Ivermektin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28968770; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Ivermectin_skeletal.svg|thumb|right|280px|Ivermectin skeletal]] | |||
'''Ivermektin''' ([[bahasa Inggris]]: ''ivermectin'') adalah [[medikasi]] yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi [[parasit]].<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin.html Ivermectin]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref> Pada manusia, penyakit-penyakit yang diobati dengan ivermektin misalnya infestasi [[kutu kepala]], [[kudis]], [[Onchocerciasis|kebutaan sungai]], [[strongiloidiasis]], [[Trichuriasis|trikuriasis]], [[askariasis]], dan [[filariasis limfatik]].<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin.html Ivermectin]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=jglFsz5EJR8C&pg=PA333 Drug Discovery a History]. John Wiley & Sons. 2005. hlm. 333. ISBN 978-0-470-01552-0.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=SJvmCgAAQBAJ&pg=PA420 Saunders Handbook of Veterinary Drugs: Small and Large Animal]. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 420. ISBN 978-0-323-24486-2.</ref><ref>CDC-Centers for Disease Control and Prevention. [https://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/health_professionals/index.html Ascariasis - Resources for Health Professionals]. ''www.cdc.gov''. 23 August 2019.</ref> Dalam kedokteran hewan, ivermektin digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit [[cacing jantung]] dan [[akariasis]], serta berbagai indikasi lainnya.<ref>[https://books.google.com/books?id=SJvmCgAAQBAJ&pg=PA420 Saunders Handbook of Veterinary Drugs: Small and Large Animal]. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 420. ISBN 978-0-323-24486-2.</ref> Obat ini dapat diminum atau dioleskan ke kulit untuk kasus infestasi eksternal.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin.html Ivermectin]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref><ref>[https://www.annals-parasitology.eu/go.live.php/download_default/D660/2015-61-1_11.pdf The efficacy of topical and oral ivermectin in the treatment of human scabies]. ''Annals of Parasitology''. 2015. Vol. 61 (1). hlm. 11–16.</ref> | |||
Efek samping yang umum ditemukan misalnya demam, gatal, dan ruam kulit saat diminum,<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin.html Ivermectin]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref> serta mata merah, kulit kering, dan sensasi kulit terbakar saat digunakan secara topikal untuk mengobati kutu rambut.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin-topical.html Ivermectin (topical)]. The American Society of Health-System Pharmacists. July 27, 2020.</ref> Obat ini belum memiliki kejelasan apakah aman digunakan selama masa kehamilan, tetapi mungkin dapat diterima untuk digunakan selama menyusui.<ref>[https://www.drugs.com/breastfeeding/ivermectin.html Ivermectin Levels and Effects while Breastfeeding]. ''Drugs.com''.</ref> Ivermektin termasuk dalam keluarga obat [[avermektin]], dan bekerja melalui banyak [[mekanisme aksi]] yang mengakibatkan kematian parasit yang ditargetkan.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/ivermectin.html Ivermectin]. The American Society of Health-System Pharmacists.</ref> | |||
Selama [[Pandemi COVID-19|pandemi Covid-19]], banyak informasi keliru yang tersebar luas yang mengklaim bahwa ivermektin bermanfaat untuk mengobati dan mencegah [[Penyakit koronavirus 2019|Covid-19]]. Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat. | Ivermektin ditemukan pada tahun 1975 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada tahun 1981.<ref>[https://books.google.com/books?id=Jpg1ysgVn-AC&pg=PA646 Encyclopedia of parasitology]. Springer. 2008. hlm. 646. ISBN 978-3-540-48994-8.</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=QXafQ91O74wC&pg=PR13 Macrocyclic lactones in antiparasitic therapy]. CABI Pub. 2002. hlm. Preface. ISBN 978-0-85199-840-4.</ref> Obat ini termasuk dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]].<ref>''World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019''. World Health Organization. 2019.</ref> [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] menyetujui ivermektin sebagai obat [[antiparasit]].<ref>''A five-day course of ivermectin for the treatment of COVID-19 may reduce the duration of illness''. ''International Journal of Infectious Diseases''. December 2020. Vol. 103. hlm. 214–216. doi:10.1016/j.ijid.2020.11.191.</ref> | ||
Selama [[Pandemi COVID-19|pandemi Covid-19]], banyak informasi keliru yang tersebar luas yang mengklaim bahwa ivermektin bermanfaat untuk mengobati dan mencegah [[Penyakit koronavirus 2019|Covid-19]].<ref>Alex Smith KCUR. [https://khn.org/news/covid-misinformation-goes-viral-patient-groups-fight-back-factchecking/ When False Information Goes Viral, COVID-19 Patient Groups Fight Back]. ''Kaiser Health News''. 2020-11-12.</ref><ref>Nick Evershed. [https://www.theguardian.com/australia-news/ng-interactive/2021/mar/11/anatomy-of-a-conspiracy-theory-how-misinformation-travels-on-facebook Anatomy of a conspiracy theory: how misinformation travels on Facebook]. ''The Guardian''.</ref> Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat.<ref>[https://www.ema.europa.eu/en/news/ema-advises-against-use-ivermectin-prevention-treatment-covid-19-outside-randomised-clinical-trials EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials]. European Medicines Agency. March 22, 2021.</ref><ref>District of Columbia 1100 Connecticut Ave NW Suite 1300B Washington. [https://www.politifact.com/factchecks/2021/apr/23/instagram-posts/fact-checking-claim-about-use-ivermectin-treat-cov/ PolitiFact - Fact-checking claim about the use of ivermectin to treat COVID-19]. ''@politifact''.</ref><ref>[https://www.the-scientist.com/news-opinion/frontiers-pulls-special-covid-19-issue-after-content-dispute-68721 Frontiers Pulls Special COVID-19 Issue After Content Dispute]. ''The Scientist Magazine®''.</ref><ref>[https://ebm.bmj.com/content/early/2021/05/26/bmjebm-2021-111678 Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19]. ''BMJ Evidence-Based Medicine''. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.</ref> | |||
== Penggunaan medis == | == Penggunaan medis == | ||
=== Cacing === | === Cacing === | ||
Untuk penyakit [[Onchocerciasis|kebutaan sungai]] (onkoserkiasis) dan [[filariasis limfatik]], ivermektin biasanya diberikan sebagai bagian dari kampanye [[pemberian obat massal]] yang mendistribusikan obat ke semua anggota masyarakat yang terkena penyakit. Untuk kebutaan sungai, satu dosis oral ivermektin (150 mikrogram per kilogram berat badan) membersihkan tubuh dari [[larva]] cacing ''[[Onchocerca volvulus]]'' selama beberapa bulan, serta mencegah penularan dan perkembangan penyakit. Cacing dewasa dapat bertahan hidup di kulit dan akhirnya sembuh untuk menghasilkan larva cacing lagi. Untuk mencegah cacingan, ivermektin diberikan setidaknya sekali per tahun selama 10 hingga 15 tahun. Untuk filariasis limfatik, ivermektin oral (200 mikrogram per kilogram berat badan) merupakan bagian dari pengobatan kombinasi yang diberikan setiap tahun, yaitu ivermektin, [[dietilkarbamazin]] sitrat, dan [[albendazol]] di tempat-tempat tanpa onkoserkiasis; dan kombinasi ivermektin dengan albendazol di tempat-tempat dengan onkoserkiasis. | Untuk penyakit [[Onchocerciasis|kebutaan sungai]] (onkoserkiasis) dan [[filariasis limfatik]], ivermektin biasanya diberikan sebagai bagian dari kampanye [[pemberian obat massal]] yang mendistribusikan obat ke semua anggota masyarakat yang terkena penyakit.<ref>''Ivermectin: From theory to clinical application''. ''Int J Antimicrob Agents''. August 2019. Vol. 54 (2). hlm. 134–142. doi:10.1016/j.ijantimicag.2019.05.003.</ref> Untuk kebutaan sungai, satu dosis oral ivermektin (150 mikrogram per kilogram berat badan) membersihkan tubuh dari [[larva]] cacing ''[[Onchocerca volvulus]]'' selama beberapa bulan, serta mencegah penularan dan perkembangan penyakit.<ref>''Ivermectin: From theory to clinical application''. ''Int J Antimicrob Agents''. August 2019. Vol. 54 (2). hlm. 134–142. doi:10.1016/j.ijantimicag.2019.05.003.</ref> Cacing dewasa dapat bertahan hidup di kulit dan akhirnya sembuh untuk menghasilkan larva cacing lagi. Untuk mencegah cacingan, ivermektin diberikan setidaknya sekali per tahun selama 10 hingga 15 tahun.<ref>[https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/onchocerciasis Onchocerciasis]. World Health Organization. 14 June 2019.</ref> Untuk filariasis limfatik, ivermektin oral (200 mikrogram per kilogram berat badan) merupakan bagian dari pengobatan kombinasi yang diberikan setiap tahun, yaitu ivermektin, [[dietilkarbamazin]] sitrat, dan [[albendazol]] di tempat-tempat tanpa onkoserkiasis; dan kombinasi ivermektin dengan albendazol di tempat-tempat dengan onkoserkiasis.<ref>[https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis Lymphatic filariasis]. World Health Organization. 2 March 2020.</ref> | ||
