Lompat ke isi

Biodiesel: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28739699; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Biodiesel''' merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--[[alkyl]] [[ester]] dari rantai panjang [[asam lemak]], yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin [[diesel]] dan terbuat dari sumber [[energi terbaharui|terbarui]] seperti [[minyak hewan]], [[minyak kedelai]], [[minyak kanola]], [[Minyak sawit|minyak kelapa sawit]], [[Jarak (tumbuhan)|jarak]], [[kemiri]], palem ekor rubah, tanaman [[lignoselulosa]], limbah pertanian, dan [[alga]].
'''Biodiesel''' merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--[[alkyl]] [[ester]] dari rantai panjang [[asam lemak]], yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin [[diesel]] dan terbuat dari sumber [[energi terbaharui|terbarui]] seperti [[minyak hewan]], [[minyak kedelai]], [[minyak kanola]], [[Minyak sawit|minyak kelapa sawit]], [[Jarak (tumbuhan)|jarak]], [[kemiri]], palem ekor rubah, tanaman [[lignoselulosa]], limbah pertanian, dan [[alga]].<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref><ref>[https://indonesiabaik.id/infografis/apa-itu-bioetanol-biodiesel-dan-biogas Apa Itu Bioetanol, Biodiesel, dan Biogas? Indonesia Baik]. ''indonesiabaik.id''.</ref><ref>Aditya Kolakoti. [https://journal.unimma.ac.id/index.php/AutomotiveExperiences/article/view/6171 Elemental, Thermal and Physicochemical Investigation of Novel Biodiesel from Wodyetia Bifurcata and Its Properties Optimization using Artificial Neural Network (ANN)]. ''Automotive Experiences''. 2022. Vol. 5 (1). hlm. 3-15. doi:https://doi.org/10.31603/ae.6171.</ref>


Sebuah proses dari [[transesterifikasi]] [[lipid]] digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang [[asam lemak]] bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti [[minyak sayur langsung]], biodiesel memiliki sifat [[pembakaran]] yang mirip dengan diesel (''solar'') dari [[minyak bumi]], dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah [[belerang]] yang rendah pelumas.
Sebuah proses dari [[transesterifikasi]] [[lipid]] digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang [[asam lemak]] bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti [[minyak sayur langsung]], biodiesel memiliki sifat [[pembakaran]] yang mirip dengan diesel (''solar'') dari [[minyak bumi]], dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah [[belerang]] yang rendah pelumas.
Baris 7: Baris 7:
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di [[Eropa]], [[Amerika Serikat]], dan [[Asia]], meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan [[SPBU]] membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada [[konsumen]] dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.
Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di [[Eropa]], [[Amerika Serikat]], dan [[Asia]], meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan [[SPBU]] membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada [[konsumen]] dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.


Di Indonesia, penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan dan mesin merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalm hal bauran [[Energi terbarukan|energi baru terbarukan]], di mana pemerintah merencanakan penggunaan bauran energi tersebut sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.  Dalam [[Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015]], biodiesel wajib digunakan dengan campuran minimal 20% untuk transportasi dan usaha, serta 25% untuk sektor pembangkit listrik.
Di Indonesia, penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan dan mesin merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalm hal bauran [[Energi terbarukan|energi baru terbarukan]], di mana pemerintah merencanakan penggunaan bauran energi tersebut sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.  Dalam [[Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015]], biodiesel wajib digunakan dengan campuran minimal 20% untuk transportasi dan usaha, serta 25% untuk sektor pembangkit listrik.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>


