Lompat ke isi

Biogas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29397987; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Biogas''' merupakan gas yang dihasilkan oleh [[Anaerobik|aktivitas anaerobik]] yang mendegradasi bahan-bahan organik. Contoh dari [[Senyawa organik|bahan organik]] ini adalah kotoran, limbah domestik, [[mikroalga]] beserta residunya, atau setiap limbah organik yang dapat diurai oleh makhluk hidup dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah [[metana]] dan [[karbon dioksida]]. Biogas merupakan sumber [[energi terbarukan]] dan ramah lingkungan. Energi dari biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan [[listrik]].
[[File:Neuhaus_oste_biogasanlage_01.jpg|thumb|right|280px|Neuhaus oste biogasanlage 01]]


Penyusun utama biogas adalah [[metana]] (CH<sub>4</sub>), [[karbon dioksida]] (CO<sub>2</sub>), [[amonia]] (NH<sub>3</sub>), [[hidrogen sulfida]] (H<sub>2</sub>S) , [[oksigen]](O<sub>2</sub>), dan beberapa gas lain. Gas metana, [[hidrogen]], dan [[karbon monoksida]] dapat dibakar atau [[Oksidasi|dioksidasi]] dengan oksigen sehingga melepaskan energi. Energi inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar. Energi ini dapat digunakan untuk pelbagai tujuan pemanasan, seperti memasak. Energi ini juga dapat digunakan sebagai listrik.
'''Biogas''' merupakan gas yang dihasilkan oleh [[Anaerobik|aktivitas anaerobik]] yang mendegradasi bahan-bahan organik.<ref>S. C. Bhatia. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9781782422693500176 Advanced Renewable Energy Systems]. Woodhead Publishing India. 2014-01-01. hlm. 426. doi:10.1016/b978-1-78242-269-3.50017-6. ISBN 978-1-78242-269-3.</ref> Contoh dari [[Senyawa organik|bahan organik]] ini adalah kotoran, limbah domestik, [[mikroalga]] beserta residunya,<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref> atau setiap limbah organik yang dapat diurai oleh makhluk hidup dalam kondisi anaerobik.<ref>[https://www.etipbioenergy.eu/value-chains/products-end-use/intermediates/raw-biogas Raw biogas]. ''www.etipbioenergy.eu''.</ref> Kandungan utama dalam biogas adalah [[metana]] dan [[karbon dioksida]].<ref>C. Charcosset. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780857095459500021 Membranes for Clean and Renewable Power Applications]. Woodhead Publishing. 2014-01-01. hlm. 46. doi:10.1533/9780857098658.1.44. ISBN 978-0-85709-545-9.</ref> Biogas merupakan sumber [[energi terbarukan]] dan ramah lingkungan.<ref>Lucie Houdkova. [http://www.doiserbia.nb.rs/Article.aspx?ID=0354-98360804027H Biogas: A renewable source of energy]. ''Thermal Science''. 2008. Vol. 12 (4). hlm. 27. doi:10.2298/tsci0804027h.</ref> Energi dari biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan [[listrik]].<ref>[https://www.clarke-energy.com/applications/biogas/ Biogas CHP Cogeneration]. ''Clarke Energy''.</ref>


Biogas dihasilkan dari degradasi anaerobik dengan menggunakan organisme anaerobik. Organisme ini akan mencerna material organik tersebut dalam baik dalam sistem yang bermacam-macam, seperti kontinu, semi-kontinu, ataupun tertutup. Sistem ini mendukung organisme tersebut untuk mengubah [[biomassa]] dari materi organik menjadi biogas. Sistem ini disebut biodigester atau bioreaktor. Selain pada sistem buatan, degradasi anaerobik juga terjadi di alam dan menjadi proses penting dalam [[siklus karbon]].
Penyusun utama biogas adalah [[metana]] (CH<sub>4</sub>), [[karbon dioksida]] (CO<sub>2</sub>), [[amonia]] (NH<sub>3</sub>), [[hidrogen sulfida]] (H<sub>2</sub>S) , [[oksigen]](O<sub>2</sub>), dan beberapa gas lain.<ref>Irini Angelidaki. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780128168561000336 Biofuels: Alternative Feedstocks and Conversion Processes for the Production of Liquid and Gaseous Biofuels (Second Edition)]. Academic Press. 2019-01-01. hlm. 817. doi:10.1016/b978-0-12-816856-1.00033-6. ISBN 978-0-12-816856-1.</ref><ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref> Gas metana, [[hidrogen]], dan [[karbon monoksida]] dapat dibakar atau [[Oksidasi|dioksidasi]] dengan oksigen sehingga melepaskan energi.<ref>Liangwei Deng. [https://books.google.co.id/books?id=xwDoDwAAQBAJ&pg=PA301&dq=biogas+combustion+energy&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwil-dCi8q7uAhUPzTgGHVgeDAEQ6AEwAHoECAUQAg#v=onepage&q&f=false Biogas Technology]. Springer Nature. 2020-05-28. hlm. 301. ISBN 978-981-15-4940-3.</ref> Energi inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar. Energi ini dapat digunakan untuk pelbagai tujuan pemanasan, seperti memasak. Energi ini juga dapat digunakan sebagai listrik.<ref>[https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S096014811830301X Biogas: Developments and perspectives in Europe]. ''Renewable Energy''. 2018-12-01. Vol. 129. hlm. 457–472. doi:10.1016/j.renene.2018.03.006.</ref>
 
