The Jakmania: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594009; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Sejarah Jakmania == | == Sejarah Jakmania == | ||
Klub yang tadinya bernama ''[[Voetbalbond Indonesische Jacatra]]'' (VIJ) ini memiliki suporter bernama VIJers pada era [[Hindia Belanda]] namun setelah kemerdekaan VIJers pun melenyap entah ke mana dan VIJ menganti nama menjadi ''Persidja'' dan bergabung dengan ''[[Voetbalbond Batavia en Omstreken]]'' (VBO) seiring itu berdirilah kelompok suporter (PFC) Persija Fans Club namun keanggotaannya terbatas pada keluarga pemain dan pengurus Persija serta artis-artis ibu kota Jakarta. Melihat sedikitnya suporter Persija serta ditambah ketidak jelasnya kelompok PFC saat itu dan muncullah gagasan ide untuk membentuk suporter pada tahun 1997 dan bernama The Jakarta Mania (''Jakmania''). | Klub yang tadinya bernama ''[[Voetbalbond Indonesische Jacatra]]'' (VIJ) ini memiliki suporter bernama VIJers pada era [[Hindia Belanda]] namun setelah kemerdekaan VIJers pun melenyap entah ke mana dan VIJ menganti nama menjadi ''Persidja'' dan bergabung dengan ''[[Voetbalbond Batavia en Omstreken]]'' (VBO) seiring itu berdirilah kelompok suporter (PFC) Persija Fans Club namun keanggotaannya terbatas pada keluarga pemain dan pengurus Persija serta artis-artis ibu kota Jakarta. Melihat sedikitnya suporter Persija serta ditambah ketidak jelasnya kelompok PFC saat itu dan muncullah gagasan ide untuk membentuk suporter pada tahun 1997 dan bernama The Jakarta Mania (''Jakmania''). | ||
Ide terbentuknya the Jakmania muncul dari [[Diza Rasyid Ali]], manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari [[Gubernur DKI Jakarta]], [[Sutiyoso]]. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung. | Ide terbentuknya the Jakmania muncul dari [[Diza Rasyid Ali]], manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari [[Gubernur DKI Jakarta]], [[Sutiyoso]]. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung. | ||
Pada awalnya, anggota the Jakmania yang masih berstatus komunitas hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada saat itu. Meski dari kalangan selebritas, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain. | Pada awalnya, anggota the Jakmania yang masih berstatus komunitas hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada saat itu. Meski dari kalangan selebritas, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.<ref>Wisnu Cipto. [https://merahputih.com/post/read/persija-juara-setelah-17-tahun-gugun-gondrong-pendiri-the-jak-senang-bukan-kepalang Persija Juara Setelah 17 Tahun, Gugun Gondrong Pendiri "The Jak" Senang Bukan Kepalang]. ''MerahPutih.Com''. 10 Desember 2018.</ref> | ||
Pengurus the Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk [[huruf]] [[J]]. Ide ini berasal dari [[Edi Supatmo]], yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. | Pengurus the Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk [[huruf]] [[J]]. Ide ini berasal dari [[Edi Supatmo]], yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania. | ||
| Baris 25: | Baris 23: | ||
== Persahabatan == | == Persahabatan == | ||
Sahabat utama: The Jakmania dan [[Aremania]] dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dan erat. Persahabatan ini sering terlihat dari sambutan hangat saat tim bertamu, seperti saat 97 bus Jakmania ke Malang, serta interaksi positif antar-maskot. | Sahabat utama: The Jakmania dan [[Aremania]] dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dan erat. Persahabatan ini sering terlihat dari sambutan hangat saat tim bertamu, seperti saat 97 bus Jakmania ke Malang, serta interaksi positif antar-maskot. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [https://www.fifa.com/fifaplus/id/watch/4Z6dXNI20iUSoGL8erhLay Sepakbola - The Football Travellers] dalam situs web resmi [[FIFA]] | * [https://www.fifa.com/fifaplus/id/watch/4Z6dXNI20iUSoGL8erhLay Sepakbola - The Football Travellers] dalam situs web resmi [[FIFA]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The+Jakmania&oldid=29594009 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594009 (2026-08-18T01:01:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The+Jakmania&oldid=29594009 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594009 (2026-08-18T01:01:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 13.55
The Jakmania adalah sebutan bagi kelompok suporter klub sepak bola dari ibu kota Jakarta, Persija Jakarta. The Jakmania juga merupakan salah satu kelompok suporter Sepak Bola asal Jakarta.
Sejarah Jakmania
Klub yang tadinya bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) ini memiliki suporter bernama VIJers pada era Hindia Belanda namun setelah kemerdekaan VIJers pun melenyap entah ke mana dan VIJ menganti nama menjadi Persidja dan bergabung dengan Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) seiring itu berdirilah kelompok suporter (PFC) Persija Fans Club namun keanggotaannya terbatas pada keluarga pemain dan pengurus Persija serta artis-artis ibu kota Jakarta. Melihat sedikitnya suporter Persija serta ditambah ketidak jelasnya kelompok PFC saat itu dan muncullah gagasan ide untuk membentuk suporter pada tahun 1997 dan bernama The Jakarta Mania (Jakmania).
Ide terbentuknya the Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota the Jakmania yang masih berstatus komunitas hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada saat itu. Meski dari kalangan selebritas, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[1]
Pengurus the Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. Tauhid Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, dan 2003-2005.
Bung Ferry memimpin the Jakmania hingga tiga periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi the Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandoyo Ismartani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang. The Jakmania telah beberapa kali melakukan regenerasi kepemimpinan. Saat ini yang menjabat sebagai Ketua Umum sekarang ialah Muhammad Aditya putra .
Saat ini the Jakmania telah memiliki ±80.000 anggota yang memiliki kartu tanda anggota aktif dari 90 Wilayah Resmi yang tersebar di sekitar Jakarta dan sekitarnya, sepuluh Biro Luar Kota, dan dua Biro Luar Negeri.
Rivalitas
Rivalitas utama The Jakmania adalah dengan Bobotoh/Viking, yang dikenal sebagai salah satu rivalitas terpanas di Indonesia. Berakar dari gesekan suporter di lapangan dan jalanan sejak awal 2000-an, perseteruan ini telah melampaui sekadar pertandingan sepak bola menjadi konflik antargenerasi yang kerap memakan korban jiwa.
Persahabatan
Sahabat utama: The Jakmania dan Aremania dikenal memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dan erat. Persahabatan ini sering terlihat dari sambutan hangat saat tim bertamu, seperti saat 97 bus Jakmania ke Malang, serta interaksi positif antar-maskot.
Pranala luar
- Sepakbola - The Football Travellers dalam situs web resmi FIFA
Referensi
- ↑ Wisnu Cipto. Persija Juara Setelah 17 Tahun, Gugun Gondrong Pendiri "The Jak" Senang Bukan Kepalang. MerahPutih.Com. 10 Desember 2018.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594009 (2026-08-18T01:01:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.