Umbi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28579604; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Perubahan [[anatomi tumbuhan|anatomi]] dan [[morfologi tumbuhan|morfologi]] dapat dipandang sebagai konsekuensi dari modifikasi fungsi organ. Dari sudut pandang [[evolusi]], umbi tidak sekadar sebagai [[organ penyimpan]] cadangan energi, melainkan juga menjadi alat sintasan bertahan hidup dan menghasilkan keturunan dalam keadaan lingkungan tumbuh yang membahayakan hidupnya. Karena itu, umbi biasanya menyimpan cadangan energi berlebih, umumnya dalam bentuk senyawa berenergi tinggi, seperti [[karbohidrat]]. Dengan demikian, peran vital umbi adalah sebagai [[organ penyimpan]] energi, alat sintasan (''survival''), dan alat [[perbanyakan vegetatif|perbanyakan secara vegetatif]]. | Perubahan [[anatomi tumbuhan|anatomi]] dan [[morfologi tumbuhan|morfologi]] dapat dipandang sebagai konsekuensi dari modifikasi fungsi organ. Dari sudut pandang [[evolusi]], umbi tidak sekadar sebagai [[organ penyimpan]] cadangan energi, melainkan juga menjadi alat sintasan bertahan hidup dan menghasilkan keturunan dalam keadaan lingkungan tumbuh yang membahayakan hidupnya.<ref>''Rooting cuttings of tropical trees''. Commonwealth Science Council. 1993. hlm. 11. ISBN 978-0-85092-394-0.</ref> Karena itu, umbi biasanya menyimpan cadangan energi berlebih, umumnya dalam bentuk senyawa berenergi tinggi, seperti [[karbohidrat]]. Dengan demikian, peran vital umbi adalah sebagai [[organ penyimpan]] energi, alat sintasan (''survival''), dan alat [[perbanyakan vegetatif|perbanyakan secara vegetatif]]. | ||
Oleh manusia, beberapa [[tanaman]] berumbi sengaja ditanam sebagai bahan [[pangan]], terutama karena kandungan [[gizi]]nya. Umbi menyimpan [[pati]], [[gula]], dan berbagai [[metabolit sekunder]] yang dapat bernilai [[gizi]] atau berkhasiat pengobatan bagi manusia maupun berbahaya bagi tubuh apabila dimakan. | Oleh manusia, beberapa [[tanaman]] berumbi sengaja ditanam sebagai bahan [[pangan]], terutama karena kandungan [[gizi]]nya. Umbi menyimpan [[pati]], [[gula]], dan berbagai [[metabolit sekunder]] yang dapat bernilai [[gizi]] atau berkhasiat pengobatan bagi manusia maupun berbahaya bagi tubuh apabila dimakan. | ||
| Baris 10: | Baris 10: | ||
== Macam-macam umbi == | == Macam-macam umbi == | ||
Umbi dibedakan berdasarkan organ dasar yang dimodifikasi. Istilah [[bahasa Latin]] untuk umbi yang terbentuk dari batang dan akar adalah ''tuber'', yang berarti "pembengkakan". Orang awam biasanya menyebut apa pun bagian tumbuhan yang "membengkak" dan berisi karbohidrat (pati) sebagai umbi. Beberapa bentuk khusus dapat memiliki nama yang berbeda. Perlu diperhatikan bahwa modifikasi batang dan daun sebagai tempat penyimpanan makanan dalam bentuk [[umbi lapis]] (''bulbus'') sering dibedakan secara [[botani]] dari bentuk umbi lainnya. | Umbi dibedakan berdasarkan organ dasar yang dimodifikasi. Istilah [[bahasa Latin]] untuk umbi yang terbentuk dari batang dan akar adalah ''tuber'', yang berarti "pembengkakan". Orang awam biasanya menyebut apa pun bagian tumbuhan yang "membengkak" dan berisi karbohidrat (pati) sebagai umbi. Beberapa bentuk khusus dapat memiliki nama yang berbeda. Perlu diperhatikan bahwa modifikasi batang dan daun sebagai tempat penyimpanan makanan dalam bentuk [[umbi lapis]] (''bulbus'') sering dibedakan secara [[botani]] dari bentuk umbi lainnya. | ||
=== Umbi akar === | === Umbi akar === | ||
| Baris 19: | Baris 18: | ||
=== Umbi lapis === | === Umbi lapis === | ||