=== Tungau dan serangga === | === Tungau dan serangga === | ||
Ivermektin juga digunakan untuk mengobati serangan [[artropoda]] parasitik. [[Kudis]], yang merupakan infestasi [[tungau]] ''[[Sarcoptes scabiei]]'', paling sering diobati dengan [[permetrin]] topikal atau ivermektin oral. Untuk sebagian besar kasus skabies, ivermektin diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membunuh tungau aktif, tetapi tidak membunuh telurnya. Selama minggu berikutnya setelah telur menetas, dosis kedua digunakan untuk membunuh tungau yang baru menetas. Untuk "kudis berkrusta" yang parah, [[Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat]] (CDC) merekomendasikan hingga tujuh dosis ivermektin selama sebulan, bersama dengan antiparasit topikal. Baik [[Kutu kepala|kutu rambut kepala]] maupun [[Kutu kemaluan|kutu rambut kemaluan]] dapat diobati dengan ivermektin oral maupun ivermektin [[losion]] 0,5% yang dioleskan langsung ke area yang terkena, atau dengan berbagai [[insektisida]] lainnya. Ivermektin juga digunakan untuk mengobati [[rosasea]] dan [[blefaritis]], keduanya dapat disebabkan atau diperburuk oleh tungau ''[[Demodex folliculorum]]''. | Ivermektin juga digunakan untuk mengobati serangan [[artropoda]] parasitik. [[Kudis]], yang merupakan infestasi [[tungau]] ''[[Sarcoptes scabiei]]'', paling sering diobati dengan [[permetrin]] topikal atau ivermektin oral. Untuk sebagian besar kasus skabies, ivermektin diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membunuh tungau aktif, tetapi tidak membunuh telurnya. Selama minggu berikutnya setelah telur menetas, dosis kedua digunakan untuk membunuh tungau yang baru menetas.<ref>''Ectoparasites: Scabies''. ''J Am Acad Dermatol''. March 2020. Vol. 82 (3). hlm. 533–548. doi:10.1016/j.jaad.2019.05.109.</ref><ref>[https://www.cdc.gov/parasites/scabies/health_professionals/meds.html Scabies - Medications]. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.</ref> Untuk "kudis berkrusta" yang parah, [[Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat]] (CDC) merekomendasikan hingga tujuh dosis ivermektin selama sebulan, bersama dengan antiparasit topikal.<ref>[https://www.cdc.gov/parasites/scabies/health_professionals/meds.html Scabies - Medications]. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.</ref> Baik [[Kutu kepala|kutu rambut kepala]] maupun [[Kutu kemaluan|kutu rambut kemaluan]] dapat diobati dengan ivermektin oral maupun ivermektin [[losion]] 0,5% yang dioleskan langsung ke area yang terkena, atau dengan berbagai [[insektisida]] lainnya.<ref>''Lice and Scabies: Treatment Update''. ''Am Fam Physician''. May 2019. Vol. 99 (10). hlm. 635–642.</ref><ref>[https://www.cdc.gov/parasites/lice/pubic/treatment.html Pubic "Crab" Lice - Treatment]. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.</ref> Ivermektin juga digunakan untuk mengobati [[rosasea]] dan [[blefaritis]], keduanya dapat disebabkan atau diperburuk oleh tungau ''[[Demodex folliculorum]]''.<ref>''Rosacea''. ''N Engl J Med''. November 2017. Vol. 377 (18). hlm. 1754–1764. doi:10.1056/NEJMcp1506630.</ref><ref>''Demodex mites''. ''Clin Dermatol''. 2014. Vol. 32 (6). hlm. 739–43. doi:10.1016/j.clindermatol.2014.02.012.</ref> | ||
== Kontraindikasi == | == Kontraindikasi == | ||
Ivermektin dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah lima tahun atau mereka yang beratnya kurang dari 15 kilogram, serta individu dengan penyakit hati atau ginjal. Ivermektin disekresikan dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam air susu ibu. Masih belum jelas apakah ivermektin aman digunakan selama kehamilan. | Ivermektin dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah lima tahun atau mereka yang beratnya kurang dari 15 kilogram,<ref>[https://www.academia.edu/33924249 Ivermectin: pharmacology and application in dermatology]. ''International Journal of Dermatology''. December 2005. Vol. 44 (12). hlm. 981–8. doi:10.1111/j.1365-4632.2004.02253.x.</ref> serta individu dengan penyakit hati atau ginjal.<ref>[https://scielosp.org/pdf/bwho/2004.v82n8/563-571/en Selective mass treatment with ivermectin to control intestinal helminthiases and parasitic skin diseases in a severely affected population]. ''Bulletin of the World Health Organization''. August 2004. Vol. 82 (8). hlm. 563–71.</ref> Ivermektin disekresikan dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam air susu ibu.<ref>''New changes in pregnancy and lactation labelling: Review of dermatologic drugs''. ''Int J Womens Dermatol''. September 2019. Vol. 5 (4). hlm. 216–226. doi:10.1016/j.ijwd.2019.05.002.</ref> Masih belum jelas apakah ivermektin aman digunakan selama kehamilan.<ref>''Safety of oral ivermectin during pregnancy: a systematic review and meta-analysis''. ''Lancet Glob Health''. January 2020. Vol. 8 (1). hlm. e92–e100. doi:10.1016/S2214-109X(19)30453-X.</ref> | ||
== Efek samping == | == Efek samping == | ||
Efek samping yang serius setelah pengobatan dengan ivermektin lebih sering terjadi pada orang yang dalam darahnya terdapat sejumlah besar larva cacing ''[[Loa loa]]''. Mereka yang memiliki lebih dari 30.000 mikrofilaria per mililiter darah berisiko mengalami [[Radang|peradangan]] dan penyumbatan [[Pembuluh kapiler|kapiler]] karena terjadi kematian mikrofilaria yang cepat setelah pemberian ivermektin. | Efek samping yang serius setelah pengobatan dengan ivermektin lebih sering terjadi pada orang yang dalam darahnya terdapat sejumlah besar larva cacing ''[[Loa loa]]''.<ref>''Effect of a Single Standard Dose (150–200 μg/kg) of Ivermectin on ''Loa loa'' Microfilaremia: Systematic Review and Meta-analysis''. ''Open Forum Infectious Diseases''. April 2019. Vol. 6 (4). hlm. ofz019. doi:10.1093/ofid/ofz019.</ref> Mereka yang memiliki lebih dari 30.000 mikrofilaria per mililiter darah berisiko mengalami [[Radang|peradangan]] dan penyumbatan [[Pembuluh kapiler|kapiler]] karena terjadi kematian mikrofilaria yang cepat setelah pemberian ivermektin.<ref>''Effect of a Single Standard Dose (150–200 μg/kg) of Ivermectin on ''Loa loa'' Microfilaremia: Systematic Review and Meta-analysis''. ''Open Forum Infectious Diseases''. April 2019. Vol. 6 (4). hlm. ofz019. doi:10.1093/ofid/ofz019.</ref> | ||
Dampak utama pemberian ivermektin adalah neurotoksisitas, yang pada sebagian besar spesies mamalia dapat bermanifestasi sebagai depresi [[sistem saraf pusat]] dan [[ataksia]], yang bisa terjadi akibat potensiasi sinapsis [[asam gamma-aminobutirat]] (GABA) inhibitori. Karena obat yang menghambat enzim [[CYP3A4]] juga sering menghambat transpor P-glikoprotein, risiko peningkatan penyerapan melewati [[sawar darah otak]] timbul ketika ivermektin diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 lainnya. Obat-obat jenis ini termasuk statin, inhibitor protease HIV, obat penghambat saluran kalsium, [[lidokain]], [[benzodiazepin]], dan [[glukokortikoid]] seperti [[deksametasona]]. | Dampak utama pemberian ivermektin adalah neurotoksisitas, yang pada sebagian besar spesies mamalia dapat bermanifestasi sebagai depresi [[sistem saraf pusat]] dan [[ataksia]], yang bisa terjadi akibat potensiasi sinapsis [[asam gamma-aminobutirat]] (GABA) inhibitori. Karena obat yang menghambat enzim [[CYP3A4]] juga sering menghambat transpor P-glikoprotein, risiko peningkatan penyerapan melewati [[sawar darah otak]] timbul ketika ivermektin diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 lainnya. Obat-obat jenis ini termasuk statin, inhibitor protease HIV, obat penghambat saluran kalsium, [[lidokain]], [[benzodiazepin]], dan [[glukokortikoid]] seperti [[deksametasona]].<ref>Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics], 11th edition, pages 1084–1087.</ref> | ||
