruhan radioaktif biasanya jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk ionisasi. Partikel pengion subatomik lain yang muncul secara alami adalah [[muon]], [[meson]], [[positron]], dan partikel lain yang membentuk [[sinar kosmik]] sekunder yang dihasilkan setelah sinar kosmik primer berinteraksi dengan atmosfer bumi.<ref>Gayle Woodside. [https://books.google.com/books?id=SJP57-0UOzYC&pg=PA476&dq=%22ionizing+radiation Environmental, Safety, and Health Engineering]. John Wiley & Sons. 1997. hlm. 476. ISBN 0471109320.</ref><ref>James G. Stallcup. [https://books.google.com/books?id=CpyeNUgls68C&pg=SA13-PA3&dq=%22ionizing+radiation OSHA: Stallcup's High-voltage Telecommunications Regulations Simplified]. Jones & Bartlett Learning. 2006. hlm. 133. ISBN 076374347X.</ref> Sinar kosmik dihasilkan oleh bintang-bintang dan peristiwa langit tertentu seperti ledakan [[supernova]]. Sinar kosmik juga dapat menghasilkan radioisotop di Bumi (misalnya, [[karbon-14]]), yang pada gilirannya meluruh dan menghasilkan radiasi pengion. Sinar kosmik dan peluruhan isotop radioaktif adalah sumber utama radiasi pengion alami di Bumi yang disebut sebagai [[radiasi latar belakang]]. Radiasi pengion juga dapat dihasilkan secara buatan dengan [[tabung sinar X]], [[akselerator partikel]], dan berbagai metode yang menghasilkan [[radioisotop]] secara buatan. | ||
Radiasi pengion tidak dapat dideteksi oleh indera manusia, jadi instrumen pendeteksi radiasi seperti [[pencacah Geiger]] harus digunakan untuk menunjukkan keberadaannya dan mengukurnya. Namun, intensitas tinggi dapat menyebabkan emisi cahaya kasatmata ketika berinteraksi dengan materi, seperti pada [[radiasi Cherenkov]] dan [[radioluminesensi]]. Radiasi pengion digunakan di berbagai bidang seperti [[kedokteran]], [[daya nuklir]], penelitian, manufaktur, konstruksi, dan banyak bidang lainnya, tetapi menimbulkan bahaya kesehatan jika tindakan yang tepat terhadap paparan yang tidak diinginkan tidak dilakukan. Paparan radiasi pengion menyebabkan kerusakan pada [[Jaringan (biologi)|jaringan]] hidup, dan dapat menyebabkan [[luka bakar radiasi]], [[kerusakan sel]], [[penyakit radiasi]], [[kanker]], dan [[kematian]]. | Radiasi pengion tidak dapat dideteksi oleh indera manusia, jadi instrumen pendeteksi radiasi seperti [[pencacah Geiger]] harus digunakan untuk menunjukkan keberadaannya dan mengukurnya. Namun, intensitas tinggi dapat menyebabkan emisi cahaya kasatmata ketika berinteraksi dengan materi, seperti pada [[radiasi Cherenkov]] dan [[radioluminesensi]]. Radiasi pengion digunakan di berbagai bidang seperti [[kedokteran]], [[daya nuklir]], penelitian, manufaktur, konstruksi, dan banyak bidang lainnya, tetapi menimbulkan bahaya kesehatan jika tindakan yang tepat terhadap paparan yang tidak diinginkan tidak dilakukan. Paparan radiasi pengion menyebabkan kerusakan pada [[Jaringan (biologi)|jaringan]] hidup, dan dapat menyebabkan [[luka bakar radiasi]], [[kerusakan sel]], [[penyakit radiasi]], [[kanker]], dan [[kematian]]. | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
* [[Tangkapan elektron]] | * [[Tangkapan elektron]] | ||
* [[Racun neutron]] | * [[Racun neutron]] | ||
== Pustaka == | == Pustaka == | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 40: | Baris 37: | ||
* [http://www.ornl.gov/sci/env_rpt/aser95/appa.htm Oak Ridge Reservation] Basic Radiation Facts | * [http://www.ornl.gov/sci/env_rpt/aser95/appa.htm Oak Ridge Reservation] Basic Radiation Facts | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi+pengion&oldid=28068418 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28068418 (2025-10-17T13:18:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radiasi+pengion&oldid=28068418 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28068418 (2025-10-17T13:18:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.00
Radiasi pengion adalah radiasi yang membawa energi yang cukup untuk melepaskan elektron dari atom atau molekul, sehingga mengionisasi atom atau molekul tersebut. Radiasi pengion terdiri dari partikel subatomik, ion atau atom yang energetik yang bergerak dengan kecepatan tinggi (biasanya lebih besar dari 1% dari laju cahaya), dan gelombang elektromagnetik pada ujung energi tinggi dari spektrum elektromagnetik.