Umbi lapis (bulbus) merupakan sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun rapat dalam format roset. Umbi lapis dipandang berbeda dari umbi yang lainnya karena tidak mengakumulasi karbohidrat dalam bentuk polisakarida. Pembesaran terjadi karena berkumpulnya cairan di sel-selnya.Umbi jenis ini dibentuk oleh beberapa suku-suku monokotil seperti Amaryllidaceae (arti luas, termasuk kelompok bawang-bawangan) dan Liliaceae. | Umbi lapis (bulbus) merupakan sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun rapat<ref>Sybil, P Parker. ''McGraw-Hill Dictionary of Biology''. McGraw-Hill Company. 1984.</ref> dalam format roset. Umbi lapis dipandang berbeda dari umbi yang lainnya karena tidak mengakumulasi karbohidrat dalam bentuk polisakarida. Pembesaran terjadi karena berkumpulnya cairan di sel-selnya.Umbi jenis ini dibentuk oleh beberapa suku-suku monokotil seperti Amaryllidaceae (arti luas, termasuk kelompok bawang-bawangan) dan Liliaceae. | ||
Umbi lapis memiliki bagian pangkal yang agak keras yang disebut cakram (discus). Cakram ini sebenarnya adalah batang. Dari cakram akan tumbuh lapisan-lapisan daun yang tebal, lunak, dan berair. Karena tebal dan berlapis inilah terbentuk struktur yang membengkak sehingga disebut "umbi". Apabila lapisan-lapisan ini besar dan saling menutupi ia disebut tunica, dan apabila lapisan-lapisan ini kecil dan hanya saling menyirap disebut squama (sisik). | Umbi lapis memiliki bagian pangkal yang agak keras yang disebut cakram (discus). Cakram ini sebenarnya adalah batang. Dari cakram akan tumbuh lapisan-lapisan daun yang tebal, lunak, dan berair. Karena tebal dan berlapis inilah terbentuk struktur yang membengkak sehingga disebut "umbi". Apabila lapisan-lapisan ini besar dan saling menutupi ia disebut tunica, dan apabila lapisan-lapisan ini kecil dan hanya saling menyirap disebut squama (sisik). | ||
| Baris 25: | Baris 24: | ||
===Dan lain-lain=== | ===Dan lain-lain=== | ||
====Umbi pipis==== | ====Umbi pipis==== | ||
'''Umbi pipis''' hampir sama dengan sejenis umbi asal batang yang dikenal sebagai cormus atau bulbotuber. Dilihat dari strukturnya, umbi lapis berbeda dari cormus. Apabila dibelah, umbi lapis memperlihatkan lapisan-lapisan sampai ke bagian paling pusat. Cormus, karena berasal dari batang, apabila dibelah memperlihatkan struktur padat, serupa dengan rimpang. | '''Umbi pipis''' hampir sama dengan sejenis umbi asal batang yang dikenal sebagai cormus atau bulbotuber. Dilihat dari strukturnya, umbi lapis berbeda dari cormus. Apabila dibelah, umbi lapis memperlihatkan lapisan-lapisan sampai ke bagian paling pusat. Cormus, karena berasal dari batang, apabila dibelah memperlihatkan struktur padat, serupa dengan rimpang.<ref>[http://www.ilmupengetahuanalam.com/2015/08/pengertian-jenis-dan-contoh-umbi-umbian.html sumber].</ref> | ||
====Umbi udara==== | ====Umbi udara==== | ||
'''Katak''', '''katibung''', atau '''umbi udara''' (''tuber caulinare'') merupakan umbi yang muncul di batang dan berada di atas permukaan tanah. Umbi ini dapat pula memunculkan tunas. Beberapa anggota [[Dioscoreaceae]], seperti [[uwi]] dan [[gembili]], dapat memunculkan umbi semacam ini. | '''Katak''', '''katibung''', atau '''umbi udara''' (''tuber caulinare'') merupakan umbi yang muncul di batang dan berada di atas permukaan tanah. Umbi ini dapat pula memunculkan tunas. Beberapa anggota [[Dioscoreaceae]], seperti [[uwi]] dan [[gembili]], dapat memunculkan umbi semacam ini. | ||
====Umbi berpati==== | ====Umbi berpati==== | ||