Biogas dihasilkan dari degradasi anaerobik dengan menggunakan organisme anaerobik.<ref>Tuti Haryati. [http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=277854&val=7169&title=Biogas%20:%20Animal%20Waste%20That%20Can%20be%20Alternative%20Energy%20Source Biogas : Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif]. ''Wartazoa''. 2006. Vol. 16 (3). hlm. 160.</ref> Organisme ini akan mencerna material organik tersebut dalam baik dalam sistem yang bermacam-macam, seperti kontinu, semi-kontinu, ataupun tertutup.<ref>Sunil Kumar. [https://books.google.co.id/books?id=76yZDwAAQBAJ&pg=PA155 Biogas]. InTech. 2012-03-14. hlm. 155. ISBN 978-953-51-0204-5.</ref> Sistem ini mendukung organisme tersebut untuk mengubah [[biomassa]] dari materi organik menjadi biogas.<ref>Tamilarasan Karuppiah. [https://www.intechopen.com/books/anaerobic-digestion/biomass-pretreatment-for-enhancement-of-biogas-production Anaerobic Digestion]. IntechOpen. 2019-09-04. hlm. 1. doi:10.5772/intechopen.82088. ISBN 978-1-83881-849-4.</ref> Sistem ini disebut biodigester atau bioreaktor.<ref>S. K. Khanal. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780444636652000102 Current Developments in Biotechnology and Bioengineering]. Elsevier. 2017-01-01. hlm. 261. doi:10.1016/b978-0-444-63665-2.00010-2. ISBN 978-0-444-63665-2.</ref> Selain pada sistem buatan, degradasi anaerobik juga terjadi di alam dan menjadi proses penting dalam [[siklus karbon]].<ref>Anna Sikora. [https://www.intechopen.com/books/fermentation-processes/anaerobic-digestion-i-a-common-process-ensuring-energy-flow-and-the-circulation-of-matter-in-ecosyst Anaerobic Digestion: I. A Common Process Ensuring Energy Flow and the Circulation of Matter in Ecosystems. II. A Tool for the Production of Gaseous Biofuels]. ''Fermentation Processes''. 2017-02-08. doi:10.5772/64645.</ref>


Beberapa sampah organik lebih sulit untuk didegradasi dibandingkan dengan yang lain. Sampah makanan, lemak, minyak, dan rumput-rumputan merupakan sampah organik yang paling mudah untuk diproses, sedangkan limbah ternak biasanya paling sulit. Oleh karena itu, proses produksi biogas biasanya mencampurkan beberapa sampah sekaligus pada satu bioreaktor yang sama untuk dapat meningkatkan produksi biogas. Cara ini disebut dengan ko-digesti. Selain itu, bioreaktor juga dapat dibuat lebih hangat di antara suhu 30 sampai 38 derajat celcius agar sampah lebih cepat terurai.
Beberapa sampah organik lebih sulit untuk didegradasi dibandingkan dengan yang lain. Sampah makanan, lemak, minyak, dan rumput-rumputan merupakan sampah organik yang paling mudah untuk diproses, sedangkan limbah ternak biasanya paling sulit. Oleh karena itu, proses produksi biogas biasanya mencampurkan beberapa sampah sekaligus pada satu bioreaktor yang sama untuk dapat meningkatkan produksi biogas. Cara ini disebut dengan ko-digesti. Selain itu, bioreaktor juga dapat dibuat lebih hangat di antara suhu 30 sampai 38 derajat celcius agar sampah lebih cepat terurai.
Baris 20: Baris 22:


== Rentang komposisi biogas umumnya ==
== Rentang komposisi biogas umumnya ==
Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas tempat pembuangan akhir memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH<sub>4</sub>
Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas tempat pembuangan akhir memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH<sub>4</sub><ref>[http://www.oaktech-environmental.com/Juniper.htm Juniper Biogas Yield Comparison].</ref>
 
'''Komposisi biogas'''


'''Komposisi biogas'''<ref>[http://www.kolumbus.fi/suomen.biokaasukeskus/en/enperus.html Basic Information on Biogas]</ref>
{| border="1" cellpadding="4" cellspacing="0" style="border:1px solid #aaa; border-collapse:collapse"
|- bgcolor="#cccccc"
! '''Komponen'''
! '''%'''
|-
|| Metana (CH<sub>4</sub>)|| 55-75
|-
|| Karbon dioksida (CO<sub>2</sub>)|| 25-45
|-
|| Nitrogen (N<sub>2</sub>)|| 0-0.3
|-
|| Hidrogen (H<sub>2</sub>)|| 1-5
|-
|| Hidrogen sulfida (H<sub>2</sub>S)|| 0-3
|-
|| Oksigen (O<sub>2</sub>)|| 0.1-0.5
|-
|}


== Kandungan energi ==
== Kandungan energi ==
Baris 38: Baris 57:
Pada ''internal combustion engines'' (mesin dengan pembakaran internal), deposit pada piston dan kepala silinder bersifat sangat abrasif, hingga jumlah yang sedikit saja sudah cukup untuk merusak mesin hingga perlu perawatan total pada operasi 5.000 jam atau kurang. Kerusakan yang terjadi serupa dengan yang diakibatkan karbon yang timbul selama [[mesin diesel]] bekerja ringan. Deposit pada turbin dari ''turbocharger'' akan menurukan efisiensi ''charger'' tersebut.
Pada ''internal combustion engines'' (mesin dengan pembakaran internal), deposit pada piston dan kepala silinder bersifat sangat abrasif, hingga jumlah yang sedikit saja sudah cukup untuk merusak mesin hingga perlu perawatan total pada operasi 5.000 jam atau kurang. Kerusakan yang terjadi serupa dengan yang diakibatkan karbon yang timbul selama [[mesin diesel]] bekerja ringan. Deposit pada turbin dari ''turbocharger'' akan menurukan efisiensi ''charger'' tersebut.


''Stirling engine'' lebih tahan terhadap siloksan, walaupun deposit pada tabungnya dapat mengurangi efisiensi
''Stirling engine'' lebih tahan terhadap siloksan, walaupun deposit pada tabungnya dapat mengurangi efisiensi<ref>[http://www.p2pays.org/ref/05/04539.pdf Presentation - Siloxanes in landfill gas]</ref><ref>[http://www.scsengineers.com/Papers/Pierce_2004Siloxanes_Update_Paper.pdf Paper - Siloxanes in landfill and digester gas]</ref>


== Biogas terhadap gas alam ==
== Biogas terhadap gas alam ==
Baris 47: Baris 66:


== Implementasi skala besar di Indonesia ==
== Implementasi skala besar di Indonesia ==
# Di Belitung kapasitas 1.2 MW
# Di Belitung kapasitas 1.2 MW<ref>[http://www.kendaraanlistrik.net/2014/01/belitung-miliki-plt-biogas-12mw.html Belitung Miliki PLT 1.2 MW].</ref>
# Di Palu kapasitas 2.85 MW
# Di Palu kapasitas 2.85 MW<ref>[http://www.kendaraanlistrik.net/2014/05/dengan-swedia-kerjasama-biogas-di-palu.html Dengan Swedia Kerjasama Biogas Di Palu].</ref>
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.agores.org/Publications/CityRES/English/Lille-FR-english.pdf AGORES - Biogas Biofuel Lille]  (PDF)
*  [http://www.agores.org/Publications/CityRES/English/Lille-FR-english.pdf AGORES - Biogas Biofuel Lille]  (PDF)
Baris 57: Baris 76:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


* "Friendly fuel trains". (Oct. 30, 2005). ''[[New Straits Times]]'', p. F17.
== Sumber dan atribusi ==
 


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biogas&oldid=29397987 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29397987 (2026-06-29T02:05:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biogas&oldid=29397987 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29397987 (2026-06-29T02:05:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.07