Selama pengobatan dengan cara yang umum, ivermektin dapat menyebabkan peningkatan [[Alanina transaminase|aminotransferase]] secara minor, dan pada kondisi yang jarang, mengakibatkan gangguan hati ringan yang tampak secara klinis. Untuk anjing, insektisida [[spinosad]] mungkin memiliki efek meningkatkan toksisitas ivermektin. | Selama pengobatan dengan cara yang umum, ivermektin dapat menyebabkan peningkatan [[Alanina transaminase|aminotransferase]] secara minor, dan pada kondisi yang jarang, mengakibatkan gangguan hati ringan yang tampak secara klinis.<ref>[https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK548921/ Ivermectin]. ''LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury''. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2012.</ref> Untuk anjing, insektisida [[spinosad]] mungkin memiliki efek meningkatkan toksisitas ivermektin.<ref>[https://www.fda.gov/animalveterinary/newsevents/cvmupdates/ucm047942.htm COMFORTIS® and ivermectin interaction Safety Warning Notification]. U.S. Food and Drug Administration (FDA) Center for Veterinary Medicine (CVM).</ref> | ||
== Farmakologi == | == Farmakologi == | ||
=== Mekanisme aksi === | === Mekanisme aksi === | ||
Ivermektin dan obat-obatan sejenisnya bekerja dengan mengganggu fungsi saraf dan otot cacing dan serangga. Obat ini berikatan dengan gerbang [[glutamat]] pada [[saluran klorida]] yang umum ditemukan di sel-sel saraf dan sel-sel otot invertebrata. Pengikatan ivermektin mengakibatkan saluran ini terbuka dan meningkatkan aliran ion klorida serta hiperpolarisasi [[membran sel]]. Hiperpolarisasi ini melumpuhkan jaringan yang terkena dan akhirnya membunuh invertebrata. Pada mamalia (termasuk manusia) saluran klorida bergerbang glutamat hanya terbatas di otak dan sumsum tulang belakang; ivermektin tidak dapat melewati [[sawar darah otak]] sehingga tidak sampai ke otak untuk dapat memengaruhi saluran klorida mamalia. | Ivermektin dan obat-obatan sejenisnya bekerja dengan mengganggu fungsi saraf dan otot cacing dan serangga.<ref>''Ivermectin: An Anthelmintic, an Insecticide, and Much More''. ''Trends Parasitol''. January 2021. Vol. 37 (1). hlm. 48–64. doi:10.1016/j.pt.2020.10.005.</ref> Obat ini berikatan dengan gerbang [[glutamat]] pada [[saluran klorida]] yang umum ditemukan di sel-sel saraf dan sel-sel otot invertebrata.<ref>''Ivermectin: panacea for resource-poor communities?''. ''Trends Parasitol''. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.</ref> Pengikatan ivermektin mengakibatkan saluran ini terbuka dan meningkatkan aliran ion klorida serta hiperpolarisasi [[membran sel]].<ref>''Ivermectin: An Anthelmintic, an Insecticide, and Much More''. ''Trends Parasitol''. January 2021. Vol. 37 (1). hlm. 48–64. doi:10.1016/j.pt.2020.10.005.</ref><ref>''Ivermectin: panacea for resource-poor communities?''. ''Trends Parasitol''. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.</ref> Hiperpolarisasi ini melumpuhkan jaringan yang terkena dan akhirnya membunuh invertebrata. Pada mamalia (termasuk manusia) saluran klorida bergerbang glutamat hanya terbatas di otak dan sumsum tulang belakang; ivermektin tidak dapat melewati [[sawar darah otak]] sehingga tidak sampai ke otak untuk dapat memengaruhi saluran klorida mamalia.<ref>''Ivermectin: panacea for resource-poor communities?''. ''Trends Parasitol''. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.</ref> | ||
=== Farmakokinetika === | === Farmakokinetika === | ||
Ivermektin dapat diberikan melalui mulut, secara topikal, atau melalui suntikan. Obat ini tidak mudah melintasi sawar darah otak mamalia karena adanya P-glikoprotein (mutasi gen MDR1 memengaruhi fungsi protein ini). Pelintasan mungkin terjadi secara signifikan jika ivermektin diberikan dengan dosis tinggi (dalam kasus ini, kadar ivermektin dalam otak mencapai puncaknya 2–5 jam setelah diberikan). Berbeda dengan mamalia, ivermektin dapat melewati sawar darah otak pada kura-kura, sering kali diikuti dengan konsekuensi yang fatal. | Ivermektin dapat diberikan melalui mulut, secara topikal, atau melalui suntikan. Obat ini tidak mudah melintasi sawar darah otak mamalia karena adanya P-glikoprotein (mutasi gen MDR1 memengaruhi fungsi protein ini).<ref>[https://archive.org/details/sim_european-journal-of-cancer_1996-06_32a_6/page/985 What have we learnt thus far from mice with disrupted P-glycoprotein genes?]. ''European Journal of Cancer''. June 1996. Vol. 32A (6). hlm. 985–90. doi:10.1016/0959-8049(96)00063-9.</ref> Pelintasan mungkin terjadi secara signifikan jika ivermektin diberikan dengan dosis tinggi (dalam kasus ini, kadar ivermektin dalam otak mencapai puncaknya 2–5 jam setelah diberikan). Berbeda dengan mamalia, ivermektin dapat melewati sawar darah otak pada kura-kura, sering kali diikuti dengan konsekuensi yang fatal. | ||
=== Ekotoksisitas === | === Ekotoksisitas === | ||
Studi lapangan telah menunjukkan kotoran hewan yang diobati dengan ivermektin menurunkan keanekaragaman invertebrata secara signifikan, dan kotoran tersebut bertahan lebih lama. | Studi lapangan telah menunjukkan kotoran hewan yang diobati dengan ivermektin menurunkan keanekaragaman invertebrata secara signifikan, dan kotoran tersebut bertahan lebih lama.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/6964038 Environmental impact of ivermectin excreted by cattle treated in autumn on dung fauna and degradation of faeces on pasture]. ''Parasitology Research''. December 2006. Vol. 100 (1). hlm. 93–102. doi:10.1007/s00436-006-0240-x.</ref> | ||
== Kimia == | == Kimia == | ||
Fermentasi ''[[Streptomyces avermitilis]]'' menghasilkan delapan homolog [[avermektin]] yang serupa, dengan B<sub>1a</sub> dan B<sub>1b</sub> menjadi sebagian besar produk yang diisolasi. Pada langkah kimia terpisah, campuran tersebut di[[hidrogenasi]] untuk menghasilkan ivermektin, yang merupakan campuran dari dua senyawa 22,23-dihidroavermektin dengan perbandingan sekitar 80:20.<ref>[https://archive.org/details/sim_annual-review-of-entomology_1991_36/page/91 Avermectins, a novel class of compounds: implications for use in arthropod pest control]. ''Annual Review of Entomology''. 1991. Vol. 36. hlm. 91–117. doi:10.1146/annurev.en.36.010191.000515.</ref><ref>[https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863 Insecticides with Novel Modes of Action]. Springer. 1998. hlm. [https://archive.org/details/bwb_O9-ABU-863/page/152 152]–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-642-08314-3.</ref><ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref> | |||
Fermentasi ''[[Streptomyces avermitilis]]'' menghasilkan delapan homolog [[avermektin]] yang serupa, dengan B<sub>1a</sub> dan B<sub>1b</sub> menjadi sebagian besar produk yang diisolasi. Pada langkah kimia terpisah, campuran tersebut di[[hidrogenasi]] untuk menghasilkan ivermektin, yang merupakan campuran dari dua senyawa 22,23-dihidroavermektin dengan perbandingan sekitar 80:20. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Keluarga senyawa avermektin ditemukan oleh [[Satoshi Ōmura]] dari [[Universitas Kitasato]] dan [[William C. Campbell|William Campbell]] dari [[Merck & Co.|Merck]]. Pada tahun 1970, Ōmura mengisolasi bakteri ''[[Streptomyces]]'' yang sifatnya tidak biasa dari tanah dekat lapangan golf di sepanjang pantai tenggara [[Honshū|Honshu]], Jepang. Ōmura mengirim bakteri tersebut ke William Campbell, yang menunjukkan bahwa kultur bakteri tersebut dapat menyembuhkan tikus yang terinfeksi cacing gelang ''[[Heligmosomoides polygyrus]]''. Campbell mengisolasi senyawa aktif dari kultur bakteri tersebut dan menamakannya "avermektin" dan menamakan bakterinya sebagai ''Streptomyces avermitilis'' karena memiliki senyawa yang mampu membersihkan cacing dalam tikus (dalam bahasa Latin: ''a'' 'tanpa', ''vermis'' 'cacing'). Dari berbagai avermektin, kelompok Campbell menemukan bahwa senyawa "avermektin B<sub>1</sub>" paling ampuh bila diminum secara oral. Mereka menyintesis bentuk termodifikasi dari avermektin B<sub>1</sub> untuk meningkatkan sifat farmasetiknya, hingga akhirnya memilih campuran setidaknya 80% 22,23-dihidroavermektin B<sub>1a</sub> dan hingga 20% 22,23-dihidroavermektin B<sub>1b</sub>, kombinasi yang mereka sebut "ivermektin". | Keluarga senyawa avermektin ditemukan oleh [[Satoshi Ōmura]] dari [[Universitas Kitasato]] dan [[William C. Campbell|William Campbell]] dari [[Merck & Co.|Merck]]. Pada tahun 1970, Ōmura mengisolasi bakteri ''[[Streptomyces]]'' yang sifatnya tidak biasa dari tanah dekat lapangan golf di sepanjang pantai tenggara [[Honshū|Honshu]], Jepang.<ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref> Ōmura mengirim bakteri tersebut ke William Campbell, yang menunjukkan bahwa kultur bakteri tersebut dapat menyembuhkan tikus yang terinfeksi cacing gelang ''[[Heligmosomoides polygyrus]]''.<ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref> Campbell mengisolasi senyawa aktif dari kultur bakteri tersebut dan menamakannya "avermektin" dan menamakan bakterinya sebagai ''Streptomyces avermitilis'' karena memiliki senyawa yang mampu membersihkan cacing dalam tikus (dalam bahasa Latin: ''a'' 'tanpa', ''vermis'' 'cacing').<ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref> Dari berbagai avermektin, kelompok Campbell menemukan bahwa senyawa "avermektin B<sub>1</sub>" paling ampuh bila diminum secara oral.<ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref> Mereka menyintesis bentuk termodifikasi dari avermektin B<sub>1</sub> untuk meningkatkan sifat farmasetiknya, hingga akhirnya memilih campuran setidaknya 80% 22,23-dihidroavermektin B<sub>1a</sub> dan hingga 20% 22,23-dihidroavermektin B<sub>1b</sub>, kombinasi yang mereka sebut "ivermektin".<ref>''Ivermectin - Old Drug, New Tricks?''. ''Trends Parasitol''. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_science_1983-08-26_221_4613/page/822 Ivermectin: a potent new antiparasitic agent]. ''Science''. August 1983. Vol. 221 (4613). hlm. 823–8. doi:10.1126/science.6308762.</ref> | ||
Ivermektin diperkenalkan pada tahun 1981. Separuh dari [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran]] 2015 dianugerahkan bersama-sama kepada Campbell dan Ōmura karena menemukan avermektin, "turunannya yang secara radikal menurunkan insiden kebutaan sungai dan filariasis limfatik, serta memperlihatkan kemanjuran terhadap penyakit-penyakit parasitik lainnya yang semakin meluas". | Ivermektin diperkenalkan pada tahun 1981.<ref>''Pesticide Synthesis Through Rational Approaches''. American Chemical Society. June 26, 1984. Vol. 255. hlm. 5–20. doi:10.1021/bk-1984-0255.ch001. ISBN 978-0-8412-1083-7.</ref> Separuh dari [[Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran]] 2015 dianugerahkan bersama-sama kepada Campbell dan Ōmura karena menemukan avermektin, "turunannya yang secara radikal menurunkan insiden kebutaan sungai dan filariasis limfatik, serta memperlihatkan kemanjuran terhadap penyakit-penyakit parasitik lainnya yang semakin meluas".<ref>[https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/2015/press.pdf The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2015]. Nobel Foundation.</ref> | ||
==Penelitian== | ==Penelitian== | ||
===Covid-19=== | ===Covid-19=== | ||
Pada penelitian ''[[in vitro]]'', ivermektin mempunyai efek [[Obat antivirus|antivirus]] yang efektif terhadap beberapa [[Virus RNA sense positif untai tunggal]] seperti [[SARS-CoV-2]]. Studi lanjutan menyatakan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel ginjal kera dengan [[Konsentrasi penghambatan setengah maksimal|IC<sub>50</sub>]] sebesar 2.2–2.8 μM. Namun berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis maksimum yang disetujui untuk penggunaan pada manusia agar ivermektin dapat memiliki efek antivirus. Ivermektin dosis tinggi dapat berbahaya bagi manusia karena mekanisme kerja efek antivirus ivermektin berkaitan dengan penghambatan proses seluler dari inang, khususnya penghambatan [[transpor inti sel]] oleh [[Importin|importin α/β1]]. Maka, dasar untuk menjadikan ivermektin sebagai terapi Covid-19 masih tidak cukup kuat. Penggunaan obat secara asal tanpa adanya resep dari dokter dengan dosis yang tinggi telah menyebabkan beberapa orang harus dirawat di rumah sakit. Lalu, overdosis ivermektin dapat menyebabkan kematian, kemungkinan karena disebabkan adanya interaksi dengan obat lain. Untuk menjawab ketidakpastian dari penelitian skala kecil atau dengan kualitas yang buruk, per juni sedang dilakukan penelitian skala besar di Amerika Serikat dan Britania Raya. | Pada penelitian ''[[in vitro]]'', ivermektin mempunyai efek [[Obat antivirus|antivirus]] yang efektif terhadap beberapa [[Virus RNA sense positif untai tunggal]] seperti [[SARS-CoV-2]].<ref>''Ivermectin: a systematic review from antiviral effects to COVID-19 complementary regimen''. ''The Journal of Antibiotics''. September 2020. Vol. 73 (9). hlm. 593–602. doi:10.1038/s41429-020-0336-z.</ref> Studi lanjutan menyatakan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel ginjal kera dengan [[Konsentrasi penghambatan setengah maksimal|IC<sub>50</sub>]] sebesar 2.2–2.8 μM.<ref>''The FDA-approved drug ivermectin inhibits the replication of SARS-CoV-2 in vitro''. ''Antiviral Research''. April 2020. Vol. 178. hlm. 104787. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104787.</ref><ref>''Antiviral treatment of COVID-19''. ''Turkish Journal of Medical Sciences''. April 2020. Vol. 50 (SI-1). hlm. 611–619. doi:10.3906/sag-2004-145.</ref> Namun berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis maksimum yang disetujui untuk penggunaan pada manusia agar ivermektin dapat memiliki efek antivirus.<ref>''Ivermectin and COVID-19: A report in Antiviral Research, widespread interest, an FDA warning, two letters to the editor and the authors' responses''. ''Antiviral Research''. June 2020. Vol. 178. hlm. 104805. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104805.</ref><ref>[https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2777389 Effect of Ivermectin on Time to Resolution of Symptoms Among Adults With Mild COVID-19]. ''JAMA''. 2021-03-04. Vol. 325 (14). hlm. 1426–1435. doi:10.1001/jama.2021.3071.</ref> Ivermektin dosis tinggi dapat berbahaya bagi manusia karena mekanisme kerja efek antivirus ivermektin berkaitan dengan penghambatan proses seluler dari inang,<ref>''Ivermectin and COVID-19: A report in Antiviral Research, widespread interest, an FDA warning, two letters to the editor and the authors' responses''. ''Antiviral Research''. June 2020. Vol. 178. hlm. 104805. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104805.</ref> khususnya penghambatan [[transpor inti sel]] oleh [[Importin|importin α/β1]].<ref>[http://dicyt.uto.edu.bo/observatorio/wp-content/uploads/2020/05/importin-alfa.pdf The broad spectrum antiviral ivermectin targets the host nuclear transport importin α/β1 heterodimer]. ''Antiviral Research''. May 2020. Vol. 177. hlm. 104760. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104760.</ref> Maka, dasar untuk menjadikan ivermektin sebagai terapi Covid-19 masih tidak cukup kuat.<ref>[https://ebm.bmj.com/content/early/2021/05/26/bmjebm-2021-111678 Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19]. ''BMJ Evidence-Based Medicine''. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.</ref> Penggunaan obat secara asal tanpa adanya resep dari dokter dengan dosis yang tinggi telah menyebabkan beberapa orang harus dirawat di rumah sakit. Lalu, overdosis ivermektin dapat menyebabkan kematian, kemungkinan karena disebabkan adanya interaksi dengan obat lain.<ref>[https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/why-you-should-not-use-ivermectin-treat-or-prevent-covid-19 Why You Should Not Use Ivermectin to Treat or Prevent COVID-19]. ''Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)''. 5 Maret 2021.</ref> Untuk menjawab ketidakpastian dari penelitian skala kecil atau dengan kualitas yang buruk, per juni sedang dilakukan penelitian skala besar di Amerika Serikat dan Britania Raya.<ref>Rachel Schraer. [https://www.bbc.co.uk/news/health-57570377 Covid: Ivermectin to be studied as possible treatment in UK]. BBC News. 23 Juni 2021.</ref><ref>[https://www.nih.gov/research-training/medical-research-initiatives/activ/covid-19-therapeutics-prioritized-testing-clinical-trials#activ6 COVID-19 Therapeutics Prioritized for Testing in Clinical Trials]. ''National Institutes of Health''.</ref> | ||