== Keunggulan dan kekurangan biodesel ==
== Keunggulan dan kekurangan biodesel ==
=== Keunggulan ===
=== Keunggulan ===
* Mengurangi emisi [[karbon monoksida]], [[belerang dioksida]], [[NOx|nitrogen oksida]], total [[hidrokarbon]], [[partikulat]], dan [[opasitas]] yang terbuang ke [[Atmosfer Bumi|atmosfer]].
* Mengurangi emisi [[karbon monoksida]], [[belerang dioksida]], [[NOx|nitrogen oksida]], total [[hidrokarbon]], [[partikulat]], dan [[opasitas]] yang terbuang ke [[Atmosfer Bumi|atmosfer]].<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>
* Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman [[jarak pagar]] yang sudah dikenal, tetapi dapat juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit didapat memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
* Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman [[jarak pagar]] yang sudah dikenal, tetapi dapat juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit didapat memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
* Mengurangi pencemaran [[hidrokarbon]] yang tidak terbakar, [[karbon monoksida]], [[sulfur]] dan [[hujan asam]].
* Mengurangi pencemaran [[hidrokarbon]] yang tidak terbakar, [[karbon monoksida]], [[sulfur]] dan [[hujan asam]].
* Tidak menambah jumlah gas [[karbon dioksida]], karena minyak berasal dari tumbuhan/nabati. Biodiesel dapat mengurangi emisi karbondioksida bersih sebesar 78%.
* Tidak menambah jumlah gas [[karbon dioksida]], karena minyak berasal dari tumbuhan/nabati. Biodiesel dapat mengurangi emisi karbondioksida bersih sebesar 78%.<ref>C. N. N. Indonesia. [https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20230203185217-579-908721/apa-untung-rugi-penggunaan-biodiesel-b35 Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?]. ''otomotif''.</ref>
* Energi yang dihasilkan [[mesin diesel]] lebih sempurna dibandingkan solar hingga yang menggunakan biodiesel tidak mengeluarkan asap hitam berupa karbon atau CO2, sedangkan mesin yang menggunakan solar mengeluarkan asap hitam. Biodiesel mengeluarkan aroma khas seperti minyak bekas menggoreng makanan.
* Energi yang dihasilkan [[mesin diesel]] lebih sempurna dibandingkan solar hingga yang menggunakan biodiesel tidak mengeluarkan asap hitam berupa karbon atau CO2, sedangkan mesin yang menggunakan solar mengeluarkan asap hitam. Biodiesel mengeluarkan aroma khas seperti minyak bekas menggoreng makanan.
* Relatif aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
* Relatif aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
Baris 22: Baris 21:


=== Kelemahan ===
=== Kelemahan ===
* Dalam beberapa kasus, biodiesel kurang cocok digunakan pada beberapa mesin diesel modern dan mewah. Misalnya [[BMW]], [[Volvo]], [[Lexus]], dan [[Mercedes-Benz]], mereka hanya merekomendasikan [[Pertamina Dex|Dex]], [[Shell Diesel]], dan bahan bakar diesel berkualitas tinggi lainnya.
* Dalam beberapa kasus, biodiesel kurang cocok digunakan pada beberapa mesin diesel modern dan mewah. Misalnya [[BMW]], [[Volvo]], [[Lexus]], dan [[Mercedes-Benz]], mereka hanya merekomendasikan [[Pertamina Dex|Dex]], [[Shell Diesel]], dan bahan bakar diesel berkualitas tinggi lainnya.<ref>https://otomotif.kompas.com/read/2016/03/30/182000615/Mesin.Diesel.V-Class.Cuma.Bisa.Teguk.PertaminaDex</ref><ref>https://www.otosia.com/berita/sedan-diesel-baru-bmw-pakai-solar-shell-atau-pertamina-dex.html</ref>
* Biodiesel murni kadang-kadang masih tergolong lebih mahal daripada bahan bakar biasa.
* Biodiesel murni kadang-kadang masih tergolong lebih mahal daripada bahan bakar biasa.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>
* Harus disimpan pada suhu tertentu.
* Harus disimpan pada suhu tertentu.<ref>C. N. N. Indonesia. [https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20230203185217-579-908721/apa-untung-rugi-penggunaan-biodiesel-b35 Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?]. ''otomotif''.</ref>
* Kendaraan yang beralih ke sistem ini akan mengalami pelumasan yang tinggi.
* Kendaraan yang beralih ke sistem ini akan mengalami pelumasan yang tinggi.<ref>C. N. N. Indonesia. [https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20230203185217-579-908721/apa-untung-rugi-penggunaan-biodiesel-b35 Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?]. ''otomotif''.</ref>