Berkas:Neuhaus oste biogasanlage 01.jpg
Neuhaus oste biogasanlage 01

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik.[1] Contoh dari bahan organik ini adalah kotoran, limbah domestik, mikroalga beserta residunya,[2] atau setiap limbah organik yang dapat diurai oleh makhluk hidup dalam kondisi anaerobik.[3] Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.[4] Biogas merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan.[5] Energi dari biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik.[6]

Penyusun utama biogas adalah metana (CH4), karbon dioksida (CO2), amonia (NH3), hidrogen sulfida (H2S) , oksigen(O2), dan beberapa gas lain.[7][8] Gas metana, hidrogen, dan karbon monoksida dapat dibakar atau dioksidasi dengan oksigen sehingga melepaskan energi.[9] Energi inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar. Energi ini dapat digunakan untuk pelbagai tujuan pemanasan, seperti memasak. Energi ini juga dapat digunakan sebagai listrik.[10]

Biogas dihasilkan dari degradasi anaerobik dengan menggunakan organisme anaerobik.[11] Organisme ini akan mencerna material organik tersebut dalam baik dalam sistem yang bermacam-macam, seperti kontinu, semi-kontinu, ataupun tertutup.[12] Sistem ini mendukung organisme tersebut untuk mengubah biomassa dari materi organik menjadi biogas.[13] Sistem ini disebut biodigester atau bioreaktor.[14] Selain pada sistem buatan, degradasi anaerobik juga terjadi di alam dan menjadi proses penting dalam siklus karbon.[15]

Beberapa sampah organik lebih sulit untuk didegradasi dibandingkan dengan yang lain. Sampah makanan, lemak, minyak, dan rumput-rumputan merupakan sampah organik yang paling mudah untuk diproses, sedangkan limbah ternak biasanya paling sulit. Oleh karena itu, proses produksi biogas biasanya mencampurkan beberapa sampah sekaligus pada satu bioreaktor yang sama untuk dapat meningkatkan produksi biogas. Cara ini disebut dengan ko-digesti. Selain itu, bioreaktor juga dapat dibuat lebih hangat di antara suhu 30 sampai 38 derajat celcius agar sampah lebih cepat terurai.

Biogas dan aktivitas anaerobik

Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil mengurai dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil.

Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah.

Gas tempat pembuangan akhir

Gas tempat pembuangan akhir adalah gas yang dihasilkan oleh limbah padat yang dibuang di tempat pembuangan akhir. Sampah ditimbun dan ditekan secara mekanik dan tekanan dari lapisan di atasnya. Karena kondisinya menjadi anaerobik, bahan organik tersebut terurai dan tempat pembuangan akhir dihasilkan. Gas ini semakin berkumpul untuk kemudian perlahan-lahan terlepas ke atmosfer. Hal ini menjadi berbahaya karena:

  • Dapat menyebabkan ledakan
  • Pemanasan global melalui metana yang merupakan gas rumah kaca
  • Material organik yang terlepas dapat menimbulkan asbut fotokimia

Rentang komposisi biogas umumnya

Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas tempat pembuangan akhir memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH4[16]

Komposisi biogas[17]

Komponen %
Metana (CH4) 55-75
Karbon dioksida (CO2) 25-45
Nitrogen (N2) 0-0.3
Hidrogen (H2) 1-5
Hidrogen sulfida (H2S) 0-3
Oksigen (O2) 0.1-0.5

Kandungan energi

Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, butana, batu bara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil.

Pupuk dari limbah biogas

Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulosa, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari biogas telah diujicoba pada tanaman jagung, bawang merah, dan padi.

Siloksan dan gas engines (mesin berbahan bakar gas)

Dalam beberapa kasus, gas landfill mengandung siloksan. Selama proses pembakaran, silikon yang terkandung dalam siloksan tersebut akan dilepaskan dan dapat bereaksi dengan oksigen bebas atau elemen-elemen lain yang terkandung dalam gas tersebut. Akibatnya akan terbentuk deposit (endapan) yang umumnya mengandung silika (SiO2) atau silikat (SixOy), tetapi deposit tersebut dapat juga mengandung kalsium, sulfur belerang, zinc (seng), atau fosfor. Deposit-deposit ini (umumnya berwarna putih) dapat menebal hingga beberapa millimeter di dalam mesin serta sangat sulit dihilangkan baik secara kimiawi maupun secara mekanik.

Pada internal combustion engines (mesin dengan pembakaran internal), deposit pada piston dan kepala silinder bersifat sangat abrasif, hingga jumlah yang sedikit saja sudah cukup untuk merusak mesin hingga perlu perawatan total pada operasi 5.000 jam atau kurang. Kerusakan yang terjadi serupa dengan yang diakibatkan karbon yang timbul selama mesin diesel bekerja ringan. Deposit pada turbin dari turbocharger akan menurukan efisiensi charger tersebut.