'''Umbi berpati''' yang terbentuk dari batang yang memendek pada beberapa kelompok tumbuhan [[monokotil]] dan mungkin ditutupi oleh [[sisik]]-sisik disebut sebagai '''bonggol umbi''' (''cormus'' atau ''bulbotuber'') atau '''bonggol''' saja. Anggota-anggota [[Dioscoreaceae]] (uwi, gembili, dan semacamnya), [[Araceae]] (seperti [[talas]] dan [[suweg]]), serta [[Asparagales]] (misalnya [[gladiol]]) memilikinya. Bonggol umbi sebenarnya adalah batang sejati bagi jenis tumbuhan yang memilikinya, sedangkan bagian yang muncul di atas permukaan tanah untuk menyangga daun sebenarnya adalah [[tangkai daun]] majemuk atau [[pelepah]]. | '''Umbi berpati''' yang terbentuk dari batang yang memendek pada beberapa kelompok tumbuhan [[monokotil]] dan mungkin ditutupi oleh [[sisik]]-sisik disebut sebagai '''bonggol umbi''' (''cormus'' atau ''bulbotuber'') atau '''bonggol''' saja. Anggota-anggota [[Dioscoreaceae]] (uwi, gembili, dan semacamnya), [[Araceae]] (seperti [[talas]] dan [[suweg]]), serta [[Asparagales]] (misalnya [[gladiol]]) memilikinya. Bonggol umbi sebenarnya adalah batang sejati bagi jenis tumbuhan yang memilikinya, sedangkan bagian yang muncul di atas permukaan tanah untuk menyangga daun sebenarnya adalah [[tangkai daun]] majemuk atau [[pelepah]]. | ||
| Baris 42: | Baris 40: | ||
== Galeri == | == Galeri == | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Ubi]] | * [[Ubi]] | ||
| Baris 49: | Baris 45: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Umbi&oldid=28579604 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28579604 (2025-11-21T03:16:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Umbi&oldid=28579604 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28579604 (2025-11-21T03:16:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.09
Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk ("pembengkakan") sebagai akibat perubahan fungsinya. Perubahan ini berakibat pula pada perubahan anatominya. Organ yang membentuk umbi terutama batang, akar, atau modifikasinya. Hanya sedikit kelompok tumbuhan yang membentuk umbi dengan melibatkan daunnya.
Umbi biasanya terbentuk tepat di bawah permukaan tanah, meskipun dapat pula terbentuk jauh di dalam maupun di atas permukaan.
Fungsi
Perubahan anatomi dan morfologi dapat dipandang sebagai konsekuensi dari modifikasi fungsi organ. Dari sudut pandang evolusi, umbi tidak sekadar sebagai organ penyimpan cadangan energi, melainkan juga menjadi alat sintasan bertahan hidup dan menghasilkan keturunan dalam keadaan lingkungan tumbuh yang membahayakan hidupnya.[1] Karena itu, umbi biasanya menyimpan cadangan energi berlebih, umumnya dalam bentuk senyawa berenergi tinggi, seperti karbohidrat. Dengan demikian, peran vital umbi adalah sebagai organ penyimpan energi, alat sintasan (survival), dan alat perbanyakan secara vegetatif.
Oleh manusia, beberapa tanaman berumbi sengaja ditanam sebagai bahan pangan, terutama karena kandungan gizinya. Umbi menyimpan pati, gula, dan berbagai metabolit sekunder yang dapat bernilai gizi atau berkhasiat pengobatan bagi manusia maupun berbahaya bagi tubuh apabila dimakan.
Macam-macam umbi
Umbi dibedakan berdasarkan organ dasar yang dimodifikasi. Istilah bahasa Latin untuk umbi yang terbentuk dari batang dan akar adalah tuber, yang berarti "pembengkakan". Orang awam biasanya menyebut apa pun bagian tumbuhan yang "membengkak" dan berisi karbohidrat (pati) sebagai umbi. Beberapa bentuk khusus dapat memiliki nama yang berbeda. Perlu diperhatikan bahwa modifikasi batang dan daun sebagai tempat penyimpanan makanan dalam bentuk umbi lapis (bulbus) sering dibedakan secara botani dari bentuk umbi lainnya.
Umbi akar
Umbi akar (bahasa Latin: tuber rhizogenum, bahasa Inggris: tuberous root) merupakan umbi yang terbentuk dari akar. Umbi akar tidak dapat dijadikan bahan perbanyakan apabila tidak memiliki titik tumbuh untuk tunas. Dilihat dari asalnya, umbi akar dapat terbentuk dari akar tunggang, seperti umbi wortel atau lobak, maupun dari akar cabang, seperti umbi ketela pohon/singkong, ketela rambat/ubi jalar, umbi talas, dan garut.