Banyak penelitian mengenai penggunaan ivermektin untuk Covid-19 memiliki keterbatasan dalam metode penelitian, sehingga bukti yang dihasilkan berkualitas rendah. Hal ini membuat beberapa pihak secara terbuka menyatakan bahwa bukti efektivitas ivermektin terhadap Covid-19 sangat lemah. Pada Februari 2021, [[Merck & Co.|Merck Sharp Dohme]] yang merupakan penemu obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk efektivitas ivermektin melawan Covid-19 dan mencoba untuk menggunakan ivermektin dalam kasus tersebut mungkin tidak aman bagi manusia. Panduan penatalaksanaan Covid-19 dari [[Institut Kesehatan Nasional]] Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan ivermektin tidak dapat ditentukan apakah direkomendasikan atau dilarang digunakan untuk Covid-19 karena bukti yang sangat terbatas. Di Britania Raya, Badan Penasihat Terapi Covid-19 menyatakan bahwa dasar bukti penggunaan ivermektin sebagai terapi Covid-19 belum mencukupi untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan. | Banyak penelitian mengenai penggunaan ivermektin untuk Covid-19 memiliki keterbatasan dalam metode penelitian, sehingga bukti yang dihasilkan berkualitas rendah.<ref>[https://ebm.bmj.com/content/early/2021/05/26/bmjebm-2021-111678 Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19]. ''BMJ Evidence-Based Medicine''. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.</ref><ref>''Prophylaxis against covid-19: living systematic review and network meta-analysis''. ''BMJ''. April 2021. Vol. 373. hlm. n949. doi:10.1136/bmj.n949.</ref><ref>[https://academic.oup.com/cid/advance-article/doi/10.1093/cid/ciab591/6310839 Ivermectin for the treatment of COVID-19: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials]. ''Clinical Infectious Diseases''. 28 June 2021. doi:10.1093/cid/ciab591.</ref> Hal ini membuat beberapa pihak secara terbuka menyatakan bahwa bukti efektivitas ivermektin terhadap Covid-19 sangat lemah. Pada Februari 2021, [[Merck & Co.|Merck Sharp Dohme]] yang merupakan penemu obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk efektivitas ivermektin melawan Covid-19 dan mencoba untuk menggunakan ivermektin dalam kasus tersebut mungkin tidak aman bagi manusia.<ref>Gorski DH. [https://sciencebasedmedicine.org/ivermectin-is-the-new-hydroxychloroquine/ Ivermectin is the new hydroxychloroquine]. Science-Based Medicine. 15 April 2021.</ref><ref>[https://www.merck.com/news/merck-statement-on-ivermectin-use-during-the-covid-19-pandemic/ Merck Statement on Ivermectin use During the COVID-19 Pandemic]. Merck. 4 Februari 2021.</ref> Panduan penatalaksanaan Covid-19 dari [[Institut Kesehatan Nasional]] Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan ivermektin tidak dapat ditentukan apakah direkomendasikan atau dilarang digunakan untuk Covid-19 karena bukti yang sangat terbatas.<ref>[https://www.covid19treatmentguidelines.nih.gov/statement-on-ivermectin/ The COVID-19 Treatment Guidelines Panel's Statement on the Use of Ivermectin for the Treatment of COVID-19]. National Institutes of Health. 14 Januari 2020.</ref> Di Britania Raya, Badan Penasihat Terapi Covid-19 menyatakan bahwa dasar bukti penggunaan ivermektin sebagai terapi Covid-19 belum mencukupi untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan.<ref>''Covid-19: Ivermectin's politicisation is a warning sign for doctors turning to orphan treatments''. ''BMJ''. April 2021. Vol. 373. hlm. n747. doi:10.1136/bmj.n747.</ref> | ||
Ivermektin belum disetujui oleh [[FDA]] untuk digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain itu, [[European Medicines Agency]] (EMA) juga belum memberikan persetujuan penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19. EMA menyatakan bahwa After reviewing the evidence on ivermectin, "data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan ivermektin untuk COVID-19 di luar untuk kepentingan uji klinis yang dirancang dengan baik". Pada bulan Maret 2021, baik FDA dan EMA mengeluarkan panduan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19. WHO juga menyatakan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati Covid-19 kecuali dalam uji klinis. [[Badan Pengawas Kesehatan Brasil]], Brazilian Society of Infectious Diseases, dan Perhimpunan Dokter Paru Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang menyarankan untuk tidak menggunakan ivermektin dalam pencegahan atau pengobatan COVID-19 pada tahap awal. | Ivermektin belum disetujui oleh [[FDA]] untuk digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus.<ref>[https://www.covid19treatmentguidelines.nih.gov/statement-on-ivermectin/ The COVID-19 Treatment Guidelines Panel's Statement on the Use of Ivermectin for the Treatment of COVID-19]. National Institutes of Health. 14 Januari 2020.</ref> Selain itu, [[European Medicines Agency]] (EMA) juga belum memberikan persetujuan penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19. EMA menyatakan bahwa After reviewing the evidence on ivermectin, "data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan ivermektin untuk COVID-19 di luar untuk kepentingan uji klinis yang dirancang dengan baik".<ref>[https://www.ema.europa.eu/en/news/ema-advises-against-use-ivermectin-prevention-treatment-covid-19-outside-randomised-clinical-trials EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials]. European Medicines Agency. 22 Maret 2021.</ref> Pada bulan Maret 2021, baik FDA dan EMA mengeluarkan panduan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19.<ref>[https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/why-you-should-not-use-ivermectin-treat-or-prevent-covid-19 Why You Should Not Use Ivermectin to Treat or Prevent COVID-19]. ''Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)''. 5 Maret 2021.</ref><ref>[https://www.ema.europa.eu/en/news/ema-advises-against-use-ivermectin-prevention-treatment-covid-19-outside-randomised-clinical-trials EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials]. European Medicines Agency. 22 Maret 2021.</ref> WHO juga menyatakan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati Covid-19 kecuali dalam uji klinis.<ref>[https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/who-advises-that-ivermectin-only-be-used-to-treat-covid-19-within-clinical-trials WHO advises that ivermectin only be used to treat COVID-19 within clinical trials]. World Health Organisation. 31 Maret 2021.</ref> [[Badan Pengawas Kesehatan Brasil]], Brazilian Society of Infectious Diseases, dan Perhimpunan Dokter Paru Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang menyarankan untuk tidak menggunakan ivermektin dalam pencegahan atau pengobatan COVID-19 pada tahap awal.<ref>Dayana de Oliveira Quintanilha. [https://pebmed.com.br/anvisa-se-manifesta-contra-o-uso-da-ivermectina-na-covid-19 Anvisa se manifesta contra o uso da ivermectina na Covid-19]. ''PEBMED''. 2020-07-13.</ref><ref>[https://infectologia.org.br/wp-content/uploads/2020/12/atualizacoes-e-recomendacoes-covid-19.pdf Atualizações e Recomendações sobre a Covid-19]. Sociedade Brasileira de Infectologia. 2020-12-09.</ref><ref>[https://pebmed.com.br/anvisa-se-manifesta-contra-o-uso-da-ivermectina-na-covid-19/ Posicionamento da Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia Sobre o Colapso em Manaus e Tratamento Preventivo e Precoce da Covid-19]. Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia. 2021-01-17.</ref> | ||
Misinformasi, rendahnya kepercayaan masyarakat, perasaan hilang kendali, dan keputusasaan karena meningkatnya jumlah kasus dan kematian menyebabkan peningkatan penggunaan obat ini dan menjamurnya pasar gelap di Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin, dan Afrika Selatan. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam hal swamedikasi, keamanan, dan kelayakan uji klinis di masa mendatang. Walau tidak terdapat bukti yang kuat mengenai efektivitas ivermektin untuk mengobati Covid-19, beberapa pemerintah dari berbagai negara memperbolehkan penggunan ivermektin di luar indikasi yang disetujui ([[off-label]]), seperti Ceko, Slowakia, Peru (yang kemudian menarik pernyataan tersebut, tetapi masih digunakan di lapangan), dan India. | Misinformasi, rendahnya kepercayaan masyarakat, perasaan hilang kendali, dan keputusasaan karena meningkatnya jumlah kasus dan kematian menyebabkan peningkatan penggunaan obat ini dan menjamurnya pasar gelap di Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin,<ref>''Latin America's embrace of an unproven COVID treatment is hindering drug trials''. ''Nature''. October 2020. Vol. 586 (7830). hlm. 481–482. doi:10.1038/d41586-020-02958-2.</ref><ref>''COVID-19 and the rush for self-medication and self-dosing with ivermectin: A word of caution''. ''One Health''. Elsevier BV. December 2020. Vol. 10. hlm. 100148. doi:10.1016/j.onehlt.2020.100148.</ref> dan Afrika Selatan. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam hal swamedikasi, keamanan, dan kelayakan uji klinis di masa mendatang.<ref>[https://www.politico.eu/article/rise-and-fall-of-coronavirus-miracle-cure-ivermectin/ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure']. ''POLITICO''. 2021-03-30.