Stirling engine lebih tahan terhadap siloksan, walaupun deposit pada tabungnya dapat mengurangi efisiensi[18][19]

Biogas terhadap gas alam

Jika biogas dibersihkan dari pengotor secara baik, ia akan memiliki karakteristik yang sama dengan gas alam. JIka hal ini dapat dicapai, produsen biogas dapat menjualnya langsung ke jaringan distribusi gas. Akan tetapi gas tersebut harus sangat bersih untuk mencapai kualitas pipeline. Air (H2O), hidrogen sulfida (H2S) dan partikulat harus dihilangkan jika terkandung dalam jumlah besar di gas tersebut. Karbon dioksida jarang ikut dihilangkan, tetapi ia juga harus dipisahkan untuk mencapai gas kualitas pipeline. JIka biogas harus digunakan tanpa pembersihan yang ektensif, biasanya gas ini dicampur dengan gas alam untuk meningkatkan pembakaran. Biogas yang telah dibersihkan untuk mencapai kualitas pipeline dinamakan gas alam terbaharui.

Penggunaan gas alam terbaharui

Dalam bentuk ini, gas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya seperti distribusi melalui jaringan gas, pembangkit listrik, pemanas ruangan, dan pemanas air. Jika dikompresi, ia dapat menggantikan gas alam terkompresi (CNG) yang digunakan pada kendaraan.

Implementasi skala besar di Indonesia

  1. Di Belitung kapasitas 1.2 MW[20]
  2. Di Palu kapasitas 2.85 MW[21]

Pranala luar

Referensi

  1. S. C. Bhatia. Advanced Renewable Energy Systems. Woodhead Publishing India. 2014-01-01. hlm. 426. doi:10.1016/b978-1-78242-269-3.50017-6. ISBN 978-1-78242-269-3.
  2. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  3. Raw biogas. www.etipbioenergy.eu.
  4. C. Charcosset. Membranes for Clean and Renewable Power Applications. Woodhead Publishing. 2014-01-01. hlm. 46. doi:10.1533/9780857098658.1.44. ISBN 978-0-85709-545-9.
  5. Lucie Houdkova. Biogas: A renewable source of energy. Thermal Science. 2008. Vol. 12 (4). hlm. 27. doi:10.2298/tsci0804027h.
  6. Biogas CHP Cogeneration. Clarke Energy.
  7. Irini Angelidaki. Biofuels: Alternative Feedstocks and Conversion Processes for the Production of Liquid and Gaseous Biofuels (Second Edition). Academic Press. 2019-01-01. hlm. 817. doi:10.1016/b978-0-12-816856-1.00033-6. ISBN 978-0-12-816856-1.
  8. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  9. Liangwei Deng. Biogas Technology. Springer Nature. 2020-05-28. hlm. 301. ISBN 978-981-15-4940-3.
  10. Biogas: Developments and perspectives in Europe. Renewable Energy. 2018-12-01. Vol. 129. hlm. 457–472. doi:10.1016/j.renene.2018.03.006.
  11. Tuti Haryati. Biogas : Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif. Wartazoa. 2006. Vol. 16 (3). hlm. 160.
  12. Sunil Kumar. Biogas. InTech. 2012-03-14. hlm. 155. ISBN 978-953-51-0204-5.
  13. Tamilarasan Karuppiah. Anaerobic Digestion. IntechOpen. 2019-09-04. hlm. 1. doi:10.5772/intechopen.82088. ISBN 978-1-83881-849-4.
  14. S. K. Khanal. Current Developments in Biotechnology and Bioengineering. Elsevier. 2017-01-01. hlm. 261. doi:10.1016/b978-0-444-63665-2.00010-2. ISBN 978-0-444-63665-2.
  15. Anna Sikora. Anaerobic Digestion: I. A Common Process Ensuring Energy Flow and the Circulation of Matter in Ecosystems. II. A Tool for the Production of Gaseous Biofuels. Fermentation Processes. 2017-02-08. doi:10.5772/64645.
  16. Juniper Biogas Yield Comparison.
  17. Basic Information on Biogas
  18. Presentation - Siloxanes in landfill gas
  19. Paper - Siloxanes in landfill and digester gas
  20. Belitung Miliki PLT 1.2 MW.
  21. Dengan Swedia Kerjasama Biogas Di Palu.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29397987 (2026-06-29T02:05:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.