== Cara produksi ==
== Cara produksi ==
=== Kimiawi ===
=== Kimiawi ===
==== Esterifikasi ====
==== Esterifikasi ====
[[Esterifikasi]] merupakan reaksi pertukaran antara gugus hidroksil pada asam lemak dengan [[Alkoksi|gugus alkoksi]] pada [[alkohol]] yang ditambahkan pada bahan baku, sehingga menghasilkan [[alkil ester]] dan air. Bahan baku pembuatan biodiesel yang memliki banyak [[asam lemak bebas]] seperti minyak jelantah, minyak karanja, minyak kastor, dan lain-lain harus melalui tahapan ini terlebih dahulu sebelum melalui reaksi [[Transesterifikasi|transesetrifikasi]] yang merupakan reaksi utama pembentukan biodiesel. Dalam proses ini, banyaknya minyak yang teresterifikasi dan bilangan asam menjadi parameter keberhasilan, di mana semakin kecil bilangan asamnya, semakin berhasil prosesnya. Faktor yang menjadi penentu keberhasilan proses ini yaitu suhu, jenis alkohol, perbandingan molar alkohol dan minyak, serta katalis seperti [[asam sulfat]], [[asam paratoluenasulfonat]], [[asam 4-dodesilbenzenasulfonat]], [[asam metansulfonat]], [[sulfuril klorida]], [[dimetil sulfat]], dan lain-lain.
[[Esterifikasi]] merupakan reaksi pertukaran antara gugus hidroksil pada asam lemak dengan [[Alkoksi|gugus alkoksi]] pada [[alkohol]] yang ditambahkan pada bahan baku, sehingga menghasilkan [[alkil ester]] dan air. Bahan baku pembuatan biodiesel yang memliki banyak [[asam lemak bebas]] seperti minyak jelantah, minyak karanja, minyak kastor, dan lain-lain harus melalui tahapan ini terlebih dahulu sebelum melalui reaksi [[Transesterifikasi|transesetrifikasi]] yang merupakan reaksi utama pembentukan biodiesel. Dalam proses ini, banyaknya minyak yang teresterifikasi dan bilangan asam menjadi parameter keberhasilan, di mana semakin kecil bilangan asamnya, semakin berhasil prosesnya. Faktor yang menjadi penentu keberhasilan proses ini yaitu suhu, jenis alkohol, perbandingan molar alkohol dan minyak, serta katalis seperti [[asam sulfat]], [[asam paratoluenasulfonat]], [[asam 4-dodesilbenzenasulfonat]], [[asam metansulfonat]], [[sulfuril klorida]], [[dimetil sulfat]], dan lain-lain.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>


=== Transesterifikasi ===
=== Transesterifikasi ===
Tranesterifikasi adalah reaksi pertukaran antara gugus (RO) dari [[Ester (kimia)|ester]] dengan gugus alkoksid dari alkohol, di mana dalam proses pembuatan biodiesel, [[trigliserida]] dalam bahan baku akan bereaksi dengan alkohol sehingga menjadi [[alkol ester]]. Reaksi ini memiliki tiga tahap, yaitu trigliserida bereaksi dengan alkohol membentuk digliserida dan ester, lalu [[digliserida]] bereaksi dengan alkohol membentuk [[monogliserida]] dan ester, dan akhirnya monogliserida bereaksi dengan alkohol membentuk gliserin [[Gliserol|gliserin]] dan ester. Dalam reaksi ini, ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil reaksi, yaitu suhu, jenis alkohol, rasio molar alkohol dan minyak, intensitas pengadukan, jenis katalis, dan konsentrasi katalis.
Tranesterifikasi adalah reaksi pertukaran antara gugus (RO) dari [[Ester (kimia)|ester]] dengan gugus alkoksid dari alkohol, di mana dalam proses pembuatan biodiesel, [[trigliserida]] dalam bahan baku akan bereaksi dengan alkohol sehingga menjadi [[alkol ester]]. Reaksi ini memiliki tiga tahap, yaitu trigliserida bereaksi dengan alkohol membentuk digliserida dan ester, lalu [[digliserida]] bereaksi dengan alkohol membentuk [[monogliserida]] dan ester, dan akhirnya monogliserida bereaksi dengan alkohol membentuk gliserin [[Gliserol|gliserin]] dan ester. Dalam reaksi ini, ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil reaksi, yaitu suhu, jenis alkohol, rasio molar alkohol dan minyak, intensitas pengadukan, jenis katalis, dan konsentrasi katalis.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref><ref>Aditya Kolakoti. [https://journal.unimma.ac.id/index.php/mesi/article/view/5320 Biodiesel Production from Waste Cooking Oil: Characterization, Modeling and Optimization Mechanical Engineering for Society and Industry]. 2021-07-24. doi:10.31603/mesi.5320.</ref>