</ref> Walau tidak terdapat bukti yang kuat mengenai efektivitas ivermektin untuk mengobati Covid-19, beberapa pemerintah dari berbagai negara memperbolehkan penggunan ivermektin di luar indikasi yang disetujui ([[off-label]]), seperti Ceko,<ref>[https://www.politico.eu/article/rise-and-fall-of-coronavirus-miracle-cure-ivermectin/ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure']. ''POLITICO''. 2021-03-30.</ref> Slowakia,<ref>[https://www.politico.eu/article/rise-and-fall-of-coronavirus-miracle-cure-ivermectin/ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure']. ''POLITICO''. 2021-03-30.</ref> Peru (yang kemudian menarik pernyataan tersebut, tetapi masih digunakan di lapangan),<ref>Andina. [https://andina.pe/agencia/noticia-covid19-minsa-aprueba-resolucion-deja-sin-efecto-uso-tres-medicamentos-817584.aspx Covid-19: Minsa aprueba resolución que deja sin efecto el uso de tres medicamentos]. Agencia Peruana de Noticias. 13 Oktober 2020.</ref><ref>[https://www.extra.com.pe/actualidad/ivermectina-vuelve-a-ser-incluida-en-tratamiento-covid-19/ Ivermectina vuelve a ser incluida en tratamiento covid-19]. Extra. 22 Januari 2021.</ref> dan India.<ref>Manas Mishra. [https://www.reuters.com/world/india/indian-states-turn-anti-parasitic-drug-fight-covid-19-against-who-advice-2021-05-13/ Indian states turn to anti-parasitic drug to fight COVID-19 against WHO advice]. ''Reuters''. 2021-05-13.</ref><ref>[https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/05/21/fact-check-india-covid-19-cases-hydroxychloroquine-not-related/5173021001/ Fact check: No link between India's falling COVID-19 cases and hydroxychloroquine]. USA Today. 21 May 2021.</ref> | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ivermektin&oldid=28968770 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28968770 (2026-02-16T15:37:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 13.56

Ivermektin (bahasa Inggris: ivermectin) adalah medikasi yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi parasit.[1] Pada manusia, penyakit-penyakit yang diobati dengan ivermektin misalnya infestasi kutu kepala, kudis, kebutaan sungai, strongiloidiasis, trikuriasis, askariasis, dan filariasis limfatik.[2][3][4][5] Dalam kedokteran hewan, ivermektin digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit cacing jantung dan akariasis, serta berbagai indikasi lainnya.[6] Obat ini dapat diminum atau dioleskan ke kulit untuk kasus infestasi eksternal.[7][8]
Efek samping yang umum ditemukan misalnya demam, gatal, dan ruam kulit saat diminum,[9] serta mata merah, kulit kering, dan sensasi kulit terbakar saat digunakan secara topikal untuk mengobati kutu rambut.[10] Obat ini belum memiliki kejelasan apakah aman digunakan selama masa kehamilan, tetapi mungkin dapat diterima untuk digunakan selama menyusui.[11] Ivermektin termasuk dalam keluarga obat avermektin, dan bekerja melalui banyak mekanisme aksi yang mengakibatkan kematian parasit yang ditargetkan.[12]
Ivermektin ditemukan pada tahun 1975 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada tahun 1981.[13][14] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[15] Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui ivermektin sebagai obat antiparasit.[16]
Selama pandemi Covid-19, banyak informasi keliru yang tersebar luas yang mengklaim bahwa ivermektin bermanfaat untuk mengobati dan mencegah Covid-19.[17][18] Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat.[19][20][21][22]
Penggunaan medis
Cacing
Untuk penyakit kebutaan sungai (onkoserkiasis) dan filariasis limfatik, ivermektin biasanya diberikan sebagai bagian dari kampanye pemberian obat massal yang mendistribusikan obat ke semua anggota masyarakat yang terkena penyakit.[23] Untuk kebutaan sungai, satu dosis oral ivermektin (150 mikrogram per kilogram berat badan) membersihkan tubuh dari larva cacing Onchocerca volvulus selama beberapa bulan, serta mencegah penularan dan perkembangan penyakit.[24] Cacing dewasa dapat bertahan hidup di kulit dan akhirnya sembuh untuk menghasilkan larva cacing lagi. Untuk mencegah cacingan, ivermektin diberikan setidaknya sekali per tahun selama 10 hingga 15 tahun.[25] Untuk filariasis limfatik, ivermektin oral (200 mikrogram per kilogram berat badan) merupakan bagian dari pengobatan kombinasi yang diberikan setiap tahun, yaitu ivermektin, dietilkarbamazin sitrat, dan albendazol di tempat-tempat tanpa onkoserkiasis; dan kombinasi ivermektin dengan albendazol di tempat-tempat dengan onkoserkiasis.[26]
Tungau dan serangga
Ivermektin juga digunakan untuk mengobati serangan artropoda parasitik. Kudis, yang merupakan infestasi tungau Sarcoptes scabiei, paling sering diobati dengan permetrin topikal atau ivermektin oral. Untuk sebagian besar kasus skabies, ivermektin diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membunuh tungau aktif, tetapi tidak membunuh telurnya. Selama minggu berikutnya setelah telur menetas, dosis kedua digunakan untuk membunuh tungau yang baru menetas.[27][28] Untuk "kudis berkrusta" yang parah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan hingga tujuh dosis ivermektin selama sebulan, bersama dengan antiparasit topikal.[29] Baik kutu rambut kepala maupun kutu rambut kemaluan dapat diobati dengan ivermektin oral maupun ivermektin losion 0,5% yang dioleskan langsung ke area yang terkena, atau dengan berbagai insektisida lainnya.[30][31] Ivermektin juga digunakan untuk mengobati rosasea dan blefaritis, keduanya dapat disebabkan atau diperburuk oleh tungau Demodex folliculorum.[32][33]
Kontraindikasi
Ivermektin dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah lima tahun atau mereka yang beratnya kurang dari 15 kilogram,[34] serta individu dengan penyakit hati atau ginjal.[35] Ivermektin disekresikan dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam air susu ibu.[36] Masih belum jelas apakah ivermektin aman digunakan selama kehamilan.[37]
Efek samping
Efek samping yang serius setelah pengobatan dengan ivermektin lebih sering terjadi pada orang yang dalam darahnya terdapat sejumlah besar larva cacing Loa loa.[38] Mereka yang memiliki lebih dari 30.000 mikrofilaria per mililiter darah berisiko mengalami peradangan dan penyumbatan kapiler karena terjadi kematian mikrofilaria yang cepat setelah pemberian ivermektin.[39]
Dampak utama pemberian ivermektin adalah neurotoksisitas, yang pada sebagian besar spesies mamalia dapat bermanifestasi sebagai depresi sistem saraf pusat dan ataksia, yang bisa terjadi akibat potensiasi sinapsis asam gamma-aminobutirat (GABA) inhibitori. Karena obat yang menghambat enzim CYP3A4 juga sering menghambat transpor P-glikoprotein, risiko peningkatan penyerapan melewati sawar darah otak timbul ketika ivermektin diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 lainnya. Obat-obat jenis ini termasuk statin, inhibitor protease HIV, obat penghambat saluran kalsium, lidokain, benzodiazepin, dan glukokortikoid seperti deksametasona.[40]
Selama pengobatan dengan cara yang umum, ivermektin dapat menyebabkan peningkatan aminotransferase secara minor, dan pada kondisi yang jarang, mengakibatkan gangguan hati ringan yang tampak secara klinis.[41] Untuk anjing, insektisida spinosad mungkin memiliki efek meningkatkan toksisitas ivermektin.[42]
Farmakologi
Mekanisme aksi
Ivermektin dan obat-obatan sejenisnya bekerja dengan mengganggu fungsi saraf dan otot cacing dan serangga.[43] Obat ini berikatan dengan gerbang glutamat pada saluran klorida yang umum ditemukan di sel-sel saraf dan sel-sel otot invertebrata.[44] Pengikatan ivermektin mengakibatkan saluran ini terbuka dan meningkatkan aliran ion klorida serta hiperpolarisasi membran sel.[45][46] Hiperpolarisasi ini melumpuhkan jaringan yang terkena dan akhirnya membunuh invertebrata. Pada mamalia (termasuk manusia) saluran klorida bergerbang glutamat hanya terbatas di otak dan sumsum tulang belakang; ivermektin tidak dapat melewati sawar darah otak sehingga tidak sampai ke otak untuk dapat memengaruhi saluran klorida mamalia.[47]
Farmakokinetika
Ivermektin dapat diberikan melalui mulut, secara topikal, atau melalui suntikan. Obat ini tidak mudah melintasi sawar darah otak mamalia karena adanya P-glikoprotein (mutasi gen MDR1 memengaruhi fungsi protein ini).[48] Pelintasan mungkin terjadi secara signifikan jika ivermektin diberikan dengan dosis tinggi (dalam kasus ini, kadar ivermektin dalam otak mencapai puncaknya 2–5 jam setelah diberikan). Berbeda dengan mamalia, ivermektin dapat melewati sawar darah otak pada kura-kura, sering kali diikuti dengan konsekuensi yang fatal.