Umbi batang
Umbi batang (bahasa Latin: tuber cauligenum) merupakan umbi yang terbentuk dari batang atau struktur modifikasi batang, seperti geragih (stolo) atau rimpang (rhizoma). Umbi batang mampu memunculkan tunas maupun akar, sehingga kerap kali dijadikan bahan perbanyakan vegetatif oleh manusia. Umbi batang dihasilkan oleh beberapa spesies Solanaceae (yang paling dikenal adalah umbi kentang) dan Asteraceae (seperti umbi dahlia dan topinambur). Rimpang jahe-jahean (Zingiberaceae) sering dianggap oleh awam sebagai "umbi" atau "akar".
Umbi lapis
Umbi lapis (bulbus) merupakan sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun rapat[2] dalam format roset. Umbi lapis dipandang berbeda dari umbi yang lainnya karena tidak mengakumulasi karbohidrat dalam bentuk polisakarida. Pembesaran terjadi karena berkumpulnya cairan di sel-selnya.Umbi jenis ini dibentuk oleh beberapa suku-suku monokotil seperti Amaryllidaceae (arti luas, termasuk kelompok bawang-bawangan) dan Liliaceae.
Umbi lapis memiliki bagian pangkal yang agak keras yang disebut cakram (discus). Cakram ini sebenarnya adalah batang. Dari cakram akan tumbuh lapisan-lapisan daun yang tebal, lunak, dan berair. Karena tebal dan berlapis inilah terbentuk struktur yang membengkak sehingga disebut "umbi". Apabila lapisan-lapisan ini besar dan saling menutupi ia disebut tunica, dan apabila lapisan-lapisan ini kecil dan hanya saling menyirap disebut squama (sisik).
Dan lain-lain
Umbi pipis
Umbi pipis hampir sama dengan sejenis umbi asal batang yang dikenal sebagai cormus atau bulbotuber. Dilihat dari strukturnya, umbi lapis berbeda dari cormus. Apabila dibelah, umbi lapis memperlihatkan lapisan-lapisan sampai ke bagian paling pusat. Cormus, karena berasal dari batang, apabila dibelah memperlihatkan struktur padat, serupa dengan rimpang.[3]
Umbi udara
Katak, katibung, atau umbi udara (tuber caulinare) merupakan umbi yang muncul di batang dan berada di atas permukaan tanah. Umbi ini dapat pula memunculkan tunas. Beberapa anggota Dioscoreaceae, seperti uwi dan gembili, dapat memunculkan umbi semacam ini.
Umbi berpati
Umbi berpati yang terbentuk dari batang yang memendek pada beberapa kelompok tumbuhan monokotil dan mungkin ditutupi oleh sisik-sisik disebut sebagai bonggol umbi (cormus atau bulbotuber) atau bonggol saja. Anggota-anggota Dioscoreaceae (uwi, gembili, dan semacamnya), Araceae (seperti talas dan suweg), serta Asparagales (misalnya gladiol) memilikinya. Bonggol umbi sebenarnya adalah batang sejati bagi jenis tumbuhan yang memilikinya, sedangkan bagian yang muncul di atas permukaan tanah untuk menyangga daun sebenarnya adalah tangkai daun majemuk atau pelepah.
Batang yang memendek dan membulat, menahun, berada di dekat permukaan tanah, serta berfungsi sebagai cadangan air sering dimiliki oleh tumbuhan (terutama dikotil) yang xerofit (tahan kering). Batang semacam ini disebut sebagai caudex dan dapat dikira awam sebagai umbi. Misalnya batang pangkal bengkuang (bagian yang dimanfaatkan manusia untuk pangan) dan Adenium.
Kandungan umbi
Cadangan makanan yang tersimpan dalam umbi umumnya adalah dalam bentuk polisakarida, dengan sedikit campuran oligosakarida dan monosakarida. Bentuk polisakarida yang paling umum adalah pati, yang merupakan polimer dari glukosa dalam bentuk amilosa (tidak bercabang) dan atau amilopektin (bercabang).
Umbi-umbi anggota Asteraceae, seperti dahlia, dan Fabaceae, seperti bengkuang, mengandung inulin, suatu fruktan (polisakarida dengan monomer fruktosa). Berbagai umbi anggota suku talas-talasan (Araceae) mengandung mannan (monomer: mannosa).
Selain polimer cadangan makanan ini, umbi juga mengandung polisakarida yang mengisi dinding sel atau ruang di antaranya, seperti glukomannan, pektin, xilan, dan selulosa.
Galeri
Lihat pula
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28579604 (2025-11-21T03:16:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.