=== Enzimatis ===
=== Enzimatis ===
Penggunaan enzim sebagai katalis heterogen dapat mempercepat pembentuka alkil ester, sering menjadi cara alternatif dalam produksi biodiesel dengan bahan baku tinggi asam lemak bebas karena tidak menimbulkan buih akibat reaksi [[saponifikasi]]. Adapun enzim yang sering digunakan adalah enzim lipase karena bisa didapat dari bakteri atau jamur, dan dinilai efektif mengatalisis proses esterifikasi-transesterifikasi.
Penggunaan enzim sebagai katalis heterogen dapat mempercepat pembentuka alkil ester, sering menjadi cara alternatif dalam produksi biodiesel dengan bahan baku tinggi asam lemak bebas karena tidak menimbulkan buih akibat reaksi [[saponifikasi]]. Adapun enzim yang sering digunakan adalah enzim lipase karena bisa didapat dari bakteri atau jamur, dan dinilai efektif mengatalisis proses esterifikasi-transesterifikasi.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>


=== Alkohol Superkritis ===
=== Alkohol Superkritis ===
Dalam metode ini, produksi biodiesel dapat dilakukan tanpa penambahan katalis. Namun, metode ini memerlukan kondisi operasi di atas suhu dan tekanan kritis [[metanol]] (suhu kritisnya 239&nbsp;°C dan tekanan kritisnya 8,1 MPa) atau [[etanol]] (suhu kritisnya 243&nbsp;°C dan tekanan kritisnya 6,39 MPa)  sehingga polaritasnya berkurang dan melarutkan minyak yang bersifat nonpolar.
Dalam metode ini, produksi biodiesel dapat dilakukan tanpa penambahan katalis. Namun, metode ini memerlukan kondisi operasi di atas suhu dan tekanan kritis [[metanol]] (suhu kritisnya 239&nbsp;°C dan tekanan kritisnya 8,1 MPa) atau [[etanol]] (suhu kritisnya 243&nbsp;°C dan tekanan kritisnya 6,39 MPa)  sehingga polaritasnya berkurang dan melarutkan minyak yang bersifat nonpolar.<ref>Arief Budiman. ''Biorefinery Mikroalga''. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
Baris 53: Baris 46:
* ''Life Cycle Inventory of Biodiesel and Petroleum Diesel for Use in an Urban Bus'', 1998, Sheehan, ''et al.'' NREL [http://www.nrel.gov/docs/legosti/fy98/24089.pdf (314pp pdf file)]
* ''Life Cycle Inventory of Biodiesel and Petroleum Diesel for Use in an Urban Bus'', 1998, Sheehan, ''et al.'' NREL [http://www.nrel.gov/docs/legosti/fy98/24089.pdf (314pp pdf file)]
* ''[http://www.csmonitor.com/2006/0111/p01s03-sten.html Algae - like a breath mint for smokestacks]'', January 11, 2006, Mark Clayton, [[Christian Science Monitor]]
* ''[http://www.csmonitor.com/2006/0111/p01s03-sten.html Algae - like a breath mint for smokestacks]'', January 11, 2006, Mark Clayton, [[Christian Science Monitor]]
*
*  
* [http://www.wfs.org/futcontja07.htm Biodiesel's Bright Future]  from the July–August issue of THE FUTURIST magazine.
* [http://www.wfs.org/futcontja07.htm Biodiesel's Bright Future]  from the July–August issue of THE FUTURIST magazine.