Ekotoksisitas
Studi lapangan telah menunjukkan kotoran hewan yang diobati dengan ivermektin menurunkan keanekaragaman invertebrata secara signifikan, dan kotoran tersebut bertahan lebih lama.[49]
Kimia
Fermentasi Streptomyces avermitilis menghasilkan delapan homolog avermektin yang serupa, dengan B1a dan B1b menjadi sebagian besar produk yang diisolasi. Pada langkah kimia terpisah, campuran tersebut dihidrogenasi untuk menghasilkan ivermektin, yang merupakan campuran dari dua senyawa 22,23-dihidroavermektin dengan perbandingan sekitar 80:20.[50][51][52]
Sejarah
Keluarga senyawa avermektin ditemukan oleh Satoshi Ōmura dari Universitas Kitasato dan William Campbell dari Merck. Pada tahun 1970, Ōmura mengisolasi bakteri Streptomyces yang sifatnya tidak biasa dari tanah dekat lapangan golf di sepanjang pantai tenggara Honshu, Jepang.[53] Ōmura mengirim bakteri tersebut ke William Campbell, yang menunjukkan bahwa kultur bakteri tersebut dapat menyembuhkan tikus yang terinfeksi cacing gelang Heligmosomoides polygyrus.[54] Campbell mengisolasi senyawa aktif dari kultur bakteri tersebut dan menamakannya "avermektin" dan menamakan bakterinya sebagai Streptomyces avermitilis karena memiliki senyawa yang mampu membersihkan cacing dalam tikus (dalam bahasa Latin: a 'tanpa', vermis 'cacing').[55] Dari berbagai avermektin, kelompok Campbell menemukan bahwa senyawa "avermektin B1" paling ampuh bila diminum secara oral.[56] Mereka menyintesis bentuk termodifikasi dari avermektin B1 untuk meningkatkan sifat farmasetiknya, hingga akhirnya memilih campuran setidaknya 80% 22,23-dihidroavermektin B1a dan hingga 20% 22,23-dihidroavermektin B1b, kombinasi yang mereka sebut "ivermektin".[57][58]
Ivermektin diperkenalkan pada tahun 1981.[59] Separuh dari Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2015 dianugerahkan bersama-sama kepada Campbell dan Ōmura karena menemukan avermektin, "turunannya yang secara radikal menurunkan insiden kebutaan sungai dan filariasis limfatik, serta memperlihatkan kemanjuran terhadap penyakit-penyakit parasitik lainnya yang semakin meluas".[60]
Penelitian
Covid-19
Pada penelitian in vitro, ivermektin mempunyai efek antivirus yang efektif terhadap beberapa Virus RNA sense positif untai tunggal seperti SARS-CoV-2.[61] Studi lanjutan menyatakan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel ginjal kera dengan IC50 sebesar 2.2–2.8 μM.[62][63] Namun berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis maksimum yang disetujui untuk penggunaan pada manusia agar ivermektin dapat memiliki efek antivirus.[64][65] Ivermektin dosis tinggi dapat berbahaya bagi manusia karena mekanisme kerja efek antivirus ivermektin berkaitan dengan penghambatan proses seluler dari inang,[66] khususnya penghambatan transpor inti sel oleh importin α/β1.[67] Maka, dasar untuk menjadikan ivermektin sebagai terapi Covid-19 masih tidak cukup kuat.[68] Penggunaan obat secara asal tanpa adanya resep dari dokter dengan dosis yang tinggi telah menyebabkan beberapa orang harus dirawat di rumah sakit. Lalu, overdosis ivermektin dapat menyebabkan kematian, kemungkinan karena disebabkan adanya interaksi dengan obat lain.[69] Untuk menjawab ketidakpastian dari penelitian skala kecil atau dengan kualitas yang buruk, per juni sedang dilakukan penelitian skala besar di Amerika Serikat dan Britania Raya.[70][71]
Banyak penelitian mengenai penggunaan ivermektin untuk Covid-19 memiliki keterbatasan dalam metode penelitian, sehingga bukti yang dihasilkan berkualitas rendah.[72][73][74] Hal ini membuat beberapa pihak secara terbuka menyatakan bahwa bukti efektivitas ivermektin terhadap Covid-19 sangat lemah. Pada Februari 2021, Merck Sharp Dohme yang merupakan penemu obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk efektivitas ivermektin melawan Covid-19 dan mencoba untuk menggunakan ivermektin dalam kasus tersebut mungkin tidak aman bagi manusia.[75][76] Panduan penatalaksanaan Covid-19 dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan ivermektin tidak dapat ditentukan apakah direkomendasikan atau dilarang digunakan untuk Covid-19 karena bukti yang sangat terbatas.[77] Di Britania Raya, Badan Penasihat Terapi Covid-19 menyatakan bahwa dasar bukti penggunaan ivermektin sebagai terapi Covid-19 belum mencukupi untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan.[78]
Ivermektin belum disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus.[79] Selain itu, European Medicines Agency (EMA) juga belum memberikan persetujuan penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19. EMA menyatakan bahwa After reviewing the evidence on ivermectin, "data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan ivermektin untuk COVID-19 di luar untuk kepentingan uji klinis yang dirancang dengan baik".[80] Pada bulan Maret 2021, baik FDA dan EMA mengeluarkan panduan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19.[81][82] WHO juga menyatakan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati Covid-19 kecuali dalam uji klinis.[83] Badan Pengawas Kesehatan Brasil, Brazilian Society of Infectious Diseases, dan Perhimpunan Dokter Paru Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang menyarankan untuk tidak menggunakan ivermektin dalam pencegahan atau pengobatan COVID-19 pada tahap awal.[84][85][86]
Misinformasi, rendahnya kepercayaan masyarakat, perasaan hilang kendali, dan keputusasaan karena meningkatnya jumlah kasus dan kematian menyebabkan peningkatan penggunaan obat ini dan menjamurnya pasar gelap di Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin,[87][88] dan Afrika Selatan. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam hal swamedikasi, keamanan, dan kelayakan uji klinis di masa mendatang.[89] Walau tidak terdapat bukti yang kuat mengenai efektivitas ivermektin untuk mengobati Covid-19, beberapa pemerintah dari berbagai negara memperbolehkan penggunan ivermektin di luar indikasi yang disetujui (off-label), seperti Ceko,[90] Slowakia,[91] Peru (yang kemudian menarik pernyataan tersebut, tetapi masih digunakan di lapangan),[92][93] dan India.[94][95]
Catatan
Referensi
- ↑ Ivermectin. The American Society of Health-System Pharmacists.
- ↑ Ivermectin. The American Society of Health-System Pharmacists.
- ↑ Drug Discovery a History. John Wiley & Sons. 2005. hlm. 333. ISBN 978-0-470-01552-0.
- ↑ Saunders Handbook of Veterinary Drugs: Small and Large Animal. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 420. ISBN 978-0-323-24486-2.
- ↑ CDC-Centers for Disease Control and Prevention. Ascariasis - Resources for Health Professionals. www.cdc.gov. 23 August 2019.
- ↑ Saunders Handbook of Veterinary Drugs: Small and Large Animal. Elsevier Health Sciences. 2015. hlm. 420. ISBN 978-0-323-24486-2.
- ↑ Ivermectin. The American Society of Health-System Pharmacists.
- ↑ The efficacy of topical and oral ivermectin in the treatment of human scabies. Annals of Parasitology. 2015. Vol. 61 (1). hlm. 11–16.
- ↑ Ivermectin. The American Society of Health-System Pharmacists.
- ↑ Ivermectin (topical). The American Society of Health-System Pharmacists. July 27, 2020.
- ↑ Ivermectin Levels and Effects while Breastfeeding. Drugs.com.
- ↑ Ivermectin. The American Society of Health-System Pharmacists.
- ↑ Encyclopedia of parasitology. Springer. 2008. hlm. 646. ISBN 978-3-540-48994-8.
- ↑ Macrocyclic lactones in antiparasitic therapy. CABI Pub. 2002. hlm. Preface. ISBN 978-0-85199-840-4.
- ↑ World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. World Health Organization. 2019.
- ↑ A five-day course of ivermectin for the treatment of COVID-19 may reduce the duration of illness. International Journal of Infectious Diseases. December 2020. Vol. 103. hlm. 214–216. doi:10.1016/j.ijid.2020.11.191.
- ↑ Alex Smith KCUR. When False Information Goes Viral, COVID-19 Patient Groups Fight Back. Kaiser Health News. 2020-11-12.
- ↑ Nick Evershed. Anatomy of a conspiracy theory: how misinformation travels on Facebook. The Guardian.
- ↑ EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials. European Medicines Agency. March 22, 2021.
- ↑ District of Columbia 1100 Connecticut Ave NW Suite 1300B Washington. PolitiFact - Fact-checking claim about the use of ivermectin to treat COVID-19. @politifact.
- ↑ Frontiers Pulls Special COVID-19 Issue After Content Dispute. The Scientist Magazine®.
- ↑ Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19. BMJ Evidence-Based Medicine. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.
- ↑ Ivermectin: From theory to clinical application. Int J Antimicrob Agents. August 2019. Vol. 54 (2). hlm. 134–142. doi:10.1016/j.ijantimicag.2019.05.003.
- ↑ Ivermectin: From theory to clinical application. Int J Antimicrob Agents. August 2019. Vol. 54 (2). hlm. 134–142. doi:10.1016/j.ijantimicag.2019.05.003.
- ↑ Onchocerciasis. World Health Organization. 14 June 2019.
- ↑ Lymphatic filariasis. World Health Organization. 2 March 2020.
- ↑ Ectoparasites: Scabies. J Am Acad Dermatol. March 2020. Vol. 82 (3). hlm. 533–548. doi:10.1016/j.jaad.2019.05.109.
- ↑ Scabies - Medications. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
- ↑ Scabies - Medications. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
- ↑ Lice and Scabies: Treatment Update. Am Fam Physician. May 2019. Vol. 99 (10). hlm. 635–642.
- ↑ Pubic "Crab" Lice - Treatment. U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
- ↑ Rosacea. N Engl J Med. November 2017. Vol. 377 (18). hlm. 1754–1764. doi:10.1056/NEJMcp1506630.
- ↑ Demodex mites. Clin Dermatol. 2014. Vol. 32 (6). hlm. 739–43. doi:10.1016/j.clindermatol.2014.02.012.
