Rasio jari-jari kation-anion: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 16825959; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Criticalradiusratio.png|thumb|right|280px|''Rasio jari-jari kritis''. Diagram ini untuk bilangan koordinasi enam: 4 anion pada bidang datar, 1 di atas bidang dan 1 di bawah bidang. Batas stabilitas adalah pada r C /r A = 0,414]] | |||
Menurut untuk [[struktur kristal]], ukuran kation yang diperbolehkan untuk struktur yang diberikan ditentukan oleh rasio jari-jari kritis. Jika kation terlalu kecil, maka ia akan menarik anion saling mendekat dan akan berbenturan, sehingga senyawa menjadi tidak stabil akibat tolakan anion-anion; ini tejadi jika rasio jari-jari di bawah 0,155. | Dalam [[fisika benda terkondensasi]] dan [[kimia anorganik]], '''rasio jari-jari kation-anion''' (disebut juga: '''aturan rasio jari-jari''')<ref>''Radius Ratio Rule Rescue'' Anna Michmerhuizen, Karine Rose, Wentiirim Annankra, and Douglas A. Vander Griend, Journal of Chemical Education 2017 94 (10), 1480-1485</ref> adalah perbandingan [[jari-jari ion]]ik kation terhadap jari-jari ionik anion dalam [[Senyawa kimia|senyawa]] kation-anion. Rasio ini dinyatakan dalam rumus sederhana <math>r_{C} / r_{A}</math>. | ||
Menurut untuk [[struktur kristal]], ukuran kation yang diperbolehkan untuk struktur yang diberikan ditentukan oleh rasio jari-jari kritis.<ref>Linus Pauling (1960)</ref> Jika kation terlalu kecil, maka ia akan menarik anion saling mendekat dan akan berbenturan, sehingga senyawa menjadi tidak stabil akibat tolakan anion-anion; ini tejadi jika rasio jari-jari di bawah 0,155. | |||
Pada batas kestabilan, kation menyentuh seluruh anion, dan anion juga menyentuh masing-masing tepinya (rasio jari-jari = 0,155). Untuk rasio jari-jari lebih dari 0,155, senyawa dinyatakan [[Stabilitas kimia|stabil]]. | Pada batas kestabilan, kation menyentuh seluruh anion, dan anion juga menyentuh masing-masing tepinya (rasio jari-jari = 0,155). Untuk rasio jari-jari lebih dari 0,155, senyawa dinyatakan [[Stabilitas kimia|stabil]]. | ||
Tabel di bawah menyajkan hubungan antara rasio jari-jari dan [[bilangan koordinasi]], yang dapat diperoleh dari pembuktian geometri sederhana. | Tabel di bawah menyajkan hubungan antara rasio jari-jari dan [[bilangan koordinasi]], yang dapat diperoleh dari pembuktian geometri sederhana.<ref>Toofan J. (1994) Journal of Chemical Education 71(2): 147 (and Erratum 71(9): 749 ) ''A Simple Expression between Critical Radius Ratio and Coordination Numbers''</ref> | ||
{| class="wikitable" style="text-align:center;" | |||
!Rasio jari-jari | |||
!Bilangan koordinasi | |||
!Jenis kekosongan | |||
!Example | |||
|- | |||
|< 0.155 | |||
|2 | |||
|Linier | |||
| | |||
|- | |||
|0.155 - 0.225 | |||
|3 | |||
|Segitiga planar | |||
|[[Boron trioksida|B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] | |||
|- | |||
|0.225 - 0.414 | |||
|4 | |||
|[[Tetrahedran|Tetrahedral]] | |||
|ZnS, CuCl | |||
|- | |||
|0.414 - 0.732 | |||
|6 | |||
|[[Oktahedron|Oktahedral]] | |||
|NaCl, MgO | |||
|- | |||
|0.732 - 1.000 | |||
|8 | |||
|[[Sistem kristal kubik|Kubik]] | |||
|CsCl, NH<sub>4</sub>Br | |||
|} | |||
Aturan rasio jari-jari pertama kali diusulkan oleh Gustav F. Hüttig pada tahun 1920.<ref>''The Origin of the Ionic-Radius Ratio Rules'' William B. Jensen, Journal of Chemical Education 2010 87 (6), 587-588</ref><ref>Hüttig, G. F. (1920), Notiz zur Geometrie der Koordinationszahl. Z. Anorg. Allg. Chem., 114: 24–26.</ref> Pada tahun 1926, [[Victor Goldschmidt]]<ref>''The Origin of the Ionic-Radius Ratio Rules'' William B. Jensen, Journal of Chemical Education 2010 87 (6), 587-588</ref> penggunaannya diperluas untuk kisi ionik.<ref>V. Goldschmidt, T. Barth, G. Lunde, W. Zachariasen, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VII. Die Gesetze der Krystallochemie, Dybwad: Oslo, 1926, pp. 112-117.</ref><ref>V. Goldschmidt, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VIII. Untersuchungen über Bau und Eigenschaften von Krystallen, Dybwad: Oslo, 1927, pp. 14-17</ref><ref>V. Goldschmidt, “Crystal Structure and Chemical Constitution,” Trans. Faraday Soc. 1929, 25, 253-283.</ref> | |||