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
 
*
* [http://www.ebb-eu.org European Biodiesel Board] website - European Biodiesel Industry.
* [http://www.ebb-eu.org European Biodiesel Board] website - European Biodiesel Industry.
* [http://sustainablebiodieselalliance.com/dev/ Sustainable Biodiesel Alliance]
* [http://sustainablebiodieselalliance.com/dev/ Sustainable Biodiesel Alliance]  
* [https://web.archive.org/web/20110104210054/http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2004/biofuels2004.pdf International Energy Agency: Biofuels for Transport - An International Perspective]
* [https://web.archive.org/web/20110104210054/http://www.iea.org/textbase/nppdf/free/2004/biofuels2004.pdf International Energy Agency: Biofuels for Transport - An International Perspective]
* [http://www.biodieseleducation.org National Biodiesel Education Program, University of Idaho]—unbiased, science-based information on biodiesel for biodiesel producers and distributors, fleet operators, farmers and feedstock producers, policy makers, and consumers.
* [http://www.biodieseleducation.org National Biodiesel Education Program, University of Idaho]—unbiased, science-based information on biodiesel for biodiesel producers and distributors, fleet operators, farmers and feedstock producers, policy makers, and consumers.
Baris 68: Baris 59:
* [http://pubs.cas.psu.edu/freepubs/pdfs/agrs103.pdf Biodiesel Safety and Best Management Practices for Small-Scale Noncommercial Use and Production]
* [http://pubs.cas.psu.edu/freepubs/pdfs/agrs103.pdf Biodiesel Safety and Best Management Practices for Small-Scale Noncommercial Use and Production]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biodiesel&oldid=28739699 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28739699 (2025-12-26T01:01:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biodiesel&oldid=28739699 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28739699 (2025-12-26T01:01:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.08

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbarui seperti minyak hewan, minyak kedelai, minyak kanola, minyak kelapa sawit, jarak, kemiri, palem ekor rubah, tanaman lignoselulosa, limbah pertanian, dan alga.[1][2][3]

Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.

Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbarui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.

Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

Di Indonesia, penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan dan mesin merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalm hal bauran energi baru terbarukan, di mana pemerintah merencanakan penggunaan bauran energi tersebut sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Dalam Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015, biodiesel wajib digunakan dengan campuran minimal 20% untuk transportasi dan usaha, serta 25% untuk sektor pembangkit listrik.[4]

Keunggulan dan kekurangan biodesel

Keunggulan

  • Mengurangi emisi karbon monoksida, belerang dioksida, nitrogen oksida, total hidrokarbon, partikulat, dan opasitas yang terbuang ke atmosfer.[5]
  • Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman jarak pagar yang sudah dikenal, tetapi dapat juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit didapat memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
  • Mengurangi pencemaran hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida, sulfur dan hujan asam.
  • Tidak menambah jumlah gas karbon dioksida, karena minyak berasal dari tumbuhan/nabati. Biodiesel dapat mengurangi emisi karbondioksida bersih sebesar 78%.[6]
  • Energi yang dihasilkan mesin diesel lebih sempurna dibandingkan solar hingga yang menggunakan biodiesel tidak mengeluarkan asap hitam berupa karbon atau CO2, sedangkan mesin yang menggunakan solar mengeluarkan asap hitam. Biodiesel mengeluarkan aroma khas seperti minyak bekas menggoreng makanan.
  • Relatif aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
  • Relatif tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi dalam pembuatannya.
  • Limbah dari biodiesel ini merupakan gliserin. Gliserin ini merupakan bahan dasar pembuatan sabun, sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi. Limbahnya pun bisa menjadi berguna.

Kelemahan

  • Dalam beberapa kasus, biodiesel kurang cocok digunakan pada beberapa mesin diesel modern dan mewah. Misalnya BMW, Volvo, Lexus, dan Mercedes-Benz, mereka hanya merekomendasikan Dex, Shell Diesel, dan bahan bakar diesel berkualitas tinggi lainnya.[7][8]
  • Biodiesel murni kadang-kadang masih tergolong lebih mahal daripada bahan bakar biasa.[9]
  • Harus disimpan pada suhu tertentu.[10]
  • Kendaraan yang beralih ke sistem ini akan mengalami pelumasan yang tinggi.[11]