- ↑ Ivermectin: pharmacology and application in dermatology. International Journal of Dermatology. December 2005. Vol. 44 (12). hlm. 981–8. doi:10.1111/j.1365-4632.2004.02253.x.
- ↑ Selective mass treatment with ivermectin to control intestinal helminthiases and parasitic skin diseases in a severely affected population. Bulletin of the World Health Organization. August 2004. Vol. 82 (8). hlm. 563–71.
- ↑ New changes in pregnancy and lactation labelling: Review of dermatologic drugs. Int J Womens Dermatol. September 2019. Vol. 5 (4). hlm. 216–226. doi:10.1016/j.ijwd.2019.05.002.
- ↑ Safety of oral ivermectin during pregnancy: a systematic review and meta-analysis. Lancet Glob Health. January 2020. Vol. 8 (1). hlm. e92–e100. doi:10.1016/S2214-109X(19)30453-X.
- ↑ Effect of a Single Standard Dose (150–200 μg/kg) of Ivermectin on Loa loa Microfilaremia: Systematic Review and Meta-analysis. Open Forum Infectious Diseases. April 2019. Vol. 6 (4). hlm. ofz019. doi:10.1093/ofid/ofz019.
- ↑ Effect of a Single Standard Dose (150–200 μg/kg) of Ivermectin on Loa loa Microfilaremia: Systematic Review and Meta-analysis. Open Forum Infectious Diseases. April 2019. Vol. 6 (4). hlm. ofz019. doi:10.1093/ofid/ofz019.
- ↑ Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics], 11th edition, pages 1084–1087.
- ↑ Ivermectin. LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2012.
- ↑ COMFORTIS® and ivermectin interaction Safety Warning Notification. U.S. Food and Drug Administration (FDA) Center for Veterinary Medicine (CVM).
- ↑ Ivermectin: An Anthelmintic, an Insecticide, and Much More. Trends Parasitol. January 2021. Vol. 37 (1). hlm. 48–64. doi:10.1016/j.pt.2020.10.005.
- ↑ Ivermectin: panacea for resource-poor communities?. Trends Parasitol. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.
- ↑ Ivermectin: An Anthelmintic, an Insecticide, and Much More. Trends Parasitol. January 2021. Vol. 37 (1). hlm. 48–64. doi:10.1016/j.pt.2020.10.005.
- ↑ Ivermectin: panacea for resource-poor communities?. Trends Parasitol. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.
- ↑ Ivermectin: panacea for resource-poor communities?. Trends Parasitol. September 2014. Vol. 30 (9). hlm. 445–55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005.
- ↑ What have we learnt thus far from mice with disrupted P-glycoprotein genes?. European Journal of Cancer. June 1996. Vol. 32A (6). hlm. 985–90. doi:10.1016/0959-8049(96)00063-9.
- ↑ Environmental impact of ivermectin excreted by cattle treated in autumn on dung fauna and degradation of faeces on pasture. Parasitology Research. December 2006. Vol. 100 (1). hlm. 93–102. doi:10.1007/s00436-006-0240-x.
- ↑ Avermectins, a novel class of compounds: implications for use in arthropod pest control. Annual Review of Entomology. 1991. Vol. 36. hlm. 91–117. doi:10.1146/annurev.en.36.010191.000515.
- ↑ Insecticides with Novel Modes of Action. Springer. 1998. hlm. 152–170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBN 978-3-642-08314-3.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin - Old Drug, New Tricks?. Trends Parasitol. June 2017. Vol. 33 (6). hlm. 463–472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004.
- ↑ Ivermectin: a potent new antiparasitic agent. Science. August 1983. Vol. 221 (4613). hlm. 823–8. doi:10.1126/science.6308762.
- ↑ Pesticide Synthesis Through Rational Approaches. American Chemical Society. June 26, 1984. Vol. 255. hlm. 5–20. doi:10.1021/bk-1984-0255.ch001. ISBN 978-0-8412-1083-7.
- ↑ The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2015. Nobel Foundation.
- ↑ Ivermectin: a systematic review from antiviral effects to COVID-19 complementary regimen. The Journal of Antibiotics. September 2020. Vol. 73 (9). hlm. 593–602. doi:10.1038/s41429-020-0336-z.
- ↑ The FDA-approved drug ivermectin inhibits the replication of SARS-CoV-2 in vitro. Antiviral Research. April 2020. Vol. 178. hlm. 104787. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104787.
- ↑ Antiviral treatment of COVID-19. Turkish Journal of Medical Sciences. April 2020. Vol. 50 (SI-1). hlm. 611–619. doi:10.3906/sag-2004-145.
- ↑ Ivermectin and COVID-19: A report in Antiviral Research, widespread interest, an FDA warning, two letters to the editor and the authors' responses. Antiviral Research. June 2020. Vol. 178. hlm. 104805. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104805.
- ↑ Effect of Ivermectin on Time to Resolution of Symptoms Among Adults With Mild COVID-19. JAMA. 2021-03-04. Vol. 325 (14). hlm. 1426–1435. doi:10.1001/jama.2021.3071.
- ↑ Ivermectin and COVID-19: A report in Antiviral Research, widespread interest, an FDA warning, two letters to the editor and the authors' responses. Antiviral Research. June 2020. Vol. 178. hlm. 104805. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104805.
- ↑ The broad spectrum antiviral ivermectin targets the host nuclear transport importin α/β1 heterodimer. Antiviral Research. May 2020. Vol. 177. hlm. 104760. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104760.
- ↑ Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19. BMJ Evidence-Based Medicine. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.
- ↑ Why You Should Not Use Ivermectin to Treat or Prevent COVID-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). 5 Maret 2021.
- ↑ Rachel Schraer. Covid: Ivermectin to be studied as possible treatment in UK. BBC News. 23 Juni 2021.
- ↑ COVID-19 Therapeutics Prioritized for Testing in Clinical Trials. National Institutes of Health.
- ↑ Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19. BMJ Evidence-Based Medicine. 2021-04-22. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678.
- ↑ Prophylaxis against covid-19: living systematic review and network meta-analysis. BMJ. April 2021. Vol. 373. hlm. n949. doi:10.1136/bmj.n949.
- ↑ Ivermectin for the treatment of COVID-19: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Clinical Infectious Diseases. 28 June 2021. doi:10.1093/cid/ciab591.
- ↑ Gorski DH. Ivermectin is the new hydroxychloroquine. Science-Based Medicine. 15 April 2021.
- ↑ Merck Statement on Ivermectin use During the COVID-19 Pandemic. Merck. 4 Februari 2021.
- ↑ The COVID-19 Treatment Guidelines Panel's Statement on the Use of Ivermectin for the Treatment of COVID-19. National Institutes of Health. 14 Januari 2020.
- ↑ Covid-19: Ivermectin's politicisation is a warning sign for doctors turning to orphan treatments. BMJ. April 2021. Vol. 373. hlm. n747. doi:10.1136/bmj.n747.
- ↑ The COVID-19 Treatment Guidelines Panel's Statement on the Use of Ivermectin for the Treatment of COVID-19. National Institutes of Health. 14 Januari 2020.
- ↑ EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials. European Medicines Agency. 22 Maret 2021.
- ↑ Why You Should Not Use Ivermectin to Treat or Prevent COVID-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). 5 Maret 2021.
- ↑ EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials. European Medicines Agency. 22 Maret 2021.
- ↑ WHO advises that ivermectin only be used to treat COVID-19 within clinical trials. World Health Organisation. 31 Maret 2021.
- ↑ Dayana de Oliveira Quintanilha. Anvisa se manifesta contra o uso da ivermectina na Covid-19. PEBMED. 2020-07-13.
- ↑ Atualizações e Recomendações sobre a Covid-19. Sociedade Brasileira de Infectologia. 2020-12-09.
- ↑ Posicionamento da Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia Sobre o Colapso em Manaus e Tratamento Preventivo e Precoce da Covid-19. Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia. 2021-01-17.
- ↑ Latin America's embrace of an unproven COVID treatment is hindering drug trials. Nature. October 2020. Vol. 586 (7830). hlm. 481–482. doi:10.1038/d41586-020-02958-2.
- ↑ COVID-19 and the rush for self-medication and self-dosing with ivermectin: A word of caution. One Health. Elsevier BV. December 2020. Vol. 10. hlm. 100148. doi:10.1016/j.onehlt.2020.100148.
- ↑ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure'. POLITICO. 2021-03-30.
- ↑ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure'. POLITICO. 2021-03-30.
- ↑ The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure'. POLITICO. 2021-03-30.
- ↑ Andina. Covid-19: Minsa aprueba resolución que deja sin efecto el uso de tres medicamentos. Agencia Peruana de Noticias. 13 Oktober 2020.
- ↑ Ivermectina vuelve a ser incluida en tratamiento covid-19. Extra. 22 Januari 2021.
- ↑ Manas Mishra. Indian states turn to anti-parasitic drug to fight COVID-19 against WHO advice. Reuters. 2021-05-13.
- ↑ Fact check: No link between India's falling COVID-19 cases and hydroxychloroquine. USA Today. 21 May 2021.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28968770 (2026-02-16T15:37:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.