Sinar gama, sinar X, dan sinar ultraviolet yang berenergi tinggi dari spektrum elektromagnetik bersifat pengion, sedangkan bagian sinar ultraviolet yang berenergi lebih rendah dan semua spektrum di bawah UV, termasuk cahaya kasatmata (termasuk hampir semua jenis sinar laser), inframerah, gelombang mikro, dan gelombang radio dianggap sebagai radiasi non-pengion. Batas antara radiasi elektromagnetik pengion dan non-pengion yang terjadi pada ultraviolet tidak ditentukan secara tajam, karena molekul dan atom yang berbeda terionisasi pada tingkat energi yang berbeda. Definisi konvensional menempatkan batas ini pada energi foton antara 10 eV dan 33 eV dalam ultraviolet.
Partikel subatomik pengion dari radioaktivitas mencakup partikel alfa, partikel beta, dan neutron. Hampir semua produk peluruhan radioaktif dapat mengionisasi karena energi peluruhan radioaktif biasanya jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk ionisasi. Partikel pengion subatomik lain yang muncul secara alami adalah muon, meson, positron, dan partikel lain yang membentuk sinar kosmik sekunder yang dihasilkan setelah sinar kosmik primer berinteraksi dengan atmosfer bumi.[1][2] Sinar kosmik dihasilkan oleh bintang-bintang dan peristiwa langit tertentu seperti ledakan supernova. Sinar kosmik juga dapat menghasilkan radioisotop di Bumi (misalnya, karbon-14), yang pada gilirannya meluruh dan menghasilkan radiasi pengion. Sinar kosmik dan peluruhan isotop radioaktif adalah sumber utama radiasi pengion alami di Bumi yang disebut sebagai radiasi latar belakang. Radiasi pengion juga dapat dihasilkan secara buatan dengan tabung sinar X, akselerator partikel, dan berbagai metode yang menghasilkan radioisotop secara buatan.
Radiasi pengion tidak dapat dideteksi oleh indera manusia, jadi instrumen pendeteksi radiasi seperti pencacah Geiger harus digunakan untuk menunjukkan keberadaannya dan mengukurnya. Namun, intensitas tinggi dapat menyebabkan emisi cahaya kasatmata ketika berinteraksi dengan materi, seperti pada radiasi Cherenkov dan radioluminesensi. Radiasi pengion digunakan di berbagai bidang seperti kedokteran, daya nuklir, penelitian, manufaktur, konstruksi, dan banyak bidang lainnya, tetapi menimbulkan bahaya kesehatan jika tindakan yang tepat terhadap paparan yang tidak diinginkan tidak dilakukan. Paparan radiasi pengion menyebabkan kerusakan pada jaringan hidup, dan dapat menyebabkan luka bakar radiasi, kerusakan sel, penyakit radiasi, kanker, dan kematian.
Lihat pula
- Dosis ekuivalen pisang
- Bahan bakar nuklir bekas
- Limbah radioaktif
- Kecelakaan dan insiden nuklir
- Pencemaran radioaktif
- Pemrosesan ulang nuklir
- Radiasi alam
- Radiologi
- Peluruhan radioaktif
- Produk peluruhan
- Rantai peluruhan
- Deret radioaktif
- Tangkapan neutron
- Tangkapan elektron
- Racun neutron
Pustaka
Pranala luar
- The Nuclear Regulatory Commission regulates most commercial radiation sources and non-medical exposures in the US:
- NLM Hazardous Substances Databank – Ionizing Radiation
- United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation 2000 Report Volume 1: Sources, Volume 2: Effects
- Beginners Guide to Ionising Radiation Measurement
- (from CT scans and xrays).
- Free Radiation Safety Course
- Health Physics Society Public Education Website
- Oak Ridge Reservation Basic Radiation Facts
Referensi
- ↑ Gayle Woodside. Environmental, Safety, and Health Engineering. John Wiley & Sons. 1997. hlm. 476. ISBN 0471109320.
- ↑ James G. Stallcup. OSHA: Stallcup's High-voltage Telecommunications Regulations Simplified. Jones & Bartlett Learning. 2006. hlm. 133. ISBN 076374347X.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28068418 (2025-10-17T13:18:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.