Cara produksi

Kimiawi

Esterifikasi

Esterifikasi merupakan reaksi pertukaran antara gugus hidroksil pada asam lemak dengan gugus alkoksi pada alkohol yang ditambahkan pada bahan baku, sehingga menghasilkan alkil ester dan air. Bahan baku pembuatan biodiesel yang memliki banyak asam lemak bebas seperti minyak jelantah, minyak karanja, minyak kastor, dan lain-lain harus melalui tahapan ini terlebih dahulu sebelum melalui reaksi transesetrifikasi yang merupakan reaksi utama pembentukan biodiesel. Dalam proses ini, banyaknya minyak yang teresterifikasi dan bilangan asam menjadi parameter keberhasilan, di mana semakin kecil bilangan asamnya, semakin berhasil prosesnya. Faktor yang menjadi penentu keberhasilan proses ini yaitu suhu, jenis alkohol, perbandingan molar alkohol dan minyak, serta katalis seperti asam sulfat, asam paratoluenasulfonat, asam 4-dodesilbenzenasulfonat, asam metansulfonat, sulfuril klorida, dimetil sulfat, dan lain-lain.[12]

Transesterifikasi

Tranesterifikasi adalah reaksi pertukaran antara gugus (RO) dari ester dengan gugus alkoksid dari alkohol, di mana dalam proses pembuatan biodiesel, trigliserida dalam bahan baku akan bereaksi dengan alkohol sehingga menjadi alkol ester. Reaksi ini memiliki tiga tahap, yaitu trigliserida bereaksi dengan alkohol membentuk digliserida dan ester, lalu digliserida bereaksi dengan alkohol membentuk monogliserida dan ester, dan akhirnya monogliserida bereaksi dengan alkohol membentuk gliserin gliserin dan ester. Dalam reaksi ini, ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil reaksi, yaitu suhu, jenis alkohol, rasio molar alkohol dan minyak, intensitas pengadukan, jenis katalis, dan konsentrasi katalis.[13][14]

Enzimatis

Penggunaan enzim sebagai katalis heterogen dapat mempercepat pembentuka alkil ester, sering menjadi cara alternatif dalam produksi biodiesel dengan bahan baku tinggi asam lemak bebas karena tidak menimbulkan buih akibat reaksi saponifikasi. Adapun enzim yang sering digunakan adalah enzim lipase karena bisa didapat dari bakteri atau jamur, dan dinilai efektif mengatalisis proses esterifikasi-transesterifikasi.[15]

Alkohol Superkritis

Dalam metode ini, produksi biodiesel dapat dilakukan tanpa penambahan katalis. Namun, metode ini memerlukan kondisi operasi di atas suhu dan tekanan kritis metanol (suhu kritisnya 239 °C dan tekanan kritisnya 8,1 MPa) atau etanol (suhu kritisnya 243 °C dan tekanan kritisnya 6,39 MPa) sehingga polaritasnya berkurang dan melarutkan minyak yang bersifat nonpolar.[16]

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  2. Apa Itu Bioetanol, Biodiesel, dan Biogas? Indonesia Baik. indonesiabaik.id.
  3. Aditya Kolakoti. Elemental, Thermal and Physicochemical Investigation of Novel Biodiesel from Wodyetia Bifurcata and Its Properties Optimization using Artificial Neural Network (ANN). Automotive Experiences. 2022. Vol. 5 (1). hlm. 3-15. doi:https://doi.org/10.31603/ae.6171.
  4. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  5. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  6. C. N. N. Indonesia. Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?. otomotif.
  7. https://otomotif.kompas.com/read/2016/03/30/182000615/Mesin.Diesel.V-Class.Cuma.Bisa.Teguk.PertaminaDex
  8. https://www.otosia.com/berita/sedan-diesel-baru-bmw-pakai-solar-shell-atau-pertamina-dex.html
  9. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  10. C. N. N. Indonesia. Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?. otomotif.
  11. C. N. N. Indonesia. Apa Untung Rugi Penggunaan Biodiesel B35?. otomotif.
  12. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  13. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  14. Aditya Kolakoti. Biodiesel Production from Waste Cooking Oil: Characterization, Modeling and Optimization Mechanical Engineering for Society and Industry. 2021-07-24. doi:10.31603/mesi.5320.
  15. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.
  16. Arief Budiman. Biorefinery Mikroalga. Gadjah Mada University Press. 2023. ISBN 9786233591201.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28739699 (2025-12-26T01:01:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.