Aturan rasio jari-jari pertama kali diusulkan oleh Gustav F. Hüttig pada tahun 1920. Pada tahun 1926, [[Victor Goldschmidt]] penggunaannya diperluas untuk kisi ionik. | |||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 14: | Baris 46: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rasio+jari-jari+kation-anion&oldid=16825959 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 16825959 (2020-04-14T05:18:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.11

Dalam fisika benda terkondensasi dan kimia anorganik, rasio jari-jari kation-anion (disebut juga: aturan rasio jari-jari)[1] adalah perbandingan jari-jari ionik kation terhadap jari-jari ionik anion dalam senyawa kation-anion. Rasio ini dinyatakan dalam rumus sederhana .
Menurut untuk struktur kristal, ukuran kation yang diperbolehkan untuk struktur yang diberikan ditentukan oleh rasio jari-jari kritis.[2] Jika kation terlalu kecil, maka ia akan menarik anion saling mendekat dan akan berbenturan, sehingga senyawa menjadi tidak stabil akibat tolakan anion-anion; ini tejadi jika rasio jari-jari di bawah 0,155.
Pada batas kestabilan, kation menyentuh seluruh anion, dan anion juga menyentuh masing-masing tepinya (rasio jari-jari = 0,155). Untuk rasio jari-jari lebih dari 0,155, senyawa dinyatakan stabil.
Tabel di bawah menyajkan hubungan antara rasio jari-jari dan bilangan koordinasi, yang dapat diperoleh dari pembuktian geometri sederhana.[3]
| Rasio jari-jari | Bilangan koordinasi | Jenis kekosongan | Example |
|---|---|---|---|
| < 0.155 | 2 | Linier | |
| 0.155 - 0.225 | 3 | Segitiga planar | B2O3 |
| 0.225 - 0.414 | 4 | Tetrahedral | ZnS, CuCl |
| 0.414 - 0.732 | 6 | Oktahedral | NaCl, MgO |
| 0.732 - 1.000 | 8 | Kubik | CsCl, NH4Br |
Aturan rasio jari-jari pertama kali diusulkan oleh Gustav F. Hüttig pada tahun 1920.[4][5] Pada tahun 1926, Victor Goldschmidt[6] penggunaannya diperluas untuk kisi ionik.[7][8][9]
Lihat juga
Referensi
- ↑ Radius Ratio Rule Rescue Anna Michmerhuizen, Karine Rose, Wentiirim Annankra, and Douglas A. Vander Griend, Journal of Chemical Education 2017 94 (10), 1480-1485
- ↑ Linus Pauling (1960)
- ↑ Toofan J. (1994) Journal of Chemical Education 71(2): 147 (and Erratum 71(9): 749 ) A Simple Expression between Critical Radius Ratio and Coordination Numbers
- ↑ The Origin of the Ionic-Radius Ratio Rules William B. Jensen, Journal of Chemical Education 2010 87 (6), 587-588
- ↑ Hüttig, G. F. (1920), Notiz zur Geometrie der Koordinationszahl. Z. Anorg. Allg. Chem., 114: 24–26.
- ↑ The Origin of the Ionic-Radius Ratio Rules William B. Jensen, Journal of Chemical Education 2010 87 (6), 587-588
- ↑ V. Goldschmidt, T. Barth, G. Lunde, W. Zachariasen, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VII. Die Gesetze der Krystallochemie, Dybwad: Oslo, 1926, pp. 112-117.
- ↑ V. Goldschmidt, Geochemische Verteilungsgesetze der Elemente. VIII. Untersuchungen über Bau und Eigenschaften von Krystallen, Dybwad: Oslo, 1927, pp. 14-17
- ↑ V. Goldschmidt, “Crystal Structure and Chemical Constitution,” Trans. Faraday Soc. 1929, 25, 253-283.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 16825959 (2020-04-14T05:18:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.